30 C
Medan
Friday, July 12, 2024

Bupati Taput Hadiri FGD-Safari Jurnalistik Pariwisata PWI Bona Pasogit

PENANDATANGANAN: penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Pariwisata Danau Toba dan Wisata Bahari matan Padangsidimpuan Selatan, Sabtu (14/12).
PENANDATANGANAN: penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Pariwisata Danau Toba dan Wisata Bahari matan Padangsidimpuan Selatan, Sabtu (14/12).

TAPUT, SUMUTPOS.CO – Percepatan pembangunan Jalan Tol Parapat-Muara-Tarutung-Sibolga/Tapteng sebagai Interkoneksi Wisata Danau Toba dengan Wisata Bahari Sibolga/Tapteng dan Nias”.

Hal ini diutarakan Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan MSi saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) ‘Interkoneksi Pariwisata Danau Toba – Wisata Bahari Tapteng/Sibolga-Nias’, yang merupakan rangkaian kegiatan Safari Jurnalistik Pariwisata oleh PWI Bona Pasogit, Minggu (15/12) di Marina Poncan Gadang, Sibolga.

“Dari sisi sejarah dan adat istiadat Tapanuli Raya ini dipersatukan dalam satu keresidenan. Seluruh Kawasan Tapanuli Raya harus menyamakan persepsi sehingga percepatan pembangunan dapat tercapai. Saya melihat ada 3 hal yang sangat dibutuhkan dalam percepatan pembangunan di Kawasan Tapanuli Raya,” ucap Bupati Taput didampingi Sekda, Indra Simaremare dan beberapa pimpinan OPD.

Bupati Taput sebagai salah satu narasumber menjelaskan, ada 3 hal bagaimana cara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi mikro yang nyata, dan langsung mengena kepada masyarakat Tapanuli Raya.

Pertama adalah pembukaan Jalan Strategis dari Garoga-Tapanuli Utara menuju Sei Mangkei yang merupakan Kawasan ekonomi khusus demi percepatan perekonomian di Tapanuli Raya, nantinya diharapkan pemasaran produksi-produksi Tapanuli semakin mudah dijangkau.

Kedua, pembenahan infrastruktur jalan dengan pembangunan jalan tol Parapat-Muara-Tarutung-Sibolga/Tapteng sebagai interkoneksi Danau Toba dengan Sibolga/Tapteng dan Nias untuk memajukan pariwisata.

Dan ketiga, pendirian Universitas Negeri Tapanuli Raya yang akan memberikan efek domino luar biasa bagi masyarakat, di antaranya seperti peningkatan kunjungan pariwisata Danau Toba, peningkatan SDM dan termasuk dengan bertambahnya perputaran uang.

“Pada sektor pariwisata, saya melihat perlu adanya sinergitas Danau Toba dengan wisata bahari Tapteng/Sibolga dan Nias yang terkenal dengan laut dan pantainya. Tingkat lama kunjungan para wisatawan akan lebih lama dengan adanya interkoneksi Danau Toba menuju Tapteng/Sibolga hingga Nias. Hal ini dapat saling mendukung untuk menciptakan wisata yang lebih dikenal oleh masyarakat nasional maupun international ditambah dengan adanya wisata laut Nias yang dikenal dengan ombaknya yang luar biasa,” tegas Bupati Taput.

Dalam kesempatan itu, Bupati Tapanuli Tengah, Bachtiar Sibarani yang juga turut hadir bersama Wakil Bupati Tapteng Darwin Sitompul, Ketua DPRD Kota Sibolga Ahmad Syukri N.P, mengatakan, sangat mendukung 3 program yang disampaikan oleh Bupati Tapanuli Utara.

“Saya merasa sangat bangga dengan adanya FGD ini, dan berharap agar semua cita-cita ini dapat segera terwujud. Pembangunan Jalan Tol yang menjadi penghubung Tapanuli Utara-Tapteng hingga ke Nias harus kita kawal, agar semakin cepat pembangunannya karena sudah masuk dalam rancangan Kementrian PUPR. Saya juga yakin dengan adanya jalan tol ini semakin memajukan pariwisata kita,” ucap Bupati Bachtiar.

“Saya juga sangat setuju dan siap mendukung untuk berdirinya Universitas Negeri di Tapanuli Raya, karena ini memang salah satu bagian yang terpenting untuk mendukung percepatan pembangunan sektor ekonomi dan pariwisata masyarakat kawasan Tapanuli, serta dapat merubah cara berpikir masyarakat untuk lebih maju,”kata Bupati Tapteng dalam paparannya.

Pada FGD tersebut, Bupati Taput, Bupati Tapteng dan Wali Kota Sibolga/mewakili melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Pariwisata Danau Toba dan Wisata Bahar

Dalam laporan Ketua PWI Bona Pasogit, Posma Simorangkir mengatakan, peserta kegiatan Safari Jurnalistik Pariwisata dilaksanakan selama 3 hari dan peserta terdiri dari para pengurus dan anggota PWI Bonapasogit dan jurnalis Sibolga/Tapteng yang telah lulus Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) serta beberapa pimpinan Perangkat Daerah dari dua Kabupaten dan 1 Kota. (mag-12)

PENANDATANGANAN: penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Pariwisata Danau Toba dan Wisata Bahari matan Padangsidimpuan Selatan, Sabtu (14/12).
PENANDATANGANAN: penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Pariwisata Danau Toba dan Wisata Bahari matan Padangsidimpuan Selatan, Sabtu (14/12).

TAPUT, SUMUTPOS.CO – Percepatan pembangunan Jalan Tol Parapat-Muara-Tarutung-Sibolga/Tapteng sebagai Interkoneksi Wisata Danau Toba dengan Wisata Bahari Sibolga/Tapteng dan Nias”.

Hal ini diutarakan Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan MSi saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) ‘Interkoneksi Pariwisata Danau Toba – Wisata Bahari Tapteng/Sibolga-Nias’, yang merupakan rangkaian kegiatan Safari Jurnalistik Pariwisata oleh PWI Bona Pasogit, Minggu (15/12) di Marina Poncan Gadang, Sibolga.

“Dari sisi sejarah dan adat istiadat Tapanuli Raya ini dipersatukan dalam satu keresidenan. Seluruh Kawasan Tapanuli Raya harus menyamakan persepsi sehingga percepatan pembangunan dapat tercapai. Saya melihat ada 3 hal yang sangat dibutuhkan dalam percepatan pembangunan di Kawasan Tapanuli Raya,” ucap Bupati Taput didampingi Sekda, Indra Simaremare dan beberapa pimpinan OPD.

Bupati Taput sebagai salah satu narasumber menjelaskan, ada 3 hal bagaimana cara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi mikro yang nyata, dan langsung mengena kepada masyarakat Tapanuli Raya.

Pertama adalah pembukaan Jalan Strategis dari Garoga-Tapanuli Utara menuju Sei Mangkei yang merupakan Kawasan ekonomi khusus demi percepatan perekonomian di Tapanuli Raya, nantinya diharapkan pemasaran produksi-produksi Tapanuli semakin mudah dijangkau.

Kedua, pembenahan infrastruktur jalan dengan pembangunan jalan tol Parapat-Muara-Tarutung-Sibolga/Tapteng sebagai interkoneksi Danau Toba dengan Sibolga/Tapteng dan Nias untuk memajukan pariwisata.

Dan ketiga, pendirian Universitas Negeri Tapanuli Raya yang akan memberikan efek domino luar biasa bagi masyarakat, di antaranya seperti peningkatan kunjungan pariwisata Danau Toba, peningkatan SDM dan termasuk dengan bertambahnya perputaran uang.

“Pada sektor pariwisata, saya melihat perlu adanya sinergitas Danau Toba dengan wisata bahari Tapteng/Sibolga dan Nias yang terkenal dengan laut dan pantainya. Tingkat lama kunjungan para wisatawan akan lebih lama dengan adanya interkoneksi Danau Toba menuju Tapteng/Sibolga hingga Nias. Hal ini dapat saling mendukung untuk menciptakan wisata yang lebih dikenal oleh masyarakat nasional maupun international ditambah dengan adanya wisata laut Nias yang dikenal dengan ombaknya yang luar biasa,” tegas Bupati Taput.

Dalam kesempatan itu, Bupati Tapanuli Tengah, Bachtiar Sibarani yang juga turut hadir bersama Wakil Bupati Tapteng Darwin Sitompul, Ketua DPRD Kota Sibolga Ahmad Syukri N.P, mengatakan, sangat mendukung 3 program yang disampaikan oleh Bupati Tapanuli Utara.

“Saya merasa sangat bangga dengan adanya FGD ini, dan berharap agar semua cita-cita ini dapat segera terwujud. Pembangunan Jalan Tol yang menjadi penghubung Tapanuli Utara-Tapteng hingga ke Nias harus kita kawal, agar semakin cepat pembangunannya karena sudah masuk dalam rancangan Kementrian PUPR. Saya juga yakin dengan adanya jalan tol ini semakin memajukan pariwisata kita,” ucap Bupati Bachtiar.

“Saya juga sangat setuju dan siap mendukung untuk berdirinya Universitas Negeri di Tapanuli Raya, karena ini memang salah satu bagian yang terpenting untuk mendukung percepatan pembangunan sektor ekonomi dan pariwisata masyarakat kawasan Tapanuli, serta dapat merubah cara berpikir masyarakat untuk lebih maju,”kata Bupati Tapteng dalam paparannya.

Pada FGD tersebut, Bupati Taput, Bupati Tapteng dan Wali Kota Sibolga/mewakili melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Pariwisata Danau Toba dan Wisata Bahar

Dalam laporan Ketua PWI Bona Pasogit, Posma Simorangkir mengatakan, peserta kegiatan Safari Jurnalistik Pariwisata dilaksanakan selama 3 hari dan peserta terdiri dari para pengurus dan anggota PWI Bonapasogit dan jurnalis Sibolga/Tapteng yang telah lulus Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) serta beberapa pimpinan Perangkat Daerah dari dua Kabupaten dan 1 Kota. (mag-12)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/