27 C
Medan
Saturday, March 7, 2026

Bersama Warga, Korem 011/Lilawangsa Peringati Nuzulul Quran Ramadan 1447 Hijriah

LHOKSEUMAWE, SumutPos.co– Korem 011/Lilawangsa menggelar peringatan malam Nuzulul Quran 1447 Hijriah di Masjid Al-Fitrah Kompleks Asrama TNI-AD Korem 011/Lilawangsa, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Jumat (6/3/2026) malam. Peringati Nuzulul Quran yang bertepatan di malam pertengahan Ramadan ini mengangkat tema “Ramadan Membentuk Mental Prajurit TNI yang Prima dan Memegang Teguh Nilai-Nilai Tauhid Untuk Indonesia Maju”.

Acara dimulai dengan berbuka puasa bersama para prajurit TNI dengan jamaah masjid. Selanjutnya, Salat Maghrib dan Isya berjamaah, tausiah, kemudian Salat Tarawih.

Dalam tausiah singkatnya, Pimpinan Darul Quran Ibnu Katsir Ustad Bayhaqi, S.Pd., M.pd, , mengatakan, malam Nuzulul Quran merupakan peristiwa penting bagi umat Islam, yaitu turunnya Al Quranulkarim kepada Nabi Besar Muhammad SAW. “Alquran menjadi pedoman hidup manusia, baik di dunia maupun akhirat,” ujarnya.

Ustadz Baihaqi menguraikan, dalam isi Surat Al-Baqarah ayat 185. Syahru ramaḍānallażī unzila fīhil qur’ānu hudal linnāsi wabayyinātim minal hudā wal-furqān. “Artinya, bulan suci Ramadhan inilah bulan yang diturunkannya Al Quran, dan petunjuk bagi manusia, serta menjadi pembeda antara yang haq dan yang bathil,” terangnya.

Bayhaqi menyebutkan, salah satu mukjizat dari pada Alquran, adalah dengan perbanyak membaca Alquran, maka Allah akan melimpah gandakan pahala. Kemudian mukjizat lainnya ialah, Syafaat penolong di yaumil qiyamah.

“Syafaat bagi yang membaca, juga yang mengajarkan dan mempelajari itulah orang yang sebaik-baik manusia. Sebagaimana dalam sabda rasulullah SAW, dalam hadis yang diriwayatkan oleh imam bukhari Khoirukum man ta’allamal qur’ana wa amalahum,” terangnya.

Menurutnya, bulan suci Ramadan tidak hanya mengajarkan bagaimana menahan rasa haus dan lapar. Akan tetapi juga mendidik agar lebih disiplin, bagaimana menahan hawa nafsu dan menahan emosi.

“Prajurit TNI yang hebat, bukan hanya kuat fisiknya, akan tetapi prajurit yang sanggup menahan emosinya ketika marah. Inilah Ramadan menjadi sebuah madrasah, universitas, yang di dalamnya terdapat kurikulum menahan emosi, mengendalikan hawa nafsu dan kedisiplinan,” sebutnya.

Oleh karena itu, Ustad Bayhaqi mengajak kepada kaum muslim dan muslimat, dalam momentum memperingati nuzulul quran untuk memperbanyak membaca Alquran, dan mendalami isi kandungannya. “Semoga dengan membiasakan diri, Allah berkahi hidup dan rezeki kepada kita,” pungkasnya. (adz)

LHOKSEUMAWE, SumutPos.co– Korem 011/Lilawangsa menggelar peringatan malam Nuzulul Quran 1447 Hijriah di Masjid Al-Fitrah Kompleks Asrama TNI-AD Korem 011/Lilawangsa, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Jumat (6/3/2026) malam. Peringati Nuzulul Quran yang bertepatan di malam pertengahan Ramadan ini mengangkat tema “Ramadan Membentuk Mental Prajurit TNI yang Prima dan Memegang Teguh Nilai-Nilai Tauhid Untuk Indonesia Maju”.

Acara dimulai dengan berbuka puasa bersama para prajurit TNI dengan jamaah masjid. Selanjutnya, Salat Maghrib dan Isya berjamaah, tausiah, kemudian Salat Tarawih.

Dalam tausiah singkatnya, Pimpinan Darul Quran Ibnu Katsir Ustad Bayhaqi, S.Pd., M.pd, , mengatakan, malam Nuzulul Quran merupakan peristiwa penting bagi umat Islam, yaitu turunnya Al Quranulkarim kepada Nabi Besar Muhammad SAW. “Alquran menjadi pedoman hidup manusia, baik di dunia maupun akhirat,” ujarnya.

Ustadz Baihaqi menguraikan, dalam isi Surat Al-Baqarah ayat 185. Syahru ramaḍānallażī unzila fīhil qur’ānu hudal linnāsi wabayyinātim minal hudā wal-furqān. “Artinya, bulan suci Ramadhan inilah bulan yang diturunkannya Al Quran, dan petunjuk bagi manusia, serta menjadi pembeda antara yang haq dan yang bathil,” terangnya.

Bayhaqi menyebutkan, salah satu mukjizat dari pada Alquran, adalah dengan perbanyak membaca Alquran, maka Allah akan melimpah gandakan pahala. Kemudian mukjizat lainnya ialah, Syafaat penolong di yaumil qiyamah.

“Syafaat bagi yang membaca, juga yang mengajarkan dan mempelajari itulah orang yang sebaik-baik manusia. Sebagaimana dalam sabda rasulullah SAW, dalam hadis yang diriwayatkan oleh imam bukhari Khoirukum man ta’allamal qur’ana wa amalahum,” terangnya.

Menurutnya, bulan suci Ramadan tidak hanya mengajarkan bagaimana menahan rasa haus dan lapar. Akan tetapi juga mendidik agar lebih disiplin, bagaimana menahan hawa nafsu dan menahan emosi.

“Prajurit TNI yang hebat, bukan hanya kuat fisiknya, akan tetapi prajurit yang sanggup menahan emosinya ketika marah. Inilah Ramadan menjadi sebuah madrasah, universitas, yang di dalamnya terdapat kurikulum menahan emosi, mengendalikan hawa nafsu dan kedisiplinan,” sebutnya.

Oleh karena itu, Ustad Bayhaqi mengajak kepada kaum muslim dan muslimat, dalam momentum memperingati nuzulul quran untuk memperbanyak membaca Alquran, dan mendalami isi kandungannya. “Semoga dengan membiasakan diri, Allah berkahi hidup dan rezeki kepada kita,” pungkasnya. (adz)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru