25.6 C
Medan
Sunday, May 19, 2024

Rakor Pengendalian Inflasi, Pemko Tebingtinggi Pantau Perkembangan Kenaikan Harga

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO- Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani bersama stakeholder terkait mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah secara virtual, di ruang kerja Wali Kota Gedung Balai Kota, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Selasa (16/5/2024).

Pj Wali Kota Tebingtinggi, Syarmadani meminta kepada OPD terkait untuk tetap menjaga kestabilan ekonomi dalam pengendalian harga untuk menjaga inflasi di Kota Tebingtinggi.

Diharapkan Syarmadani, Pemko Tebingtinggi harus tetap melakukan pemantauan harga, melakukan rapat teknis Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), menjaga pasokan bahan pokok barang penting, melakukan gerakan tanam, melaksanakan pasar murah dan sidak pasar.

“Juga memberikan bantuan transportasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah,” jelasnya.

Untuk informasi, data inflasi di Kota Tebingtinggi, berdasarkan BPS Kota Tebingtinggi, IHK (Indeks Harga Konsumen) Kota Tebingtinggi mengikuti IHK Kota Pematang Siantar. “Pada bulan April 2024, tingkat inflasi Kota Pematang Siantar bulan ke bulan (m to m) sebesar 0,19 persen sementara inflasi tahun ke tahun (y to y) sebesar 3,92 persen,” jelas Syarmadani.

Sebelumnya, Kemendagri Tito Karnavian dalam rapat kordinasi dengan kepala daerah seluruh Indonesia menjelaskan untuk inflasi Indonesia yaitu di angka 3 persen YoY dan ini turun dari 3,05 persen tahun ke tahun pada periode yang sama April 2023 dan 2024, 3 persen.

“Yang menarik adalah inflasi dari bulan ke bulan, dari bulan Maret ke April itu terjadi penurunan yang sangat signifikan dari 0,52 persen ke angka 0,25 persen,” terang Tito.

Menariknya, ungkap Tito, inflasi pada periode ini kontribusi komoditas makanan, minuman, dan tembakau mengalami penurunan minus 0,03 persen. Komoditas tersebut sebelumnya sering memberikan kontribusi tertinggi terhadap inflasi.

“Pada periode kali ini, kontribusi tertinggi terhadap inflasi yaitu sektor transportasi, terutama transportasi udara yang menyumbang angka inflasi 0,93 persen. Kondisi ini disebabkan adanya arus balik yang cukup besar pada bulan April,” ujarnya. (ian/han)

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO- Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani bersama stakeholder terkait mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah secara virtual, di ruang kerja Wali Kota Gedung Balai Kota, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Selasa (16/5/2024).

Pj Wali Kota Tebingtinggi, Syarmadani meminta kepada OPD terkait untuk tetap menjaga kestabilan ekonomi dalam pengendalian harga untuk menjaga inflasi di Kota Tebingtinggi.

Diharapkan Syarmadani, Pemko Tebingtinggi harus tetap melakukan pemantauan harga, melakukan rapat teknis Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), menjaga pasokan bahan pokok barang penting, melakukan gerakan tanam, melaksanakan pasar murah dan sidak pasar.

“Juga memberikan bantuan transportasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah,” jelasnya.

Untuk informasi, data inflasi di Kota Tebingtinggi, berdasarkan BPS Kota Tebingtinggi, IHK (Indeks Harga Konsumen) Kota Tebingtinggi mengikuti IHK Kota Pematang Siantar. “Pada bulan April 2024, tingkat inflasi Kota Pematang Siantar bulan ke bulan (m to m) sebesar 0,19 persen sementara inflasi tahun ke tahun (y to y) sebesar 3,92 persen,” jelas Syarmadani.

Sebelumnya, Kemendagri Tito Karnavian dalam rapat kordinasi dengan kepala daerah seluruh Indonesia menjelaskan untuk inflasi Indonesia yaitu di angka 3 persen YoY dan ini turun dari 3,05 persen tahun ke tahun pada periode yang sama April 2023 dan 2024, 3 persen.

“Yang menarik adalah inflasi dari bulan ke bulan, dari bulan Maret ke April itu terjadi penurunan yang sangat signifikan dari 0,52 persen ke angka 0,25 persen,” terang Tito.

Menariknya, ungkap Tito, inflasi pada periode ini kontribusi komoditas makanan, minuman, dan tembakau mengalami penurunan minus 0,03 persen. Komoditas tersebut sebelumnya sering memberikan kontribusi tertinggi terhadap inflasi.

“Pada periode kali ini, kontribusi tertinggi terhadap inflasi yaitu sektor transportasi, terutama transportasi udara yang menyumbang angka inflasi 0,93 persen. Kondisi ini disebabkan adanya arus balik yang cukup besar pada bulan April,” ujarnya. (ian/han)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/