26 C
Medan
Tuesday, February 17, 2026

Senator M Nuh Ajak Masyarakat Jaga Danau Toba dengan Menanam Pohon

SAMOSIR, SumutPos.co– Anggota DPD RI asal Sumatera Utara, KH Muhammad Nuh MSP, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kelestarian Danau Toba sebagai wujud syukur atas kekayaan alam danau vulkanik terbesar di dunia tersebut. Ajakan ini disampaikan dalam aksi penanaman pohon bersama di Lombang Nabagas, Desa Huta Ginjang, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir, Senin (16/2/2026).

Kegiatan yang diprakarsai Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Park ini menjadi momentum penting dalam mempertahankan predikat internasional Danau Toba. “Danau Toba adalah karunia Tuhan yang tercipta dari letusan dahsyat 74.000 tahun silam. Sebagai bentuk kesyukuran, mari kita hijaukan kembali kawasan ini. Menanam pohon adalah langkah nyata menjaga warisan dunia ini,” ujar M. Nuh di sela-sela aksi penanaman.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Nuh yang juga menjabat sebagai Ketua Persis Sumatera Utara, mengenang kembali perjuangan panjang memulihkan citra Geopark Toba. Ia mengingatkan saat Danau Toba sempat menerima peringatan “lampu kuning” (Yellow Card) dari UNESCO pada evaluasi di Maroko, September 2023 lalu.

Merespons kondisi kritis tersebut, Nuh bergerak cepat menginisiasi Focus Group Discussion (FGD) di Kantor DPD RI Medan pada Oktober 2023 untuk menyinergikan seluruh pemangku kepentingan. “Alhamdulillah, kerja keras kolektif itu membuahkan hasil. Pada Konferensi Global Geopark Network di Chile, September 2025, Danau Toba resmi kembali meraih status Green Card. Keberhasilan ini adalah buah sinergi antara pemerintah daerah, pengelola, dan masyarakat,” tambahnya.

Aksi lingkungan ini turut dihadiri tokoh-tokoh penting, di antaranya Ketua Komite II DPD RI Dr. Badikenita Sitepu, General Manager Caldera Toba Geopark Dr. Azizul Kholis, serta aktivis lingkungan kawakan Dr. Wilmar Simanjorang. Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, SE, MM, beserta para pencinta lingkungan juga tampak hadir memberikan dukungan penuh.

Kehadiran para tokoh ini mempertegas komitmen bersama bahwa menjaga kelestarian Kaldera Toba bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab moral seluruh warga Sumatera Utara.

Senator M. Nuh menutup pernyataannya dengan memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan semua pihak yang konsisten menjaga ekosistem Danau Toba agar tetap diakui dunia. (adz)

SAMOSIR, SumutPos.co– Anggota DPD RI asal Sumatera Utara, KH Muhammad Nuh MSP, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kelestarian Danau Toba sebagai wujud syukur atas kekayaan alam danau vulkanik terbesar di dunia tersebut. Ajakan ini disampaikan dalam aksi penanaman pohon bersama di Lombang Nabagas, Desa Huta Ginjang, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir, Senin (16/2/2026).

Kegiatan yang diprakarsai Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Park ini menjadi momentum penting dalam mempertahankan predikat internasional Danau Toba. “Danau Toba adalah karunia Tuhan yang tercipta dari letusan dahsyat 74.000 tahun silam. Sebagai bentuk kesyukuran, mari kita hijaukan kembali kawasan ini. Menanam pohon adalah langkah nyata menjaga warisan dunia ini,” ujar M. Nuh di sela-sela aksi penanaman.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Nuh yang juga menjabat sebagai Ketua Persis Sumatera Utara, mengenang kembali perjuangan panjang memulihkan citra Geopark Toba. Ia mengingatkan saat Danau Toba sempat menerima peringatan “lampu kuning” (Yellow Card) dari UNESCO pada evaluasi di Maroko, September 2023 lalu.

Merespons kondisi kritis tersebut, Nuh bergerak cepat menginisiasi Focus Group Discussion (FGD) di Kantor DPD RI Medan pada Oktober 2023 untuk menyinergikan seluruh pemangku kepentingan. “Alhamdulillah, kerja keras kolektif itu membuahkan hasil. Pada Konferensi Global Geopark Network di Chile, September 2025, Danau Toba resmi kembali meraih status Green Card. Keberhasilan ini adalah buah sinergi antara pemerintah daerah, pengelola, dan masyarakat,” tambahnya.

Aksi lingkungan ini turut dihadiri tokoh-tokoh penting, di antaranya Ketua Komite II DPD RI Dr. Badikenita Sitepu, General Manager Caldera Toba Geopark Dr. Azizul Kholis, serta aktivis lingkungan kawakan Dr. Wilmar Simanjorang. Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, SE, MM, beserta para pencinta lingkungan juga tampak hadir memberikan dukungan penuh.

Kehadiran para tokoh ini mempertegas komitmen bersama bahwa menjaga kelestarian Kaldera Toba bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab moral seluruh warga Sumatera Utara.

Senator M. Nuh menutup pernyataannya dengan memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan semua pihak yang konsisten menjaga ekosistem Danau Toba agar tetap diakui dunia. (adz)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru