25.1 C
Medan
Saturday, June 15, 2024

Diambilalih Menteri Pariwisata, Anggaran Rp20 Miliar

PDT Berubah Jadi FDT

MEDAN- Nama Pesta Danau Toba diubah menjadi Festival Danau Toba. Perubahan itu dilakukan setelah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia mengambil alih pagelaran perayaan Danau Toba yang menjadi ikon di Sumatera Utara (Sumut). Hal tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Gubsu, Nurdin Lubis kepada wartawan di Gedung DPRD Sumut, Senin (18/2). “Harapannya, dengan perubahaan ini masyarakat yang berkunjung akan meningkat, karena dana pelaksanaan festival budaya ini mencapai Rp20 miliar,” kata Nurdin Lubis.

Menurut Nurdin, kegiatan ini akan menjadi agenda wajib bagi Kementerian Parawisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, yang rencananya digelar pada tanggal 21 Februari mendatang. “Kita akan melakukan rapat untuk membentuk panitia ini,” ujarnya saat ditemui di gedung DPRD SU kemarin (18/2).
Kata Nurdin lagi, setelah nama berubah tentu kegiatan Festival Danau Toba pun banyak berubah. “Karena ada perubahan nama, maka banyak perubahan yang akan kita lakukan dalam pelaksanaan festival ini,” tambahnya.

Adapun perubahan yang dilakukan seperti jadwal pelaksanaan yang harus tetap. Direncanakan, festival ini akan dilaksanakan pada akhir Juni hingga pertengah Juli, atau bisa dikatakan pelaksanaan festival selama 15 hari. “Selama ini, pelaksanaan festival tidak pernah menetap. Kadang akhir tahun, kadang pertengahn tahun, dan kadang awal tahun. Jadi, mulai tahun ini akan lebih dipastikan waktunya,” lanjutnya.

Pelaksanaan festival juga nantinya tidak hanya di kawasan Parapat, seperti selama ini, tetapi akan disebar di 11 kabupaten yang ada di sekitar Danau Toba. Seperti di Samanindo, Pangguguran, Samosir, dan lainnya. Untuk akomodasi, nantinya bukan hanya hotel yang dijadikan tempat penginapan, tetapi di kawasan sekitar Danau Toba juga akan bisa disediakan untuk tempat kemping. “Bahkan, rumah pendidikan yang ada juga bisa dijadikan home stay,” lanjutya.

Untuk transportasi, panitia juga akan menyediakan alat transportasi, sehingga tidak perlu berbagai kendaraan masuk kekawasan prapat, atau kabupaten lain. Karena, jalanan yang sempit akan membuat jalanan dan alat penyeberangan danau seperti boat di sekitarnya tempat wisata akan macet. “Jadi, nantinya bagi pengunjung yang membawa mobil dapat ditinggalkan di sekitar prapat atau kawasan jalan lintas. Kita akan sediakan akomodasinya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Koordinator Festival Danau Toba, Mangindar Simbolon menyatakan untuk pesta ini akan menelan biaya sekitar Rp20 miliar. Untuk saat ini dana yang masih tersedia sekitar Rp11,5 miliar. “Masing-masing Rp5 miliar dari Pemprovsu, Rp1,2 miliar dari Samosir, dan Kementrian sekitar di atas Rp5 miliar. Jadi, kita masih memerlukan sponsor untuk dana ini,” katanya. (ram)

PDT Berubah Jadi FDT

MEDAN- Nama Pesta Danau Toba diubah menjadi Festival Danau Toba. Perubahan itu dilakukan setelah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia mengambil alih pagelaran perayaan Danau Toba yang menjadi ikon di Sumatera Utara (Sumut). Hal tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Gubsu, Nurdin Lubis kepada wartawan di Gedung DPRD Sumut, Senin (18/2). “Harapannya, dengan perubahaan ini masyarakat yang berkunjung akan meningkat, karena dana pelaksanaan festival budaya ini mencapai Rp20 miliar,” kata Nurdin Lubis.

Menurut Nurdin, kegiatan ini akan menjadi agenda wajib bagi Kementerian Parawisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, yang rencananya digelar pada tanggal 21 Februari mendatang. “Kita akan melakukan rapat untuk membentuk panitia ini,” ujarnya saat ditemui di gedung DPRD SU kemarin (18/2).
Kata Nurdin lagi, setelah nama berubah tentu kegiatan Festival Danau Toba pun banyak berubah. “Karena ada perubahan nama, maka banyak perubahan yang akan kita lakukan dalam pelaksanaan festival ini,” tambahnya.

Adapun perubahan yang dilakukan seperti jadwal pelaksanaan yang harus tetap. Direncanakan, festival ini akan dilaksanakan pada akhir Juni hingga pertengah Juli, atau bisa dikatakan pelaksanaan festival selama 15 hari. “Selama ini, pelaksanaan festival tidak pernah menetap. Kadang akhir tahun, kadang pertengahn tahun, dan kadang awal tahun. Jadi, mulai tahun ini akan lebih dipastikan waktunya,” lanjutnya.

Pelaksanaan festival juga nantinya tidak hanya di kawasan Parapat, seperti selama ini, tetapi akan disebar di 11 kabupaten yang ada di sekitar Danau Toba. Seperti di Samanindo, Pangguguran, Samosir, dan lainnya. Untuk akomodasi, nantinya bukan hanya hotel yang dijadikan tempat penginapan, tetapi di kawasan sekitar Danau Toba juga akan bisa disediakan untuk tempat kemping. “Bahkan, rumah pendidikan yang ada juga bisa dijadikan home stay,” lanjutya.

Untuk transportasi, panitia juga akan menyediakan alat transportasi, sehingga tidak perlu berbagai kendaraan masuk kekawasan prapat, atau kabupaten lain. Karena, jalanan yang sempit akan membuat jalanan dan alat penyeberangan danau seperti boat di sekitarnya tempat wisata akan macet. “Jadi, nantinya bagi pengunjung yang membawa mobil dapat ditinggalkan di sekitar prapat atau kawasan jalan lintas. Kita akan sediakan akomodasinya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Koordinator Festival Danau Toba, Mangindar Simbolon menyatakan untuk pesta ini akan menelan biaya sekitar Rp20 miliar. Untuk saat ini dana yang masih tersedia sekitar Rp11,5 miliar. “Masing-masing Rp5 miliar dari Pemprovsu, Rp1,2 miliar dari Samosir, dan Kementrian sekitar di atas Rp5 miliar. Jadi, kita masih memerlukan sponsor untuk dana ini,” katanya. (ram)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/