24 C
Medan
Friday, January 9, 2026

11 Titik Tanggul di Padangtualang Jebol

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Wilayah Langkat Hilir yang meliputi Kecamatan Padangtualang, Sawit Seberang, dan Batangserangan, turut dilanda musibah banjir, beberapa waktu lalu. Daerah yang tidak pernah dilanda banjir sejak puluhan tahun silam, kini harus merasakan musibah tersebut.

Hasil penelusuran yang dilakukan dinas terkait, banjir yang merendam ribuan rumah di Langkat Hilir karena tanggul jebol. Infrastruktur umum itu tak mampu menahan tingginya debit air dan derasnya arus. Informasi diperoleh, tanggul yang jebol itu terletak di satu kelurahan dan lima desa. Artinya, infrastruktur yang jebol itu ada di enam daerah pada Kecamatan Padangtualang.

Uraiannya, Desa Tanjungputus (satu titik), Desa Kwalabesilam (satu titik), Desa Sukaramai (satu titik), Desa Padangtualang (empat titik), Desa Besilam (dua titik), dan Kelurahan Tanjungselamat (dua titik). Dengan demikian, ada 11 titik tanggul yang jebol di Kecamatan Padangtualang.

Lebar tanggul bervariasi dengan maksimal kelebaran 200 meter. Persoalan ini sudah ditindaklanjuti perangkat kecamatan maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Langkat.

Mereka sudah mengirimkan surat permohonan untuk segera dilakukan perbaikan terhadap tanggul sungai yang jebol tersebut. Tujuan surat ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut).

Kepala Dinas PUTR Langkat, Khairul Azmi menjelaskan, perbaikan tanggul tidak dapat dianggarkan oleh pemerintah kabupaten dengan beberapa alasan.

“Bukan gak bisa dikerjakan, nanti kalau diperbaiki oleh kabupaten, terjadi tumpang tindih anggaran kegiatannya. Dan itu wewenang provinsi,” kata Azmi, Sabtu (13/12).

Dia juga mengakui, perangkat kecamatan sudah mengirimkan permohonan kepada Pemprov Sumut untuk segera dilakukan perbaikan. Mengingat Gubernur Sumut Bobby Nasution didampingi Wakil Ketua DPRD Sumut Ricky Anthony, pun sudah datang ke Padangtualang.
“Waktu itu, camat langsung membuat permohonan ke Pak Bobby mau ditindaklanjuti sama provinsi,” kata Azmi.

Dampak banjir yang melanda Kabupaten Langkat, dilaporkan ada 13 orang meninggal dunia. Banjir juga merusak 10.444 unit rumah dan 17.299 hewan ternak pada 16 kecamatan di Langkat. Selain itu, juga ada 91 fasilitas umum, 81 sekolah, 4.677 hektare sawah, dan 55 rumah turut terdampak. Namun begitu, banjir berangsur surut dan kini menyisakan Kecamatan Tanjungpura saja yang masih tergenang. (ted/saz)

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Wilayah Langkat Hilir yang meliputi Kecamatan Padangtualang, Sawit Seberang, dan Batangserangan, turut dilanda musibah banjir, beberapa waktu lalu. Daerah yang tidak pernah dilanda banjir sejak puluhan tahun silam, kini harus merasakan musibah tersebut.

Hasil penelusuran yang dilakukan dinas terkait, banjir yang merendam ribuan rumah di Langkat Hilir karena tanggul jebol. Infrastruktur umum itu tak mampu menahan tingginya debit air dan derasnya arus. Informasi diperoleh, tanggul yang jebol itu terletak di satu kelurahan dan lima desa. Artinya, infrastruktur yang jebol itu ada di enam daerah pada Kecamatan Padangtualang.

Uraiannya, Desa Tanjungputus (satu titik), Desa Kwalabesilam (satu titik), Desa Sukaramai (satu titik), Desa Padangtualang (empat titik), Desa Besilam (dua titik), dan Kelurahan Tanjungselamat (dua titik). Dengan demikian, ada 11 titik tanggul yang jebol di Kecamatan Padangtualang.

Lebar tanggul bervariasi dengan maksimal kelebaran 200 meter. Persoalan ini sudah ditindaklanjuti perangkat kecamatan maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Langkat.

Mereka sudah mengirimkan surat permohonan untuk segera dilakukan perbaikan terhadap tanggul sungai yang jebol tersebut. Tujuan surat ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut).

Kepala Dinas PUTR Langkat, Khairul Azmi menjelaskan, perbaikan tanggul tidak dapat dianggarkan oleh pemerintah kabupaten dengan beberapa alasan.

“Bukan gak bisa dikerjakan, nanti kalau diperbaiki oleh kabupaten, terjadi tumpang tindih anggaran kegiatannya. Dan itu wewenang provinsi,” kata Azmi, Sabtu (13/12).

Dia juga mengakui, perangkat kecamatan sudah mengirimkan permohonan kepada Pemprov Sumut untuk segera dilakukan perbaikan. Mengingat Gubernur Sumut Bobby Nasution didampingi Wakil Ketua DPRD Sumut Ricky Anthony, pun sudah datang ke Padangtualang.
“Waktu itu, camat langsung membuat permohonan ke Pak Bobby mau ditindaklanjuti sama provinsi,” kata Azmi.

Dampak banjir yang melanda Kabupaten Langkat, dilaporkan ada 13 orang meninggal dunia. Banjir juga merusak 10.444 unit rumah dan 17.299 hewan ternak pada 16 kecamatan di Langkat. Selain itu, juga ada 91 fasilitas umum, 81 sekolah, 4.677 hektare sawah, dan 55 rumah turut terdampak. Namun begitu, banjir berangsur surut dan kini menyisakan Kecamatan Tanjungpura saja yang masih tergenang. (ted/saz)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru