Home Blog Page 13332

Tim Kecamatan Pertahankan Gelar Liga Instansi

MEDAN-Tim Kecamatan kembali menjadi juara Liga Instansi/SKPD Kota Medan 2012 setelah mengalahkan PD Pasar dengan skor 1-0 pada pertandingan final di Stadion Teladan Medan, Jumat (22/6) sore. Kecamatan berhasil mempertahankan gelar juara yang diraih pada tahun lalu.

Pertandingan final ini berjalan dengan menarik. Tim Kecamatan yang didukung suporternya berhasil unggul ketika pertandingan baru berjalan delapan menit. Umpan Feri berhasil diselesaikan Ali untuk menjadi gol.

Tersentak dengan gol tersebut, PD Pasar meningkatkan serangan dengan membombardir pertahanan Kecamatan. Kecamatan sendiri yang kalah dalam segalanya terkesan bertahan dengan menumpukkan semua pemainnya di depan gawang. Meskipun demikian, berkali-kali PD Pasar memiliki peluang, tapi gagal menjadi gol akibat kurang beruntung.

Pada pertandingan ini PD Pasar sungguh dijauhi Dewi Fortuna. Berkali-kali gawang Kecamatan tidak bobol akibat ditolong tiang dan mistar gawang. Hingga pertandingan usai, Kecamatan tetap unggul dengan skor 1-0.

Wakil Wakilota Drs H Dzulmi Eldin ketika menutup even ini mengatakan, Liga Instansi ini digelar untuk memeriahkan HUT ke-422 Kota Medan dan juga memumpuk kebersamaan antar instansi di Pemko Medan. (jun)

Anggota Dream Team yang Pernah Tersandung Alkohol

Para Alumnus NBA yang Tampil di Flexi NBL All-Star 2012 (1)

Tidak banyak orang punya karir seperti Vin Baker. Empat kali masuk NBA All-Star, pernah dapat medali emas Olimpiade bersama Dream Team USA. Hidupnya pun penuh pelajaran untuk semua orang.

Vincent Lamont Baker punya hidup dan karir seperti grafik sinus cosinus. Naik turun secara ekstrem.

Ketika SMA di Old Saybrook, negara bagian Connecticut, Baker pernah tidak terpilih masuk tim. Tak heran, kampus-kampus besar pun tak ada yang merekrutnya. “Terpaksa” dia menerima tawaran universitas relatif kecil, Hartford, untuk meneruskan kiprah basketnya di arena NCAA.
Dari situ, karir Vin Baker mulai menunjukkan jalan. Tinggi besar (211 cm), Milwaukee Bucks mencomotnya di urutan delapan NBA Draft 1993. Tidak tanggung-tanggung, tiga kali power forward/center itu terpilih masuk NBA All-Star!

Pada 1996, dia dikirim ke tim elite waktu itu, Seattle SuperSonics. Ditukar dengan superstar lain, Shawn Kemp. Hasilnya pun lumayan, dia kembali terpilih masuk All-Star pada 1997. Jadi, empat tahun berturut-turut dia terpilih masuk barisan paling top di NBA!
Kontrak besar pun menyambutnya. SuperSonics menghadiahinya dengan gaji sebesar USD 86 juta untuk tujuh tahun. Pada 2000, dia ikut dipilih masuk Dream Team. Jadi anggota Team USA yang meraih medali emas di Olimpiade Sydney, Australia.
Sayang, setelah itu, karir -dan hidup- kembali ke garis menurun.

Baker terjebak di gemerlap kehidupan bintang, menjadi seorang alkoholik. Saking parahnya, sebuah tim pernah mendepaknya dari latihan gara-gara sang pelatih mencium bau alkohol di mulutnya.

Karirnya pun seperti kena injakan rem keras. Sejak 2002, dia harus pindah-pindah tim menyambung karir. Sempat di Boston Celtics, New York Knicks, Houston Rockets, dan Los Angeles Clippers. Sebelum akhirnya benar-benar out pada 2006.
Ketika keluar dari NBA, masalah finansial mulai menerpa. Rumah besarnya harus dijual, dan lain sebagainya. Belakangan, Baker termasuk barisan yang sudah “sadar diri.” Dulu sempat menjalani rehabilitasi untuk mengatasi kecanduan terhadap alkohol, Baker pun menggunakan hidupnya untuk mengajar mereka yang masih muda.

Belakangan, dia sempat kembali ke SMA tempatnya berasal, melatih tim basket di sana.

Dalam wawancara bersama majalah SLAM, Baker menyampaikan alasan mengapa karirnya tidak langgeng di NBA. “Saya rasa saya merasakan sukses terlalu cepat,” katanya merangkum karir.

“Saya ini sangat kompetitif. Dan itu mengantarkan saya ke tempat yang saya inginkan sebagai pemain basket. Saya ingin masuk NBA, dan saya masuk NBA. Tapi sukses datang terlalu cepat. Begitu dapat, saya seperti kehilangan semangat untuk berkembang,” tutur Baker.
“Masuk All-Star empat kali, setelah tidak terpilih masuk tim SMA saat kelas IX, adalah sukses yang cepat. Dalam kurun delapan tahun, saya sudah jadi All-Star. Itu lompatan luar biasa untuk siapa pun,” tandasnya. “Saya kira saya tidak siap menerima kesuksesan yang diberikan Tuhan saat itu,” pungkas Baker.

Baker bukan hanya melatih SMA. Dia juga mendedikasikan hidup untuk mendukung upaya menghindari alkoholisme. “Saya ingin anak muda memahami bahwa kita harus bisa menata diri sendiri sebelum menata orang lain. Kita harus menjaga diri kita sendiri secara spiritual, emosional, dan fisik. Hidup ini sesederhana itu,” paparnya.

Masih berusia 40 tahun, Vin Baker dianggap masih sangat mampu menyuguhkan aksi heboh di Flexi National Basketball League (NBL) Indonesia All-Star 2012 nanti.

“Ukuran badan tidak bisa dibohongi. Dengan tinggi 211 cm, dia akan terlihat mengagumkan di lapangan. Begitu pula Duane Causwell, eks bintang NBA lain yang bertinggi badan 213 cm. Saya rasa, mereka akan melakukan beberapa dunk yang bisa bikin orang berdecak kagum,” kata Azrul Ananda, Direktur PT Deteksi Basket Lintas (DBL) Indonesia sebagai penyelenggara, sekaligus commissioner NBL Indonesia. Sebanyak empat mantan bintang NBA akan tampil di Flexi NBL Indonesia All-Star 2012 feat USA Pro Ball Alumni. Vin Baker, Causwell, serta Jason Williams dan Ricky Pierce.(dbl/bersambung)

Mereka akan bergabung dengan bintang-bintang basket tanah air, tampil di GOR C-Tra Arena Bandung pada 27 Juni, serta di DBL Arena Surabaya pada 20 Juni.(dbl/bersambung)

Sudahi Eksperimen tanpa Penyerang

Spanyol memang mampu melenggang ke babak perempat final. Namun, permainan La Furia Roja masih belum begitu menjanjikan. Menghadapi laga melawan Prancis Minggu (24/6) dini hari, pelatih Vicente Del Bosque diminta menyudahi eksperimennya yang tidak mengoptimalkan penyerang.
Eksperimen tersebut sudah dilakukan Del Bosque pada penyisihan grup lalu. Dalam tiga laga, hanya Fernando Torres yang sering mendapat kesempatan untuk bermain. Itu pun tidak pernah full time. Alhasil, tim jawara bertahan Euro itu kurang menggigit di lini depannya.

Banyak pihak yang meminta Del Bosque mengubah strateginya tersebut. Sebab, lawan Prancis berbeda dengan tiga lawan yang sudah mereka hadapi sebelumnya. Apalagi, jika berkaca pada laga lawan Italia dan Kroasia lalu, Spanyol justru kesulitan menciptakan gol.

Del Bosque nyaris tidak pernah memainkan deretan penyerang yang dimilikinya kecuali Torres. Padahal, selain Torres, Spanyol masih memiliki penyerang murni seperti Alvaro Negredo, Fernando Llorente, dan Pedro Rodriguez. Del Bosque malah lebih sering mempercayakan ujung tombaknya ke pemain tengah.

Mendapat desakan tersebut, pelatih yang dikontrak hingga 2016 mendatang itu tidak bergeming. Dia tetap akan mempertahankan gaya bermainnya itu. “Kami harus memiliki gaya yang bisa menjadi patokan. Itu justru yang membawa Spanyol melangkah sampai sejauh ini,” kata pelatih berusia 61 tahun itu.

Menurut mantan arsitek Real Madrid itu, sejauh ini sebenarnya tidak ada masalah dengan strateginya itu. Terlepas dari sulitnya Spanyol mencetak banyak gol dalam laga terakhir lawan Kroasia, itu bukan karena strateginya. “Karena lawan Kroasia kemarin kami tidak memiliki ruang yang cukup untuk mencetak gol,” kilah Del Bosque.

Sejauh ini, tim Spanyol belum begitu ganas produktivitas golnya. Enam gol dalam tiga laga, atau dirata-rata hanya dua gol tiap pertandingan. Dua gol di antaranya diciptakan Torres. “Silakan saja orang tidak percaya dengan kami, tapi kami percaya dengan apa yang kami miliki,” cetus Del Bosque.
Dilansir dari Reuters, pelatih yang mampu membawa Spanyol menjadi juara dunia 2010 itu mengakui bahwa Prancis bukanlah lawan enteng. “Dibanding tim lainnya (Inggris dan Ukraina, Red), merekalah yang paling berat. Mereka pintar dalam mengambil inisiatif serangan,” ungkap Del Bosque saat diwawancarai stasiun radio Spanyol, Cadena Cope.

Pada laga terakhir lawan Kroasia kemarin, Spanyol sejatinya sudah menurunkan Torres dalam 60 menit pertama. Hanya, strategi pertahanan berlapis 4-2-3-1 ala Slaven Bilic mampu membuat penggawa Spanyol frustasi. Kemenangan baru bisa ditentukan dua menit sebelum laga usai, itu pun melalui gelandang Jesus Navas.

Torres mengakui jika strategi itu seperti tembok kokoh yang membatasi pergerakan dirinya dan penggawa Spanyol lainnya.(ren/jpnn)

Sumut U-12 Binaan ASSBI Wakili Indonesia ke Swedia

MEDAN-Tim usia dini Asosiasi Sekolah Sepakbola Indonesia (ASSBI) Sumut mengukir sejarah manis dengan menjuarai ajang Grassroots Indonesian U-12 Tournament 2012 di Tangerang Selatan, 16-20 Juni 2012.

Sumut memastikan gelar juara setelah memenangi semua laga di babak grand final yang diikuti empat tim terbaik dari hasil babak penyisihan grup.
Di laga pertama, tim asuhan duet pelatih Marzuki Harahap dan Abd Rahman Marassabesy itu unggul atas SSB Dada Rosada Bandung 4-1, selanjutnya mengalahkan Banteng Muda Malang 5-0, dan SSB Hasanuddin Makassar 5-2.

Sebagai juara, Sumut pun berhak mewakili Indonesia di turnamen usia dini dunia bertajuk Gothia Cup di Swedia pada 15-21 Juli mendatang. Gothia Cup merupakan turnamen sepakbola usia dini terakbar di dunia yang pertama kali digelar pada 1975 di Gothenburg. Format pertandingannya adalah 7 lawan 7 dengan total 12 pemain per tim.

“Ini prestasi yang sangat membanggakan. Semua ini berkat perjuangan maksimal pemain di lapangan. Termasuk hasil kerja keras pelatih dan ofisial tim yang sejak awal memiliki tekad dan keyakinan untuk menembus partai puncak,” ujar Ketua ASSBI Sumut, Sumantraji, didampingi Manajer Tim, SF Yudha, setibanya di Bandara Polonia Medan bersama rombongan, Kamis (21/6) malam.

Dikatakan, meski timnya minim persiapan, seluruh pemain bisa tampil kompak. Terbukti, dari delapan laga selama turnamen berlangsung, tim Sumut mencatat tujuh kemenangan dan hanya sekali seri.

“Kini kami akan fokus persiapan menjelang Gothia Cup di Swedia. Ajang itu tentunya akan menjadi pengalaman pertama bagi pemain tampil di event internasional. Saya berharap hasil maksimal kembali bisa diraih di Swedia,” pungkas Sumantraji.

Di Bandara Polonia Medan rombongan disambut Ketua KONI Medan Drs Zulhifzi Lubis serta tokoh sepak bola Sumut lainnya.
Pada kesempatan itu Zulhifzi Lubis atau yang akrab disapa Opung Ladon mengharapkan agar seluruh pemain terus giat berlatih sehingga mampu memperlihatkan penampilan terbaiknya saat berlaga di Swedia nanti.
Adapaun skuad tim U-12 ASSBI Sumut di ajang Grassroots Indonesian U-12 Tournament 2012 adalah Hari M Dhalimunthe, Bayu Yuda Pratama, Egy Maulana Fikri, Zoki A Manurung, M Fatwa Hidatullah, M Roydondo Harahap, Bima Alfareza, M Alfaridzi, Farul Rozi S, Solahuddin, Diki D Saragih, Aldi Syahbana, Dian Ramadhan, dan M Affandi Lubis. (jun)

Kamar Ganti Prancis Memanas

KIEV- Euro 2012 disebut sebagai tonggak kebangkitan generasi baru tim nasional Prancis. Mereka telah melupakan kegagalan yang menerpa di ajang Piala Dunia 2010. Satu langkah telah dilalui tim Ayam Jantan. Mereka sudah memastikan diri berlaga di perempat final.

Namun, generasi baru tak sepenuhnya lepas dari problem lawas. Perpecahan pemain di kamar ganti kembali menghantui tim selepas kekalahan 0-2 dari Swedia di laga terakhir Grup D. Problem yang sama memorak-porandakan tim saat berjuang di Afrika Selatan dua tahun lalu.

Kekalahan melawan Swedia memang tak mencegah langkah Prancis ke babak delapan besar. Tapi Pelatih Laurent Blanc harus berpikir lebih keras untuk menyatukan timnya lagi jelang melawan Spanyol. Pelatih yang turut mengangkap gelar Piala Dunia 1998 dan Euro 2000 itu mengakui memang ada sedikit hawa panas di ruang ganti timnya.

“Ya, ada sedikit panas. Tapi, semua sudah mandi air dingin,” tuturnya sedikti bercanda. “Itu menunjukkan ada sedikit pecikan dan saya harap itu ada ketika akan menghadapi Spanyol, karena kami membutuhkannya,” lanjut Blanc.

Salah satu pemain yang mendapatkan sorotan dalam perang dingin di kamar ganti Prancis adalah salah satu pemain senior, Florent Malouda. Dia menyatakan ketidakpuasan terhadap performa timnya. Tapi, dia malah memilih bungkam dengan alasan takut pernyataannya bakal kebablasan.
Dalam tim, Malouda adalah yang paling senior selain Anthony Reveillere. Malouda juga anggota skuad Prancis di Piala Dunia 2010. Dia juga turut memanaskan suasana tim di Afsel dengan mogok latihan ketika Nicolas Anelka dikirim pulang.

“Yang saya lihat adalah terbangunnya iblis dalam diri saya dan saya tak mau mengekspresikannya. Sebab, dalam suasana panas (usai kalah) seperti itu sangat berisiko meluncurkan roket dan rudal. Ada beberapa yang harus dipilah dan kadangkala bisa menyakiti orang dengan komentar Anda,” tutur Malouda seperti dikutip Guardian.

Tapi dengan emosi yang telanjur terbakar sebagai imbas dari penampilan tak sesuai harapan saat melawan Swedia yang tak lagi punya harapan lolos, beberapa pemain tak bisa menahan emosinya saat kembali ke ruang ganti.

Malouda memilih untuk mengambil alasan positif terkait insiden yang terjadi, tanpa menyebut nama-nama rekannya. “Keseimbangan tim rapuh dan ketika mulai ada pikiran bakal bersinar secara individu di Euro maka roda berputar dan Anda membayar sangat mahal untuk setiap kesalahan,” sambung Malouda.

Ada tujuan pribadi, juga tujuan kolektif, tegas Malouda. Target dari komentar Malouda tersebut kemungkinan adalah gelandang Manchester City Samir Nasri. Dalam tiga pertandingan yang dilakoni Prancis, Nasri jadi pemain yang paling dominan di kubu Prancis. Dia adalah pemain Prancis yang paling banyak berlari dengan bola di tiga pertandingan.

Selain itu, Nasri dikenal memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan beberapa pemain senior Prancis. Salah satunya adalah perseteruannya dengan mantan pemain timnas Prancis dan juga mantan rekannya di Arsenal William Gallas.

“Sulit untuk menunjuk seseorang dalam hal bagaimana mereka bermain atau tujuan pribadi mereka. Cara Samir bermain tidak berubah tapi itu salah satu kekuatannya. Tapi sebagai pemain berpengalaman saya dapat mengatakan bahwa ada keseimbangan harus ditemukan antara tim dan tujuan pribadi,”
Lalu, Malouda merujuknya dengan persiapan tim menghadapi Spanyol. Menurutnya, Prancis harus segera menyelesaikan problem semacam itu jika tak mau dipermak Spanyol. “Jika kita tidak menyelesaikan masalah itu sebelum hari Sabtu,. Dengan lawan selanjutnya, kekalahan bisa jadi makin berat,” tutupnya. (ady/jpnn)

Tekanan Berada di Pihak Spanyol

PRANCIS mengawali kampanye di Euro 2012 dengan baik. Mereka bermain seri dengan Inggris 1-1 dan kemudian menang 2-0 atas tuan rumah Ukraina.
Sayang, pada pertandingan pemungkas grup D, anak asuh Laurent Blanc itu kalah kalah dari Swedia yang tidak memiliki peluang lolos 0-2.  Untuk itu, mereka pun harus bangkit dan memperbaiki performa karena lawan pada perempat final adalah juara bertahan Spanyol yang sekarang dianggap terbaik dunia.

Bagaimana peluang Prancis. Berikut petikan wawancara wartawan Jawa Pos Mohammad Ilham dengan mantan bintang Prancis Robert Pires.

Bagaimana menurut Anda pertandingan Prancis melawan Spanyol?

Pertandingan menarik. Spanyol adalah tim terbaik dunia dan Prancis telah melakukan banyak perbaikan di era Laurent Blanc. Banyak pemain muda dan dipadu pasukan berpengalaman. Lagipula, tekanan sekarang berada di Spanyol, harusnya pemain Prancis bisa lebih tenang.

Prancis kalah secara mengejutkan dari Swedia. Apakah itu akan berpengaruh pada pertandingan nanti?     

Kekalahan itu justru akan membuat para pemain belajar tentang kekurangan mereka dan memperbaikinya. Tetapi, kalau mereka gagal memperbaikinya dan bermain seperti itu melawan Spanyol, maka akan sangat berbahaya buat mereka. Permainan lawan Inggris dan Ukraina menunjukkan kelas Prancis, saya pikir mereka harus melakukannya lebih baik untuk melawan Spanyol. Tidak boleh ada kesalahan.

Apa kekuatan Prancis yang membuat Anda yakin mereka bisa melakukan sesuatu pada Euro 2012 ini?

Laurent Blanc memiliki tim yang sangat bagus, perpaduan pemain muda potensial dengan pemain senior sarat pengalaman. Lihat saja ada Karim Benzema, Samir Nasri, dan Gael Clichy. Mereka masih berusia muda tapi sudah punya mental juara bersama klubnya. Lalu, kami masih punya Franck Ribery dan Florent Malouda. Kombinasi itu akan menjadi kekuatan yang dahsyat.

Permainan Prancis juga menarik. Mereka memainkan penguasaan bola dan sepak bola menyerang yang atraktif. Masalahnya, mereka harus berhadapan dengan tim jagonya gaya seperti itu pada perempat final.

Saya sudah bertemu dengan teman-teman di lokasi latihan, saya lihat mereka memiliki atmosfer yang bagus dan antusiasme.

Modal apa yang dimiliki Prancis untuk bisa mengalahkan Spanyol?

Di luar teknis strategi, saya pikir secara mental Prancis cukup bagus . Saya sudah mengunjungi mereka di kamp latihan dan atmosfernya sangat positif. Mereka antuasias dan kompak. Soal teknik, ada lihat Prancis tidak kekurangan kualitas bukan.(ham/diq/jpnn)

Kapan Dana Sertifikasi Guru Cair?

08197245xxx

Kepada Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Yth. Kapan cair dana sertifikasi guru Kota Medan? Soalnya waktunya sudah lewat dan Kabupaten Deliserdang sudah cair Pak.

Minggu Depan Cair

Terima kasih atas informasinya. Selama ini seluruh dinas pendidikan kabupaten/kota di Sumut memang mengalami kendala dalam anggaran dana untuk sertifikasi guru ini.

Dari informasi yang kami terima di Kabupaten Deliserdang itu yang cair baru untuk 700 orang guru. Namun, data sudah kami masukkan ke Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) untuk diferivikasi dan hasil ferivikasi itu juga sudah kami terima. Hasil ferivikasi ini juga sudah selesai kami revisi dan akan diserahkan kembali kepada BPKD pada Senin (25/6) mendatang. Biasanya setelah hasil revisi dikembalikan ke BPKD, tidak membutuhkan waktu yang lama lagi untuk menunggu pencairan dananya. Kita tunggu dan harapkan  bersama agar dana tersebut cair minggu depan, selambat-lambatnya pada dua minggu mendatang. Dan dana yang akan cair ini akan dialokasikan untuk sekitar 7000 orang guru.

M Rajab Lubis
Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan

Perbaiki Jalan di Gang Bina Mulya

082162340xxx

Bapak Wali Kota Medan Yth. Mohon jalan di Gang Bina Mulya (Bilal Ujung) segera diperbaiki. Karena jalan di gang kami ini sudah rusak parah. Kkalau hujan sudah turun, jalanan se-perti kolam. Terkadang tak sedikit warga yang terjatuh karena jalanan yang berbatu dan bergelombang. Parahnya lagi, tidak ada inisiatif dari pihak kelurahan maupun kecamatan. Mohon ditinjau.

Segera Ditinjau

Terima kasih atas informasinya. Kami akan segera meninjau kondisi jalan yang terjadi. Dan juga berkoordinasi dengan dinas terkait dalam hal ini Dinas PU Kota Medan agar segera dilakukan tindak lanjut.

Budi Haryono
Kabag Humas Pemko Medan

Lampu di Jalan Kemuning Dua Bulan Padam

081263111xxx

Kepada Kepala Dinas Pertamanan Kota Medan Yth. Lampu penerangan jalan umum di Jalan Kemuning Kelurahan Sei Sikambing B Kecamatan Medan Sunggal, tepat di depan SMP Negeri 18 Medan sudah dua bulan padam. Tolong diperbaiki Pak. Terima kasih.

Segera Diperbaiki

Terima kasih atas laporannya. Hingga saat ini kami terus melakukan perbaikan di sejumlah wilayah di Kota Medan secara bertahap. Keterbatasan jumlah pegawai menjadi kendala utama, sehingga perbaikan tidak bisa secara keseluruhan dan serentak. Namun, kami akan tetap melakukan perbaikan sesegera mungkin.

Erwin Lubis
Kepala Dinas Pertamanan Kota Medan

Pemko Medan Setorkan Iuran ke Jamsostek Rp125 Juta

MEDAN- Pemerintah Kota (Pemko) Medan telah melaksanakan kewajiban membayar iuran para kepala lingkungan sebanyak 1.989  orang ke PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan sebesar Rp125.665.020.

“Iuran tersebut untuk 9 bulan terhitung April 2012 hingga Desember 2012, dengan rincian, iuran Jaminan Kecelakaan kerja sebesar  Rp55.851.120 dan Iuran Jaminan Kematian  sebesar Rp69.813.900,” demikian dijelaskan Kepala PT Jamsostek (Persero) Drs Pengarapen Sinulingga usai penyerahan kartu peserta jamsostek kepada para kepling sekaligus penyerahan Jaminan kematian kepada ahli waris kepling di lingkungan Pemko Medan yang langsung diserahkan Wali Kota Medan Rahudman Harahap, di Lapangan Merdeka.

Dikatakan Pengarapen, dalam perjalanannya selama beberapa hari menjadi peserta Jamsostek, resiko kecelakaan kerja dialami 2 kepling. Sedangkan resiko kematian bukan akibat kecelakaan kerja tercatat 6 orang.

“Karena itu bersamaan dengan penyerahan kartu kepesertaan, PT Jamsostek Medan menyerahkan Satunan Jaminan Kematian (JK) sebesar Rp 100.800.000 kepada 5 ahli waris yang terdiri dari 4 ahli waris mendapatkan masing-masing Rp 21.000.000 dan 1 ahli waris mendapatkan Rp 16.800.000,-

“Perbedaan manfaat Jaminan Kematian itu disebabkan terhitung 23 April 2012 adanya kenaikan Jaminan Sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 53 Tahun 2012 tentang perubahan kedelapan atas Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 1993 tentang penyelenggaraan program Jamsostek,” jabar Pengarapen.

Di kesempatan itu, Pengarapen yang turut didampingi Kabid Progsus Yosep Rizal sangat berterima kasih dan  mengapresiasi dukungan Pemerintah terhadap pelaksanaan program Jaminan Sosial Tenaga Kerja di Kota Medan.

Salah satu bukti konkrit kepedulian Pemerintah Kota Medan dengan memberi kepercayaan kepada jamsostek guna memberi perlindungan kepada para Kepling di Kota Medan.

“Ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Daerah yang memiliki motto “Medan Hari Ini Lebih Baik dari Hari Kemarin dan Hari Esok Lebih Cerah dari Hari Ini”,” tegas Pengarapen.(dra)