Home Blog Page 13569

Panutan Rakyat dan Pelopor Ekonomi Bangsa

Menko Kesra dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Hadiri Muktamar XV IMM di Medan

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono dan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin menghadiri Muktamar XV Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Asrama Haji Jalan AH Nasution Medan, Sabtu (28/4) sore.

MUKTAMAR ini mengangkat tema  Kristalisasi Gerakan Kaum Muda untuk Indonesia Bangkit juga dihadiri Ketua Fraksi PAN DPR RI Ibrahim Sakti Batubara, Ketua PAN Sumut Syah Afandin, politisi Leo Nababan, Wakil Ketua DPRD Sumut Kamaluddin Harahap, Waka Poldasu Brigjen Cornelis Hutagaol MM dan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM.

Dari IMM, hadir Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM Ton Abdillah Has, Ketua Panitia Muktamar Zulfi Amri, Sekretaris Panitia Supriadi Djae, Ketua IMM Sumut Jefrizal dan pengurus dan utusan IMM se-Indonesia dan undangan lainnya.

Rangkaian muktamar IMM diawali dengan jamuan makan di rumah dinas Wali Kota Medan Jalan Sudirman Medan, Jumat (26/4) malam yang dihadiri Muspida Plus Medan dan sejumlah ulama. Juga diadakan pawai taaruf di Asrama Haji Medan, Sabtu pagi yang dilepas Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin didampingi Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM.

Saat membuka muktamar, Menko Kesra memberi apresiasi terhadap kiprah IMM yang lahir di kalangan kaum intelektual dalam menebarkan kebaikkan dan memerangi kejahatan.

Ia mencontohkan sikap kritis mahasiswa menolak rencana kenaikan harga BBM menunjukkan keberpihak pada  masyarakat dan penyeimbang kebijakan  pemerintah. Karenanya, menteri berharap peran pemuda dalam menciptakan kondisi kondusif dan pencegahan radikalisme, tawuran, penyalahgunaan narkoba dan  kekerasan dengan penguasaan llmu Pengetahuan (Iptek) dan serta Iman dan Taqwa (Imtaq).

Ia mengakui besarnya peran IMM sehingga keberadaannya menebar kebaikan dan menentang ketidakbaikan dimana IMM sebagai milik  seluruh rakyat Indonesia. Untuk itu, lanjutnya, anggota IMM harus jadi panutan masyarakat dan pelopor ekonomi bangsa.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin berharap IMM dapat membawa perubahan bangsa Indonesia yang lebih baik. Umat Islam merupakan kekuatan untuk dunia yang  membawa rahmatan lil alamin.

Ia pun  mendukung muktamar yang mengangkat  tema Muktamar IMM untuk kristalisasi  gerakan kaum muda untuk indonesia  bangkit dengan berdiri di atas semua partai politik di Indonesia.

Sedangkan Ketua Umum DPP IMM Ton Abdilah  Has mengungkapkan tekad IMM membawa kebangkitan indonesia. Untuk itu, Ton  mengajak IMM Se-Indonesia  bersama pimpinan wilayah, cabang, dan ranting Muhammadiyah untuk  melakukan kerja-kerja advokasi  dan pendampingan pada rakyat. (*)

PSMS Laporkan Persiraja

Pelipis Kiki Lussisanto Robek, Jecky Pasarela Dapat 24 Jahitan

MEDAN- Manajemen PSMS melaporkan Persiraja Banda Aceh ke Komisi Wasit dan operator IPL, PT LPIS. Pelaporan ini terkait adanya indikasi tak menjunjung tinggi sportivitas atau fair play pada laga lanjutan IPL yang digelar di Stadion H Dhimurtala Lampineung, Sabtu (28/4) lalu.

Kekalahan 2-0 atas anak-anak Laskar Rencong bisa diterima jika diraih dengan cara fair play. Namun, banyaknya kejanggalan yang terjadi hingga berujung dua pemain Ayam Kinantan harus dilarikan ke rumah sakit sehingga menimbulkan reaksi keras manajemen PSMS.

Seperti diberitakan sebelumnya, ulah pemain Persiraja Stephen Nagbe Mennoh yang menanduk Kiki Lussisanto menyebabkan pelipis kanannya robek. Sedangkan Jecky Pasarela mengalami robek bibir dan gusi akibat disiku pemain Persiraja Andria. Karena kejadian tersebut, Jecky harus menerima 24 jahitan.

“Kami sudah melaporkan rentetan kejadian yang dialami PSMS berdasarkan pengakuan dan kesaksian ofisial dan pemain waktu di Banda Aceh. Laporan kami kirimkan hari ini (kemarin, Red),” ungkap manajer PSMS Doli Sinomba Siregar, Minggu (29/4).

Doli berharap, kejadian tersebut tak terulang lagi di pertandingan-pertandingan Persiraja berikutnya. “Kejadian itu sangat menodai dunia persepakbolaan Indonesia, dan merugikan tim-tim yang berlaga di sana,” jelasnya lagi.

Laporan yang diajukan tersebut berisi lambatnya pihak Panpel pertandingan Persiraja melakukan penanganan terhadap Jecky Pasarela dan Kiki Lussisanto. Panpel pertandingan Persiraja juga tak mendampingi sekretaris tim PSMS Heru Prawono yang membawa dua pemain PSMS ke rumah sakit Zainal Abidin Banda Aceh sebagai rujukan.

“Lucunya lagi, orang rumah sakit Zainal Abidin menolak melakukan perawatan pemain kami. Padahal sudah satu jam menunggu karena alasan tak ada obat dan kemudian berganti beralasan takut tak dibayar Panpel pertandingan Persiraja,” tutur Heru.

Karena alasan tersebut pula, kedua pemain PSMS terpaksa dipindahkan ke rumah sakit Kesdam I/Iskandar Muda. “Darah dari luka Kiki mengucur terus tanpa ada perawatan, begitu juga Jecky. Makanya kami segera pindah ke rumah sakit lain,” ungkap Heru pula.

Ternyata kejadian ini bukan hanya menimpa skuad PSMS. Tim PSM Makassar yang juga berlaga di Banda Aceh pada putaran pertama, Minggu (11/3) lalu, juga mengalami nasib serupa.

Saat itu, pemain PSM yang harus dilarikan ke rumah sakit adalah M Aswar Syamsudin. “Aswar harus dilarikan ke RS Kesdam juga. Kejadiannya sama, disikut pemain Persiraja, padahal lagi nggak bawa bola,” ungkap Media Officer PSM Andi Syadzwina.

Syadzwina menuturkan, pihaknya juga melaporkan Periraja ke LPIS dan PSSI. “Menurut coach (Segrt Petar), Persiraja harus dihukum lebih berat agar kapok. Misalnya bertanding tanpa suporter atau pindah homebase. Ini enggak fair buat tim-tim lain,” katanya.

“Harusnya LPIS atau PSSI sesekali melakukan cross check langsung ke sana (Banda Aceh). Kami saja, meski disiarkan live di MNC TV masih sempat mereka kerjain. Dokter kami ditendang di tengah lapangan. Lantas, ofisiial lain juga diludahi penonton. Pemain kami Satrio Syam yang tak mampu menahan emosinya waktu itu, sampai mendatangi penonton mengajak berkelahi,” papar Syadzwina. (saz)

Terkait Pelayanan di RS dr Pirngadi Walikota Harus Tegas

MEDAN-Kualitas pelayanan di RSUD dr Pirngadi Medan yang begitu memprihatinkan rentan menimbulkan masalah terhadap pasien. Wali Kota Medan Rahudman Harahap diharapkan bertindak tegas terhadap manajemen rumah sakit plat merah tersebut.

“Kami minta Wali Kota Medan segera bertindak tegas terhadap buruknya kualitas di RS dr Pirngadi. Bila perlu direktur sebagai pimpinan manajemen dipanggil khusus oleh walikota. Jangan sampai masalah fatal yang membuat pasien kehilangan nyawa terulang di masa mendatang,” tegas Ketua Komisi B DPRD Medan, Surianda kepada Sumut Pos, kemarin.

Menurut Surianda pihak manajemen RS sebetulnya menyadari pelayanan mereka yang tidak maksimal kepada pasien, namun sampai saat ini tidak ada perbaikan substansial yang dilakukan manajemen. “Manajemen berulangkali berjanji akan membenahi pelayanan. Tapi sampai saat ini tak pernah kelihatan realisasinya,’’ dia menyayangkan.

Surianda mengakui Komisi B belum menjadwalkan pemanggilan terhadap manajemen dr RS Pirngadi lantaran sibuk membahas evaluasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Medan tahun anggaran 2011.

Bila rapat evaluasi LKPJ 2011 tuntas dilakukan, Komisi B akan menjadwalkan  pemanggilan kembali manajemen RSUD dr Pirngadi. “Rencananya selesai rapat Banmus bulan depan. Kami akan panggil merekat,” ungkapnya.

Dalam rapat evaluasi LKPJ 2011 bersama RSUD dr Pirngadi Medan dan Dinas Kesehatan Medan dengan pokok bahasan sektor kesehatan, Komisi B menemukan fakta bahwa pihak RS belum serius meningkatkan kapasitas paramedis di RS tersebut.

Komisi B meminta paramedis disertakan dalam sejumlah pelatihan dan peningkatan keahlian agar memiliki pengetahuan yang baik saat menangani pasien.

Surianda menduga buruknya faktor pelayanan medis yang diberikan kepada pasien akibat ketidaksiapan sumber daya manusia paramedis yang ada.
Sehingga muncul anggapan buruk RS dr Pirngadi bukan lagi tempat menyembuhkan melainkan tempat menakutkan bagi pasien yang datang ke sana. “Jika pelayanannya baik tentu tak ada gugatan ke pengadilan. Kondisi ini ancaman serius bagi RS milik pemerintah,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesehatan Rakyat Kota Medan, Taufik Reza Pakpahan pada Senin (30/4) atau hari ini akan kembali mendatangi Pemko Medan menanyakan hasil konsultasi dengan pihak RSUD dr Pirngadi Medan terkait sejumlah kasus yang terjadi belakangan.

‘’Rabu (25/4) lalu kami sudah mendatangi kantor Pemko Medan untuk bertemu Asisten Kemasyarakatan Musadad. Tapi saat itu beliau sedang rapat. Rencananya kami akan datang kembali Senin (30/4) atas pelayanan yang banyak pungutan biaya,” tegasnya. (adl)

Diselamatkan Gol Sajali

PRO DUTA vs PSP PADANG

LUBUKPAKAM- Pro Duta FC memastikan raihan angka penuh saat menjamu PSP Padang di Stadion Baharoeddin Siregar Lubukpakam, Minggu (29/4). Pro Duta unggul 1-0 berkat gol telat Arif Sajali dua menit jelang bubar. Hasil ini memastikan Kuda Pegasus tetap kokoh di puncak klasemen Divisi Utama Liga Indonesia 2011/2012.

Tautan peringkat di klasemen yang berbeda jauh tak membuat PSP Padang gentar. Penghuni dasar klasemen ini mampu memberikan perlawanan sengit kepada tuan rumah. Hasrat ingin keluar dari zona degradasi melandasi semangat Fransiskus cs. Strategi pertahanan berlapis ala pelatih Zulkifli Jamal cukup membuat pasukan Roberto Bianchi kesulitan.

Satu-satunya peluang emas terjadi di menit 15. Pro Duta mendapat tendangan bebas di mulut kotak penalti namun tendangannya belum mengarah tepat ke gawang. Babak pertama berakhir tanpa gol.

Melihat lini depannya kurang greget, Beto memasukkan dua striker lincah, Arif Sajali dan Ghozali Muharram di awal babak kedua. Masuknya kedua pemain itu membuat anak-anak Kuda Pegasus mampu menghadirkan ancaman yang lebih berbahaya bagi lawan.

Di menit 55, kerjasama satu dua para pemain Pro Duta berujung terbukanya ruang untuk Laakkad. Striker Maroko ini melepaskan tendangan yang masih mampu diamankan kiper PSP, Rahmat. Begitu juga lima menit berselang, saat tendangan lemah Ghozali gagal diantisipasi dengan sempurna oleh Rahmat. Bola lepas dan hampir disambar Laakkad.

Hujan deras yang mengguyur di pertengahan babak kedua membuat lapangan tergenang dan Pro Duta yang banyak bermain dengan bola pendek semakin kesulitan. Sedikit frustasi, pemain Pro Duta, Hardiansyah Lubis justru melakukan tindakan yang merugikan timnya. Duelnya dengan striker lawan, Fransiskus di menit 87 berujung kartu merah setelah wasit menangkapnya melakukan pukulan.

Namun dengan sepuluh pemain, Kuda Pegasus tak berhenti menekan. Semenit berselang, Pro Duta justru sukses memecah kebuntuan. Tendangan Rahmad Hidayat ditepis Rahmat dan menghasilkan bola liar yang sukses disambar Arif Sajali. Gol itu memastikan kemenangan Pro Duta 1-0.
Pelatih Pro Duta, Roberto Bianchi mengakui timnya sedikit kerepotan menghadapi lawannya dan akhirnya sedikit beruntung. “Kami bermain dengan 10 orang dan cuaca juga sedikit menghambat permainan kami karena lapangan becek. Tapi justru mendapatkan peluang dan bola liar di kotak penalti,” katanya.

Sementara Pelatih PSP Padang, Zulkifli Jamal mengaku timnya kurang beruntung.(mag-18)

Grand Final Libala Digelar 1 Mei

MEDAN- Tim-tim basket pelajar terbaik dari lima zona akan saling unjuk kemampuan untuk meraih gelar juara dalam babak grand final Liga Basket Pelajar (Libala) 2012 yang digelar 1 hingga 4 Mei mendayang di GOR Angsapura Medan. Menurut Herijanto, Kabid Pembinaan dan Prestasi Perbasi Sumut, babak grand final Libala ini akan menganut sistem gugur.

“Delapan tim akan bertarung dengan sistem playoff atau sistem gugur. Tak lagi memakai sistem setengah kompetisi seperti di penyisihan zona,” katanya.
Dari jadwal yang dirilis Perbasi Sumut, pertarungan ketat akan tersaji pada duel tim-tim zona Medan dengan para tim dari daerah. Juara zona Medan, Sutomo 1 akan ditantang Sisingamangaraja Tanjungbalai. Demikian juga runner up zona Medan, Wahidin akan menghadapi SMA Sultan Agung Pematangsiantar sebagai tim terbaik di zona Siantar.

Meski di atas kertas diunggulkan, Pelatih Wahidin, Hidayat Natasasmita mengakui tidak akan menganggap remeh lawan. “Kita tidak mau anggap remeh lawan. Menghadapi Sultan Agung kita harus tetap all out karena sistem pertandingan sistem gugur,” katanya.(mag-18)

UN Bukan Tolok Ukur Kualitas Pendidikan

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) diharapkan menjadi sebuah sarana untuk melihat sejauhmana pencapaian siswa di akhir tingkat sekolah. Seperti apa? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos, Adlansyah Nasution dengan Ketua Komisi B DPRD Medan, Surianda Lubis.

Bagaiamana seharusnya pelaksanaan UN?

Seharusnya pelaksanaan UN disesuaikan dengan masing-masing kondisi di daerah-daerah, yang perlu dipahami adalah, ada perbedaan baik dari sarana, fasilitas, sumber daya manusia (SDM) guru, inilah yang perlu didalami agar UN ini tidak menjadi beban baik terhadap siswa, guru maupun kepala sekolah. Sudah saatnya pendidikan di negara ini juga berlaku sistem otonom, sehingga para siswa dan guru tidak lagi stres ketika menghadapi UN.

Bagaimana kondisi sekolah di daerah?

Bisa kita bayangkan bagaimana kondisi sekolah di Jakarta, dengan sekolah yang ada di luar Jakarta, baik itu ditinjau dari sisi sarana, fasilitas maupun SDM para pendidiknya. Kalaupun dalam UN ini telah dibentuk sistem pengawasan yang cukup ketat, tapi apakah prinsip kejujuran sudah benar-benar terjaga. Tapi justru sebaliknya, UN membuat siswa, guru maupun kepala sekolah menjadi stres.

Apakah UN  bisa  jadi tolak ukur?

Tidak serta merta UN dapat menjadi tolok ukur untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Kita harus melihat sejauhmana kopetensi siswa di akhir tingkatan, sebab setiap sekolah tidak mendapatkan fasilitas yang sama, sehingga kita tidak bisa menyimpulkan bahwa UN sebagai tolok ukur dalam meningkatkan mutu pendidikan. Selama ini apakah ada seorang kepala sekolah yang rela mempertaruhkan jabatanya hanya karena dianggap gagal dalam mendongkrak hasil UN secara maksimal, karenanya jadikanlah UN ini sebagai sarana untuk membangun karakter pendidikan.

Bagaimana standarisasi pemenuhan guru?

Standarisasi harus juga dilihat dari pemenuhan guru, sebab guru merupakan faktor utama dalam pemenuhan pendidikan. Kemudian pemenuhan sarana pembelajaran, baru kemudian sekolah tersebut mempunyai daya jawab terhadap lokalnya. Sedangkan tahun ini, soal tidak lagi diberikan dalam bentuk amplop tetapi langsung dalam kotak. Jadi setiap sekolah memperoleh soal langsung dari dalam kota. Dengan format dan sistem distribusi yang berbeda itu, harus bisa disosialisasikan kepada sekolah penyelenggara agar proses UN berjalan tertib dan lancar.

Bagaimana dengan soal cadangan?

Mengenai tidak adanya soal cadangan lagi tahun ini, dinas harus bisa menyikapi jika ternyata ada soal yang rusak. Formulasi solusi kekurangan soal harus segera di cari agar siswa bisa tetap mengikuti ujian. Sampai sekarang belum ada formulasi khusus dari dinas jika ternyata ada soal yang rusak. Hal itu harus jadi perhatian karena persoalan ini bisa merugikan siswa yang akan ikut ujian. Dinas harus menyampaikannya kepada pengawas agar tidak terjadi kebingungan sehingga UN bisa berjalan tertib. (*)

Nike Cari Pemain Berbakat Lewat The Chance

MEDAN- Perusahaan perlengkapan olah raga Nike, meluncurkan program The Chance 2012, untuk mencari 100 pemain sepak bola amatir bertalenta di 55 negara. Ke-100 pemain ini akan diberi pelatihan dengan pengawasan dari para pelatih Nike  di Akademi FC Barcelona, Spanyol.
Di sana, mereka akan mendapatkan fasilitas kelas dunia, pelatihan elit, dan masukan dari para ahli gizi, psikolog dan ahli kebugaran untuk memantau perkembangan mereka selama mengikuti program ini.

Dari 100 pemain yang terpilih, akan diciutkan menjadi 16 pemain untuk menjalani tur pelatihan selama empat minggu dan menghadapi beberapa tim akademi paling terkenal di dunia, termasuk Manchaster United dan Timnas muda Amerika sebagai hadiah.

“Ini kesempatan emas. Pemain yang lolos berpotensi memenangkan sebuah kontrak profesional,” kata Nino Priambodo selaku Country Marketing Manager Nike Indonesia di Medan, kemarin.

Nino mengatakan, di Indonesia, kualifikasi The Chance digelar di tiga kota yakni Medan, Surabaya dan Jakarta. Pesertanya terdiri dari remaja berumur 16 hingga 23 tahun yang cinta bermain sepakbola.

Disebutkannya, kualifikasi The Chance di Kota Medan akan digelar pada 4 hingga 6 Mei mendatang di Stadion Teladan Medan.

Sementara itu Husni Muttakin Hasibuan selaku penyelenggara kualifikasi The Chance di Kota Medan mengatakan, bagi pesepakbola amatir di Kota Medan yang berminat bisa langsung mendaftarkan di Seketariat Pendaftaran The Chance Medan, Komplek Stadion Teladan Pintu Selatan, Jalan Stadion Teladan Medan, mulai 4 April hingga 2 Mei mendatang. “Sementara peserta akan dibatasi hingga 1.000 peserta,” ungkapnya.

Sedangkan persayaratannya, usia 16 hingga 23 tahun, mengisi formulir pendaftaran foto copy KTP, foto copy Kartu Keluarga. Jika masih pelajar, harus disertai kartu pelajar dan akte kelahiran. Untuk informasi lebih hubungi Hotline 0852 9666 5554 dan 0878 8239 5392 dan tidak dipungut biaya alias gratis.(gus)

Kacab BNI Pemuda Diperiksa Jaksa

MEDAN-Kepala Cabang BNI 46 Jalan Pemuda Medan, Iriawan diperiksa Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Rabu (24/4).

Pemeriksaan Kacab BNI 46 itu, dalam rangka pemeriksaan lanjutan, terkait izin yang diberikan pejabat yang bersangkutan, atas pembukaan rekening atas nama tersangka Boy Hermansyah (DPO).   Pemeriksaan tertutup yang dilakukan penyidik Pidsus Kejatisu dilakukan mulai pagi pukul 10.00 WIB di lantai satu gedung Pidsus.

“ Iya tadi Kacab BNI 46 Pemuda Medan kita periksa terkait pengucuran kredit senilai Rp129 miliar,” ujar Plh Kasi Penkum Kejatisu Ronald Bakkara, Rabu (24/4).

Menurut Bakkara, pemeriksaan terhadap pimpinan BNI 46 terkait izin membuka rekening tersangka Boy Hermansyah yang diduga mengalir ke rekening buronan interpol tersebut.

“Pemeriksaan ini hanya sebatas meminta keterangan terkait izin membuka rekening Boy. saat ini pimpinan BNI 46 sedang kita mintai keterangan terkait dugaan mengalirnya sejumlah dana ke rekening Boy Hermansyah. Namun ia hanya sebatas saksi saja,” bebernya.
Sayangnya, Bakara tidak bisa menyebutkan hasil dari pemeriksaan tersebut.

“Kalau hasil pemeriksaan belum bisa kita ekspos, yang pasti ini hanya sekadar pemeriksaan terkait aliran dana di rekening Boy,” ucapnya.
Pemanggilan pimpinan BNI Cabang Medan ini pun tidak terlepas dari izin Bank Indonesia (BI). Dimana izin tersebut baru dikeluarkan pihak BI, sedangkan proses pemeriksaan rekening milik Boy Hermansyah sudah sejak lima bulan yang lalu direncanakan.

Pemanggilan pimpinan BNI 46 Cabang Medan terkait kasus dugaan korupsi penyimpangan dana kredit fiktif senilai Rp129 milyar Bank BNI 46 Cabang Jalan Pemuda Medan. (rud)

Meneg LH Siap Resmikan Bank Sampah Medan

MEDAN- Menteri Negara Lingkungan Hidup (Meneg LH) Prof Dr Balthasar Kambuaya siap datang ke Medan pada 11-12 Mei 2012, guna meresmikan pembangunan Bank Sampah yang digagas Walikota Medan, Rahudman Harahap. Kesiapan menteri asal Papua itu datang ke Medan, setelah Rahudman menemui Kambuaya di kantornya, Jakarta, kemarin (25/4).

Di hadapan Meneg LH, Rahudman menyampaikan bahwa Pemko Medan dalam dua tahun kepemimpinannya ini konsen soal kebersihan dan lingkungan hidup.

“Kota Medan kita kembangkan sebagai Kota Hijau, selain masalah kebersihan. Semua sarana untuk kebersihan ini sudah kami penuhi. Tong-tong sampah, Bank Sampah, sudah menyebar ke semua kecamatan. Mohon Pak menteri datang ke Medan untuk meresmikan. Termasuk meresmikan kawasan hijau,” papar Rahudman, yang disertai Kadis Kebersihan Kota Medan, Pardamean Siregar, Kadis Nakertrans Marah Husin Lubis, dan sejumlah staf.
Tanpa basa-basi, Kambuaya langsung menyanggupi. “Saya pasti datang. Waktunya diatur,” tegas Kambuaya, seraya memandang Asisten Deputi Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup, Sudirman, yang ikut hadir dalam pertemuan.

Sudirman langsung mengatakan, Meneg LH punya waktu tanggal 11 hingga 12 Mei. “Jadi nginap semalam,” ujar Sudirman. Kambuaya pun tersenyum.
“Iya lah, harus nginap lah Pak Menteri,” kelakar Rahudman, disambut tawa yang hadir.

Suasana pertemuan sangat akrab. Tawa lepas sering muncul. Kambuaya sendiri memuji Rahudman sebagai walikota yang sangat peduli dengan lingkungan. “Karena masalah kebersihan termasuk salah satu bentuk pelayanan publik. Saya apresiasi Pak Walikota yang serius menangani masalah kebersihan kota,” ujar Kambuaya. (sam)

Jadikan Sepak Bola Wadah Silaturahmi

MEDAN- Dalam olah raga sepakbola, kekompakan dan kebersamaan mutlak diterapkan untuk membentuk tim yang solid. Selain itu, seluruh pemain juga dituntut menjunjung tinggi fair play atau sportifitas.

Hal ini dikatakan Ketua DPW PPP Sumut Fadly Nurzal saat membuka turnamen futsal Bravo Cup di Lapangan Futsal, Jalan Setia Budi, Helvetia Medan, kemarin.

Disebutkan Fadly, dalam olahraga seluruh pemain dituntut menjunjung tinggi fair fly, atau sportifitas. “Jika itu didekatkan dalam hubungan sosial dan kemasyarakatan, sportifitas dalam kehidupan juga sangat dibutuhkan. Karena memang dalam kehidupan ini, kita semua memiliki peran berbeda-beda,” ungkap Fadly.

Fadly Nurzal juga menyebutkan, sepakbola telah mengajari kita untuk saling menghormati, atas perbedaan dan keragaman yang kita miliki. Karena itu, dalam aturan yang dibuat FIFA, dalam sepakbola rasisme itu sangat diharamkan.

Lalu kata Fadly, jika dikaitkan dengan demokrasi, sepakbola menumbuhkan partisipasi aktif seluruh unsur atau dalam istilah demokrasi dikenal dengan meritokrasi. Oleh karena itu, dalam membangun bangsa dan negara termasuk di dalamnya generasi muda dibutuhkan partisipasi semua pihak untuk mewujudkannya.

KompetisiFutsal Bravo Cup, memperebutkan tropy bergilir H Fadly Nurzal, SAg dan tropy bergilir Yulizar P Lubis. Dalam pertandingan ini, selain tropy panitia juga menyiapkan hadian uang untuk pembinaan.(ade)