26 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 1096

Popkab, Ajang Mencari Atlet Potensial

BERFOTO: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, Rahmat Syah Munthe dan Ketua TP PKK, Ny Romy Mariani foto bersama para peserta diajang pembukaan Popkab tahun 2023 di Stadion Utama Sidikalang, Senin (25/9/2023).Istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu, membuka Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (Popkab) Dairi tahun 2023 di Stadion Utama Sidikalang, Senin (25/9/2023). Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Anggara Sinurat, mengatakan, Popkab berlangsung hingga 30 September 2023 mendatang.

“Sebanyak 7 cabang olahraga akan dilombakan antara lain lari, bulutangkis, sepakbola, karate, renang, volly, dan tenis meja. Cabor itu digelar di 2 tempat yakni Stadion dan GOR Sidikalang,” ujarnya, Selasa (26/9/2023).

Dalam kesempatan itu, kata Anggara, Bupati Dairi, Eddy KA Berutu menyampaikan, Popkab ini momen tepat mencari atlet muda potensial serta membangkitkan sektor olahraga.

Eddy berpesan, agar menjaga sportivitas, semangat juang yang harus ditunjukkan para pelajar sebagai atlet dalam mengejar prestasi.

“Ajang ini tidak sekadar menjadi wadah untuk meraih prestasi dan seleksi, tetapi menjadi momentum memperkuat silaturahim dan melatih diri menjadi atlet yang sportif dan profesional,” ujar Eddy.

Pekan olahraga seperti ini, menjadi momen penting untuk keluar dari rutinitas belajar di ruangan.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, Rahmat Syah Munthe menyampaikan, kegiatan ini merupakan jalur kompetensi siswa lewat olahraga.

“Popkab ini juga mengoptimalkan potensi dan bakat,” ungkapnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Jonny Waslin Purba, Kadis Perizinan Budianta Pinem, Ketua TP PKK, Ny Romy Mariani Simarmata dan lainnya. (rud/ram)

Dokter Spesialis Urologi Sebut Belum Ada Penelitian Air Galon Guna Ulang Sebabkan Kanker Prostat

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Penyebab pasti terjadinya kanker prostat hingga kini masih belum diketahui secara pasti. Yang baru diketahui itu adalah faktor resiko yang bisa meningkatkan terjadinya kanker prostat itu. Karena itu informasi terkait isu yang menyatakan bahwa air galon guna ulang itu bisa menyebabkan penyakit kanker prostat sangat diragukan.

Hal itu disampaikan dr. Muhammad Royanul Firdaus, Sp.U, seorang Dokter Spesialis Urologi yang berpraktik di RSUD Tugurejo Semarang, rumah sakit Hermina Pandanaran Semarang dan rumah sakit Islam Muhammadiyah Kendal. “Resiko kanker prostat ini terutama terjadi pada orang-orang berkulit hitam yang memiliki pola makan daging merah. Itu hanya faktor resikonya saja, sedang sampai sekarang untuk penyebab langsungnya belum diketahui,” ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat ditemukan bahwa mereka yang mengkonsumsi lebih banyak daging merah, resiko terjadinya kanker prostat itu lebih besar. “Dari data statistik terlihat, ternyata penderita kanker prostat itu cukup tinggi pada pria kulit hitam karena suka makan daging merah. Begitu juga orang-orang Jepang yang pindah ke Amerika, itu faktor resikonya untuk mengalami kanker prostat juga cukup tinggi karena suka makan daging merah,” tukasnya.

Untuk gejala-gejala kanker prostat itu sendiri, menurut dr. Royanul, juga sangat bervariasi, mulai dari tanpa gejala sampai dengan gejala keluhan susah buang air kecil. Dia menuturkan untuk yang tanpa gejala, kemungkinan bisa terjadi untuk orang yang sudah usia lanjut yang kondisinya tiba-tiba tidak bisa jalan. “Kondisinya tiba-tiba melemah dan dalam kondisi kesadaran menurun. Ternyata ada tulang yang tahu-tahu patah sendiri,” katanya.

Jadi, untuk mendiagnosa seseorang itu mengalami kanker prostat atau bukan, itu biasanya dibaca dari faktor -faktor resikonya. “Tapi, belum ada satu penelitian pun yang menemukan penyebab langsung dari kanker prostat ini,” ungkapnya.

Karenanya, dia juga membantah isu-isu yang menyatakan bahwa air galon guna ulang itu bisa menyebabkan penyakit kanker prostat. “Sebab, hingga kini penyebab pastinya masih belum diketahui,” tukasnya.

Untuk pengobatan kanker prostat juga disesuaikan dengan tingkat keparahan kanker dan kondisi pasien secara keseluruhan. Menurut dr. Royanul, metode pengobatan yang dapat dilakukan terhadap penderita kanker prostat ini adalah operasi, radioterapi, terapi hormon, kemoterapi, dan krioterapi.

“Karena penyebabnya yang belum diketahui, maka cara untuk mencegah kanker prostat ini juga ada hingga saat ini. Namun, resiko terkena kanker ini dapat dikurangi dengan menjalani pola makan sehat, tidak merokok, membatasi konsumsi minuman beralkohol, dan berolahraga rutin,” kata dr. Royanul.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat menyebut salah satu gejala kanker prostat adalah susah buang air kecil. Sementara, Layanan National Health Services (NHS) di Inggris memperingatkan bahwa kanker prostat biasanya berkembang perlahan-lahan. Hal itu memungkinkan pasien tak menyadari gejalanya selama bertahun-tahun.

Sebelumnya, Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof DR dr Aru Wisaksono Sudoyo SpPD-KHOM FINASIM FACP juga mengatakan bahwa hingga saat ini bahan BPA yang terdapat dalam kemasan plastik Polikarbonat tidak terbukti menyebabkan kanker.

Oleh sebab itu, Aru meminta agar masyarakat tidak perlu panik dan takut untuk mengonsumsi AMDK galon.

Kementerian Kesehatan RI malah menyarankan agar masyarakat mengonsumsi air putih sekitar delapan gelas atau hampir setara dengan dua liter per hari. Dan, air minum dalam galon guna ulang menjadi salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan cairan setiap harinya.

Karenanya, Aru pun menekankan agar masyarakat tidak perlu khawatir untuk mengkonsumsi AMDK galon guna ulang. “Saya harap tidak perlu khawatir, karena BPA yang ada di air kemasan itu buktinya masih sangat lemah untuk bisa menyebabkan kanker. Jadi, masyarakat belum perlu khawatir atau tidak perlu khawatir saat ini,” kata Aru.

Malah Aru bilang salah satu kiat untuk mencegah kanker adalah dengan rutin minum air putih yang cukup. Aru juga meminta agar masyarakat rajin menerapkan gaya hidup sehat, seperti berolahraga dan menyantap makanan bergizi. (rel/ila)

Peringati HSN 2023, BPS Dairi Ajak Warga untuk Melaporkan UMKM

DIABADIKAN: Kepala BPS Dairi, Minda Flora Ginting (4kanan) diabadikan saat menyerahkan cinderamata kepada para narasumber saat gelar seminar memperingati HSN tahun 2023 di hotel Mutiara Dairi Sidikalang, Senin (25/9/2023).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUNUTPOS.CO – Memperingati Hari Statistik Nasional, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Dairi, menggelar seminar di Hotel Mutiara Dairi Sidikalang, Senin (25/9/2023).Seminar yang mengusung tema ‘Statistik Berkualitas Untuk Indonesia Maju’ diikuti para pemangku kepentingan di Kabupaten Dairi.

Kepala BPS Dairi, Minda Flora Ginting MM mengatakan, hari statistik nasional menjadi momen penting sebagai bentuk komitmen seluruh insan statistik dalam mengapresiasi peran penting statistik untuk pengambilan keputusan yang lebih baik dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan

“Di momen hari statistik nasional, di awali dengan acara seminar. Kita berharap bahwasanya terjadi peran strategis dari para pemangku kepentingan baik sektor publik maupun swasta dalam menjadikan statistik menjadi alat yang kuat dalam pembangunan di Kabupaten Dairi yang kita cintai ini,” ucap Minda.

Minda menyebut, seminar yang diselenggarakan telah menyusun beberapa rangkaian kegiatan. Diantaranya, diskusi pemaparan, narasumber dari dinas perijinan serta hasil sementara sensus pertanian 2023 (ST2023).

Minda menyatakan, saat ini pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) untuk melakukan pendataan KUMKM di Indonesia.

“Pendataan pelaku UMKM itu dilaksanankan sejak tanggal 15 September hingga 14 Oktober tahun 2022, yang melatar belakangi pendataan lengkap UMKM adalah karakteristik dan keberadaannya sangat dinamis dan berkembang,” ucapnya.

Disebutkan, beragam kebijakan pemerintah dalam pemberdayaan UMKM membutuhkan indikator makro data mikro.

Pendataan lengkap usaha KUMKM adalah untuk mendata seluruh koperasi, seluruh UMKM yang beraktifitas dalam sektor ekonomi kecuali sektor pertanian.

“Tujuannya, untuk mengetahui berapa pelaku usaha yang ada di Indonesia atau di Dairi. Kemudian unit usahanya apa, berapa tenaga kerja yang digunakan, bagaimana pasokan dan pasar dari Koperasi dan UMKM dimaksud,” kata Minda lagi.

Selanjutnya, bagaimana struktur pendapatan dan pengeluaran dari usaha kegiatan pertanian, bagai mana permodalannya dan bagaimana UMKM itu memanfaatkan digitalisasi.

Pelaksanaan pendataan lengkap UMKM tahun 2023 ini dilakukan pada 215 Kabupaten/Kota se-Indonesi,19 Kabupaten Kota di Sumut termasuk Dairi.

“Yang akan kami kumpulkan dalam pendataan usaha koperasi kecil menengah ini, pertama identitas pelaku usaha perusahaan, identitas usaha badan usaha, karateristik usaha dan progres perusahaan, bagaimana SDM nya, proses produksi atau proses bisnisnya pemasaran dan status keuangan,” ungkapnya.

Dalam pendataan petugas akan door to door, untuk melakukan pemutakhiran terlebih dahulu, untuk itu diminta jika di rumah warga ada kegiatan UMKM agar nantinya membantu petugas BPS.

“Kami minta bapak ibu yang punya usaha UMKM untuk menjawab apa adanya karena data ini sangat dibutuhkan pemerintah. Mungkin bapak ibu di rumah ada UMKM online yang omsetnya masih dibawah 50 miliyar setahun maka itu wajib kita data,” jelasnya kemudian.

Dijelaskannya, dana yang digunakan untuk sosialisasi sangat minim, diharapakan para undangan yang hadir dapat menjadi corong sosialisasi kepada masyarakat Kabupaten Dairi.

“Terutama pihak Perbankan, karena kita tahu kredit usaha rakyat (KUR) yang digelontorkan perbankan cukup besar. Kami mohon kerjasamanya untuk menyampaikan ini kepada para pelaku UMKM di Dairi,” ungkap Minda berpesan.

Disesi diskusi, sejumlah narasumber yakni dari BPS Dairi, Bappeda serta Dinas Perijinan menyampaikan pemaparan serta interaksi tanya jawab dari peserta seminar. (rud/ram)

Buka Kesempatan Untuk Mahasiswa Jadi Ambassador, Gojek Kolaborasi Gelar GoCampus Bersama USU

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hari ini, Gojek di Kota Medan berkolaborasi dengan Universitas Sumatra Utara menggelar event GoCampus di Gelanggang Mahasiswa USU. Dihadiri 600 mahasiswa, Gojek membuka kesempatan kepada para mahasiswa yang aktif di sosial media untuk menjadi bagian dari ekosistem digital terbesar di Indonesia, GoTo.

Acara ini dibuka oleh Rektor Universitas Sumatra Utara, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos, M.Si dan Sahli Adrian Fauzi, Area Head Gojek Sumatra Bagian Utara.

Sebagai narasumber, hadir Dr. Syafrizal Helmi Situmorang, SE, M.Si, staf pengajar Fakultas Ekonomi & Bisnis USU serta Alfi Siregar, alumni Ilmu Komunikasi USU.

Acara ini memberikan tips dan trik bagi para mahasiswa untuk sukses memasuki dunia kerja yang semakin didominasi oleh transformasi digital.

Gojek membuka kesempatan untuk menjadi GoCampus Ambassador dan memberikan berbagai kesempatan menarik dengan mengikuti program ini, salah satunya adalah magang di Gojek. (rel/sih)

PTAR Umumkan 15 Petani Aktor Milenial Tapsel

Bupati Tapanuli Selatan Dolly Pasaribu (tengah) bersama jajaran manajemen PTAR berfoto bersama para pemenang Petani Aktor Milenial di Sopo Daganak, Batangtoru, Tapanuli Selatan, Senin (25/09).

BATANGTORU, SUMUTPOS – PT Agincourt Resources (PTAR) menyerahkan hadiah total Rp100 juta dalam bentuk pengembangan usaha pertanian kepada 15 Petani Aktor Milenial Kabupaten Tapanuli Selatan dalam acara Gelar Karya Tani Mandiri 2023 di Sopo Daganak, Batangtoru, Tapanuli Selatan, Senin (25/09).

Acara dihadiri 400 undangan yang terdiri dari Bupati dan forkopimda Tapanuli Selatan, perwakilan kelompok tani Kecamatan Batangtoru dan Muara Batangtoru, Penyuluh BPP Kabupaten Tapanuli Selatan, para akademisi, serta masyarakat setempat.

“Program Petani Aktor Milenial ini kami laksanakan untuk membantu pemerintah meregenerasi petani, utamanya di Tapanuli Selatan, karena menurut Badan Pusat Statistik, petani di Indonesia masih didominasi oleh generasi X, yaitu yang berumur 41-56 tahun. Selain itu, kami juga ingin mendorong terciptanya model usaha baru dan inovatif dalam bidang agribisnis guna mendorong peningkatan produktifitas dan pendapatan petani,” ungkap Rahmat Lubis, General Manager Operations PTAR.

Rahmat mengatakan, program ini dilakukan dalam beberapa tahapan, mulai dari launching program dan pendaftaran peserta pada bulan Juni, dilanjutkan pendaftaran pada Juni hingga Juli yang diikuti 63 orang peserta, serta tahap audisi dan seleksi yang dilakukan pada Agustus dan September. Dalam tahap seleksi, penilaian terdiri dari beberapa indikator, mulai dari faktor teknis, inovasi, kelembagaan, hingga peran petani aktor dalam pemberdayaan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, PTAR bekerjasama dengan Dinas Pertanian Tapsel dan Balai Pelatihan Pertanian Jambi sebagai tenaga ahli.

“Selain membantu program pemerintah dalam bidang ketahanan pangan, kami juga berharap dapat mengubah paradigma anak muda tentang dunia pertanian menjadi lebih positif,” ujarnya.

General Manager Operations PTAR Rahmat Lubis (kiri) bersama Bupati Tapanuli Selatan Dolly Pasaribu meninjau pameran hasil pertanian di Sopo Daganak, Batangtoru, Tapanuli Selatan, Senin (25/09).

Sementara itu, Bupati Tapanuli Selatan, Dolly Pasaribu mengapresiasi PTAR yang telah menyelenggarakan acara ini. Ia mengatakan, pertanian adalah salah satu sektor terpenting yang dimiliki Tapanuli Selatan.

“Kita memiliki potensi yang sangat tinggi untuk mengembangkan pertanian. Semoga para Petani Aktor Milenial ini dapat menyebarkan ilmunya kepada masyarakat luas, sehingga kemudian mendorong aspek pertanian di daerah kita menjadi semakin maju,” tutur Dolly.

Ke-15 pemenang tersebut adalah Herman Hatimbulan, Amar Husin Sitompul, Saddam Husein Rambe, Muhya Wahyu Rambe, Mhd. Azis Hutasuhut, Parlaungan Simanjuntak, Damu Roy Sahnan Nasution, Rahmad Soehedi Simatupang, Riskon Mulyadi, A.Fauzi Batubara, Andre Ilham, Pandapotan Saputra, Arif Sopiandi Hasibuan, Wardah, dan David Fernando.

Andre Ilham, salah satu pemenang asal Kecamatan Batangtoru, berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada PTAR atas terselenggaranya acara ini. Pria yang memiliki unit usaha bernama Sahabat Tani ini, berfokus pada usaha pembibitan tanaman hortikultura seperti durian, mangga, petai, dan jengkol.

“Ini program yang bagus untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Semoga gelar juara ini dapat membuat usaha saya semakin maju dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar,” tuturnya.

Dalam acara ini, selain pengumuman pemenang, turut digelar pameran produk-produk hasil pertanian dari 15 Balai Penyuluhan Pertanian Kab Tapanuli Selatan, serta seminar dan talkshow tentang kebijakan dan strategi pengembangan pertanian dan agribisnis dengan para narasumber dan tenaga ahli. (rel)

Jelang Nataru, DPRD Sumut Minta Dampak Longsor di Ruas Lolowua – Dola Segera Ditangani

KUNJUNG: Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting saat berkunjung ke Kabupaten Nias.

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting, meminta penanganan Ruas Lolowua – Dola Km 27, Desa Fadoro Hunogoa, Kecamatan Hiliserangkai, Kabupaten Nias agar segera ditangani.

Politisi PDI Perjuangan itu menyebutkan, keberadaan ruas jalan tersebut sangat penting, mengingat akan meningkatnya mobilitas di kawasan tersebut jelang arus mudik menjelang natal 2023 dan tahun baru 2024.

“Saya minta kepada semua pihak terkait untuk segera menangani dampak longsor yang terjadi di ruas jalan Lolowua – Dola, Nias. Ini sudah mendekati nataru (natal dan tahun baru),” ucap Baskami, Senin (26/9/2023) sore.

Dikatakan Baskami, sangat perlu penanganan yang serius di kawasan tersebut, mengingat longsor yang menerjang badan jalan disana sampai saat ini kondisinya masih jauh dari kata layak karena belum ditangani.

“Saya telah mendapatkan informasi dari pemerintah setempat terkait jalan sementara yang membutuhkan lahan warga, sambil menunggu pembangunan jalan eksisting dilakukan,” ujarnya.

Baskami juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Nias beserta jajaran yang tak lelah memberikan masukan dan informasi terkait ruas tersebut.

“Saya mengucapkan terimakasih atas dorongan Pemkab Nias beserta jajaran dan para warga yang berupaya agar ruas tersebut dapat kita gunakan sebaik mungkin,” katanya.

Di lain pihak, Kepala UPTD PUPR Gunung Sitoli, Taruna Zega, menyampaikan bahwa lokasi longsor Ruas Lolowua- Dola Km.27 tidak termasuk penetapan segmen proyek infrastruktur multiyears Rp2,7 trilyun.

“Oleh karenanya, setelah melakukan rapat koordinasi, untuk perbaikan jalan tersebut digunakan dana bantuan tidak terduga pemprovsu sebesar Rp490 juta,” katanya.

Dana bantuan tidak terduga itu, lanjut Zega, merupakan dana tanggap darurat yang penggunaanya dapat dilakukan secara swakelola oleh masyarakat.

Kemudian, Zega menjelaskan, tatkala proses perbaikan jalan tersebut dilakukan, memerlukan jalan sementara dengan memakai lahan milik warga.

Dikatakannya, menurut ketentuan, dana tidak terduga tersebut hanya boleh digunakan pekerjaan fisik terkait perbaikan jalan eksisting, tidak dapat digunakan untuk pembebasan lahan warga.

“Pada Dinas PUPR Pemprovsu tidak ada anggaran untuk pembebasan lahan,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Hilirserangkai, Y. Waruwu, mengatakan pihaknya telah melakukan musyawarah bersama para warga difasilitasi oleh Kades setempat.

Hasilnya, lanjut Waruwu, warga sepakat menyewakan lahannya untuk penggunaan lahan sementara, selama satu tahun ke depan dengan biaya Rp 12,5 juta per tahun.

Menurut Waruwu, pada jalan sementara tersebut dapat dilakukan penanganan drainase untuk jalan air.

“Setelah pembangunan jalan eksisting dilakukan, maka jalan sementara dikembalikan kepada pemilik lahan,” pungkasnya.
(map/ram)

DPRD Medan Pertanyakan Jumlah Lapangan Kerja Terbuka sebagai Hasil Realisasi APBD

PARIPURNA: Ketua Fraksi Golkar DPRD Medan, Mulia Asri Rambe alias Bayek dalam Paripurna Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Kota Medan atas penjelasan Kepala Daerah terhadap Ranperda Kota Medan tentang R-APBD Kota Medan Tahun 2024 di gedung DPRD Kota Medan, Senin (25/9/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejatinya realisasi APBD tak hanya berdampak pada pembangunan fisik, namun juga harus berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu barometer yang kerap digunakan adalah tingkat angka pengangguran. Oleh sebab itu, realisasi APBD harus mampu melahirkan lapangan-lapangan kerja terbuka sehingga mampu menekan angka pengangguran secara maksimal.

Hal itu disampaikan Ketua Fraksi Golkar DPRD Medan, Mulia Asri Rambe alias Bayek dalam Paripurna Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Kota Medan atas penjelasan Kepala Daerah terhadap Ranperda Kota Medan tentang R-APBD Kota Medan Tahun 2024 di gedung DPRD Kota Medan, Senin (25/9/2023) sore.

Untuk itu, pada kesempatan tersebut Fraksi Golkar mempertanyakan jumlah lapangan kerja yang telah terbuka dari hasil realisasi APBD Kota Medan selama ini.

“Apakah ada angka yang dapat dikemukakan tentang jumlah terbukanya lapangan kerja sebagai dampak positif dari realisasi anggaran APBD selama in,” tanya Bayek dalam rapat Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kota Medan Hasim SE didampingi para Wakil Ketua DPRD Medan tersebut.

Tak hanya itu, Fraksi Golkar juga mempertanyakan strategi yang akan dilakukan Pemko Medan kedepannya dengan APBD yang ada untuk membuka lapangan-lapangan kerja baru guna menekan angka pengangguran di Kota Medan.

“Lalu bagaimana strategi membuka lapangan kerja baru yang dapat ditempuh kedepannya,” ucapnya pada paripurna yang turut dihadiri Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman tersebut.

Dijelaskan Bayek saat membacakan pemandangan umum Fraksi Golkar, seyogiyanya penggunaan APBD selalu mempedomani PP No.12 Tahun 2019, khususnya pada pasal 23 dan 24 yang memberikan panduan bahwa APBD disusun dari enam fungsi pokok.

Adapun enam fungsi tersebut, yakni fungsi otorisasi, fungsi perencanaan, fungsi pengawasan, fungsi alokasi, fungsi distribusi dan fungsi stabilitasi. Untuk itu, Fraksi Golkar meminta Pemko Medan untuk fokus terhadap fungsi alokasi untuk menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya guna menekan angka pengangguran.

“Dari enam fungsi tersebut, kami ingin menggaris bawahi tentang fungsi alokasi yang mengandung arti bahwa anggaran daerah harus diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja atau mengurangi pengangguran dan pemborosan sumber daya serta meningkatkan efesiensi dan efektifitas perekonomian,” jelasnya.

Diungkapkan Bayek, Fraksi Golkar sepakat dengan apa yang disampaikan Wali Kota Medan, Bobby Nasution bahwa TA 2024 merupakan tahun ke Empat implementasi pelaksanaan R APBD 2021- 2026.

“Untuk itu kami sepakat bahwa kerangka anggaran yang dirumuskan di dalam R-APBD TA 2024 diharapkan dapat menjadi instrumen guna menyelesaikan dan menuntaskan sasaran dan target kinerja prioritas pembangunan Kota Medan sesuai R-APBD 2021 – 2026,” pungkasnya.

Seperti diketahui, nota kesepakatan KUA-PPAS Tahun 2024 telah mengajukan struktur R-APBD Tahun 2024. Rinciannya, Pendapatan daerah sebesar Rp7,46 triliun lebih, belanja daerah sebesar Rp7,99 triliun lebih. Kemudian, pembiayaan netto sebesar Rp531,6 milyar lebih. (map/ram)

Atlet Binaan PT Agincourt Resources Meriahkan Tobamar Festival 2023

10 atlet binaan PTAR dan 6 karyawan PTAR berpartisipasi dalam kegiatan Kaldera Toba Marathon (Tobamar) Festival 2023, di Balige, Sumatera Utara, Minggu (24/9).

TAPSEL, METRODAILY – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, berpartisipasi dalam ajang Kaldera Toba Marathon (Tobamar) Festival 2023, di Balige, Sumatera Utara, Minggu (24/9/2023).

Kegiatan bergengsi ini diikuti oleh 1.300 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Selain memberikan dukungan sebesar Rp100 juta sebagai salah satu sponsor utama, PTAR juga mengirim 10 orang atlet binaan PTAR dan 6 perwakilan perusahaan untuk berpartisipasi memeriahkan kegiatan yang diinisiasi Pemkab Toba, Ikatan Alumni ITB, Ikatan Alumni Del, dan Alumni Yayasan Soposurung ini.

Menurut Community Senior Manager PTAR, Christine Pepah, pengikutsertaan atlet binaan PTAR dalam ajang ini adalah salah satu upaya Perusahaan dalam memajukan sektor olahraga di wilayah operasional Tambang Emas Martabe, terutama dalam bidang lari maraton. Selain memberikan bantuan berupa peralatan dan pelatihan, PTAR juga rutin mengirim atlet binaan ke ajang lari bertaraf nasional maupun internasional.

“Klub Atletik Jaya Batangtoru telah kami bina sejak tahun 2018. Kami melihat, mereka punya potensi yang tinggi dalam dunia maraton. Selama ini, kami telah beberapa kali mengirim mereka ke ajang-ajang maraton bergengsi, seperti Mandiri Jogja Marathon dan Sibayak Altitude Run. Dalam ajang-ajang tersebut, mereka beberapa kali mendapat juara,” kata Christine.

Community Relations Manager PTAR, Masdar Muda menambahkan, pembinaan dan pengembangan yang dilakukan PTAR tersebut diharapkan dapat membangkitkan potensi bibit-bibit calon atlit di sekitar wilayah operasional, khususnya dalam bidang lari maraton.

“Kami percaya, para anak muda di sekitar wilayah operasional PTAR memiliki potensi yang luar biasa, yang jika dikembangkan dengan baik akan memberikan manfaat yang besar, bukan hanya bagi diri mereka sendiri, tapi juga bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan dan Bupati Toba Poltak Sitorus melepas para pelari di Kaldera Toba Marathon (Tobamar) Festival 2023, di Balige, Sumatera Utara, Minggu (24/9).

Dalam kegiatan ini, atlet Klub Atletik Jaya Batangtoru berhasil menyabet gelar juara 2 untuk rute 10K kategori umum perempuan serta juara 3 untuk rute 21K kategori umum laki-laki.
Negro Pelita Nasution, pelatih Klub Atletik Jaya Batangtoru, mengaku klubnya sangat terbantu dengan adanya bantuan dan pembinaan yang diberikan PTAR. Ia menilai, keberadaan klubnya yang beranggotakan 30 orang ini, turut meningkatkan minat dan antusiasme anak muda yang ada di Batangtoru dan sekitarnya terhadap olahraga atletik.

“Hal tersebut tak lepas dari dukungan PTAR selama ini kepada klub kami. Terima kasih kepada PTAR atas komitmennya dalam mendukung kemajuan sektor olahraga,” ungkapnya.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kaldera Tobamar Festival 2023 sekaligus dilakukan untuk mempromosikan kawasan Danau Toba sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Indonesia.

“Festival ini akan dibuat menjadi agenda rutin tahunan, teknis penyelenggaraan akan terus diperbaiki. Saya senang melihat para peserta hari ini datang dari berbagai daerah di Indonesia. Semoga nantinya semakin banyak orang yang berkunjung ke Danau Toba,” ujar Luhut Binsar Pandjaitan.

Senada dengan hal tersebut, Corporate Communications Senior Manager PTAR, Katarina Siburian Hardono menyampaikan, partisipasi PTAR dalam Kaldera Tobamar Festival 2023 merupakan kontribusi dan wujud komitmen PTAR dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata di Sumatera Utara, utamanya di sekitar Danau Toba.

“Danau Toba adalah aset sangat berharga yang dimiliki Sumatera Utara, dan tentunya kami terus mendukung upaya pemerintah dalam mendorong peningkatan aspek pariwisata di wilayah ini. Selain Tobamar, kami juga berpartisipasi dalam ajang W20 Summit tahun lalu dan F1 Powerboat yang dilaksanakan di Danau Toba pada awal tahun. Kami juga turut berpartisipasi dalam pelestarian aspek keanekaragaman hayati di Danau Toba dalam acara Hari Lingkungan Hidup bulan Juni lalu,” pungkasnya. (Rel)

Fakta di Balik MPASI Fortifikasi: Apakah Berbahaya untuk Bayi?

MPASI Fortifikasi.

 Bagian ini ditulis oleh Prof. Dr. Ir. Sugiyono, M.AppSc. Pakar Teknologi Pangan sekaligus Anggota Tim Pakar Direktorat Standardisasi Pangan Olahan BPOM

Dalam berbagai forum, banyak ibu di Indonesia yang mempertanyakan apakah MPASI fortifikasi aman untuk bayi. Pertanyaan ini timbul karena MPASI fortifikasi termasuk makanan pabrikan dan ada persepsi bahwa makanan pabrikan tidak baik untuk bayi. Sebagai salah satu orang yang bertanggung jawab atas standarisasi pangan olahan di Indonesia, saya tergerak untuk memberikan informasi yang lengkap mengenai isu tersebut untuk mengurangi kebingungan dan rasa khawatir para ibu agar mereka lebih percaya diri ketika mengambil pilihan yang terbaik bagi bayinya. Karena itulah, saya juga mengajak Dr. Ardi sebagai salah satu dokter sekaligus influencer tumbuh kembang anak untuk membeberkan fakta seputar MPASI fortifikasi dan bagaimana ibu bisa memastikan kelengkapan gizi bayi ketika memasuki masa transisi ke MPASI setelah mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama.

Pertama-tama, sebelum membahas tentang MPASI fortifikasi, sebaiknya kita memahami dulu apa itu makanan pabrikan dan bagaimana pembuatannya. Makanan pabrikan adalah hasil pengolahan makanan di pabrik yang mencakup pemasakan (biasanya perebusan atau pengukusan) dan pengeringan.

Pemasakan, yang umum dilakukan baik di rumah atau dalam industri, bertujuan memastikan makanan matang, aman, dan mudah dicerna, misalnya daging yang tidak boleh dimakan secara mentah. Apalagi jika makanan tersebut diperuntukkan untuk bayi yang masih rentan mengalami gangguan kesehatan. Makanan untuk bayi tentu saja harus diproses atau dimasak (misalnya direbus atau dikukus lalu dilunakkan) agar sesuai dan aman dikonsumsi bayi dan memberikan nutrisi yang diperlukan agar bayi dapat tumbuh dan berkembang optimal.

Setelah proses pemasakan, dalam pembuatan makanan pabrikan, dilakukanproses pengeringan. Tujuan pengeringan adalah untuk mengeluarkan air dari makanan sehingga menjadi tahan lama atau awet disimpan tanpa mengalami kerusakan atau pembusukan dan kandungan nutrisinya dapat dipertahankan. Tak hanya dalam bidang industri, proses pengeringan makanan juga umum dilakukan masyarakat dalam keseharian agar makanan menjadi awet. Sebagai contoh, roti tawar dikeringkan menjadi roti kering, ataupun daging dikeringkan menjadi dendeng. Jadi, makanan pabrikan itu cepat penyajiannya karena sudah dimasak sebelumnya, dan awet karena telah dikeringkan. Dengan demikian, makanan pabrikan tidak perlu mengandung bahan pengawet karena bentuknya sudah kering sehingga awet dengan sendirinya. Dengan begitu, asumsi bahwa makanan pabrikan itu pasti mengandung pengawet tambahan tidak selalu benar adanya.Dalam bidang industri, salah satu makanan yang melalui proses pengeringan agar lebih awet adalah makanan bayi yang dikeringkan menjadi MPASI fortifikasi.

Yang sering hilang di konteks perbincangan mengenai makanan pabrikan adalah tujuannya yang positif, yaitu untuk memberikan kesetaraan akses terhadap gizi di Indonesia. Pembuatan makanan pabrikan yang awet tentu memungkinkan distribusi makanan sampai ke daerah-daerah terpencil dan jauh. Hal ini sangat menguntungkan di negeri kepulauan seperti Indonesia, di mana pengiriman makanan memerlukan waktu relatif lama. Dengan adanya makanan pabrikan yang awet, masyarakat di daerah terpencil tetap bisa mendapatkan akses makanan yang berkualitas.

Pendapat negatif lain mengenai pemrosesan yang “menghilangkan gizi” pada MPASI fortifikasi juga ingin saya luruskan disini. Tidak dipungkiri bahwa proses pengolahan, termasuk saat kita mengolahnya di rumah seperti memasak, dapat merusak sebagian vitamin yang ada pada makanan.  Pada makanan fortifikasi, sebagian zat gizi yang rusak atau hilang karena proses pengolahan, dapat diatasi dengan menambahkan vitamin dan mineral pada makanan yang telah diolah – hal inilah yang membedakan fortifikasi dengan makanan yang diolah di rumah. Proses penambahan vitamin dan mineral ini justru bisa memberi tambahan nutrisi yang sangat sulit dipenuhi tiap harinya, misalnya zat besi dan zat gizi mikro lainnya untuk memenuhi kebutuhan bayi.

Kesalahpahaman mengenai MPASI fortifikasi berawal dari persepsi negatif yang muncul terhadap makanan yang masuk kategori ultra processed food (UPF) dalam sistem klasifikasi makanan bernama NOVA. Klasifikasi NOVA sendiri dicetuskan oleh peneliti dari Brazil pada tahun 2009 yang menggolongkan makanan dalam 4 kategori berdasarkan tingkat pengolahannya. Empat kategori tersebut adalah unprocessed dan minimally processed foods (seperti pangan segar), processed culinary ingredients (bahan pangan yang meliputi minyak atau lemak, gula, dan garam), processed foods (buah atau ikan di kaleng), dan UPF(makanan cemilan, biskuit, minuman susu, sereal sarapan, makanan instan).

Klasifikasi NOVA sama sekali tidak memperhitungkan kandungan nutrisi makanan, dan hanya mengkategorikan makanan berdasarkan tingkat pengolahannya saja. Oleh karena itu, dalam beberapa tahun terakhir ini, semakin banyak pakar yang mengkritik penggunaan klasifikasi NOVA untuk menilai kandungan nutrisi makanan karena tingkat pengolahan makanan tidak menentukan kandungan nutrisi makanan yang dihasilkan. Kandungan nutrisi makanan lebih banyak ditentukan komposisi bahan yang digunakan untuk membuat makanan tersebut.

Contohnya, proses pemanggangan biskuit dapat menghasilkan produk dengan kandungan nutrisi sesuai untuk bayi, tetapi juga bisa menghasilkan biskuit yang tidak cocok untuk bayi, tergantung pada bahan yang digunakan. Dengan demikian, mengatakan bahwa makanan pabrikan sebagai makanan yang tidak baik bagi bayi karena termasuk UPF, tentu bukan perkataan yang tepat. Yang tepat dalam menilai sebuah produk MPASI fortifikasi baik atau tidak bagi bayi adalah dengan melihat komposisi nutrisi makanan pabrikan tersebut.

Selain kesalahpahaman yang disebabkan sistem kategorisasi NOVA, ada pula kesalahpahaman yang dipicu oleh klaim studi efek negatif UPF. Mungkin ibu-ibu pernah mendengar informasi bahwa MPASI fortifikasi tidak aman berdasarkan studi mengenai efek negatif UPF. Yang perlu diluruskan adalah sebenarnya, belum ada satupun studi yang menggunakan produk MPASI fortifikasi sebagai sumber makanan yang diteliti. Tentunya hal ini menjadikan kesimpulan studi efek negatifUPF tersebut tidak relevan apabila kita berbicara mengenai MPASI fortifikasi.

Penting diketahui ibu bahwa MPASI fortifikasi dikontrol sangat ketat oleh BPOM: mulai dari bahan baku, proses produksi, kandungan zat gizi, serta keamanannya. Untuk produk MPASI fortifikasi, BPOM menerapkan standar yang sangat ketat mengingat pentingnya keamanan makanan bayi dan nilai gizinya. BPOM tidak mengizinkan MPASI fortifikasi mengandung pengawet, pewarna atau perisa serta tidak boleh memiliki kandungan gula dan garam yang tinggi. MPASI fortifikasi yang telah diizinkan beredar di Indonesia oleh BPOM berarti juga telah lolos tahap pengontrolan kualitas sesuai kriteria Codex Alimentarius, sebuah lembaga independen yang membuat standar makanan berbasis sains yang ditetapkan secara kolektif oleh berbagai negara untuk melindungi kesehatan konsumen yang dibentuk oleh FAO/WHO.

Pada intinya, saya berharap artikel ini dapat turut berkontribusi dalam meningkatkan literasi gizi para ibu, sehingga mereka bisa memilih yang terbaik bagi bayinya tanpa rasa khawatir. Saya percaya apabila ibu memiliki literasi gizi yang lebih baik, tahu bagaimana mencari kebenaran sebuah informasi, maka dengan pengetahuan tersebut ibu tidak mudah bingung dengan banyaknya informasi dari sosial media atau lingkungan sekitar yang meresahkan dan belum tentu kebenarannya.

 

Bagaimana MPASI Fortifikasi Bisa Mendukung Tumbuh Kembang Anak Pada 1000 Hari Pertama Kehidupan

Bagian ini ditulis oleh Dr. Mas Nugroho Ardi Santoso, SpA, MKes

Dari sudut pandang saya sebagai dokter spesialis anak, saya memahami adanya berbagai pertimbangan dan perbedaan pandangan dalam memilih nutrisi MPASI. Ada sebagian yang berpendapat bahwa MPASI yang baik adalah yang diolah sendiri, dan di sisi lain anti terhadap MPASI fortifikasi. Lebih nyaman menggunakan MPASI pinggir jalan – yang kita tidak pernah tahu proses pembuatannya – daripada menggunakan MPASI fortifikasi.

Saya setuju dengan tujuan Prof. Sugiyono untuk meningkatkan literasi gizi melalui isu ini. Karena itu, saya ingin memulai dengan membahas pengetahuan dasarnya dulu, yaitu peran gizi dalam 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK). 1000 HPK adalah fase terpenting dalam membentuk dan membangun kualitas gizi anak. Kualitas pada 1000 HPK sangat menentukan keberlangsungan kehidupan anak di   masa   depan   – misalnya seluruh organ penting dan sistem tubuh mulai terbentuk dengan pesat. Perkembangan yang dimulai adalah kesehatan saluran cerna, perkembangan organ metabolik, perkembangan kognitif, pertumbuhan fisik, dan kematangan sistem imun.1 Bahkan perkembangan otak manusia 80 persen terjadi pada masa 1000 HPK, dan sisanya 20 persen terjadi hingga dewasa.

Karena itu selain memperhatikan nutrisi seimbang saat hamil, kemudian memastikan asupan gizi melalui ASI selama 6 bulan, ibu juga harus memperhatikan asupan nutrisi pada fase MPASI saat usia anak di atas 6 bulan. Pada usia tersebut, anak sudah semakin membutuhkan nutrisi yang kompleks dan tidak cukup hanya diberikan melalui ASI. Anak sudah sangat perlu diberikan dukungan asupan lain melalui makanan pendamping ASI (MPASI).

MPASI yang mendukung tumbuh kembang optimal adalah yang diberikan tepat waktu, cukup kalori, protein, lemak, vitamin, mineral, higienis dan responsif diberikan setelah bayi berusia 6 bulan dan ASI dapat diteruskan sampai usia 2 tahun.MPASI yang kurang dalam kuantitas dan kualitas dapat menyebabkan anak gagal tumbuh dan jika berlangsung dalam waktu lama akan menjadi pemicu malnutrisi dan stunting3.

Selain mengetahui teorinya, sebenarnya ada masalah lain yang lebih nyata yang dihadapi para ibu (dan juga mungkin inilah yang membuat ibu sering khawatir), yaitu bagaimana ibu bisa memastikan kualitas nutrisi makanan – mulai dari apakah kualitas bahan bakunya terjamin, apakah proses memasaknya sudah benar sehingga nutrisinya tidak rusak? Dari segi pengolahan makanannya saja, sebenarnya cukup sulit memastikan kualitas nutrisi MPASI olahan sendiri, apalagi bubur tim pinggir jalan. Sebagai gambaran, bayi berusia 6 bulan ke atas membutuhkan asupan zat besi sebanyak 11 mg/hari. ASI hanya menyediakan sekitar 3% dari 11 mg zat besi, sehingga sisanya perlu diperoleh dari MPASI. Makanan kaya zat besi seperti daging sapi, hati sapi atau ayam, dan ikan harus dikonsumsi dalam jumlah sekitar 400g untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian. Tentunya itu tidak mungkin dengan kapasitas lambung bayi yang terbatas.

Di sinilah MPASI fortifikasi sangat bisa digunakan sebagai alternatif nutrisi pendukung tumbuh kembang oleh karena kelebihannya, yaitu sudah ditambahkan vitamin dan mineral sesuai kebutuhan harian. Sebuah penelitian yang dilakukan di Indonesia menunjukkan bayi berusia 6-24 bulan yang mengkonsumsi MPASI fortifikasi mencatat kadar hemoglobin, zat besi, dan ferritin (pengikat zat besi) yang lebih tinggi dibanding dengan bayi yang mengkonsumsi MPASI homemade.4 Dalam berbagai penelitian lain juga telah dibuktikan bahwa nutrisi fortifikasi dapat mendukung pertumbuhan anak secara positif.5

Para ibu juga sebaiknya bijak dalam menyikapi nutrisi MPASI. Jika bisa memastikan kualitas nutrisi seimbang sesuai kebutuhan anak – silahkan dibuat makanan olahan di rumah. Tetapi tidak juga harus dipaksakan atau idealis untuk anti terhadap nutrisi fortifikasi – padahal disaat yang sama nutrisi anak justru tidak tercukupi karena makanan olahannya tidak berkualitas. Mari fokus pada kebutuhan nutrisi seimbang anak, terlepas apakah berasal dari nutrisi olahan sendiri atau dibantu oleh nutrisi fortifikasi.

Di samping itu juga para ibu disarankan untuk terus menambah wawasan terkait tumbuh kembang dari sumber-sumber yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga lebih bijak dalam mengambil keputusan. (rel)

Ketua PWI Sumut Dipercaya Pimpinan Sidang Kongres PWI XXV 2023

SUMUTPOS.CO – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut Farianda Putra Sinik mendapat kepercayaan pimpinan sidang Kongres XXV PWI 2023 yang berlangsung di eL Hotel Bandung, Senin (25/9) malam.

Farianda Putra Sinik mendapat kepercayaan lewat pemilihan ketat bersama dua pimpinan lainnya, Sekretaris PWI Propinsi Maluku Utara Syamsir Hamejan dan Ketua PWI Propinsi Jawa Timur Lutfi Hakim.

Ketiga pimpinan mempercayakan Syamsir Hamejan selaku Ketua sidang melanjutkan pimpinan sidang Pleno ke II agenda laporan pertanggungjawaban pengurus masa bakti 2018-2023 yang disampaikan Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari.

Kemudian laporan pertanggungjawaban disampaikan Ketua DKP Pusat Ilham Bintang.

Selanjutnya, ketiga pimpinan diatas akan memimpin sidang berikutnya yakni sidang pleno ke III, IV hingga agenda pemilihan dan pengukuhan pengurus terpilih, Selasa (26/9).

Setelah kedua menyampaikan laporan pertanggungjawaban, pimpinan menawarkan apakah laporan diterima. Namun disepakati sidang diskor dan berlanjut, Selasa (26/9) pagi pukul 9.00 Wib.

Dalam amatan wartawan, mulai dari sidang pleno I, tampak alot yang dihujani sejumlah interupsi dari berbagai utusan daerah. Suara keras dan saling balas terjadi mewarnai rapat pleno. (rel)