27 C
Medan
Monday, April 7, 2025

Usai UN, Siswi SMA Dikeroyok Teman

LANGKAT- Peristiwa tragis terjadi di SMAN 1 Stabat Kabupaten Langkat. Pasalnya, seorang siswi bernama Lia (17) siswi kelas III IPA, babak belur dihajar teman-temannya usai melaksanakan Ujian Nasional (UN), Selasa (19/4) sekira pukul 13.00 WIB.

Keterangan yang berhasil dihimpun koran ini, Rabu (20/4) menyebutkan, kejadian buruk menimpa Lia ini, berawal dari ketidakmampuannya untuk membeli sebuah buku seharga Rp25 ribu sebagai cindera mata (kenang-kenangan) buat sekolah dimaksud, mengingat korban akan tamat sekolah.

Karena tidak mampu mengadakan buku tadi, anak pedagang bakso ini pun, mendapat ejekan dari teman-temannya. Tersinggung dengan ejekan teman-temannya itu, Lia pun membalas ejekan dan keributan kecil pun tidak terhindarkan lagi. Melihat kondisi anaknya babak belur, Iyah (36) ibu korban tak senang dengan perlakuan teman-teman korban dan melakukan visum et revertum ke rumah sakit dan mendatangi kembali sekolah untuk meminta pertanggungjawaban pihak sekolah.

โ€Kata anak saya, dia dipukuli teman-temannya karena memiliki utang perputakaan Rp25 ribu,โ€ kata Iyah. โ€Waktu itu, dia dipukuli, diinjak-injak dan dijedutkan ke dinding kelas hingga wajah dan tubuhnya memar,โ€sambung dia.
Kepala SMAN 1 Stabat Syafruddin, ketika ditemui membenarkan adanya peristiwa dimaksud. Dirinya mengaku, sudah memanggil orangtua korban dan memanggil sejumlah siswi yang melakukan pemukulan. โ€Kita sudah undang orangtua korban dan memanggil siswi yang terlibat,โ€ujarnya.

Mengenai motif pengeroyokan, Syafruddin mengatakan, kalau pertikaian berawal dari saling ejek antara siswi. Dia membantah perkelahian tidak sepadan tersebut dikatakan sebagai pengeroyokan. โ€Masalah sepele, namanya anak-anak saling ejek, tapi bukan pengeroyokan, cuma pemukulan biasa saja,โ€bantahnya.
Mengenai adanya pungutan perputakaan Rp25 ribu, Kasek berbadan tegap ini tidak menampik hal tersebut. Menurut dia, pembelian buku perpustakaan itu, semata-mata kesepakatan siswa sebagai wujud cindera mata kepada sekolah. โ€Jadi tidak ada paksaan,โ€kilahnya.(ndi)

LANGKAT- Peristiwa tragis terjadi di SMAN 1 Stabat Kabupaten Langkat. Pasalnya, seorang siswi bernama Lia (17) siswi kelas III IPA, babak belur dihajar teman-temannya usai melaksanakan Ujian Nasional (UN), Selasa (19/4) sekira pukul 13.00 WIB.

Keterangan yang berhasil dihimpun koran ini, Rabu (20/4) menyebutkan, kejadian buruk menimpa Lia ini, berawal dari ketidakmampuannya untuk membeli sebuah buku seharga Rp25 ribu sebagai cindera mata (kenang-kenangan) buat sekolah dimaksud, mengingat korban akan tamat sekolah.

Karena tidak mampu mengadakan buku tadi, anak pedagang bakso ini pun, mendapat ejekan dari teman-temannya. Tersinggung dengan ejekan teman-temannya itu, Lia pun membalas ejekan dan keributan kecil pun tidak terhindarkan lagi. Melihat kondisi anaknya babak belur, Iyah (36) ibu korban tak senang dengan perlakuan teman-teman korban dan melakukan visum et revertum ke rumah sakit dan mendatangi kembali sekolah untuk meminta pertanggungjawaban pihak sekolah.

โ€Kata anak saya, dia dipukuli teman-temannya karena memiliki utang perputakaan Rp25 ribu,โ€ kata Iyah. โ€Waktu itu, dia dipukuli, diinjak-injak dan dijedutkan ke dinding kelas hingga wajah dan tubuhnya memar,โ€sambung dia.
Kepala SMAN 1 Stabat Syafruddin, ketika ditemui membenarkan adanya peristiwa dimaksud. Dirinya mengaku, sudah memanggil orangtua korban dan memanggil sejumlah siswi yang melakukan pemukulan. โ€Kita sudah undang orangtua korban dan memanggil siswi yang terlibat,โ€ujarnya.

Mengenai motif pengeroyokan, Syafruddin mengatakan, kalau pertikaian berawal dari saling ejek antara siswi. Dia membantah perkelahian tidak sepadan tersebut dikatakan sebagai pengeroyokan. โ€Masalah sepele, namanya anak-anak saling ejek, tapi bukan pengeroyokan, cuma pemukulan biasa saja,โ€bantahnya.
Mengenai adanya pungutan perputakaan Rp25 ribu, Kasek berbadan tegap ini tidak menampik hal tersebut. Menurut dia, pembelian buku perpustakaan itu, semata-mata kesepakatan siswa sebagai wujud cindera mata kepada sekolah. โ€Jadi tidak ada paksaan,โ€kilahnya.(ndi)

Artikel Terkait

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Terpopuler

Artikel Terbaru