JAKARTA – Langkah tunggal putra Indonesia Alwi Farhan pada gelaran All England 2026 harus terhenti di babak perempat final. Dia tersingkir usai kalah dari unggulan kedua asal Thailand Kunlavut Vitidsarn dengan skor 17-21, 12-21 di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Jumat (6/3).
Dalam laga yang berlangsung selama 61 menit tersebut, Alwi mengaku sempat terganggu karena sepatu yang dikenakannya rusak saat pertandingan berjalan. Insiden itu terjadi pada awal gim kedua ketika kedudukan 2-3 untuk keunggulan Kunlavut.
Dalam situasi itu, Alwi sempat meminta izin kepada wasit untuk menepi sejenak guna memeriksa perlengkapannya sebelum pertandingan dilanjutkan. ”Pada awal gim kedua, sepatu saya rusak dan itu cukup mengganggu. Tapi, saya harus melewati situasi itu dan tetap melanjutkan pertandingan,” ujar Alwi.
Rusaknya sepatu Alwi menjadi celah yang dimanfaatkan Kunvalut. Dia mampu memanfaatkan situasi tersebut untuk mengambil kendali permainan. Interval kedua akhirnya ditutup dengan keunggulan Kunvalut 11-5.
Selepas interval, pertandingan sempat kembali terhenti setelah Kunlavut meminta perawatan medis pada kelingking tangan kanannya. Dalam jeda tersebut, Alwi juga memanfaatkan waktu untuk mengganti sepatu dengan yang baru.
Namun setelah pertandingan dilanjutkan, Kunlavut justru semakin dominan. Dia memperlebar keunggulan hingga 15-8 dan terus menjaga jarak poin sampai akhirnya mengamankan kemenangan 21-12. ”Memang ada kerugian karena insiden itu. Tapi, saya tetap mengakui kekalahan. Saya akan kembali lebih kuat,” ungkap Alwi.
Alwi mengakui kualitas permainan Kunlavut yang dinilainya sangat ulet dan sulit dimatikan. ”Kunlavut adalah pemain yang ulet dan tidak gampang mati. Saya mencoba melawan hal itu. Tapi, saya merasa pukulan saya masih kalah rapi dari dia,” jelasnya. (jpc/tri)
JAKARTA – Langkah tunggal putra Indonesia Alwi Farhan pada gelaran All England 2026 harus terhenti di babak perempat final. Dia tersingkir usai kalah dari unggulan kedua asal Thailand Kunlavut Vitidsarn dengan skor 17-21, 12-21 di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Jumat (6/3).
Dalam laga yang berlangsung selama 61 menit tersebut, Alwi mengaku sempat terganggu karena sepatu yang dikenakannya rusak saat pertandingan berjalan. Insiden itu terjadi pada awal gim kedua ketika kedudukan 2-3 untuk keunggulan Kunlavut.
Dalam situasi itu, Alwi sempat meminta izin kepada wasit untuk menepi sejenak guna memeriksa perlengkapannya sebelum pertandingan dilanjutkan. ”Pada awal gim kedua, sepatu saya rusak dan itu cukup mengganggu. Tapi, saya harus melewati situasi itu dan tetap melanjutkan pertandingan,” ujar Alwi.
Rusaknya sepatu Alwi menjadi celah yang dimanfaatkan Kunvalut. Dia mampu memanfaatkan situasi tersebut untuk mengambil kendali permainan. Interval kedua akhirnya ditutup dengan keunggulan Kunvalut 11-5.
Selepas interval, pertandingan sempat kembali terhenti setelah Kunlavut meminta perawatan medis pada kelingking tangan kanannya. Dalam jeda tersebut, Alwi juga memanfaatkan waktu untuk mengganti sepatu dengan yang baru.
Namun setelah pertandingan dilanjutkan, Kunlavut justru semakin dominan. Dia memperlebar keunggulan hingga 15-8 dan terus menjaga jarak poin sampai akhirnya mengamankan kemenangan 21-12. ”Memang ada kerugian karena insiden itu. Tapi, saya tetap mengakui kekalahan. Saya akan kembali lebih kuat,” ungkap Alwi.
Alwi mengakui kualitas permainan Kunlavut yang dinilainya sangat ulet dan sulit dimatikan. ”Kunlavut adalah pemain yang ulet dan tidak gampang mati. Saya mencoba melawan hal itu. Tapi, saya merasa pukulan saya masih kalah rapi dari dia,” jelasnya. (jpc/tri)