26 C
Medan
Tuesday, March 10, 2026

RS Pemko Medan Kekurangan Dokter Spesialis, Nanda Ramli: Ini Kendala Besar

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Medan, H. Iswanda Ramli alias Nanda Ramli, mengaku prihatin dengan kondisi dua rumah sakit (RS) milik Pemko Medan, yakni RSUD dr Pirngadi Medan dan RSUD Bachtiar Djafar yang minim dokter spesialis. Alhasil, kedua RS tersebut kerap kalah bersaing dengan RS-RS swasta di Kota Medan.

“RS milik Pemko Medan, baik RS Pirngadi maupun RS Bachtiar Djafar, keduanya minim dokter spesialis. Hal ini tentu saja menjadi kendala besar bagi kita,” ucap Iswanda Ramli, Sabtu (7/3/2026).

Nanda Ramli mengatakan,  hal ini bisa terjadi karena gaji para dokter spesialis di RS milik Pemko Medan tidak sebanding dengan RS-RS swasta.

“Bahkan gaji mereka (dokter spesialis) di RS milik Pemko Medan lebih kecil dibanding penghasilannya di tempat praktik. Inilah yang membuat para dokter spesialis merasa enggan bekerja di rumah sakit milik Pemko Medan,” ujarnya.

Nanda menegaskan, hal ini harus menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan bagi Pemko Medan sendiri. Pemko Medan harus bisa membuat terobosan agar latar dokter spesialis mau bekerja di RS-RS milik Pemko Medan. “Bagaimana kita akan meningkatkan kualitas pelayanan kalau minim dokter spesialis, ini yang harus diperhatikan,” katanya.

Selain itu, Nanda Ramli juga mendorong Pemko Medan untuk terus meningkatkan kualitas SDM yang telah ada si RS-RS milik Pemko Medan. Dengan begitu, kedua rumah sakit tersebut menjadi berkualitas dalam hal pelayanan.

“Dulu masyarakat Malaysia jika ingin berobat berbondong-bondong datang ke Kota Medan, bahkan tidak sedikit pula dokter Malaysia yang belajar di Kota Medan. Tapi saat ini posisinya justru terbalik, masyarakat Kota Medan yang berlomba-lomba berobat ke Penang Malaysia,” ungkapnya.

Artinya, sambung Nanda, Kota Medan telah tertinggal jauh dari sisi pelayanan medis. Kedepan, Pemko Medan diharapkan dapat membenahi sistem pelayanan kesehatan dan kelengkapan alat medis.

“Intinya, Pemko Medan harus meningkatkan SDM tenaga medis, memperbanyak dokter spesialis, sehingga masyarakat tidak lagi harus pergi ke Penang hanya untuk berobat,” pungkasnya. (map/ila)

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Medan, H. Iswanda Ramli alias Nanda Ramli, mengaku prihatin dengan kondisi dua rumah sakit (RS) milik Pemko Medan, yakni RSUD dr Pirngadi Medan dan RSUD Bachtiar Djafar yang minim dokter spesialis. Alhasil, kedua RS tersebut kerap kalah bersaing dengan RS-RS swasta di Kota Medan.

“RS milik Pemko Medan, baik RS Pirngadi maupun RS Bachtiar Djafar, keduanya minim dokter spesialis. Hal ini tentu saja menjadi kendala besar bagi kita,” ucap Iswanda Ramli, Sabtu (7/3/2026).

Nanda Ramli mengatakan,  hal ini bisa terjadi karena gaji para dokter spesialis di RS milik Pemko Medan tidak sebanding dengan RS-RS swasta.

“Bahkan gaji mereka (dokter spesialis) di RS milik Pemko Medan lebih kecil dibanding penghasilannya di tempat praktik. Inilah yang membuat para dokter spesialis merasa enggan bekerja di rumah sakit milik Pemko Medan,” ujarnya.

Nanda menegaskan, hal ini harus menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan bagi Pemko Medan sendiri. Pemko Medan harus bisa membuat terobosan agar latar dokter spesialis mau bekerja di RS-RS milik Pemko Medan. “Bagaimana kita akan meningkatkan kualitas pelayanan kalau minim dokter spesialis, ini yang harus diperhatikan,” katanya.

Selain itu, Nanda Ramli juga mendorong Pemko Medan untuk terus meningkatkan kualitas SDM yang telah ada si RS-RS milik Pemko Medan. Dengan begitu, kedua rumah sakit tersebut menjadi berkualitas dalam hal pelayanan.

“Dulu masyarakat Malaysia jika ingin berobat berbondong-bondong datang ke Kota Medan, bahkan tidak sedikit pula dokter Malaysia yang belajar di Kota Medan. Tapi saat ini posisinya justru terbalik, masyarakat Kota Medan yang berlomba-lomba berobat ke Penang Malaysia,” ungkapnya.

Artinya, sambung Nanda, Kota Medan telah tertinggal jauh dari sisi pelayanan medis. Kedepan, Pemko Medan diharapkan dapat membenahi sistem pelayanan kesehatan dan kelengkapan alat medis.

“Intinya, Pemko Medan harus meningkatkan SDM tenaga medis, memperbanyak dokter spesialis, sehingga masyarakat tidak lagi harus pergi ke Penang hanya untuk berobat,” pungkasnya. (map/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru