Home Blog Page 13415

Pede Tampil Menyerang

Filipina v Indonesia

MANILA- Gengsi timnas akan dipertaruhkan saat menjalani laga uji coba melawan tuan rumah timnas Filipina di Memorial Stadium, Manila, nanti malam. Timnas menjanjikan tampil menyerang untuk meraih kemenangan.

“Tentu kami harus bisa meraih kemenangan. ini penting untuk poin timnas,” kata Pelatih kepala timnas Nil Maizar melalui pesan singkat kepada Jawa Pos (Grup Sumut Pos), tadi malam (4/6).
Dalam pertandingan besok, dia masih belum membocorkan formasi yang akan dipakainya. Hanya, dalam penampilan terakhir Indonesia dalam ajang Turnamen Al Nakbah, Mei lalu, timnas lebih banyak bermain pola 4-3-2-1.

Menurut Nil, dalam pertandingan kali ini timnya akan fokus untuk bisa meraih gol pertama agar bisa lebih tenang dalam bermain. Untuk itu, dia kemungkinan akan menurunkan trisula di lini depan. Ada empat opsi yang dimiliki oleh Nil, yakni Pattrich Wanggai, Titus Bonai, Irfan bachdim, dan Syamsul Arif.

“Lihat besok bagaimana dan siapa yang akan diturunkan. Tergantung kondisi di lapangan,” ujar pelatih berkumis tersebut.

Dengan kondisi saat ini, timnas sendiri dipastikan berat untuk bisa bermain maksimal. Sebab, tim yang bertolak ke Filipina tak bisa berangkat bersama-sama dan dibagi dalam dua penerbangan berbeda hari sehingga kondisi kebugaran tidak merata.

Sampai kemarin, belum ada info pasti berapa jumlah pemain yang menyusul datang ke Filipina. Sebelumnya, baru 12 pemain yang telah bertolak ke Filipina dan berangkat pada Minggu (3/5) lalu. Sisanya delapan pemain dikabarkan baru menyusul, kemarin.

Kendati demikian, empat pemain dipastikan tak memenuhi panggilan timnas, mereka adalah Abdulrahman, Vendry Mofu, Joshua Pahabol, Hengky Ardiles. Mereka dilarang menyusul ke Filipina karena dilarang oleh klubnya, Semen Padang (SP).

“Kami tidak menyusul kesana, tidak diizinkan oleh klub..,” ujar Abdulrahman melalui pesan singkat, tadi malam.
Dengan ketidakhadiran pemain itu, kekuatan timnas dipastikan semakin timpang. Apalagi, pemain itu sebelumnya kerap menjadi tumpuan timnas.

Di sisi lain, melihat kekuatan tim Filipina, Nil mewaspadai kemampuan pemain-pemain naturalisasi Filipina yang bermain di liga Eropa. Sebelumnya, dia mengaku telah mendengar permainan Filipina meningkat pesat setelah kembali melakukan naturalisasi pemain dari Liga Belanda dan Jerman.

“Saya sudah mendengarnya. Kami harus hati-hati dan terus konsentrasi  melawan pemain mereka yang secara postur mungkin lebih unggul. Kami akan memainkan ciri khas permainan kami sendiri,” ucapnya.

Dengan kemenangan, lanjut Nil, poin Indonesia di peringkat FIFA bsia bertambah. Pasalnya, saat ini rangking Indonesia masih berada di abwah Filipina dengan selisih tiga strip. (Indonesia peringkat 151 FIFA-Filipina peringkat 148). (aam/jpnn)

Tak Diperkuat Andik

SALAH satu andalan timnas, Andik Vermansyah dipastikan absen saat melakoni laga persahabatan kontra Filipina. Andik harus mengikuti Pelatnas Timnas U-23 di Yogyakarta.
Pelatih Nil Maizar mengakui bahwa Andik punya kualitas meski usianya masih belia. Namun, dia tak memasukkan nama penyerang Persebaya Surabaya itu ke daftar 20 pemain yang dibawa ke Manila.

“Dalam laga persahabatan Liga Selection melawan Inter Milan, Andik memang tampil memukau. Meski tim Liga Selection kalah 0-3 dari Inter Milan, kepiawaian Andik dalam memainkan bola mendapat pujian kubu lawan,” ujar Nil.

Nil beralasan, dia tak memakai Andik karena tenaga si pemain lebih dibutuhkan oleh timnas U-22 dan U-23. Dia pun tak mau mengganggunya.

Sementara itu, kubu Persebaya terang-terangan belum mau melepas Andik ke timnas untuk beberapa waktu mendatang. Ini karena Andik masih sangat dibutuhkan Bajul Ijo, yang akan menghadapi kompetisi Indonesian Premier League (IPL) dan Piala Indonesia.

“Ya, setelah lawan Persik Kediri di babak delapan besar Piala Indonesia 2012 (Rabu, 6 Juni), barulah kami melepas Andik untuk gabung ke Timnas,” kata pelatih Persebaya, Divaldo Alves. (net/jpnn)

Barton Dihajar OTK

LIVERPOOL- Gelandang Queen Park Rangers (QPR), Joey Barton dihajar orang tak dikenal (OTK) di sebuah klub malam di Kota Liverpool, Senin waktu setempat.
Polisi yang dipanggil ke tempat kejadian telah menahan dua orang terkait insiden itu, sedangkan Barton meninggalkan TKP dengan keinginan sendiri.

Barton, gelandang QPR berusia 29 tahun, selama ini lebih dikenal sebagai pembuat masalah. Dia tak segan berkelahi dengan siapapun, termasuk dengan rekan sendiri, ketika di lapangan.
Pernyataan polisi Merseyside berbunyi: “Kami telah menahan dua orang terkait laporan adanya gangguan di pusat kota Liverpool di pagi ini.”

“Petugas dipanggil pada jam 5:30 pagi setelah adanya laporan perkelahian di luar Garlands Nightclub. Saat petugas kami tiba, mereka menemukan pria berusia 29 tahun mengalami luka di wajahnya.”

“Pria tersebut meninggalkan TKP dengan kemauan sendiri. Dua pria berusia 21 tahun ditangkap di TKP dengan tuduhan pelanggaran ketertiban umum. Saat ini mereka berdua dalam tahanan polisi.”

Barton saat ini masih menjalani larangan bertanding 12 kali dari FA. Pihak QPR juga sedang menggelar investigasi internal mengenai kartu merah yang diterimanya saat bertanding melawan Manchester City di pertandingan terakhir Liga Premier Inggris. (net/jpnn)

Ji-Sung Menggoda Yoona

SEOUL – Diam-diam Park Ji-Sung mengagumi sosok perempuan di negerinya. Di mata gelandang Manchester United tersebut, Yoona, salah satu personel SNSD adalah tipe idealnya.

Seperti diberitakan oleh E News World, Park tampil dalam sebuah acara televisi berjudul “Running Man.” Gelandang berusia 31 tahun itu pun ikut berpatisipasi dalam babak ‘Ideal Girl Group World Cup’, di mana ia harus memilih siapa wanita pujaannya di antara beberapa grup girl-band yang ada.

Dan, setelah agak malu-malu mengakuinya, Park pun menjatuhkan pilihannya kepada Yoona. “Yoona.. Aku sedang liburan sekarang. Apa kamu punya waktu untuk bertemu?” ucap Park dalam video yang ditujukannya untuk personel SNSD itu.

Yoona (22) adalah salah satu dari sembilan personel dari girl-band asal Korea Selatan yang tengah naik daun. Sayang tidak dijelaskan bagaimana kelanjutan acara tersebut. (net/jpnn)

Real Legend Kalahkan United Legend

MADRID – Legenda Real Madrid kembali merumput di Santiago Bernabeu Senin (4/6) dinihari kemarin. Lawannya adalah legenda Manchester United. Laga itu berkesudahan 3-2 untuk kemenangan Real Madrid.

Pada laga itu, El Real diperkuat sejumlah pemain bintang pada masanya masing-masing seperti, Fernando Hierro, Ivan Helguera, Fernando Morientes, Luis Figo, Zinedine Zidane, Roberto Carlos, Fernando Redondo hingga Emiliano Butragueno dan Santilana yang telah berusia 59 tahun.

Sementara United legend diperkuat duet maut mereka saat merebut treble winners, Andy Cole dan Dwight Yorke. Pemain legendaris lain seperti Edwin van der Sar, Dennis Irwin, Dion Dublin, Quinton Fortune, Jesper Blomqvist hingga Teddy Sheringham juga bermain.

Meski tak lagi berusia muda, namun para pemain legendaris ini tetap mampu menyuguhkan permainan menawan. Bahkan, laga yang sedianya hanya untuk hiburan, berjalan bak layaknya pertandingan kompetitif. Kedua tim sama-sama bermain serius dan ngotot untuk menang. Maka, tak jarang aksi saling jatuh menjatuhkan hingga diving diperagakan masing-masing pemain.

Madrid yang mendapat dukungan mayoritas penonton di Santiago Bernabeu, membuka keunggulan lebih dulu lewat gol Fernando Morientes pada menit ke-7. lalu dibalas  sundulan Lee Sharpe yang membuat kedudukan menjadi 1-1. Menit ke-10, Madrid kembali unggul lewat gol Luis Figo. Ia melepaskan tembakan akurat dari luar kotak penalti dan bersarang ke pojok kiri Van der Sar. Skor itu bertahan hingga turun minum.

Pertandingan kian sengit di sisa 30 menit laga. United mendapat hadiah penalti. Sayang, Sheringham yang maju sebagai eksekutor gagal membuat United menyamakan kedudukan.
United justru harus kembali kebobolan di menit ke-69. Kali ini, giliran Fernando Redondo yang mencatatkan namanya di papan skor untuk membawa Madrid unggul 3-1.

United langsung merespon dengan meningkatkan serangan. Hasilnya, mereka kembali berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3 lewat aksi brilian Sheringham.
Laga Corazon Classic Match ini  merupakan yang ketiga kali digelar. (bbs/jpnn)

Lorenzo Ungkap Rahasia Kemenangannya

BARCELONA – Seperti biasa, usai sebuah balapan selalu ada cerita menarik apa yang terajadi pada seorang pemenang. Tak terkecuali dengan pembalap tim Yamaha Jorge Lorenzo yang menjadi juara di Sirkuit Catalunya, kemarin (4/6).

Sempat saling kejatr mengejar dengan pembalap Honda Dani Pedrosa, akhirnya Lorenzo tampil sebagai pemenang, karena menurutnya dirinya lebih sabar melihat peluang kapan harus mendahuhlui lawan, ataupun kawan harus bersabar untuk tidak menyalip.

“Ini situasi yang membingungkan, karena saya tidak ingin melakukan  tindakan bodoh dengan memaksakan melewati Pedrosa dan Spies dalam kecepatan tinggi. Jadi, saya memilih menunggu kesempatan yang tepat,” tutur Lorenzo dikutip Autosport, Senin (4/6).

“Ben melebar dan saya naik ke urutan dua. Bagi saya, ini adalah posisi yang cukup bagus, jadi saya menunggu beberapa saat untuk melihat apakah Pedrosa mampu terus mempertahankan kecepatannya. Saya sempat membuat kesalahan yang membuat dia bisa menyalip saya,” sambungnya.

“Tapi, saya mampu kembali mengikis jarak dengannya dan di lima atau enam lap berikutnya, saya melihat Pedrosa mulai melambat. Namun saya tidak ingin gegabah dan menunggu sebentar untuk membaca situasi, karena mudah sekali mengalami kecelakaan pada saat itu. Selain itu, Pedrosa mengerem sangat telat di area pengereman sehingga sulit bagi saya untuk menyalipnya, tanpa bersenggolan,” imbuhnya.

“Jadi, saya menunggu dia melakukan kesalahan, dan itu kejadian. Saat saya melihat Dani melebar, saya berpikir ‘Oke, inilah kesempatan saya’. Jadi, saya langsung tancap gas dan melewatinya. Setelah itu, saya memacu motor secara maksimal di dua atau tiga lap, karena yakin bisa mennciptakan jarak, dan itu kejadian hingga akhirnya saya menang,” pungkasnya.

Kemenangan ini merupakan kemenangan ketiga yang diraih Lorenzo dari lima seri. Pembalap berjuluk Por Fuera ini pun semakin nyaman di puncak klasemen pembalap dengan 115 poin, atau unggul 20 poin dari pesaing terdekatnya, Casey Stoner. (bbs/jpnn)

Celtics Samakan Kedudukan

BOSTON –Tim tuan rumah Celtics berhasil comeback dari ketinggalan 0-2 pada final Wilayah Timur kompetisi bola basket NBA melawan Miami Heat menjadi seri 2-2.

Pada game keempat yang berlangsung di TD Garden, Boston, Senin (4/6) pagi WIB ini, Celtics menang tipis 93-91 lewat over time. Laga mesti dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu karena pada akhir kuarter keempat kedudukan sama kuat 89-89.

Celtics sepertinya akan menang mudah setelah selalu unggul jauh sejak awal pertandingan. Pada kuarter pertama saja Celtics unggul 34-23.

Dimotori sang point guard Rajon Rondo, agresivitas Paul Pierce, power Kevin Garnett, dan tembakan tiga poin Ray Allen, Celtics memang tampil amat produktif. Ketika jeda, tuan rumah semakin jauh meninggalkan Heat 61-47. Namun, jalannya pertandingan berubah pascajeda. Produktivitas Celtics tiba-tiba mandek.

Heat yang masih tanpa power forward andalan Chris Bosh yang masih cedera justru mampu bangkit di kuarter ketiga. Siapa lagi aktornya kalau bukan sang MVP LeBron James. Heat pun memperkecil kedudukan jadi 68-73.

Heat yang mendapat momentum akhirnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 89-89 berkat tembakan tiga angka LeBron James ketika kuarter keempat tinggal 37 detik lagi. Laga pun terpaksa dilanjutkan ke over time. Di babak over time, dunk Udonis Haslem sempat membawa Heat unggul 91-89. Namun, free throw plus jump shoot dari Rajon Rondo berhasil membawa Celtics berbalik unggul 93-91.

Heat sebenarnya berpeluang unggul andai tembakan tiga angka Dwyane Wade saat buzzer bitter berhasil masuk. Sayang, tembakannya gagal.
Rondo memang tampil gemilang di laga kali ini. Total, dia membukukan double-double 15 angka dan 15 assist. Selain Rondo, Kevin Garnett juga berhasil membuat double-double dengan 17 poin plus 14 rebound.

Kelima starter Celtics memang tampil bagus di mana semuanya berhasil mencetak angka double digit. Paul Pierce mengemas 23 poin, Ray Allen menyumbang 16 poin, dan Brandon Bass membuat 11 poin. (bbs/jpnn)

Tiger Woods Samai Nicklaus

OHIO – Mantan pegolf nomor 1 dunia Tiger Woods sukses menyamai rekor pegolf legendaris Jack Nicklaus usai memenangi turnamen Momorial. Woods kini membukukan 73 gelar PGA Tour.
Woods sukses menyisihkan Rory Sabbatini dan Andres Romero pada babak final yang digelar Minggu kemarin waktu setempat. Woods membukukan 279 pukulan alias dua pukulan lebih sedikit dibandingkan Sabbatini dan Romero.

Kepada Sky Sport1 usai pertandingan, Woods yang kini menduduki peringkat 17 dunia, mengaku amat bangga bisa menyamai 73 gelar milik Nicklaus. Woods mengukir rekor ini di usia yang 10 tahun lebih muda dibanding dengan Nicklaus.

“Sangat manis dan melakukannya di usia 36 tidaklah buruk. Saya amat bangga dengan apa yang telah saya lakukan dalam karier saya dan saya masih memiliki tahun-tahun yang hebat di depan saya,” kata Woods. (bbs/jpnn)

Victoria Azarenka Terdepak di Paris

PARIS – Kejutan besar mewarnai putaran keempat French Open. Ratu tenis dunia, Victoria Azarenka harus angkat koper usai disingkirkan Dominika Cibulkova.

Dalam laga yang berlangsung, Minggu (3/6/2012), Azarenka yang menjuarai Australian Open musim ini diprediksi tidak akan sulit menundukkan Cibulkova yang menempati unggulan ke-15 di turnamen ini.

Namun, prediksi tersebut ternyata salah. Azarenka justru dibuat kerepotan oleh permainan enerjik Cibulkova. Alhasil, lewat pertarungan dua set, petenis nomor satu dunia itu harus tersingkir setelah kalah 6-2, 7-6.

Di babak perempatfinal nanti, Cibulkova yang sempat melaju hingga semifinal di Roland Garros tiga tahun lalu, akan berhadapan petenis tangguh asal Australia Samantha Stosur yang baru saja menyingkirkan Sloane Stephens asal Amerika Serikat, lewat dua set langsung 7-5 6-4. (bbs/jpnn)

Setahun Menjanda, Kiki Gantung Diri

Gui Sui Ki alias Kiki (53) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, di kediamannya Jalan Bengkalis II, Medan Timur, Senin (4/6).

Keterangan yang dihimpun, korban pertama kali ditemukan oleh orangtuanya, Sio Lan Kui (77) Saat ditemukan jenazah korban yang tinggal hanya berdua dengan orangtuanya itu sudah tergantung dengan kondisi lidah menjulur keluar.

Sio Lan Kui meminta pertolongan kepada warga sekitar dan warga pun melaporkan kejadian itu kepada polisi. “Aku lihat anak ku itu sudah tergatung,” kata Sio Lan Kui.

Petugas Polsekta Medan Timur yang mendapatkan informasi langsung ke lokasi dan melakukan penyelidikan. Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSU dr Pirngadi Medan untuk keperluan otopsi.

Kapolsekta Medan Timur Kompol Patar Silalahi melalui Kanit Reskrim AKP Ridwan hasil penyelidikan polisi tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Polisi sudah mengamankan barang bukti berupa selendang berwarna merah serta kursi kecil yang dipakai Gui Sui Ki untuk mengakhiri hidupnya.

Menurut keluarga korban, korban sudah setahun ditinggal mati suaminya. Korban juga memiliki penyakit medis serta mengalami stres.

“Semenjak suaminya pergi memang dia sering sakit-sakitan. Dia juga mulai stres karena penyakitnya,”ujar kakak kandung korban, Goei Sieo Jong, saat ditemui di Ruang Instalasi Jenazah RSUD dr Pirngadi Medan.

Dari informasi sebulan lalu korban juga pernah mencoba melakukan percobaan bunuh diri dengan menenggak racun serangga. Akan tetapi percobaan tersebut diketahui keluarga, sehingga nyawa korban masih bisa diselamatkan. (uma/gus)