Banyak Dapur MBG di Dairi Mangkrak, 36 SPPG Beroperasi dan 1 Disuspend

DAIRI– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Dairi menyisakan tanda tanya. Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang telah lama dibangun hingga kini belum juga beroperasi untuk melayani penerima manfaat.

Informasi tersebut mencuat dari masyarakat yang berada di sejumlah kecamatan. Mereka mempertanyakan alasan dapur MBG yang telah selesai dibangun, namun belum digunakan untuk mendukung pelaksanaan program pemerintah tersebut.

Di Kecamatan Siempat Nempu Hilir misalnya, terdapat lima SPPG yang tersebar di tiga desa. Masing-masing berada di Desa Lae Luhung, Desa Lae Itam dan Desa Lae Markelang.

Di Desa Lae Luhung, tepatnya di Dusun Lae Logan 1, terdapat satu SPPG. Sementara di Desa Lae Itam dan Desa Lae Markelang masing-masing terdapat dua SPPG yang telah dibangun.

Sejumlah warga menyebutkan, bangunan dapur MBG tersebut bahkan telah selesai sekitar lima bulan lalu. Namun hingga kini belum terlihat aktivitas pelayanan makanan bergizi bagi masyarakat penerima manfaat.“Sudah ada lima bulan selesai dibangun,” kata sejumlah warga di Desa Lae Luhung.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Sebab, pembangunan fasilitas telah dilakukan, tetapi belum diikuti dengan operasional dan pelayanan MBG.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Dairi, Pahlawan Nasution, ketika dikonfirmasi, Senin (21/9), membenarkan bahwa terdapat sejumlah SPPG yang telah terbangun tetapi belum beroperasi.

Menurut Pahlawan, operasional sejumlah SPPG tersebut masih menunggu arahan dari pemerintah pusat.“Masih menunggu arahan dari pusat,” ujar Pahlawan.

Namun, ketika ditanya mengenai jumlah keseluruhan SPPG yang telah terbangun di Kabupaten Dairi, Pahlawan tidak bersedia merincinya. Ia hanya menyebutkan, saat ini terdapat 36 SPPG yang sudah beroperasi di Kabupaten Dairi.

Di sisi lain, terdapat satu SPPG yang sedang berstatus suspend atau dihentikan sementara operasionalnya. SPPG tersebut adalah SPPG Pegagan Julu VII. Ketika ditanya alasan SPPG Pegagan Julu VII disuspend, Pahlawan tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Status suspend tersebut semakin menambah perhatian terhadap pelaksanaan program MBG di Dairi, terutama menyangkut kesiapan dan pengawasan dapur-dapur yang telah dibangun.

Masyarakat berharap seluruh SPPG yang telah dibangun dapat segera memiliki kejelasan mengenai jadwal operasionalnya. Sebab, keberadaan bangunan yang telah selesai tanpa aktivitas pelayanan dinilai perlu mendapat penjelasan agar tidak menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.

Selain itu, alasan penghentian sementara operasional SPPG Pegagan Julu VII juga diharapkan dapat dijelaskan secara terbuka, sehingga masyarakat mengetahui kondisi dan langkah perbaikan yang dilakukan sebelum layanan kembali berjalan. (rud/ila)

DAIRI– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Dairi menyisakan tanda tanya. Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang telah lama dibangun hingga kini belum juga beroperasi untuk melayani penerima manfaat.

Informasi tersebut mencuat dari masyarakat yang berada di sejumlah kecamatan. Mereka mempertanyakan alasan dapur MBG yang telah selesai dibangun, namun belum digunakan untuk mendukung pelaksanaan program pemerintah tersebut.

Di Kecamatan Siempat Nempu Hilir misalnya, terdapat lima SPPG yang tersebar di tiga desa. Masing-masing berada di Desa Lae Luhung, Desa Lae Itam dan Desa Lae Markelang.

Di Desa Lae Luhung, tepatnya di Dusun Lae Logan 1, terdapat satu SPPG. Sementara di Desa Lae Itam dan Desa Lae Markelang masing-masing terdapat dua SPPG yang telah dibangun.

Sejumlah warga menyebutkan, bangunan dapur MBG tersebut bahkan telah selesai sekitar lima bulan lalu. Namun hingga kini belum terlihat aktivitas pelayanan makanan bergizi bagi masyarakat penerima manfaat.“Sudah ada lima bulan selesai dibangun,” kata sejumlah warga di Desa Lae Luhung.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Sebab, pembangunan fasilitas telah dilakukan, tetapi belum diikuti dengan operasional dan pelayanan MBG.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Dairi, Pahlawan Nasution, ketika dikonfirmasi, Senin (21/9), membenarkan bahwa terdapat sejumlah SPPG yang telah terbangun tetapi belum beroperasi.

Menurut Pahlawan, operasional sejumlah SPPG tersebut masih menunggu arahan dari pemerintah pusat.“Masih menunggu arahan dari pusat,” ujar Pahlawan.

Namun, ketika ditanya mengenai jumlah keseluruhan SPPG yang telah terbangun di Kabupaten Dairi, Pahlawan tidak bersedia merincinya. Ia hanya menyebutkan, saat ini terdapat 36 SPPG yang sudah beroperasi di Kabupaten Dairi.

Di sisi lain, terdapat satu SPPG yang sedang berstatus suspend atau dihentikan sementara operasionalnya. SPPG tersebut adalah SPPG Pegagan Julu VII. Ketika ditanya alasan SPPG Pegagan Julu VII disuspend, Pahlawan tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Status suspend tersebut semakin menambah perhatian terhadap pelaksanaan program MBG di Dairi, terutama menyangkut kesiapan dan pengawasan dapur-dapur yang telah dibangun.

Masyarakat berharap seluruh SPPG yang telah dibangun dapat segera memiliki kejelasan mengenai jadwal operasionalnya. Sebab, keberadaan bangunan yang telah selesai tanpa aktivitas pelayanan dinilai perlu mendapat penjelasan agar tidak menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.

Selain itu, alasan penghentian sementara operasional SPPG Pegagan Julu VII juga diharapkan dapat dijelaskan secara terbuka, sehingga masyarakat mengetahui kondisi dan langkah perbaikan yang dilakukan sebelum layanan kembali berjalan. (rud/ila)

Artikel Terkait



Terpopuler

Artikel Terbaru