Home Blog Page 13612

Sediakan Tong Sampah di Jalan Ringroad

MEDAN- Sampah kerap kali menjadi persoalan bagi warga Medan. Kali ini sampah yang diresahkan para warga adalah sampah yang berada di Jalan Ringroad Kecamatan Medan Selayang. Sampah yang berada di daerah tersebut kerap kali menganggu pemandangan. Selain itu juga aromanya sangat mengganggu penciuman, apalagi disaat hujan turun.

“Walaupun hanya sampah kelapa dan pelastik, tapi itu tetap bau juga tercium,” kata Dira, pengguna jalan pada wartawan koran ini, Kamis (19/4).
Menurutnya, sampah-sampah di Jalan Ringroad itu berserakan di lahan kosong. Seyogianya di lahan kosong itu disedikan tong sampah agar sampah tidak berserakan lagi. “Alangkah baik bila di dekat lokasi tanah kosong diletakkan tong sampah agar tanah kosong di sini tidak lagi menjadi pembungan sampah sembarangan,” harapnya.

Dira yakin bila di setiap lahan kosong yang menjadi sasaran pembuangan sampah liar diletakan tong sampah maka tidak ada lagi sampah berserakan.
Lain halnya yang diungkapkan Gio, pengguna jalan lainnya. Menurutnya, kalau sampah-sampah itu kerap kali menjadi persoalan atas aromanya yang mengganggu penciuman. “Bila sampah selalu diangkat oleh pihak petugas kebersihan, bau sampah tidak akan menyebar ke mana-mana,” ungkapnya.(omi)

Wartawan Siantar Teriaki Polda Sumut

Kasus Penghinaan Wali Kota Siantar Terhadap Pers dan LSM Mandek

MEDAN- Penghinaan Wali Kota Pematang Siantar, Hulman Sitorus terhadap wartawan dan LSM di Internasional Restaurant Pematang Siantar Rabu (7/3) lalu, berbuntut panjang.

Puluhan wartawan dan LSM yang tergabung dalam Forum Solidaritas Wartawan dan LSM Siantar-Simalungun (FSWL-SS) mendatangi Polda Sumut dan menuntut Kapolda Sumut Irjen Wisjnu Amat Sastro untuk segera mencopot Kapolres Pematang Siantar AKBP Albert Sianipar karena menyatakan kasus ini tidak merupakan tindak pidana.

“Polres Pematang Siantar tak profesional, copot Kapolresnya,” teriak Samsudin Harahap, Koordinator FSWL-SS saat melakukan orasi, Kamis (19/4) siang di Mapoldasu.

Dalam orasinya, Samsudin meminta agar Kapolda Sumut mengambil alih kasus penghinaan yang saat ini ditangani Polres Siantar. Selain itu, Samsudin meminta agar Hulman Sitorus dicopot sebagai Wali Kota Pematang Siantar.

Sebab apabila tidak diambil alih, dikhawatirkan kasus tersebut akan jalan ditempat dengan berbagai macam dalih Polres Siantar untuk tak melanjutkan kasus. Samsudin juga menyampaikan saat penanganan kasus Kapolres Siantar AKBP Albert Sianipar terkesan berpihak pada Hulman Sitorus. “Kami minta bapak Kapolda Sumut hadir ditempat ini untuk menjelaskan bagaimana penanganan Polres Siantar terhadap kasus ini. Sebab sesama ‘kepala’ (AKBP Albert Sianipar dan Hulman Sitorus) disana pasti saling melindungi,” ucapnya.

Tak lama, Kompol G Silaen mewakili Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Raden Heru Prakoso, mengatakan, akan meneruskan aspirasi dan tuntutan para pendemo.

Sebelumnya, massa meminta Kapolda Sumut Irjen Wisjnu Amat Sastro langsung menemui mereka. Namun, Kompol Silaen mengatakan Kapolda sedang tidak berada di kantor. Ia sendiri mengaku diutus Kabid Humas Polda Sumut Kombes Raden Heru Prakoso menemui massa. “Sampai kapan kami menunggu jawaban Polda?. 120 KM lebih kami dari Siantar ke Medan, hanya menerima jawaban ini. Sepatutnya 14 hari sudah ada kami terima jawaban,” dialog Samsuddin kepada Silaen.

Atas kritikan itu, Silaen menjelaskan, sesuai Peraturan Kapolri (Perkap), Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) disampaikan dalam batas waktu 30 hari. “Jadi, kalau sudah 30 hari, maka kewajiban polisi memberitahukan SP2HP-nya,” katanya.(ala)

Sakit, Peserta UN Ujian di Rumah

LANGKAT- Secara keseluruhan UN di Langkat berjalan lancar, namun satu peserta Melanda (18) siswi SMA Negeri 1 Secanggang, terpaksa mengikutinya di rumah. Pasalnya, warga Dusun Kehutanan, Desa Secanggang ini, didiagnosa menderita sakit asam lambung.

“Sejak kemarin Melanda sudah merasakan sakit di bagian lambung, ia bolak balik keluar kelas mual dan muntah namun dipaksakan juga UN di sekolah, tapi hari ini ia tidak sanggup lagi untuk ke sekolah mengikuti ujian lalu kami berinisiatif tim panitia dan pengawas serta anggota Polisi mengantar soal UN ke rumahnya untuk ikut ujian di rumah,” kata Kepala SMA Negeri 1 Secanggang Hj Miroh Mayanur, Kamis (19/4).

Kondisi anak ke tiga dari pasangan Darhami dan Syamsiah tersebut tampak lemah dalam mengisi lembaran jawaban, bahkan sesekali memegang perut serta kakinya yang terasa keram. Selain itu, peserta UN ini sesekali merebahkan kepala ke meja plastik diduga menahan sakit.

“Anak saya sakit sekitar empat bulan lalu, menurut medis sakit asam lambung. Terkadang dalam kondisi kambuh pun ia tetap sekolah, seperti tadi pagi masih berupaya ke sekolah namun tidak sanggup karena tubuhnya lemah,” urai ibu Melanda.

Siti Ismani dari Pengawas Independen asal Universitas Negeri Medan (Unimed) menyarankan, karena UN penutup tetap mengikuti sebab ujian susulan dinilai ribet.

“Saya dapat informasi bahwa Melanda ini sakit sejak kemarin, namun sepertinya yang agak parah hari ini,” jelasnya.  Magister Humaniora tersebut.

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Pemkab Langkat, Syam Sumarno, dihubungi terpisah menjelaskan secara keseluruhan UN berjalan lancar tanpa kendala berarti. Untuk beberapa penyimpangan seperti di daerah lain, adanya didapati kunci jawaban diakui dia tidak ada.
“Mudah-mudahan, segalanya berjalan lancar dan terkendali. Untuk beberapa persoalan yang terjadi di daerah lain seperti kita ketahui, itu tidak terjadi di Langkat,” singkat dia.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah (Dikmen) Pemkab Langkat, Azuan, ketika dikonfirmasi terkait tiga siswa dari rayon XIV tidak mengikuti UN, satu diantaranya drop out dan duanya lagi tidak diketahui alasannya menyebutkan, hingga kini pihaknya belum menerima laporan dari sekolah terkait.
“Belum ada laporan yang kita terima dari sekolah terkait, kalau nanti benar tidak ikut dapat saja mengikutinya dengan susulan tetapi setelah menerima laporan dari sekolahnya,” tutup dia. (jie)

Perayaan Paskah di Pardede Hall

Kapolresta Medan Kombes Pol Monang Situmorang,SH,MSi didampingi Kasat Bimmas Polresta Medan Kompol Amri Hutauruk , AKP dan Iptu Ully Lubis, serta Baharuddin Saputra staf Humas Polresta Medan Rabu (18/4) sore menerima audiensi Panitia Perayaan Paskah tahun 2012 Umat Katolik Kota Medan di ruang kerjanya Jalan HM Said No 1 Medan.

Rombongan dipimpin Anggota DPRD Kota Medan CP Nainggolan SE MAP, Ketua Forum Mayarakat Katolik Indonesia (FMKI) DPD Kota Medan didampingi DN J Manik MPd (Wakil Ketua FMKI), Drs Amel Sitohang ,MM (bendahara FMKI), Drs Maniur Rumapea (Sekretaris FMKI), Ir Leo K Simanjuntak (Sekretaris Panitia) dan Jansen Sihaloho (Ketua Pemuda Katolik Kota Medan juga Wakil Ketua Panitia ) .

Kapolresta Medan mengatakan piihaknya berterima kasih kepada panitia yang telah melakukan koordinasi untuk menciptakan keamanan dan ketertiban pada saat pelaksanaan perayaan Paskah. Diharapkan pelaksanaan ibadah dan perayaan dengan berbagai perlombaan hendaknya dapat berlangsung aman dan tertib, hal ini mencerminkan intelektual itas umat Katolik Kota Medan yang akan membawa nama baik masyarakat Kota Medan secara keseluruhan.
“Saya akan berusaha hadir pada acara puncak peringatan di Pardede Hall dan berkenan menjadi Irup pada apel Bhakti Pendidikan Pelajar Katolik Kota Medan di Lapangan Merdeka untuk membuktikan kerjasama yang baik Polri dengan masyarakat dan generasi muda,” ujar Monang Situmorang.

Sebelumnya CP Nainggolan SE MAP menjelaskan, kegiatan perayaan Paskah akan diisi dengan kegiatan gerak jalan santai dan aksi bersih umat Katolik start di Keuskupan Agung Medan dan finis di Lapangan Merdeka Medan juga Bhakti Lansia/Senam Lansia, Bakti Lingkungan Hidup dan Bakti Pendidikan.
Kegiatan festival Koor dan Lomba Maznum akan di gelar di Aula Gereja Hayam Wuruk, Minggu (13/5) sedangkan puncak perayaan Ekaristi Misa kudus Paskah Katolik akan dipimpin oleh MGR.DR.AB Sianaga.OFM.CAP, digelar pada hari Selasa (15/5) di Gedung Pardede Hall Medan. (*/dmp)

Fadly Nurzal: Perempuan Penentu Moral Bangsa

MEDAN- Peranan perempuan dalam sebuah keluarga sangat penting dan strategis. Untuk itu, di era globalisasi dan teknologi informasi saat ini, kaum perempuan harus memahami posisinya, baik sebagai istri maupun sebagai ibu.

“Perempuan adalah penentu moral bangsa,” tegas Ketua DPW PPP Sumut H Fadly Nurzal SAg saat memberikan tausyiah pada tabligh akbar yang digelar Pimpinan Daerah Muslimat Al-Washilyah Kota Medan, di Masjid Al-Abror, Kelurahan Titipapan Kecamatan Medan Deli, kemarin.

Fadly menyebutkan, untuk membangun sebuah bangsa yang kuat harus diawali dari pembangunan keluarga yang kuat pula. Dalam  posisi ini, harmonisasi suami-istri atau ayah dan ibu harus mampu menunjukkan sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Sebab, lanjut Fadly, apapun tampilan yang disajikan ibu dan ayah dalam sebuah keluarga akan menjadi ikutan bagi anak-anaknya. Apalagi di era sekarang ini, dimana jarak semakin sempit, di tengah kepungan derasnya arus informasi. “Begitulah urgensi posisi dan peranan orangtua bagi anak-anaknya,” katanya.

Menurut Fadly, masa depan generasi muda ke depan sangat ditentukan bagaimana peranan dan andil kelurga membentuk karakter dan sifat anggota keluarganya. Jika keluarga mampu membentuk karakter yang baik-baik, ke depan dapat dipastikan generasi muda akan lebih baik.

“Jika kita ingin menciptakan generasi muda yang tangguh, berilmu, beriman dan bertaqwa, maka dari sekarang kita harus memberikan teladan yang baik pula. Jika tidak maka sesungguhnya kita sebagai orangtua ikut berperan menciptakan generasi yang tidak baik,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua PD Muslimat Al-Washliyah Kota Medan Hj Wardati Nasution, menyampaikan, kegiatan tabligh akbar Muslimat Al-Wahsliyah akan menjadi agenda rutin. Selain bagian dari program yang sudah ditetapkan, juga dalam rangka meningkatkan ukhuwah Islamiyah.

“Ustadz tabligh akbar kita kali ini adalah tokoh muda yang memiliki misi untuk mempersatukan umat Islam di Sumatera Utara. Kita pantas berbangga, sosok H Fadly Nurzal dicalonkan menjadi Gubernur Sumatera Utara, apalagi ia merupakan salah satu unsur penasihat PW Al-Washliyah Sumut. Hal lain yang membuat kita bangga adalah, sangat banyak kader-kader Al-Washliyah berkiprah di PPP, seperti saya,” kata Hj Wardarti.

Wardati kembali menegaskan, PPP dan Al-Washliyah sama-sama ingin mempersatukan dan membina umat ke arah yang lebih baik. Karena itu, kita juga semua harus berkontribusi dalam upaya menyatukan dan membina umat di masa yang akan datang.

“PPP adalah rumah besar umat Islam, itu artinya PPP juga rumah kita bersama,”ucap mantan anggota DPRD Sumut ini. (ade)

Radio Liar Ganggu Penerbangan Pesawat

MEDAN- Direktur Pengelolaan Spektrum Frekuensi Radio dari Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (Dirjen Postel) serta Balai Monitoring diminta menindak radio liar yang tidak memiliki izin. Sebab, dengan adanya radio liar mengudara bisa merugikan radio lain yang memiliki izin bahkan patuh membayar pajak secara rutin. Selain itu juga membayar izin frekuensi, izin perpanjangan penyiaran (IPP), pajak penghasilan dan lainnya. Hal itu disampaikan pimpinan Radio Kardopa Tiorida Simanjuntak kepada wartawan, Kamis (19/4).

Menurut Tiorida, selain merugikan radio yang memiliki izin, radio liar membahayakan penerbangan jika frekuensi semakin besar dan luput dari pengamatan pemerintah. “Frekuensi yang sangat besar dan sebagian tidak berizin, bisa juga mengganggu penerbangan,” terangnya.

Tiorida juga mengatakan radio liar itu juga merugikan Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebab diduga para pendiri radio liar telah mencuri arus listrik dengan pemakaian arus yang sangat besar. Selain itu, juga bisa dilakukan penanaman kabel listrik ke dalam gedung yang dibantu oknum PLN.
Bukan tidak mungkin, sambungnya, pihak kepolisian juga bisa melakukan penyelidikan terkait dugaan-dugaan ini karena berkaitan dengan adanya tindak pidana sebab merugikan keuangan negara, khususnya dari pencurian arus PLN.

Dikatakan, dengan tidak adanya perhatian pemerintah terhadap pengawasan radio-radio liar ini, maka bisa merugikan pemilik resmi. “Yang jelas, selain penertiban secara keseluruhan pemerintah juga sebaiknya melindungi radio yang memiliki izin,” tegasnya.

Tiorida menduga, radio-radio yang tidak memiliki izin menganggarkan backing sehingga sampai sekarang masih ada yang mengudara. Dengan demikian, instansi terkait juga diminta mengusut orang-orang yang berada di balik ini semua.

“Penggunaan frekuensi radio tanpa izin merupakan tindak pidana dan melanggar Undang-undang No.36 tahun 1999 tentang telekomunikasi,” jelasnya. (azw)

Metro Link Gelar Aksi Sosial

MEDAN- Sukses mengadakan kegiatan sosial perdana di Panti Asuhan Yayasan Amal Sosial Al-Wasliyah di Jalan Karya Jasa Medan Johor, Metro Link kembali melakukan aksi social. Kali ini, dilakukan di Yayasan Al-Ihklas Inspenyah, Panti Asuhan TKA/RA-MDA Zahra di Jalan Flamboyan 3 No:100 Tanjungselamat, Medan, Minggu (15/4). Kali ini, bantuan yang diberikan berupa sembako dan alat tulis.

PT Pantai Perupuk Indah dikenal dengan nama Metro Link ini, merupakan perusahaan yang bergerak di bidang developer pembangunan komplek pertokoan, perumahan dan mall. Untuk proyek di Medan, Metro Link menawarkan One Stop Business Solution didukung oleh fasilitas Metro Walk (City Walk), Metro Link Gallery dan Metro Link Mall.

Rony Samuel selaku Direktur Metro Link menjelaskan dalam kegiatan amal kedua ini, Metro Link akan membagikan sembako dan alat tulis untuk membantu adik-adik dalam belajar sehingga kebutuhan sekolah dapat terpenuhi, khususnya kepada masyarakat yang kurang mampu.

Menurutnya, berpedoman pada “Cinta Sosial, Metro Link Peduli” program amal ini merupakan kegiatan sosial lintas agama, tidak ada perbedaan dan akan diberikan sama rata. Program ini juga tidak hanya sekali saja, tapi akan berlanjut terus setiap bulan dengan aktivitas-aktivitas sosial lainnya.
Kata Rony, Metro Link mengadakan acara amal karena merasa terpanggil untuk memberi sebagian dari dimilikinya. (*)

Linmas Harus Menjadi Garda Terdepan Pemerintah

PAKPAK BHARAT- Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) diharapkan menjadi garda terdepan bagi pemerintah dalam membantu mengurangi resiko yang ditimbulkan oleh bencana alam, non alam dan bencana sosial lainnya.

Itulah sekelumit isi amanat Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi yang dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten Pakpak Bharat, Drs. Holler Sinamo, MM  pada upacara peringatan hari ulang tahun ke-50 Satuan Perlindungan Masyarakat di Lapangan Napasengkut, Salak, Kamis (19/4).

Meski peringatan HUT Linmas ini diguyur hujan angin, namun pelaksanaannya tetap berlangsung khidmat. Upacara ini dihadiri jajaran PNS lingkup Pemkab Pakpak Bharat, pihak Kepolisian, guru dan siswa/siswi dari beberapa sekolah yang terdapat di Pakpak Bharat.

Kepala Bagian Kesbang Linmas Setda Rahmad Kudadiri, menyampaikan, upacara ini dilaksanakan tidak untuk memperingati semata-mata, tapi juga untuk kembali mengingatkan tugas dan fungsi satuan Linmas itu sendiri, khususnya tugas dan fungsi membantu Pemerintah untuk melindungi masyarakat secara baik di lapangan.

“Hal ini juga sebagaimana yang sering disampaikan Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu MBA tentang tanggung jawab serta pengabdian kita kepada masyarakat,” tegas Kudadiri. (mag-14)

Korupsi, Kepsek SMK Negeri 3 Dibui

TEBING TINGGI- Terdakwa kasus korupsi penyimpangan Anggaran Dana Subsidi Program Layanan Dasar (School Grant) tahun 2006, Kepala SMK Negeri 3 Kota Tebingtinggi, Umi Kalsum, dijebloskan ke LP Kelas II B Kota Tebingtinggi, Rabu 918/4).

Wanita yang tinggal di Jalan Nenas Kelurahan Tebingtinggi Kota ini, ditangkap pihak Kejaksaan Negeri Tebingtinggi setelah menerima salinan amar putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia.

“Benar, kami ada mengantarkan terpidana kasus korupsi bernama Umi Kalsum ke Lapas Tebingtinggi. Berdasarkan amar putusan Mahkamah Agung perbuatan terdakwa telah terbukti mengakibatkan kerugian uang negara,” terang Kajari Tebingtinggi melalui Kasi Pidsus R Hasdianto Sihotang SH, Kamis (19/4) malam.

Dalam keterangannya, berdasarkan berkas perkara Nomor 1598.K/PIDSUS/2010, tertanggal 25 Mei 2010, yang berisi amar putusan menjatuhkan hukuman kepada terpidana Umi Kalsum dengan hukuman penjara 1 tahun dengan subsider 3 bulan kurungan dan denda Rp5 juta dan uang pengganti Rp7,9 juta dan apabila tidak dibayarkan dalam jangka waktu selama 1 bulan, maka harta benda/kekayaannya akan disita untuk negara.
“Dana yang dikorupsi terpidana adalah dana anggaran pendapatan dan belanja Tahun 2006 dari Dinas Pendidikan Menengah dan Kejuruan Provinsi Sumatera Utara yang disebut Dana Program Layanan Dasar (School Grant) sebesar Rp35 juta yang diperuntukan bagi peningkatan mutu SMK Negeri 3 Tebing Tinggi,” terang Hasdianto.

Diejlaskannya, Umi Kalsum sebagai kepala sekolah telah melakukan penggelembungan harga pembelian barang- barang dalam faktur pembelian. Karena dalam laporan pertanggungjawaban penggunaan biaya melebihi harga standar di pasaran dan berdasarkan hasil perhitungan BPKP, Disdik Sumut telah mengalami kerugian. “Korupsi yang dilakukan terpidana tersebut, disebut-sebut untuk  pengadaan audio visual jurusan perhotelan, pengadaan alat-alat jurusan tata boga dan tata bahasa, laboratorium bahasa, serta latihan tenaga pendidik. Di mana kita (Kejaksaan) telah menemukan selisih harga yang tidak sesuai dengan jumlah yang dianggarkan,” ungkap Hesdianto kembali.

Sebelumnya, Umi Kalsum didakwa dengan pasal 2 jo pasal 18 UURI Nomor 20 Tahun 2001,tentang pemberantasan korupsi.  (mag-3)

Marsha Timothy Antara Fachry Vino G Bastian

Sosok Marsha Timothy dan Fachry Albar begitu dingin. Seperti halnya kisah cinta mereka yang selalu misterius. Setelah dikabarkan putus, keduanya justru segera menggelar prosesi lamaran. Tapi Marsha langsung kesal saat dikonfirmasi hal itu.

“Siapa yang tunangan, nggak ada yang tunangan kali,” tangkis Marsha.

Pemain film Modus Anomali ini tak habis pikir orang terus menerus mengurusi kehidupan pribadinya. Dan ia yakini semua kabar yang beredar khususnya soal cinta itu tidak benar.  “Gosip nih. Kabar darimana lagi,” cetusnya.

Ayahanda Fachry, rocker Ahmad Albar mengaku tak tahu kabar rencana pernikahan anaknya. Ia belum pernah diberitahu Fachry.

“Nikah? Ah belum. Fachry sendiri pasti bilang. Namanya juga orangtua, kalau anaknya menikah pasti dikabari,” jawab Ahmad di tempat terpisah.
Sang legenda Rock ini juga tak tahu sejauh mana hubungan Fachry dan Marsha. Meski begitu, ada sinyal keduanya tak mesra lagi seperti tiga tahunan lalu.
“Putus atau tidak saya nggak tahu persis. Memang terakhir ini mereka jarang berdua. Tapi kalau Fachry menikah, sampai saat ini belum,” tegasnya.
Sejauh ini, kabar putusnya Fachry dan Marsha muncul setelah Marsha kepergok mesra dengan Vino G Bastian. Wajar saja, Marsha dan Vino terlibat dalam satu sinetron Calon Bini. Selain itu, keduanya juga kerap terlibat adu akting di beberapa judul FTV.

Ketika dikonfirmasi kepada Marsha, mimik wajah Marsha langsung berubah. “Mulai deh menjurus,” elaknya.

Beberapa waktu lalu, Marsha menegaskan bahwa hubungannya dengan Fachri tetap berjalan hingga saat ini. Namun, jika ditanya mengenai kabar rencana pernikahan dengan gamblang ia menjawab belum memiliki rencana.

Kisah kasih yang sudah terjalin cukup lama dan sudah mengantongi restu orangtua ini sepertinya masih dijalani dengan santai oleh keduanya. Kedua selebriti ini memang nggak mau terburu-buru menyudahi status lajangnya. “Saya memang orang yang nggak pernah punya rencana,” jawab Marsha singkat.

Dengan banyaknya tawaran kerja yang diambilnya, kesempatan Marsha  untuk berkumpul bersama sang pacar dan juga keluarga otomatis berkurang. Namun, Marsha mengaku tetap mendapat support dari orang-orang terdekatnya. (rm/jpnn)