25 C
Medan
Friday, February 20, 2026

Sambut Ramadan, Lapas Binjai Gotong Royong Bersihkan Masjid Al-Ikhlas

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana berbeda tampak di lingkungan Binjai, Rabu (18/2/2026). Sejak pagi, jajaran petugas dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Binjai bergotong royong membersihkan Masjid Al-Ikhlas yang berada di dalam area lapas.

Debu-debu yang menempel di sudut ruangan dibersihkan, lantai dipel hingga mengilap, sementara halaman masjid dirapikan dari daun-daun kering yang berserakan. Tak hanya ruang utama ibadah, teras, tempat wudhu, hingga lingkungan sekitar masjid pun dibersihkan secara menyeluruh.

Kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti biasa. Ada semangat menyambut Ramadan yang terasa hangat di antara mereka. Petugas dan warga binaan bekerja berdampingan tanpa sekat, menciptakan suasana kebersamaan yang sederhana namun penuh makna.

Kepala Lapas Binjai Wawan Irawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, sehat, dan religius, sekaligus mendukung program pembinaan kepribadian bagi warga binaan.

“Terima kasih kepada jajaran petugas dan warga binaan yang ikut melakukan bersih-bersih dengan semangat, sebagai bentuk kepedulian bersama,” ujar Wawan, Kamis (19/2/2026).

Wawan pun turut ambil bagian dengan menyapu halaman masjid. Baginya, kebersihan masjid bukan hanya soal kenyamanan fisik, tetapi juga tentang kesiapan hati menyambut bulan penuh ampunan.

Masjid Al-Ikhlas sendiri menjadi pusat kegiatan keagamaan di dalam lapas. Di tempat inilah warga binaan melaksanakan salat berjamaah, mengikuti pengajian, serta berbagai kegiatan pembinaan rohani. Karena itu, menjaga kebersihan dan kesuciannya menjadi tanggung jawab bersama.

Lebih dari sekadar membersihkan ruangan, kegiatan ini juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kebersamaan kepada warga binaan. Di balik dinding pembatas, mereka diajak untuk belajar tentang makna kebersihan sebagai bagian dari iman.

“Harapannya ke depan, melalui kegiatan ini kita bisa bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan agar tetap bersih dan sehat,” pungkas Wawan.

Menjelang Ramadan, lantai masjid kini tampak bersih berkilau. Namun yang tak kalah penting, semangat kebersamaan dan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik juga ikut dibersihkan dan disiapkanmenyongsong bulan suci dengan hati yang lebih lapang. (ted/ila)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana berbeda tampak di lingkungan Binjai, Rabu (18/2/2026). Sejak pagi, jajaran petugas dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Binjai bergotong royong membersihkan Masjid Al-Ikhlas yang berada di dalam area lapas.

Debu-debu yang menempel di sudut ruangan dibersihkan, lantai dipel hingga mengilap, sementara halaman masjid dirapikan dari daun-daun kering yang berserakan. Tak hanya ruang utama ibadah, teras, tempat wudhu, hingga lingkungan sekitar masjid pun dibersihkan secara menyeluruh.

Kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti biasa. Ada semangat menyambut Ramadan yang terasa hangat di antara mereka. Petugas dan warga binaan bekerja berdampingan tanpa sekat, menciptakan suasana kebersamaan yang sederhana namun penuh makna.

Kepala Lapas Binjai Wawan Irawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, sehat, dan religius, sekaligus mendukung program pembinaan kepribadian bagi warga binaan.

“Terima kasih kepada jajaran petugas dan warga binaan yang ikut melakukan bersih-bersih dengan semangat, sebagai bentuk kepedulian bersama,” ujar Wawan, Kamis (19/2/2026).

Wawan pun turut ambil bagian dengan menyapu halaman masjid. Baginya, kebersihan masjid bukan hanya soal kenyamanan fisik, tetapi juga tentang kesiapan hati menyambut bulan penuh ampunan.

Masjid Al-Ikhlas sendiri menjadi pusat kegiatan keagamaan di dalam lapas. Di tempat inilah warga binaan melaksanakan salat berjamaah, mengikuti pengajian, serta berbagai kegiatan pembinaan rohani. Karena itu, menjaga kebersihan dan kesuciannya menjadi tanggung jawab bersama.

Lebih dari sekadar membersihkan ruangan, kegiatan ini juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kebersamaan kepada warga binaan. Di balik dinding pembatas, mereka diajak untuk belajar tentang makna kebersihan sebagai bagian dari iman.

“Harapannya ke depan, melalui kegiatan ini kita bisa bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan agar tetap bersih dan sehat,” pungkas Wawan.

Menjelang Ramadan, lantai masjid kini tampak bersih berkilau. Namun yang tak kalah penting, semangat kebersamaan dan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik juga ikut dibersihkan dan disiapkanmenyongsong bulan suci dengan hati yang lebih lapang. (ted/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru