Cegah Stunting

Oknum TNI Bentrok dengan Warga

SIANTAR- Usai melangsungkan pesta Martuppolon (Tunangan, Red) adik iparnya N Br Simanjuntak, Lettu A Manik (40) buat keonaran dengan warga Jalan Narumonda Bawah, Kecamatan Siantar Selatan, Pematangsiantar. Parahnya, Lettu Manik mengerahkan belasan pria berambut cepak melakukan perlawanan kepada warga kampungnya itu, Sabtu (23/7) sekitar pukul 23.30 WIB.

Menurut warga bermarga Nainggolan yang ditemui di tempat kejadian perkara (TKP), Minggu (24/7) menyebutkan, saat itu Manik baru selesai melaksanakan pesta Partuppolon adik iparnya di rumah mertuanya di Jalan Narumonda Bawah. Sehari-harinya, Manik tinggal serumah dengan istrinya Boru Simanjuntak dan dua orang anaknya di rumah mertuanya itu.

Usai pesta, Manik dan keluarganya minum-minum di depan rumah, tepatnya dibawah teratak beratap seng. Sementara warga juga minum-minum di depan rumah tersebut sekitar 5 meter dari tempat Manik.
“Kejadiannya setelah pesta Martuppolon itu selesai. Usai pesta, Manik dan keluarganya minum-minum di depan rumahnya. Gitu juga muda-mudi kampung ini. Tak disengaja, muda-mudi itu cerita tentang TNI, lalu ada yang bilang tidak suka dengan TNI karena disebut kodok hijau. Mendengar itu, Manik mendatangi muda-mudi yang sedang minum-minum itu,” ujar Nainggolan saksi yang melihat bentrokan tersebut.

Diduga karena sama-sama mabuk, sempat terjadi pertengkaran mulut antara mereka. Tak berapa lama, pria berambut cepak berdatangan dengan menumpangi kreta (sepeda motor) setelah Manik menelepon. Kemudian, muda-mudi kampung tersebut dibentak-bentak pria berambut cepak teman minum Manik.

“Sempat terjadi kejar-kejaran antara warga dengan pria berambut cepak itu. Bentrok semakin meluas, ketika salah seorang teman Manik, menendang kaki pemuda kampung bernama Gombloh Ginting,” terangnya.
Dandempom 1/I Siantar, Mayor CPM Dedy Surayana membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan, warga dan oknum TNI yang terlibat bentrok sudah berdamai. “Mereka sudah berdamai,” ujar Dedy singkat.(smg)

SIANTAR- Usai melangsungkan pesta Martuppolon (Tunangan, Red) adik iparnya N Br Simanjuntak, Lettu A Manik (40) buat keonaran dengan warga Jalan Narumonda Bawah, Kecamatan Siantar Selatan, Pematangsiantar. Parahnya, Lettu Manik mengerahkan belasan pria berambut cepak melakukan perlawanan kepada warga kampungnya itu, Sabtu (23/7) sekitar pukul 23.30 WIB.

Menurut warga bermarga Nainggolan yang ditemui di tempat kejadian perkara (TKP), Minggu (24/7) menyebutkan, saat itu Manik baru selesai melaksanakan pesta Partuppolon adik iparnya di rumah mertuanya di Jalan Narumonda Bawah. Sehari-harinya, Manik tinggal serumah dengan istrinya Boru Simanjuntak dan dua orang anaknya di rumah mertuanya itu.

Usai pesta, Manik dan keluarganya minum-minum di depan rumah, tepatnya dibawah teratak beratap seng. Sementara warga juga minum-minum di depan rumah tersebut sekitar 5 meter dari tempat Manik.
“Kejadiannya setelah pesta Martuppolon itu selesai. Usai pesta, Manik dan keluarganya minum-minum di depan rumahnya. Gitu juga muda-mudi kampung ini. Tak disengaja, muda-mudi itu cerita tentang TNI, lalu ada yang bilang tidak suka dengan TNI karena disebut kodok hijau. Mendengar itu, Manik mendatangi muda-mudi yang sedang minum-minum itu,” ujar Nainggolan saksi yang melihat bentrokan tersebut.

Diduga karena sama-sama mabuk, sempat terjadi pertengkaran mulut antara mereka. Tak berapa lama, pria berambut cepak berdatangan dengan menumpangi kreta (sepeda motor) setelah Manik menelepon. Kemudian, muda-mudi kampung tersebut dibentak-bentak pria berambut cepak teman minum Manik.

“Sempat terjadi kejar-kejaran antara warga dengan pria berambut cepak itu. Bentrok semakin meluas, ketika salah seorang teman Manik, menendang kaki pemuda kampung bernama Gombloh Ginting,” terangnya.
Dandempom 1/I Siantar, Mayor CPM Dedy Surayana membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan, warga dan oknum TNI yang terlibat bentrok sudah berdamai. “Mereka sudah berdamai,” ujar Dedy singkat.(smg)

Artikel Terkait

Cegah Stunting

Terpopuler

Artikel Terbaru