31 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 1063

STIKes Mitra Husada Medan dan Desa Bangun Rejo Gelar Pengabdian Edukasi Deteksi Dini Demensia

EDUKASI: Tim PKM STIKes Mitra Husada Medan berkolaborasi dengan Desa Bangun Rejo melakukan edukasi deteksi dini demensia pada Lansia melalui brain gym.STIMEWA.

TIM Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (PKM STIKes) Mitra Husada Medan berkolaborasi dengan Desa Bangun Rejo Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang untuk kegiatan PKM di balai desa tersebut. Tim PKM memenangkan dana hibah dari Kemdikbukristek tahun anggaran 2023.

Tim PKM STIKes Mitra Husada Medan mengadakan kegiatan edukasi deteksi dini demensia pada Lansia melalui brain gym. Kegiatan ini diketuai Eva Ratna Dewi, SST., MKM (dosen Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi) dengan tiga anggota dosen yaitu Ingka Kristina Pangaribuan, S.Tr.Keb., Bd., M.Kes., Ph.D (Prodi Kebidanan Program Sarjana), Marliani, SST., MKM (Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi) dan Nur Azizah, SST., MKM (Prodi Kebidanan Program Diploma Tiga).

Tim PKM dibantu dua mahasiswa yaitu Wahyu Lidya Marpaung dan Lilis Hartati Berutu. Bersama tim kelompok juga hadir tim nara sumber yaitu Petra Dian Sari Juga S.Keps., Ns., M.Kep didampingi Kasmiyati (sekretaris Desa Bangun Rejo) yang mewakili kepala Desa Bangun Rejo.

Kegiatan berlangsung pada 30-31 Agustus 2023 untuk melihat perubahan yang terjadi pada 40 Lansia di Desa Bangun Rejo, Kabupaten Deliserdang. Peserta terdiri dari perangkat desa, kepala desa (diwakili Sekdes), kader dan nara sumber.

Dalam PKM, diperkenalkan tim dan dijelaskan tujuan dari pengabdian masyarakat. PKM ini untuk membantu masyarakat terutama Lansia agar dimasa tua tidak mengalami demensia sehingga lansia bisa berproduktivitas dimasa tua dengan baik dan bahagia tanpa kesulitan mengingat semua pengetahuan yang dimiliki.

Kegiatan juga bertujuan untuk peningkatan kualitas tenaga kesehatan dalam Kemudian memberi edukasi deteksi dini tentang demensia pada Lansia, meningkatkan stimulus pengetahuan lansia dengan senam brain gym secara mandiri yang dapat dilakukan Lansia dengan melihat video pelaksanaan senam brain gym.

Untuk memudahkan kegiatan ini bisa dilakukan secara mandiri video dan leaflet diberikan kepada Lansia agar memudahkan melakukan senam brain gym.

Hal ini agar angka kejadian demensia semakin berkurang. Kebermanfaatan didapatkan para Lansia. ”Setelah senam brain gym, dapat merelaksasi otot. Lebih rileks, badan jadi enak,” ungkap Suparti.

Lansia yang mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat ini juga merasa enak. ”Senamnya mudah untuk diikuti dan mudah untuk diingat gerakannya,” sebut Suparti.

Para kader juga sangat antusias dan ingin menjadikan senam brain gym ini untuk kegiatan-kegiatan Posyandu Lansia.

Misno, kepala Desa Bangun Rejo mengucapkan terima kasih kepada Tim PKM STIKes Mitra Husada Medan yang melaksanakan kegiatan bagi para Lansia. Sebab telah membantu desa dalam menyejahterakan para Lansia dengan kegiatan yang bermanfaat.

Misno selaku kepala desa juga akan menyambut dengan hangat dan tangan terbuka jika kegiatan ini bisa dilakukan secara berkelanjutan.

Ketua PKM STIKes Mitra Husada Medan mengucapkan terima kasih pada kepala Desa Bangun Rejo dan Dr Siti Nurmawan Sinaga SKM., M.Kes sebagai ketua STIKes Mitra Husada Medan atas berbagai masukan sehingga kegiatan berjalan lancar dengan memberi pelayanan yang service excellent. (dmp)

STIKes Mitra Husada Gelar PKM di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Baru

KOLABORASI: Tim PKM STIKes Mitra Husada Medan berkolaborasi dengan Puskesmas Kampung Baru melakukan PKM di wilayah kerja Puskesmas Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun.ISTIMEWA.

SUMUTPOS.CO – SEKOLAH Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan dan Puskesmas Kampung Baru berkomitmen dalam melaksanakan strategi excellent dan inovatif dalam penurunan Total Fertility Rate (TFR).

Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) STIKes Mitra Husada Medan dari Kemendikbudristek Anggaran Tahun 2023 yang diperoleh Isyos Sari Sembiring, S.Tr.Keb Bd, MKM sebagai ketua pelaksanaan dan anggota tim PkM Siska Suci Triana Ginting, SST, M.Kes, Asnita Sinaga, S.Tr.Keb, Bd, M.Tr.Keb, Lidya Natalia Br Sinuhaji, SKM, M.Kes, Emma Dosriamaya Noni Br. Simanjuntak, SST, MKM, Magdalena Br Barus, SST, MKM dan mahasiswa STIKes Mitra Husada Medan. Tim PKM membawa inovasi kebermanfaatan bagi wilayah kerja Puskesmas Kampung Baru.

Kebermanfaatan kerja sama STIKes Mitra Husada Medan dengan Puskesmas Kampung Baru ini dengan dilaksanakannya peningkatan pemberdayaan masyarakat atau self help approach dan penerapan e-leaflet berbasis audio visual dalam meningkatkan kemandirian masyarakat dalam penurunan TFR di wilayah kerja Puskesmas Kampung Baru.

Dalam kegiatan yang diadakan pada 29-30 Agustus ini, Tim PKM STIKes Mitra Husada Medan menyerahkan aplikasi e-leaflet berbasis audio visual (https://puskesmaskampungbaru.com/eleaflet) kepada kepala Puskesmas Kampung Baru untuk terus dikelola demi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kampung Baru.

Aplikasi ini juga dapat dimanfaatkan agar masyarakat lebih antusias dalam meningkatkan semangat pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan derajat kesehatan serta membantu petugas kesehatan agar lebih efektif dan efisien dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri Ketua TP PKK Kecamatan Medan Maimun Ny Liza Tommy Prayoga Sidabalok, Ketua PKK Kelurahan Sukaraja Ny Rika Darmawansyah dan petugas kesehatan Puskesmas Kampung Baru.

Seluruh mitra kerja sama, stakeholder, pihak terkait serta masyarakat pun optimis dan komit bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini dapat meningkatkan kualitas pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kampung Baru. Kegiatan ini juga diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan konsisten. (dmp)

Deklarasi Damai 233 Cakades se-Kabupaten Toba

DIABADIKAN: Bupati Toba Poltak Sitorus, Kapolres Toba AKBP Taufik Hidayat Tayedan dan Dandim 0210/TU Letkol Inf. Saiful Rizal beserta pejabat lainnya diabadikan di sela-sela deklarasi damai Pilkdes serentak se- Kabupaten Toba.

TOBA, SUMUTPOS.CO – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Toba akan dilaksanakan pada 19 Oktober 2023 mendatang. Guna menjaga keamanan dan mewujudkan Pilkades damai, seluruh calon kepala desa dari 87 desa yang ikut Pilkades di 16 kecamatan se-Kabupaten Toba berkumpul di pendopo rumah dinas bupati, Balige, dalam rangka Deklarasi Damai Pilkades Serentak di Kabupaten Toba, pada Jumat(6/10).

Dalam deklarasi tersebut, Dandim 0210/TU Letkol Inf. Saiful Rizal menyampaikan, agar para calon tidak risau dan gusar. Dan tidak ada pihak-pihak yang berupaya menggagalkan atau membatalkan Pilkades serentak pada 19 Oktober mendatang.

“Semua pihak mengikuti aturan yang sudah berlaku, tidak ada pihak-pihak yang berupaya menggagalkan atau membatalkan Pilkades damai. Jika ada pihak-pihak yang demikian akan berhadapan dengan kami, TNI dan Polri,” pesan Dandim kepada semua calon kepala desa.

Dandim menambahkan, bahwa siapapun yang menjadi pemenang dan terpilih sebagai Kepala Desa, itu adalah pilihan Tuhan. “Pengamanan ini tidak hanya tugas TNI-Polri, tetapi tugas kita semua. Siapapun yang terpilih sebagai Kepala Desa, maka itulah yang dipilih oleh Tuhan,” ujar Dandim dalam arahan dan bimbingannya.

Plt. Kejari Toba Samosir, Nanang Dwi Priharyadi dalam arahannya, meminta semua calon untuk mengajak kelompok massa pendukungnya lebih arif dan bijak dalam menjalani pesta demokrasi. “Semua calon bisa mengajari massa pendukunya untuk lebih arif dan mengajari cara berdemokrasi. Jangan ada lagi black campign, money politik,” katanya.

Tidak jauh berbeda dengan Dandim dan Plt. Kajari, Kapolres Toba AKBP Taufik Hidayat Tayeb juga meminta semua calon kepala desa untuk realistis dan merangkul setiap calon yang kalah. “Kalah-menang itu biasa. Yang menang harus merangkul yang kalah. Kita tidak sedang berperang, tetapi kita sedang memilih pemimpin,” ujar Kapolres.

Kapolres juga meminta agar Pilkades tidak mengakibatkan masyarakat bercerai-berai. Karena itu diminta kepada semua pihak, terutama calon kepala desa agar tidak mengadu domba masyarakat. “Jangan sampai Pilkades membuat kita bercerai-berai. Kita sedang berpesta demokrasi. Apalagi sampai mengadu domba, jangan coba-coba. Saya pastikan siapa saja yang mengadudomba akan berhadapan dengan saya, dengan Pak Dandim,” ujar Kapolres.

Bupati Toba, Poltak Sitorus dalam arahan dan bimbingan juga menyampaikan beberapa tips menghadapi Pilkades agar jadi pemenang. “Jika kalian semua ingin menjadi pemenang, ikuti tips dari saya,” kata Poltak Sitorus.

Adapun tips yang disampaikan adalah, bahwa para calon kepala desa harus menjadi calon Kades Na Raja. Tips pertama adalah menjadi Calon Kades yang perduli, santun, bijaksana dan taat hukum. “Perdulilah kepada masyarakat. Jangan harapkan menang dengan money politik. Ke dua, jadilah calon kepala desa yang santun,” katanya.

Selain itu calon kepala desa juga harus bijaksana dan taat aturan. Jangan mengkampanyekan hal-hal yang tidak realistis dan tidak masuk akal. “Jadilah calon Kades yang taat aturan, taat hukum. Ikuti semua aturan yang telah ditetapkan,” lanjut Bupati.

“Ke empat, jadilah Calon Kepala Desa yang pandai dan bijaksana, maksudnya Jangan hanya menjanjikan angan-angan yang tidak bisa dilaksanakan. Yang real-real saja, tawarkanlah fakta-fakta yang ada di sana,” ujar Bupati mengakhiri tips untuk menjadi pemenang pada Pilkades serentak mendatang.

Diakhir arahan dan bimbingannya, Poltak Sitorus kembali menekankan agar semua pihak terkhusus para calon menjaga kedamaian pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Toba. Tahun ini, terdapat 87 desa dari 16 kecamatan yang akan diikuti 233 calon. (*/mag-10/han)

Video Viral Beras Bulog Diduga Berplastik, Kabag Perekonomian: Tak Ada Hubungannya dengan Kami

SERAHKAN: Sekdako Binjai Irwansyah Nasution, saat menyerahkan secara simbolis beras Bulog kepada masyarakat pada Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemko Binjai di Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota, belum lama ini.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Beredar video berdurasi 2 menit, yang menampilkan seorang ibu protes terhadap nasi dari beras yang dibelinya pada Gerakan Pasar Murah Pemko Binjai di Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota, belum lama ini. Polres Binjai yang sudah mengetahui informasi ini, pun menyebutkan, telah menyelidiki hal tersebut.

Dari informasi yang diperoleh, Polres Binjai sudah mendatangi seorang ibu yang menyebarkan video tersebut, hingga viral di media sosial (medsos). Kedatangan Polres Binjai untuk melakukan klarifikasi terkait hal tersebut, bersama tim dari Pemko Binjai.

“Ya. Sudah datang memang tim dari Unit Ekonomi Polres Binjai, untuk meminta klarifikasi dan keterangan terhadap ibu tersebut,” ungkap Kasatreskrim Polres Binjai, AKP Zuhatta Mahadi, Minggu (8/10).

Ditanya hasil klarifikasi, menurut Zuhatta, yang bersangkutan tetap menaruh rasa curiga terkait beras tersebut, yang diduga mengandung plastik. “Sedang kami selidiki terkait hal tersebut. Yang bersangkutan tetap curiga, seperti yang ada dalam video,” tuturnya.

Dalam video yang dilihat wartawan, ibu tersebut membandingkan 2 nasi yang dikepal seperti bola. Satu nasi berasal dari beras Bulog yang dibelinya pada kesempatan Gerakan Pasar Murah, dan satu nasi lainnya berasal dari kilang padi.

“Kalau yang ini (beras Bulog) seperti lebih padat, kalau yang ini (dari kilang) dilihat dari teksturnya agak lembek, benyek gitu,” kata seorang wanita dalam video tersebut.

Dalam video ini, ibu tersebut juga melempar kepalan kedua nasi ke lantai. “Ha… Membal dia yang beras Bulog, dicurigai. Kalau ini beras yang dari kilang, tidak,” bebernya.

Ibu tersebut juga mengatakan, akan melaporkan soal ini kepada kepala lingkungan setempat di Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota.

“Ini mau saya kirim ke Ibu Lastri, ibu kepling di Kelurahan Berngam. Karena semalam saya beli beras Bulog ini di Berngam, yang mengatakan beras murah. Untung baru sekali masak, belum saya makan ini,” ujarnya lagi.

Dia mengatakan, ada 6 karung beras Bulog yang dibelinya. Rencananya, beras tersebut bakal dimasak untuk diberikan kepada anak yatim piatu. Namun karena hal tersebut, dia membatalkannya. “Saya akan pulangin, rugi saya. Saya beli banyak pula itu, beli 6 karung. Jadi akan saya kembalikan ke pemerintah,” sebutnya.

Menurutnya, tidak hanya ibu tersebut yang menjadi korban beras Bulog. Karena itu, dia meminta Pemko Binjai harus bertanggung jawab terkait hal tersebut.

“Saya dapat WA dari tetangga (awalnya), saya pikir hoax. Tapi ternyata saya juga timbul kecurigaan. Pemerintah harus bertanggung jawab ini. Astaghfirullahal’azim, Allahuakbar,” serunya.

Terpisah, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Binjai, Andi Affandi menjelaskan, video tersebut tidak benar alias hoaks.

“Siapa yang bilang itu beras plastik? Masa beras Bulog dibilang beras plastik? Fitnah itu namanya,” kata dia.

“Sudah diklarifikasi itu, sudah diproses Polres Binjai, dalam artian diklarifikasi. Itu (Gerakan Pangan Murah) merupakan kegiatan orang (Dinas) Ketapang dan Bulog. Tak ada hubungannya dengan kami (Setdako Binjai),” pungkas Andi. (ted/saz)

Tuppak Aritonang dan Siti Sihombing Korban Lakalantas di Dairi, Keluarga Ucapkan Terima Kasih

KORBAN: Pasangan Suami istri Tuppak Aritonang dan Siti Sihombing, semasa hidup, yang merupakan korban lakalantas di Kabupaten Dairi.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Keluarga korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Lae Renun, Desa Batu Gungun, Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi, Palemon Aritonang (38), dan Riko Kabul Aritonang, menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak.

“Semua pihak telah berupaya keras mencari, menemukan, dan mengevakuasi jenazah ayah kami, Tuppak Aritonang,” ungkap Palemon di Sidikalang, belum lama ini.

Sementara itu, pencarian terhadap ibu mereka, Siti Sihombing, belum membuahkan hasil.

Menurut Palemon, pemerintah desa, kecamatan, TNI, Polri, serta Basarnas, dibantu masyarakat, sudah mengerahkan segala energi. Dan saat ini, diketahui, pencarian telah dihentikan.

“Kami sudah ikhlas atas kepergian bunda. Tenanglah di sisi-Nya,” tutur Palemon lagi.

“Kami pun mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak, yang telah berkontribusi dalam pencarian ayah dan bunda kami,” pungkasnya.

Sperti diberitakan sebelumnya, pasangan suami istri Tuppak Aritonang dan Siti Sihombing, hanyut ke sungai terbawa mobil angkutan PT Pesona Alam Sumatera (PAS) Transport, yang mereka tumpangi, Minggu, 17 September 2023 lalu. Diketahui, rem mobil angkutan tersebut lepas pada lintasan menurun, dalam kondisi mesin menyala.

Kasatlantas Polres Dairi, AKP Herliandri mengatakan, korban berangkat dari Desa Lau Kersik hendak melayat ke Desa Lau Mill. Dalam perjalanan, mobil angkutan yang ditumpangi mengalami kecelakaan. Sopir Bangin Silaban, saat itu berada di luar, sementara penumpang lain, Risnawan Lumban Gaol, selamat dengan cara melompat. (rud/saz)

RSUD Doloksanggul Dikritik, Keselamatan Pasien Diminta Diutamakan

Istimewa KRITIK: Anggota Fraksi Partai Gerindra-Demokrat, Darwin Sarman Marbun, saat sampaikan pendapat akhir fraksi pada Rapat Paripurna Ranperda APBD Kabupaten Humbahas TA 2024, Jumat (6/10).

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Fraksi Partai Gerindra-Demokrat DPRD Humbanghasundutan (Humbahas), mengkritik kinerja RSUD Doloksanggul. Fraksi ini, pun meminta agar pihak rumah sakit pelat merah ini, lebih mengutamakan keselamatan pasien daripada adminitrasi.

Hal itu disampaikan Darwin Sarman Marbun, pada pendapat akhir fraksi di Rapat Paripurna terhadap Ranperda APBD Kabupaten Humbahas Tahun Anggaran (TA) 2024, dan Perubahaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2021-2026, Jumat (6/10) lalu.

Darwin juga mengaku, Fraksi Partai Gerindra-Demokrat sering mendapat keluhan dari masyarakat terkait pelayanan RSUD Doloksanggul.

“Apabila masyarakat harus dirujuk ke rumah sakit, agar benar-benar diprioritaskan, dengan memastikan pasien tersebut ditangani di rumah sakit yang dituju. Karena selama ini, sering masyarakat mengeluh, karena harus melakukan antrean beberapa jam, baru ada penanganan dari rumah sakit,” ungkap Darwin.

Darwin juga menjelaskan, seharusnya RSUD Doloksanggul yang memiliki motto, ‘Kesembuhan dan Kepuasan Pasien adalah Kebanggan Kami’, dengan pelayanan PRIMA, profesional, ramah, informatif, manusiawi, aman, sesuai harapan masyarakat.

“Jadi kami Fraksi Gerindra-Demokrat, berharap RSUD Doloksanggul dan BPJS, dapat meningkatkan pelayanannya. Rumah sakit harus lebih mengutamakan keselamatan pasien daripada adminitrasi, sesuai dengan mottonya,” pungkasnya. (des/saz)

Bobby Nasution Bangun Kota Medan Demi Perubahan Positif dan Berkelanjutan

BERSAMA: Wali Kota Medan Bobby Nasution bersama Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Beberapa waktu lalu, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan bahwa APBD Kota Medan senilai Rp7 triliun digunakan semaksimal mungkin untuk membenahi Kota Medan.

 “Yang hari ini kita lihat dan kita rasakan adalah upaya kami untuk membenahi Kota Medan. Anggaran digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan membangun untuk kepentingan pribadi,” kata Bobby.

 Memang dari pantauan di lapangan, saat ini pembangunan Kota Medan sangat massif. Infrastruktur berupa jalan, drainase, jembatan, gedung-gedung bersejarah semua dibenahi dalam tempo tiga tahun terakhir.

 Bobby berharap masyarakat mendukung dan memaklumi jika proses pembangunan ini menganggu kenyamanan sejumlah pihak.  Dan proses pembangunan yang jor-joran dilakukan Bobby ini tentu saja mendapatkan banyak dukungan. Di antaranya dari Ade Jona Prasetyo, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumut. “Saya sangat antusias dan mendukung sepenuh hati pembangunan yang sedang berlangsung di kota Medan,” kata Jona Minggu (8/10/2023).

  Kata Jona, pembangunan ini merupakan tonggak penting dalam perkembangan Kota Medan. “Saya ingin menyampaikan apresiasi besar kepada Wali kota dan seluruh tim yang telah bekerja keras untuk mewujudkan visi ini,” ujar Jona.

 Jona yang juga Bakal Calon Legislatif yang akan bertarung memperebutkan kursi DPR RI dari Partai Gerindra itu menyadari bahwa pembangunan membuat kenyamanan terganggu.

 “Memang benar, pembangunan ini sementara waktu menciptakan beberapa tantangan seperti kemacetan dan banjir. Namun, saya percaya bahwa tujuan jangka panjangnya sangat bermanfaat untuk masyarakat dan ekonomi kota kita. Kami yakin bahwa dengan perencanaan yang matang dan kerjasama erat antara pemerintah dan komunitas usaha, kita akan mencapai hasil yang luar biasa,” papar Jona lagi.

 Lanjut Jona, pihak HIPMI Sumut pun siap berkontribusi dalam memastikan kesuksesan pembangunan di Kota Medan.  “Kami juga mengundang masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam proses ini dengan memberikan masukan dan dukungan mereka. Bersama-sama, kita akan membawa kota Medan menuju masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan,” pungkasnya. (rel)

Tim Pengabdian Masyarakat USM Indonesia, Ajari Istri-istri Nelayan Produksi Abon Kerang

BERSAMA: Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia, diabadikan bersama di Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat, Sabtu (30/9).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia dengan skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat DRTPM 2023, telah melakukan kegiatan pengembangan usaha kerangbulu di masyarakat Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat, 30 September 2023 lalu.

Adapun tim tersebut, diketuai Lia Rosa Veronika Sinaga, bersama 2 anggota lainnya, yakni Malemta Tarigan, dan Yosy Cinthya Eriwaty Silalahi, dibantu 5 mahasiswa USM Indonesia.

“Kegiatan ini dilakukan terhadap istri-istri nelayan untuk mengisi waktu, dan mendapatkan inovasi baru dalam membuat produk dari kerang. Dengan melatih istri-istri nelayan untuk membuat abon dari kerangbulu, diharapkan dapat menambah UMKM yang ada di Indonesia. Sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat Pematang Cengal,” ungkap Lia, baru-baru ini.

Selain diolah menjadi kerang rebus dengan bumbu kacang nenas yang biasa dijual oleh pedagang kerang, lanjut Lia, kerang dapat juga diolah menjadi abon kerang. Keuntungan abon kerang, mempunyai umur simpan yang lebih lama.

“Abon kerang biasanya memiliki umur simpan yang lebih lama daripada kerang segar ataupun beku. Ini membuatnya lebih praktis untuk disimpan dan dijual dalam jangka waktu yang lebih lama,” jelasnya lagi.

Lebih lanjut dia menuturkan, keuntungan lainnya adalah kemudahan dalam penyimpanan dan pengiriman.

“Abon kerang lebih mudah disimpan dan dikirim, daripada kerang segar yang memerlukan pendinginan. Ini membuatnya lebih sesuai untuk distribusi jarak jauh atau pengiriman. Selain itu, dapat ditambahkan varian rasa. Abon kerang dapat dibumbui dengan berbagai bumbu dan rempah-rempah, sehingga memberikan varian rasa yang beragam. Ini dapat menarik lebih banyak konsumen yang mencari variasi dalam cita rasa,” kata Lia.

Lia juga mengatakan, proses pengolahan abon kerang melibatkan pemrosesan panas yang membunuh bakteri dan mikroorganisme berbahaya. Sehingga, abon kerang cenderung lebih aman dari segi kebersihan, dibandingkan dengan kerang segar yang rentan terhadap kontaminasi.

Menurutnya, abon kerang juga tidak memerlukan banyak persiapan sebelum dikonsumsi. Ini membuatnya praktis untuk dinikmati sebagai camilan atau tambahan dalam berbagai hidangan.

“Abon kerang dapat digunakan dalam berbagai hidangan, termasuk nasi, mie, kudapan, atau sebagai tambahan dalam salad. Ini memberikan fleksibilitas dalam penggunaan produk ini dalam berbagai resep,” sebut Lia.

Lia menjelaskan, abon kerang cenderung lebih tahan lama di rak toko daripada kerang segar, yang memiliki umur simpan sangat pendek. Abon kerang pun memiliki potensi pasar yang lebih luas, karena dapat menjangkau konsumen yang mungkin tidak memiliki akses mudah ke kerang segar atau lebih suka produk kerang yang praktis dan tahan lama.

“Dengan mengolah kerang menjadi abon, kita dapat meningkatkan nilai tambah produk tersebut, yang dapat menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi daripada menjual kerang segar,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi bagi dosen USM Indonesia.

“Dengan mewujudkan dosen mengajar di luar kampus, dan mahasiswa dapat belajar untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dan dapat menerapkan ilmunya dalam menyiapkan produk yang tahan lama, tapi tetap mempunyai nilai gizi dan tanpa pengawet,” pungkas Lia. (rel/saz)