28 C
Medan
Wednesday, February 25, 2026

Ramadhan Fair 2026, Harus Berdampak Nyata bagi UMKM

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksanaan Ramadhan Fair XX Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kota Medan dengan total anggaran hampir Rp3 miliar, mendapat sorotan dari DPRD Kota Medan.

Ketua Komisi II DPRD Medan, Kasman bin Marasakti Lubis, menekankan pentingnya transparansi serta dampak nyata bagi pelaku UMKM dan penguatan syiar Islam.

Kasman menyampaikan, pada prinsipnya DPRD, khususnya Komisi II, mendukung kegiatan tahunan tersebut. Sebab, Ramadhan Fair merupakan agenda positif yang dapat mendorong perputaran ekonomi masyarakat, terutama selama bulan suci Ramadan.

“Ramadhan Fair merupakan agenda tahunan di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang baik untuk mendorong perputaran ekonomi UMKM dan memperkuat syiar Islam di Kota Medan. Namun, dengan anggaran yang mencapai Rp3 miliar, tentu harus dipastikan penggunaannya transparan, efektif, dan benar-benar memberikan dampak nyata,” ujarnya, Selasa (24/02/2026).

Kasman menegaskan, Komisi II akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap seluruh rangkaian kegiatan Ramadhan Fair 2026. Pengawasan tersebut mencakup proses pelaksanaan hingga keterlibatan pelaku UMKM dari 21 kecamatan di Kota Medan.

“Kita ingin memastikan pelaku UMKM yang dilibatkan benar-benar merasakan manfaat, bukan hanya sebatas seremoni. Harus ada evaluasi dari sisi peningkatan omzet, pemberdayaan, hingga keberlanjutan usaha setelah acara selesai,” tegasnya.

Ia juga meminta agar pelibatan UMKM dilakukan secara adil dan proporsional, sehingga kegiatan tersebut tidak hanya dinikmati kelompok tertentu.

Selain itu, Kasman menyoroti pentingnya keterbukaan informasi anggaran. Ia meminta agar seluruh rincian penggunaan dana yang tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) dapat diakses publik secara transparan.

“Transparansi adalah kunci. Karena ini menggunakan uang rakyat, maka rakyat berhak tahu secara detail peruntukannya. Kita mendukung kegiatan ini, tetapi pengawasan tetap harus maksimal,” katanya.

Kasman berharap Ramadhan Fair 2026 tidak sekadar menjadi agenda hiburan tahunan, melainkan benar-benar menjadi momentum kebangkitan ekonomi lokal serta penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

“Jika dikelola dengan baik, Ramadhan Fair bisa menjadi ikon ekonomi syariah dan wisata religi Kota Medan. Tapi kualitas pelaksanaan harus sebanding dengan besarnya anggaran yang digelontorkan,” pungkasnya. (map/ila)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksanaan Ramadhan Fair XX Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kota Medan dengan total anggaran hampir Rp3 miliar, mendapat sorotan dari DPRD Kota Medan.

Ketua Komisi II DPRD Medan, Kasman bin Marasakti Lubis, menekankan pentingnya transparansi serta dampak nyata bagi pelaku UMKM dan penguatan syiar Islam.

Kasman menyampaikan, pada prinsipnya DPRD, khususnya Komisi II, mendukung kegiatan tahunan tersebut. Sebab, Ramadhan Fair merupakan agenda positif yang dapat mendorong perputaran ekonomi masyarakat, terutama selama bulan suci Ramadan.

“Ramadhan Fair merupakan agenda tahunan di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang baik untuk mendorong perputaran ekonomi UMKM dan memperkuat syiar Islam di Kota Medan. Namun, dengan anggaran yang mencapai Rp3 miliar, tentu harus dipastikan penggunaannya transparan, efektif, dan benar-benar memberikan dampak nyata,” ujarnya, Selasa (24/02/2026).

Kasman menegaskan, Komisi II akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap seluruh rangkaian kegiatan Ramadhan Fair 2026. Pengawasan tersebut mencakup proses pelaksanaan hingga keterlibatan pelaku UMKM dari 21 kecamatan di Kota Medan.

“Kita ingin memastikan pelaku UMKM yang dilibatkan benar-benar merasakan manfaat, bukan hanya sebatas seremoni. Harus ada evaluasi dari sisi peningkatan omzet, pemberdayaan, hingga keberlanjutan usaha setelah acara selesai,” tegasnya.

Ia juga meminta agar pelibatan UMKM dilakukan secara adil dan proporsional, sehingga kegiatan tersebut tidak hanya dinikmati kelompok tertentu.

Selain itu, Kasman menyoroti pentingnya keterbukaan informasi anggaran. Ia meminta agar seluruh rincian penggunaan dana yang tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) dapat diakses publik secara transparan.

“Transparansi adalah kunci. Karena ini menggunakan uang rakyat, maka rakyat berhak tahu secara detail peruntukannya. Kita mendukung kegiatan ini, tetapi pengawasan tetap harus maksimal,” katanya.

Kasman berharap Ramadhan Fair 2026 tidak sekadar menjadi agenda hiburan tahunan, melainkan benar-benar menjadi momentum kebangkitan ekonomi lokal serta penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

“Jika dikelola dengan baik, Ramadhan Fair bisa menjadi ikon ekonomi syariah dan wisata religi Kota Medan. Tapi kualitas pelaksanaan harus sebanding dengan besarnya anggaran yang digelontorkan,” pungkasnya. (map/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru