24 C
Medan
Monday, January 12, 2026

Langkah Awal Pimpin RSJ Prof Ildrem, Sri Suriani Fokuskan Benahi Layanan dan Infrastruktur

MEDAN-Awal tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr M Ildrem. Rumah sakit rujukan kesehatan jiwa milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ini kini resmi dipimpin oleh Sri Suriani Purnamawati, SSi, Apt, setelah dilantik Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution pada Jumat (2/1/2026).

Mengemban amanah baru tersebut, Sri Suriani menegaskan komitmennya untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Ia menyampaikan bahwa langkah awal kepemimpinannya akan difokuskan pada konsolidasi internal dan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi rumah sakit.

“Langkah awal yang akan kami lakukan adalah melakukan konsolidasi internal, pemetaan menyeluruh terhadap layanan, sumber daya manusia, dan kondisi infrastruktur,” ujar Sri kepada Forwakes, Minggu (11/1/2026).

Menurutnya, pemetaan ini menjadi dasar penting dalam memastikan pelayanan kesehatan jiwa kepada masyarakat tetap berjalan optimal. Ia menekankan bahwa keselamatan pasien, mutu layanan, serta kepatuhan terhadap tata kelola menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil.

Berbekal pengalaman sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Sumut, Sri tidak menutup mata terhadap sejumlah tantangan yang masih dihadapi RSJ Prof Ildrem, khususnya terkait layanan dan infrastruktur.

“Kami menyadari masih adanya pekerjaan rumah terkait pembangunan dan rehabilitasi gedung. Hal ini menjadi perhatian serius kami dan akan ditangani melalui koordinasi lintas sektor,” tuturnya.

Selain pembangunan fisik, pembenahan administrasi aset dan percepatan proses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan juga menjadi bagian dari agenda pembenahan rumah sakit jiwa tersebut.

Di tengah proses penyelesaian infrastruktur, Sri memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu.

Optimalisasi layanan, penguatan layanan rawat jalan, serta pengembangan layanan kesehatan jiwa berbasis komunitas menjadi fokus utama.

RSJ Prof Ildrem juga diarahkan untuk semakin responsif terhadap isu kesehatan jiwa di Sumatera Utara, termasuk penanganan kasus Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA), serta dampak psikososial yang timbul akibat bencana alam.

Tak hanya itu, Sri Suriani telah menetapkan sejumlah target kerja pada awal tahun 2026.

Pada triwulan pertama, RSJ Prof Ildrem akan memfokuskan peran dalam penanganan kesehatan jiwa pascabencana di berbagai wilayah Sumatera Utara.
“Target kami di tahun 2026 pada triwulan pertama adalah penanganan pascabencana yang terjadi di wilayah Sumut,” katanya.

Dalam upaya tersebut, RSJ Prof Ildrem akan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk melakukan pemulihan psikologis masyarakat melalui kegiatan trauma healing.

Sri juga menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan layanan dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan fasilitas yang telah tersedia. Ia ingin memastikan RSJ Prof Ildrem semakin kuat sebagai rumah sakit rujukan kesehatan jiwa dan layanan adiksi di Sumatera Utara.

“Kami memperkuat peran RSJ Prof Ildrem sebagai rujukan kesehatan jiwa dan adiksi atau kecanduan di Sumatera Utara,” ujarnya.

Terkait target Pendapatan Asli Daerah (PAD), Sri menegaskan pencapaiannya akan dilakukan secara rasional dan bertahap, tanpa mengesampingkan fungsi sosial rumah sakit serta mutu pelayanan kepada masyarakat.

Sebelumnya, Sri Suriani Purnamawati tercatat telah menjabat kurang lebih 10 bulan sebagai Direktur RSU Haji Medan. Ia resmi memimpin rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tersebut sejak Senin (24/2/2025) lalu.

Dengan visi pembenahan menyeluruh dan pelayanan yang humanis, kepemimpinan Sri Suriani diharapkan mampu membawa RSJ Prof Dr M Ildrem menjadi rumah sakit jiwa yang semakin profesional, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (ila)

MEDAN-Awal tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr M Ildrem. Rumah sakit rujukan kesehatan jiwa milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ini kini resmi dipimpin oleh Sri Suriani Purnamawati, SSi, Apt, setelah dilantik Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution pada Jumat (2/1/2026).

Mengemban amanah baru tersebut, Sri Suriani menegaskan komitmennya untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Ia menyampaikan bahwa langkah awal kepemimpinannya akan difokuskan pada konsolidasi internal dan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi rumah sakit.

“Langkah awal yang akan kami lakukan adalah melakukan konsolidasi internal, pemetaan menyeluruh terhadap layanan, sumber daya manusia, dan kondisi infrastruktur,” ujar Sri kepada Forwakes, Minggu (11/1/2026).

Menurutnya, pemetaan ini menjadi dasar penting dalam memastikan pelayanan kesehatan jiwa kepada masyarakat tetap berjalan optimal. Ia menekankan bahwa keselamatan pasien, mutu layanan, serta kepatuhan terhadap tata kelola menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil.

Berbekal pengalaman sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Sumut, Sri tidak menutup mata terhadap sejumlah tantangan yang masih dihadapi RSJ Prof Ildrem, khususnya terkait layanan dan infrastruktur.

“Kami menyadari masih adanya pekerjaan rumah terkait pembangunan dan rehabilitasi gedung. Hal ini menjadi perhatian serius kami dan akan ditangani melalui koordinasi lintas sektor,” tuturnya.

Selain pembangunan fisik, pembenahan administrasi aset dan percepatan proses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan juga menjadi bagian dari agenda pembenahan rumah sakit jiwa tersebut.

Di tengah proses penyelesaian infrastruktur, Sri memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu.

Optimalisasi layanan, penguatan layanan rawat jalan, serta pengembangan layanan kesehatan jiwa berbasis komunitas menjadi fokus utama.

RSJ Prof Ildrem juga diarahkan untuk semakin responsif terhadap isu kesehatan jiwa di Sumatera Utara, termasuk penanganan kasus Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA), serta dampak psikososial yang timbul akibat bencana alam.

Tak hanya itu, Sri Suriani telah menetapkan sejumlah target kerja pada awal tahun 2026.

Pada triwulan pertama, RSJ Prof Ildrem akan memfokuskan peran dalam penanganan kesehatan jiwa pascabencana di berbagai wilayah Sumatera Utara.
“Target kami di tahun 2026 pada triwulan pertama adalah penanganan pascabencana yang terjadi di wilayah Sumut,” katanya.

Dalam upaya tersebut, RSJ Prof Ildrem akan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk melakukan pemulihan psikologis masyarakat melalui kegiatan trauma healing.

Sri juga menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan layanan dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan fasilitas yang telah tersedia. Ia ingin memastikan RSJ Prof Ildrem semakin kuat sebagai rumah sakit rujukan kesehatan jiwa dan layanan adiksi di Sumatera Utara.

“Kami memperkuat peran RSJ Prof Ildrem sebagai rujukan kesehatan jiwa dan adiksi atau kecanduan di Sumatera Utara,” ujarnya.

Terkait target Pendapatan Asli Daerah (PAD), Sri menegaskan pencapaiannya akan dilakukan secara rasional dan bertahap, tanpa mengesampingkan fungsi sosial rumah sakit serta mutu pelayanan kepada masyarakat.

Sebelumnya, Sri Suriani Purnamawati tercatat telah menjabat kurang lebih 10 bulan sebagai Direktur RSU Haji Medan. Ia resmi memimpin rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tersebut sejak Senin (24/2/2025) lalu.

Dengan visi pembenahan menyeluruh dan pelayanan yang humanis, kepemimpinan Sri Suriani diharapkan mampu membawa RSJ Prof Dr M Ildrem menjadi rumah sakit jiwa yang semakin profesional, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru