Site icon SumutPos

Sepekan, Perampokan BTPN Belum Terungkap

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
BANK_Petugas kepolisian keluar dari bank BTPN di Jalan Tembung pasar IX, Medan Batangkuis, Selasa (10/7) Bank tersebut di rampok Selasa (10/7) Pagi, Perampok berhasil berhasil membawa uang Sekitar Rp 148 juta.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Agaknya perampokan Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) sulit diungkap pihak Kepolisian. Terbukti, hari ini tepat seminggu perampokan di Jalan Pasar 9 Tembung belum terungkap.

Meski masih sudah mengidentifikasi plat nomor polisi mobil pelaku, namun tidak satu pelaku pun berhasil diciduk.

Padahal sudah melibatkan tim gabungan Polsek Percutseituan, Polrestabes Medan dan Polda Sumut.

Pun begitu, penyelidikan masih terus diintensifkan. Kemarin polisi menyebut, tim masih mempelajari dan mengidentifikasi rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi bank.

Kapolsek Percutseituan, Kompol Faidil Zikri mengatakan, pihaknya masih dalam tahap pengembangan.

Apa kendala sehingga para pelaku belum berhasil dibekuk? Mantan Wakasat Sabhara Polrestabes Medan ini enggan membebernya.

“Pada dasarnya kita masih melakukan pengembangan, identitas masih diselidiki,” elaknya belum lama ini.

Faidil mengakui kasus tersebut memang begitu menyita perhatian masyarakat. “Banyak pertanyaan wartawan terkait kasus itu. Saya harap agar masyarakat memahami, kasus ini akan menjadi prioritas,” kata Faidil.

“Karena menyita banyak perhatian lantaran yang dirampok bank. Kami mohon masyarakat bersabar,” pintanya.

Seperti kasus perampokan pada umumnya, setelah peristiwa, polisi selalu melakukan razia di perbatasan Kota Medan.

Kata Faidil untuk memperkecil ruang gerak komplotan perampok. Apakah pelaku ada kemungkinan sudah melarikan diri ke luar kota? Dia tak mau banyak berkomentar.

“Saya tak mau beberkan itu ke media. Takutnya mereka tahu kemana pergerakan kita,” sebutnya.

Soal rekaman CCTV dari bangunan di kanan dan kiri bank tersebut, tidak bisa dijadikan bukti petunjuk maksimal mengungkap komplotan pelaku perampokan itu.

“Rekaman CCTV itu kita jadikan petunjuk awal saja. Kita tidak menjadikannya sebagai acuan. Doakan ya,” katanya.

Soal rekaman CCTV yang dari bangunan di kanan dan kiri bank tersebut polisi tidak bisa dijadikan bukti petunjuk maksimal mengungkap dan menangkap komplotan pelaku perampokan itu. “Rekaman CCTV itu kita jadi petunjuk awal saja. Kita tidak menjadikannya sebagai acuan. Doakan ya, ” ungkapnya.

Menyikapi hal ini, Polri Watch berharap agar pelaku segera terungkap. Direktur Polri Watch, Abdul Salam Karim mengatakan, masyarakat akan berpandangan buruk terhadap Kepolisian seandainya kasus ini tidak terungkap.

“Ada persepsi miring bila sampai kasus ini tak terungkap polisi, yakni aparat hukum tidak berdaya melawan pelaku kriminal. Dampaknya, pelaku-pelaku lainnya akan semakin berani beraksi di Medan,” katanya.

Menurutnya, kasus perampokan tersebut harus diungkap. Sebab, komplotan menggunakan senjata api untuk menodong security.

“Ini bukan hal yang sepele,” kata pria yang akrab disapa Salum.

“Jangan sampai Kota Medan ini jadi kota koboi. Harapannya ya semoga bisa terungkap, biar kita tahu senjata itu dari mana, organik atau rakitan. Nah setelah itu harus mulai ditertibkan setiap personel yang memegang senpi,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Polsek Percutseituan bersama Polrestabes Medan dibantu Polda Sumut melakukan pengembangan perampokan BTPN, Selasa (10/7) pagi.

Amatan Sumut Pos, hingga Rabu (11/7) sore, di lokasi, polisi berpakaian preman  masih berada di dalam bank penyalur dana pensiunan itu guna mengumpulkan bukti-bukti.

Tampak sejumlah pegawai, teller dan security yang ditodong pistol oleh pelaku berada di lokasi.

Diketahui, sebelum uang Rp151 juta di dalam cash box BTPN dibawa kabur para perampok. Bank tersebut hanya beroperasi 10 hari dalam sebulan.

Saat diperiksa, karyawan bank mengaku, uang itu baru diambil beberapa hari lalu dari kantor utama di Jalan Putri Hijau.(dvs/ala)

 

 

Exit mobile version