Home Blog Page 103

Akselerasi Bisnis Hijau, Katadata Meluncurkan KESGI Dashboard

JAKARTA, SumutPos.co- Katadata melalui Katadata Green meluncurkan KESGI (Katadata ESG Insight) Dashboard. Dasbor ini menghimpun dan menganalisis data ESG perusahaan yang melantai di pasar saham, diperkuat penilaian berdasarkan panel ahli serta teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendukung implementasi ESG perusahaan-perusahaan Indonesia.

Peluncuran berlangsung dalam Katadata ESG Forum bertema “ESG untuk Akselerasi Dekarbonisasi & Bisnis Hijau” yang digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (6/4). Forum ini menghadirkan lebih dari 100 peserta dari kalangan regulator, pimpinan perusahaan, investor, dan pelaku industri.

Co-founder dan Chief Executive Officer Katadata Metta Dharmasaputra mengatakan, pengembangan inisiatif ini berdasarkan keyakinan ekonomi hijau mampu mengerek pertumbuhan ekonomi 8 persen Indonesia. “Tanpa sektor ini sebagai pendorong baru, kelihatannya akan sulit untuk mencapai target pertumbuhan sebesar itu,” ujar Metta.

Metta juga menambahkan, dalam survei BEI bersama Mandiri Institute tahun 2024 terhadap 150 perusahaan, tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya data kuantitatif yang memadai, keterbatasan sumber daya manusia, dan tingginya biaya pengumpulan data ESG.

Co-founder dan Chief Content Officer Katadata Heri Susanto mengatakan, KESGI Dashboard adalah upaya untuk membuat data-data ESG dapat lebih mudah dipahami dan mendasari pengambilan keputusan. Dengan demikian, pembacaan perkembangan ESG di Indonesia bisa lebih jelas, mendalam, dan cepat.

“KESGI menjadi solusi agar data bisa diubah menjadi insight, dari kepatuhan menjadi keputusan, dan dari fragmentasi menjadi integrasi,” katanya.

Menurut Heri, KESGI memiliki metodologi yang dikembangkan dari standar global dan diselaraskan standar lokal serta regulasi nasional. Kerangka penilaian dalam dasbor ini terdiri dari tiga pilar ESG, yang terdiri dari 15 topik dan diperkuat lebih dari 100 indikator.

Dia menambahkan, ke depannya KESGI juga akan mengembangkan Katadata ESG-50 Leader Index. Indeks saham ini akan mengidentifikasi 50 perusahaan tercatat di BEI dengan penerapan standar ESG terbaik secara konsisten.

“Ke depan kami akan mengembangkan ESG Index yang dapat menjadi rujukan investor, supaya dapat melihat kinerja ESG dan keuangan perusahaan yang baik,” kata Heri.

Deputy Head of Katadata Green Jeany Hartriani menjelaskan, ada beberapa tantangan penerapan ESG di dalam konteks Indonesia. Beberapa di antaranya standar ESG yang kompleks dan pengalaman tim yang masih terbatas. Membangun standar dan prosedur ESG yang lebih matang menjadi langkah penting. “ESG harus lebih dari sekedar pelaporan, menjadi prinsip kepemimpinan dan melatarbelakangi operasional perusahaan,” kata Jeany.

Dia menambahkan, KESGI merupakan platform ESG yang mengintegrasikan intelligence, consulting, pembelajaran, komunikasi, dan aktivasi keberlanjutan dalam satu ekosistem.

Penanggung Jawab Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik mengungkapkan Indeks ESG di BEI semakin menjadi acuan dalam pengambilan keputusan investasi. Termasuk meningkatnya perhatian investor global pada sektor energi terbarukan dan transisi energi.

Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan per Februari 2026, Jeffrey menyampaikan ada 72 reksadana pasif dan exchange-traded fund berbasis saham yang dicatatkan di bursa dengan total dana kelolaan mencapai Rp15,83 triliun.

“BEI menyediakan 6 indeks berbasis ESG untuk mendorong penciptaan produk investasi ESG, platform, panduan ESG reporting, program edukasi kepada pelaku investasi, serta kolaborasi dengan regulator dan mitra strategis seperti Katadata,” katanya.

Dalam acara ini, Katadata Green juga menandatangani nota kesepahaman dengan lima mitra strategis, yakni East Ventures, Life Cycle Indonesia, Indonesia Carbon Capture and Storage Center, A+ CSR Indonesia, Rekosistem, dan Jejakin. Kerja sama ini bertujuan memperkuat kolaborasi dalam pengembangan dan pemanfaatan KESGI, termasuk penguatan ekosistem ESG berbasis data, pengembangan platform berbasis data, serta perluasan adopsi praktik keberlanjutan di berbagai sektor. (adz)

PLN UIP SBU dan YBM PLN Perkuat Sinergi dan Kepedulian Sosial

BERBAGI: PLN UIP SBU saat menyalurkan santunan kepada 20 orang anak yatim dhuafa dari Panti Asuhan Al-Marhamah Medan sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan.
BERBAGI: PLN UIP SBU saat menyalurkan santunan kepada 20 orang anak yatim dhuafa dari Panti Asuhan Al-Marhamah Medan sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan.

MEDAN – Dalam semangat kebersamaan pasca Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) menggelar kegiatan Berbagi Berkah di Awal Syawal dengan tema “Bersinergi dalam Silaturahmi, Berbagi Berkah di Hari Kemenangan” di Aula Lantai 5 Kantor PLN UIP SBU, pada Rabu (1/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh General Manager PLN UIP SBU, Dewanto, seluruh jajaran Senior Manager, Manager Unit Pelaksana Proyek, pegawai struktural, karyawan-karyawati, serta tenaga alih daya di lingkungan PLN UIP SBU. Turut hadir Ketua YBM PLN UIP SBU Bayu Wisatrioda, Ketua DPC Serikat Pekerja PLN UIP SBU Emir Rauf Novandi, Ketua PIKK PLN UIP SBU Rina Dewanto, para pensiunan serta anak-anak yatim dhuafa dari Panti Asuhan Al Marhamah Medan.

Dalam kegiatan tersebut, PLN UIP SBU menyalurkan santunan kepada 20 orang anak yatim dhuafa dari Panti Asuhan Al-Marhamah Medan sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan sekaligus wujud rasa syukur di momen Hari Kemenangan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan sinergi antar pegawai dalam rangka mendukung pencapaian target kinerja Semester 1 dan 2 Tahun 2026.

Perwakilan pendamping Panti Asuhan Al-Marhamah Medan, Reza, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh PLN UIP SBU.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian PLN UIP SBU. Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak kami dan semoga menjadi berkah bagi seluruh keluarga besar PLN. Kehadiran dan kepedulian dari PLN UIP SBU memberikan semangat dan kebahagiaan tersendiri bagi anak-anak kami. Kami berharap silaturahmi dan kolaborasi seperti ini dapat terus terjalin ke depannya,” ucap Reza.

General Manager PLN UIP SBU Dewanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum berbagi kebahagiaan, tetapi juga sebagai sarana mempererat kebersamaan seluruh insan PLN.
“Momentum Syawal adalah waktu yang tepat untuk saling memaafkan, memperkuat silaturahmi dan membangun semangat baru. Melalui kegiatan ini, kami ingin meneguhkan komitmen seluruh insan PLN UIP SBU untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dalam mencapai target kinerja yang telah ditetapkan,”  ujar Dewanto.

Menurut Dewanto, kepedulian sosial kepada masyarakat, khususnya kepada anak-anak yatim dhuafa, merupakan bagian dari tanggung jawab PLN sebagai perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Ketua YBM PLN UIP SBU Bayu Wisatrioda, menyampaikan bahwa santunan yang diberikan merupakan hasil pengelolaan dana zakat, infak dan sedekah dari para pegawai PLN yang dihimpun melalui YBM PLN.
“Kami bersyukur dapat menyalurkan amanah dari para muzakki di lingkungan PLN UIP SBU melalui kegiatan ini. Semoga santunan yang diberikan tidak hanya meringankan kebutuhan adik-adik, tetapi juga menjadi keberkahan bagi para pegawai yang telah berbagi melalui YBM PLN,” jelas Bayu.

Ketua DPC Serikat Pekerja PLN UIP SBU Emir Rauf Novandi turut menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian nyata insan PLN.
“Kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan dan solidaritas yang kuat di lingkungan PLN UIP SBU. Kami dari Serikat Pekerja sangat mendukung kegiatan sosial seperti ini karena tidak hanya mempererat hubungan antarpegawai, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan,” ucap Emir.

Sementara itu, Aditya Gustamediano selaku perwakilan pegawai PLN UIP SBU menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan energi positif bagi seluruh pegawai setelah momentum Hari Raya Idul Fitri.“Kegiatan ini menjadi pengingat bagi kami semua untuk terus berbagi dan peduli terhadap sesama. Selain itu, silaturahmi yang terjalin juga semakin memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kedepan,” ungkap Aditya. (ila)

Ranperda Kesehatan Medan Disorot, PDIP Minta Libatkan Stakeholder, PKS Tekankan Mutu Layanan

PARIPURNA: Suasana paripurna yang membahas perubahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Sistem Kesehatan Kota Medan.
PARIPURNA: Suasana paripurna yang membahas perubahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Sistem Kesehatan Kota Medan.

Pembahasan perubahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Sistem Kesehatan Kota Medan menuai sorotan serius dari sejumlah fraksi di DPRD Kota Medan.

Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meminta agar pembahasan dilakukan melalui Panitia Khusus (Pansus) dengan melibatkan berbagai stakeholder, sementara Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menekankan pentingnya peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas.

Dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Medan, Senin (6/4/2026), anggota DPRD Medan Johannes Hutagalung menyampaikan bahwa perubahan Ranperda Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan perlu dibahas secara komprehensif agar mampu menjawab berbagai persoalan layanan kesehatan di tengah masyarakat.

Menurutnya, Fraksi PDIP sejak awal mendukung perubahan Ranperda tersebut karena bertujuan untuk menjamin kesehatan masyarakat. Namun, pembahasan yang lebih mendalam dinilai penting agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar efektif dan tepat sasaran.

“Dengan pembahasan melalui Pansus dan melibatkan berbagai pihak, kami berharap seluruh persoalan dalam layanan kesehatan bisa terjawab dan diatasi secara maksimal,” ujarnya.

Johannes menjelaskan, terdapat enam pilar transformasi kesehatan yang menjadi acuan dalam perubahan Ranperda tersebut, sesuai dengan arahan pemerintah pusat. Keenam pilar tersebut meliputi layanan rujukan, layanan primer, ketahanan kesehatan, sumber daya manusia kesehatan, teknologi kesehatan, serta pembiayaan kesehatan.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya integrasi sistem informasi kesehatan melalui penerapan rekam medis elektronik yang terhubung dengan platform Satu Sehat maupun sistem rumah sakit online. Langkah ini dinilai krusial dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Medan.

Ia menegaskan, perubahan Ranperda ini bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas layanan di seluruh fasilitas kesehatan, baik rumah sakit maupun layanan kesehatan lainnya, sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih komprehensif kepada masyarakat.

“Kami berharap pembahasan lanjutan dapat segera dilakukan sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Fraksi PDIP juga menyoroti persoalan data penerima bantuan sosial (bansos) yang dinilai belum tepat sasaran. Johannes mengungkapkan, pihaknya masih menerima banyak laporan dari masyarakat terkait ketidaktepatan distribusi bansos.

Menurutnya, masih ditemukan warga kurang mampu yang tidak menerima bantuan, sementara masyarakat yang tergolong mampu justru mendapatkan bantuan tersebut. Hal ini dinilai sebagai indikasi kurang optimalnya proses verifikasi data oleh instansi terkait.

“Kami menilai Dinas Sosial Kota Medan belum serius dalam melakukan verifikasi data. Kami meminta Wali Kota Medan untuk menyikapi hal ini secara serius karena menyangkut kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Fraksi PKS melalui juru bicaranya, Ade Taufiq, turut menyoroti berbagai persoalan dalam sistem pelayanan kesehatan di Kota Medan yang dinilai masih memerlukan pembenahan secara menyeluruh.

Dalam pandangannya, pelayanan kesehatan merupakan bagian dari amanat konstitusi yang mewajibkan pemerintah untuk menyediakan layanan yang merata, adil, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.

“Pemerintah wajib menjamin akses pelayanan kesehatan yang merata bagi semua penduduk sebagai bagian dari tanggung jawab dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

PKS menilai, penyelenggaraan pelayanan kesehatan saat ini belum sepenuhnya mampu menjawab kompleksitas kebutuhan masyarakat, terutama di tengah perkembangan teknologi medis yang semakin canggih dan membutuhkan biaya besar.

Selain itu, sistem pelayanan kesehatan yang semakin berbasis teknologi juga menuntut pengelolaan yang profesional oleh institusi yang andal, serta metode pelayanan yang efektif dan efisien agar mampu memberikan kepuasan kepada masyarakat.

Fraksi PKS menekankan bahwa peningkatan mutu pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas utama. Hal ini karena tingkat kepuasan masyarakat menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur keberhasilan pelayanan sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Mutu pelayanan kesehatan mencerminkan sejauh mana layanan mampu memenuhi kebutuhan pasien serta memberikan kepuasan bagi masyarakat sebagai pengguna layanan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, PKS juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program Universal Health Coverage (UHC) di Kota Medan yang dinilai telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan.

Meski demikian, PKS mencatat masih adanya berbagai masukan dari masyarakat terkait kemudahan akses program serta kualitas pelayanan yang dinilai belum optimal.

Lebih lanjut, Fraksi PKS menekankan pentingnya penyesuaian perubahan Ranperda Sistem Kesehatan Kota Medan dengan berbagai regulasi nasional. Di antaranya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, serta Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 6 Tahun 2024 tentang Standar Teknis Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal Kesehatan.

Penyesuaian tersebut dinilai penting agar berbagai kebijakan yang dihasilkan memiliki landasan hukum yang kuat sekaligus mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan di masa depan.

Dalam rapat tersebut, Fraksi PKS juga menyampaikan sejumlah pertanyaan kepada Pemerintah Kota Medan sebagai bahan evaluasi. Pertanyaan tersebut meliputi evaluasi penerapan Perda Nomor 4 Tahun 2012, upaya peningkatan mutu layanan fasilitas kesehatan, perbaikan sistem rujukan pasien, hingga langkah konkret dalam memperkuat upaya promotif dan preventif melalui pola hidup bersih dan sehat.

“Fraksi PKS berharap perubahan Ranperda ini dapat memberikan kepastian hukum dalam penyelenggaraan sistem kesehatan sekaligus menjadi solusi atas berbagai persoalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat,” pungkasnya. (map/ila)

Tes Urine Pegawai Lapas Medan, 128 Dinyatakan Negatif Narkoba

TES URINE: Pegawai Lapas Medan, melaksanakan tes urine dalam rangka deteksi dini penyalahgunaan narkoba. (Dok. Ist)
TES URINE: Pegawai Lapas Medan, melaksanakan tes urine dalam rangka deteksi dini penyalahgunaan narkoba. (Dok. Ist)

Sebanyak 128 pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan, dinyatakan negatif narkoba setelah mengikuti tes urine yang dilaksanakan usai Apel Bersama jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan Medan sekitarnya, Senin (6/4).

Kegiatan digelar di halaman Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, menjadi bagian dari upaya penguatan integritas serta deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Lapas Kelas I Medan Fonika Affandi, mengatakan pemeriksaan tersebut merupakan langkah nyata memastikan seluruh petugas tetap profesional dan berintegritas dalam menjalankan tugas.

“Tes urine ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan seluruh jajaran Lapas Kelas I Medan bersih dari narkoba. Hasil negatif ini menunjukkan keseriusan kami dalam menjaga integritas dan profesionalitas,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengawasan internal akan terus diperkuat melalui berbagai langkah preventif, termasuk pemeriksaan berkala guna mencegah adanya pelanggaran yang dapat mencoreng citra institusi.

Selain itu, Fonika juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab seluruh petugas sebagai garda terdepan dalam mendukung program Pemasyarakatan Bersih dari Narkoba (Bersinar).

“Integritas petugas menjadi faktor utama dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antar satuan kerja pemasyarakatan di Sumatera Utara semakin solid, sekaligus mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (man/ila)

Bantu Supaya Pelanggan Bisa Tetap Terhubung Meski Kuota Habis, Telkomsel Integrasikan Mode Dasar Instagram dengan SIMPATI

Telkomsel integrasikan Mode Dasar Instagram (Instagram Basic Mode) untuk pelanggan SIMPATI, yang memungkinkan pelanggan tetap terhubung dengan fitur inti dan komunitas di Instagram saat sisa kuota mencapai nol, yang tersedia sejak 13 Februari 2026. Hal ini mempertegas komitmen Telkomsel dalam menghadirkan pengalaman akses digital yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia.
Telkomsel integrasikan Mode Dasar Instagram (Instagram Basic Mode) untuk pelanggan SIMPATI, yang memungkinkan pelanggan tetap terhubung dengan fitur inti dan komunitas di Instagram saat sisa kuota mencapai nol, yang tersedia sejak 13 Februari 2026. Hal ini mempertegas komitmen Telkomsel dalam menghadirkan pengalaman akses digital yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mempertegas komitmen dalam menghadirkan pengalaman akses digital yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia, Telkomsel mengumumkan integrasi Mode Dasar Instagram (Instagram Basic Mode) untuk pelanggan SIMPATI, memungkinkan pengguna tetap bisa mengakses Feed, Stories, dan Pesan meskipun kuota data telah habis.

Tersedia sejak 13 Februari 2026, Mode Dasar Instagram memastikan pelanggan tetap terhubung dengan fitur inti dan komunitas di Instagram saat sisa kuota mencapai nol. Ketika pelanggan ingin menikmati seluruh pengalaman Instagram secara penuh, mereka dapat membeli paket data langsung dari dalam aplikasi melalui alur yang sederhana dan aman, untuk segera kembali ke pengalaman lengkap tanpa jeda.

Mode Dasar Instagram memperluas keberhasilan Facebook Basic Mode dalam menjaga pelanggan tetap terhubung dengan orang-orang dan konten yang mereka sukai di momen-momen penting, sekaligus menghadirkan pengalaman yang intuitif, minim gangguan, dan tetap engaging.

Telkomsel + Meta: Pengalaman Digital yang Lebih Natural

Direktur Marketing Telkomsel, Lionel Chng, menyatakan, “Mode Dasar Instagram memungkinkan pelanggan tetap terhubung meski kuota data habis, melalui alur dalam aplikasi yang sederhana dan aman. Fokus kami adalah membantu pelanggan tetap tersambung dan dapat kembali ke pengalaman penuh secara mulus, tanpa mengorbankan kualitas maupun kemudahan.”

Tetap Terhubung ke Instagram dengan SIMPATI

Saat kuota prabayar pelanggan habis, Instagram akan menampilkan jendela pop-up yang menawarkan opsi untuk masuk ke Mode Dasar, sehingga akses ke fitur inti dan komunitas tetap terjaga. Ketika siap beralih ke pengalaman penuh, pelanggan dapat dengan mudah membeli paket data langsung di aplikasi, dan seketika kembali menikmati Instagram secara menyeluruh. Integrasi ini dirancang untuk menjaga kelangsungan pengalaman pelanggan, memastikan transaksi tetap sederhana dan aman melalui kanal resmi Telkomsel. (rel)

Hari Nelayan 2026, DPRD Medan Soroti Nasib Nelayan Belawan

Zulham Efendi.
Zulham Efendi.

Peringatan Hari Nelayan Nasional 6 April 2026 menjadi momentum refleksi atas berbagai persoalan yang masih membelit kehidupan nelayan, khususnya di kawasan Belawan. Anggota DPRD Kota Medan, Zulham Efendi, menyoroti sejumlah isu krusial mulai dari kelangkaan solar, pencemaran lingkungan, hingga rendahnya tingkat kesejahteraan nelayan.

Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menilai, hingga saat ini kehidupan nelayan masih jauh dari kata sejahtera. Tingginya biaya melaut, terutama akibat sulitnya mendapatkan bahan bakar solar, menjadi salah satu kendala utama yang terus dihadapi para nelayan di Belawan.

“Hari Nelayan ini seharusnya menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah untuk melihat langsung kondisi nelayan kita, khususnya di Belawan. Banyak nelayan yang masih membutuhkan perhatian dari sisi kesejahteraan,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Selain persoalan bahan bakar, Zulham juga menyoroti menurunnya hasil tangkapan nelayan yang dipicu oleh pencemaran lingkungan laut. Kondisi ini berdampak langsung terhadap pendapatan nelayan yang semakin tidak menentu.

Tak hanya itu, keterbatasan alat tangkap yang memadai juga menjadi hambatan bagi nelayan untuk meningkatkan produktivitas. Menurutnya, tanpa dukungan peralatan yang cukup, nelayan akan sulit bersaing dan meningkatkan hasil tangkapan mereka.

Zulham menegaskan, nelayan tidak hanya membutuhkan bantuan sesaat, tetapi program pemberdayaan yang berkelanjutan. Beberapa hal yang dinilai penting antara lain ketersediaan bahan bakar solar, bantuan alat tangkap, akses permodalan usaha, pelatihan peningkatan keterampilan, hingga jaminan asuransi bagi nelayan.

Ia juga menilai bahwa program bantuan bagi nelayan di Kota Medan perlu ditingkatkan, baik dari segi jumlah maupun kualitas, agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat pesisir.

“Kita berharap program bantuan untuk nelayan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi tepat sasaran dan berkelanjutan. Nelayan harus didukung agar mampu meningkatkan hasil tangkapan dan taraf hidup keluarganya,” katanya.

Lebih lanjut, Zulham mendorong adanya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta pihak swasta dalam memperkuat sektor perikanan. Hal ini termasuk pengembangan tempat pelelangan ikan yang lebih modern serta upaya menjaga stabilitas harga hasil tangkapan di pasaran.

Menurutnya, jika dikelola dengan baik, sektor perikanan dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

“Kedepan kita berharap nelayan bisa menjadi bagian penting dalam pembangunan bangsa. Pangan biru dan nelayan kuat, Indonesia berdaulat,” tegasnya.

Sebagai putra daerah yang berasal dari keluarga nelayan, Zulham mengaku memahami betul kondisi yang dihadapi masyarakat pesisir. Ia pun berharap, peringatan Hari Nelayan Nasional tahun ini mampu meningkatkan perhatian semua pihak terhadap nasib nelayan.

“Nelayan adalah pahlawan pangan dari laut. Sudah seharusnya mereka mendapatkan perhatian lebih agar bisa hidup lebih layak dan sejahtera,” pungkasnya. (map/ila)

Tirtanadi Klaim Tuntas Tindak Lanjut Temuan BPK, Tegaskan Tak Ada Mark-Up

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara menyatakan telah menyelesaikan seluruh tindak lanjut atas monitoring Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Wilayah 1 Sumatera Utara untuk tahun anggaran 2023. Langkah ini menjadi bukti komitmen jajaran direksi saat ini dalam menjaga akuntabilitas dan keterbukaan informasi publik.

Kepala Bidang Publikasi dan Komunikasi Perumda Tirtanadi Lokot Parlindungan Siregar mengungkapkan, penyelesaian ini didasarkan pada hasil evaluasi bersama BPK Wilayah 1 Sumut pada Semester 1 Tahun 2025. Berdasarkan surat tertanggal 24 Juli 2025, seluruh rekomendasi terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) No: 98/LHP/XVIII/Medan/12/2023 telah dinyatakan tuntas.

“Seluruh hasil monitoring telah kami tindak lanjuti. Meskipun rekomendasi tersebut ditujukan bagi periode direksi sebelumnya, jajaran direksi saat ini sangat memberikan atensi khusus dan bersikap terbuka terhadap setiap laporan, baik dari BPK maupun masyarakat,” tegas Lokot dalam siaran persnya, Senin (6/4).

Pernyataan resmi ini sekaligus menanggapi pemberitaan di salah satu media daring yang menyebut adanya dugaan mark-up pada sejumlah proyek strategis Perumda Tirtanadi. Beberapa pekerjaan yang disorot meliputi pengadaan pipa lateral, pipa transmisi, hingga renovasi menara air.

Membantah tudingan tersebut, Kepala Satuan Pengawas Intern (SPI) Perumda Tirtanadi, Perdinan Ginting, menekankan bahwa diksi yang digunakan dalam LHP BPK sangat jelas dan tidak menyebutkan adanya praktik mark-up. “Dalam pemeriksaan BPK, tidak ada kalimat mark-up. Yang ada adalah istilah ‘ketidaksesuaian’ yang harus ditindaklanjuti. BPK bekerja dengan indikator ‘sesuai’ atau ‘tidak sesuai’ terhadap suatu pekerjaan, bukan langsung menyimpulkan adanya penggelembungan harga tanpa dasar,” jelas Perdinan.

Ia menambahkan, setiap poin ketidaksesuaian yang ditemukan BPK langsung direspons dengan cepat oleh manajemen. Perumda Tirtanadi telah melaporkan kembali hasil perbaikan tersebut kepada BPK sesuai ketentuan yang berlaku, lengkap dengan bukti-bukti pendukung yang sah.

Langkah proaktif Tirtanadi dalam menyelesaikan temuan lama ini menunjukkan perubahan budaya kerja yang lebih transparan di bawah nakhoda direksi saat ini. Lokot menekankan, keterbukaan terhadap kritik dan pengawasan adalah kunci untuk memberikan pelayanan air bersih yang lebih baik bagi warga Sumatera Utara.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan untuk pembangunan infrastruktur, seperti pipa dan menara air, dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” pungkas Lokot. (adz/ila)

Seleksi Komisioner KIP, Masyarakat Diminta Ikut Mengawal

Anggota Komisi A DPRD Sumut, Berkat Kurniawan Laoli
Anggota Komisi A DPRD Sumut, Berkat Kurniawan Laoli

Proses seleksi calon komisioner Komisi Informasi Publik (KIP) Sumatera Utara kini memasuki tahap pendaftaran calon. Komisi A DPRD Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk mengawal proses tersebut agar berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari intervensi pihak mana pun.

Anggota Komisi A DPRD Sumut, Berkat Kurniawan Laoli, menyampaikan bahwa pihaknya telah terlibat aktif dalam proses seleksi ini sejak tahun lalu hingga memasuki tahap awal pendaftaran.

“Proses seleksi KIP ini sudah berjalan sejak tahun lalu. Komisi A akan menggelar rapat bersama pihak terkait untuk menyusun jadwal tahapan seleksi secara menyeluruh,” ujar Berkat saat memberikan keterangannya kepada Sumut Pos, Senin (6/4/2026).

Ia menjelaskan, dalam waktu dekat Komisi A akan melakukan koordinasi lanjutan dengan pihak-pihak teknis guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Berkat menekankan pentingnya menjaga integritas dalam proses seleksi. Ia menegaskan bahwa DPRD Sumut tidak akan mentolerir adanya intervensi dari pihak luar yang dapat mencederai proses demokratis dalam penentuan komisioner KIP.

“Kami menolak segala bentuk intervensi. Yang kita harapkan adalah komisioner yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas, integritas, dan memenuhi seluruh kualifikasi yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Dalam rangka menjamin keterbukaan, Komisi A juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal jalannya proses seleksi. Berkat menyebut, masyarakat tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga memiliki kesempatan untuk ikut serta sebagai calon komisioner.

“Kami mengajak masyarakat untuk ikut mengawal proses ini. Bagi yang memenuhi syarat dan memiliki kompetensi, silakan mendaftarkan diri. Semua informasi terkait seleksi akan disampaikan secara terbuka melalui website resmi pemerintah dan KIP,” katanya.

Selain itu, DPRD Sumut juga akan melaksanakan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap para calon yang lolos seleksi administrasi. Namun, Berkat menyebutkan bahwa mekanisme detail dari tahapan tersebut masih menunggu daftar resmi calon yang akan diajukan.

“Nantinya DPRD akan melakukan fit and proper test, tetapi teknisnya masih kita tunggu setelah daftar nama calon yang lolos seleksi awal sudah ditetapkan,” jelasnya.

Peran media juga dinilai sangat penting dalam memastikan transparansi proses seleksi. Komisi A berharap media dapat menjadi mitra strategis dalam mengawal setiap tahapan agar berjalan terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

“Kami juga mengundang rekan-rekan media untuk bersama-sama mengawal proses ini, supaya semua tahapan berjalan transparan dan akuntabel,” pungkas Berkat. (san/ila)