Home Blog Page 13610

Siap Amankan Poin, Hindari Degradasi

Jelang Laga PSMS vs PSM

MEDAN- PSMS Medan harus berjuang keras meraih tiga poin untuk menghindari jurang degradasi kala menjamu PSM Makasar di Stadion Teladan, Sabtu (21/4). Pasalnya, Juku Eja -julukan PSM saat ini sedang berada pada tren positif.

Lolos ke babak ketiga Piala Indonesia, tim besutan Segrt Petar meraih hasil cukup maksimal di dua laga terakhir kompetisi IPL. Menang atas Persijap 1-2 dan menekuk Persibo 2-1, membuat Andi Oddang dkk menduduki posisi kedua klasemen sementara IPL dengan 22 poin.

Tiba di Medan, Kamis (19/4), PSM membawa 20 pemain termasuk pemain yang mengikuti seleksi Timnas, Satrio Syam. Dengan begitu, tidak banyak yang berubah dari peta kekuatan tim Ayam Jantan dari Timur itu. Hanya lima pemain muda yang tidak turun lantaran harus melakoni seleksi Timnas U-23.
Sementara, striker PSMS Jecky Pasarela yang juga mengikuti seleksi Timnas, dipastikan bisa turun menghadapi bekas klubnya PSM, setelah diizinkan pulang.

Lengkap atau tidaknya skuad Juku Eja, PSMS merasa lebih siap kali ini. Meski kalah dari PSM 2-1 di putaran pertama lalu, kali ini PSMS telah berubah.
Bek PSMS Goran Gancev mengatakan, PSMS siap mengamankan poin di laga tersebut. “Mau mereka lengkap atau tidak, kami siap. PSMS sekarang jauh lebih baik. Dengan gaya permainan yang kami mainkan sekarang, kami siap,” beber bek asal Makedonia pencetak satu gol bagi PSMS itu.
Dia mengatakan, kekalahan atas PSM di putaran pertama lalu semata-mata terjadi lantaran PSMS harus bermain dengan 10 pemain usai unggul 1-0 hingga menit 79. “Tapi tidak kali ini,” jelas Goran.

Dengan kekuatan yang dimiliki saat ini, mantan pemain liga Kroasia Inter Zapresic tersebut mengatakan tidak ada tim di IPL yang tidak bisa dikalahkan. “Saya rasa tidak ada satu tim pun di IPL yang tidak bisa kami kalahkan,” ungkapnya.

Diakuinya, PSM memiliki striker yang cukup kuat, namun, evaluasi telah dilakukan, dan kali ini PSMS lebih siap. “Kami tahu, striker PSM terutam wing-nya cukup bagus. Tapi kali ini kami juga lebih baik,” pungkas pemain 28 tahun itu. (saz)

Ananda Mikola Wakili Indonesia di Superstars

ROMA- Kehormatan didapatkan pembalap Indonesia Ananda Mikola di 2012 ini. Dia ditunjuk sebagai wakil Indonesia pada kejuaraan otomotif kelas dunia “Superstars”. Dia akan mengikuti seri balap yang diikuti para pembalap papan atas itu mulai seri kedua yang berlangsung di Sirkuit Monza, Italia, Minggu (22/4).

Ananda ditunjuk promotor kejuaraan, Flammini Grup karena dinilai memenuhi syarat yang salah satunya telah memiliki lisensi A. Selama ini di Indonesia hanya ada dua yang memiliki lisensi A yaitu Ananda Mikola dan Rio Haryanto. “Saya telah ditunjuk oleh promotor untuk turun di Superstars. Jelas ini sebuah kebanggaan bagi saya yang saat ini sudah tidak membalap lagi. Superstars adalah kompetisi hebat di Eropa,” kata Ananda.

Ajang balap Superstars musim 2012 bakal melalui 12 seri balap. Sesuai dengan jadwal yang ada, ajang touring car itu dimulai di Sirkuit Monza, Italia (1/4), Monza (22/4), Donington, Inggris (20/5), Mugello, Italia (3/6), Hungaroring, Hungaria(1/7), Spa, Belgia (15/7), Portimao, Portugal (16/9), Vallelunga, Italia (7/10) dan Sentul, Indonesia (11/11).

Pada Superstars International Series ini Anada Mikola akan berhadapan dengan pebalap-pebalap kelas dunia yang pernah turun di F1 maupun Nascar diantaranya Jean Alesi dan Johnny Herbert. Nama lain seperti Christian Fittipaldi, Mika Salo dan Vitantonio Liuzzi juga kenyang pengalaman di Formula 1.

Di Superstars 2012, Ananda bergabung dengan tim Ferlito Motors yang memakai mesin Jaguar XFR. Dia akan bermitra dengan dua pembalap Italia Max Pigoli dan Gian Maria Gabbiani. Dari dua balapan di seri perdana, pigoli menduduki posisi teratas di klasemen sementara dengan 39 poin diikuti Liuzzi dengan 34 poin.(ady/jpnn)

Emansipasi Dalam Perspektif Islam

Ahmad Ilyas SAg

“Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari jiwa yang satu dan dari jiwa yang satu itu Dia menciptakan pasangannya, dan dari keduanya Dia memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.” (An-Nisa: 1)

Berbicara masalah kewanitaan dalam Islam menjadi tema yang tak habis-habisnya disoroti oleh aktivis perempuan dan kalangan feminis. Dari soal kepemimpinan, “diskriminasi” peran, partisipasi yang “rendah” karena posisinya yang dianggap “subordinat”, hingga poligami. Semuanya bermuara pada sebuah gugatan bahwa wanita harus mempunyai hak yang sama alias sejajar dengan pria. Seolah-olah dalam agama ini terjadi pembedaan (yang membabi buta) antara pria dan wanita.

Membicarakan emansipasi wanita merupakan diskursus yang menarik dalam berbagai diskusi. Karena di era digital ini sedang pikuk dengan emansipasi gerakan feminisme. Menurut Dra Susilaningsih Kuntowijoyo MA, bahwa gerakan feminisme erat kaitanya dengan women liberation movement (gerakan pembebasan wanita). Gerakan ini dikenal dengan sebutan Women’s Lib (WL) yang merupakan suatu gerakan sosial yang peduli terhadap perlunya perubahan peran dan status wanita.

Sebenarnya Islam sendiri sejak dahulu memperbolehkan wanita untuk ikut serta berkiprah dalam masyarakat sosial. Buktinya, secara histories telah tercatat banyak wanita muslimah terdahulu yang ikut andil dalam kegiatan bermasyarakat. Tapi mereka tetap menjaga sekat relasi sosialnya antara laki-laki dan wanita non mahram.  Mereka juga memakai pakaian yang menutupi aurat sesuai dengan perintah-Nya. Betapa naif jika para muslimah terpengaruh seruan negara Barat yang mengatakan bahwa wanita Islam adalah wanita yang kolot (terbelakang) karena hanya menyandang jabatan ibu rumah tangga.

Padahal jika benar-benar memahami agama yang fitrah ini,sesungguhnya menjadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang mulia dibandingkan dengan pekerjaan mereka yang merasa bangga dan berlomba-lomba dalam meraih jabatan sekadar  untuk pamor. Sebenarnya boleh saja jika wanita ingin berkarier dan mengembangkan potensinya diluar rumah, dengan syarat: (1) Mendapat izin dari suami, (2) Tidak berikhtilath dan tabarruj dengan laki-laki non mahram, (3) Menutup aurat dengan hijab syar’i, (4) Menundukkan pandangan dan menjaga farji, (5) Tidak berdandan seperti wanita jahiliyah, (6) Tidak merubah kodratnya sebagai seorang wanita, (7) Bisa membagi waktu antara melayani suami dan mendidik anak.

Sesungguhnya Islam menempatkan wanita di tempat yang sesuai pada tiga bidang : Pertama, Bidang Kemanusiaan, Islam mengakui hak wanita sebagai manusia dengan sempurna sama dengan pria.

Kedua, bidang sosial, terbuka lebar bagi wanita di segala jenjang pendidikan, di antara mereka menempati jabatan-jabatan penting dan terhormat dalam masyarakat sesuai dengan tingkatan usianya, masa kanak-kanak sampai usia lanjut. Bahkan semakin bertambah usianya, semakin bertambah pula hak-hak wanita, usia kanak-kanak; kemudian sebagai seorang isteri, sampai menjadi seorang ibu yang menginjak lanjut usia (lansia), yang lebih membutuhkan cinta, kasih dan penghormatan. Ketiga, Bidang Hukum, Islam memberikan pada wanita hak memiliki harta dengan sempurna dalam mempergunakannya tatkala sudah mencapai usia dewasa dan tidak ada seorang pun yang berkuasa atasnya baik ayah, suami, atau kepala keluarga.
Secara lebih rinci, Penulis akan menjelaskan mengenai hukum Islam yang mengatur tentang emansipasi wanita yang konon diartikan sebagai tuntutan persamaan gender dengan pria. Satu diantara dalilnya adalah kedudukan wanita sama dengan pria dalam pandangan Allah.

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta’atannya, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan kepada mereka ampunan dan pahala yang besar”. (QS. Al-Ahzab : 35). (*)

Kaya untuk Miskin

“Jika kau ingin menemuiku, carilah aku di tengah-tengah orang miskin,” kata Nabi Muhammad SAW. Dan beliau wafat dengan meninggalkan utang gadai baju besi kepada seorang yahudi.

Wasiat Rasulullah itulah yang membuat Shalahuddin Al Ayyubi memilih miskin hingga akhir hayat. Pada 1193, Sang Penakluk Aqsha (1192), meninggal dunia.

Ketika peti harta warisan Shalahuddin dibuka, isinya nyaris kosong. Bahkan sekadar untuk biaya pemakamannya pun tak cukup. Gaji, bagian ghanimah maupun fa’i yang diterima Jendral Shalahuddin semasa hidupnya, habis dibagikan kepada kaum dhuafa.

Demikianlah, Sholahuddin Al Ayyubi adalah Orang Kaya yang Kaya. Seperti dikatakan Rasulullah: Bukanlah orang kaya itu yang banyak harta-benda, tapi sejatinya orang kaya adalah yang kaya jiwanya (HR Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).

Orang kaya macam Shalahuddin Al Ayyubi “tidak punya waktu” untuk menikmati kekayaan harta-bendanya sendiri. Dia kaya untuk miskin. Kaum dhuafa lah yang menikmati kekayaan beliau.

Sesuai kata Nabi Muhammad SAW, sebaik-baik kekayaan adalah di tangan Muslim yang dermawan. Yakni, kata Abu Ishaq as Sabi’i dalam Kitab Mukhtashar Minhajul Qashidin, yang memandang keluasan harta benda sebagai penolong agama.

Orang berjiwa kaya seperti Shalahuddin Al Ayyubi, bahkan bisa disebut sebagai “egois” bila tidak berusaha mencari harta sebanyak-banyaknya.
Seandainya kita mau memikirkan kepentingan keluarga lainnya, baik keluarga sedarah maupun keluarga seiman yang dhuafa dan membutuhkan bantuan finansial, maka kita tidak akan pernah merasa cukup meskipun penghasilan kita Rp 1 Milyar perbulan!

Penghasilan Rp5 juta atau 10 juta perbulan, mungkin cukup untuk makan kita dan keluarga, pendidikan anak, cicilan rumah, mobil, zakat/infaq dan sedikit tabungan.

Cukup memang jika kita hanya memikirkan diri dan keluarga kita saja. Tapi kita harus berusaha mendapatkan lebih banyak lagi, karena terlalu banyak umat Islam yang harus dibantu secara finansial. Maka, sebanyak-banyaknya uang harus kita hasilkan, dan sebanyak-banyaknya orang harus menikmati manfaat dari yang kita hasilkan.

Tapi hati-hati, jangan sebaliknya malah menjadi Orang Kaya yang Miskin. Yang sudah diberi kelebihan materi, namun tidak pernah merasa cukup dan selalu merasa kurang. Bagaikan meminum air laut. Itulah yang menyebabkannya miskin.

Memang, setiap manusia berpotensi untuk kemaruk harta. “Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan” (QS Al-Fajr: 20).
Rasulullah SAW pun telah memperingatkan: “Seandainya anak Adam memiliki dua lembah yang dipenuhi harta kekayaan, dia pasti menginginkan lembah yang ketiga” (HR Tirmidzi dari Ibnu Abbas).

Selanjutnya, kerakusan biasanya berjalin-kelindan dengan kebakhilan. “Dan sungguh dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta” (QS. Al-Adiyat: 8). Dia sewa sepasukan bodyguard untuk melindunginya dari sentuhan kaum dhuafa. Belum cukup setengah lusin satpam yang bertugas 2 shift siang-malam menjaga rumahnya, dia bangun pagar rumah senilai milyaran rupiah.

Kerakusan secara manusiawi bahkan mengikuti laju usianya. Seperti diingatkan Nabi, “Hati orang tua yang telah lanjut usia cenderung pada dua hal, yaitu umur panjang dan banyak harta” (HR Tirmidzi dari Abu Hurairah).

Orang yang kaya-rakus-bakhil, sejatinya dia orang miskin. Dia dengan segenap kekayaannya tidaklah menakutkan, tapi menyedihkan. (bbs)

PPLP Sumut Tambah Cabang Tinju dan Judo

MEDAN- Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pelajar (PPLP) Sumatera Utara (Sumut) akan menambah atlet cabang olahraga tinju dan judo. Hal itu disampaikan Kepala Bidang olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut (Disporasu) Darwis, ketika dijumpai di kantornya, kemarin.

“Penambahan cabang olahraga itu sebagai salah satu persipan, mengingat Sumut akan menjadi tuan rumah PON 2020,” kata Darwis.

Selanjutnya, dia menambahkan, anggaran yang akan dikucurkan untuk penambahan dua cabor ini bersumber dari dana PSBD 2012 sekitar 742 juta rupiah yang terdiri dari honor pelatih selama satu tahun, pengdaan sarana dan prasarana tempat latihan, serta biaya kostum atlet.

Adapun jumlah atlet yang telah lolos selekssi dari kedua cabang olahraga itu berjumlah 12 orang. “Selain seleksi atlet, mudah-mudahan bulan ini semua yang berhubungan dengan pengadaan dua cabor ini rampung,” harapnya.(mag-10)

Cendana Tantang UMSU di Final Putri

Turnamen Basket UMSU Cup 2012

MEDAN- Tim basket putri UMSU dan Cendana akan saling unjuk gigi pada final turnamen basket antar universitas UMSU Cup 2012, Jumat (20/4) sore ini di Lapangan Basket UMSU. Keduanya menempati peringkat teratas di grup. Sejatinya keduanya sudah bertarung di babak penyisihan terakhir, Kamis (19/4) kemarin.

Namun, pertarungan kemarin bagi Cendana memutlakkan kemenangan sebagai harga mati untuk bisa melaju ke final. Apalagi USU secara mengejutkan tertunduk lesu di tangan Unimed 33-37 dan memastikan mereka tersisih.

Maka, duel pemanasan UMSU dan Cendana cukup ketat. Angelina, Yulia, Floris, Vivid an Jasoy meski sempat tertinggal di awal mampu mendominasi kuarter awal. Cendana berbalik menekan lewat fast break. Shooting Floris menutup kuarter awal dengan keunggulan 15-8. Di kuarter berikutnya UMSU yang sudah memastikan lolos dengan mengantongi dua kemenangan memberikan perlawanan ketat.

Three point shoot Ayu perlahan membangkitkan semangat UMSU. Lay up Imel dan lesatan Neli lewat fast break membuat tuan rumah menempel 17-19 hingga kuarter kedua berakhir. Cendana kembali bangkit di kuarter ketiga. Dua shoot terukur Mida sempat membuat UMSU hanya tertinggal setengah bola pada kedudukan 21-22.

Namun UMSU terancam tim foul dan bermain lebih berhati-hati. Kondisi ini membuat Cendana mulai meninggalkan UMSU 32-23.
Di kuarter pamungkas, UMSU yang tidak mau kalah di depan pendukungnya kembali menunjukkan determinasinya. Serangan balik cepat kembali menjadi senjata utama UMSU lewat Neli dan Ayu. Namun Cendana berhasil menjaga keunggulannya hingga laga berakhir 32-36.
Pelatih Cendana, Edi mengatakan ia menginstruksikan anak asuhnya bermain all out untuk meraih kemenangan. Pada sua berikutnya dengan UMSU di final hari ini, Edy akan lebih mewaspadai serangan balik cepat lawan.

Sementara Pelatih UMSU, Adi mengatakan sedikit berhati-hati dengan beberapa pemainnya yang cedera. Namun di final nanti ia berjanji akan memberikan sajian yang berbeda. “Pemain ada beberapa yang cedera kita simpan dan tidak mau kita paksakan. Di final nanti kita akan kembali ke permainan awal kita. Mengandalkan 2-3 zona defence,” pungkasnya.

Di laga putra, STMIK Mikroskill memastikan juara grup dengan menundukkan Harapan di penyisihan terakhir grup 44-39. Harapan akan menghadapi tuan rumah UMSU di semifinal. Sementara Mikroskill melawan USU. (mag-18)

Polisi Temukan Alat Isap Sabu di LP Binjai

BINJAI- Perangkat alat untuk mengisap sabu-sabu berupa botol, pipa kaca dan bungkusan plastik sabu-sabu berhasil diamankan dari Lapas Kelas II Binjai, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Binjai Selatan, Kamis (19/4) dinihari. Perangkat alat isap itu, ditemukan tepat di depan kamar nomor 13 Blok B.
Selain itu, petugas Sat Narkoba Polres Binjai yang langsung dipimpin Kapolres Binjai AKBP Musa Tampubolon, didampingi Kasat Narkoba AKP Achiruddin Hasibuan dan Kalapas Binjai Surung Pasaribu, serta beberapa anggota kepolisian dan Lapas juga menemukan pisau, gunting dan handphone.
Temuan itu terjadi saat melakukan razia di Lapas Kelas II Binjai. Razia sendiri dilakukan mulai pukul 21.00 WIB hingga pukul 12.30 dinihari. Petugas yang melakukan penggeledahan secara mendadak ini masuk ke seluruh ruangan kamar Lapas yang dihuni 850 orang itu.

Petugas mulai menggeledah setiap kamar dari setiap blok yang ada. Setiap lemari, kamar mandi dan seisi ruangan tidak lepas dari penggeledahan pertugas kepolisian didampingi petugas Lapas. Awalnya petugas tidak menemukan benda terlarang di Lapas tersebut.
Namun, ketika memasuki Blok B, petugas berhasil menemukan alat isap yang dimaksud di sebuah taman yang diduga sengaja disembuyikan. Setelah melakukan penggeledahan di setiap kamar, akhirnya petugas mengakhiri penggeledahan.

Kapolres Binjai AKBP Musa Tampubolon mengatakan, saat melakukan penggeledahan anggotanya berhasil menemukan benda-benda terlarang. “Kita menemukan satu pucuk pisau, satu perangkat pengisap sabu dan dua unit handphone. Semuanya ditemukan di luar kamar atau sel warga binaan Lapas,” kata Musa Tampubolon.

Ketika ditanya, dengan ditemukannya perangkat pengisap sabu itu, apakah pengamanan di LP tidak terjamin? Musa Tampubolon, enggan memberikan komentar. “Iya atau tidak pengamanan itu akan terjamin,” ungkapnya.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II-A Binjai, Surung Pasaribu berjanji akan semakin meningkatkan kerjasama dengan kepolisian.
“Rambut sama hitam, tingkah laku siapa yang tahu. Jadi kita kadang tidak tahu bagaimana seseorang itu. Yang jelas kita tetap meminta kerjasama yang baik kepada Polres Binjai, agar terus meningkatkan pemberantasan narkoba sampai ke LP,” kata Surung Pasaribu, usai razia. (mag-4/smg)

Pasar Martubung Perlu Subsidi

LABUHAN- Sedikitnya 200 kios dan lots di Pasar Martubung Jalan Tangguk Sentosa Blok IV Griya Martubung Kecamatan Medan Labuhan hingga kini kondisinya kian memperihatinkan. Guna mengaktifkan serta menarik kembali minat pedagang untuk berjualan di pasar tersebut, perlu subsidi dari pemerintah kota untuk pedagang.

“Kalau tidak juga berfungsi ini namanya proyek buang anggaran, jadi untuk kembali mengaktifkan Pasar Martubung perlu adanya subsidi bagi pedagang, supaya pedagang tertarik untuk berjualan di sekitar pasar ,” kata Ketua Komisi C DPRD Medan, A Hie kepada Staf Pegawai PD Pasar Martubung, Mufti Haris saat melakukan reses kerja, Kamis (19/4) kemarin.

Menurut politis Partai Demokrat ini, pemberian bantuan subsidi tersebut dilakukan terhadap bahan pokok yang dijual para pedagang, yang dengan sendirinya hal itu akan menarik minat para pedagang untuk berjualan di areal Pasar Martubung.

“Misalnya, pemberian subsidi terhadap harga bahan pokok yang dijual pedagang seperti minyak goreng dalam per kilo gramnya disubsidi Rp1000. Dengan adanya daya tarik seperti ini justru akan memancing pedagang untuk kembali berdagang di pasar tersebut,” terangnya.

Sementara, Mufti Haris Staf Pegawai Pasar Tradisional Martubung mengaku, kondisi pasar tadisional Martubung saat ini memperihatikan.
Banyak bangunan yang sudah kopak-kapik akibat dari penjarahan yang dilakukan oknum masyarakat setempat. Meski peristiwa penjarahan tersebut telah dilaporkan ke aparat kepolisian, namun aksi penjarahan material bangunan di Pasar Martubung hingga kini masih terus berlanjut. (mag-17)

Suporter PSMS Bentrok

MARELAN- Dua kelompok suporter yang diduga sebagai pendukung tim PSMS Medan terlibat bentrok di Jalan Marelan Raya Pasar II Kecamatan Medan Marelan, Kamis (19/4) malam sekira pukul 20.00 WIB. Akibat bentrok tersebut dua pemuda, Syaiful (18) dan Rizal (19) warga Simpang Kantor Kecamatan Medan Labuhan, kritis akibat mengalami luka serius di bagian kepala dan dilarikan ke RSU Maya Sari, Marelan.

Keterangan yang dihimpun, sekelompok pemuda mendatangi suporter PSMS yang sedang duduk di warung es kelapa muda di Jalan Marelan Raya Pasar II Marelan. Mereka datang dengan membawa balok dan benda tumpul serta langsung melakukan penyerangan. Mendapat penyerangan secara mendadak membuat suporter PSMS yang sedang beristirahat sambil menikmati es kelapa muda langsung terkejut dan berhamburan keluar warung. Namun naas bagi kedua korban, Syaiful dan Rizal belum sempat beranjak dari tempat duduknya tiba-tiba sebuah kayu balok menghantam kepalanya hingga roboh bersimbah darah.

“Kami sempat kaget begitu diserang, bahkan kedua kawan ku (korban) yang duduk membelakangi jalan tak sadar kalau ada penyerangan,” ujar, Riko (19) salah seorang teman korban.

Tak cuma, Syaiful dan Rizal yang menjadi korban penyerangan. Aksi brutal puluhan pemuda tersebut juga mengakibatkan kondisi warung porak poranda. Usai melakukan penyerangan sekelompok pemuda bersepeda motor tersebut langsung kabur ke arah Tanah 600 Kecamatan Medan Marelan.    “Sebenarnya kelompok kami dan pelaku sama-sama suporter PSMS. Hanya saja dalam pertandingan sore tadi PSMS kalah 3-1 melawan Deltrans Sidoarjo dan kelompok kami terlibat saling ejek,” katanya.(mag-17)

Pensiunan Tuntut Dana SHT

LUBUK PAKAM- Meski telah menjalani masa pensiun selama tujuh tahun, 13 orang mantan karyawan PTPN 2 belum menerima uang santunan hari tua (SHT). Sejatinya, setiap karyawan yang memasuki masa pensiun harus menerima SHT.

Selain belum menerima pembayaran SHT dari perusahan plat merah itu, ke 13 pensiunan itu juga merasa dianak tirikan. Padahal beberapa waktu lalu PTPN 2 pernah membayarkan dana SHT kepada tujuh orang pensiunan lain yakni Ir Wibowo Imam Pamuji Cs.

“Ke 7 karyawan yang telah menerima pensiunan itu mulai tahun 2005, 2007 dan 2008,” bilang M Syahrul mewakili  istrinya Drg Evelyn Sinulingga pensiunan dari rumah sakit PTPN 2 Bangkatan Binjai.

Lanjutnya, dia bersama istrinya sudah berulang ulang kali menanyakan perihal pembayaran SHT itu ke pihak manejemen PTPN 2. Namun pembayaran SHT belum terealisasi. Diakuinya PTPN 2 pernah mencicil uang SHT sekitar Rp40 juta- an dari total  Rp200 juta. (btr)