Home Blog Page 13580

Jaringan XL Lemot

087768655xxx
Mau tanya nih. Kenapa provider seluler sekelas dan sebesar XL jaringannya sering sekali buat jengkel, khususnya di hari Sabtu dan Minggu? Kalau membunuh orang gak dilarang, rasanya pengen banget, karena kesal di buat jaringan yang lemot itu. Dari warga Simalingkar.

Akan Dicek Langsung ke Area Simalingkar
Terima kasih telah menggunakan XL sebagai partner selular Anda. Jika Anda mengeluhkan pada Sabtu dan Minggu jaringan lemah, hal tersbeut malah sebaliknya. Traffick percakapan di waktu itu malah cukup longgar dan sejauh ini tak ada masalah. Karena jaringan bisa cukup padat pada hari kerja di waktu siang. Dengan adanya informasi ini, kita akan turunkan langsung teknisi untuk mengecek ke daerah Simalingkar terkait hal itu. Terima kasih.

Humas XL
Rizaldi Gultom

Bupati Resmikan Gedung Baru Puskesmas Salak

PAKPAK BHARAT-Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Salak, Kabupaten Pakpak Bharat yang dulunya terletak di tengah-tengah kota Salak kini telah berpindah ke Dusun Mata Kocing, Desa Salak I, Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat.

Puskesmas Salak yang baru merupakan Puskesmas Non Perawatan. Tempat pelayanan kesehatan publik tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp383.498.000, memiliki fasilitas Poli Umum, Poli Gigi, Poli Gizi, Poli KIA/KB, Poli Imunisasi dan Apotik.

Selain Puskesmas, di tempat yang sama dibangun juga Rumah Dinas Dokter dan Rumah Dinas para Medis. Puskesmas yang baru tersebut diharapkan kedepan menjadi tempat pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat dengan baik.

Bupati Remigo Yolando Berutu pada sambutannya, pada saat peresmian gedung baru Puskesmas Salak, Selasa (1/5), meminta kepada seluruh tenaga medis yang bertugas di Puskesmas yang dimaksud untuk bekerja secara sungguh-sungguh dan ikhlas dalam melayani pasien.

Pada saat meninjau secara langsung gedung baru Puskesmas Salak, Bupati Remigo Yolando Berutu berharap kepada Kepala Puskesmas Salak dr Irwan Supriadi agar membenahi segala fasilitas yang masih dibutuhkan demi menunjang pelayanan yang optimal di Puskesmas yang dimaksud. (mag-14)

Cewek ABG Tewas Ditabrak Truk

PERBAUNGAN-Yoliana Pertiwi alias Ana (18) warga Dusun II, Desa Kota Galuh, Kecamatan Perbaungan, Sergai tewas di lokasi akibat sepeda motor yang dikemudikannya ditabrak truk saat melintas di Jalinsum Medan Tebingtinggi KM 39-40, persisinya di Lingkungan V, Kelurahan Tualang, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai, Rabu (2/5) sekira pukul 11.30 wib.

Menurut keterangan yang dihimpun di kepolisian menyebutkan, siang itu korban dibonceng Dinda Nurul Iqlima (17) naik sepeda motor Honda Beat BK 2424 XAH habis jalan-jalan hendak menuju rumahnya. Korban datang dari arah Tebingtinggi menuju Medan. Kondisi  jalan macat, Dinda mencoba berjalan di luar badan jalan.

Sialnya saat akan naik ke badan jalan, Dinda kurang berhati-hati sehingga sepeda motor yang dikemudiakannya ditabrak truk dari belakang. Akibatnya tubuh Dinda dan Ana terhempas keaspal.
Ana tewas di TKP akibat menderita luka memar di tubuh dan luka dibagian kepala, sementara Dinda hanya luka lecet. Warga mengetahui kejadian itu langsung mengevakausi keduanya ke RSU Melati Perbaungan.
Sementara itu Kepala Pos Seijenggi Aiptu Herman mengatakan kendaraan yang menabrak korban tidak diketahui plat kendaraannya.(lik/smg)

Pembagian Beras Bulog tak Adil

081287328xxx
Pak saya mau tanya, kenapa sebahagian penerima beras Bulog di Kelurahan Pasar Merah Barat orangnya malah yang tidak lagi tinggal di daerah itu, tapi namanya masih ada dalam daftar dan menerima beras Bulog itu? Ini sudah berjalan selama bertahun-tahun. Dan kami ingin kepala lingkungan 2 Kelurahan Pasar Merah Barat agar diturunkan.

Buat Pengaduan ke Bagian Perekonomian Pemko Medan
Terima kasih atas pemberitahuannya. Terkadang nama yang masih terdaftar sebagai penerima beras Bulog memang sudah tak berada di daerah tersebut. Tapi, pihak Bulog biasanya tak akan memberikannya.
Namun, jika memang terjadi, buat saja laporan yang ditujukan ke Kabag Perekonomian Pemko Medan. Tentunya dengan membawa bukti-bukti otentik agar ditindaklanjuti.

Budi Herionon
Humas Pemko Medan

Aliran Listrik Hidup-Mati, Rusak Alat Elektronik

085276996xxx
Woi PLN ganti saja mottomu menjadi “hidup segan mati tak mau.” Inilah semboyan yang cocok untukmu. Kami pelanggan Kelurahan Bantan Timur Kecamatan Medan Tembung. Tanggal 29 April 2012 listrik, padam-hidup padam-hidup yang membuat barang elektronik pada rusak. Dimana etika & hati nuranimu pejabat PLN. Jangan korupsi yang diprioritaskan, tapi pelayanan yang lebih diutamakan bung. Kalau tak sanggup mundur saja, biar tamatan SD yang menjadi Dirut. Karena tidak membuat suatu perubahan yang berarti walaupun dipimpin seorang sarjana.

Cuaca Kurang Baik
Sebelumnya kami minta maaf atas ketidaknyamanan saudara. Berhubung kondisi cuaca sedang tidak baik, maka seringnya terjadi pohon-pohon tumbang yang mengenai kabel-kabel listrik yang menyebabkan pemadaman. Untuk pengaduan langsung dapat menghubungi cc 123. Terima kasih.

Marta
Humas PLN

Kelurahan Lauchi Gotong Royong Kebersihan

MEDAN- Aksi gotong-royong kebersihan memang harus digalakkan. Seperti yang dilakukan aparatur Kelurahan Lauchi, Medan Tuntungan yang bergotong-royong bersama anak-anak PKL dari Akademi Keperawatan (Akper) Darmo di ruas pinggiran Jalan Letjen Jamin Ginting Medan pada Sabtu (28/4) lalu.

Gotong royong bersama anak-anak PKL Akper Darmo itu meliputi pembersihan sampah, rerumputan di pot bunga, serta penanaman bibit pohon mangga.

Lurah Lauchi, Ilyan Chandra, menyebutkan sejatinya tujuan gotong-royong itu sebagai bagian dari program mewujudkan kota Medan menjadi ‘’Medan Bersih dan Bebas Sampah’’.

Dia meyakini program mewujudkan Medan menjadi kota bersih yang terbebas dari sampah harus dilakukan setiap kelurahan dengan menjaga kebersihan, menata keindahan, dan menghijaukan lingkungan tinggal.
‘’Selain gotong-royong kebersihan, kelurahan Lauchi juga meninjau kondisi tong-tong sampah di berbagai titik. Apa ada yang masih digunakan atau tidak berfungsi lagi,’’ katanya.

Menurut Chandra, tong-tong sampah yang rusak akan diambil lebih dulu untuk diperbaiki oleh pihak kelurahan, baru kemudian diletakkan kembali di tempat semulanya. ‘’Tong-tong sampah itu diletakkan di pinggir jalan Letjen Jamin Ginting dan diharapkan mampu menimalisir sampah berserakan,” ujarnya.

Begitupun program kebersihan kelurahan tersebut, lanjut Chandra, membutuhkan kerjasama kepala lingkungan (Kepling) dan kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempatnya. Kepling juga harus aktif membersihkan manakala mendapati ada sampah yang berserakan di jalan.

“Kalau kerjasama semuanya pasti berjalan lancar. Lingkungan di Kelurahan Lauchi tetap bersih, asri, nyaman, sejuk, dan rapi,” harapnya. (omi)

Sampah di Medan Kota Masih Berserakan

MEDAN- Sampah di wilayah Kecamatan Medan Kota, khususnya di Jalan Meranti, Kelurahan Teladan Timur, masih ditemukan berserakan. Tumpukan sampah itu dibiarkan begitu saja di lahan kosong milik warga. Dalam pantauan Sumut Pos, jenis sampah itu umumnya jenis sampah rumah tangga (domestik) seperti plastik, kertas pembungkus makanan, dan lainnya.

Firman (25), warga setempat, mengaku sampah yang tertimbun di lahan kosong milik warga itu bukan sampah warga setempat. Dia menduga sampah tersebut dibuang oleh warga luar. Dia mengaku seringkali melihat warga setempat membakar membakar tumpukan sampah di lahan kosong tersebut.

Firman menduga sampah-sampah itu kemungkinan dibuang pada malam  atau siang hari saat akan dilakukan pengangkutan sampah oleh pihak penyisir kebersihan kelurahan.
Warga lainnya, Hendri (18), mengungkapkan kebersihan di wilayah Kecamatan Medan Kota sudah mengalami perubahan. Hal itu terlihat dari banyaknya tong sampah yang disebarkan di berbagai titik.

Untuk mengingatkan warga, pihak kecamatan juga memasang plang ‘’Dilarang Membuang Sampah’’. Dia mengaku wilayah tinggalnya belum steril dari tumpukan sampah. Pasalnya sampah juga masih sering berserakan di dalam gang. ‘’Tapi sampah berserakan itu nggak terlalu lama di situ karena diangkut  petugas penyisir kebersihan kelurahan,” ujarnya. (omi)

Singgung Pelajar Terjerat Kriminal hingga Minimnya Pembangunan Sekolah

Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2012 di Sumut

BERBAGAI kegiatan dilakukan dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei di Sumatera Utara. Di Asahan, sebagian elemen menjadikan momen peringatan Hardiknas untuk mengingat kasus kriminal yang menjerat pelajar.

Menurut data di Polres Asahan, sedikitnya ada delapan pelajar yang tersandung dalam kasus hukum. Empat diantaranya, pelajar anak- anak dalam kasus cabul, tiga tersangka dalam kasus penganiayaan dan satu orang lagi menjadi tersangka dalam kasus pencurian .

Alek Margolong Ketua Lembaga Perlindungan Anak ( LPA ) Kabuaten Asahan kepada METRO (Group Sumut Pos), Selasa  ( 2/5 ) mengatakan dengan data kriminal yang menjerat kaum pelajar itu diharapkan Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Pendidikan tidak hanya mendahulukan kwantitas, tapi lebih mengutamakan kwalitas khususnya dibidang pendidikan moral.

Seperti yang dialami R Simanjuntak (13 ) pelajar SMP dan M Arif (17 ) pelajar SMA yang saat ini berada dalam tahanan Lembaga Permasyarakatan ( LP ) Labuhanruku. Mereka merupakan pelajar yang haknya terampas oleh hukum yang dijalankan oleh institusi hukum di Kabupaten Asahan. “Oleh karena itu kami meminta peran aktif dari Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan untuk memberikan hak pelajar yang saat ini berada dalam sel tahanan,” pinta Margoloang.

Lain hal yang dilakukan Pengadilan Negeri (PN) Stabat dalam memperingati Hardiknas. PN Stabat mencanangkan program sidang lapangan di sekolah bagi siswa atau pelajar yang tertunda memiliki akta lahir. Itu sebagai wujud pelayanan terpadu sekaligus memperingati Hardiknas. “Spontan saja, kita mencanangkan program sidang lapangan di sekolah bagi pelajar yang tertunda memiliki akta lahir. Ya, idenya muncul seketika saja ketika diperingatinya hardiknas,” kata Ketua PN Stabat, Hj Diah Sulastri Dewi SH, M Hum.

Sementara momen Hardiknas dimanfaatkan Kepala Sekolah MTs Tebingtinggi Syamsuddin Harahap mengkritisi pembangunan gedung sekolah negeri di Tebingtinggi. Menurutnya, di tahun 2012 ini masih ada sekolah negeri di Kota Tebingtinggi yang sangat memprihatinkan yaitu sekolah MTs Negeri di Gang Kutilang Jalan AMD Kota Tebingtinggi.

Secara terpisah Wali kota Tebing Tinggi, Umar Zunaidi Hasibuan, langsung bertindak sebagai pembina upacara pada peringatan Hardiknas di Halaman Sekolah SMK Negeri 2 Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi bersama Muspida. Sebelum upacara rombongan Wali Kota Tebingtinggi melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Jalan Taman Bahagia Kota Tebingtinggi

Di Pakpak Bharat peringatan Hardiknas dilakukan upacara dan pembacaan amanat dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh oleh Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu MBA di SMA Negeri 1 Salak. Upacara diwarnai hujan gerimis, namun tidak menyurutkan semangat upacara. .(mag18/mag4/mag3)

Gatot Kagumi Peran Warga Pujakesuma

AEKKANOPAN- Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho mengungkapkan kekaguman terhadap peran warga Pujakesuma di delapan wilayah kabupaten sekaligus. Ekspresi itu terucap manakala melihat warga Pujakesuma di sana konsisten menunjung tiga prinsip, yaitu Rumongso Handarbani yaitu merasa memiliki daerah dimana ia bertempat tinggal, Melu Hangrung Kebi yaitu ikut melindungi dan membela daerahnya, serta Mulat Sariro Hangrosowani yaitu mawas diri.

Hal tersebut ditegaskan Gatot didampingi Bupati Labuhanbatu Utara Khairuddin Syah dan Wakil Bupati Syahmenan pada acara sarasehan bertajuk ‘’Menggali Potensi Membangun Daerah Dengan Para Warga Pujakesuma se-Kabupaten Labuhanbatu Utara, Labuhan Batu, Labuhan Batu Selatan, Padang Lawas Utara, Batu Bara, Asahan, Simalungun dan Kota Tanjung Balai’’ di aula SMA Negeri 1 Kualuh Hulu Aekkanopan, Senin (30/4) malam lalu.

Menurut Gatot, kalau saja warga Pujakesuma dimanapun memiliki tiga prinsip diyakini kondisi hari ini akan lebih baik dari hari kemarin dan hari esok akan lebih baik dari hari ini. ‘’Ini  karena warga Pujakesuma sudah turut membangun daerah, membantu pemerintah, dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya yang artinya ikut membangun sumber daya manusia Sumut,’’ katanya.

Plt Gubsu mengingatkan warga Pujakesuma meningkatkan kualitas pendidikan, seni,  budaya dan pembangunan ekonomi, bekerja sama dengan pemerintah daerah, dunia usaha, industri, serta masyarakat luas.

‘’Di depan mampu menjadi panutan, di tengah menjadi teladan, dan di belakang menjadi pendorong pembangunan daerah,’’ tukas Gatot berfilosofis. Sementara itu,  di depan peserta sarasehan, Kharuddin Syah mengingatkan kehadiran Plt Gubsu ke Labura menjadi penyemangat bagi aparatur dan warga di tempat tersebut. Menurut Bupati, pihaknya amat gembira pembentukan komunitas masyarakat Pujakesuma di wilayah Labuhanbatu Utara karena diharapkan kehadiran mereka dapat menyuppor berbagai program pemerintah daerah, khususnya di sektor pengairan dan prasarana jalan.

Ketua Panitia Sarasehan Dwi Prantara mengungkapkan sarasehan sudah dirancang jauh-jauh hari dengan menghadirkan Ketua umum DPP Pujakesuma Suratman, Ketua DPW Pujakesuma Sumut Kolonel (Inf) Ahwan, Majelis Pertimbangan AKBP H Rusbandi, Dewan Pakar Pujakesuma Prof Dr Sri Sulistiawati, sesepuh Pujakesuma Labuhan Batu Sudarwito, sejumlah utusan Pujakesuma Provinsi, Generasi Pujakesuma dari Asahan, Tanjung Balai, Batu Bara, Simalungun, Padang Lawas Utara, Labuhan Batu dan Labuhan Batu Selatan.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPD Pujakesuma Labuhan Batu, Waluyo, mengharapkan kehadiran Plt Gubsu pada acara peninjauan pabrik pupuk non-organik dan pelatihan DPD Pujakesuma se-Labuhan Batu pada 29 Mei mendatang. Sementara itu, Ketua DPD Pujakesuma Asahan Endang juga meminta kesediaan Plt Gubsu pada saat peresmian pendopo Pujakesuma Asahan. (*/dmp)

Anuar Shah Terima Penghargaan Pendidikan

MEDAN- Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Sumatera Utara (MPW PP Sumut), Anuar Shah alias Aweng menerima penghargaan Pendidikan di Hari Pendidikan Nasional. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Walikota Medan Rahudman Harahap pada acara peringatan Hari Pendidikan Nasional di SMAN 3 Medan, Rabu (2/5).

Dalam momen itu, Aweng mengingatkan pendidikan merupakan aset penting bagi kemajuan  bangsa. Sebab itu setiap warga negara wajib mengikuti jenjang pendidikan, dari pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar dan menengah, hingga perguruan tinggi. “Sejak usia dini seorang anak mendapatkan pendidikan karena usia dini adalah periode emas bagi perkembangan anak dalam memperoleh proses pendidikan,” ujarnya.

Aweng berpendapat pengembangan kemampuan dan watak di sekolah akan membentuk peserta didik menjadi manusia cakap, kreatif, mandiri, demokratis, serta bertanggungjawab.’’MPW PP Sumut konsisten mendukung berbagai  program pendidikan Pemko Medan, terutama program beasiswa bagi siswa yang kesulitan melanjutkan pendidikan mereka,’’ tukasnya. (val)