28 C
Medan
Thursday, April 2, 2026
Home Blog Page 1344

Program Bapak Asuh ala Bobby Nasution Berhasil Tekan Angka Stunting

PANTAU: Wali Kota Medan Bobby Nasution memantau gizi anak untuk menekan angka stunting.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) yang dicanangkan Wali Kota Medan Bobby Nasution berhasil menekan angka stunting di ibukota Sumatra Utara ini. Terbukti, Februari 2022 jumlah anak penderita stunting di Medan sebanyak 550, lalu pada Agustus di tahun yang sama turun menjadi 364 dan pada Februari 2023 turun lagi menjadi 298.

“Program Bapak Asuh Anak Stunting ini dicanangkan Wali Kota Medan Bobby Nasution dan mulai dilaksanakan pada 2022,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPAPMPPKB), Edliaty, saat ditemui di Kantor Wali Kota Medan beberapa waktu lalu.

Dia menerangkan, dalam program ini Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekda, seluruh pejabat Eselon II dan III, unsur Forkopimda, dan petinggi Pelindo menjadi Bapak Asuh Anak Stunting di Medan. Setiap bulan Bapak Asuh Anak Stunting memberikan bantuan sebesar Rp500 ribu untuk disalurkan dalam bentuk makanan bergizi kepada anak penderita stunting.

Selanjutnya, setiap minggu makanan tambahan ini disalurkan kepada anak penderita stunting melalui Petugas Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PPLKB).

“Bahan makanan tambahan itu kita antar ke rumah anak penderita stunting berupa protein hewani, sayur-sayuran, serta beras. Setiap minggu kita salurkan,” sebutnya seraya mengatakan, penyaluran makanan tidak dilakukan melalui puskesmas.

Edliaty mengatakan, PPLKB di setiap kelurahan terus memantau kebutuhan anak stunting, termasuk kondisi sosial ekonomi keluarganya. Dari pemantauan ini, lanjutnya, akan diperoleh gambaran utuh tentang kondisi keluarga anak penderita stunting.

Salah satu yang menjadi fokus adalah membantu agar perekonomian keluarga anak penderita stunting ini meningkat. Dengan meningkatnya perekonomian, maka asupan gizi yang dibutuhkan anak dapat dipenuhi keluarga.

“Kalau memang kita nilai ayah maupun ibu anak penderita stunting ini bisa membuka usaha, kita tentu akan membantunya. Kita bisa berkolaborasi dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian,” ujarnya.

Penanganan stunting ini merupakan salah satu prioritas Bobby Nasution. Orang nomor satu di Medan tidak kerap mengingatkan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan berkolaborasi dan bekerja secara sistematis dan terencana.

Baru-baru ini, dalam Rembuk Stunting Kota Medan Tahun 2023, dia juga menekankan penanganan stunting harus dimulai dengan perencanaan dan pengganggaran yang tepat. “Pemanfaatan anggaran tersebut mestilah dirasakan langsung oleh balita stunting,” tegasnya.

Saat itu Bobby Nasution pun berpesan kepada Sekda Wiriya Alrahman benar-benar memperhatikan penganggaran penanganan stunting di Medan sehingga dapat dimanfaatkan dan diperuntukkan untuk kegiatan yang tepat.

Dia juga mengingatkan agar penggunaan dana kelurahan untuk penanganan stunting dilakukan secara tepat. Camat dan lurah harus dapat memastikan dan mengawasi penggunaan dana kelurahan untuk penanganan stunting itu bisa dirasakan langsung oleh balita penderita stunting.”Camat cek lagi apakah pemanfaatan anggaran itu dirasakan langsung oleh balita stunting,” pesan Bobby Nasution.

Saat itu, Bobby Nasution juga mengapresiasi Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Medan dan semua pemangku kepentingan yang telah bekerja menurunkan angka stunting di Kota ini. Dia mengharapkan target yang ditetapkan Presiden Joko Widodo yakni 14 persen pada 2024 dapat dicapai. (rel)

Lagi, 16 Sintua HKBP Pabrik Tenun Dilarang Ikut Sermon

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 16 orang Sintua HKBP Pabrik Tenun kembali tak diperbolehkan mengikuti sermon oleh oknum polisi yang bertugas di pintu gerbang HKBP Pabrik Tenun. Bahkan St Sabar Doloksaribu yang sudah masuk ke dalam gereja, disuruh keluar oleh oknum polisi, Selasa (4/7/2023) sore.

Sejumlah aparat kepolisian sore itu, kembali hadir di komplek Gereja HKBP Pabrik Tenun untuk melakukan pengawalan dan pengamanan kegiatan Sermon. Kemudian dua truk personel Satpol PP Kota Medan juga turun ke lokasi, satu truk Satpol PP wanita dan satu truk lagi Satpol PP laki-laki.

Para Sintua menyayangkan Pemko Medan ikut menurunkan personel Satpol PP ke Gereja HKBP Pabrik Tenun. “Ngapain kalian datang kemari? Uruslah anak-anak kalian di rumah,” kata seorang Sintua kepada personel Satpol PP yang berjaga.

Terlihat para Satpol PP dan aparat kepolisian berbaris di depan gerbang HKBP Pabrik Tenun. Aparat kepolisian melarang siapa saja masuk ke gereja, kecuali nama-nama Sintua yang sudah diserahkan Pendeta Resort ke petugas.

Salah seorang Sintua HKBP Pabrik Tenun, St Sabar Doloksaribu kepada wartawan menyebutkan, para Sintua sesuai jadwal, setiap Hari Selasa akan mengikuti Sermon Parhalado/Sintua pada pukul 18.00 WIB. Namun, mereka resah tidak diperbolehkan masuk.

Akibatnya , ke-16 orang Sintua tersebut harus berada di luar pagar gereja menyaksikan para petugas kepolisian dan Satpol PP berbaris di depan gerbang HKBP Pabrik Tenun. Situasi ini pun menjadi tonton warga sekitar dan masyarakat yang melintas di Jalan Pabrik Tenun.

Beberapa warga komplek HKBP Pabrik Tenun kepada wartawan berharap agar pihak terkait menuntaskan persoalan yang ada di HKBP Pabrik Tenun. “Kami was-was, setiap Selasa banyak berkumpul orang disini, termasuk anggota kepolisian. Kami tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar warga sekitar.

Ke-16 Sintua yang tidak diperbolehkan mengikuti Sermon juga meminta Kapolrestabes dan Kapoldasu agar arif dan bijaksana melihat keberadaan jemaat di HKBP Pabrik Tenun. Kepada Wali Kota Medan agar tidak menurunkan Satpol PP ke HKBP Pabrik Tenun karena perizinan Gereja HKBP Pabrik Tenun tidak ada masalah.

“Perda mana yang dilanggar HKBP Pabrik Tenun sehingga Satpol PP diturunkan? Satpol PP jangan menambah kekacauan di HKBP Pabrik Tenun. Tolong Pak Wali Kota Medan, jangan turunkan Satpol PP ke sini, kami tak melanggar Perda,” kata sintua.

Demikian juga kepada Ephorus HKBP agar segera turun tangan menyelesaikan persoalan di HKBP Pabrik Tenun dan tidak membiarkannya berlarut-larut. Menurut St Sabar Doloksaribu, tindakan oknum pendeta yang menjadi pimpinan HKBP Pabrik Tenun tersebut sudah sangat luar biasa dan diluar kewajaran.

Para Sintua berharap tindakan oknum pendeta tersebut harus menjadi perhatian semua pihak khususnya Praeses dan Ephorus HKBP. “Tolonglah Ephorus kami, perhatikan persoalan di HKBP Pabrik Tenun ini, Jangan Biarkan HKBP yang sudah besar ini menjadi pecah dan ribut”, katanya.

Hiingga pukul 21.00 WIB, para Sintua dan sejumlah jemaat serta aparat kepolisian dan Satpil PP masih berada di lokasi gereja. Sementara Pdt Rumondang Sitorus belum berhasil dikonfirmasi karena pintu gerbang masih dijaga polisi. (adz)

Lelang Lima Jabatan Eselon II Pemko Medan Sepi Pendaftar

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) telah membuka lelang lima jabatan Eselon II di lingkungan Pemko Medan sejak 23 Juni 2023 lalu.

Adapun kelima jabatan Eselon II yang dilelang tersebut, yakni Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PKP), Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan, dan Dirut RSUD dr Pirngadi.

Namun meskipun telah dibuka selama 12 hari, tercatat baru tiga orang ASN yang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti lelang jabatan eselon II tersebut. Padahal, pendaftaran direncanakan akan ditutup pada 7 Juli 2023 atau dalam 3 hari mendatang.

“Pendaftaran lelang 5 jabatan eselon II sudah kita buka sejak 23 Juni 2023, total yang mendaftar hingga siang ini sebanyak 3 orang. Berdasarkan jadwal yang telah kita umumkan, pendaftaran akan ditutup tanggal 7 Juli 2023,” ucap Kepala BKPSDM Kota Medan, Sutan Tolang Lubis saat ditemui Sumut Pos, Selasa (4/7/2023).

Dikatakan Sutan, dari lima jabatan eselon II yang dilelang tersebut baru tiga jabatan yang dilamar, masing-masing jabatan baru dilamar satu pendaftar.

“Yang sudah ada pendaftarnya Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Pertanian dan Perikanan), serta Dirut RSUD dr Pirngadi Medan. Sementara jabatan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Dinas Perizinan (PMPTSP) belum ada yang mendaftar,” ujarnya.

Ditanya terkait apa kendala yang menyebabkan sepinya pendaftar tersebut, Sutan mengaku belum mengetahuinya secara pasti. Akan tetapi, libur panjang dan cuti bersama Idul Adha ditengarai sebagai salah satu kemungkinan penyebabnya.

Meskipun begitu, ia meyakini bahwa di tiga hari pendaftaran yang tersisa tersebut, para ASN yang telah memenuhi persyaratan akan lebih banyak yang mendaftar.

“Bisa jadi karena kemarin libur panjang Idul Adha, jadi belum mempersiapkan untuk pendaftaran ini. Atau mungkin juga di tiga terakhir nanti baru banyak yang mendaftar,” jawabnya.

Untuk itu, Sutan pun mengimbau para ASN di lingkungan Pemko Medan yang memiliki kemampuan dan telah memenuhi syarat untuk mengikuti lelang jabatan eselon II atau Pejabat Tinggi Pratama agar sesegera mungkin mendaftarkan diri.

Bahkan, Sutan memastikan bahwa pihaknya di BKPSDM Kota Medan telah menyurati setiap OPD di lingkungan Pemko Medan agar memberikan kesempatan kepada para pejabat yang telah memenuhi persyaratan di lingkungannya masing-masing untuk mengikuti lelang jabatan tersebut.

“Imbauan kita, secepatnya lah mereka mendaftar apabila sudah lengkap berkasnya. Kita juga sudah menyurati ke OPD-OPD agar memberikan kesempatan kepada para ASN terbaik di lingkungannya untuk mengikuti lelang jabatan ini,” katanya.

Diterangkan Sutan, adapun beberapa kriteria yang harus dipenuhi pendaftar lelang jabatan eselon II, yakni minimal sebagai ASN golongan 4A. Lalu, pendaftar tersebut sedang atau pernah menduduki jabatan administrator minimal 2 tahun.

“Kemudian, maksimal usia 56 tahun saat dilantik,” terangnya.

Lantas, bagaimana bila hingga 7 Juli 2023 lelang lima jabatan eselon II Pemko Medan tersebut masih sepi pendaftar? Sutan mengatakan bahwa pihaknya akan memperpanjang waktu pendaftaran.

“Kalau pendaftar belum memenuhi kuota, maka akan kita perpanjang. Namun begitu, kita tetap mengimbau agar mendaftar sesegera mungkin supaya proses pendaftaran tidak perlu diperpanjang dan proses seleksi bisa segera dilakukan,” tuturnya.

Untuk memenuhi kuota, sambung Sutan, setiap jabatan harus memiliki minimal 3 orang pendaftar. Sementara, 1 orang pendaftar hanya boleh mendaftar satu jabatan.

“Ketentuan dan persyaratan itu sudah kita masukkan dalam pengumuman. Bila ada salah satu jabatan yang kurang dari tiga orang pendaftar, maka pendaftarannya akan kita perpanjang,” pungkasnya. (map)

Kempo Sumut Target 2 Emas di PON 2024

KETERANGAN: Sekum Perkemi Sumut Andri Sibarani didampingi Kabid Binpres John Piter Sihombing dan Kabid Organisasi Ir Dial Rizal saat memberi keterangan di Posko Publikasi PON XXI/2024 Wilayah Sumut, Kantor Dispora Sumut, Selasa (4/7). (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus Provinsi Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Sumatera Utara mempersiapkan 20 atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024. Mereka memasang target 2 medali emas pada event akbar olahraga Tanah Air tersebut.

Hal itu dikatakan Ketua Pengprov Perkemi Sumut Steven Darmayanan melalui Sekretaris Umum Andri Sibarani didampingi Kabid Binpres John Piter Sihombing dan Kabid Organisasi Ir Dial Rizal di Posko Publikasi PON XXI/2024 Wilayah Sumut, Kantor Dispora Sumut, Selasa (4/7).

“Saat ini kita mempersiapkan 20 atlet yang masuk Pelatda KONI Sumut. Rinciannya 13 putra dan 7 putri. Kita akan tampil pada 20 dari 22 nomor yang dipertandingkan di PON 2024 nanti. Ada dua nomor yang tidak kita ikuti karena keterbatasan SDM atlet,” ujar Andri Sibarani.

Andri menambahkan dari 20 atlet yang dipersiapkan, 17 lolos grade tes fisik dan kesehatan yang digelar KONI Sumut, beberapa waktu lalu. “Meski tiga tidak lolos, kita tetap pertahankan. Mudah-mudahan nanti mereka bisa menembus grade yang ditetapkan,” ungkapnya.

Meski cabang kempo akan dipertandingkan di Aceh, Perkemi Sumut optimis meraih dua medali emas. Target tersebut berdasarkan peta kekuatan lawan dan raihan di Kejurnas Monas Cup, Mei 2023 lalu.

“Pada Monas Cup 2023 lalu kita meraih 2 emas, 2 perak, dan 9 perunggu. Itu menjadi acuan kita karena yang tampil merupakan 80 persen kekuatan kempo di Indonesia,” tambahnya.

Sedangkan John Piter Sihombing menambahkan, atlet kempo Sumut menjalani latihan lima kali seminggu di Aula Kantor Camat Medan Helvetia. Ini juga merupakan menjadi salah satu kendala kempo Sumut.

“Kita belum memiliki Pusdiklat, sehingga atlet yang berasal dari luar Kota Medan menjadi kendala. Meraka terpaksa hanya latihan Sabtu dan Minggu. Mudah-mudahan ke depan, semua atlet bisa latihan bersama. Selain itu, kita juga terkendala dengan wasit nasional,” jelasnya.

John Piter menambahkan, dua atlet yang menjadi andalan kempo Sumut di PON 2024 nanti adalah M Dedi Yusuf (Langkat) dan Sonya Fatira Adelia (Medan). “Meski begitu, kita berharap atlet lain bisa membuat kejutan. Yang meraih medali perak dan perunggu di Monas Cup kemarin bisa meraih emas,” harapnya.

John Piter mengakui persaingan di PON 2024 bakal sengit. Sesuai dengan peta kekuatan, Indonesia Timur masih menjadi pesaing utama di kategori randori (tarung). Sedangkan untuk kategori embu (seni), Pulau Jawa menjadi pesaing.

“Mudah-mudahan pada PON 2024 mendatang kita bisa membuat sejarah. Sebab sepanjang sejarah, kempo Sumut baru mampu meraih medali perunggu di PON,” pungkasnya. (dek)

Busyro Muqoddas Pidato di Wisuda UMSU, Bangga Ada Mahasiswa Asing

WISUDA: Rektor UMSU Prof Dr Agussani MAP bersama senat dan undangan wisuda UMSU, Selasa (4/7).ISTIMEWA.

PIMPINAN Pusat Muhammadiyah dan para lulusan bangga pada Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang mampu menciptakan produk ilmuwan yang beriman dan beramal saleh, tak terkecuali turut mewisuda mahasiswa asing.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr Muhammad Busyro Muqoddas MHum mengatakan bahwa produk ilmuwan itu dibutuhkan untuk menjawab krisis kepemimpinan dinegeri ini. Sedangkan hadirnya mahasiswa asing yang turut diwisuda semakin menguatkan peran UMSU di kancah internasional.

”Saya atas nama pimpinan pusat Muhammadiyah bangga dan mengucapkan Alhamdulillah dan syukur atas peran rektor, para wakil rektor dan dosen UMSU yang telah mencetak para lulusan terbaik,” kata Busyro Muqoddas pada acara wisuda UMSU periode I 2023 di Selecta Convention Hall Jalan Listrik Medan, Selasa (4/7).

Pidato Busyro tersulut atas rasa bangganya karena diantara 1.276 lulusan yang diwisuda terdapat lulusan asal Thailand yang kuliah di FKIP. Upacara wisuda dipimpin Rektor UMSU Prof Dr Agussani MAP didampingi tiga wakil rektor yakni Prof Dr Muhammad Arifin Gultom MHum, Prof Dr Akrim MPd dan Assoc Prof Dr Rudianto MSi serta direktur pascasarjana, pimpinan fakultas dan program studi.

Turut hadir dalam acara ini, Ketua PW Muhammadiyah Sumut Prof Dr Hasyimsyah Nasution, Ketua PW Aisyiyah Sumut Dr Nur Rahmah Amini MAg, pimpinan Ortom Muhammadiyah dan undangan lainnya.

Busyro menyinggung soal krisis kepemimpinan di negeri ini karena sejumlah oknum yang duduk dibirokrasi-kenegaraan tidak memiliki ilmu, iman dan amal saleh. Ia berharap mahasiswa dan para lulusan UMSU berperan menggantikan kepemimpinan di negeri ini. Selain itu mahasiswa UMSU diminta melakukan riset soal korupsi untuk membenahi negeri ini.

Busyro menyampaikan bahwa proses upacara wisuda UMSU yang diikuti 1.276 lulusan diperoleh satu perspektif bahwa Muhammadiyah melalui Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTMA) telah berperan merawat kualitas negeri dan rakyat melalui ilmu, iman dan amal saleh.

Busyro tidak putus-putusnya mengajak para lulusan agar terus mengembangkan ilmu sesuai hakikat ilmu untuk memerdekakan diri dari kolonialisasi ekonomi dan Polhukam.

Untuk itu lulusan UMSU harus tampil di depan. Banyak pemimpin yang bermain narasi setinggi langit tanpa implementasi akhirnya berhalusinasi. Muhammadiyah konkret. Narasinya adalah ilmu, iman, amal dan ilmiah salah satu produknya adalah lulusan UMSU dengan mencetak berbagai prestasi skala nasional dan internasional. Tidak berdasarkan slogan kosong.

Busyro Muqoddas mengajak para lulusan UMSU jika menjadi pemimpin tirulah pohon yang baik seperti yang digambarkan Allah dalam Surat Ibrahim ayat 24, 25 dan 26.

Ia pun memuji tayangan persembahan simbolik mahasiswa kepada orangtua pada acara wisuda. Busyro Muqoddas akan menularkannya di UII tempat dia mengabdi sebagai cara baru menunjukkan rasa hormat para lulusan kepada orangtua.

Akreditasi Internasional
Sebelumnya Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Sumut Prof Syaiful Anwar Matondang MA PhD menyatakan apresiasinya pada peran dan kemajuan UMSU yang membawa nama harum PTS karena satu-satunya meraih akreditasi unggul di luar pulau Jawa.

Syaiful Anwar Matondang mengajak semua pihak untuk menjadikan UMSU terakreditasi internasional. ”Kami turut mendorong untuk mendaftarkan UMSU pada akreditasi internasional setelah meraih akreditasi unggul,” katanya.

Ia berharap UMSU go internasional sehingga menjadi kebanggaan Sumut. Para lulusannya bisa bekerja di luar negeri dengan standar upah berkali lipat dengan Indonesia. ”UMSU bersiap diri masuk di kancah internasional. Mari kita jaga kejayaan UMSU di kancah internasional. Saya yakin itu tidak lama lagi akan terwujud,” ujarnya.

Hasnah Husnah SPd, wisudawati asal Thailand berpidato menyampaikan kesan dan pesannya sebagai lulusan Pendidikan Bahasa Inggris di FKIP UMSU. Hasnah berasal dari sebuah desa terpencil di Pataya. Meninggalkan orangtua dan memilih UMSU yang memberi beasiswa padanya hingga bisa menamatkan studi.

Suka cita semakin dalam ketika Hasnah Husna, S.Pd bisa berbahasa Indonesia, meski sesekali dia menyelanya dengan bahasa Thailand. ”Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rektor dan UMSU telah memberikan ilmu. Saya akan menebarkan ilmu yang saya dapat di desa saya,” ujarnya.

Rektor UMSU Prof Dr Agussani MAP mengucapkan selamat kepada para lulusan yang diwisuda. Ia mengajak wisudawan menjaga nama baik almamater. Prof Agussani menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan orangtua wisudawan yang mempercayakan anaknya kuliah di UMSU.

Pada kesempatan itu, Agussani menyampaikan segudang prestasi tingkat nasional dan internasional yang ditorehkan mahasiswa UMSU. Rektor mengatakan prestasi tidak akan mampu diraih jika mutu akademik dan pelayanan tidak berkualitas.

Untuk itu, lanjutnya, menjadi komitmen UMSU untuk terus meningkatkan mutu akademik dan infrastruktur serta beradaptasi pada kurikulum internasioanal agar lulusan mampu bersaing di pasar kerja nasional dan luar negeri. (dmp)