29 C
Medan
Tuesday, April 14, 2026
Home Blog Page 112

Perda Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Disahkan, Fraksi PKS Tekankan Pentingnya Penerapan MKKG

PAIPURNA: Rapat paripurna penyampaian laporan Pansus, pendapat fraksi-fraksi DPRD Kota Medan dan Penandatangan pengambilan keputusan DPRD Medan sekaligus persetujuan bersama DPRD Medan dengan Kepala Daerah, dipimpin Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen bersama Wakil-wakil DPRD Kota Medan Rajudin Sagala, Zulkarnaen dan Hadi Suhendra, serta dihadiri Wali Kota Medan Rico Waas.
PAIPURNA: Rapat paripurna penyampaian laporan Pansus, pendapat fraksi-fraksi DPRD Kota Medan dan Penandatangan pengambilan keputusan DPRD Medan sekaligus persetujuan bersama DPRD Medan dengan Kepala Daerah, dipimpin Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen bersama Wakil-wakil DPRD Kota Medan Rajudin Sagala, Zulkarnaen dan Hadi Suhendra, serta dihadiri Wali Kota Medan Rico Waas.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Kota Medan bersama Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran di ruang rapat paripurna DPRD Medan, Senin (17/11).

Rapat paripurna penyampaian laporan Panitia Khusus (Pansus), pendapat fraksi-fraksi DPRD Kota Medan dan Penandatangan pengambilan keputusan DPRD Medan sekaligus persetujuan bersama DPRD Medan dengan Kepala Daerah, dipimpin Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen bersama Wakil-wakil DPRD Kota Medan Rajudin Sagala, Zulkarnaen dan Hadi Suhendra, serta dihadiri Wali Kota Medan, Rico Waas.

Sebelum penandatangan persetujuan Ranperda, Wakil Ketua Pansus Pembahasan Ranperda tentang pencegahan dan penanggulangan kebakaran DPRD Medan, Lailatul Badri, melaporkan, pembinaan dan pengawasan terhadap penerapan standar keselamatan ke sarana di gedung, kawasan industri, permukiman serta fasilitas umum menjadi salah poin yang harus dilakukan Pemko Medan dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

“Kami juga meminta agar Pemko Medan menetapkan dan mengalokasikan anggaran yang memadai untuk sarana, prasaran dan sumber daya manusia pemadam kebakaran. Begitu juga dengan pembentukan relawan kebakaran di lingkungan masyarakat juga perlu dilakukan,” ucap wanita yang akrab disapa Laila ini.

Politis PKB itu mengatakan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Kota Medan selaku OPD Teknis harus melakukan upaya-upaya pencegahan dengan menyusun dan melaksanakan program edukasi serta sosialiasi keselamatan kebakaran pada masyarakat, sekolah, kawasan industri dan perumahan.

“Inspeksi dan sertifikasi laik fungsi bangunan proteksi kebakaran juga harus dilakukan, lakukan pemetaan kerawanan kebakaran. Jika ada yang tidak laik fungsi, segera tertibkan,” ujarnya.

Dalam hal penanggulangan, Pemko Medan diminta menyediakan pos dan armada pemadam kebakaran yang tersebar di wilayah kota agar respon yang cepat.

“Lakukan pemeliharaan sarana dan prasarana pemadan seperti mobil pemadam, hidran dan alat pelindung diri. Siapkan juga sistem informasi kebakaran kota, termasuk pelaporan insiden dan manajemen data kejadian kebakaran agar lebih mudah diakses masyarakat,” katanya.

Dengan disetujui Ranperda P2K ini, Laila berharap Pemko Medan bisa lebih maksimal lagi dalam melakukan pencegahan, penanggulangan serta penegakkan dan pembinaan teknis kebakaran di Kota Medan. “Ranperda ini sangat strategis dan urgen untuk segera ditetapkan sebagai dasar hukum pelaksanaan tugas pencegahan dan penanggulangan kebakaran di Kota Medan,” pungkasnya.

Sementara itu, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyampaikan sejumlah masukan terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Medan tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran salah satunya soal pentingnya penerapan Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG).

Hal ini disampaikan juru bicara Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Medan, H. Doli Indra Rangkuti saat menyampaikan pendapat fraksi dalam rapat paripurna beragendakan Penyampaian Laporan Panitia Khusus, Pendapat Fraksi-Fraksi DPRD Kota Medan dan Penandatanganan/ Pengambilan Keputusan DPRD Kota Medan sekaligus Persetujuan Bersama DPRD Kota Medan dengan Kepala Daerah atas Ranperda Kota Medan tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, Senin (17/11/2025).

“Fraksi PKS menyoroti pentingnya penerapan Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG). Pengawasan rutin terhadap instalasi listrik, gas, serta sistem pendingin harus diperkuat untuk meminimalisir potensi kebakaran,” kata Doli.

Disampaikan Doli, Fraksi PKS menekankan bahwa pencegahan harus menjadi fokus utama Ranperda. Setiap gedung, terutama fasilitas publik dan komersial, wajib memiliki sarana proteksi kebakaran yang memadai sesuai standar. “Sosialisasi kepada masyarakat di kawasan padat penduduk juga harus menjadi perhatian serius,” ungkapnya.

PKS juga menyoroti ketentuan pada Pasal 23 Ranperda terkait rekomendasi kelengkapan proteksi kebakaran yang harus disusun oleh ahli bersertifikat. Doli meminta agar proses penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Keselamatan dan Kebakaran (SKK) dapat berlangsung cepat dan tepat, sesuai prosedur yang berlaku, tanpa menghambat masyarakat maupun pengembang.

Fraksi PKS menilai keberadaan Ranperda ini merupakan bentuk kepedulian DPRD dan Pemko Medan terhadap upaya penegakan aturan yang sesuai dengan regulasi di tingkat pusat. “Melalui Perda ini, diharapkan Kota Medan memiliki dasar hukum yang kuat dan komprehensif dalam mengurangi potensi kebakaran,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, anggota Komisi III DPRD Medan menegaskan bahwa upaya pencegahan kebakaran merupakan kewajiban bersama yang harus dilakukan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan.

Menurutnya, pencegahan dan penanggulangan kebakaran sangat bergantung pada kesiapan masyarakat dan pemerintah dalam menyediakan sarana, fasilitas, serta pelatihan yang memadai.

“Pencegahan kebakaran adalah tindakan yang dilakukan secara terencana untuk mencegah dan meniadakan sejauh mungkin timbulnya kebakaran. Karena itu, langkah awal sangat penting, termasuk peningkatan ilmu pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi kebakaran,” ujar Doli di hadapan peserta rapat.

Fraksi PKS menilai Ranperda ini berperan penting memberikan kepastian hukum bagi masyarakat, terutama warga yang tinggal di kawasan padat penduduk. Selain itu, Ranperda ini juga diharapkan menjadi dasar hukum bagi pengembang perumahan untuk menyediakan fasilitas pencegahan dan penanggulangan kebakaran sesuai aturan.

Doli turut mengingatkan pentingnya merujuk pada Peraturan Menteri PUPR Nomor 20/PRT/M/2009 tentang Pedoman Teknis Manajemen Proteksi Kebakaran di Perkotaan, khususnya terkait proteksi kebakaran di kota, lingkungan, bangunan gedung, serta penyusunan Rencana Tindakan Darurat Kebakaran (RTDK).

Usai penandatangan persertujuan Ranperda tersebut, Wali Kota Medan, Rico Waas menyampaikan, sebagai ibukota propinsi yang terus berkembang dengah memiliki kompleksitas pemukiman padat, aktivitas perekonomuan yang tinggi serta keberadaan bangunan-bangunan bertingkat beresiko tinggi terhadap bahaya kebakaran dan telah berulang kali terjadi menimbulkan kerugian yang tidak sedikit.

Sehingga penyusunan Ranperda ini menjadi suatu kebutuhan yang mendesak dan merupakan wujud nyata komitmen Pemko untuk memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh masyarakat Kota Medan dari ancaman bencana kebakaran.

“Ranperda ini berupaya menggeser paradigma kebakaran dari pendekatan reaktif menjadi pendekatan proaktif dengan mengatur secara detail standar minimum sistem proteksi kebakaran, mulai dari desain bangunan, pemasangan alarm, hidran kebakaran hingga pelatihan bagi pengelola gedung,” ucapnya.

Dilanjutkan Rico Waas, Ranperda ini mencakup beberapa pokok materi penting diantaranya penyusunan rencana induk sistem proteksi kebakaran dan penyelamatan yang mencakup analisa resiko kebakaran, kewajiban pencegahan, peran serta masyarakat, standarisasi dan pengawasan serta sanksi.

“Kami berharqp persetujuan Ranperda ini menjadi Perda akan membawa dampak positif yang signifikan, tidak hanya dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat tetapi juga dalam mendikung pertumbuhan ekonomi daerah secara menyeluruh,” tuturnya. (map/ila)

Kolaborasi Komunitas Garuda Panser dan PASTI, Sukses Gelar Donor Darah, 150 Kantong Terkumpul

FOTO BERSAMA: Garuda Panser dan Team PASTI, foto bersama di sela-sela acara bakti sosial donor darah bekerja sama dengan PMI Deliserdang
FOTO BERSAMA: Garuda Panser dan Team PASTI, foto bersama di sela-sela acara bakti sosial donor darah bekerja sama dengan PMI Deliserdang

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua komunitas besar di Medan Marelan, yakni Garuda Panser dan Team PASTI, sukses menggelar kegiatan bakti sosial donor darah bekerja sama dengan PMI Deliserdang.

Acara yang berlangsung di Jalan Pasar 3 Tengah, Kelurahan Terjun, Medan Marelan, Minggu (16/11/2025) itu mendapat sambutan meriah dari masyarakat.

Sekretaris Garuda Panser, Eko Prasetyo, sekaligus perwakilan Ketua Panitia, mengaku terharu melihat antusiasme warga. “Alhamdulillah, walaupun kegiatan ini masih perdana, masyarakat sangat antusias untuk ikut berpartisipasi,” ujar Eko.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus Team PASTI yang turut bekerja keras hingga kegiatan berjalan sukses, serta kepada PMI Deliserdang yang melayani warga dengan sigap sepanjang acara.

Sementara itu, Suharno, Penasehat Team PASTI, menyampaikan bahwa kegiatan sosial tersebut berhasil mengumpulkan 150 kantong darah dari para pendonor. “Antusias warga luar biasa. Semoga kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin kolaborasi Garuda Panser dan Team Pasti setiap enam bulan,” harapnya.

Acara ini juga dihadiri berbagai tokoh dan komunitas, antara lain Ketua Garuda Panser Muliadi, Sekretaris Eko Prasetyo, Bendahara Hermansyah, Ketua Team PASTI Welly, kepala lingkungan, perangkat kelurahan, perwakilan Kecamatan Medan Marelan, Komunitas Marelan Bersama (KOMBES), Komunitas Sepeda AMPHIBI, Pembina Pondok Qur’an Al Muflihun Ustad Ishak Sanjaya, serta tokoh masyarakat Azhari dan Joni.

Kegiatan donor darah ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga menunjukkan semangat kolaborasi komunitas dalam membantu sesama dan memperkuat solidaritas di tengah masyarakat. (mag-2/ila)

Sekber Gerakan Oikumenis Sumut Desak Gubsu Segera Penuhi Janji Tutup PT TPL

KONFERENSI PERS: Sekber Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis Sumut saat menggelar Konferensi Pers Tutup TPL, di Kantor JPIC Kapusin Medan, Senin (17/11) sore. Dewi Syahruni Lubis/Sumut Pos
KONFERENSI PERS: Sekber Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis Sumut saat menggelar Konferensi Pers Tutup TPL, di Kantor JPIC Kapusin Medan, Senin (17/11) sore. Dewi Syahruni Lubis/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis Sumatra Utara kembali menekan Pemerintah Provinsi Sumut agar menepati janji yang disampaikan saat aksi demonstrasi anti–PT Toba Pulp Lestari (TPL) pada 10 November 2025 lalu. Desakan itu disampaikan dalam konferensi pers di Kantor JPIC Kapusin Medan, Senin (17/11) sore.

Ketua Sekber, Pastor Walden Sitanggang mengaku, pada saat itu ia menerima pernyataan langsung dari Pj Sekda Provsu dan membuat sebuah rekomendasi, berisi bahwa Gubernur Bobby Nasution akan mengunjungi daerah konflik PT TPL dan mengagendakan pertemuan dengan Sekber.

“Sampai hari ini kami belum ada menerima skedul dari Pemprovsu, Gubernur Sumatera Utara akan memenuhi janjinya saat disampaikan oleh Pj Sekda Provsu,” kata Pastor Walden saat Konferensi Pers, di Kantor JPIC Kapusin Medan, Senin (17/11) sore.

Oleh karena itu, pihaknya menggelar konferensi pers guna menagih janji Pemprovsu dan Gubernur Sumut, Bobby Nasution.

Hal senada Perwakilan Sekber, Rokki Pasaribu yang merupakan Direktur KSPPM menegaskan, pihaknya mendesak Gubernur Sumut, Bobby Nasution untuk segera menerbitkan rekomendasi penutupan PT TPL ke pemerintah pusat.

“Kami mendesak agar Gubernur Bobby Nasution menerbitkan rekomendasi penutupan TPL ke pemerintah pusat, sehingga kalau itu sudah dilakukan tidak perlu lagi turun ke lokasi konflik atau bertemu sekber,” katanya.

Ia menegaskan, jika Gubernur Bobby sudah meneruskan rekomendasi ke Pemerintah Pusat. “Kami yang akan mendesak Pemerintah Pusat untuk menerbitkan penutupan atau pencabutan izin operasional PT TPL,” tegasnya.

Desakan serupa disampaikan Horas Bangso Batak, Lamsiang Sitompul dan Jhontoni Tarihoran dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tano Batak.

Jhon meminta Gubernur Bobby segera merespons tuntutan masyarakat kawasan Danau Toba dan Tapanuli Raya untuk merekomendasikan penutupan PT TPL.

“Hal itu menghindari kerugian demi kerugian yang akan terjadi di tengah masyarakat Sumut akibat keberadaan PT TPL selama 30 tahun lebih, menimbulkan konflik di tengah masyarakat yang ada konsesinya,” katanya.

Lamsiang bahkan menyatakan, bahwa PT TPL lebih bermanfaat ditutup daripada beroperasi karena menimbulkan banyak persoalan.

Ia membeberkan, sudah sangat banyak kerugian akibat kehadiran PT TPL, seperti kerusakan lingkungan dengan tanaman onokultur eucalyptus, kriminalisasi terhadap masyarakat adat.

“Tetapi anehnya, Perusahaan TPL malah mengaku merugi dalam laporan terakhir yang berarti tidak menghasilkan apa-apa bagi negara. Sementara selama ini, TPL telah mencaplok lahan masyarakat yang sudah ada di sana sejak ratusan tahun bahkan sebelum TPL hadir,” pungkasnya.

Sebelumnya, terkait permintaan massa yang melakukan aksi di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Senin (10/11/2025), PT Toba Pulp Lestari (TPL) memberikan klarifikasi. Corporate Communication Head PT TPL, Salomo Sitohang, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen terhadap transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan operasional.

“Selama lebih dari 30 tahun beroperasi, PT TPL berkomitmen menjalin komunikasi terbuka dengan masyarakat melalui berbagai dialog, sosialisasi, dan program kemitraan yang melibatkan Pemerintah, Masyarakat Hukum Adat, tokoh agama, tokoh pemuda, akademisi, serta lembaga swadaya masyarakat. Pendekatan sosial ini dilakukan secara inklusif dan berkelanjutan,” ujar Salomo.

TPL juga menolak tuduhan bahwa operasional perusahaan menjadi penyebab bencana ekologi. Menurut Salomo, seluruh kegiatan Perseroan telah sesuai dengan izin, peraturan, dan ketentuan pemerintah yang berwenang.

“Seluruh kegiatan operasional dijalankan berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas, terdokumentasi, dan diawasi secara konsisten,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemantauan lingkungan dilakukan secara periodik bekerja sama dengan lembaga independen dan tersertifikasi untuk memastikan seluruh aktivitas sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku. (dwi/ram)

KAI Sumut Buka Penjualan Tiket Nataru

KERETA API: Para penumpang kereta api saat bersiap berangkat ke daerah tujuan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (KAI Divre I Sumut) resmi membuka penjualan tiket untuk perjalanan kereta api tanggal 1 Januari 2026.
KERETA API: Para penumpang kereta api saat bersiap berangkat ke daerah tujuan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (KAI Divre I Sumut) resmi membuka penjualan tiket untuk perjalanan kereta api tanggal 1 Januari 2026.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (KAI Divre I Sumut) resmi membuka penjualan tiket untuk perjalanan kereta api tanggal 1 Januari 2026.

Pemesanan tiket pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 sudah dapat dilakukan sejak H-45 melalui aplikasi Access by KAI, situs kai.id, serta seluruh channel penjualan resmi lainnya.

Manager Humas KAI Divre I Sumut M. As’ad Habibuddin, dalam keterangannya, Senin (17/11/2025) menyampaikan bahwa pola peningkatan jumlah penumpang pada periode libur panjang diperkirakan akan kembali terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, masyarakat diimbau untuk mengecek ketersediaan tiket dan merencanakan perjalanan lebih awal.

”Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan kereta api yang nyaman dan tepat waktu sejak jauh-jauh hari,” kata As’ad.

As’ad menambahkan, calon penumpang perlu memastikan kembali tanggal dan jam keberangkatan, rute stasiun asal dan tujuan, serta ketelitian dalam menginput data penumpang saat melakukan pemesanan.

Menjelang hari keberangkatan, ia juga mengingatkan agar penumpang tiba lebih awal di stasiun. “Kehadiran lebih awal sangat penting untuk menghindari antrean panjang yang kerap terjadi pada masa liburan Nataru,” imbuhnya.

Adapun tiket yang sudah tersedia pada H-45 adalah tiket kereta api jarak jauh, yakni KA Sribilah Utama relasi Medan–Rantau Prapat PP dan KA Putri Deli relasi Medan–Tanjung Balai PP.

Sementara itu, tiket kereta api lokal, seperti KA Siantar Ekspres relasi Medan–Siantar PP dan KA Datuk Belambangan relasi Tebingtinggi–Lalang PP, dapat dipesan mulai H-7 sebelum keberangkatan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan dan perjalanan kereta api, masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI melalui telepon 121, WhatsApp 081-122-233-121, email cs@kai.id, atau media sosial resmi @KAI121.

Dengan dibukanya pemesanan tiket lebih awal, KAI berharap arus mobilitas masyarakat pada periode Nataru dapat terkelola dengan lebih baik dan perjalanan berlangsung aman serta nyaman.(san/ila)

Pemko Medan Perkuat Sinergi Keamanan

AUDIENSI: Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menerima audiensi Pangkosek Hanudnas I yang dipimpin Asisten Operasi Kosek I Letkol. Pnb. Setyo Budi Pulungan, di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Senin (17/11/2025).
AUDIENSI: Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menerima audiensi Pangkosek Hanudnas I yang dipimpin Asisten Operasi Kosek I Letkol. Pnb. Setyo Budi Pulungan, di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Senin (17/11/2025).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan komitmen Pemko sebagai ibu kota provinsi untuk menjaga bersinergi dengan seluruh instansi pertahanan dan keamanan.

“Menjaga kota bukan hanya tugas satu lembaga, tetapi kerja bersama lintas institusi,” ucap Wali Kota saat menerima audiensi Pangkosek Hanudnas I yang dipimpin Asisten Operasi Kosek I Letkol. Pnb. Setyo Budi Pulungan, di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Senin (17/11/2025).

Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus membahas penguatan sinergi dalam keamanan dan pelayanan masyarakat di Medan.

Rico Waas menekankan pentingnya kolaborasi strategis, mulai dari pengamanan wilayah, kegiatan bersama masyarakat, hingga pembinaan kedisiplinan personel.

Ia secara khusus menyoroti peran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang dinilainya perlu terus memperkuat kerja sama dengan instansi pertahanan.

“Semangat dan jiwa korsa para personel Satpol PP dan Damkarmat perlu terus tumbuh. Melihat kedisiplinan rekan-rekan TNI bisa menjadi motivasi besar bagi mereka,” ujar Wali Kota yang saat itu didampingi Kasat Pol PP Muhammad Yunus dan Plt Kadis Damkarmat Wandro Abadi Agnellus Malau.

Rico Waas juga berharap sinergi yang terbangun dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih humanis. “Saat ini masyarakat semakin terbuka terhadap informasi dan menuntut pendekatan persuasif, termasuk dalam penertiban PKL maupun pelaksanaan peraturan daerah,” tambahnya.

Menurutnya kegiatan bersama seperti olahraga, edukasi, hingga latihan teknis dapat membantu meningkatkan pemahaman publik mengenai peran instansi dalam menjaga keamanan wilayah.

“Ancaman terus berkembang, mulai ancaman siber hingga penggunaan pesawat tanpa awak. Masyarakat perlu memahami bagaimana kita menjaga daerah dari berbagai potensi ancaman,” katanya.

Letkol. Pnb. Setyo Budi Pulungan menyampaikan, Kosek Hanudnas I kini semakin membuka diri kepada masyarakat. Ia mencontohkan, kawasan markas yang dulu terbatas kini menjadi ruang olahraga warga setiap sore, mulai dari tenis, panahan, hingga sepak bola.

Setyo juga mengungkapkan ketertarikan Kosek dalam mendukung sektor UMKM. Kosek menyediakan area khusus bagi pelaku UMKM setiap Minggu pagi di kawasan Car Free Day.

“Kami sangat terbuka bekerja sama. Pelatihan damkar yang sudah kita lakukan bahkan mendapat apresiasi dari Panglima,” ucapnya. (map/ila)

Operasi Zebra Toba 2025 Digelar Serentak di Sumut

APEL: Wakapolres Tebingtinggi Kompol Rudi Syahputra, bersama jajaran TNI, Sat Brimob, dan personel lintas instansi melakukan pengecekan pasukan dan sarana prasarana pada Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Toba 2025 di Mapolres Tebingtinggi, Senin (17/11/2025).
APEL: Wakapolres Tebingtinggi Kompol Rudi Syahputra, bersama jajaran TNI, Sat Brimob, dan personel lintas instansi melakukan pengecekan pasukan dan sarana prasarana pada Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Toba 2025 di Mapolres Tebingtinggi, Senin (17/11/2025).

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Beberapa daerah di Sumatera Utara (Sumut) serentak menggelar Operasi Kepolisian Zebra Toba 2025. Polres Tebingtinggi sebelumnya menggelar apel gelar kesiapan pasukan yang dipimpin oleh Wakil Kepala Polisi Resort (Wakapolres) Tebingtinggi Kompol Rudi Syahputra, di Lapangan Apel Mapolres Tebingtinggi, Senin (17/11).

Kegiatan dihadiri oleh para pejabat utama Polres Tebingtinggi, para kapolsek, perwira, dan seluruh personel Polres. Selain itu, hadir pula unsur TNI, Sat Brimob Yon B, Subdenpom, Jasa Raharja, Satpol PP Kota Tebing Tinggi, serta Dinas Perhubungan sebagai bentuk sinergi lintas sektoral dalam mendukung pelaksanaan operasi.

“Agar seluruh personel mengedepankan profesionalisme, sikap humanis, dan integritas dalam setiap tindakan.

Penegakan hukum diharapkan lebih modern dan transparan serta mengutamakan penindakan berupa teguran bagi pelanggaran tertentu yang masih dapat dibina. Seluruh kegiatan operasi, baik preemtif, preventif maupun penindakan, harus sesuai dengan SOP,” tegas Wakapolres Tebingtinggi Kompol Rudi Syahputra.

Sementara di Labuhanbatu, Wakapolres Labuhanbatu Kompol H Matondang menegaskan Operasi Zebra Toba 2025 merupakan upaya kepolisian dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Sumatera Utara, khususnya di Kabupaten Labuhanbatu.

“Operasi ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta membangun budaya tertib saat berkendara,” ujar Kompol H Matonda saat memimpin gelar Apel Pasukan Operasi Kewilayahan Zebra Toba 2025 di Lapangan Apel Polres Labuhanbatu, Jalan MH Thamrin Rantauprapat.

“Polres Labuhanbatu berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan setiap aktivitas berlalu lintas berlangsung aman dan nyaman. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” ungkapnya.

Melalui Operasi Zebra Toba 2025 ini, Polres Labuhanbatu berharap terciptanya budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di jalan raya.

Sementara, Polres Serdang Bedagai (Sergai) menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Toba 2025 di Lapangan Apel Mako Polres Sergai, Senin (17/11) pagi. Apel dipimpin Wakapolres Sergai Kompol Rudy Candra, SH MH mewakili Kapolres Sergai AKBP Jhon Sitepu SIK MH.

Dalam amanatnya, Wakapolres Sergai menekankan bahwa Operasi Zebra merupakan agenda nasional Korlantas Polri untuk menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan tertib menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Operasi Zebra Toba 2025 ini merupakan agenda nasional untuk menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Kami menekankan seluruh personel agar bekerja dengan profesional, berintegritas, dan memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat,” ujarnya.

Masing-masing Polres jajaran Polda Sumut kemudian membacakan amanat Kepala Kepolisian Sumatera Utara (Kapolda Sumut).

Dalam amanatnya, Kapolda Sumut menegaskan bahwa Operasi Zebra Toba 2025 digelar untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di wilayah Sumatera Utara.

Kapolda menyampaikan bahwa berdasarkan data Januari hingga Oktober 2025, terdapat 73.335 pelanggaran lalu lintas atau turun 39 persen dibanding tahun 2024. Sementara itu, 5.475 kasus kecelakaan lalu lintas tercatat selama 2025, menunjukkan penurunan 3,5 persen dari tahun sebelumnya.

Meski terjadi penurunan, potensi kerawanan lalu lintas masih cukup tinggi sehingga diperlukan langkah strategis dan sinergi berkelanjutan. Operasi Zebra Toba 2025 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025, dengan melibatkan 1.528 personel, terdiri dari 100 personel Satgas Polda dan 1.428 personel Satgas Polres jajaran. (mag-3/fdh/fad)

Operasi Zebra Toba 2025, Poldasu Tekankan Profesionalitas dan Humanis

APEL: Wakapolda Sumut Brigjen Pol Rony Samtana saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Kewilayahan 'Zebra Toba 2025', di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Senin (17/11). Istimewa/Sumut Pos
APEL: Wakapolda Sumut Brigjen Pol Rony Samtana saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Kewilayahan 'Zebra Toba 2025', di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Senin (17/11). Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kewilayahan ‘Zebra Toba 2025’, di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Senin (17/11).

Apel dipimpin Wakapolda Sumut Brigjen Pol Rony Samtana yang hadir mewakili Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto.

Apel tersebut dihadiri jajaran Forkopimda dan berbagai instansi terkait, mulai dari TNI, Jasa Marga, Jasa Raharja, Satpol PP, Dishub Provsu, hingga PT JMKT. Seluruh unsur yang terlibat menegaskan kesiapan penuh dalam mendukung pelaksanaan operasi yang akan berlangsung selama 14 hari, mulai 17-30 November 2025.

Dalam amanat Kapolda Sumut yang dibacakan Wakapolda Rony, disampaikan bahwa situasi keamanan dan keselamatan lalu lintas di Sumut masih memerlukan perhatian serius. “Meski terjadi perbaikan dibanding tahun sebelumnya, potensi kerawanan tetap tinggi,” katanya.

Adapun, data Kamseltibcarlantas dari Januari-Oktober 2025, menunjukkan 73.335 pelanggaran lalu lintas, turun 39 persen dari tahun 2024. Dan 5.475 kecelakaan lalu lintas, turun 3,5 persen dari periode sebelumnya.

“Meskipun terdapat perbaikan, data ini menunjukkan bahwa potensi kerawanan lalu lintas masih cukup tinggi dan memerlukan langkah strategis serta upaya berkelanjutan dalam mewujudkan keselamatan berlalu lintas,” tegasnya.

Operasi Zebra Toba 2025 melibatkan total 1.528 personel, terdiri dari 100 personel Satgas Polda Sumut dan 1.428 personel Satgas Polres Jajaran. Operasi tahun ini mengusung tema ‘Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Ops Lilin 2025’.

Apel gelar pasukan ini bertujuan, memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta penguatan sinergi lintas sektoral. Rony menyebutkan, pentingnya pelaksanaan operasi yang humanis dan transparan sejalan dengan Reformasi Polri.

Beberapa arahan penting Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, yakni penegakan hukum mengedepankan ETLE serta penindakan secara modern. Pelanggaran tertentu cukup diberikan teguran, selama masih dapat dibina.

Selanjutnya, seluruh kegiatan harus sesuai SOP, mulai preemtif, preventif, hingga penindakan. Dan tidak ada toleransi bagi personel yang melakukan penyimpangan atau kontra produktif. “Saya tegaskan, jangan sampai tindakan yang tidak sesuai prosedur mencederai kepercayaan publik dan menghambat tujuan mulia operasi,” tegasnya lagi.

Ia juga mengajak seluruh personel menjadikan pelaksanaan operasi sebagai momentum mendekatkan diri kepada masyarakat melalui edukasi yang berkesinambungan. Tujuannya, meningkatkan kesadaran berlalu lintas masyarakat Sumut.

“Mari kita wujudkan operasi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan. Keberhasilan menciptakan Kamseltibcarlantas adalah wujud nyata pengabdian kita kepada bangsa dan negara,” ajaknya.

Operasi Zebra Toba menjadi langkah awal penguatan kesiapan Polda Sumut menjelang Ops Lilin 2025. Harapannya, operasi ini mampu memberikan dampak nyata dengan menekan pelanggaran, menurunkan kecelakaan, dan membangun budaya tertib lalu lintas di masyarakat.

Mengakhiri amanat, Rony menyampaikan doa agar seluruh personel diberi perlindungan dan keselamatan dalam menjalankan tugas. “Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kekuatan kepada kita semua dalam melanjutkan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (dwi/ila)

Dalami Strategi Pertahanan dan Pendidikan di Singapura, Bupati Sergai Dapat Pembekalan dari Menteri Chan Chun Sing

PEMBELAJARAN: Peserta KPPD Lemhannas RI Angkatan II, termasuk Bupati Sergai Darma Wijaya, mengikuti sesi pembelajaran bersama narasumber di Singapura, Sabtu (15/11). ( IST )
PEMBELAJARAN: Peserta KPPD Lemhannas RI Angkatan II, termasuk Bupati Sergai Darma Wijaya, mengikuti sesi pembelajaran bersama narasumber di Singapura, Sabtu (15/11). ( IST )

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Darma Wijaya bersama peserta Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan II Tahun 2025 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI mendalami strategi pertahanan dan pendidikan di Singapura. Di sana, rombongan mendapat pembekalan langsung dari Menteri Pertahanan Singapura yang juga mantan Menteri Pendidikan, Mr Chan Chun Sing, Sabtu (15/11).

Melalui pesan WhatsApp, Bupati Sergai menyampaikan bahwa Mr Chan merupakan salah satu figur kunci dalam pembaruan sistem pendidikan Singapura.
Saat menjabat sebagai Menteri Pendidikan dari Mei 2021 hingga Mei 2025, ia dikenal sebagai tokoh yang mendorong lifelong learning atau pembelajaran sepanjang hayat, serta memperluas akses pendidikan bagi seluruh peserta didik dengan berbagai kemampuan dan minat.

“Beliau memperkuat pengembangan profesional bagi para pendidik dan memperdalam kemitraan antara sekolah dan industri, sehingga dunia pendidikan relevan dengan kebutuhan tenaga kerja masa depan,” ujar Darma Wijaya.

Sebelum memimpin sektor pendidikan, Mr Chan tercatat memegang sejumlah jabatan strategis dalam pembangunan ekonomi Singapura. Dari Mei 2018 hingga Mei 2021, ia menjabat sebagai Minister for Trade and Industry, meratifikasi Perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), serta memperkuat kerja sama internasional di bidang ekonomi digital.

Tak hanya itu, Mr Chan juga berperan penting dalam sektor sosial dan ketenagakerjaan. Ia menjabat sebagai Deputy Chairman di People’s Association dari 2015 hingga 2021, memimpin berbagai program yang bertujuan mempererat kohesi sosial masyarakat.
Pada periode yang sama, ia juga menjabat sebagai Secretary-General National Trades Union Congress (NTUC), memperluas jaringan gerakan buruh untuk mewakili seluruh pekerja di Singapura.

“Beliau pernah menjabat sebagai Minister for Social and Family Development, Acting Minister for Community Development, Youth and Sports, Second Minister for Defence, hingga Minister of State for Information, Communications and the Arts,” lanjut Bupati Sergai.

Karier Mr Chan tak bisa dilepaskan dari latar belakang militernya. Mengabdi di Singapore Armed Forces (SAF) sejak 1987 hingga 2011, ia pernah menjabat sebagai Chief of Army sebelum mengakhiri dinas militernya untuk maju dalam Pemilihan Umum 2021. Ia kemudian terpilih sebagai Member of Parliament untuk Tanjong Pagar Group Representation Constituency.

Prestasi Mr Chan juga dibuktikan dengan berbagai penghargaan akademik dan profesional. Ia merupakan penerima SAF (Overseas) dan President’s Scholarship, serta meraih gelar First Class Honours bidang Ekonomi dari Christ’s College, Cambridge University, Inggris. Pada 1998, ia dianugerahi Distinguished Master Strategist Award oleh US Army Command and General Staff College. Tahun 2005, ia menyelesaikan Sloan Fellows Programme di Massachusetts Institute of Technology (MIT) melalui Lee Kuan Yew Scholarship.

Menurut Bupati Sergai, pengalaman dan rekam jejak internasional Mr Chan menjadikannya sosok yang sangat tepat menjadi narasumber bagi peserta KPPD Lemhannas RI.

“Dengan segudang prestasi beliau, peserta KPPD bisa banyak belajar tentang kepemimpinan, strategi pertahanan, pendidikan, dan ekonomi,” ujar Darma Wijaya.

Darma Wijaya juga menyoroti sisi humanis dari pemimpin Singapura tersebut. “Yang tidak kalah menarik, Mr Chan yang lahir pada 1969 memiliki hobi membaca dan olahraga lari. Hobinya tidak jauh berbeda dengan saya yang gemar sepak bola, bersepeda, dan berlari, serta Wakil Bupati Sergai Adlin Tambunan yang juga senang bermain sepak bola dan joging,” pungkasnya. (fad/azw)

Sambut Kajari Tebingtinggi yang baru, Satria Abdi, Pemuka Agama dan Masyarakat Gelar Upah-upah

SAMBUTAN: Kajari Tebingtinggi Satria Abdi foto bersama Ketua MUI dan unsur forkopimda dalam acara sambutan di Gedung Hj Sawiyah, Jalan Sutomo, Kelurahan Rambung, Senin (27/11).
SAMBUTAN: Kajari Tebingtinggi Satria Abdi foto bersama Ketua MUI dan unsur forkopimda dalam acara sambutan di Gedung Hj Sawiyah, Jalan Sutomo, Kelurahan Rambung, Senin (27/11).

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tebingtinggi bersama para pemuka agama dan pemuka masyarakat menyelenggarakan kegiatan Penyambutan dan Upah-upah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tebingtinggi yang baru, Satria Abdi di Gedung Hj Sawiyah, Jalan Sutomo, Kelurahan Rambung, Senin (27/11).

Kegiatan dihadiri oleh unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat Islam, serta perwakilan KUA dan MUI kecamatan se-Kota Tebingtinggi. Acara itu pun berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Acara diawali dengan tarian persembahan dilanjutkan pembacaan ayat suci Alquran, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta laporan kegiatan oleh Sekretaris Umum MUI, Hasbie Ashshiddiqi, selaku ketua pelaksana.

Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan dan dukungan masyarakat terhadap pejabat penegak hukum yang bertugas di Kota Tebingtinggi.

Ketua Umum MUI, Akhyar Nasution, dalam sambutannya menegaskan bahwa MUI mendukung penuh upaya penegakan hukum yang profesional, humanis, dan berintegritas, serta siap bersinergi dengan seluruh unsur pemerintah dan aparat penegak hukum.

Prosesi upah-upah kemudian dilaksanakan sebagai simbol doa dan harapan bagi kelancaran tugas Kajari yang baru.

Dalam sambutannya, Kajari Tebingtinggi Satria Abdi menyampaikan apresiasi atas dukungan dan penyambutan dari para tokoh agama dan masyarakat, serta menegaskan komitmennya untuk menjalankan tugas dengan integritas, profesionalitas, dan menjunjung tinggi penegakkan hukum di Kota Tebingtinggi. Kegiatan ditutup dengan doa dan tarian. (mag-3/azw)

BPK Wilayah II Laksanakan Program Revitalisasi Selendang Manduaro di Tapteng

BERSAMA: Peserta foto bersama usai menyulam Selendang Manduaro menggunakan benang kelingkan, di Desa Pasarsorkam, Kecamatan Sorkam Barat, Tapteng. Istimewa/Sumut Pos
BERSAMA: Peserta foto bersama usai menyulam Selendang Manduaro menggunakan benang kelingkan, di Desa Pasarsorkam, Kecamatan Sorkam Barat, Tapteng. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah II sedang melaksanakan Program Revitalisasi Selendang Manduaro di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Hal ini sebagai upaya menghidupkan kembali salah satu Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) masyarakat etnik Pesisir yang selama lebih dari tiga dekade tidak lagi diproduksi.

Selendang Manduaro selama ini tetap digunakan dalam berbagai ritus daur hidup, mulai dari kelahiran, prosesi meminang, pernikahan, tujuh bulanan, hingga upacara kematian. Namun proses pembuatannya berhenti sejak awal 1990 an, sehingga masyarakat hanya mengandalkan selendang warisan dari generasi sebelumnya.

Program ini berangkat dari hasil Inventarisasi OPK yang dilaksanakan pada Agustus 2025 oleh tim BPK Wilayah II yang terdiri dari Dharma Kelana Putra, Widiyanto, Ahmed Fernanda Desky, dan Nurdin Ahmad Tanjung.

Inventarisasi tersebut menemukan, bahwa satu-satunya perajin yang masih menguasai teknik sulam Manduaro, yakni Muriati Situmeang dari Rumah Sulam Umak Haftsa, di Desa Pasar Sorkam, Tapteng. Namun, produksi selendang Manduaro tidak dapat dilanjutkan, karena bahan utamanya, yaitu benang kelingkan (dalam Bahasa setempat disebut kalengkang) dan jarum khusus sudah tidak tersedia di Indonesia sejak Tahun 1990 an.

Benang kelingkan merupakan benang logam halus yang dalam tradisi lain dikenal dengan berbagai nama, diantaranya clinquant (Prancis), badla (India), dan keringkam (Serawak). Meskipun bahan dan peralatannya tidak ada, namun pengetahuan tentang teknik penyulamannya masih tersimpan kuat dalam ingatan para perempuan etnis Pesisir.

Berdasarkan temuan tersebut, tim merekomendasikan agar Selendang Manduaro direvitalisasi melalui penyediaan kembali bahan dan peralatan khusus, pembaruan sarana seperti meja pemidangan, penataan ulang merek dan visual, serta penguatan teknik produksi melalui rangkaian pelatihan. Rekomendasi ini direalisasikan pada November 2025 melalui tiga agenda utama, yakni Inventarisasi Pengayaan Motif, Pelatihan Teknik Dasar Sulam Manduaro, serta Pameran Hasil Revitalisasi.

Tahap Inventarisasi Pengayaan Motif berlangsung pada 2-17 November 2025, dan nantinya akan menghasilkan buku motif berbasis pengetahuan pelaku tradisi, dokumentasi selendang lama, temuan lapangan, dan adaptasi motif dari nisan tradisional di Barus dan Sorkam.

Sebelumnya, pelatihan teknik dasar Sulam Manduaro juga telah diselenggarakan pada 12-14 November 2025, di Rumah Sulam Umak Haftsa, Desa Pasarsorkam, Kecamatan Sorkam Barat, Tapteng.

Pelatihan dilaksanakan secara intensif di Rumah Sulam Umak Haftsa selama tiga hari tersebut, dan setelah itu dilanjutkan dengan praktik mandiri di rumah masing-masing selama dua minggu.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan berdasarkan prinsip pemberdayaan masyarakat (community development), yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pemelihara pengetahuan budaya. Perajin, tokoh adat, dan generasi muda terlibat aktif sejak tahap identifikasi kebutuhan hingga produksi karya. Sehingga proses revitalisasi tidak hanya menghidupkan kembali keterampilan menyulam Manduaro, tetapi juga memastikan keberlanjutannya melalui transfer pengetahuan antargenerasi.

Dalam kerangka itu, intervensi BPK Wilayah II bersifat resusitatif, yaitu mengembalikan nadi tradisi agar dapat berkembang kembali oleh masyarakat pendukungnya. Pembukaan seremonial pelatihan turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, antara lain tokoh adat dan tokoh masyarakat, Kepala Desa Pasarsorkam, Lurah Binasi, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pendidikan (Kabid Kebudayaan), serta perwakilan muspika setempat. Beberapa momen penting terjadi selama pelatihan.

Ketika BPK Wilayah II kembali membawa sampel benang kelingkan, para pelaku tradisi menyambutnya dengan haru. Benang logam berkilau tersebut membangkitkan memori masa ketika sulaman Manduaro masih hidup di tengah masyarakat.

“Sudah lama kami tak membuat ini. Begitu kulihat benangnya, kucari jarum mamakku tapi sudah hilang entah ke mana,” ujar salah seorang peserta, Muriati Situmeang, Senin (17/11).

Sementara itu, Takdir Piliang, suami dari perajin, Muriati Situmeang menuturkan, sejak ia menikah, belum pernah ia melihat istrinya menyulam menggunakan benang kelingkan tersebut. “Sejak aku nikah, belum pernah aku lihat dia menyulam pakai benang ini,” tuturnya dengan rasa haru.

Kemudian, sampel benang tersebut diuji pada kain sifon merah dan menjadi selendang Manduaro pertama yang dibuat kembali setelah lebih dari 30 tahun.

Program ini awalnya menargetkan 20 peserta, namun antusiasme masyarakat sangat tinggi sehingga lebih dari 30 penyulam bergabung, termasuk 16 peserta berusia di bawah 21 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa revitalisasi tidak hanya memulihkan keterampilan, tetapi juga membuka ruang regenerasi bagi kaum milenial dan Gen Z.

Rangkaian revitalisasi ditutup dengan pameran karya selendang Manduaro dan dokumentasi proses, yang menjadi medium diseminasi kepada publik serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai nilai budaya dan potensi pengembangannya.
Seluruh karya dan dokumentasi akan dibawa ke Kantor BPK Wilayah II sebagai bagian dari galeri budaya yang menampilkan OPK dan objek diduga Cagar Budaya di Sumatera Utara (Sumut).

Di tempat terpisah, Kepala BPK Wilayah II, Sukronedi mengaku optimistis dengan antusiasnya peserta menyulam menggunakan benang kelingkan untuk membuat Selendang Manduaro.

“Melalui kolaborasi, komitmen masyarakat, dan regenerasi yang mulai tumbuh, Selendang Manduaro dapat kembali hidup dan berkembang sebagai identitas budaya masyarakat Pesisir Tapteng,” kata Sukronedi. (dwi/azw)