Site icon SumutPos

Tragedi Pantai Cermin: Mau Menyelamatkan, Malah Ikut Terseret

pm/smg EVAKUASI: Warga dan petugas saat mengevakuasi salah seorang korban tewas dari Pantai Cermin, Minggu (17/5). Dari peristiwa ini delapan orang dinyatakan tewas.
pm/smg
EVAKUASI: Warga dan petugas saat mengevakuasi salah seorang korban tewas dari Pantai Cermin, Minggu (17/5). Dari peristiwa ini delapan orang dinyatakan tewas.

SERGAI, SUMUTPOS.CO- Keceriaan 16 orang yang berasal dari satu keluarga besar yang berenang di Pantai Cermin Serdang Bedagai (Sergai) mendadak hilang. Dua belas anggota keluarga mereka yang sedang bermain air disapu ombak yang datang mendadak. Delapan di antaranya pun tewas digulung ombak. Sementara, satu anggota keluarga lainnya belum juga ditemukan.

Ceritanya, keluarga besar ini menikmati liburan di Pantai Cermin. Mereka memilih pantai yang berada di sisi belakang gedung Indosat. Sebelumnya, tepat tengah hari, anggota keluarga yang berasal dari Sidodame Krakatau Medan dan Percut Seituan Medan berkumpul di rumah Sri Winanti di Tualang, Perbaungan. Dari rumah Sri, rombongan keluarga yang berjumlah 16 orang itu bergerak ke Pantai Cermin dengan mengggunakan mobil pikap dan beberapa sepeda motor.

Setiba di Pantai Cermin, 12 orang dari mereka pun langsung menikmati air laut. Mereka tak menyadari ombak yang terus meninggi dan deras. Pun, tidak ada yang memperingatkan bahwa air pasang, mereka semakin terlarut dalam kesenangan menikmati air laut. Tanpa diketahui para pengunjung, air pasang yang terus naik memicu ombak semakin besar dan meninggi.

Satu dari mereka pun terseret.  Melihat itu, mereka yang berada di dalam air berusaha menolong. Bukannya berhasil menyelamatkan, justru yang lainnya pun ikut terseret arus laut yang deras dan tenggelam. Kepanikan mengundang warga sekitar yang ada di daerah itu untuk  menyelamatkan korban. Namun, warga ‘hanya’ berhasil menyelamatkan 8 korban dengan kondisi sudah tewas dan langsung dilarikan ke RS Sawit Indah.

“Iya, ada 9 orang yang tenggelam, 1 orang masih belum ditemukan, dan 2 orang berhasil selamat,” terang Kades Kota Pari Abdul Khoir alias Dollah kepada Posmetro (grup Sumut Pos).

Dollah pun mengatakan rombongan keluarga itu masuk lewat pintu samping PT Indosat. Sebenarnya, pantai tersebut bukan tempat tujuan untuk berwisata.  “Mereka yang sedang liburan ini tidak mengetahui adanya pasang perdani yang biasa terjadi di sepanjang pesisir pantai di Sergai ini,” katanya.

Dia menambahkan, para korban sudah dibawa RS Sawit Indah, sedangkan untuk korban yang selamat juga dibawa ke rumah sakit untuk diberikan bantuan, karena keduanya sempat melemah.

Sementara itu, seorang korban Sri Winarti mengatakan, kehadirannya bersama rombongan ketika ombak cukup bagus. Karena cukup tenang, sebagian dari rombongan turun ke bibir pantai. Tapi, tiba-tiba ombak besar menggulung. “Waktu terseret ombak, suasana yang saat itu senang langsung berubah panik. Warga setempat turun langsung membantu,” katanya saat ditemui di rumah sakit.

Seorang dokter RS Sawit Indah dr Mas Eko Sahputra mengatakan, delapan korban yang dibawa ke rumah sakit sudah dalam keadaan tak bernyawa. Sehingga tidak ada pemeriksaan khusus secara medis. Namun, bagi korban selamat sudah diberikan pertolongan untuk memulihkan akibat banyaknya terminum air.

Saat dihubungi, Kapolres Sergai, AKBP Guntur Agung Supono mengatakan rombongan yang mandi-mandi di Pantai Belakang Kantor PT Indosat itu masih ada hubungan keluarga. Rombongan datang ke lokasi yang sebenarnya bukan pantai yang menjadi satu objek wisata di Pantai Cermin. Kehadiran rombongan untuk mandi-mandi.  “Sekarang ini, tim masih melakukan pencarian karena ada satu lagi yang hilang, dan ada delapan yang tewas,” sebutnya.

Terpisah,  Kepala Bidang Humas Poldasu Kombes Helfi Assegaf mengatakan, sejumlah korban yang mandi-mandi di Pantai Belakang PT Indosat satu rombongan.  Dia menyebutkan, para korban sudah dievakuasi, khusus korban yang selama sudah ditangani langsung oleh pihak RS Sawit Indah, sedangkan tim sedang melakukan pencarian korban yang sampai saat ini belum ditemukan. “Kami akan terus berkordinasi dengan Polres Sergai,” sebutnya.

Tiga Cucuku Jadi Yatim Piatu…

WARGA BERKERUMUN SAAT KORBAN DIEVAKUASI KE MOBIL AMBULAN

Tiga Cucuku Jadi Yatim Piatu…
Di sisi lain, kesedihan mendalam menyelimuti keluarga besar M Suriadi (46) warga Jalan Sidodame No 125, Medan. Selain di tempat itu, keluarga korban di Desa Cinta Rakyat Gg APDN, Dusun XI, Kecamatan Percut Seituan, juga merasakan yang sama pada Minggu (17/5) malam sekira pukul 22.30 WIB.

Kepergian putra ketiga dari sembilan bersaudara ini pun sangat memilukan bagi keluarga besarnya. Ketika Sumut Pos menyambangi rumah ibunya, suasana haru dan tangis tak tertahankan ketika melihat jenazah M Suriadi (46), istrinya Dewi Aisyah Sembiring (38) serta keponakannya, Jihan Chairunisa (11).

Diakui Salbiah (75), ibunda korban, bahwa kepergian anaknya beserta rombongan untuk liburan ke Pantai Cermin. Sang ibu mengaku sempat diajak namun dikarenakan kondisi fisik yang tidak memungkinkan, ia menolak ajakan anak dan cucunya tersebut. “Tadi pagi memang saya diajak mereka. Namun karena karena kondisi saya lagi kurang sehat, saya menolak ajakannya. Sempat saya dielus-elus dan disayang-sayang sama dia. Diciuminya saya nak, dia sayang kali sama saya,” kenang Salbiah.

Masih kata Salbiah, dua minggu terakhir, anak ketiga dari sembilan bersaudara ini, lebih sering memperhatikan dirinya. Tampak dengan penuh kasih sayang membelai ibunya yang sudah berusia 75 tahun ini. “Memang anak saya ini sering ke rumah saya ini tiap akhir pekan. Namun gak tau kenapa dua minggu belakangan ini ia lebih sering memperhatikan saya dan menunjukkan rasa sayangnya kepada saya dengan membelai wajah saya, menciumi saya dan memeluk saya nak,” terang Salbiah sambil meneteskan airmata.

Sosok korban yang dikenal baik, suka menolong ini pun meninggalkan tiga orang anak yang masih kecil. Di antaranya Widia (14), Nurul (13) serta M Bukhori Waskito (10) yang kini berstatus sebagai yatim piatu. “Tiga cucuku jadi yatim piatu sekarang nak. Kasihan cucuku yang tiga ini,” ucap Salbiah. (gib/eda/smg/prn/rbb)

Exit mobile version