27 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 1304

Plt Bupati Langkat Didampingi Kakanwil Kemenag Sumut Sambut Kepulangan Jamaah Haji

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Plt Bupati Langkat H Syah Afandin, didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara (Kakanwil Kemenag Sumut) Ahmad Qosbi, menyambut kepulangan jamaah haji asal Kabupaten Langkat di Aula Asrama Haji Medan Sumut, Jalan AH Nasution Pangkalan Mansyhur, Medan Johor, Minggu (16/7/2023).

Untuk kloter 12 ini, hanya 345 jamaah haji yang pulangg, sedangkan sisanya sebanyak 7 orang akan pulang bersama kloter 14 Embarkasi Medan.

“Dari Langkat, ada total 368 yang berangkat. 358 jamaah haji, 10 orang petugas haji. Ada 6 orang jamaah haji yang meninggal dan 1 sakit,” ujar Plt Bupati Langkat

Adapun jamaah yang sakit, yaitu :
1.Habibah BINTI Saleh wafat di Asrama Haji Medan
2.Sukemi Yoso BIN Dikromo Wafat di Saudi Arabia
3.Maisarah BINTI Bahri Wafat di Saudi Arabia
4.Rasim BINTI Marwl Wafat di Saudi Arabia
5.Satiyem Murngali BINTI Babdulah Wafat di Saudi Arabia
6.Mukijo Marto BIN Rejo Wafat di Saudi Arabia
Sedangkan yang sakit, yaitu Musinem sedang mendapat perawatan medis di Saudi Arabia.

Plt.Bupati Langkat H.Syah Afandin,SH menyatakan kemabruran haji akan terlihat semangkin taat dan selalu gemar menampilkan pribadi terpuji baik melalui pemikiran, perkataan dan perbuatan.

“Salam saya kepada keluarga dan sanak family mohon maaf kami, atas nama Pemerintah Kabupaten Langkat, bila sejak mulai pemberangkatan hingga penyambutan ada hal-hal yang dirasakan kurang dalam hal pelayanan dan saya menaklukkan kepada kita semua bahwa secara resmi Pemerintah Kabupaten Langkat telah mengagendakan penepung tawaran penerimaan jamaah haji sekaligus peringatan tahun baru Hijriah nantinya akan di laksanakan pada hari Rabu 26 Juli 2023 di serambi Jenderal Malay rumah dinas Bupati Langkat, mohon kiranya Bapak Ibu hadir dalam acara tersebut,” ujarnya.

Kakanwil Kemenag Sumatera Utara Ahmad Qosbi menyampaikan rasa syukur karena para jamaah yang telah kembali dalam keadaan sehat wal Afiat.

“Selamat kembali ke tanah air bapak/ibu jamaah haji keloter 12 Embarkasi Medan ke tanah air semoga menjadi haji yang mabrur, selalu membawa keteduhan dan kedamaian bagi keluarga, masyarakat dan dimanapun bapak/ibu berada. Saya memohon maaf apabila pelayan kami selaku panitia penyelenggaraan Haji tahun 2023 Sumatera Utara tidak sesuai yang di inginkan bapak ibu dan terdapat kesalahan, maka ini menjadi pelajaran kami untuk membenahi penyelenggaraan tahun depan,” ujarnya. (mag-6/ram)

Pemkab Langkat MoU dengan Ditjen Binalavotas Kemenaker RI Tentang Bantuan Permodalan

MoU: Plt Bupati Langkat, Syah Afandin saat menunjukkan surat MoU antara Pemkab Langkat dan Kemenaker RI.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Langkat melaksanakan tanda tangan perjanjian (MoU) dengan Ditjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemenaker RI tentang Kompetensi dan Pemberian Bantuan Permodalan Bagi Kelompok Masyarakat di Kabupaten Langkat.

MoU dengan Pemerintah Kabupaten Langkat melalui Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Langkat ini lakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat H.Syah Afandin di Ruang Rapat Ditjen Binalavotas Lt.G Gedung Vokasi Jalan Jenderal Gatot Subroto Kaveling 44 Jakarta Selatan, Kamis (13/7/2023).

Ditjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemenaker RI, Budi Hartawan menyampaikan bahwa kegiatan penandatanganan nota kesepakatan MoU antara Dirjen Binalavotas Kemenaker RI dengan Pemerintah Kabupaten Langkat adalah dalam rangka mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberian permodalan bagi kelompok masyarakat di Kabupaten Langkat serta peningkatan produktivitas perusahaan dan organisasi melalui pengembangan sistem manajemen peningkatan produktivitas.

Plt Bupati Langkat H.Syah Afandin SH menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ditjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemenaker RI pada MoU ini atas dukungan yang diberikan guna peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberian permodalan bagi kelompok masyarakat di Kabupaten Langkat.

“Karena masih banyak angkatan kerja di Kabupaten Langkat sampai yang belum terakomodir. Ditjen Binalavotas menyampaikan bahwa bahwa ini saat ini ada sekitar 2.048 orang yang mendapatkan pelatihan, dan ada sekitar 800 orang yang mendapatkan bantuan permodalan bagi lulusan pelatihan terpilih,” sebutnya.

“Tentunya juga saya harapkan dengan bantuan permodalan yang nantinya di berikan banyak kemanfaatannya untuk menjadikan mereka mandiri sehingga bisa terciptanya lapangan kerja bagi masyarakat di Kabupaten Langkat,” tambahnya.

Turut hadir Kepala Dirjen Binalovatas Kemenaker RI Budi Hartawan, Kepala BBPVP Medan, Andri Susila, Sekda Kab.Langkat H.Amril, Kepala Bappeda Langkat Hj.Rina Wahyuni Marpaung, Kepala BKD Eka Syahputra Depari, Kadisnaker Langkat Drs.Rajanami Yun Sukatami, Kadis Kominfo H.Syahmadi, Plt, Kadis PMD Drs.Basrah Pardomuan , Plt Kadis Koperasi Suriono, dan Kabag Prokopim Winnanda Akbar SSTP. (mag-6/ram)

Perebutkan Piala Wali Kota Medan, Dirut & Dua Kepala Pasar Dipercaya Merumput di Turnamen Trantibum

TRANTIBUM: Peserta Trantibum berfoto sebelum memulai laga. Turnamen ini memperebutkan piala wali kota.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan menggelar Turnamen Trantibum di Stadion Teladan Medan, Minggu (16/7/2023). Turnamen ini diharapkan dapat mempererat hubungan antar-pemangku kepentingan (stakeholder) guna semakin menciptakan rasa aman, nyaman dan ketertiban umum bagi masyarakat kota Medan.

Turnamen Trantibum dibuka oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution. Ada empat tim yang ikut pada turnamen ini. Keempat tim ini terdiri dari PS Pemko Medan, PS TNI, PS Polri dan PS Kejaksaan.

Hadir sejumlah unsur Forkopimda Kota Medan diantaranya Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda, Dandim 0201/Medan Kol Inf Ferry Muzawwad, Kapolres Belawan AKBP Josua Tampubolon, Kajari Medan dan sejumlah pimpinan Perangkat Daerah dilingkungan Pemko Medan.

Dirut PUD Pasar Medan Suwarno dan Kepala Pasar Titi Kuning Dedy Fredy Dengah dan Kepala Pasar Bakti Suriantono, juga dipercaya untuk merumput pada turnamen ini. Ketiganya tergabung di tim PS Pemko Medan.

Dalam Turnamen Trantibum memperebutkan Piala Wali Kota Medan ini, pertandingan awal mempertemukan PS Pemko Medan melawan PS Kejaksaan. Tim PS Pemko Medan yang dikapteni Bobby Nasution berhasil menang dengan skor 2-0. Salah satu gol PS Pemko Medan dicetak oleh Bobby Nasution melalui tendangan penalti.

Pertandingan dilanjutkan dengan PS Polri melawan PS TNI. Meskipun turnamen ini merupakan pertandingan persahabatan, tetapi setiap kesebelasan menampilkan skill dan kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar. Pertandingan PS Polri melawan PS TNI dimenangi oleh PS Polri melalui adu penalti.

Dijelaskan Bobby Nasution sebelum dimulainya turnamen, pertandingan sepak bola persahabatan ini merupakan sarana untuk memperkuat kolaborasi antar-stakeholder di kota Medan guna semakin terciptanya rasa aman, tertib dan nyaman bagi masyarakat.

“Masalah kerawanan Kamtibmas akhir-akhir ini menjadi fokus kita bersama terutama aparat keamanan yang menjadi garda warga kota Medan. Oleh sebab itu melalui pertandingan ini mari kita perkuat kolaborasi agar permasalahan yang terjadi ini dapat kita atasi bersama,” jelas Bobby Nasution.

Bobby Nasution menambahkan di momentum ini mengajak stakeholder agar berkolaborasi aktif bertugas penuh loyalitas dan dedikasi bagi masyarakat, hindarkan ego-ego sektoral sesama penegak hukum, penegak keamanan, ketentraman dan ketertiban. “Artinya turnamen ini diharapkan semakin erat kolaborasi kesatuan gerak bagi seluruh stakeholder,” ujar Bobby.

Selanjutnya, dalam Turnamen Trantibum ini PS Pemko Medan meraih juara pertama, PS Polri meraih juara Kedua dan juara ketiga diraih PS TNI sedangkan PS Kejaksaan mendapatkan juara keempat. Masing-masing juara mendapatkan hadiah seekor kambing dan medali serta uang tunai. Selain itu Bobby Nasution juga dinobatkan sebagai the best player dalam turnamen ini dan Kapoltabes sebagai top skor.
(map/ram)

Polres Pelabuhan Belawan Berikan Reward kepada Personel yang Berprestasi

REWARD: Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Josua Tampubolon saat memberikan reward kepada personel yang berprestasi.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Josua Tampubolon memimpin upacara pemberian reward, pembukaan pelatihan fungsi teknis kepolisian, dan perayaan ulang tahun personel yang lahir di bulan Juni dan Juli di Halaman Mapolres Pelabuhan Belawan, Senin (17/07/2023).

Pada acara tersebut, beberapa personel yang telah berprestasi dan memberikan kontribusi nyata dalam pelaksanaan tugas kepolisian mendapatkan reward atas dedikasi dan kerja kerasnya. AKP Nolong Jinabun diberikan reward karena diakui sebagai personel paling rajin bertugas sebagai Pamenwas dan paling peduli dalam menjaga kebersihan Mako Polres Pelabuhan Belawan.

Selain itu, beberapa personel lainnya juga menerima reward atas prestasi mereka dalam pengungkapan kasus yang mendapatkan perhatian dan viral di masyarakat. Para personel tersebut adalah Kanit Reskrim Polsek Belawan AKP A.R. Reza, SH., Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan Iptu Agus Purnomo, SH., Kanit I Sat Reskrim Iptu Marlon Hutapea, SH., dan Kanit PPA Ipda Rostati, SH.

Setelah pemberian reward, Kapolres Pelabuhan Belawan juga memberikan tanda peserta pelatihan fungsi teknis kepolisian kepada perwakilan personel. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan personel dalam melaksanakan tugas kepolisian secara lebih profesional dan efektif. Pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya Polres Pelabuhan Belawan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja kepolisian di wilayahnya.

Setelah upacara dan pemberian reward serta pembukaan pelatihan, kegiatan dilanjutkan dengan perayaan ulang tahun personel Polres Pelabuhan Belawan yang lahir pada bulan Juni dan Juli. Acara perayaan ini diisi dengan sederetan kegiatan menyenangkan dan kebersamaan antara personel Polres Pelabuhan Belawan.

Kapolres Pelabuhan Belawan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel atas dedikasi dan pengabdiannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dia juga berharap dengan adanya pemberian reward dan pelatihan teknis ini, akan semakin mendorong semangat dan motivasi para personel untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Polres Pelabuhan Belawan dalam meningkatkan profesionalisme dan kualitas kerja kepolisian, serta memberikan apresiasi kepada personil yang berprestasi dalam menjalankan tugasnya. Semoga dengan adanya kegiatan ini, kinerja Polres Pelabuhan Belawan semakin meningkat dan masyarakat merasa semakin aman dan nyaman,” ujarnya.(mag-1/ram)

Kapolres Ajak Wali Kota Binjai Duduk Bersama, Bahas Begal dan Geng Motor

Kapolres Binjai, AKBP Rio Alexander Panelewen saat diwawancarai di Balai Kota Binjai - Teddy Akbari/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – AKBP Rio Alexander Panelewen yang baru menjabat sebagai Kapolres Binjai, langsung bergerak cepat menindaklanjuti keresahan masyarakat akan maraknya geng motor hingga aksi tindak pidana begal. Orang nomor satu di Polres Binjai ini langsung mengajak wali kota, H Amir Hamzah untuk duduk bersama membahas persoalan tersebut.

Namun demikian, Rio belum mau berkomentar panjang terkait hal ini. Jebolan Akademi Kepolisian tahun 2004 ini menyebut, pihaknya bersama forkopimda tengah meramu untuk melakukan upaya lebih lanjut.

“Kita sudah melakukan langkah-langkah antisipasi, seperti setiap hari atau jam-jam rawan sudah ada patroli skala besar TNI-Polri, dan ini kita ramu lagi yang lebih,” ujar Rio di Balai Kota Binjai, Senin (17/7/2023).

Wartawan juga sempat menyinggung apakah Polres Binjai akan memberlakukan tembak mati kepada pelaku begal. Namun, Rio menjawab diplomatis saja.

“Masalah tembak mati atau tidak, dari kepolisian, forkopimda, kita akan tetap mengikuti aturan yang berlaku,” kata Rio.

Sementara, Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah membenarkan, telah duduk bersama dengan AKBP Rio beserta Dandim Langkat untuk membahas persoalan geng motor dan aksi begal yang meresahkan masyarakat. Amir sedikit membocorkan langkah yang mau dilakukan Forkopimda Binjai.

“Kami akan meninjau ke Jalan Megawati dan membuat pos, karena di situ agak rawan. Walaupun itu wilayah Polsek Sunggal, bukan Polres Binjai,” kata Amir.

Dia menambahkan, forkopimda bersama TNI-Polri, akan terus melaksanakan patroli sekala besar. “Patroli ini melibatkan TNI-Polri dan Forkopimda, untuk menjaga keamanan masyarakat Kota Binjai,” pungkasnya.

Persoalan geng motor yang melakukan konvoi secara bergerombolan hingga melakukan tindak pidana begal telah meresahkan masyarakat. Bahkan, hal tersebut juga sudah diutarakan oleh kalangan DPRD Binjai yang meminta Polres dan Pemko Binjai untuk memberikan solusi.

Pasalnya, masyarakat yang beraktivitas atau pulang malam hari, resah dengan hal tersebut. Keresahan masyarakat terbukti, Satpol PP Sumut menggagalkan rencana terduga komplotan geng motor yang hendak melakukan aksi begal di Jalan Megawati, Binjai, Minggu (16/7) subuh.

Personel Satpol PP melihat dua kendaraan dengan empat orang memegang atau membawa senjata tajam (Sajam). Sehingga pelaku dikejar.

Sempat ada upaya kejar-kejaran, namun akhirnya Personel Satpol PP yang hanya bersenjatakan double stik, dapat melumpuhkan empat terduga pelaku tersebut dan mengamankan kampak dan parang. (ted)

DPRD Medan Minta Kelurahan Realisasikan Pembentukan Satgas Anti Narkoba Kelurahan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Fraksi Hanura, PSI, PPP DPRD Kota Medan, Hendra DS meminta Pemko Medan untuk merealisasikan pembentukan Satgas Anti Narkoba di setiap Kelurahan di Kota Medan. Sebab, maraknya tindak kejahatan seperti begal dan pencurian di Kota Medan rentan dengan pelaku yang mengkonsumsi narkoba.

Mengingat tingginya keresahan masyarakat atas tingginya tindak kejahatan di Kota Medan, Hendra pun menilai pembentukan satgas anti Narkoba di tingkat Kelurahan sudah sangat mendesak

Diharapkan, Satgas Anti Narkoba di tiap kelurahan mampu meminimalisir maraknya peredaran narkoba dan tindak kejahatan lainnya.

“Satgas itu nantinya melibatkan aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, tokoh agama dan Kepling pastinya,” ucap Hendra, Senin (17/7/2023).

Dikatakan Hendra, tindakan sadis yang dilakukan pelaku kejahatan diyakini tidak terlepas dari perilaku mengkomsumsi narkoba.

“Selain sulitnya masalah ekonomi, pengaruh Narkoba sangat besar untuk seseorang melakukan kejahatan,” ujarnya.

Menyinggung terkait tembak mati bagi pelaku begal, Hendra DS menyebut tindakan trmbak mati harus tetap sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Yang pasti kita setuju ditindak tegas serta penanggulangan berkelanjutan,” katanya.

Terkait adanya instruksi Wali Kota Medan, Bobby Nasution untuk penekanan antisipasi tindak kejahatan kepada jajaran di lingkungan Pemko Medan mulai dari Kecamatan, Kelurahan hingga lingkungan untuk mendata warganya yang masuk dalam kategori usia produktif, Hendra mengaku sangat mendukungnya.

“Kita dukung, karena tujuannya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Seperti diketahui, Bobby Nasution menginstruksikan jajarannya di lingkungan Pemko Medan mulai dari Kecamatan, Kelurahan hingga lingkungan untuk mendata warganya yang masuk dalam kategori usia produktif.

Di samping itu, perangkat di kelurahan diminta untuk menyampaikan program-program Pemko Medan, terutama yang berkaitan dengan usaha dan dunia kerja. Bobby ingin, semua Kepling mengetahui apa yang menjadi program-program dalam upaya mensejahterakan masyarakat. Tujuannya, untuk mencegah warga usia produktif dari tindakan ataupun perbuatan kriminal.
(map/ram)

Kelurahan Lalang dan Pokmas Lalang Jaya Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan

WAWASAN: Kelurahan Lalang dan Pokmas Lalang Jaya menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan di Kantor Lurah Lalang, Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kelurahan Lalang dan Kelompok Masyarakat (Pokmas) Lalang Jaya menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan dalam mewujudkan ketentraman dan ketertiban masyarakat di Aula Kantor Lurah Lalang Jalan Bukit Bundar, Kelurahan Lalang, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi, Jumat (17/6/2023).

Dalam kesempatan tersebut, Camat Rambutan, Marwansyah Harahap meminta kepada masyarakat yang mengikuti sosialisasi agar bisa menerapkan lima sila di Pancasila untuk penerapan kehidupan sehari-hari.

“Mulai dari sila pertama hingga sila ke lima pada butir Pancasila kita harus mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih kita bisa menciptakan suasana kondusif di tengah-tengah masyarakat untuk mewujudkan kehidupan bertetangga secara harmonis, tertib dan aman,” ucap Marwansyah.

Danramil 13 Tebingtinggi, Kapten Ifantri Yudi Chandra mengatakan bahwa wawasan kebangsaan kepada masyarakat harus benar -benar dipahami, pada sila pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, dimana kita terdiri dari berbagai agama, baik Islam, Kristen, Budha, Hindu dan Konghucu serta Katolik.

“Apabila ada permasalahan yang terjadi di lingkungan atau kelurahan bapak ibu, bisa diselesaikan di tingkat kelurahan, maka selesaikan. Apabila tidak selesai, masyarakat harus segera melaporkan kepada kepolisian dan pihak-pihak terkait,” jelasnya.

Plt Kapolsek Rambutan, AKP Rustam Efendi menyimpulkan dalam kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan, menyatakan para orang tua untuk tetap memberikan pemahaman kepada anak dan keluarga untuk tetap bisa menjaga keharmonisan antar tetangga.

Bukan itu saja, para orang tua juga harus memberikan peran dan imbauan tentang maraknya kasus begal, balap liar, narkoba dan pencabulan di bawah umur.

“Orang tua harus bijaksana memberikan pemahaman kepada anak terkait bahaya narkoba, balap liar dan begal, semua intinya harus meningkatkan kewaspadaan dini,” bilangnya.

Pokmas Lalang Jaya, Sopian mengatakan kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan ini merupakan bagian dari pemahaman masyarakat akan butir-butir Pancasila agar bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sedangkan peserta untuk sosialisasi wawasan kebangsaan sebanyak 50 orang warga masyarakat Kelurahan Lalang. (ian/ram)

DPRD Medan Bentuk Pansus Lampu Pocong

KETERANGAN: Sekda Kota Medan, Wiriya Al Rahman (kiri) disela-sela kegiatan Rapat Kerja DPRD Kota Medan di The Hill & Resort Sibolangit, Minggu (16/7/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengklaim terus melakukan penagihan uang proyek lampu pocong yang telah dibayarkan ke enam perusahaan yang menjadi pemenang tender. Pengembalian itu sudah 50 persen dari nilai total lost sebesar Rp21 milliar.

“Jadi menurut informasi yang diterima, sudah 50 persen yang mengembalikan dari nilai total lost sebesar Rp21 milliar. Ada yang sudah lunas, ada juga yang masih mencicil,” ucap Sekda Kota Medan, Wiriya Al Rahman disela-sela kegiatan Rapat Kerja DPRD Kota Medan di The Hill & Resort Sibolangit, Minggu (16/7/2023).

Didampingi Ketua DPRD Medan, Hasyim, Wiriya menyatakan, pada prinsipnya saat Wali Kota Medan Bobby Nasution telah menyatakan total lost, maka para kontraktor wajib mengembalikan uang proyek yang telah dibayarkan.

Bagi kontraktor yang sudah melunasi pengembalian uang proyek, sambung Wiriya, maka lampu pocong yang sempat dibangun dilakukan pembongkaran, seperti di Jalan Suprapto dan Jalan Putri Hijau. Pada prinsipnya, Pemko Medan meminta para kontraktor tersebut untuk membongkarnya.

“Apabila tidak membongkarnya, maka mereka harus membuat surat pernyataan tertulis akan dibongkar oleh Pemko Medan. Dengan konsekuensi, biaya dibebankan kepada pihak rekanan,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Medan, Rudiawan Sitorus, meminta Pemko Medan untuk transparan soal pengembalian dana lampu pocong yang harus dikembalikan.

Sebab, meski pihak Dinas Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi (SDABMBK) mengatakan sudah ada kontraktor yang mencicil bahkan melunasi pembayaran, tapi tidak diketahui ke rekening mana uang tersebut disetorkan.

“Semua harus transparan dan disampaikan kepada publik, sudah sejauh mana kabar pengembalian uang Rp21 miliar yang sempat dibayarkan Pemko kepada pemborong. Nomor rekening bank mana disetorkan, itu harus disampaikan ke publik dan DPRD Medan,” ucap Rudiawan Sitorus, Senin (17/7/2023).

Tak cuma itu, DPRD Kota Medan juga menyoroti masalah pengembalian uang proyek lampu pocong yang belum kunjung lunas hingga saat ini. Oleh sebab itu, DPRD Kota Medan berencana untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) lampu pocong.

“Kita akan membentuk Pansus Lampu Pocong. Gunanya untuk meminta penjelasan, kenapa pembangunannya diputuskan total lost (gagal) dan pengembalian uang Rp21 miliar oleh pemborong ke kas daerah Pemko Medan belum tuntas,” tegasnya.

Politisi PKS ini mengatakan, jika anggaran tersebut tidak dikembalikan, maka Pansus itu suatu hal yang penting untuk dibentuk.

“Salah satu tujuan Pansus adalah jika ada sesuatu hal yang penting untuk ditelusuri. Sebagai anggota dewan yang salah satu fungsinya adalah pengawasan, saya menganggap perlu dibentuk Pansus ini dibentuk,” kata Rudiawan.

Anggota Komisi 4 ini mengungkapkan, tugas Pansus Lampu Pocong nantinya tidak hanya menyoroti tentang anggaran Rp21 miliar yang belum dikembalikan pemborong. Akan tetapi, secara menyeluruh terkait pengerjaannya sampai dikatakan proyek gagal dan proses pengembalian uang kerugian negara oleh pemborong.

Dijelaskannya lagi, di setiap kegiatan reses maupun Sosialisasi Perda (Sosper) yang dilaksanakan anggota dewan, masih banyak pengaduan masyarakat terkait LPJU (Lampu Penerangan Jalan Umum) yang tidak berfungsi. Artinya, Kota Medan masih punya banyak masalah tentang LPJU hampir di seluruh di wilayah.

“Persoalan LPJU saja belum selesai, kini Pemko Medan diperhadapkan lagi dengan masalah lampu pocong yang pembangunannya menggunakan anggaran tidak sedikit, yakni Rp 27 miliar lebih. Jika saja anggaran lampu pocong tersebut digunakan untuk memberesi LPJU yang ada sekarang, tentu tidak ada lagi jalanan di Kota Medan yang gelap gulita,” ungkapnya.

Terkait proyek lampu pocong dianggap gagal (total lost) seperti yang diumumkan Wali Kota Bobby Nasution beberapa waktu lalu, Rudiawan menegaskan bahwa DPRD Medan tidak menginginkan adanya anggaran dana yang lost dan tidak jelas ujung pangkalnya. Bila uang sudah dianggarkan di APBD, maka harus benar- benar terpakai sesuai kebutuhan masyarakat Kota Medan.

“Dana itu sesuai apa yang dianggarkan di APBD, untuk dipakai sesuai kebutuhan yang sudah diprogramkan. Dana-dana yang terpakai harus dirasakan masyarakat, sangat sayang jika ada yang tidak terpakai, sedih kita melihatnya,” tuturnya.

Terkait uang lampu pocong yang disebut sudah dikembalikan sebesar 50 persen oleh pemborong, Rudiawan mengatakan bahwa dewan akan melihat kebenarannya di Badan Anggaran. “Akan kami tanyakan nanti kepada pemko, dikembalikan kemana uang tersebut, berapa jumlahnya dan ada di bank mana,” pungkasnya. (map/ila)

Gubsu Berharap Pemberantasan Begal di Kota Medan Jangan Dijadikan Polemik

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi berharap penanganan kejahatan seperti begal dan geng motor tidak dijadikan polemik di tengah masyarakat.

“Jadi begini. Ini banyak dijadikan polemik, tak boleh begitu,” ucap Gubsu Edy usai rapat paripurna di gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Senin (17/7).

Gubernur Sumut mengungkapkan pemberantasan begal ini, harus dilakukan secara hulu dan hilir dengan melibatkan seluruh pihak di dalamnya. Karena, begal ini adalah bagian dari masyarakat juga.

“(begal) Inikan rakyat kita, jadi ini kegiatan (penanganan) yang harus sama-sama kita lakukan,” sebut mantan Pangkostrad itu.

Gubsu menjelaskan untuk pemberantasan begal ini, tidak perlu menguras tenaga berlebih. Namun, harus melihat titik fokus penyelesaian permasalahan itu.

“Penanganan begal bukan soal keberhasilan atau ketidakberhasilan, ada diperlukan penghematan tenaga namanya. Itu yang perlu saya sampaikan,” jelas Gubernur Sumut.

Untuk penanganan begal itu, Gubernur Edy mengungkapkan bahwa ada tahapannya, dengan dibutuhkan pasukan kecil seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk memberantas begal. Kemudian, ditindaklanjuti bertingkat oleh aparat penegak hukum seperti kepolisian dan TNI.

“Penghematan tenaga itu pasukan kecil yang paling bisa, ya itu lah Satpol PP, kalau Satpol PP tidak mampu nanti dibantu oleh kepolisian. Polisi tidak mampu, baru TNI lah turun. Kalau sampai itu (TNI) turun dah darurat lah, inilah yang kita lakukan,” ucap mantan Ketua Umum PSSI itu.

Diberitakan sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara, disenjatai double stick turun ke jalan seputaran Kota, Kota Binjai dan sekitarnya 15-16 Juli 2023. Hal itu, dilakukan dalam rangka pemberantasan kehajatan jalanan seperti begal hingga geng motor.

Kegiatan itu, berdasarkan instruksi dan arahan dari Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi tidak main-main dalam memberantas begal dan geng motor yang meresahkan warga pada malam hari.

Mantan Ketua Umum PSSI itu, dalam postingan videonya di instragramnya @edy_rahmayadi, memamerkan video aksi personil Satpol Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, yang ahli menggunakan double stick.

“Sebagaimana yang sudah saya instruksikan beberapa hari yang lalu, seluruh personel Satpol PP Pemprovsu telah kita kerahkan ke beberapa titik di Kota Medan, Binjai dan sekitarnya untuk melaksanakan penindakan langsung dan deteksi dini terhadap kelompok-kelompok begal dan geng motor dalam rangka mewujudkan ketertiban dan keamanan di masyarakat,” ucap Gubernur Sumut di akun pribadi instagramnya, dikutip Sumut Pos, Minggu (16/7).

Gurbernur Sumut dalam video postingan tersebut, mengungkapkan bahwa sebanyak 22 personel Satpol PP Pemprov Sumut, yang dikerahkan di lapangan pada tanggal 15-16 Juli 2023.

“Untuk melakukan patroli berkendaraan dengan dilengkapi perlengkapan double stick,” ucap mantan Pangdam I Bukit Barisan itu.

Melalui patroli tersebut, tim Satpol PP Pemprov Sumut, akhirnya berhasil melakukan pengamanan terhadap dua orang diduga hendak melakukan pencurian besi di Jalan Binjai Km 12 dengan barang bukti 1 buah kapak, 1 buah pisau dan 1 buah palu.

Kemudian, di Jalan Megawati, tim melakukan pengejaran rombongan geng motor dan berhasil menangkap 4 orang, diduga anggota geng motor tersebut yang rata-rata masih berstatus pelajar.

“Tim juga berhasil mengamankan barang bukti berupa panah, golok dan gergaji dan sudah diserahkan ke pihak kepolisian setempat. Kerja bagus untuk tim Satpol PP Pemprovsu, tetap lakukan patroli di lapangan, kita lawan geng motor di Sumut ini,” jelas mantan Pangkostrad itu.

Patroli Satpol Sumut double stick ini, berkordinasi dengan TNI/Polri. Remaja yang diamankan yang diduga kawan geng motor dengan membawa sajam diserahkan ke Kantor Polisi setempat, untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.(gus/ram)

Sebelum Terbitkan Paspor, Imigrasi Belawan Berikan Pembinaan Terhadap Calon TKI

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Ridha Sah Putra, ketika ditemui di Ruang Kerjanya, Senin,(17/07/2023).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, memberikan pembinaan terhadap para calon tenaga kerja Indonesia sebelum mereka bekerja ke negara tujuan. Hal itu dikatakan oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Ridha Sah Putra, kepada Sumut Pos di ruang kerjanya, Senin (17/07/2023).

Putra menjelaskan, sebelum para calon TKI yang ingin membuat paspor, Imigrasi Belawan, terlebih dahulu memberikan pembinaan dan edukasi dengan para calon TKI yang ingin bekerja di luar negeri, dengan memperkenalkan seluk beluk negara tujuan, risiko yang kemungkinan terjadi jika menjalani pekerjaan di sana, dan lain sebagainya.

“Ini mencegah terjadinya hal hal yang tidak diinginkan kepada calon TKI jika sudah bekerja disana,” ucapnya.

Dalam kasus yang sudah terjadi sebelumnya, Putra pun menambahkan, pihak Imigrasi selalu menjadi kambing hitam, jika para calon TKI mengalami peristiwa yang tidak diinginkan di negara tujuan. Padahal, pihak imigrasi hanya mempunyai wewenang dalam pembuatan paspor.

Untuk sistem pelayanan, pihak imigrasi selalu menerima pelayanan pembuatan paspor, maupun KITAS bagi WNA yang tinggal sementara disini, baik itu secara langsung maupun online, meskipun pelayanan secara langsung masih mendominasi di Kantor Imigrasi Belawan.

Sistem pelayanan sempat terhenti hampir dua tahun lamanya, dikarenakan pandemi kemarin, hal itu dikarenakan pemerintah melarang seluruh masyarakat untuk keluar negeri, dan sebaliknya, melarang WNA untuk masuk ke Indonesia.

Meskipun masa berlaku paspor lebih lama menjadi 10 tahun, biaya pembuatan paspor tahun 2022 ini masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Artinya, tidak ada perubahan biaya terkait paspor. Hal ini tertuang dalam aturan yang lama, yaitu Peraturan Pemerintah nomor 28 tahun 2019 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang Berlaku pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Adapun biaya pembuatan paspor tahun 2022 adalah, biaya pembuatan paspor biasa 48 halaman adalah Rp 350.000, biaya pembuatan paspor 48 halaman elektronik atau e-pasport adalah Rp 650.000. Bagi pemohon yang ingin mengakses layanan percepatan paspor selesai pada hari yang sama, bisa membayar Rp1 juta di luar biaya penerbitan paspor.

“Pelayanan sempat terhenti, sebelum saya masuk kemari (imigrasi Belawan) di awal 2021 sampai pertengahan 2022,” ucap Putra.

Untuk kasus Imigran Gelap (TPPO), Imigrasi Belawan sepanjang 2023, telah mengungkap sebanyak 80 orang imigran yang mayoritas berasal dari Tiongkok, yang masuk melalui pelabuhan Belawan.

“Para imigran gelap tersebut, langsung kami deportasi dan langsung dipulangkan ke negara masing masing,” ujarnya mengakhiri. (mag-1/ram)