25 C
Medan
Monday, July 15, 2024

Kadin Sumut Fokus MP3EI

MEDAN- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara akan fokus pada proyek MP3EI (Masterplan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia). Mengingat MP3EI akan berjalan hingga 2025 mendatang.

“Untuk saat ini, kita akan fokus untuk menjalankan proyek MP3EI, karena proyek diluar pemerintahkan sangat sulit untuk disentuh, sedangkan untuk proyek MP3EI sudah ada pengaturannya, seperti dana dan lainnya, jadi kita hanya tinggal mikir proyek saja,” ujar Ketua Kadin Sumut, Irfan Mutyara.

Dengan menggikuti projek MP3EI, seperti Sei Mangke yang akan dijadikan industri kelapa sawit misalnya, Kadin tidak perlu berfikir untuk pendanaan, karena sudah diatur bahwa setiap bank BUMN, BPD, dan ADB akan ikut terlibat dalam pendanaan. Sehingga para pengusaha akan lebih mudah untuk mendapatkan dana proyeknya.

Salah satu akan diprioritaskan untuk proyek percepatan pembangunan ini adalah masalah infrastruktur.

Seperti keterbatasan gas, listrik, dan jalan yang tidak sesuai. “Percepatan pembangunan yang dibutuhkan oleh masyarakat adalah ketersediaan fasilitas, jadi prioritas kita menyediakan semua fasilitas itu, dengan dana yang sudah dianggarkan dan adanya peraturan akan mempermudah kita untuk bergerak,” tambahnya.

Proyek MP3EI yang akan berjalan hingga 2025 mendatang ini, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kinerja Kadin, baik provinsi maupun daerah. (ram)

MEDAN- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara akan fokus pada proyek MP3EI (Masterplan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia). Mengingat MP3EI akan berjalan hingga 2025 mendatang.

“Untuk saat ini, kita akan fokus untuk menjalankan proyek MP3EI, karena proyek diluar pemerintahkan sangat sulit untuk disentuh, sedangkan untuk proyek MP3EI sudah ada pengaturannya, seperti dana dan lainnya, jadi kita hanya tinggal mikir proyek saja,” ujar Ketua Kadin Sumut, Irfan Mutyara.

Dengan menggikuti projek MP3EI, seperti Sei Mangke yang akan dijadikan industri kelapa sawit misalnya, Kadin tidak perlu berfikir untuk pendanaan, karena sudah diatur bahwa setiap bank BUMN, BPD, dan ADB akan ikut terlibat dalam pendanaan. Sehingga para pengusaha akan lebih mudah untuk mendapatkan dana proyeknya.

Salah satu akan diprioritaskan untuk proyek percepatan pembangunan ini adalah masalah infrastruktur.

Seperti keterbatasan gas, listrik, dan jalan yang tidak sesuai. “Percepatan pembangunan yang dibutuhkan oleh masyarakat adalah ketersediaan fasilitas, jadi prioritas kita menyediakan semua fasilitas itu, dengan dana yang sudah dianggarkan dan adanya peraturan akan mempermudah kita untuk bergerak,” tambahnya.

Proyek MP3EI yang akan berjalan hingga 2025 mendatang ini, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kinerja Kadin, baik provinsi maupun daerah. (ram)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/