26 C
Medan
Wednesday, July 24, 2024

Sebab Jembatan Amblas, Camat Batangserangan Salahkan Truk Bertonase Lebih

STABAT, SUMUTPOS.CO – Jembatan Sei Air Tenang yang akrab dikenal masyarakat dengan Titi Besi Batangserangan akhirnya jebol, dan mengakibatkan truk bermuatan pasir batu terperosok ke bawah.

Persoalan ini menjadi kekhawatiran masyarakat hingga 6 kepala desa di Kecamatan Batangserangan dan Padangtualang mengambil langkah permohonan bantuan ke wakil rakyat untuk mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera memperbaikinya.

Permohonan bantuan ke wakil rakyat berupa menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Langkat sejatinya digelar pada Rabu (12/6/2024). Namun sayang, Jembatan Batangserangan keburu jebol sebelum RDP digelar.

Rencana RDP diketahui melalui surat dari Ketua DPRD Langkat Sribana Perangin-Angin dengan Nomor, 400.14.6-238/DPRD/2024, tanggal 11 Juni 2024. Surat DPRD Langkat tentang Rapat Dengar Pendapat terkait surat permohonan 6 kepala desa yang berada di Kecamatan Padangtualang dan Batangserangan pada 20 Mei 2024.

Camat Batangserangan, Robbi Rezeki menyalahkan truk bertonase lebih hingga berbuntut titi besi yang merupakan urat nadi masyarakat tersebut jebol. Robbi menduga, Jembatan Batangserangan sudah tidak sanggup lagi menopang truk bertonase lebih yang melintas.

“Dugaannya akibat over tonase muatan dum truk. Jadi badan jalan jembatan amblas, dum truknya terperosok ke sungai. Saat ini tengah dilakukan evakuasi,” jelasnya.

Dia menyebut, tidak ada korban jiwa akibat insiden tersebut. Alasannya, truk yang terperosok jatuh ke bawah dengan posisi kepala di atas.

Namun begitu, Jembatan Batangserangan lumpuh, tidak dapat dilintasi. “Korban jiwa tidak ada, hanya seorang sopir dan dua kernet di dalam dump truck mengalami luka ringan dan sudah dirawat di puskesmas terdekat. Kini sudah pulang ke rumah,” terangnya.

Atas peristiwa ini, Robbi menyarankan kepada masyarakat untuk sementara menggunakan jembatan darurat yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. “Jembatan darurat hanya dapat dilintasi sepeda motor dan mobil pribadi. Untuk mobil dum truk dan sejenisnya, tidak dapat melintas,” urainya.

Unsur forkopimca Batangserangan dan Padangtualang saat ini memberi edukasi kepada masyarakat dan pengguna jalan untuk sementara melintas jembatan darurat dan jalur alternatif lainnya. Tujuannya, agar aktivitas berkendara dan perekonomian tetap berjalan.

Dia menambahkan, Jembatan Batangserangan adalah kewenangan Pemprov Sumut. “Kita sudah berkoordinasi dan informasikan ambruknya jembatan tersebut, agar segera ditanggulangi,” kata dia.

“Kurang lebih sebulan lalu, Pemprov Sumut sudah meninjau jembatan. Rencananya tahun ini jembatan akan diperbaiki,” tukasnya.

Jembatan Sei Air Tenang yang menghubungkan Kecamatan Padangtualang dan Batangserangan akhirnya jebol, Selasa (11/6/2024) petang. Kekhawatiran masyarakat pun terjadi menyusul hampir setahun Jembatan Titi Batangserangan yang akrab disapa masyarakat Langkat ini dibiarkan rusak.

Dari video berdurasi 42 detik yang dilihat Sumut Pos, truk bermuatan pasir amblas ke bawah. Muatannya pun jatuh ke aliran Sungai Batangserangan.

Diduga muatan tersebut berasal dari pantai atau galian c ilegal. Jembatan Titi Besi Batangserangan ini jebol melumpuhkan akses menuju objek wisata Tangkahan.

Sebelumnya juga satu unit truk bermuatan batu dilaporkan nyaris terjun ke aliran Sungai Batangserangan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Senin (30/10/2023). Peristiwa ini terjadi akibat kondisi jembatan Batangserangan yang rusak.

Meskipun tak ada korban dalam peristiwa itu, namun kejadian tersebut sempat membuat arus lalu lintas menuju objek wisata Tangkahan terhambat. Kondisi yang dikhawatirkan masyarakat akhirnya terjadi, akibat dari hilir-mudik truk bermuatan galian c. (ted)

STABAT, SUMUTPOS.CO – Jembatan Sei Air Tenang yang akrab dikenal masyarakat dengan Titi Besi Batangserangan akhirnya jebol, dan mengakibatkan truk bermuatan pasir batu terperosok ke bawah.

Persoalan ini menjadi kekhawatiran masyarakat hingga 6 kepala desa di Kecamatan Batangserangan dan Padangtualang mengambil langkah permohonan bantuan ke wakil rakyat untuk mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera memperbaikinya.

Permohonan bantuan ke wakil rakyat berupa menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Langkat sejatinya digelar pada Rabu (12/6/2024). Namun sayang, Jembatan Batangserangan keburu jebol sebelum RDP digelar.

Rencana RDP diketahui melalui surat dari Ketua DPRD Langkat Sribana Perangin-Angin dengan Nomor, 400.14.6-238/DPRD/2024, tanggal 11 Juni 2024. Surat DPRD Langkat tentang Rapat Dengar Pendapat terkait surat permohonan 6 kepala desa yang berada di Kecamatan Padangtualang dan Batangserangan pada 20 Mei 2024.

Camat Batangserangan, Robbi Rezeki menyalahkan truk bertonase lebih hingga berbuntut titi besi yang merupakan urat nadi masyarakat tersebut jebol. Robbi menduga, Jembatan Batangserangan sudah tidak sanggup lagi menopang truk bertonase lebih yang melintas.

“Dugaannya akibat over tonase muatan dum truk. Jadi badan jalan jembatan amblas, dum truknya terperosok ke sungai. Saat ini tengah dilakukan evakuasi,” jelasnya.

Dia menyebut, tidak ada korban jiwa akibat insiden tersebut. Alasannya, truk yang terperosok jatuh ke bawah dengan posisi kepala di atas.

Namun begitu, Jembatan Batangserangan lumpuh, tidak dapat dilintasi. “Korban jiwa tidak ada, hanya seorang sopir dan dua kernet di dalam dump truck mengalami luka ringan dan sudah dirawat di puskesmas terdekat. Kini sudah pulang ke rumah,” terangnya.

Atas peristiwa ini, Robbi menyarankan kepada masyarakat untuk sementara menggunakan jembatan darurat yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. “Jembatan darurat hanya dapat dilintasi sepeda motor dan mobil pribadi. Untuk mobil dum truk dan sejenisnya, tidak dapat melintas,” urainya.

Unsur forkopimca Batangserangan dan Padangtualang saat ini memberi edukasi kepada masyarakat dan pengguna jalan untuk sementara melintas jembatan darurat dan jalur alternatif lainnya. Tujuannya, agar aktivitas berkendara dan perekonomian tetap berjalan.

Dia menambahkan, Jembatan Batangserangan adalah kewenangan Pemprov Sumut. “Kita sudah berkoordinasi dan informasikan ambruknya jembatan tersebut, agar segera ditanggulangi,” kata dia.

“Kurang lebih sebulan lalu, Pemprov Sumut sudah meninjau jembatan. Rencananya tahun ini jembatan akan diperbaiki,” tukasnya.

Jembatan Sei Air Tenang yang menghubungkan Kecamatan Padangtualang dan Batangserangan akhirnya jebol, Selasa (11/6/2024) petang. Kekhawatiran masyarakat pun terjadi menyusul hampir setahun Jembatan Titi Batangserangan yang akrab disapa masyarakat Langkat ini dibiarkan rusak.

Dari video berdurasi 42 detik yang dilihat Sumut Pos, truk bermuatan pasir amblas ke bawah. Muatannya pun jatuh ke aliran Sungai Batangserangan.

Diduga muatan tersebut berasal dari pantai atau galian c ilegal. Jembatan Titi Besi Batangserangan ini jebol melumpuhkan akses menuju objek wisata Tangkahan.

Sebelumnya juga satu unit truk bermuatan batu dilaporkan nyaris terjun ke aliran Sungai Batangserangan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Senin (30/10/2023). Peristiwa ini terjadi akibat kondisi jembatan Batangserangan yang rusak.

Meskipun tak ada korban dalam peristiwa itu, namun kejadian tersebut sempat membuat arus lalu lintas menuju objek wisata Tangkahan terhambat. Kondisi yang dikhawatirkan masyarakat akhirnya terjadi, akibat dari hilir-mudik truk bermuatan galian c. (ted)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/