23 C
Medan
Friday, June 21, 2024

Heli Presiden Iran Jatuh dan Terbakar

SUMUTPOS.CO – Presiden Iran Ebrahim Raisi dan rombongan terlibat kecelakaan helikopter di pegunungan barat laut Iran, kemarin (20/5). Seluruh penumpang dalam heli yang berjumlah sembilan orang termasuk kru heli, meninggal. Termasuk Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian.

Menurut laporan dari BBC, rombongan Raisi tengah menuju Tabriz setelah mengunjungi pembukaan di perbatasan Azerbaijan. Diduga kecelakaan Heli 212 buatan Amerika Serikat ini karena cuaca buruk. Setelah kejadian, heli langsung hancur terbakar.

Sementara itu dalam berita yang dilansir dari Al Jazeera, jasad seluruh penumpang ditemukan pada kemarin pagi. Sesaat setelah insiden kecelakaan itu. Di dalam rombongan itu, presiden 63 tahun itu bersama menteri luar negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian dan Gubernur Azerbaijan Barat Malek Rahmati.

Sebenarnya dalam sebelum insiden itu, ada beberapa heli yang konvoi. Rombongan heli yang selamat terdapat Menteri Energi Ali Akbar Mehrabian dan Menteri Perumahan dan Transportasi Mehrdad Bazrpash. Mereka yang berada di heli yang berbeda dari yang ditumpangi Raisi langsung menelpon saluran emergensi sesaat setelah kejadian itu.

Menteri Dalam Negeri Iran Ahmad Vahidi menyatakan tim SAR setempat mencoba menjangkau lokasi jatuhnya heli. Sayang kabut dan cuaca buruk menghambat evakuasi.

Panglima Militer Iran Mayor Jenderal Mohammad Bagheri mengatakan telah memeriksa kondisi heli pada Minggu (19/5). “Kondisi seluruh fasilitas dan peralatan tentara maupun polisi dapat melayani Presiden dan rombongan,” katanya.

Kematian Raisi ini membuat duka bagi masyarakat Iran. Namun roda pemerintahan harus tetap berjalan. Dilansir dari Reuters, setelah kejadian kecelakaan itu pemerintah langsung melakukan rapat besar. Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Mokhber menghadiri rapat ini. Dia digadang akan menjadi pengganti sementara Raisi untuk memimpin pemerintahan Iran. “Kami akan mengikuti jejak Presiden Raisi dalam bertugas

Mokhber memang dikenal dekat dengan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Selain itu, dia juga bagian dari tim pejabat Iran yang mengunjungi Rusia pada Oktober lalu dan setuju untuk memasok rudal dan drone ke militer Rusia.

Khamenei juga mengumumkan Iran berduka selama lima hari. “Saya umumkan lima hari berkabung publik Iran,” katanya.

Ucapan duka datang dari berbagai pemimpin dunia. Presiden Tiongkok Xi Jinping mengirimkan pesan langsung kepada Mokhber. Dia menyebut Raisi sebagai tokoh penting dalam keamanan dan stabilitas Iran. “Sekaligus merupakan mitra dalam menjalin hubungan Tiongkok dan Iran,” katanya.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga mengucapkan belasungkawa atas kejadian ini. “Kami sampaikan simpati kepada rakyat Iran yang berduka atas meninggalnya Presiden Raisi dan menteri luar negeri,” ujarnya. Dia menyebut rakyat Palestina juga turut berduka atas penderitaan besar ini.

Presiden Joko Widodo juga mengucapkan hal senada. Dia menyatakan dukacitanya. “Doa tulus saya panjatkan bagi keluarga yang ditinggalkan dan masyarakat Iran,” tuturnya melalui cuitan di akun X-nya.

Ungkapan belasungkawa turut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno LP Marsudi. Dia mengaku sangat berduka atas meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi dan Menlu Iran Hossein Amirabdollahian. “Innalilahi wainnailaihi raji’un. Saya sangat berduka atas meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi dan teman baik saya, Menlu Iran Hossein Amirabdollahian, dengan delegasi yang menyertai Presiden Iran,” ungkap Retno melalui akun X-nya.

Menyertai pernyataannya tersebut, Retno memasang foto kenangannya bersama Menlu Amirabdollahian. Pertemuan terakhir keduanya terjadi saat forum Organisasi Kerja Sama Islam (OKI/OIC) di Banjul, Gambia, dua pekan lalu. Dalam foto tersebut, keduanya tampak tersenyum dan berbincang hangat.

“Beliau adalah rekan kerja yang baik & kami selalu meluangkan waktu untuk bertemu di sela-sela berbagai pertemuan. Semoga Almarhum beristirahat dengan tenang,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan doa dan ucapan belasungkawa untuk seluruh keluarga korban serta warga Iran secara keseluruhan atas musibah yang terjadi.

Sementara itu, di akun resmi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyatakan terus mengikuti musibah yang terjadi. “Pemerintah Indonesia mengikuti dengan penuh keprihatinan musibah yang menimpa helikopter yang membawa Presiden Iran, YM Ebrahim Raisi, Menteri Luar Negeri Iran, Y.M Hossein Amir-Abdollahian, & para delegasi yang menyertainya,” tulis Kemlu RI.

Pemerintah Indonesia juga menyampaikan doa terbaik bagi korban kecelakaan dan seluruh rakyat Iran. “Teriring doa kami bagi mereka & seluruh rakyat Iran,” sambungnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Letjen TNI Eko Margiyono turut mengikuti perkembangan informasi terkait dengan jatuhnya helikopter yang membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi. Dia memastikan bahwa instansinya tidak pernah berhenti melakukan kajian strategis. Baik yang bersifat cepat atau jangka pendek maupun jangka panjang. “Situasi global kami juga mengikuti, manakala memang itu perlu segera kami buat kajian,” imbuhnya.

Menurut Eko, itu sudah tugas Lemhannas. Yakni memberikan kajian strategis untuk disampaikan kepada presiden sebagai pengambil keputusan. “Karena itu, hal-hal yang berkaitan dengan kajian kami sangat penting dan sangat fundamental,” ungkap dia. Dia pun mencontohkan kajian-kajian strategis yang dibuat oleh Lemhannas sepanjang tahun lalu. Total ada 115 kajian. Termasuk diantaranya kajian yang berkaitan dengan situasi global.

Jenderal bintang tiga TNI AD itu menyatakan bahwa saat ini, situasi penuh ketidakpastian. Konflik yang terjadi di Palestina dan Ukraina adalah contohnya. “Di Palestina, di Ukraina belum selesai, sekarang isu yang beredar jatuhnya helikopter presiden Iran,” kata dia. Eko memastikan bahwa peristiwa tersebut menjadi perhatian Lemhannas. “Karena beberapa saat yang lalu, konflik Iran dengan Israel juga memanas,” tambahnya.

Menurut Eko, perkembangan situasi global bakal berpengaruh terhadap negara. “Jadi, kalau pun ada gejolak tingkat global pasti akan merembet kepada kita,” ujarnya. Misalnya, lanjut dia, nanti harga minyak naik. Indonesia bakal terpengaruh lantaran menjadi salah satu negara importir minyak paling besar. “Oleh karena itu, (peristiwa) ini menjadi concern kami juga. Kami akan mengikuti perkembangan-perkembangan secara global termasuk regional,” tambah dia. (lyn/mia/syn/jpg)

SUMUTPOS.CO – Presiden Iran Ebrahim Raisi dan rombongan terlibat kecelakaan helikopter di pegunungan barat laut Iran, kemarin (20/5). Seluruh penumpang dalam heli yang berjumlah sembilan orang termasuk kru heli, meninggal. Termasuk Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian.

Menurut laporan dari BBC, rombongan Raisi tengah menuju Tabriz setelah mengunjungi pembukaan di perbatasan Azerbaijan. Diduga kecelakaan Heli 212 buatan Amerika Serikat ini karena cuaca buruk. Setelah kejadian, heli langsung hancur terbakar.

Sementara itu dalam berita yang dilansir dari Al Jazeera, jasad seluruh penumpang ditemukan pada kemarin pagi. Sesaat setelah insiden kecelakaan itu. Di dalam rombongan itu, presiden 63 tahun itu bersama menteri luar negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian dan Gubernur Azerbaijan Barat Malek Rahmati.

Sebenarnya dalam sebelum insiden itu, ada beberapa heli yang konvoi. Rombongan heli yang selamat terdapat Menteri Energi Ali Akbar Mehrabian dan Menteri Perumahan dan Transportasi Mehrdad Bazrpash. Mereka yang berada di heli yang berbeda dari yang ditumpangi Raisi langsung menelpon saluran emergensi sesaat setelah kejadian itu.

Menteri Dalam Negeri Iran Ahmad Vahidi menyatakan tim SAR setempat mencoba menjangkau lokasi jatuhnya heli. Sayang kabut dan cuaca buruk menghambat evakuasi.

Panglima Militer Iran Mayor Jenderal Mohammad Bagheri mengatakan telah memeriksa kondisi heli pada Minggu (19/5). “Kondisi seluruh fasilitas dan peralatan tentara maupun polisi dapat melayani Presiden dan rombongan,” katanya.

Kematian Raisi ini membuat duka bagi masyarakat Iran. Namun roda pemerintahan harus tetap berjalan. Dilansir dari Reuters, setelah kejadian kecelakaan itu pemerintah langsung melakukan rapat besar. Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Mokhber menghadiri rapat ini. Dia digadang akan menjadi pengganti sementara Raisi untuk memimpin pemerintahan Iran. “Kami akan mengikuti jejak Presiden Raisi dalam bertugas

Mokhber memang dikenal dekat dengan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Selain itu, dia juga bagian dari tim pejabat Iran yang mengunjungi Rusia pada Oktober lalu dan setuju untuk memasok rudal dan drone ke militer Rusia.

Khamenei juga mengumumkan Iran berduka selama lima hari. “Saya umumkan lima hari berkabung publik Iran,” katanya.

Ucapan duka datang dari berbagai pemimpin dunia. Presiden Tiongkok Xi Jinping mengirimkan pesan langsung kepada Mokhber. Dia menyebut Raisi sebagai tokoh penting dalam keamanan dan stabilitas Iran. “Sekaligus merupakan mitra dalam menjalin hubungan Tiongkok dan Iran,” katanya.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga mengucapkan belasungkawa atas kejadian ini. “Kami sampaikan simpati kepada rakyat Iran yang berduka atas meninggalnya Presiden Raisi dan menteri luar negeri,” ujarnya. Dia menyebut rakyat Palestina juga turut berduka atas penderitaan besar ini.

Presiden Joko Widodo juga mengucapkan hal senada. Dia menyatakan dukacitanya. “Doa tulus saya panjatkan bagi keluarga yang ditinggalkan dan masyarakat Iran,” tuturnya melalui cuitan di akun X-nya.

Ungkapan belasungkawa turut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno LP Marsudi. Dia mengaku sangat berduka atas meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi dan Menlu Iran Hossein Amirabdollahian. “Innalilahi wainnailaihi raji’un. Saya sangat berduka atas meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi dan teman baik saya, Menlu Iran Hossein Amirabdollahian, dengan delegasi yang menyertai Presiden Iran,” ungkap Retno melalui akun X-nya.

Menyertai pernyataannya tersebut, Retno memasang foto kenangannya bersama Menlu Amirabdollahian. Pertemuan terakhir keduanya terjadi saat forum Organisasi Kerja Sama Islam (OKI/OIC) di Banjul, Gambia, dua pekan lalu. Dalam foto tersebut, keduanya tampak tersenyum dan berbincang hangat.

“Beliau adalah rekan kerja yang baik & kami selalu meluangkan waktu untuk bertemu di sela-sela berbagai pertemuan. Semoga Almarhum beristirahat dengan tenang,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan doa dan ucapan belasungkawa untuk seluruh keluarga korban serta warga Iran secara keseluruhan atas musibah yang terjadi.

Sementara itu, di akun resmi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyatakan terus mengikuti musibah yang terjadi. “Pemerintah Indonesia mengikuti dengan penuh keprihatinan musibah yang menimpa helikopter yang membawa Presiden Iran, YM Ebrahim Raisi, Menteri Luar Negeri Iran, Y.M Hossein Amir-Abdollahian, & para delegasi yang menyertainya,” tulis Kemlu RI.

Pemerintah Indonesia juga menyampaikan doa terbaik bagi korban kecelakaan dan seluruh rakyat Iran. “Teriring doa kami bagi mereka & seluruh rakyat Iran,” sambungnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Letjen TNI Eko Margiyono turut mengikuti perkembangan informasi terkait dengan jatuhnya helikopter yang membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi. Dia memastikan bahwa instansinya tidak pernah berhenti melakukan kajian strategis. Baik yang bersifat cepat atau jangka pendek maupun jangka panjang. “Situasi global kami juga mengikuti, manakala memang itu perlu segera kami buat kajian,” imbuhnya.

Menurut Eko, itu sudah tugas Lemhannas. Yakni memberikan kajian strategis untuk disampaikan kepada presiden sebagai pengambil keputusan. “Karena itu, hal-hal yang berkaitan dengan kajian kami sangat penting dan sangat fundamental,” ungkap dia. Dia pun mencontohkan kajian-kajian strategis yang dibuat oleh Lemhannas sepanjang tahun lalu. Total ada 115 kajian. Termasuk diantaranya kajian yang berkaitan dengan situasi global.

Jenderal bintang tiga TNI AD itu menyatakan bahwa saat ini, situasi penuh ketidakpastian. Konflik yang terjadi di Palestina dan Ukraina adalah contohnya. “Di Palestina, di Ukraina belum selesai, sekarang isu yang beredar jatuhnya helikopter presiden Iran,” kata dia. Eko memastikan bahwa peristiwa tersebut menjadi perhatian Lemhannas. “Karena beberapa saat yang lalu, konflik Iran dengan Israel juga memanas,” tambahnya.

Menurut Eko, perkembangan situasi global bakal berpengaruh terhadap negara. “Jadi, kalau pun ada gejolak tingkat global pasti akan merembet kepada kita,” ujarnya. Misalnya, lanjut dia, nanti harga minyak naik. Indonesia bakal terpengaruh lantaran menjadi salah satu negara importir minyak paling besar. “Oleh karena itu, (peristiwa) ini menjadi concern kami juga. Kami akan mengikuti perkembangan-perkembangan secara global termasuk regional,” tambah dia. (lyn/mia/syn/jpg)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/