30 C
Medan
Monday, March 9, 2026

Medan Darurat Perokok Remaja, dr Ade Taufiq Ajak Warga Medan ‘Perangi’ Asap Rokok!

MEDAN, SumutPos.co– Angka perokok di Kota Medan sudah masuk tahap mengkhawatirkan. Bayangkan, lebih dari 466 ribu jiwa atau sekitar 28,6% warga Medan adalah perokok aktif. Mirisnya lagi, 7,4 persen di antaranya adalah anak-anak usia sekolah (10-18 tahun).

Fakta mencengangkan ini dibeberkan langsung oleh Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PKS, dr. Ade Taufiq, Sp.OG, saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) terkait Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Savana Bunda, Jalan Kerang, Medan Amplas, Sabtu (7/3).

“Ini sangat memprihatinkan. Sebagai dokter, saya melihat langsung bagaimana rokok merusak dari sisi kesehatan, mulai dari TBC, jantung, kanker, hingga kemandulan. Belum lagi dampak sosial dan ekonominya,” ujar dr. Ade di hadapan warga yang antusias menyimak.

Politisi PKS ini menegaskan, Perda KTR bukan sekadar aturan di atas kertas. Pemko Medan telah menyiapkan sanksi bagi mereka yang nekat merokok di zona terlarang. Pilihannya hanya dua: bayar denda Rp50.000 atau mendekam di balik jeruji besi selama 3 hari.

“Tujuannya bukan untuk menghukum, tapi mengedukasi agar warga tidak sembarangan merokok. Harapan besarnya, warga Medan bisa berhenti merokok secara permanen demi kualitas hidup yang lebih baik,” tegasnya.

Tak hanya memaparkan aturan, dr Ade juga membakar semangat peserta Sosperda untuk menjadi “pahlawan” di lingkungan masing-masing. Ia mengajak orang tua untuk lebih protektif menjaga anak-anak dari bahaya rokok.

“Masalah rokok ini tidak bisa selesai hanya oleh pemerintah. Kita harus bergerak bersama-sama. Jaga keluarga kita, sukseskan Perda ini!” ajaknya.

Estafet Sosialisasi
Aksi dr Ade tidak berhenti di Medan Amplas. Sosialisasi ini digelar marathon di dua titik Dapil IV. Setelah sukses di Savana Bunda pada Sabtu (7/3), dr Ade melanjutkan agenda serupa di Jalan AR Hakim Gang Pertama, Medan Area, pada Minggu (8/3).

Kegiatan ini turut dikawal jajaran tokoh PKS Kota Medan, mulai dari Sekretaris Dewan Etik Daerah Ustadz Robin Ginting, Ketua BP3 Bukhori, hingga para Ketua DPC PKS dari Medan Amplas, Medan Area, Medan Kota, dan Medan Denai. (adz)

MEDAN, SumutPos.co– Angka perokok di Kota Medan sudah masuk tahap mengkhawatirkan. Bayangkan, lebih dari 466 ribu jiwa atau sekitar 28,6% warga Medan adalah perokok aktif. Mirisnya lagi, 7,4 persen di antaranya adalah anak-anak usia sekolah (10-18 tahun).

Fakta mencengangkan ini dibeberkan langsung oleh Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PKS, dr. Ade Taufiq, Sp.OG, saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) terkait Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Savana Bunda, Jalan Kerang, Medan Amplas, Sabtu (7/3).

“Ini sangat memprihatinkan. Sebagai dokter, saya melihat langsung bagaimana rokok merusak dari sisi kesehatan, mulai dari TBC, jantung, kanker, hingga kemandulan. Belum lagi dampak sosial dan ekonominya,” ujar dr. Ade di hadapan warga yang antusias menyimak.

Politisi PKS ini menegaskan, Perda KTR bukan sekadar aturan di atas kertas. Pemko Medan telah menyiapkan sanksi bagi mereka yang nekat merokok di zona terlarang. Pilihannya hanya dua: bayar denda Rp50.000 atau mendekam di balik jeruji besi selama 3 hari.

“Tujuannya bukan untuk menghukum, tapi mengedukasi agar warga tidak sembarangan merokok. Harapan besarnya, warga Medan bisa berhenti merokok secara permanen demi kualitas hidup yang lebih baik,” tegasnya.

Tak hanya memaparkan aturan, dr Ade juga membakar semangat peserta Sosperda untuk menjadi “pahlawan” di lingkungan masing-masing. Ia mengajak orang tua untuk lebih protektif menjaga anak-anak dari bahaya rokok.

“Masalah rokok ini tidak bisa selesai hanya oleh pemerintah. Kita harus bergerak bersama-sama. Jaga keluarga kita, sukseskan Perda ini!” ajaknya.

Estafet Sosialisasi
Aksi dr Ade tidak berhenti di Medan Amplas. Sosialisasi ini digelar marathon di dua titik Dapil IV. Setelah sukses di Savana Bunda pada Sabtu (7/3), dr Ade melanjutkan agenda serupa di Jalan AR Hakim Gang Pertama, Medan Area, pada Minggu (8/3).

Kegiatan ini turut dikawal jajaran tokoh PKS Kota Medan, mulai dari Sekretaris Dewan Etik Daerah Ustadz Robin Ginting, Ketua BP3 Bukhori, hingga para Ketua DPC PKS dari Medan Amplas, Medan Area, Medan Kota, dan Medan Denai. (adz)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru