Home Blog Page 13601

Rini ‘Idol’ Ide Itu Priceless

Detil kasus hak cipta Si Unyil tak diketahuinya pasti. Yang Rini tahu bahwa ide itu sesuatu yang sangat berharga, tidak bisa dibayar dengan sejumlah uang.
“Hak cipta tuh penting banget. Rumit kalau bermasalah di lain waktu. Soalnya ide itu menurut aku priceless,” kata jebolan Indonesian Idol jilid 4 ini.

Rini tak tahu siapa sebenarnya yang berhak mendapat royalty Si Unyil. Apakah Pak Raden atau Perum Film Negara. Ia berharap segera ada titik terang agar masalah tidak berlarut-larut. Terlebih usia dan kondisi Pak Raden yang tak lagi segar dan muda seperti dulu.

“Siapapun pencetusnya, ide itu nggak ada harganya. Setuju banget kalau dia harus menerima semua yang berhak dan yang telah dikeluarkannya,” cetusnya.
Sejak Pak Raden berkoar-koar di media, Rini berjanji lebih concern lagi dalam meneken sebuah kontrak kerja. Ia pun berusaha membenahi manajemen artisnya agar lebih tertib dalam administrasi dan tidak melanggar aturan atau kesepakatan.
“Beruntung aku nggak pernah kena tipu urusan kontrak kerja. Aku punya manajemen. Mereka yang ngurus hal-hal yang kayak gitu. Jadi hak cipta juga terpenuhi dengan hak aku berapa,” tutur mantan pacar Anjie Drive ini.
Saat banyak orang hafal segala seputar Si Unyil, dara asal Medan Sumut ini justru sebaliknya. Ia sudah lupa karena masih terlalu kecil saat Si Unyil lagi berjaya.
“Inget tapi samar-samar. Nggak terlalu banyak karena pas film itu aku kecil banget. Yang paling ingat cuma Pak Ogah aja,” tukasnya.

Makanya itu dia berharap serial Si Unyil bisa dilanjutkan dan kontinyu lagi di layar televisi. Ini penting daripada anak-anak sekarang yang kebanyakan dijejali film kartun dan sejenisnya.
“Mungkin beda generasi, beda tema kali ya. Unyil versi dulu beda dengan versi Unyil yang sekarang. Mungkin versi sekarang campur globalisasi. Tapi tetap positif sih dalam pendidikan anak,” pungkasnya. BC

Dari Lenggak-lenggok di Panggung Hingga Baca Puisi Mengharukan

Melihat Para Perempuan Difabel Memperingati Hari Kartini

Terlahir sebagai perempuan dengan fisik yang kurang sempurna bukan penghalang bagi mereka. Karya seni mereka malah mampu menyaingi mereka yang punya fisik sempurna. Memperingati Hari Kartini yang jatuh 21 April kemarin, para perempuan yang tergabung dalam Himpunan Wanita Difabilitas Indonesia (HWDI) itu memamerkan berbagai kebolehan mereka kepada khalayak ramai.

Juli Rambe, Medan

TAK ada yang lebih ceria dibanding para perempuan yang dulunya tergabung dalam Himpunan Wanita Penyandang Cacat Indonesia (HWPCI) Sumut ini. Menggunakan dana swadaya dari anggota mereka berkumpul untuk mengikuti ragam perlombaan. Peragaan busana kebaya dan lomba baca puisi, adalah sebagian lomba yang diikuti.

Keunikan muncul tatkala  para peserta yang rata-rata penyandang cacat fisik (tuna daksa) itu mengikuti perlombaan peragaan busana kebaya. para perempuan itu tampak bersemangat meskipun harus mengikuti lomba dengan alat bantu seperti tongkat dan kursi roda. Rona kebahagiaan terpancar di wajah peserta. Penampilan terbaik mereka tampilkan seakan mengabaikan keterbatasan fisik yang dimiliki. Penonton tampak bersemangat memberikan dukungan.

Penampilan peserta selalu diawali teriakan riuh dari penonton. Ujung-ujungnya ada saja ledakan tawa karena penampilan kocak peserta. Bayangkan saja dengan tongkat di tangan, seorang peserta yang mengikuti peragaan busana kebaya nekad memakai sepatu hak tinggi (high heels). Kontan ada saja kejadian yang mengocok perut penonton. Ada peserta yang nyaris terjatuh, atau ada yang tongkatnya ketinggalan. Paling menggelikan ada peserta yang bergaya bagai model remaja: meletakkan tangan di pipi atau tersenyum malu-malu. Lain lagi kejadian saat giliran lomba baca puisi.

Salah seorang peserta yang menderita tuna netra membacakan karyanya sendiri. Peserta itu tampil begitu   tampil memesona. Suaranya terdengar syahdu. Dia menumpahkan perasaannya sebagai penyandang cacat. ”Bukan hal mudah, tetapi akan mudah dijalani saat menerima kekurangan itu,” demikian sepenggal puisinya.

Ketua HWDI Sumut Jenni Heryani yang bertindak sebagai pelaksana acara yang digelar di Jalan Sampul, Medan itu mengaku terharu atas semangat yang ditunjukkan para peserta. “Acara ini memang kita adakan bagi anggota HWDI. Harapan kita adalah  meningkatkan kepercayaan diri mereka dan mempererat rasa persaudaraan diantara mereka,” ujar perempuan tuna netra ini.

Jenni menyadari banyak kekurangan dalam acara ini. Namun melihat perasaan bahagia peserta membuat dirinya sadar betapa pentingnya digagas program untuk meningkatkan percaya diri penyandang difabilitas. Jenni mengatakan para perempuan penyandang cacat ini biasanya diundang oleh BKOW Medan pada setiap perayaan Hari Kartini. Itu pun, menurut dia, terbatas 10-20 orang saja. “Kasihan anggota yang tidak bisa ikut. Tetapi kalau acara yang kita buat khusus seperti ini kan bisa diikuti semua anggota,” tambah Jenni. Di Sumut, lanjut Jenny, terdapat tujuh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang tersebar dari Medan, Binjai, Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Batu Bara, dan Tanjung Balai. Total anggota yang sudah bergabung mencapai 300-an orang. Di Medan anggotanya sekitar 80 orang.

“Kalau merujuk data resmi pemerintah jumlah ini tergolong sedikit. Umumnya para penyandang cacat itu tertutup. Keluarga mereka juga menutupi,” tukas Jenni. Salah satu penyebabnya adalah perasaan rendah diri dan pendidikan yang rendah. Akibatnya mereka tak berani menampilkan apa yang ada pada diri mereka. ”Faktor ekonomi juga sebabnya. Mereka tak punya keterampilan sehingga tak memiliki pekerjaan dan penghasilan,” tukas perempuan yang kini berstatus PNS di SLB itu.

“Inilah kendala yang sering dialami saat merekrut anggota baru di berbagai daerah. Banyak pikir yang masih malu sehingga menutupi anggota keluarganya yang memiliki difabilitas,” ungkapnya.

Jenny mengatakan HWDI memiliki ragam aktivitas positif bagi perempuan difabel, misalnya saja keterampilan, dan seminar yang penting untuk motivasi kehidupan. “Sebulan sekali kita adakan arisan, yang biasanya sebagai ajang curhat anggota. Kami juga mengadakan seminar dengan mengundang narasumber koperasi, kesehatan perempuan, dan lainnya. Pokoknya program yang berguna bagi kami semua,” tukasnya. Salah satu jenis usaha yang dikembangkan HWDI adalah koperasi simpan pinjam yang memberlakukan simpanan wajib dan pokok bagi setiap anggota.

“Koperasi ini kami berikan untuk anggota yang punya usaha. Jadi murni untuk swadaya, dari kita dan untuk kita,” ungkap jebolan Sastra Jerman IKIP Bandung tersebut. Tentulah kesulitan bukan penghalang bagi HWDI. Kecuali kesulitan merekrut anggota, HWDI juga masih terbebani oleh pembiayaan. Untungnya sejak dua tahun terakhir Pemprovsu mengucurkan anggaran di APBD Provsu sebesar Rp50 juta setiap tahun. “Dana bantuan tahun ini (2012) belum tahu berapa besar,” ujar Jenni.

Begitupun para perempuan penyandang cacat ini berupaya mati-matian agar program terus berjalan. Jenni sadar HWDI adalah wadah mereka agar hidup maksimal di tengah masyarakat. (*)

Dugaan Pemalsuan Ijazah Bupati Karo, Dewan Dukung Pengusutan

KARO- Pengusutan keabsahan ijazah Bupati Karo, DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti mendapat dukungan DPRD Karo. Aparat penegak hukum pun diminta membuat keputusan mengenai status Karo Jambi.

“Sesuai keputusan MK, Karo Jambi secara yuridis berhak atas jabatannya. Namun jika ada temuan baru/ bukti otentik, wajar jika jabatannya dipersoalkan,” ujar anggota DPRD  Karo, Inganta Kembaren SH.

Namun dia mengingatkan, KPUD Kabupaten Karo sebelumnya telah meloloskan Karo Jambi saat verifikasi pemberkasan Balon Bupati Karo.

“KPU lah yang paling bertanggung jawab. Mengapa lolos  seleksi? Bila terbukti menggunakan ijazah palsu, pihak KPU juga turut dipidanakan,” tegas Ingan.

DPRD Karo juga  mengharapkan pihak pendemo, LSM, atau warga masyarakat lainnya memiliki bukti kuat terkait ijazah palsu DR (HC)  Kena Ukur Karo Jambi Surbakti, untuk proses hukum selanjutnya.

“Kita mendukung upaya segenap pihak untuk membuktikan tudingan itu. Kami juga tidak mau, daerah ini dipimpin orang yang menyalahi persyaratan peraturan perundang-undangan,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Karo, DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti, hingga berita ini dikirimkan tidak berhasil ditemui. Telepon selularnya di nomor 082167649535 tidak aktif. (wan)

Ibu Saya Boru Situmorang

Lizza Elly Purnamasari, Putri Indonesia Lingkungan 2011

Memperingati hari Kartini 21 April kemarin, Lizza Elly Purnamasari, berbagai tips kepada wanita-wanita di Kota Medan. Putri Lingkungan 2011 tersebut bersama tim dari Mustika Ratu membagi ilmu tentang perawatan diri (personality), merias wajah, reflexology, dan cara berpakaian, terutama dalam hal memadu madankan warna.

“Dengan acara ini, kita harapkan para wanita di Medan tampil lebih menarik. Bukan hanya dari luar, tapi penampilan dari dalam seperti personality,” ujar Trainer dari Mustika Ratu Pusat, Sri Nurhayati.

Runner Up I Putri Indonesia 2011 asal dari Jawa Timur ternyata memiliki darah Batak. “Ibu saya asli Sumut, tepatnya Prapat, boru Situmorang,” ujar wanita yang saat ini sedang sibuk mempersiapkan diri untuk mengikuti Miss Internasional 2012 mendatang.

Bahkan opungnya saat ini masih tinggal di Medan, atau tepatnya dikawasan Simpang Limun.

Berbagai persiapan sedang dilakukan untuk mengikuti even internasional tersebut. Seperti, perawatan kulit. “Warna kulit saya sudah identik dengan warna kulit Indonesia, saya bangga dengan warna kulit saya. Karena itu saya jaga dan rawat,” ujar wanita berkulit sawo matang ini.

Perawatan kulit tersebut juga bertujuan agar kulitnya sehat, enak dipandang dan tentu saja bersinar. “Dengan perawatan membuat kulit sehat dan bersinar. Nah, bila kulit sudah seperti itu akan membuat kulit bercahaya, dan tentu saja akan enak dipandang oleh orang lain,” ungkap Liza.

Salah satu perawatan untuk mendapatkan kulit indah tersebut dengan melakukan spa, dua kali seminggu. “Harus perawatan, minimal sekali dalam sebulan. Tapi kalau tidak terlalu sibuk, dua kali sebulan lah. Karena Spa bukan hanya untuk kecantikan luar, tetapi juga kecantikan dalam,” ungkapnya.

Sebagai Puteri Lingkungan 2011, dirinya juga sangat kagum dengan kekayaan potensi alam Indonesia. “Kalau kita melihat berbagai sumber daya alam yang kita miliki, sangat kaya dan besar. Kita harus menjaganya dan bersyukur dengan yang ada,” ungkap Liza.

Kurang bersyukurnya, katanya, membuat kita tidak tidak peduli dengan kelestarian lingkungan. “Kalau kita peduli, bisa dipastikan betapa bangga kita akan bumi kita sendiri,” ungkapnya.

Runner Up I Putri Indonesia 2011 ini mengharapkan kepudian yang sangat besar akan lingkungan dan alam kita, salah satunya dengan menanam pohon, membuang sampah di tempatnya, dan mengurangi konsumsi yang menggunakan bahan plastik. (ram)

Sebab Yesus Hidup, Ada Hari Esok

Pdt. Edison Sinurat STh

1 Korintus 15:20
“Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.”

Setelah kebangkitannya, Yesus mendeklarasikan bahwa segala kuasa telah diberikan oleh Bapa kepada-Nya baik di Sorga maupun di bumi (Matius 28:18). Kita tidak perlu takut akan masa depan karena Yesuslah penguasa masa depan, haleluyah. Bukan saja jaminan kehidupan di bumi ini yang dikaruniakan secara berkelimpahan melainkan juga dalam kehidupan di dunia yang akan datang, sorga yang kekal, sebab Dialah Penguasanya.

Yesus bangkit disaksikan oleh para serdadu yang ditugaskan menjaga kuburnya. Mahkamah Agama mencoba menyembunyikan berita itu dengan menyogok para serdadu yang melihat langsung peristiwa kebangkitan itu (Matius 28:4,11-15). Kubur kosong membuktikan bahwa Yesus hidup. Kebangkitan Yesus dari antara orang mati menunjukkan kemenangan-Nya atas maut. Maut tidak dapat menguasai Yesus, Dialah yang berkata: “Akulah jalan, kebenaran dan hidup”.

Kebangkitan Yesus istimewa dan lebih istimewa lagi karena kita milik-Nya akan mengalaminya kelak. Kebangkitan Yesus adalah yang sulung dari antara orang-orang yang akan dibangkitkan. Memang sebelumnya ada beberapa orang yang bangkit dari kematian, yang dibangkitkan oleh Yesus antara lain; anak perempuan Yairus (Markus 5:41-42), anak muda di kota Nain (Lukas 7:11-17), Lazarus saudara Maria dan Marta yang sudah dikubur 4 hari (Yohanes 11:1-44) bahkan waktu kematian Yesus banyak orang-orang kudus bangkit dari kubur dan menunjukkan diri ke kota kudus (Matius 27:52-53). Tetapi mereka semua mati lagi, berbeda dengan kebangkitan Yesus Kristus, Ia tidak mati lagi, sekarang Ia ada di sorga sebagai Raja. Yesus mengenakan tubuh kemuliaan, tubuh kebangkitan yang memungkinkan Dia menembus semua lapisan atmosfir, stratosfir, ionosfir dan seterusnya naik ke sorga.

Tubuh kebangkitan Yesus tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Ia sudah menang atas segala sesuatu di alam semesta ini. Kebangkitan Yesus itu adalah sebagai yang sulung, berarti ada yang bangkit kemudian bukan? Bagaimana itu mungkin terjadi? Nah, perhatikan 1 Korintus 15:23-26 yang berbunyi demikian: “Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung, sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya (Yesus). Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Ia (Yesus) harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya (Yesus) di bawah kaki-Nya (Yesus). Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.”

Jelas Firman Tuhan mengatakan bahwa yang akan bangkit kemudian seperti Yesus adalah mereka yang menjadi milik-Nya yaitu orang-orang yang sudah ditebus oleh darah-Nya orang-orang yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Kapan itu terjadi? Pada hari kedatangan Yesus kedua kali, kemudian akan memerintah bersama Yesus dalam Kerajaan 1000 tahun damai di bumi ini, selanjutnya masuk dalam kehidupan kekal di sorga, yaitu mereka yang namanya terdaftar dalam kitab kehidupan Anak Domba (Wahyu 21:27), haleluyah. Filipi 3:20-21 “Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.”

Lantas bagaimana dengan mereka yang bukan milik Yesus, yang tidak percaya kepada Yesus sebagai Tuhan? Mereka akan dibangkitkan juga tetapi nanti setelah Kerajaan 1000 tahun damai, mereka dibangkitkan untuk dihukum, masuk ke dalam lautan api atau neraka karena namanya tidak terdaftar dalam kitab kehidupan (Yohanes 5:29, Wahyu 20:1-6,11-15).

Dapatkah saudara melihat betapa pentingnya percaya kepada Yesus? Sebab ada perbedaan yang sangat besar pada waktu kebangkitan, menyangkut dunia akhir, menyangkut hidup kekal. Selagi masih ada kesempatan datanglah kepada Raja Sorga itu, Ia yang telah bangkit telah mengalahkan kematian dan sekarang ada di sorga, tidak lama lagi Ia akan datang lagi pada hari yang mulia dimana orang-orang yang menjadi milik-Nya akan dibangkitkan.(*)

Tokoh Politik Ambil Formulir Demokrat

Gus Irawan Pertimbangkan Jalur Independen

MEDAN- Tim penjaringan DPD Partai Demokrat Sumut belum mendapatkan perintah ataupun pengkondisian terkait pencalonan mantan Wali Kota Medan, Drs Abdillah Ak MBA sebagai bakal calon Gubsu periode 2013-2018.

Pernyataan itu disampaikan satu tim 9 penjaringan Cagubsu Partai Demokarat Sumut, Hasbullah Hadi, Sabtu (21/4) malam.

Kepada Sumut Pos, dia menyebutkan, sudah ada satu bakal calon yang mengambil formulir ke DPD Partai Demokrat Sumut. Hanya saja, orang yang mengambil formulir itu adalah tokoh politik dari Jakarta dan namanya tak terkenal di Sumut.

“Ada satu orang yang sudah mengambil formulir pendaftaran Cagubsu dari Partai Demokrat, yang mengambilnya orang Sumut tapi untuk orang Jakarta yang berkeinginan menjadi Cagubsu,” sebutnya.

Saat disinggung siapa nama yang mengambil formulir itu, Hasbullah mengaku tidak ingat dengan namanya. Hal itu dikarenakan, orang yang mengambil formulir jarang dikenal, kemudian orang Jakarta itu juga tidak terlalu dikenal di Sumut. “Karena tak terkenal, makanya saya tidak ingat dengan namanya,” ucapnya.

Dia menegaskan, mantan Wali Kota Medan, Drs Abdillah Ak MBA belum mengambil formulir ke DPD Partai Demokrat Sumut. Bila Jhonny Allen sudah menyebutkan mendukung, tentunya itu sudah urusan langsung ke DPP Partai Demokrat. “Yang pasti Abdillah belum ada mengambil formulir,” tegasnya.

Hasbullah memaparkan, untuk penjaringan Cagubsu di DPD Partai Demokrat melalui mekanisme dan prosedural partai yang harus dilalui. Mulai mengambil formulir, mendaftar dan dikumpulkan oleh tim penjaringan untuk dikirimkan ke Majelis Tinggi di DPP Partai Demokrat.

“DPD Partai Demokrat hanya penjaringan saja, keputusan tetap ada di DPP. Jadi jika Abdillah sudah langsung ke Jhonny Allen, berarti hubungannya ke DPP,” sebutnya.

Hal lainnya, dia menerangkan, jadwal penutupan pendaftaran di DPD Partai Demokrat masih lama, sehingga sekarang ini tim sedang bekerja terus untuk mengukur tingkat populeritas masing-masing kandidat. “Tim survey kami sampai sekarang ini masih terus berjalan, dari hasil survey ini juga akan diputuskan siapa cagubsu yang diusung Partai Demokrat,” tegasnya.

Hasbullah menegaskan, nama Abdillah belum diumumkan oleh DPP Partai Demokrat baik dalam rapat internal, maupun surat menyurat internal. “Jadi sampai sekarang, DPD Partai Demokrat masih tetap melakukan penjaringan bakal calon Gubernur Sumut,” ujarnya.

Jalur Independen

Sementara itu, Dirut Bank Sumut, Gus Irawan Pasaribu yang digadang-gadang akan maju sebagai cagubsu dari Partai Golkar Sumut, ternyata berdasarkan informasi yang diperoleh Sumut Pos dari sumber Sumut Pos, Jum’at (20/4), telah melakukan upaya penggalangan dukungan, dengan cara mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dilakukan oleh timnya. Langkah itu dilakukan Gus Irawan, sebagai langkah antisipatif bila nantinya Golkar Sumut memberi dukungan ke sosok yang lain, yakni Chairuman Harahap.

Karena malah, menurut sumber tersebut, arah dukungan PG Sumut serta Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PG mengarah kepada Chairuman Harahap.

Selain itu, mantan Sekdaprovsu Rustam Effendi (RE) Nainggolan juga dikabarkan, telah mengerahkan timnya untuk juga mengumpulkan dukungan dari masyarakat, dengan tujuan akan tetap maju dari jalur perseorangan bila nantinya, PDI P lebih mendukung sosok lain.

Menurut sumber tersebut, mantan pasangan Tritamtomo dalam Pilgubsu 2008 lalu, yakni Benny Pasaribu memiliki kans lebih besar untuk maju karena telah mendapatkan dukungan DPP PDI P. Selain itu, market atau pasar untuk menjual sosok Benny Pasaribu lebih terbuka lebar ketimbang RE Nainggolan.

Bahkan, dengan adanya manuver Erry Nuradi yang merapat ke PDI P, menurutnya merupakan skenario dalam memasangkan Benny Pasaribu dengan Erry Nuradi.

Dari perbincangan tersebut, mencuat satu nama lain yang berpeluang dan terobsesi untuk maju dari jalur independent.

Sosok tersebut adalah Bintatar Hutabarat yang selama ini dikenal sebagai General Manager (GM) PT PLN ( Persero ) UIP RING SUM I.

Untuk sosok ini, informasi yang beredar, tim yang dibentuk Bintatar telah melakukan upaya penggalangan dukungan dengan mengumpulkan KTP di daerah-daerah.

“Semua informasi itu, sudah dikonfirmasi langsung ke tim-tim yang dibentuk orang-orang itu. Dan sudah bergerak sejak satu bulan lalu. Jika untuk tim Bintatar, informasinya sudah melakukannya di daerah-daerah. Sejauh ini, belum ada konfirmasi langsung ke yang bersangkutan. Ini kan politik, kenapa tokoh-tokoh itu mengumpulkan KTP, karena antisipasi bila tidak didukung partai, mereka akan tetap maju dari jalur independent. Golkar bisa mengerucut ke Chairuman, karena yang bersangkutan terus melakukan pendekatan ke DPP. Jadi Gus Irawan langsung antisipasi. Sama dengan RE Nainggolan. Informasinya Benny Pasaribu sudah mengantongi persetujuan DPP PDI P. Ya, Erry Nuradi bisa jadi skenario dipasangkan dengan Benny Pasaribu. Karena Benny marketnya lebih gampang, jika dibandingkan RE Nainggolan. Bintatar juga sudah mulai mengumpulkan dukungan di daerah. Jadi belum bisa ditebak saat ini, karena perkembangannya saat ini seperti itu,” ungkap sumber tersebut kepada Sumut Pos.

Terkait hal itu, baik Sekretaris Jenderal (Sekjend) DPD PDI P Sumut, HM Affan SS yang dikonfirmasi Sumut Pos, mengaku tidak tahu atas hal tersebut. “Saya tidak tahu,” jawabnya.

Jawaban yang sama juga dikemukakan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Eddi Rangkuti yang juga dikonfirmasi Sumut Pos. “Saya lagi di Jogjakarta, lagi mengikuti Pendidikan Dan Latihan (Diklat) DPP. Yang piket Pak Budiman. Coba konfirmasi ke dia saja,” jawab Eddy Rangkuti melalui layanan pesan singkatnya.

Sementara itu, nomor ponsel Budiman tidak aktif, ketika berupaya dikonfirmasi mengenai hal tersebut.

Secara terpisah, Dirut Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu yang juga dikonfirmasi Sumut Pos terkait, kabar yang menyebutkan dirinya telah mengumpulkan dukungan untuk maju dari jalur independent, menjawab pertanyaan tersebut secara diplomatis dan singkat.

“Mungkin itu dari orang yang bersimpati. Memang banyak dorongan untuk saya maju dari perseorangan. Saya sangat berterimakasih atas doa dan support tersebut,” jawabnya.

Secara terpisah, salah seorang anggota tim sembilan Partai Demokrat Sumut, Hasbullah Hadi membenarkan, jika dirinya akan maju dari jalur perseorangan.

Majunya dia sebagai cagubsu, tidak terlepas dari dukungan para kader dan simpatisan Al Washliyah di Sumut. Sejauh ini, timnya telah berhasil mengumpulkan sebanyak lima ribu KTP.

“Itu kan dukungan umat di Alwashliyah. Dan ini masih pencalonan saja. Sudah ada lima ribu dukungan atau KTP, nantinya mencari sebanyak 5 ratus ribu dukungan,” katanya.(ril/ari)

 

Paskah GPdI Langkat Hulu Binjai 2012.

Pada Selasa, 10 April 2012, diadakan dua event dalam rangka Perayaan Paskah GPdI Wilayah Langkat Hulu Binjai. Kegiatan itu adalah Bakti Sosial bersama Obor Berkat Indonesia (OBI) Medan melalui
Pengobatan Gratis kepada warga Binjai khususnya Kelurahan Tanah Merah pukul 09.00 – 15.00 WIB. Kemudian, Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Paskah yang dilayani oleh Pdt DR DY Surbakti MA (Ketua Majelis Daerah GPdI Sumut-NAD). Dengan tema : “S’bab Dia Hidup Ada Hari Esok” (1 Korintus 15:20-26) pukul 19.00 – 22.00 WIB.

Kedua event tersebut dilaksanakan di Kompleks Perumahan Grand Marcapada Indah, Jl. Gunung Sinabung. Di tempat ini ada Pos PI GPdI yang dilayani oleh Pdt Edison Sinurat STh.

Pdt Edison Sinurat yang juga ketua panitia mengatakan, jemaat-jemaat GPdI dari Wilayah Langkat Hulu dan Kota Binjai dengan penuh antusias mengikuti KKR sekalipun gerimis turun. Undangan lainnya yang turut hadir adalah anggota persekutuan Oikumene Arhanudse (TNI) Binjai serta anak-anak Tuhan dari Medan. (rel)

Pemuda PGI Sumut Dibentuk

Pemuda gereja di Indonesia, khususnya di Sumut, diminta bangkit dan memberikan kontribusinya untuk turut membangun bangsa Indonesia yang berbhineka tunggal ika. Sejatinya, pemuda gereja dipanggil untuk ikut menentukan arah pembangunan bangsa guna mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera.

“Pemuda gereja jangan terlena dengan manisnya kehidupan dunia ini. Mari satukan pemahaman, pemikiran, bertindak dan ikut serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan,” kata Ketua Umum DPP Perhimpunan Pemuda Gereja Indonesia (PPGI), Maruli Tua Silaban SH, pada pelantikan DPD PPGI Sumut 2012-2015 di Hotel Danau Toba Internasional, Selasa (17/4).
Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho melalui Kaban Kesbang Linmas Drs Bukit Tambunan MAP menyambut baik kehadiran PPGI di Sumut. “Inilah sesungguhnya yang kita harapkan, yakni hadirnya organisasi kepemudaan yang mau bantu pemerintah melaksanakan pembangunan,” katanya.

Hadir dalam acara tersebut Senior GAMKI Sumut Drs Tahan Panggabean MM (Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumut), mantan anggota DPRD Sumut Efendi Naibaho dan tokoh pemuda kristen lain.
Adapun pengurus DPD PGPI Sumut yang dilantik adalah Ketua Eddy GP Manurung SE. Wakil Ketua Sandrak H Manurung SSos, Pdt Sabar Manik MA, Gurau Mardani Ginting SPd, Belgiana Hutapea SH, Pastor Surya Kumar STh (Pimpinan Maranatha Christian Assembly/MCA) Etnis Tamil di Medan dan Gereja Methodist Wesley Indonesia di Medan).

Sekretaris Meihran, Wakil Sekretaris Josman Marbun SE, Pdt MRE Aritonang MTh, Okto Maria Hutagalung, Pdm Ali M Sianturi MTh, Nursatika Sianturi. Bendahara Rinawati Sianturi (Anggota DPRD Sumut), Wakil Bendahara Periskila Sitompul STh, para Ketua Departemen Asmin Manurung, Pdt Hitler E Hutapea STh, Dra Mayanti Sitepu, Bisman Pasaribu SH dan Herry A Sianturi SSos beserta departemen. (rs/*)

Sumatera Berdoa: Mari Perangi Narkoba

Maraknya penyalahgunaan narkoba dan meningkatnya penderita HIV/AIDS di tengah-tengah masyarakat menjadikan Yayasan Sumatera Berdoa  menggelar Seminar Bahaya HIV/AIDS dan penanggulangan Narkoba di Bina Graha Pemprovsu Jalan Diponegoro, Medan, Sabtu (14/4).

Dalam Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan dan Edar Gelap Narkoba yang disampaikan Kasubag Min Opsnal  Bagian Bin Opsnal Dit Res Narkoba Polda Sumut, Kompol Jasman Silaban dijelaskan terorisme, narkoba dan korupsi adalah musuh terbesar yang dihadapi Indonesia saat ini. Ada upaya negara lain untuk menghancurkan generasi muda kita lewat narkoba.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, kasus-kasus penangkapan kurir narkoba antar negara membuktikan bahwa narkoba yang keluar dari negara tetangga kita Malaysia sepertinya sangat mudah sekali. Sementara kalau ada barang dari Indonesia masuk ke Malaysia sangat banyak persyaratan yang harus dilalui. Padahal barang tersebut bukan narkoba.

Acara yang mengambil tema “Bahaya HIV-AIDS dan Penyalahgunaan Pemakaian Narkoba” ini dihadiri puluhan peserta dari berbagai latar belakang, termasuk peserta yang sehari-hari bertugas sebagai konselor di lapas anak dan lapas dewasa.

Dalam materinya, Jasman Silaban menegaskan bahwa narkoba menjadi musuh nomor satu di negara kita. Jumlah pemakai setiap hari terus bertambah, akibatnya kualitas SDM kita semakin merosot, kriminalitas meningkat, kamtibmas terganggu, terjadi kerawanan ekonomi, sosial dan budaya. Ini menjadi ancaman begi keutuhan dan kehancuran Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Untuk pencegahan pengalahgunaan narkoba ini, khususnya di Sumut, masyarakat mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta membantu pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Hal ini tertuang dalam Pasal 54 UU RI No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.

“Itu sebabnya, kita sangat mengharapkan peran serta masyarakat untuk melaporkan jika ada menemukan keluarga atau kerabat yang terlibat penyalahgunaan narkotika. Tahun ini sudah ada ratusan kasus yang ditangani oleh pihak kepolisian. Narkoba adalah musuh kita bersama, jangan mau mati sia-sia karena narkoba,” paparnya.

Kompol Jasman Silaban dan Kombes Pol dr Hariyanto pada kesempatan itu menyatakan rasa salut dan terima kasihnya pada Yayasan Sumatera Berdoa yang telah menggelar seminar tersebut. “Yayasan Sumatera Berdoa mempunyai kepedulian terhadap masalah HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba yang akhir-akhir ini semakin mengkhwatirkan,” ujar mereka.

Sebelum seminar digelar doa bersama dengan doa pembuka yang disampaikan oleh Pdt DL Simatupang. Doa syafaat akan dibawakan Pdt Edy Nehemia (Berdoa untuk Kesatuan Tubuh Kristus), Pdt Simon Pardede (Berdoa untuk pelaksanaan Momentum Doa Sedunia Sumut 2012) dan Pastor Beno Ola Tage Pr (Berdoa agar tercipta kerukunan dan persaudaraan yang sejati di Sumut khususnya dan di Indonesia umumnya).

Dalam acara yang dipandu oleh moderator Binsar Simatupang, SE MM ini, turut hadir Ketua Sumatera Berdoa JA Ferdinandus dan pengurus lainnya.

Sebelumnya dalam temu persnya di Medan Club, baru-baru ini Ketua Umum Sumatera Berdoa JA Ferdinandus didampingi Pdt Paul F Wakkary, Pdt Lucas Timotheus, mengatakan  penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) semakin meningkat di tengah-tengah masyarakat kita. Bahkan transaksi dilakukan secara bebas di lembaga permasyarakatan. Untuk itu Sumatera Berdoa menghimbau agar narkoba dijadikan musuh bersama. Pada sisi lainnya penderita HIV/AIDS di kalangan remaja semakin meningkat. Apabila keadaan ini dibiarkan maka dikhawatirkan akan rusaklah generasi muda kita. “Atas dasar ini Yayasan Sumatera Berdoa menggelar seminar yang dirangkai dengan Doa Bersama yang merupakan kegiatan rutin,” ungkapnya. (rs/*)

 

 

Terang Indonesia Terpanggil Melayani

Ketua Umum DPP Terang Indonesia (TI) Pdt Rachmat Manullang MSi secara resmi melantik Pengurus Dewan Komisariat Daerah (DKD) TI Provinsi Sumatera Utara di bawah pimpinan Salomo TR Pardede SE, Senin (16/4) malam di Hermina Hall Medan.

Hadir dalam acara pelantikan itu sejumlah penasehat TI Sumut di antaranya anggota DPD RI asal Sumut Drs Rudolf M Pardede, Parlindungan Purba SH MM, Pdt WTP Simarmata JA Ferdinandus, Prof Ir MPL Tobing, Dr Paul F Wakkary RE Nainggolan, Ny Sariaty Br Pardede, Ramses Simbolon serta para pendeta dari berbagai dedominasi gereja se-Sumut.

Pendeta Rachmat Manullang dalam sambutannya mengatakan berdirinya Terang Indonesia di Jakarta pada 2008 lalu didasari atas keprihatinan bangsa Indonesia yang belum mampu keluar dari keterpurukan.Hingga saat ini politik Indonesia masih gonjang-ganjing, ekonomi semakin berat yang ditandai dengan semakin banyaknya masyarakat yang susah.Akibatnya masyarakat menjadi kehilangan.

Melihat kondisi itu maka lahirlah Ormas Keagamaan Terang Indonesia yang akan berjuang melalui motonya “Meninggikan Derajat Bangsa Melalui Kebenaran” (Amsal 4:34).Kita tidak bisa hanya teriak dan menangis tapi harus berbuat sesuatu, katanya.

Ketua DKD TI Provsu Salomo Pardede dalam sambutannya mengatakan TI di Sumut merupakan yang pertama sekali berdiri di Pulau Sumatera. Pengurus TI Sumut berjumlah 69 orang dan 20 di antaranya ditempati para pendeta.
“TI merupakan Ormas Keagamaan yang tidak berafiliasi kepada salah satu partai politik dan tidak memiliki kepentingan terhadap kelompok-kelompok tertentu. TI murni pelayanan dan hampir seluruh aktivitasnya untuk kegiatan sosial,” kata Salomo.

Drs Rudolf M Pardede sebagai Anggota DPD RI dan juga ayah kandung Salomo Pardede memberikan pesan dan nasehat kepada pengurus TI Sumut. Dia mengaku pelantikan tersebut terasa istimewa sebab langsung menyaksikan putra sulungnya dilantik sebagai Ketua Ormas.

Turut memberikan sambutan RE Nainggolan mewakili tokoh masyarakat Sumut dan Ketua Panitia Pelantikan TI Sumut Cory S Sebayang.

Susunan Pengurus DKD TI Provsu Periode 2012-2014: Ketua Umum Salomo TR Pardede SE, Wakil Ketua I Sopar Siburian SH, MH, Wakil Ketua II Drs Paulus Sinulingga, Wakil Ketua III Cory S Sebayang Wakil Ketua IV Pst.Donny M Wakkaray Wakil Ketua V Guntur Manurung SE. Sekretaris Binsar M Simatupang SE, MM, Wakil Sekretaris I Johny Silaban, Wakil Sekretaris II Frans Harahap SH. Bendahara Maruhum Silalahi SE, Wakil Bendahara:Rudi Girsang SE. (rs/*)