25.6 C
Medan
Sunday, June 23, 2024

Lusika Lolos Dari Penculikan, Tunangan Makin Cinta

SIANTAR- Septiaman Purba mengakui bahwa cintanya pada Lusika br Saragih (24) tidak berubah. Sebaliknya, ia makin cinta pada wanita yang lolos dari aksi penculikan dr Manjus Damanik itu.

“Holonghu justru roh banggalni sanina (Rasa cintanya justru makin besar pada bidan Lusika br Saragih, red),” kata Septiaman Purba, kepada METRO (grup Sumut Pos), Minggu (12/8), sore, ketika dimintai komentarnya apakah ia masih merasakan cinta pada Lusika br Saragih pasca penculikan itu. Pria yang mengabdi sebagai PNS di Pemkab Simalungun ini mengatakan, sekalipun wajah kekasihnya itu melepuh ia tetap cinta.

Menurut dia, perjuangan Lusika Saragih yang lolos dari upaya penculikan yang dilakukan dr Manjus Damanik merupakan bukti bahwa Lusika br Saragih memiliki pendirian yang teguh. “Itu sebabnya cintaku makin besar padanya,” ujar pria tegap, yang kini jadi ajudan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun Resman Saragih.

Ditanya kondisi kekasihnya itu, Septiaman Purba menjelaskan, kesehatan Lusika sudah mulai membaik. Dikatakan Septiman, menurut pihak medis yang menangani kekasihnya itu di Rumah Horas Insani (RSHI) Kota Pematangsiantar, sejauh ini belum ada yang fatal pada fisik korban.

Soal wajahnya yang melepuh sambung Septiaman, itu diakibatkan senyawa kimia yang diduga ada dalam obat bius itu tidak cocok dengan wajah wanita yang menetap di rumah orangtuanya di Jalan Abdul Rahim Lubis Tebing Tinggi ini.

“Sabtu (11/8) sore, Lusika dan keluarga memang datang untuk berobat ke Rumah Sakit Horas Insani. Tapi tidak sampai rawat inap. Selesai check up, mereka kembali pulang ke Tebingtinggi,” kata Septiaman yang mengaku ikut mendampingi korban saat berobat di rumah sakit yang beralamat di Jalan Medan Siantar itu.

Lanjut Septiaman, menurut anjuran dokter jika terdapat gejala yang bisa mengancam kondisi kesehatan Lusika, pihak keluarga diminta agar kembali membawa korban ke rumah sakit tersebut agar dilakukan roentgen terutama di bagian kepala. (dro/smg)

Berita sebelumnya: Bidan Trauma, Keluarga Dokter Minta Damai

SIANTAR- Septiaman Purba mengakui bahwa cintanya pada Lusika br Saragih (24) tidak berubah. Sebaliknya, ia makin cinta pada wanita yang lolos dari aksi penculikan dr Manjus Damanik itu.

“Holonghu justru roh banggalni sanina (Rasa cintanya justru makin besar pada bidan Lusika br Saragih, red),” kata Septiaman Purba, kepada METRO (grup Sumut Pos), Minggu (12/8), sore, ketika dimintai komentarnya apakah ia masih merasakan cinta pada Lusika br Saragih pasca penculikan itu. Pria yang mengabdi sebagai PNS di Pemkab Simalungun ini mengatakan, sekalipun wajah kekasihnya itu melepuh ia tetap cinta.

Menurut dia, perjuangan Lusika Saragih yang lolos dari upaya penculikan yang dilakukan dr Manjus Damanik merupakan bukti bahwa Lusika br Saragih memiliki pendirian yang teguh. “Itu sebabnya cintaku makin besar padanya,” ujar pria tegap, yang kini jadi ajudan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun Resman Saragih.

Ditanya kondisi kekasihnya itu, Septiaman Purba menjelaskan, kesehatan Lusika sudah mulai membaik. Dikatakan Septiman, menurut pihak medis yang menangani kekasihnya itu di Rumah Horas Insani (RSHI) Kota Pematangsiantar, sejauh ini belum ada yang fatal pada fisik korban.

Soal wajahnya yang melepuh sambung Septiaman, itu diakibatkan senyawa kimia yang diduga ada dalam obat bius itu tidak cocok dengan wajah wanita yang menetap di rumah orangtuanya di Jalan Abdul Rahim Lubis Tebing Tinggi ini.

“Sabtu (11/8) sore, Lusika dan keluarga memang datang untuk berobat ke Rumah Sakit Horas Insani. Tapi tidak sampai rawat inap. Selesai check up, mereka kembali pulang ke Tebingtinggi,” kata Septiaman yang mengaku ikut mendampingi korban saat berobat di rumah sakit yang beralamat di Jalan Medan Siantar itu.

Lanjut Septiaman, menurut anjuran dokter jika terdapat gejala yang bisa mengancam kondisi kesehatan Lusika, pihak keluarga diminta agar kembali membawa korban ke rumah sakit tersebut agar dilakukan roentgen terutama di bagian kepala. (dro/smg)

Berita sebelumnya: Bidan Trauma, Keluarga Dokter Minta Damai

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/