Home Blog Page 1051

Berawal dari Penasaran, Kini Dewi Sartika Siap Tampil di PON 2024

Dewi Sartika Nasution

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berawal dari penasaran, Dewi Sartika Nasution memutuskan menekuni olahraga gulat. Meski sempat dilarang orang tua, atlet 21 tahun tersebut kini telah meraih segudang prestasi.

Ya, Dewi Sartika pertama kali mengenal gulat pada tahun 2016 lalu. Saat itu, dia masuk menempuh pendidikan di SMP Negeri 3 Medan.

“Awalnya PGSI Kota Medan mengadakan satu kegiatan di sekolah kami. Tujuannya untuk mencari atlet-atlet yang ingin berlatih gulat. Saya kemudian asal ikut-ikutan saja,” ujar Dewi Sartika.

Tak lama setelah ikut-ikutan berlatih gulat, wanita kelahiran 2 Maret 2002 ini turut tampil pada Kejuaraan Antar Pelajar tingkat Kota Medan. Hasilnya, dia mengalami kekalahan.

Meski kalau, Dewi tidak putus asa. Justru putri pasangan Asman Nasution dengan Siti Asum ini semakin penasaran. Dia pun semakin giat berlatih.

“Saya semakin penasaran dengan gulat. Tapi saat itu, orang tua juga tidak mendukung. Mereka menilai anak perempuan tidak cocok dengan olahraga ini,” ungkap mahasiswa STOK Bina Guna tersebut.

Larangan itu semakin menambah semangat alumni SMA Negeri 14 Medan tersebut. Dua bulan kemudian, dia berhasil meraih medali perak di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Sumut tahun 2016. Kegigihan dan semangat tersebut membuat kedua orang tuanya goyah dan berbalik memberikan dukungan.

“Setelah kedua orang tua memberi dukungan, saya semakin termotivasi meraih prestasi,” ucapnya.

Deretan prestasi pun diraih atlet yang selalu menggunakan hijab ini. Dia beberapa kali juara di Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan. Kemudian juara Piala Gubsu, Piala Wali Kota Sidempuan.

Dewi juga mulai berbicara di tingkat nasional. Dia meraih perunggu Kejurnas Gulat U-23 tahun 2019. Kemudian perak di Kejurnas Gulat U-23 tahun 2022. Dia juga dipanggil Pelatnas untuk tampil ke World Wrestling Beach Game di Singapura, meski masih gagal.

Kini anak kedua dari tiga bersaudara tersebut masuk Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) menuju PON 2024. Dia masuk Pelatda setelah menjadi juara kelas gaya bebas 50 kg putri pada Selekda Sumut 2022.

Bergabung dengan Pelatda PON Sumut, Dewi fokus mengasah kemampuan. Dia berlatih 10 sesi dalam seminggu. “Saat ini saya fokus mempersiapkan diri ke PON 2024 mendatang dengan latihan keras,” tegasnya.

Dewi memiliki misi melaju hingga final kelas 50 kg pada PON 2024 mendatang. Untuk mewujudkan mimpi tersebut, dia sadar perjalanan akan berat. Apalagi akan bertemua dengan saingan terberatnya dari Kalimantan Timur.

“Untuk kelas gaya bebas 50 kg putri, saingan terberat mungkin dari Kalimatan Timur. Mereka memiliki atlet Pelatnas di kelas itu. Saya sudah pernah bertemu. Untuk mengalahkannya, saya perlu persiapan matang dengan berlatih keras,” pungkasnya. (dek)

Bocah 9 tahun Hanyut Terseret Arus

ihsan/sumutpos EVAKUASI: Waga berkerumun di lokasi kejadian tempat Aditia (9) terpeleset ke dalam sungai di belakang rumahnya, di Dusun 20 lorong Pertanian Block Gading, Desa Klambir Lima Kebun, Hamparan Perak, Kamis (19/10) sekira pukul 18.00 WIB.

HAMPARAN PERAK, SUMUTPOS.CO – Aditia (9) terpeleset ke dalam sungai di belakang rumahnya di Dusun 20 lorong Pertanian Block Gading, Desa Klambir Lima Kebun, Kecamatan Hamparan Perak. Bocah Kelas IV SDN 205283 itu jatuh ke Sungai Kamis (19/10) sore sekira pukul 18.00 WIB.

Dari keterangan warga, sore itu Aditia bermain bola beserta rekan rekannya di halaman belakang rumahnya. Bibir sungai hanya berjarak 10 meter dari mereka bermain. Bola menggelinding ke sungai, Aditia berusaha mengejar bola yang sudah jatuh ke sungai.

Sebelumnya kejadian tersebut, rekannya sudah melarang agar jangan mengejar bola hingga ke tengah. Apa lacur, secepat kilat Aditia anak dari pasangan Indrawan dan Tiwik itu tenggelam, namun tangannya masih terlihat melambai. Rekannya sontak ketakutan menjerit dan mengabarkan kepada warga. Secepat itu pula Aditia sudah tak kelihatan. Warga berusaha mencari menyisir sungai hingga radius 2 KM, tapi tanda-tanda keberadaan Aditia tak juga terlihat.

Hingga berita ini diturunkan warga semakin ramai ikut mencari, dibantu tim SAR dan sesepuh yang paham tentang situasi sungai. Kades Suprayogo turut larut dalam pencarian sembari memberi semangat kepada warga untuk tetap menyisir pinggiran sungai.(mag-1/ila)

Persempit Ruang Gerak Peredaran Narkoba, Poldasu Razia di Perbatasan Aceh-Sumut

APEL: Personel polisi saat mengikuti apel sebelum melakukan razia gabungan di Perbatasan Sumut-Aceh, pada Kamis (19/10) malam hingga Jumat (20/10). istimewa/SUMUT POS.

SUMUTPOS.CO – Sejak menjabat Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi terus menyosialisasikan 5 program prioritas agenda kerjanya, di antaranya menghadirkan ruang publik aman dan nyaman serta narkoba musuh bersama.

Dalam merealisasikan program kerhanya tersebut, pihaknya melakukan razia gabungan di Perbatasan Sumut-Aceh, pada Kamis (19/10) malam hingga Jumat (20/10).

Razia di mulai pukul 21.30-03.00 WIB. Sebelum razia, terlebih dahulu apel, yang dilaksanakan di depan Polsek besitang Polres Langkat, dipimpin Kasubdit IV Dit Intelkam Polda Sumut, AKBP Masana, dengan melibatkan sebanyak 50 orang personel.

Setiap kendaraan yang melintas di lokasi razia tepatnya di Jalan Lintas Medan-Banda Aceh depan Polsek Besitang diberhentikan dan diperiksa secara teliti dengan menggunakan metal detektor dan anjing pelacak. Razia ini juga langsung diikuti Kasubbid lV Intelkam, Kasatreskrim, Kasat Intel dan Kapolsek Besitang Polres Langkat Polda Sumut.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi menyampaikan, razia ini merupakan upaya mempersempit ruang gerak peredaran narkoba di Sumut. “Narkoba musuh bersama, polisi terus bergerak secara masiv memberantasnya, dan ini merupakan 1 di antara 5 ‘Prioritas Kita’ sebagai upaya menjadikan Sumut bersih dari peredaran Narkoba,” tegas Hadi, Jumat (20/10).

Ia menambahkan, selain narkoba musuh bersama, untuk penanganan area publik aman dan nyaman, Polda Sumut juga berkomitmen menurunkan aksi kejahatan jalanan, pengendalian premanisme dan menjaga ketertiban umum.

“Pak Kapolda Agung terus menggelorakan narkoba musuh bersama dengan berbagai pengungkapan jaringan, bandar dan penanganan pengguna narkoba. Berdsarkan data terbaru, ada lebih dari 1.415 tersangka narkoba yang ditangkap Polda Sumut,” pungkasnya. (dwi/ila)

Usbat Ganjar Edukasi Masyarakat Pentingnya Jaga Kelestarian Alam Dengan Tanaman Mangrove

Koordinator Daerah (Koorda) Usbat Ganjar Kabupaten Langkat, Muhammad Rizki menjelaskan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan saat bersama warga menanam bibit mangrove di Desa Selotong, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumut, Jumat (20/10).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Sukarelawan Ustad Sahabat (Usbat) Ganjar Sumatra Utara berpartisipasi dalam menjaga proses kelestarian alam lingkungan pesisir di Desa Selotong, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumut, Jumat (20/10).

Loyalis Ganjar Pranowo menginisiasi kegiatan edukasi penanaman mangrove. Tak pelak, aksi Usbat Ganjar Sumut itu meraup antusiasme masyarakat mulai dari anak-anak muda hingga dewasa.

Menurut Koordinator Daerah (Koorda) Usbat Ganjar Kabupaten Langkat, Muhammad Rizki pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup membawa beragam dampak positif bagi kelangsungan hidup masyarakat.

“Masyarakat sangat antusias terhadap kegiatan seperti ini karena dapat membantu daripada lingkungan hidup yang ada di daerah mereka, sehingga kehidupan yang ada di Desa Selotong ini dapat diperbaiki dengan lebih baik lagi ke depan,” kata dia di lokasi.

Pohon mangrove atau juga dikenal juga dengan bakau adalah jenis tanaman yang tumbuh di semak-semak atau hutan lebat di muara, rawa, atau pantai. Penanaman mangrove berguna untuk membantu menstabilkan ekosistem dan mencegah abrasi.

Sejumlah upaya yang dilakukan Usbat Ganjar mulai dari edukasi hingga aksi penanaman mangrove bertujuan untuk memberi rasa aman dan nyaman masyarakat sehingga memitigasi terjadinya abrasi.

Rizki mengajak masyarakat setempat untuk selalu menjaga lingkungan serta berperan aktif memitigasi bencana di wilayahnya, salah satunya dengan menanam dan merawat kawasan mangrove itu.

“Harapan kita bagaimana kegiatan ini mampu untuk menahan dan memperbaiki ekosistem di daerah pesisir pantai khususnya di desa kita ini di Selotong dan juga menahan-nahan abrasi dan juga banjir yang ada di daerah pesisir pantai,” jelas dia. (rel/tri)

Ganjar Bidani Lahirnya Undang-Undang Kewarganegaraan

Foto: Tim Media Ganjar Pranowo BERBAGI PENGALAMAN: Ganjar Pranowo menghadiri kuliah umum di Universitas Katholik Parahyangan Bandung, pada Rabu (11/10).

SUMUTPOS.CO – BAKAL calon presiden (bacapres) 2024 Ganjar Pranowo berperan besar dalam penghapusan diskriminasi terhadap warga minoritas atau keturunan Tionghoa. Sewaktu menjabat Anggota DPR RI, Ganjar membidani lahirnya Undang-Undang No 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan.

Saat itu aturan kewarganegaraan masih mendiskriminasi warga minoritas. UU 62/1958 membedakan warga negara Indonesia dan keturunan. Ganjar yang lolos Pemilu Legislatif 2004 menyerap kegelisahan ini. Bersama teman-temannya di DPR ia membidani lahirnya UU 12/2006 tentang Kewarganegaraan.

Waktu itu, kemunculan undang-undang ini disambut suka cita. Pasalnya, UU ini mengusung prinsip kesetaraan, tidak ada diskriminasi, menjunjung tinggi HAM, kesetaraan gender, dan hak-hak yang sama antarwarga negara. Tidak ada lagi pemisahan WNI dan keturunan. Yang ada hanya WNI dan warga negara asing.

UU tersebut juga menguatkan status anak pada tiga kelompok rentan. Yakni, anak dari perkawinan campur sah orangtua asing dan Indonesia, anak di luar perkawinan sah orangtua asing dan Indonesia, serta pengukuhan status WNI anak yang lahir di Indonesia walaupun status orangtuanya tidak diketahui atau meninggal.

“Undang-undang ini menguatkan bahwa anak dengan status rentan misalnya tiga contoh itu akan diakui, dilindungi, dan diperlakukan sebagai WNI,” ujar Ganjar saat memberikan kuliah umum dengan tema Peran Pemuda dalam Masa Depan Politik Indonesia di Universitas Katholik Parahyangan Bandung, pada Rabu (11/10).

Ganjar menceritakan hal itu sebagai contoh bagaimana anak muda bisa terlibat dalam sistem, untuk mengubah kondisi sosial masyarakat menjadi lebih baik.”Ada dua cara terlibat, di dalam sistem seperti saya dengan masuk DPR dan menghasilkan undang-undang tersebut atau di luar sistem dengan menjadi pengawas pemerintah,” katanya.

Dua-duanya menurut Ganjar bagus asal dijalankan dengan sungguh-sungguh, komitmen pada bangsa dan negara, serta integritas dan keberpihakan pada kepentingan rakyat.

Selama menjabat sebagai Gubernur Jateng, Ganjar juga sangat peduli terhadap kesetaraan. Terbukti, indeks ketimpangan gender (IKG) di Jateng menurun. IKG Jawa Tengah pada 2022 sebesar 0,371, turun 0,006 poin dibandingkan tahun 2021 yang sebesar 0,377. Hal ini terutama karena dipengaruhi dimensi kesehatan reproduksi dan dimensi pasar tenaga kerja.

Kuliah umum dihadiri lebih dari seribu mahasiswa. Mereka nampak antusias menyimak pemaparan gagasan Ganjar selama hampir dua jam. Sedianya panitia mengundang tiga bakal calon presiden, yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto. Namun hanya Ganjar yang memenuhi undangan tersebut.

Warga etnis Tionghoa Sumut, Putri Yap (35) menyebutkan, apa yang menjadi gagasan dari Ganjar terkait dengan UU No. 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan sangat positif. Dimana menurut Putri itu sangat baik dan menjadikan anak keturunan mendapatkan pengakuan status kewarganegaraannya. (wir/ika)

Gen Z Embrio Baru Mediator Sumut

Workshop yang dibawakan langsung oleh mediator, Kadri Boy Ladani Tarigan Aula kampus Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) PSDKU Medan Jalan Guru Sinumba, Helvetia Ujung Medan, Jumat, (20/10).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan anak muda generasi Z yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Solagratia Creative Community mengikuti kegiatan workshop dengan thema ‘Pentingnya Mediasi di Kalangan Generasi Z’. Kegiatan berlangsung di Aula kampus Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) PSDKU Medan Jalan Guru Sinumba, Helvetia Ujung Medan, Jumat, (20/10).

Dalam kegiatan itu para Gen Z dibekali ilmu pengetahuan tentang pengertian dan proses mediasi serta peran mediator atau fasilitator dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dalam penyelesaian konflik. Diantaranya konflik agama, konflik antar budaya, kelompok dan golongan yang terjadi di tengah-tengah Masyarakat.

Peserta yang lahir dari pertengahan tahun 1990-an sengaja dipilih karena generasi tersebut merupakan generasi yang dianggap rentan terpapar informasi dan komunikasi melalui teknologi digital.

Generasi ini memiliki akses ke berbagai pandangan, informasi, dan perspektif yang berbeda dari seluruh dunia. Kecenderungan inilah yang dapat menyebabkan konflik, ketidaksetujuan, dan misinterpretasi yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Gen Z dalam berkomunikasi yang efektif, menjadi pendengar yang baik, mengajarkan pentingnya pemahaman terhadap perbedaan dan penyelesaian konflik yang damai dan konstruktif.

Workshop ini dibawakan langsung oleh mediator, Kadri Boy Ladani Tarigan yang telah mengikuti pelatihan mediator profesional selama tujuh hari dan berhasil melewati ujian di Medan beberapa waktu yang lalu. Dalam materinya Kadri menyampaikan bahwa mediasi diperlukan untuk menciptakan perdamaian.

Kadri juga menjelaskan dengan gamblang bagaimana peran seorang mediator dalam melakukan mediasi diantara pihak yang berkonflik, alur kerja mediasi dan memberikan contoh yang konkret dan kerap ditemui di lingkungan Gen Z serta lima kode etik yang harus dipatuhi mediator dalam menjalankan profesinya.

“Ya, workshop ini memang sengaja dipilih untuk kalangan Generasi Z. Supaya embrio-embrio mediator penebar kedamaian di Sumut ini tetap lahir. Mudah-mudahan kedepannya mereka akan terus kita didik supaya skill menjadi mediator itu terus melekat dan berpengaruh di masyarakat Sumut khususnya,” ungkap Kadri.

Dalam kegiatan turut hadir Kepala Unit kampus Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) PSDKU Medan, Komda Saharja, S.Kom, M.Pd dan Koordinator Unit Kegiatan Mahasiswa SCC, Sidang Perangin Angin M.Kom.

Pihak kampus menyambut baik kegiatan positif ini terutama untuk membentuk karakter mahasiswa. “Silahkan mengikuti kegiatan positif ini, jadikan pelajaran dan ilmu yang berharga untuk menebar kebaikan dan kasih kepada orang lain,” ungkap Komda.

Hal senada juga disampaikan Koordinator UKM SCC, Sidang Perangin angin. Sidang menilai UKM SCC harus bisa secara rutin melaksanakan kegiatan yang serupa kedepannya. “Ini harus menjadi perhatian pengurus SCC, kegiatan workshop seperti ini harus rutin dilaksanakan untuk menambah wawasan dan pengalaman untuk membuat kebaikan,” ungkap Sidang.

Salah satu peserta, Maria Sembiring mengatakan bahwa workshop ini sangat bermanfaat baginya. Melalui pemaparan materi, Maria bisa mengetahui apa yang harus dilakukan bila menghadapi sebuah konflik. “Kiranya kegiatan workshop ini bisa terus dilakukan untuk menciptakan kedamaian dan lebih bisa lagi dalam mengambil keputusan yang lebih baik, menemukan titik terang dari kedua belah pihak tanpa harus main hukum sendiri,” pungkas Maria. (rel/tri)

Pengurus PSBI Wilayah Medan Resmi Dilantik, Ini Pesan Ketum Effendi Simbolon

Ketua Umum PSBI, Dr Effendi MS Simbolon.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus Punguan Simbolon Dohot Boruna se-Indonesia (PSBI) Wilayah Medan Periode 2023-2028, resmi dilantik langsung oleh Ketua Umum PSBI, Dr Effendi MS Simbolon. Pelantikan berlangsung, di Convention Hall Bina Media, Kampus UNIKA, Jalan Setia Budi, Kota Medan, Jumat (20/10) kemarin.

Selain pelantikan Pengurus PSBI Wilayah Medan Periode 2023-2028, dilakukan Konfetensi Wilayah (Konferwil). Sedangkan, tema yang diangkat pada acara ini “Konsolidasi PSBI Wilayah Medan Menuju Kemandirian” dengan sub tema “Melalui Konferwil Tahun 2023, Kita Bangun PSBI Wilayah Medan Agar Menjadi Teladan di Tengah-tengah Masyarakat”.

Ketua Umum Punguan Simbolon Dohot Boruna se-Indonesia (PSBI) Dr Effendi MS Simbolon, saat menyampaikan kata sambutan, mengajak seluruh anggota PSBI untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dan pelayanan.

“Tapi untuk hal negatif, tidak. Kita ini berbasis kekerabatan. Kita ini (PSBI) secara naluriah bersatu, bukan karena profesi,” kata Effendi Simbolon di hadapan ratusan anggota PSBI yang hadir.

Effendi Simbolon yang juga anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, yang membidangi ranah pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika, serta intelijen, menegaskan, bangsa-bangsa besar tidak pernah melupakan sejarah.

“Maka, kita harus praktekkan, terus mencari sejarah-sejarah tentang identitas kita, agar kita menjadi bangsa besar,” ucapnya.

Effendi Simbolon juga mengucapkan selamat kepada Ketua PSBI Wilayah Medan Periode 2023-2028 yang keterpilihannya melalui voting. Diakui Effendi, dirinya sempat merasa kaget atas proses pemilihan lewat voting.

“Kaget juga sebenarnya. Tapi, terima kasih, pesan saya, program tidak usah muluk-muluk, yang penting bermanfaat dan berjalan,” ujarnya.

Kepada Ketua Panitia, Togar Simbolon, secara pribadi Effendi mengucapkan terima kasih, karena kegiatan berjalan dengan baik, dan demokrasi.

“Walaupun kita tidak berharap voting, karena bagi kami di politik, voting menyakitkan. Tapi, saya salut dengan Medan, luar biasa, lebih maju,” kata Effendi.

Effendi berpesan, untuk melayani di 34 sektor PSBI Wilayah Medan sekitarnya, maka mekanisme harus dicarikan. Dirinya juga sudah mendengar visi dan misi Ketua PSBI Wilayah Medan yang baru.

“Menurut saya, bagus. Percayalah, setiap kebaikan yang kau lakukan, Tuhan akan membalasnya dengan kebaikan,” pesan Effendi ke Ketua PSBI Wilayah Medan beserta pengurus.

Pada kesempatan ini, Effendi juga mengajak Togar Simbolon, Ketua Panitia acara untuk menjadi pengurus di tingkat PSBI Pusat, karena dinilai memiliki kinerja yang bagus dalam menangani setiap kegiatan organisasi.

“Saya ajak Togar Simbolon untuk menjadi pengurus PSBI Pusat, ya,” ucap Effendi ke Togar, dan langsung dijawab, “Iya,” oleh Togar.

Ketua PSBI Wilayah Medan, Anggiat P Simbolon menyampaikan terima kasih karena diberi kepercayaan memimpin. Kepada seluruh pengurus yang dilantik, sebutnya, hari ini berkesan karena mendapat tantangan besar.

“Segala upaya yang telah disiapkan, melalui Konferwil ini apa pun hasilnya bisa diterima. Bagaimana membawa PSBI Medan semakin solit dan kompak, kira harus saling mengasihi satu sama lain,” sebutnya.

Anggiat juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh sektor, Ina PSBI Wilayah Medan, dan teman-teman sekalian yang hadir pada Konferwil dan pelantikan. Anggiat mengaku, ini adalah tantangan berat, tidak hanya dilantik, tapi tanggung jawab. Harus bisa bekerja.

“Bagi saya program harus bisa berjalan, dan saya terima kasih kepada Bapak Ketua Umum serta seluruh yang hadir di sini. Terima kasih banyak. Semoga Tuhan memberikan berkat kepada kita, dan PSBI semakin maju,” pungkasnya.

Sebelum Konferwil, terlebih dahulu dimulai dengan acara kebaktian oleh seluruh peserta yang hadir. Khotbah oleh Pastor Ignasius Simbolon OFM.Cap

Pelantikan Pengurus PSBI Wilayah Medan Periode 2023-2028 telah sesuai SK Nomor 0167112023 PSBI, yang dikeluarkan PSBI Pusat, ditetapkan di Jakarta, 20 Oktober 2023.

Pengurus Ina PSBI Wilayah Medan, Sumut, Periode 2023-2028, turut dilantik langsung oleh Ketua Umum Ina PSBI Pusat, istri Ketua Umum PSBI Effendi Simbolon, Dra. Dessy Trinita br. Tobing.

Sementara itu, diketahui ada sejumlah orang anggota PSBI maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Mereka didoakan serta memohon dukungannya agar bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat.(gus)