29 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 1151

Luluskan Ribuan Anak Mitra Driver dari Kursus Bahasa Inggris Komprehensif

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Perkuat komitmen untuk tingkatkan taraf hidup mitra driver dan keluarga, Gojek kembali menggandeng Gramedia Academy mengadakan kursus Bahasa Inggris gratis bagi ribuan anak mitra driver dalam naungan program GoEnglish. Kursus yang dijalankan secara komprehensif selama 20 kali pertemuan ini telah dilaksanakan pada tahun ini di puluhan kota se-Indonesia dengan menggandeng institusi ternama, Gramedia Academy.

Gede Manggala selaku Head of Regions & External Affairs Gojek menyampaikan, “Keluarga merupakan salah satu motivasi bagi para mitra kami dalam bekerja. Sehingga penting bagi kami untuk menghadirkan program Gojek Swadaya yang tidak hanya diperuntukkan bagi mitra driver, tapi juga untuk kesejahteraan keluarga mitra. Untuk itu, sejak 2019, kami melaksanakan GoEnglish atau kursus Bahasa Inggris gratis dari program Swadaya bagi anak mitra driver. Berkat antusiasme yang tinggi dan sambutan yang hangat dari mitra driver, kini kami telah menjangkau sekitar 3000 anak mitra di 30 kota se-Indonesia.”

Selain program kursus Bahasa Inggris gratis bagi anak mitra driver, program Gojek Swadaya juga telah menghadirkan pelatihan wirausaha bagi istri mitra driver serta beasiswa kuliah penuh bagi anak mitra driver.

GoEnglish dilaksanakan secara komprehensif selama 20 kali pertemuan dengan durasi 1,5 jam pada setiap pertemuan, dan menggunakan modul yang disesuaikan dengan kemampuan anak mitra pada saat tes penempatan.

Dalam melaksanakan program GoEnglish, Gojek bekerja sama dengan Gramedia Academy sebagai lembaga pendidikan yang terakreditasi dan memiliki tenaga pengajar yang telah berkualifikasi. Pada 2023 ini Gramedia Academy juga melibatkan Education and Language Training (ELTI), Gramedia Store, Hotel Santika & Amaris sebagai tempat pelaksanaan GoEnglish.

“Saya sungguh bahagia dan amat mengapresiasi kerja sama dengan Gojek untuk memberikan kursus Bahasa Inggris gratis bagi anak dari para mitra driver. Sungguh suatu kehormatan bahwa mulai tahun 2019 Gramedia Academy sudah mendidik sekitar 3000 anak mitra driver tersebut untuk menguasai kemampuan bahasa Inggris, dan kami bangga melihat hasilnya sungguh membanggakan. Semoga inisiatif ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi perusahaan-perusahaan lain di industri,” ujar Wandi S. Brata selaku Publishing & Education Director of Gramedia.

Antusiasme Tinggi Anak Mitra Gojek, Mulai Dari Proses Seleksi hingga Kompetisi Video

Untuk mendapatkan kesempatan kursus ini, baik mitra driver maupun anak mitra driver telah mengikuti seleksi tahap awal yang dilakukan sejak awal Mei 2023. Untuk mengakomodir minat yang cukup tinggi, program ini difokuskan kepada mitra driver Gojek aktif yang memiliki anak di usia sekolah kelas 3 hingga 6 SD. Di tahap awal, proses seleksi berupa tes penempatan atau placement test dilakukan untuk menentukan pembagian kelas berdasarkan kemampuan dasar bahasa Inggris anak-anak mitra driver.

Sepekan setelahnya, kelas GoEnglish resmi dimulai dan berlangsung hingga akhirnya selesai pada akhir Juli. Selama 20 kali pertemuan, program pendidikan bahasa Inggris komprehensif seperti pelatihan menulis (writing), mendengar (listening) dan juga percakapan (conversation) diberikan kepada anak mitra guna membantu mereka dalam mempelajari bahasa Inggris dengan baik.

Di penghujung rangkaian kelas, kelas GoEnglish juga mengadakan kompetisi video dengan topik “Pride of becoming Gojek driver’s son/daughter”. Topik ini menggali kisah hangat dari para anak mitra driver yang berkesempatan untuk mengikuti kursus bahasa Inggris gratis berkat memiliki ayah/ibu seorang mitra driver Gojek.

“Kami berharap inisiatif ini dapat mempersiapkan anak mitra driver Gojek menjadi talenta era digital yang bisa beradaptasi dengan dunia kerja masa depan sehingga dapat mendorong peningkatan taraf hidup mitra driver dan keluarga. Ini juga merupakan bagian dari komitmen keberlanjutan Nol Hambatan (Zero Barriers), di mana kami berkomitmen untuk mengeliminasi seluruh hambatan terhadap akses, pertumbuhan, serta peluang semua pihak dalam ekosistem Grup GoTo,” tutup Gede. (rel/sih)

Indonesia vs Turkmenistan: Uji Formasi Baru

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Timnas Indonesia bakal menjamu Timnas Turkmenistan dalam FIFA Matchday di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya malam ini, Jumat (8/9/2023) pukul 19.30 WIB. Duel ini menjadi bagian dari kepentingan Timnas Indonesia yang punya misi untuk terus membenahi peringkat FIFA mereka yang saat ini ada di posisi 150.

Sebagai lawan, Turkmenistan berada di peringkat yang lebih bagus, di posisi 138. Tentunya jika mampu menang, akan cukup membantu Garuda memperbaiki peringkat FIFA.

Jelang laga ini, Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong memanggil 24 pemain. Namun, lima nama mengalami cedera. Kelimanya adalah bek Viking FK di Liga Norwegia, Shayne Pattynama, duo PSM Makassar Yakob Sayuri serta Yance Sayuri, striker Persikabo 1973 Dimas Drajad, dan gelandang Dewa United Ricky Kambuaya.

Sebagai gantinya, Shin Tae-yong mempromosikan tiga pemain dari timnas U-23. Ketiganya ialah Alfeandra Dewangga, Dony Tri Pamungkas, dan Dzaky Asraf. Lantas, seperti apa formasi Timnas Indonesia untuk menghadapi Turkmenistan?

Pelatih Shin Tae-yong mengaku sudah menyiapkan formasi baru untuk menghadapi Turkmenistan. “Karena ada yang cedera saat bermain bersama klub di liga, jadi saya akan mengubah formasi Timnas Indonesia,” kata Shin Tae-yong saat konferensi pers jelang pertandingan di Surabaya, Kamis (7/9).

Dia mengaku harus bolak-balik untuk memantau perkembangan Timnas Indonesia U-23 di Solo. Untuk itu, dia sering berkoordinasi dengan asisten pelatih agar dapat mengetahui perkembangan anak asuhnya yang berada di Surabaya.

“Menurut laporan dari Coach Choi, tidak ada pemain yang bermasalah dan anak-anak dalam keadaan bagus menjelang pertandingan ini dan saya senang juga perkembangan Timnas U-23 di Solo sangat luar biasa,” katanya.

Karena itu, pelatih asal Korea Selatan tersebut berharap agar masyarakat Indonesia, terutama di Surabaya dapat hadir dan mendukung Timnas Indonesia langsung ke Stadion GBT. “Jika ada para suporter itu pasti akan ada hasil yang baik bagi para pemain, dan saya berharap dapat menang,” tuturnya.

Sementara itu, pemain Timnas Indonesia Dendy Sulistyawan mengatakan, sudah siap menghadapi Turkmenistan karena telah diperlihatkan cara bermain negara yang berada di kawasan Asia Tengah itu. “Kami para pemain sudah diperlihatkan video pertandingan Turkmenistan dan kami sudah mempersiapkan dengan baik,” katanya.

Selain itu, dia menilai salah satu pemain Turkmenistan yang pernah merumput dengannya saat di Persela, yakni Ahmet Atayew merupakan pesepak bola yang bagus. “Ahmet Atayew pemain yang bagus dan senang sekali bisa bertemu dengannya saat pertandingan besok,” tuturnya.

Tak hanya itu, dia menilai Turkmenistan mempunyai organisasi tim yang bagus, tapi pihaknya sudah mempersiapkan latihan di sini, jadi timnya siap menjalani pertandingan nanti. (jpc/adz)

Usbat Ganjar Berikan Kajian Tentang Keutamaan Wudhu di Medan

Usbat Ganjar Kota Medan bersama ibu-ibu Majelis Taklim di Jalan Nusa Indah, Kecamatan Selayang, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (6/9).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wudhu merupakan perintah langsung dari Allah SWT yang tertulis di dalam Al-Qur’an sebagai salah satu cara bersuci sebelum melaksanakan sholat.

Namun sebelum berwudhu ada baiknya memaknai hakekat dari berwudhu di dalam kehidupan kita berdasarkan Al-Quran dan hadis.

Sebab, jika dikaji dari dimensi syariat, tata cara berwudhu yang diajarkan Rasulullah SAW ternyata mengandung hikmah dan rahasia – rahasia yang tersembunyi di dalamnya.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Koordinator Daerah Ustaz Sahabat (Usbat) Ganjar Kota Medan, Muhammad Nizar dihadapan puluhan ibu-ibu Majelis Taklim dalam kajian ‘Memaknai Wudhu Dalam Kehidupan Sehari-hari Berdasarkan Al-Quran dan Sunnah Nabi’ di Jalan Nusa Indah, Kecamatan Selayang, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (6/9).

“Berkaitan dalam kegiatan ini mengapa kita menyampaikan ilmu kepada masyarakat berkaitan dengan berwudhu. Karena memang apabila kita lihat, berwudhu ini banyak masyarakat yang kurang memahami bagaimana dampaknya baik dalam kehidupan maupun ibadah,” ujar Ustaz Nizar.

Berbagai manfaat dari wudhu yang bisa dirasakan oleh umat muslim. Lanjut Nizar, salah satu manfaatnya yakni dapat memberikan ketenangan batin dari sisi psikologis.

Kemudian, dari sudut pandang kesehatan, berwudhu bisa membuat bakteri dan virus jahat yang bisa menggangu sistem imunitas tubuh manusia.

Untuk itu, Nizar mengajak kepada masyarakat untuk meningkatkan ibadah yang diawali dengan memperbaiki cara berwudhu.

“Adapun manfaat dari kegiatan ini adalah untuk memberitahukan kepada masyarakat tentang betapa pentingnya wudhu di dalam kehidupan karena wudhu tidak lepas dari aspek kehidupan, amar ma’ruf nahi munkar, terutama berpotensi untuk menjauhkan dari hal-hal negatif dari dalam diri,” kata Nizar.

Dengan diadakan kajian seperti ini, Nizar mengaku mendapatkan respon positif dari masyarakat yang hadir secara langsung dalam acara tersebut.

Bahkan, lanjutnya, kedatangan Usbat Ganjar sudah ditunggu sejak jauh-jauh hari dikarenakan banyak masyarakat yang butuh ruang dalam berdiskusi maupun memberikan aspirasinya dalam kajian tersebut.

“Alhamdullilah sangat luar biasa, karena ini lah yang mereka inginkan, bahkan kedatangan kami ini ditunggu oleh masyarakat. Baik dalam menyampaikan kajian secara komprehensif maupun menanti kami sebagai sosok representasi dari Pak Ganjar Pranowo,” lanjut Nizar.

Dengan kajian tersebut, Nizar berharap bisa memberikan kontribusi dalam menambah wawasan dan bisa diaplikasikan dalam aspek kehidupan yang lebih baik lagi.

“Dengan adanya pengetahuan tentang betapa pentingnya wudhu dalam kehidupan, mendorong bagi kita untuk meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah, salah satu untuk mendapatkan kualitas dalam beribadah adalah dengan memperbaiki wudhu,” pungkas Nizar. (rel/tri)

Perkuat Budaya Gotong Royong, TGS Ganjar Sumut Bersihkan Desa

Relawan Tuan Guru Sahabat (TGS) Ganjar Sumut bersama puluhan masyarakat saat membersihkan gorong-gorong, sampah dan limbah di Desa Tembung, Kecamatan Pecut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (7/9).

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Memasuki musim penghujan, Relawan Tuan Guru Sahabat (TGS) Ganjar Sumatera Utara (Sumut) bersama puluhan masyarakat di Desa Tembung, Kecamatan Pecut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara mengadakan kegiatan Gotong Royong dengan membersihkan gorong-gorong, sampah dan limbah yang ditimbulkan akibat aktifitas masyarakat setempat, Kamis (7/9).

“Kami melaksanakan gotong royong dalam rangka bersih-bersih lingkungan membangun semangat solidaritas di tengah-tengah masyarakat,” kata Koordinator Tuan Guru Sahabat Ganjar Sumatera Utara, Zulfi Andika.

Dalam kesempatan tersebut, Tuan Guru Sahabat Ganjar tak hanya melakukan kerja bakti dan gotong royong bersama. Mereka memberikan sejumlah bantuan peralatan kebersihan yang bisa digunakan dalam menunjang aktifitas warga dalam melakukan kerja bakti.

Menurut Zulfi, kegiatan tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan akibat lingkungan yang kotor dan mengganggu kenyamanan masyarakat setempat.

Sekaligus memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat.

“Tujuan kami yang utama adalah memberikan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan yang bersih dan sehat agar terhindar dari bencana dan berbagai macam potensi penyakit yang muncul akibat kotornya lingkungan,” lanjut Zulfi.

Hal tersebut dilakukan Tuan Guru Sahabat Ganjar atas dasar analisa dan masukan dari masyarakat setempat.

“Ini permintaan dari masyarakat setempat kepada Tuan Guru Sahabat Ganjar karena kebetulan di sini masyarakatnya aktif secara rutin melaksanakan kegiatan kerja bakti,” kata Zulfi.

Selain aksi bersih-bersih tersebut, Zulfi, melalui Tuan Guru Sahabat Ganjar akan terus berkomitmen memberikan kontribusi dalam mendorong aksi sosial yang dapat meningkatkan kesejahteraan maupun tingkat spiritualitas masyarakat setempat.

“Kami komitmen dan gencar untuk melakukan kegiatan kanvasing yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat dengan pola yang humanistik, seperti kegiatan sosial, keagamaan, edukasi dan bantuan peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.

Selain Zulfi, salah seorang warga, Sahdan (50) mengapresiasi digelarnya kegiatan tersebut. Hal tersebut mendorong masyarakat untuk lebih giat lagi dalam merawat dan menjaga lingkungan di wilayahnya.

“Alhamdullilah saya ucapkan terima kasih sebagai perwakilan warga di Desa Tembung atas program dari Relawan Bapak Ganjar, Capres kita, sangat bagus dalam memberikan motivasi terutama dalam melakukan kegiatan yang bersifat gotong royong,” imbuh Sahdan.

Sebab, lanjut Sahdan, desanya kerap mengalami bencana banjir apabila musim penghujan tiba. Oleh sebab itu, kegiatan tersebut sangat penting sekaligus sebagai momentum dalam mempererat hubungan antar masyarakat beserta relawan Ganjar Pranowo.

“Desa kami ini tidak terlepas dari banjir yang kerap melanda apabila musim penghujan tiba. Jadi, dengan dorongan dan rutinitas seperti ini sangat membantu menjaga kebersihan dan kesehatan dari lingkungan kami,” lanjut Sahdan.

Ke depan, Sahdan siap membantu Tuan Guru Sahabat Ganjar dalam mencapai target dan tujuan dalam mengenalkan sosok Ganjar Pranowo di wilayahnya.

Dirinya menilai, Tuan Guru Sahabat Ganjar sudah banyak berkontribusi untuk desanya dan siap memenangkan Ganjar Pranowo dalam pemilihan Presiden 2024 mendatang.

Apalagi, di Desa Tembung memiliki penduduk yang jumlahnya mencapai puluhan ribu dan kerap disebut sebagai desa terpadat penduduk di Sumatera Utara.

“Masyarakat di Desa Tembung jumlahnya sekitar 50.000, bisa dibilang satu desa dengan penduduk paling banyak di Sumatera Utara, bahkan Indonesia,” jawab Sahdan.

Tak sampai di sini, Sahdan berharap Tuan Guru Sahabat Ganjar terus berkomitmen dalam melaksanalan program di daerahnya, supaya masyarakat di daerahnya bisa berkembang baik dalam aspek sosial, spiritualitas maupun ekonomi.

“Semoga kedepan kami makin erat, bersinergi dalam membuat program yang bersifat keagamaan dan bantuan pelatihan untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat setempat,” pungkas Sahdan. (rel/tri)

Pekan Olahraga Kelurahan, Pj Wali Kota Harapkan Lahir Bibit Atlet Baru

TERIMA: Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani didampingi Kasatpol PP YB Hutapea menerima audiensi dari panitia pelaksana Kejuaraan Olahraga Antar Kelurahan se-Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani didampingi Kadispora Syahdama Yanto dan Kasatpol PP YB Hutapea menerima audiensi dari panitia pelaksana Kejuaraan Olahraga Antar Kelurahan se-Kota Tebingtinggi, di rumah dinas Wali Kota Jalan Sutomo, Kota Tebingtinggi, Kamis (7/9/2023).

Syarmadani menyampaikan apresiasi dan menyambut baik kegiatan tersebut. Menurut Syarmadani, kejuaraan ini dapat menjaring atlet bibit unggul dan mempererat jalinan kekompakan antar Kelurahan.

Beberapa saran turut disampaikan Syarmadani, mulai dari pelaksanaan senam Maumere agar dimulai lebih pagi yakni 07.30 WIB, dimaksudkan agar peserta tidak kepanasan. Serta dalam pembacaan sambutan nantinya, agar disampaikan prestasi olahraga apa yang telah diraih sepanjang tahun 2022-2023.

“Untuk menimbulkan semangat dan motivasi bagi para atlet. Selamat atas perhelatan kejuaraan ini, semoga sukses dan lahir bibit atlit yang unggul membawa harum nama Kota Tebingtinggi,” demikian ungkap Syarmadani.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana Humala Siagian mengatakan bahwa kunjungan ini selain menjalin silaturahim sekaligus meminta bimbingan arahan dari Syarmadani untuk mematangkan perhelatan Kejuaraan Olahraga Antar Kelurahan se-Kota Tebingtinggi.

Yang mana pelaksanaan kejuaraan ini merupakan kerjasama antara Pemko Tebingtinggi dengan KONI Tebingtinggi. Selanjutnya Ketua Panitia mengatakan bahwa event ini akan diselenggarakan mulai dari tanggal 8 sampai 15 September 2023.

“Pelaksanaan sudah mantap, sudah siap dan ini yang kami laporkan kepada Bapak Pj. Wali Kota. Selesai pembukaan ada digelar senam Maumere. Dan kita harap peserta juga datang tepat waktu, karena jam 07.30 WIB pertandingan olahraga sudah dimulai. Semoga olahraga di Kota Tebing Tinggi semakin maju,” tutup Humala Siagian.

Adapun cabang olahraga yang dipertandingkan dengan venue yakni bola voli di lapangan Merdeka, futsal di Gor Asber Nasution, bulu tangkis di Gor Marah Halim dan tenis meja di Gedung Haji. (ian/ram)

Bawa 1 Kg Sabu, 2 Terdakwa Dituntut 10 Tahun Penjara

BACA: JPU membacakan tuntutan kepada dua terdakwa kasus sabu secara virtual, Kamis (7/9/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua terdakwa Hasanul Jihadi (22) dan Riski Nadila (33) keduanya warga Medan Maimun, dituntut jaksa 10 tahun penjara, karena terbukti atas kasus kurir sabu seberat 1 kilogram (kg).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Trian Adhitya Izmail dalam nota tuntutannya menyatakan, perbuatan kedua terdakwa melanggar Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan, menuntut kedua terdakwa masing-masing 10 tahun penjara, denda Rp800 juta, subsider 3 bulan penjara,” ujarnya sebagaimana dikutip dari website PN Medan, Kamis (7/9/2023).

Selanjutnya, kedua terdakwa melalui penasehat hukumnya akan menyampaikan nota pembelaan (pledoi) pada sidang pekan depan.

Mengutip dakwaan, kedua terdakwa ditangkap setelah mendapat informasi dari masyarakat adanya peredaran narkotika jenis sabu-sabu di Jalan Casiya Raya Blok RR Komplek Setia Budi I Kelurahan Tanjung Rejo Kecamatan Medan Sunggal, pada 10 Juni 2023.

Lalu, tiga petugas Polrestabes Medan melakukan penyelidikan. Saat itu terdakwa Hasanul Jihadi sedang mengendarai sepeda motor. Petugas memberhentikan terdakwa Hasanul Jihadi, dan melakukan penangkapan dan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa 1 bungkus besar narkotika jenis sabu-sabu dengan berat 1 kg dari dalam bagasi dalam jok sepeda motornya.

Saat diinterogasi, terdakwa mengakui sabu itu miliknya yang diperolah dari Darwis alias Pak Wal (DPO) melalui istri Darwis alias Pak Wal yang bernama Riski Nadila di Jalan Brigjend Katamso Gang Pantai Burung I No 22 Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun.

Petugas kemudian melakukan pengembangan, dan melakukan penangkapan terdakwa Riski Nadila. Terdakwa juga mengakui telah menyerahkan 1 bungkus besar narkotika jenis sabu-sabu dengan berat bersih seberat lebih kurang 1000 gram kepada terdakwa Hasanul Jihadi yang semuanya diakui narkotika jenis sabu-sabu milik terdakwa Hasanul Jihadi dan Riski Nadila yang diperoleh dari Darwis alias Pak Wal.

JPU menjelaskan, bahwa terdakwa Hasanul Jihadi mengantarkan narkotika jenis sabu-sabu dengan tujuan untuk mendapatkan upah sebesar Rp5 juta atas suruhan Darwis alias Pak Wal dan sudah tiga kali dilakukannya. Sedangkan tujuan terdakwa Riski Nadila menerima dan menyerahkan narkotika jenis sabu-sabu atas suruhan suaminya. (man/ram)

Santriwati Diduga Korban Pelecehan Seksual Buat Laporan ke Polres Langkat

Ilustrasi pelecehan seksual

STABAT, SUMUTPOS.CO – Santriwati yang mondok di pondok pesantren daerah Kecamatan Padang Tualang, diduga menjadi korban pelecehan seksual. Bahkan, dugaan pelecehan seksual ini diduga dilakukan oleh pemilik ponpes berinisial K.

Korban sebut saja namanya Mawar. Peristiwa dugaan pelecehan seksual ini menghebohkan masyarakat sekitar dan sudah dilaporkan ke Polres Langkat, berdasarkan laporan polisi LP/B/466/IX/2023/SPKT/POLRES LANGKAT/POLDA SUMATERA UTARA, pada 5 September 2023.

Guna membuktikan informasi ini, Sumut Pos melakukan penelusuran ke Kecamatan Padang Tualang, Rabu (6/9/2023). Sesampainya di lokasi pondok pesantren ini, suasana sepi.

Meski demikian, juga terlihat beberapa kali santriwati mengenakan cadar keluar dari ponpes menuju musala. Tepat di sisi kanan musala, ada sebuah rumah pemilik atau pengelola ponpes tersebut.

Jurnalis Sumut Pos dan yang lainnya bertemu dengan pemilik ponpes berinisial K dan menceritakan soal dugaan pelecehan seksual tersebut. “Peristiwa dugaan pelecehan seksual tersebut, awal ceritanya, saya inikan pengasuh sekaligus seorang pengajar. Dan semua santriwati yang ada di sini itu, anak didik saya,” katanya.

Dia menjelaskan, tanggung jawab ponpes termasuk santriwati yang mendominasi isi di dalamnya, adalah tanggung jawabnya. Menurutnya, dugaan pelecehan seksual ini dituduhkan kepadanya terjadi pada Minggu (20/8/2023).

Kata dia, korban saat itu mau kabur dari ponpes. Kemudian dilakukan pengejaran oleh teman-temannya dan termasuk istrinya beserta pengurus lainnya.

“Dan akhirnya ketangkap santriwati tadi dan dibawa kembali ke pondok. Setelah dibawa ke pondok pengurus datang lagi, Buya itu santriwatinya kalau gak dibujuk mau kabur lagi. Kalian yang bujuk saya bilang, kami angkat tangan katanya. Alhasil saya yang turun,” ujar dia.

Mendengar ini, K memanggil korban. Saat itu, dia bilang, didampingi oleh pengurus lainnya berjenis kelamin wanita.

“Saya masukkan dia (korban) ke musala. Dan pengurusnya berjaga-jaga di luar agar dia gak lari lagi. Namanya membujuk saya tanyain, kenapa kok bisa kabur, kenapa kok bisa lari, diam aja santriwati itu. Saya tanya lagi apa sebabnya. Agak lama saya tanya, gak ada ngomong santriwati itu sepatah kata pun,” imbuhnya.

Karena itu, K melakukan penelusuran apa sebab korban mau kabur. Ternyata, ujar K, korban dikucilkan teman-temannya karena rambutnya banyak kutu.

“Dan saya dengar sudah dicukur rambutnya sama pengurus, mungkin itu langkah antisipasinya. Bahkan saya dengar lagi mau digundul. Saya bilang begini, karena saya seorang pengasuh, membujuk itukan seperti halnya ayah membujuk anak. Jadi saya pegang tangan santriwati itu, saya bilang kamu itu bersih, mungkin rambut boleh jadi banyak kutu,” ujar pemilik ponpes.

Dia mengaku, langkah ini dilakukannya untuk membangkitkan semangat santriwati. “Saya juga bilang, apa betul rambutnya mau digundul, saya masukkan tangan saya dari balik jilbabnya. Saya pegang rambutnya, alhamdulillah rambutnya gak digundul, cuma dicukur pendek,” ujarnya.

“Tenang aja, nanti Buya bilang sama pengurus jangan digundul. Namanya untuk menghilangkan kutu banyak caranya. Yang penting kamu di pondok aja jangan kabur lagi,” sambung dia.

K menegaskan, langkah yang dilakukannya hanya untuk sebagai membujuk agar santriwati dimaksud, mengurungkan niatnya untuk kabur. “Pokoknya saya bujuk saya rayu, bahkan pipinya saya cubit, kamu itu cantik, kamu itu imut saya bilang. Intinya bagaimana hati dia ini semangat lagi, dan pikiran saya bagaimana santriwati ini betah di pondok pesantren,” ujar K.

Meski demikian, sambung K, korban hanya diam saja. Pun begitu, K mengaku, kembali pegang kaki dan betis korban.

“Kamu ini bersih saya bilang. Pokoknya kamu mondok jangan kabur lagi. Dan pengurusnya saya panggil, kalian jangan gundulkan dia lagi, ini masalah biasa masalah kecil. Bawa masuk ke pondok, gerbang dikunci,” ujarnya.

Singkat cerita, korban akhirnya dibawa masuk kembali ke dalam ponpes. Atas hal ini, menurutnya, tidak ada yang diizinkan berkunjung.

“Karena untuk mengantisipasi, agar santriwati tak kabur. Karena pukul 11 sampai 12 WIB, waktu istirahat. Takut waktu kami tidur, dia kabur lagi pening kami,” ujar pria berusia 35 tahun ini.

Disinggung adanya laporan keluarga korban ke Polres Langkat, dia menyebut, sudah mengetahuinya. Sebelum akhirnya laporan mendarat di Polres Langkat, ujar dia, orang tua korban juga datang menemuinya.

“Sebelumnya orangtuanya juga datang kemari, ngomong pelecehan seksual-pelecehan seksual, saya diam aja. Dan saya gak tahu pelecehannya di mana,” ujar K.

Pun demikian, K mengaku salah karena telah pegang tangan dan rambut santriwati tersebut. “Secara agama, itulah salah saya. Bagian intim tidak ada saya raba-raba, paha, dada apalagi kemaluan, itu tidak ada sama sekali. Saya hanya berinteraksi sebagai ayah dan anaknya sendiri. Kalau gak saya bujuk dia, kabur lagi, yang dituntut siapa, ya saya lagi,” ujar K.

“Saya kaget juga ketika orangtuanya datang marah-marah dan menuduh saya melakukan pelecehan seksual. Saya gak tau apa-apa, tujuan saya hanya membujuk dan merayu. Dan membuat anak ini betah tidak kabur dari pondok,” tukasnya.

Korban dugaan pelecehan seksual ini juga sudah mendapat perlindungan dari Unit Pelayanan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Langkat. (ted/ram)

Dalang Pelaku Pembunuhan Mantan Anggota DPRD Langkat Divonis Rendah, Sidang Jadi Ricuh

RICUH: Sidang putusan pembunuhan mantan anggota DPRD Langkat, Paino dengan terdakwa Tosa Ginting ricuh, karena keluarga korban tidak terima vonis yang dijatuhkan hanya 15 tahun penjara.

STABAT, SUMUTPOS.CO – Pengadilan Negeri Stabat menjatuhkan hukuman 15 tahun pidana kurungan penjara kepada terdakwa, Luhur Sentosa Ginting alias Tosa yang didakwa sebagai otak pelaku penembakan Almarhum Paino, mantan anggota DPRD Langkat, Rabu (6/9/2023).

Putusan yang dijatuhkan Ledis Meriana Bakara selaku Ketua PN Stabat ini, mendapat kecaman dari keluarga korban dan masyarakat Dusun Bukit Dinding, Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat. Pasalnya, vonis yang dijatuhi majelis hakim telah menciderai rasa keadilan dan juga melukai hati masyarakat Dusun Bukit Dinding, Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat.

“Permainan ini semua,” teriak anak korban dalam ruang sidang. Suasana pun menjadi ricuh.

Mereka meneriaki hakim dan jaksa penuntut umum yang mengadili perkara tersebut. “Udah dibeli sama Okor (ayah Tosa Ginting) semua gedung ini,” teriak seorang wanita dalam ruang sidang.

Togar Lubis selaku penasihat hukum keluarga korban sudah menduga adanya sarat “permainan” dalam persidangan tersebut. Ditambah lagi dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang hanya menuntut ringan, selama 20 tahun pidana kurungan penjara.

“Seperti dari awal sejak dimulainya persidangan ini, kami memang sudah menduga, ditambah kemarin tuntutan jaksa. Di mana, hal-hal yang memberatkan disebutkan cukup berat, tapi tuntutannya sama dengan eksekutor, Dedi bangun, yang memang telah dimaafkan beserta ketiga terdakwa lainnya,” katanya, Kamis (7/9/2023).

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim, kata dia, telah menciderai keadilan di Indonesia dan melukai hati masyarakat, khususnya di Kabupaten Langkat. Bahkan dia juga menyebut aneh, ketika terdakwa memohon maaf kepada majelis hakim sebelum pembacaan vonis.

“Sama juga tadi hakim dalam pertimbangannya mengatakan bahwa hal yang memberatkan salah satunya terdakwa tidak menyesali perbuatannya. Aneh saya rasa kalau di ruang sidang minta maafnya dengan hakim, bukan kepada keluarga korban,” katanya

“Andaikan dia (terdakwa Tosa) minta maaf kepada keluarga korban, dan tidak dimaafkan oleh keluarga korban, kita masih maklum-maklum aja karena sudah minta maaf tapi tidak dimaafkan. Tapi sampai hari ini juga tidak ada,” tambah Togar.

Karenanya, Togar menduga antara terdakwa dengan oknum jaksa beserta hakim yang mengadili perkara pembunuhan Paino telah berkolusi. “Ketika terdakwa berkolusi dengan hakim dan jaksa, maka keadilan bagi korban tidak akan pernah diperoleh. Ini merupakan satu bukti yang nyata bahwa hari ini hukuman itu hanya 15 tahun,” urai dia.

“Tidak bisa kita hanya mengatakan bahwa hakim hanya yang diinikan, yang dalam tanda petik bermain, karena dari awal sudah terlihat jelas, jaksa dalam perkara ini kuat dugaan terindikasi ada bermain dengan pihak keluarga terdakwa,” tegasnya.

Atas hal itu, ia mewakili keluarga korban kecewa berat dengan putusan tersebut. Juga dengan tuntutan pidana dari JPU.

“Seperti tadi saya katakan bahwa hukum acara di negara kita sampai hari ini tidak mengatur bahwa korban dapat melakukan upaya hukum banding,” serunya.

Perdidangan berjalan hingga malam pukul 22.00 WIB. Terdakwa Dedi Bangun selaku eksekutor penembakan mantan Anggota DPRD Langkat yang mendengar vonisnya lebih dulu.

Usai Dedi, giliran Tosa Ginting yang menjadi terdakwa terakhir yang mendengar pembacaan vonis. Saat hakim membuka sidang, Tosa meminta waktu dan menyampaikan permintaan maafnya.

Namun, permintaan maaf dimaksud bukan untuk keluarga korban. Melainkan, permintaan maaf ke majelis hakim.

“Permintaan maaf saya yang mulia, saya meminta maaf dengan yang mulia atas permasalahan ini. Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya, dan saya menyesali perbuatan saya, yang sempat menyuruh bacok tapi tidak menembak korban. Saya menyuruh itu, karena ada masalah persaingan bisnis,” ujar Tosa.

Usai mendengar permintaan maaf Tosa, tiba-tiba Ledis Meriana Bakara selaku Hakim Ketua menunda sidang atau skors. Dia bersama 2 hakim anggota keluar meninggalkan ruang sidang.

Alhasil, hal tersebut membuat pengunjung ruang sidang bertanya-tanya, terkhusus keluarga korban. Tak lama kemudian, majelis hakim kembali masuk ke ruangan dan melanjutkan persidangan.

Majelis hakim pun membacakan vonis terhadap terdakwa Tosa Ginting. “Menyatakan terdakwa Tosa Ginting dinyatakan telah terbukti dan secara sah bersalah melakukan tindak pidana, bukan pembunuhan berencana secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan primair. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa selama 15 tahun penjara,” ujar Ledis.

JPU dan terdakwa menjawab pikir-pikir atas vonis tersebut. Sehingga putusan yang dibacakan belum berkekuatan hukum tetap.

Dalam amar tuntutan JPU, kedua terdakwa yakni Dedi Bangun dan Luhur Sentosa Ginting dituntut dengan pidana 20 tahun kurungan penjara. JPU menilai, keduanya telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana, melakukan yang menyuruh melakukan dan turut serta melakukan perbuatan dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, melanggar pasal 340 KUHPidana jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana sebagaimana dalam dakwaan primair jaksa penuntut umum.

Terlebih bagi terdakwa Tosa, dalam amar tuntutan JPU, hal yang memberatkannya adalah sebagai aktor intelektual dan perbuatannya menimbulkan penderitaan bagi keluarga korban. Terdakwa juga sudah pernah dihukum sebelumnya dalam kasus penembakan dengan hukuman 3 bulan kurungan penjara.

Kemudian terdakwa juga berusaha mengaburkan tindak pidana pembunuhan berencana tersebut dan tidak mengakui perbuatannya selama persidangan. (ted/ram)