29 C
Medan
Thursday, February 12, 2026

Kali Kedua Terjadi di Dairi, 89 Siswa SMK Arina Sidikalang Diduga Keracunan MBG

DAIRI – Kabupaten Dairi kembali digegerkan dengan dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 89 siswa SMK Swasta Arina Sidikalang dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gejala mual, muntah, dan pusing usai menyantap menu MBG.

Peristiwa ini terjadi hanya sehari setelah ratusan siswa SMK Swasta HKBP Sidikalang mengalami kejadian serupa. Kedua sekolah diketahui menerima distribusi MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidikalang 3 yang beralamat di Jalan Palapa No 7 Sidikalang.

Kepala SMK Swasta Arina Sidikalang Herman Sitorus, mengatakan gejala awal dialami enam siswa kelas XI jurusan Kecantikan pada Rabu (11/2) pagi saat tiba di sekolah.

“Awalnya enam siswa mual dan muntah. Langsung kami bawa ke rumah sakit. Setelah itu, menyusul siswa kelas X jurusan OTKP dengan keluhan yang sama,” ujar Herman saat ditemui di RSUD Sidikalang.

Hingga pukul 17.00 WIB, total 89 siswa menjalani perawatan di RSUD Sidikalang dan RS Serenapita. Herman menjelaskan, sehari sebelumnya, Selasa (10/2), para siswa menyantap MBG yang untuk pertama kalinya didistribusikan oleh SPPG Sidikalang 3.

“Baru perdana kami menerima dari SPPG Sidikalang 3. Sebelumnya dari SPPG Empat Lima. Katanya dipindahkan karena layanan di tempat lama sudah melebihi kapasitas,” jelasnya.

Sejumlah siswa yang dirawat mengaku mulai merasakan gejala beberapa jam setelah makan siang. Syelin Ramadhani Sembiring dan Laila Tarigan mengatakan mereka mulai pusing dan mual sejak Selasa sore. “Puncaknya pagi tadi di sekolah, sakit perut, mual dan muntah-muntah,” ujar keduanya.

Mereka menyebut menu MBG yang dikonsumsi berupa nasi, ikan tongkol sambal, tempe, sayur tauge, dan buah salak. Keduanya mengaku makanan terasa kurang layak saat disantap. “Nasinya basah, tempe agak busuk dan tauge terlihat tidak segar,” ungkap mereka.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Dairi Pahlawan Nasution, menyatakan operasional SPPG Sidikalang 3 telah dihentikan sementara sejak malam sebelumnya, menyusul kasus serupa di SMK HKBP Sidikalang.

“Sudah dihentikan operasionalnya sejak semalam. Saat ini sedang dalam penyelidikan penyebab dugaan keracunan. Sampel makanan juga sudah diambil untuk diperiksa,” jelas Pahlawan.
Hingga kini, pihak terkait masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan segera memberikan kepastian hasil pemeriksaan guna meredam keresahan masyarakat, sekaligus memastikan keamanan program MBG ke depan. (rud/ila)

DAIRI – Kabupaten Dairi kembali digegerkan dengan dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 89 siswa SMK Swasta Arina Sidikalang dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gejala mual, muntah, dan pusing usai menyantap menu MBG.

Peristiwa ini terjadi hanya sehari setelah ratusan siswa SMK Swasta HKBP Sidikalang mengalami kejadian serupa. Kedua sekolah diketahui menerima distribusi MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidikalang 3 yang beralamat di Jalan Palapa No 7 Sidikalang.

Kepala SMK Swasta Arina Sidikalang Herman Sitorus, mengatakan gejala awal dialami enam siswa kelas XI jurusan Kecantikan pada Rabu (11/2) pagi saat tiba di sekolah.

“Awalnya enam siswa mual dan muntah. Langsung kami bawa ke rumah sakit. Setelah itu, menyusul siswa kelas X jurusan OTKP dengan keluhan yang sama,” ujar Herman saat ditemui di RSUD Sidikalang.

Hingga pukul 17.00 WIB, total 89 siswa menjalani perawatan di RSUD Sidikalang dan RS Serenapita. Herman menjelaskan, sehari sebelumnya, Selasa (10/2), para siswa menyantap MBG yang untuk pertama kalinya didistribusikan oleh SPPG Sidikalang 3.

“Baru perdana kami menerima dari SPPG Sidikalang 3. Sebelumnya dari SPPG Empat Lima. Katanya dipindahkan karena layanan di tempat lama sudah melebihi kapasitas,” jelasnya.

Sejumlah siswa yang dirawat mengaku mulai merasakan gejala beberapa jam setelah makan siang. Syelin Ramadhani Sembiring dan Laila Tarigan mengatakan mereka mulai pusing dan mual sejak Selasa sore. “Puncaknya pagi tadi di sekolah, sakit perut, mual dan muntah-muntah,” ujar keduanya.

Mereka menyebut menu MBG yang dikonsumsi berupa nasi, ikan tongkol sambal, tempe, sayur tauge, dan buah salak. Keduanya mengaku makanan terasa kurang layak saat disantap. “Nasinya basah, tempe agak busuk dan tauge terlihat tidak segar,” ungkap mereka.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Dairi Pahlawan Nasution, menyatakan operasional SPPG Sidikalang 3 telah dihentikan sementara sejak malam sebelumnya, menyusul kasus serupa di SMK HKBP Sidikalang.

“Sudah dihentikan operasionalnya sejak semalam. Saat ini sedang dalam penyelidikan penyebab dugaan keracunan. Sampel makanan juga sudah diambil untuk diperiksa,” jelas Pahlawan.
Hingga kini, pihak terkait masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan segera memberikan kepastian hasil pemeriksaan guna meredam keresahan masyarakat, sekaligus memastikan keamanan program MBG ke depan. (rud/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru