JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Memasuki era ekonomi kreator, peluang penghasilan baru semakin terbuka bagi siapa saja. Salah satu model yang paling menjanjikan adalah afiliasi eCommerce, di mana seorang kreator dapat berbagi tautan produk dan memperoleh komisi dari setiap transaksi.
Menurut laporan Google, Temasek, dan Bain (2025), konten kreator dan social commerce kini menjadi pendorong utama ekonomi digital di Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri, 59% konsumen tercatat pernah melakukan pembelian melalui tautan afiliasi (Populix, 2024), menunjukkan potensi pasar yang sangat besar.
Di tengah peluang itu, muncul kisah sukses Anita Ratnasari, seorang lulusan manajemen yang mampu meraih komisi Rp100 juta hanya dalam empat bulan sejak bergabung dengan program Lazada Affiliate. Konsistensi, strategi konten yang autentik, dan kemampuannya membangun komunitas membuat Anita menonjol di antara ribuan mitra lainnya.
Prestasinya pun diakui secara resmi, ketika ia meraih penghargaan Mitra Lazada Affiliate Terbaik kategori Kecantikan 2024. “Awalnya saya hanya ingin menyalurkan hobi dan membantu orangtu. Lazada Affiliate menyediakan infrastruktur dan peluang yang sangat mendukung. Kuncinya adalah konsistensi dan membangun kepercayaan dengan audiens,” ungkap Anita, Rabu (6/1/2026).
Rahasia kesuksesan Anita tidak sekadar membagikan tautan produk. Ia membangun komunitas yang solid melalui kanal Telegram Racun Lazada Diskon Promo Murah, yang kini memiliki lebih dari 141 ribu anggota, serta grup WhatsApp aktif. “Kalau video bisa FYP atau viral di media sosial, anggota baru pasti bertambah, dan itu berpengaruh langsung ke pemasukan,” jelasnya.
Dalam komunitas itu, Anita menjadi pemburu promo ulung, membagikan tautan produk satu per satu terutama saat Flash Sale. Strateginya sederhana namun efektif, yakni membanjiri anggota komunitas dengan informasi promo sehingga tercipta efek FOMO (fear of missing out).
Tak hanya soal kuantitas, Anita juga memperhatikan kualitas konten. Ia menggunakan copywriting persuasif untuk menarik perhatian audiens, menekankan perbandingan harga normal dan harga promo agar mereka merasa harus segera membeli sebelum kehabisan.
Menurut Anita, kunci utama keberhasilan afiliasi adalah kepercayaan. Ia kerap menjadi pembeli pertama untuk membuktikan bahwa produk yang dibagikan memang nyata dan berkualitas. “Kalau ada barang promo yang belum habis, biasanya saya checkout dulu, lalu bagikan bukti pembelian ke anggota. Saat mereka lihat saya juga membeli, yang lain biasanya ikut-ikutan,” ujarnya.
Ia pun memberikan nilai tambah berupa hack belanja, misalnya cara memaksimalkan penggunaan koin di platform atau mendapatkan diskon tambahan saat membeli lebih dari satu produk. Strategi ini membuat komunitasnya merasa mendapatkan keuntungan lebih, bukan sekadar harga promo. Sebagai pionir eCommerce di Indonesia, Lazada telah memperkuat komitmennya terhadap ekosistem affiliate melalui investasi tahunan senilai USD100 juta.
Head of Business Growth & Operations Lazada Indonesia Amelia Tediarjo, mengatakan, pihaknya berkomitmen mengembangkan ekosistem afiliasi melalui struktur komisi kompetitif, pemberian insentif berbasis performa, dan fitur-fitur pemberdayaan yang mempermudah mitra affiliate memaksimalkan potensi mereka.
Lazada juga menghadirkan YouTube Affiliate Program, memungkinkan audiens berbelanja langsung dari konten video kreator favorit mereka. Setiap transaksi yang terjadi menjadi peluang monetisasi tambahan bagi kreator, memperluas cakupan penghasilan dari afiliasi.
Kisah Anita sejalan dengan tren global dan nasional. E-commerce dan social commerce terus tumbuh, menciptakan peluang nyata untuk kemandirian finansial. Lazada Affiliate sendiri menawarkan berbagai skema komisi, mulai dari komisi dasar, komisi merek, hingga bonus insentif, mendorong pertumbuhan penghasilan secara berkelanjutan bagi para kreator.
“Kami bangga melihat mitra seperti Anita berkembang bersama Lazada Affiliate. Ini menjadi bukti bahwa ekosistem ekonomi digital yang inklusif dapat menciptakan peluang nyata dan berdampak positif bagi masyarakat,” kata Amelia.
Bagi Anita, pencapaian ini hanyalah awal. “Kuncinya adalah terus belajar, konsisten, dan membangun komunitas yang percaya. Peluang di ekonomi digital terbuka lebar bagi siapa saja yang mau memulai,” katanya.
Dengan narasi inspiratif ini, Anita Ratnasari membuktikan bahwa dari hobi kecil bisa lahir penghasilan besar. Di era creator economy, kemauan untuk memulai, konsistensi, dan strategi tepat bisa membuka jalan menuju kemandirian finansial dan Lazada Affiliate menjadi salah satu jembatan utama untuk mewujudkannya. (rel/ila)

