26 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 126

Pelantikan Sekda dan 12 Pejabat Baru, Wali Kota Tebingtinggi Serukan Integritas

SERAHKAN: Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih, menyerahkan surat keputusan pelantikan kepada Erwin Suheri Damanik yang resmi menjabat Sekdako Tebingtinggi, Senin (10/11).(Azan Purba/Sumut Pos)
SERAHKAN: Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih, menyerahkan surat keputusan pelantikan kepada Erwin Suheri Damanik yang resmi menjabat Sekdako Tebingtinggi, Senin (10/11).(Azan Purba/Sumut Pos)

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih resmi melantik Erwin Suheri Damanik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tebingtinggi dalam upacara pelantikan yang berlangsung khidmat di Aula Gedung Sawiyah, Jalan Sutomo, Senin (10/11).

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi Pemko Tebingtinggi dalam memperkuat jajaran birokrasi, setelah melalui proses asesmen terbuka yang digelar beberapa waktu lalu.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan pembacaan Surat Keputusan Wali Kota oleh Kepala BKPSDM Abdul Halim Purba, dilanjutkan dengan pengucapan sumpah/janji jabatan, penandatanganan berita acara, dan pembacaan naskah pelantikan oleh Wali Kota Tebingtinggi.

Dalam sambutannya, Iman menyampaikan apresiasi dan kepercayaan kepada Sekda yang baru, agar mampu menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan menjadi motor penggerak birokrasi yang efisien.

“Saya percaya saudara akan menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi tinggi demi kemajuan Tebingtinggi,” ungkap Iman.

Usai pelantikan Sekda, Iman juga melantik 12 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang akan menempati posisi strategis di lingkungan Pemko Tebingtinggi. Pelantikan ini menandai komitmen pemko dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berbasis kinerja.

Pelantikan turut dihadiri unsur Forkopimda, pejabat struktural, serta perwakilan dari berbagai OPD. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan khidmat.

Dalam arahannya setelah seluruh pejabat dilantik, Iman menegaskan, agar para pejabat segera bekerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Saya minta kepada seluruh pejabat yang baru dilantik, bekerjalah dengan sungguh-sungguh, jalankan pemerintahan dengan baik, dan layani masyarakat dengan sepenuh hati,” tegasnya.

Dia juga menegaskan komitmennya terhadap pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.

“Saya pastikan tidak ada satu Rupiah pun atau dalam bentuk apapun dalam hal ini (praktik korupsi). Saya berani bersumpah demi Allah Subhanahu wa Taala, Tuhan Yang Maha Kuasa. Saya hanya minta kepada bapak dan ibu, jalankan tugas dengan baik,” tegas Iman lagi.

Iman menutup sambutannya dengan menekankan pentingnya integritas dan tanggung jawab moral dalam memimpin.

“Pejabat yang baik bukan yang pandai menyenangkan atasan, tapi yang berani bekerja jujur untuk rakyat. Tegakkan integritas, karena jabatan adalah amanah, bukan komoditas,” pesannya.

Kegiatan pelantikan berakhir sekitar pukul 12.30 WIB yang ditutup dengan doa bersama. Suasana penuh khidmat dan semangat baru menuju pemerintahan yang bersih, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (mag-3/saz)

Bereskan Kendaraan Dinas Tunggak Pajak, BPKPAD Binjai Kucurkan Rp1 Miliar

Kantor BPKPAD Binjai di Jalan Jambi, Binjai Selatan.(Teddy Akbari/Sumut Pos)
Kantor BPKPAD Binjai di Jalan Jambi, Binjai Selatan.(Teddy Akbari/Sumut Pos)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Binjai sudah menindaklanjuti temuan auditor terkait kendaraan dinas yang tunggak pajak. BPKPAD Binjai pun sudah membereskan beberapa kendaraan bermotor aset pemerintah kota yang tunggak pajak tersebut.

Kepala Bidang Aset Kota Binjai, Umrizal Ginting menegaskan, pihaknya menganggarkan Rp1 miliar untuk menindaklanjuti temuan auditor terhadap kendaraan bermotor dinas yang tunggak pajak. Hal itu disampaikannya saat ditanya, apakah Pemko Binjai tidak memiliki anggaran atau kekurangan dalam menuntaskan tunggakan pajak kendaraan dinas?

Penganggaran Rp1 miliar itu, kata Umrizal, atas perintah dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Anggaran kita juga besar, bukan karena kekurangan anggaran, sedikit pun tidak ada kekurangan anggaran, dikasih Rp1 miliar,” ungkap Umrizal, Senin (10/11).

Umrizal menegaskan, pihaknya sedikit terkendala kemarin lantaran organisasi perangkat daerah (OPD) yang menguasai aset kendaraan bermotor belum melaporkan kepada bidang aset. Karenanya, pendataan masih terus dilakukan agar tidak ada aset kendaraan yang masih menunggak pajak di 2026 nanti.

Menurutnya, proses pembayaran pajak itu butuh waktu. Dia menambahkan, tanggung jawab pembayaran pajak kendaraan bermotor itu adalah OPD terkait yang menguasainya.

“Sudah kami buat surat edaran, kami kirim ke OPD agar segera memberikan data,” bebernya.
Selain soal tunggak pajak, juga mengenai kendaraan bermotor yang tidak dilengkapi dokumen utuh. Hal tersebut juga menjadi temuan auditor.

“Persentasenya sudah ada 50 persen anggaran yang terserap,” ujarnya.

Kata Umrizal, pembayaran pajak terhadap kendaraan bermotor yang menunggak itu juga membantu dongkrak pendapatan asli daerah. Dia menyebut, OPD terkait yang menguasai aset itu yang membayarkan pajaknya.

“Harusnya OPD (yang bayar pajak) tapi karena sudah ada perintah TAPD, menaruh anggaran di kami, ya kami kerjain. Ini (bayar pajak kendaraan bermotor) tanggung jawab OPD, yang pakai kendaraan kan OPD, harusnya yang bayar pajak tu mereka,” ujarnya.

“Dalam Perpres diatur dalam minyak, pemeliharaan. Tapi OPD tidak prioritaskan anggaran itu, sudah sering kita sampaikan dan imbauan melalui surat edaran,” pungkas Umrizal.

Diketahui dalam temuan auditor, ada 300-an kendaraan bermotor telah jatuh tempo pembayaran pajaknya dengan tunggakan tahun yang bervariasi. Ratusan aset milik Pemko Binjai itu dikuasai oleh sejumlah organisasi perangkat daerah hingga kelurahan dan kecamatan serta puskesmas. (ted)

Bupati Karo Lantik 14 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

LANTIK: Bupati Karo Antonius Ginting melantik 14 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karo.(Istimewa)
LANTIK: Bupati Karo Antonius Ginting melantik 14 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karo.(Istimewa)

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Antonius Ginting melantik 14 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon 2) lingkup Pemkab Karo pada Jumat (7/11) lalu. Pelantikan ini berlangsung di Aula Kantor Bupati Karo, Jalan Djamin Ginting Kabanjahe. Pelantikan ini sebagaimana disampaikan dilaksanakan berdasarkan Keputusan Bupati Karo Nomor: 800.1.3.3/044/BKPSDM/2025 tertanggal 6 November 2025.

Kebijakan ini merujuk pada rekomendasi Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor: 24919/R-AK.02.03/SD/F/2025 dan 24920/R-AK.02.03/SD/F/2025 tentang hasil uji kompetensi pejabat pimpinan tinggi pratama di Kabupaten Karo.

Hadir dalam pelantikan Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, dan unsur Forkopimda Karo, di antaranya Dandim 0205/TK Letkol Inf Robert Pandjaitan, Sekdakab Karo Gelora Kurnia Putra Ginting, perwakilan Kejari Karo Gus Irwan Marbun, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Karo, dan para pejabat eselon 2 dan 3 di lingkungan Pemkab Karo.

Dalam sambutannya, Bupati Karo menegaskan, pelantikan ini bukan sekadar proses administratif, melainkan bagian dari langkah strategis untuk memperkuat kinerja organisasi pemerintahan.

“Pelantikan ini bukan akhir dari proses seleksi, melainkan awal dari evaluasi kinerja yang berkelanjutan. Jabatan hanya akan dipertahankan oleh mereka yang menunjukkan kinerja dan hasil nyata bagi organisasi,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan agar seluruh pejabat yang baru dilantik segera melakukan konsolidasi internal, membangun tim kerja yang solid, serta menyusun rencana kerja yang berorientasi pada hasil dan pelayanan masyarakat. Menutup arahannya, Bupati Karo menegaskan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam melaksanakan amanah jabatan.

“Saya percaya para pejabat yang dilantik hari ini akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan,” tegasnya.

Pelantikan ini diharapkan memperkuat struktur organisasi Pemerintah Kabupaten Karo dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Setelah dilantik, masing-masing pejabat menandatangani pakta integritas disaksikan Bupati Karo Antonius Ginting, Sekdakab Karo Gelora Kurnia Putra Ginting, dan Inspektur Daerah Sodes Sembiring. (deo)

Pemkab Dairi Peringati Hari Pahlawan Nasional

DIABADIKAN: Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala (tengah), unsur Forkopimda, serta para pimpinan OPD, diabadikan usai mengikuti upaca peringatan Hari Pahlawan Nasional, Senin (10/11).(Istimewa)
DIABADIKAN: Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala (tengah), unsur Forkopimda, serta para pimpinan OPD, diabadikan usai mengikuti upaca peringatan Hari Pahlawan Nasional, Senin (10/11).(Istimewa)

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemkab Dairi memperingati Hari Pahlawan Nasional. Peringatan ditandai dengan menggelar upacara bendera dipimpin Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala menjadi pembina upacara di halaman depan Kantor Bupati Dairi Jalan Sisingamangaraja, Sidikalang, Senin (10/11). Hari Pahlawan 2025 bertema “Pahlawanku Teladan, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan”.

Dalam kesempatan itu, Wahyu membacakan sambutan Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
Dalam sambutan yang disampaikan, Saifullah mengatakan, para pahlawan mengajarkan, kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan.

“Ada tiga hal yang dapat kita teladani dari pahlawan bangsa yakni kesabaran. Para pahlawan sabar menunggu momentum dan membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. Dari kesabaran itu lahir kemenangan, karena mereka tahu, kemerdekaan diraih tidak dengan tergesa-gesa, tapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan,” ungkap Saifullah.

Lebih lanjut Saifullah mengatakan, semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa adalah di atas segalanya. Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah.

“Mereka justru kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam dan melanjutkan pengabdian. Di situlah letak kehormatan sejati, bukan pada posisi yang dimiliki tapi pada manfaat yang ditinggalkan,” jelasnya.

Hal lain, menurutnya, adalah pandangan yang jauh ke depan. Karena para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang, untuk kemakmuran bangsa yang mereka cintai.

“Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan, ini adalah modal besar bagi generasi kita saat ini. Semangat perjuangan yang pantang menyerah adalah kekuatan bagi kita dan generasi mendatang untuk meneruskan cita-cita para pahlawan yang selama ini telah ditunaikan,” kata Saifullah.

“Hari ini mari kita bersyukur dan berjanji, kemerdekaan ini tidak akan sia sia. Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita, bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih dan melayani lebih tulus,” imbaunya.
Hadir unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah (Sekda) Surung Charles Lamhot Bantjin, para pimpinan OPD, dan lainya. (rud/saz)

KAI, KAI Bandara, dan Railfans Edukasi Pengguna Jalan di Perlintasan Sebidang Binjai

SOSIALISASI: PT KAI Sumut bersama KAI Bandara dan Komunitas Divre 1 Railfans, gelar sosialisasi keselamatan di dua perlintasan sebidang, yakni Jalan Wahidin dan Jalan Megawati, Kota Binjai, Senin (10/11).(Istimewa)
SOSIALISASI: PT KAI Sumut bersama KAI Bandara dan Komunitas Divre 1 Railfans, gelar sosialisasi keselamatan di dua perlintasan sebidang, yakni Jalan Wahidin dan Jalan Megawati, Kota Binjai, Senin (10/11).(Istimewa)

BINJAI, SMUTPOS.CO – Sebagai bagian dari upaya edukatif dan kolaboratif dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional 1 Sumatera Utara (KAI Sumut) bersama KAI Bandara dan Komunitas Divre 1 Railfans, menggelar sosialisasi keselamatan di dua perlintasan sebidang, yakni Jalan Wahidin dan Jalan Megawati, Kota Binjai, Senin (10/11).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara operator perkeretaapian dan komunitas pecinta kereta api dalam mengajak masyarakat untuk lebih disiplin saat melintasi rel kereta. Upaya tersebut dilakukan untuk menekan potensi kecelakaan di titik-titik perpotongan jalur KA dan jalan raya yang masih menjadi area rawan.

Dalam pelaksanaannya, para petugas dan komunitas melakukan orasi keselamatan menggunakan pengeras suara guna mengingatkan pengguna jalan agar selalu berhati-hati saat melintas. Selain itu, dilakukan pula pembentangan banner dan poster sosialisasi keselamatan, serta pembagian stiker berisi imbauan dan aturan tertib berlalu lintas di perlintasan sebidang kepada pengendara yang melintas.

Manager Humas KAI Divre 1 Sumut, M As’ad Habibuddin, menjelaskan, sosialisasi keselamatan seperti ini dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk komunitas dan masyarakat sekitar jalur KA.

“Edukasi seperti ini terus kami lakukan karena masih banyak pengguna jalan yang kurang mematuhi aturan di perlintasan sebidang. Perilaku tersebut dapat membahayakan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan,” ungkap As’ad.

As’ad menambahkan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124, pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api pada setiap perpotongan sebidang antara jalur KA dan jalan raya.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114 juga mengatur, setiap pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu mulai ditutup, atau terdapat isyarat lain; mendahulukan perjalanan kereta api; dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dulu melintasi rel.

As’ad juga mengungkapkan, hingga awal November 2025 KAI Divre 1 Sumut mencatat 36 kejadian kecelakaan di perlintasan sebidang, dengan rincian 18 orang meninggal dunia, 8 orang luka berat, dan 29 orang luka ringan. Selain itu, terdapat 18 kasus pejalan kaki meninggal dunia akibat tertabrak kereta api pada periode yang sama.

“Kami terus mengingatkan, jalur kereta api merupakan jalur steril. Masyarakat dilarang beraktivitas di area tersebut demi menjaga keselamatan bersama,” tegas As’ad.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, KAI Sumut berharap kolaborasi antara operator perkeretaapian, komunitas railfans, dan masyarakat dapat memperkuat budaya tertib berlalu lintas di sekitar jalur KA. Dengan dukungan semua pihak, keselamatan perjalanan kereta api di Sumatera Utara diharapkan semakin meningkat. (san)

Inovasi Peluk Rematri Ceria sebagai Upaya Pencegahan Stunting Berbasis Pemberian TTD dan Aksi Gizi

MEDAN, SumutPos.co- Dalam upaya menurunkan angka kejadian anemia dan meningkatnya pengetahuan remaja akan pentingnya mengkonsumsi sayur dan buah, Tim Dosen Institut Kesehatan (Inkes) Sumatera Utara (Sumut) menggelar pengabdian masyarakat kepada masyarakat di SMA BUDISATRYA Medan. Kegiatan yang didukung pendanaan dari Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) ini digelar mulai 16 September hingga November 2025.

“Diharapkan, hasil pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan remaja putri (Rematri) serta membantu pemerintah daerah Kota Medan dalam mencegah anemia pada remaja serta percepatan penurunan stunting di Indonesia,” kata Ketua Tim Pengabdian Lisnawati Tumanggor, S.Pd, M.Si, dalam keterangan tertulisnya yang diterima SumutPos.co, Selasa (11/11/2025).

Dalam pelaksanaannya, tim yang beranggotakan Elyani Sembiring, S.Kep, Ners, M.Kep, Bdn, Yohana Putri Apryanti, SST, M.Tr,Keb, dan dr. Saharmauli Janna Veaway Simorangkir, M.Biomed ini melakukan serangkaian pemeriksaan medis, meliputi pengukuran kadar hemoglobin, tinggi badan, berat badan, tekanan darahnserta Lingkar Lengan Atas (LILA).

“Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan para peserta didik, terutama dalam mendeteksi anemia dan masalah gizi yang dapat memicu risiko stunting,” ujar Lisnawati Tumanggor.

Lisnawati juga mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bagian dari penerapan program Mix Media Intervention yang menggabungkan berbagai metode edukasi, seperti modul pendidikan, video edukasi, dan demonstrasi langsung terkait anemia gizi besi.

Selain itu juga dilakukan kegiatan-kegiatan yang Inovatif lain. Seperti Pembentukan Duta Rematri Ceria. “Duta Rematri ini terdiri dari 10 duta yang terpilih yang akan kami berikan pelatihan secara khusus, bagaimana cara mendeteksi anemia, cara pemeriksaan kesehatan sederhana dan lainnya. Duta juga sebagai pendamping dan pemantau kepatuhan minum Tablet Tambah Darah (TTD) siswi yang lain,” jelasnya.

Juga dilakukan pembuatan e-Buku Saku/Buku Saku yang didalamnya berisi tentang penyebab, gejala, cara mengatasi Anemia, pengetahuan tentang gizi yang baik untuk meningkatkan hemoglobin serta kesehatannya. “Buku ini akan diberikan kepada seluruh Rematri yang ada di SMAS BUDISATRYA.

Tim juga melakukan cheklis kepatuhan minum tablet tambah darah. “Ceklist ini bertujuan agar Rematri dapat terkontrol Kepatuhan mengkonsumsi TTD,” terangnya.

Selain itu, tim juga membuat Google Docs pemantauan minum TTD secara online. “Ini bertujuan agar petugas kesehatan lebih mudah memantau kepatuhan Rematri secara online,” ungkap Lisnawati.

Tim juga melakukan Gesermi Tapera yakni Gerakan Serentak Minum Tablet Tambah Darah. “Ini dilakukan setiap pagi sebelum kegiatan belajar di mulai. “Kegiatan ini sangat efektif untuk ketepatan waktu Rematri menkonsumsi Tablet Tambah Darah sehingga bisa mengatasi defisiensi zat besi,” pungkasnya. (adz)

Dua Kepala Daerah Kena OTT dalam Sepekan, Nuh: Perlu Regulasi Pilkada Berbiaya Rendah

JAKARTA, SumutPos.co- Dalam rentang waktu satu pekan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencokok dua kepala daerah dalam operasi tangkap tangan (OTT). Gubernur Riau Abdul Wahid ditangkap KPK pada Senin, 3 November 2025. Berselang empat hari, tepatnya pada Hari Jumat, 7 November 2025, KPK menangkap Bupati Ponorogo, Jawa Timur, Sugiri Sancoko.

Hal ini menarik perhatian Anggota DPD RI, KH Muhammad Nuh MSP. Senator asal Provinsi Sumatera Utara ini mengaku prihatin dengan masih merajalelanya kasus korupsi di daerah. “Ya, ini sangat memprihatinkan kita,” kata Muhammad Nuh kepada wartawan, Senin (10/11/2025).

Menurut Nuh, untuk mencegah terjadinya korupsi terutama di tingkat kepala daerah, salah satu yang harus segera dilakukan adalah mengevaluasi pelaksanaan Pilkada selama ini. Terutama terkait pembiayaan politik.

Dia menilai, besarnya ongkos politik untuk memenangkan kontestasi inilah yang mendorong calon melakukan korupsi ketika terpilih untuk mengembalikan modal yang telah dikeluarkan. “Inikan di antaranya karena political cost yang tinggi, sehingga orang berusaha untuk menutupinya kembali. Jadi kalau ada kepala daerah yang terpilih, biasanya orang tanya habis berapa? Karena ukurannya adalah dana yang dibagikan,” ujar Nuh.

Di samping perlu perbaikan regulasi terutama untuk membuat Pilkada berbiaya rendah, menurut Ketua Persis Sumatera Utara ini, ada hal lain yang tidak kalah penting. Yaitu memperbaiki mental para calon, dan terutama juga adalah kelompok pemilih.

“Karena masyarakat sendiri cenderung memilih calon yang memberikan amplop. Padahal dengan menerima money politic, sama saja masyarakat mendorong para calon untuk korupsi ketika menjabat,” jelasnya.

Di satu sisi, kata Nuh, masyarakat tidak suka dengan korupsi. Tapi di sisi lain, masyarakat mau menikmati hal yang bisa mendukung dan mendorong terjadinya korupsi dengan memilih calon karena uang.

“Jadi untuk mencegah terjadinya korupsi, butuh perbaikan sistem secara mendasar dari pejabatnya, dari regulasinya, dan yang tidak kalah penting juga dari masyarakatnya,” pungkas Nuh. (rel/adz)

Rico Waas Serahkan 8.533 SK PPPK Paruh Waktu Pemko Medan

MEDAN-Sebanyak 8.533 pegawai honorer di lingkungan Pemerintah Kota Medan resmi diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.

Penyerahan Surat Keputusan (SK) dilakukan langsung oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam upacara yang berlangsung tertib dan khidmat, Senin (10/11/2025).

Dari jumlah tersebut, 5.405 merupakan laki-laki dan 3.128 perempuan, dengan formasi terdiri atas 724 guru, 7.808 tenaga teknis, dan 1 tenaga kesehatan.

Dalam amanatnya, Wali Kota menyampaikan bahwa pengangkatan ini wujud nyata komitmen pemerintah dalam memberikan kepastian status serta penghargaan atas dedikasi dan kerja keras para tenaga honorer.

“Menjadi PPPK bukan semata tentang status atau kesejahteraan, melainkan bentuk pengabdian dan tanggung jawab profesional dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Rico Waas.

Ia berpesan agar seluruh PPPK senantiasa bekerja dengan disiplin, jujur, dan berintegritas. Menurutnya, kehadiran mereka merupakan bagian dari upaya mewujudkan Kota Medan yang maju, inklusif, dan berkelanjutan.

Wali Kota juga mengajak seluruh PPPK menunjukkan etos kerja yang baik, berinovasi, dan bersinergi dalam mendukung program pembangunan kota.

Ia mengakui, perjalanan para tenaga honorer menuju pengangkatan ini melalui proses panjang yang penuh kesabaran dan pengorbanan.

Suasana upacara sempat haru ketika Wali Kota mengajak seluruh peserta mendoakan empat tenaga honorer yang telah wafat sebelum menerima SK, yakni Tikto Setio Darmadi (Kecamatan Medan Helvetia), Ali Ibrahim (Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan), Faroso (Kecamatan Medan Area), dan Sri Indra Yudi (Dispora).

“Marilah kita kirimkan doa terbaik untuk mereka. Semoga husnul khatimah, karena mereka juga bagian dari perjuangan kita,” ucapnya.

Menutup sambutan, Rico Waas menyampaikan apresiasi kepada seluruh PPPK yang baru diangkat dan mengingatkan bahwa meski terdapat perbedaan status ASN, PPPK Penuh Waktu, dan PPPK Paruh Waktu, semua memiliki nilai pengabdian yang sama.

“Kita semua berjuang untuk masyarakat Kota Medan yang kita cintai. Mari bekerja dengan sepenuh hati demi mewujudkan pemerintahan yang bersih, efektif, dan melayani,” pungkasnya.

Upacara penyerahan SK turut dihadiri Wakil Wali Kota H. Zakiyuddin Harahap, Sekda Wiriya Alrahman, perwakilan BKN Regional VI, PT Taspen, Bank Sumut, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, serta pimpinan perangkat daerah dan camat se-Kota Medan.

Dengan pengangkatan ribuan PPPK Paruh Waktu ini, Pemko Medan berharap tercipta aparatur yang lebih profesional, stabil, dan memiliki komitmen kuat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (map/ila)

Sambut Hari Pahlawan, PLN UID Sumut Ajak Masyarakat Manfaatkan Promo “Power Hero” Diskon 50% Tambah Daya

Melalui PLN Mobile, Pelanggan dapat menikmati promo diskon "Power Hero" melaui klaim reward setelah melakukan 1 kali transaksi pada bulan November 2025
Melalui PLN Mobile, Pelanggan dapat menikmati promo diskon "Power Hero" melaui klaim reward setelah melakukan 1 kali transaksi pada bulan November 2025

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam semangat memperingati Hari Pahlawan, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program “Power Hero”, promo spesial tambah daya listrik dengan diskon 50% bagi seluruh pelanggan rumah tangga 1 fasa.

Program ini berlangsung mulai 10 hingga 23 November 2025, sebagai bentuk apresiasi PLN kepada pelanggan yang setia menggunakan listrik PLN dalam mendukung aktivitas produktif sehari-hari.

Melalui promo ini, pelanggan dengan daya awal 450 VA hingga 5.500 VA dapat melakukan peningkatan daya hingga maksimal 7.700 VA dengan potongan biaya penyambungan sebesar 50% dari tarif normal. Program ini berlaku bagi pelanggan aktif PLN yang sudah terdaftar sebelum 1 November 2025.

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini sebagai langkah cerdas meningkatkan kenyamanan dan efisiensi penggunaan listrik di rumah.

“Di era digital seperti sekarang, kebutuhan listrik di rumah semakin meningkat, mulai dari perangkat elektronik, kendaraan listrik, hingga peralatan rumah tangga berbasis energi listrik. Promo Power Hero ini kami hadirkan agar masyarakat dapat menikmati layanan tambah daya dengan harga lebih terjangkau, sekaligus menumbuhkan semangat berdaya di momen Hari Pahlawan,” ujar Mundhakir.

Pelanggan yang ingin mengikuti program Power Hero dapat mengaksesnya secara mudah melalui aplikasi PLN Mobile. Melalui fitur Reward, pelanggan dapat mengklaim e-voucher promo tambah daya dan melakukan pembayaran langsung di aplikasi sebelum periode promo berakhir.

Mundhakir menambahkan, promo ini juga merupakan bagian dari upaya PLN dalam mendorong transformasi menuju gaya hidup elektrifikasi (Electrifying Lifestyle) yang lebih ramah lingkungan.

“Dengan listrik yang lebih andal dan cukup daya, masyarakat dapat beralih ke gaya hidup listrik — dari memasak, berkendara, hingga bekerja. Semangat kepahlawanan masa kini bisa diwujudkan dengan ikut berkontribusi dalam transisi energi bersih bersama PLN,” ujarnya.

PLN memastikan seluruh proses tambah daya dalam program ini berlangsung cepat, transparan, dan tanpa perlu datang langsung ke kantor layanan, selama pelanggan memenuhi ketentuan yang berlaku. Informasi lengkap mengenai promo Power Hero dapat diakses melalui aplikasi PLN Mobile atau akun media sosial resmi @plnsumut. (ila)

Forwakes Sumut & RS Columbia Asia Medan Gaungkan Pentingnya Gizi Seimbang di HKN ke-61

FOTO BERSAMA: Direktur RS Columbia Asia Medan DR dr Beni Satria, narasumber, Ketua Forwakes Sumut, Mahbubah Lubis serta peserta seminar yakni pelajar dan guru.
FOTO BERSAMA: Direktur RS Columbia Asia Medan DR dr Beni Satria, narasumber, Ketua Forwakes Sumut, Mahbubah Lubis serta peserta seminar yakni pelajar dan guru.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Forum Wartawan Kesehatan (Forwakes) Sumatera Utara (Sumut) bersama Rumah Sakit Columbia Asia Medan, menggelar seminar Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 dengan tema ‘Piring Makanku, Cermin Gizi Seimbang Keluarga Indonesia’.

Dalam kesempatan itu, Direktur RS Columbia Asia Medan DR dr Beni Satria, MKes, SH, MH, FISQua menekankan pentingnya gizi, bukan hanya berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik, tetapi juga akan berpengaruh terhadap otak.

“Otak kita tidak akan bisa mampu, menerima masukkan input ilmu, kalau memang dari kebutuhan gizi saja kita tidak terpenuhi. Gizi terlalu berlebihan tidak baik dan terlalu kurang juga tidak baik. Sehingga bagaimana kita bisa memiliki gizi yang seimbang itu,” ujar dr Beni.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr Aziz Rahman Muis, MKed(PD), SpPd menyampaikan bahwa gizi seimbang, dikatakan seimbang kalau misalnya apa yang dikonsumsi, harus sama dengan aktivitas yang dilakukan.

“Kalau misalnya lebih banyak makanan atau gizi yang masuk ke tubuh kita dari pada yang keluar, berarti outputnya bisa menyebabkan masyarakat menjadi obesitas maupun kegendutan,” tuturnya.

Namun, kata dia, apabila misalnya gizi yang masuk sedikit, tapi aktivitas yang dilakukan masyarakat banyak, bisa menyebabkan kekurusan juga pada tubuhnya.

“Makanya saya ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa kecukupan gizi kita itu, harus disesuaikan sama kebutuhan tubuh dan aktivitas yang kita lakukan seharian,” katanya.

Seminar ini juga diisi oleh narasumber Fenti Adfrida Yanti Saragih, AMG selaku Pengelola Program Gizi Dinkes Kota Medan dan dr Winra Pratita, MKed(Ped), SpA(K) dari anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumut.

Sebelumnya, Ketua Forwakes Sumut, Mahbubah Lubis mengatakan, perayaan HKN bukan sekedar ritual tahunan, namun pengingat bahwa kesehatan merupakan pondasi penting, dalam membangun warga yang produktif, sejahtera dan berdaya saing.

“Tema tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana tantangan pola makan, gaya hidup, serta rendahnya literasi soal gizi masih menjadi isu serius di tengah masyarakat,” ujarnya di Aula Tosca Room RS Columbia Asia Medan, Senin (10/11/2025).

Mahbubah menegaskan, jika pemahaman tentang gizi seimbang bukan hanya untuk mencegah stunting atau obesitas, tetapi memastikan kualitas hidup keluarga Indonesia tetap optimal baik dari fisik, mental dan maupun daya pikirnya.

Di sisi lain, Mahbubah juga mengucapkan ribuan terimakasih kepada RS Columbia Asia Medan atas kolaborasi ini dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang dan perilaku hidup sehat.

“Terimakasih juga kami ucapkan kepada BPJS Kesehatan, Pemko Medan, dan Alfamidi atas dukungannya di seminar kali ini. Semoga ke depan kita dapat terus meningkatkan sinergi dalam menyebarluaskan edukasi kesehatan, khususnya kepada generasi muda,” ujar Mahbubah.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya menjadi wadah berbagi ilmu, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun budaya hidup sehat yang dimulai dari keluarga dan komunitas lokal.

“Kolaborasi seperti ini adalah fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing. Kami berharap semangat ini terus berlanjut dalam berbagai bentuk kegiatan yang inspiratif dan berdampak nyata,” pungkasnya. (ila)