Pengaduan

Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Raya di Salapian, Ondim: Insya Allah Membawa Berkah

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat, Syah Afandin menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Raya di Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat.

Diketahui, pembangunan Masjid Raya tersebut memerlukan dana mencapai Rp4,3 miliar. Nantinya, Pemkab Langkat akan memberi bantuan di APBD Tahun Anggaran 2023. Ondim, sapaan karib Syah Afandin, juga memberikan bantuan secara pribadi, sebesar Rp10 juta.

Dalam sambutannya, Ondim berharap, pembangunan Masjid Raya di Desa Naman Jahe ini, membawa berkah bagi masyarakatnya.

“Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Raya ini, insya Allah membawa berkah untuk kita semua,” ungkap Ondim, di depan seluruh tamu undangan dan masyarakat yang hadir, Jumat (27/1) lalu.

Pada kesempatan itu, Ondim pun menjelaskan filosofi lambang L yang sering ditunjukkannya saat berfoto. Menurutnya, L tersebut mengacu pada huruf awal pada nama Kabupaten Langkat.

“Ingat bapak ibu, lambang Langkat adalah huruf L, artinya (jari telunjuk) menunjuk ke atas, yang memiliki makna hablum Minallah. Ingat kepada Allah. Sementara ibujari (jempol) yang lurus mendatar, memiliki makna hablum minannas. Hubungan dengan sesama manusia,” jelasnya.

Usai menyampaikan sambutan, Ondim pun meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Raya tersebut, didampingi Asisten 3, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang hadir, camat, KUA, MUI, tokoh agama, pemuda, serta masyarakat Kecamatan Salapian.

Sementara itu, Camat Salapian M Saleh, mewakili warga lainnya, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ondim di wilayahnya.

“Ucapan terima kasih banyak kepada Bapak Plt Bupati yang sudah hadir di Salapian. Kami mendoakan agar bapak sehat selalu dan rezeki berlimpah,” doanya.

Turut hadir pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Langkat Antony, dan anggota Simon Fredy, Asisten 2 Administrasi dan Umum Musti, Kepala Diskominfo Syahmadi, Kepala Dinas Learsipan dan Perpustakaan Romarlan, Kepala Satpol PP Dameka Putra, Kepala Dishub Mulyono, Kabag Kesra Syahrizal, Kabag Umum Eka Syahputra, Kabag Prokopim Mahardika Sastra, jajaran Forkopimcam Salapian, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat lainnya. (mag-6/saz)

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat, Syah Afandin menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Raya di Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat.

Diketahui, pembangunan Masjid Raya tersebut memerlukan dana mencapai Rp4,3 miliar. Nantinya, Pemkab Langkat akan memberi bantuan di APBD Tahun Anggaran 2023. Ondim, sapaan karib Syah Afandin, juga memberikan bantuan secara pribadi, sebesar Rp10 juta.

Dalam sambutannya, Ondim berharap, pembangunan Masjid Raya di Desa Naman Jahe ini, membawa berkah bagi masyarakatnya.

“Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Raya ini, insya Allah membawa berkah untuk kita semua,” ungkap Ondim, di depan seluruh tamu undangan dan masyarakat yang hadir, Jumat (27/1) lalu.

Pada kesempatan itu, Ondim pun menjelaskan filosofi lambang L yang sering ditunjukkannya saat berfoto. Menurutnya, L tersebut mengacu pada huruf awal pada nama Kabupaten Langkat.

“Ingat bapak ibu, lambang Langkat adalah huruf L, artinya (jari telunjuk) menunjuk ke atas, yang memiliki makna hablum Minallah. Ingat kepada Allah. Sementara ibujari (jempol) yang lurus mendatar, memiliki makna hablum minannas. Hubungan dengan sesama manusia,” jelasnya.

Usai menyampaikan sambutan, Ondim pun meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Raya tersebut, didampingi Asisten 3, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang hadir, camat, KUA, MUI, tokoh agama, pemuda, serta masyarakat Kecamatan Salapian.

Sementara itu, Camat Salapian M Saleh, mewakili warga lainnya, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ondim di wilayahnya.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Pembangunan Dua Unit Kantor Kejatisu Panggil Kadis PU Asahan KISARAN-Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) memanggil Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Asahan, Taswir ST untuk diminta keterangannya terkait dugaan korupsi atas pembangunan dua unit kantor; Dinas Peternakan Kabupaten Asahan dan Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang terletak di atas tanah eks HGU PT BSP(Bakrie Sumatera Plantation) Kisaran atau di depan Pengadilan Negeri (PN) Kisaran. Panggilan Kejatisu itu berdasarkan Surat Nomor: R-266/N.2.23/Dek.3/06/2012,perihal adanya dugaan tindak pidana korupsi terhadap proyek Pembangunan Gedung Kantor Dinas Peternakan dan Gedung Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Asahan pada Tahun Anggaran 2011. Kadis PU Asahan Taswir dalam surat tersebut diperintahkan untuk bertemu dengan Kasi I pada Asisten Intelijen Kejati Sumut ,Zulfikar Nasution,SH .Sedang informasi yang diperoleh METRO (Group Sumut Pos), pemanggilan itu erat kaitannya dengan status tanah lokasi dididrikannya kedua bangunan kantor tersebut yang status kepemilikannya belum dalam penguasaan Pemkab Asahan. Bahkan disebut kini masalah tanah tempat kedua kantor itu didirikan sedang digugat Badan Penelitian Perjuangan Tanah untuk Rakyat (BPPR) di PN Kisaran. Soalnya, tanah lokasi kantor belum memiliki sertifikat kepemilikan sebagai asset Pemkab Asahan. “Hingga kini pertapakan kedua kantor masih status tanah Negara bebas. Artinya, Pemkab belum memiliki hak untuk mendirikan bangunan,” ujar sumber METRO. Mengenai adanya gugatan BPPTR di PN Kisaran soal lahan eks HGU PBSP dan sebagian dari lahan tersebut yang di atasnya telah dibangun dua kantor yakni Dinas Peternakan dan Satuan Polisi Pamong paraja dibenarkan Wakil Ketua BPPTR Asahan, Supriadi SL sedang dalam perkara di PN Kisaran. Dikatakannya, gugatan pihaknya sedang berlangsung di PN Kisaran. Adapun yang digugat adalah Bupati Asahan, Kadis PU Asahan dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari pembangunan kedua kantor itu. Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu,Marcos Simaremare yang dikonfirmasi, Kamis (4/10) menyatakan akan segera mengecek perkara tersebut, sehingga diketahui pastinya,sejauh mana penanganan perkara itu. (ing/smg)

“Ucapan terima kasih banyak kepada Bapak Plt Bupati yang sudah hadir di Salapian. Kami mendoakan agar bapak sehat selalu dan rezeki berlimpah,” doanya.

Turut hadir pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Langkat Antony, dan anggota Simon Fredy, Asisten 2 Administrasi dan Umum Musti, Kepala Diskominfo Syahmadi, Kepala Dinas Learsipan dan Perpustakaan Romarlan, Kepala Satpol PP Dameka Putra, Kepala Dishub Mulyono, Kabag Kesra Syahrizal, Kabag Umum Eka Syahputra, Kabag Prokopim Mahardika Sastra, jajaran Forkopimcam Salapian, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat lainnya. (mag-6/saz)

Artikel Terkait

Pengaduan

Terpopuler

Artikel Terbaru