MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas direncanakan akan membuka secara resmi Gebyar Festival Sholawat antar Masjid se-Kota Medan yang akan digelar di Masjid Quatul Muslimin, Jalan HM Joni pada 31 Januari hingga 1 Februari 2026.
Ketua Panitia Drs Rivai Nasution MM mengatakan, Gebyar Festival Sholawat yang memperebutkan piala bergilir Wali Kota Medan ini dilaksanakan berkat kerjasama dan kolaborasi BKM Quatul Muslimin dengan Pemerintah Kecamatan Medan Area, Kelurahan Pasar Merah Timur, PW Dewan Masjid Indonesia Sumut, KUA Medan Area, dan Iklab Raya Medan sekitarnya.
Adapun peserta terdiri dari perwakilan masjid di 21 kecamatan se-Kota Medan. Di mana, masing-masing kecamatan akan mengirimkan dua grup sholawat wanita yang terdiri dari tujuh orang dalam satu grup. “Setiap peserta tidak dikenakan biaya pendaftaran alias gratis,” kata Rivai Nasution didampingi Sekretaris Panitia Hairul Dalimunthe kepada wartawan di Sekretariat Masjid, Selasa (6/1/2026).
Untuk hadiah, kata Rivai, para pemenang akan mendapatkan hadiah berupa uang, trophy, dan sertifikat. Tidak itu saja, ada juga voucher biaya umroh senilai Rp2.000.000 bagi setiap anggota grup sholawat yang menjadi juara. “Dan bagi juara umum, akan mendapatkan piala bergilir Wali Kota Medan. Ayo, segera daftarkan tim anda di Sekretariat Masjid Quatul Muslimin. Pendaftaran dibuka hingga 25 Januari 2026,” seru Rivai.
Menurut Rivai, pada pembukaan Gebyar Festival Sholawat tersebut, Wali Kota Medan Rico Waas akan menyerahkan santunan kepada anak-anak fakir miskin dan yatim piatu. Selain itu, untuk menyemarakkan kegiatan, panitia akan menggelar bazar UMKM dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat selama festival berlangsung.
Untuk itu, Rivai mengharapkan partisipasi masyarakat untuk hadir di lokasi acara demi syiarnya Islam, terlebih dalam menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.
“Kita ingin, masjid bukan hanya menjadi tempat ibadah, namun juga dapat diberdayakan dalam kemaslahatan umat. Melalui festival sholawat ini, kita berharap, selain menumbuhkembangkan minat dan bakat para jamaah dalam melantunkan sholawat, diharapkan akan muncul bibit-bibit baru yang berpotensi untuk ditampilkan dalam even yang lebih besar nantinya,” harap Ketua Umum Iklab Raya ini.
Rivai juga berharap, pemerintah dapat memberikan ruang bagi para pelaku seni religi untuk berkembang dan membudaya di negeri tercinta ini, seperti MTQ yang telah membudaya dan menjadi agenda Nasional. “Insya Allah secara perlahan, sholawat yang mengagungkan junjungan kita Nabi Muhammad SAW bisa lebih menggema di kancah regional dan nasional pada masa mendatang,” ujarnya.
Dengan kegiatan keagamaan seperti ini, Rivai optimis, mampu meminimalisir kenakalan remaja seperti penyalahgunaan narkoba. “Dengan memberikan ruang bagi para remaja dan kaum ibu untuk aktif berkiprah di masjid, melakukan pembelajaran seni sholawat dan majlis taklim, paling tidak akan membentengi diri dari hal-hal negatif,” pungkasnya. (adz)

