Home Blog Page 13712

Akhir Zaman, dan Pengharapan

Ada banyak perbedaan tentang konsep akhir zaman, namun pendeta dari Calvary Chapel Costa Mesa, Chuck Smith mengungkapkan akhir zaman adalah pengharapan bagi semua gereja Tuhan di tengah berbagai krisis dan konflik yang melanda dunia.

Dalam kotbahnya, pendeta yang berusia 84 tahun itu mengutip Titus 2:13, dimana dijelaskan sebagai orang percaya kita harus hidup dalam pengharapan penuh akan kedatangan Kristus.

Banyak orang yang menyatakan bahwa mereka bisa memberi jalan keluar terhadap masalah-masalah dunia, namun bagi Smith hanya Yesuslah jalan keluarnya.

“Yah, mungkin Anda berharap pada orang-orang, tapi aku sudah hidup cukup lama dan sudah kehilangan harapan terhadap program yang dibuat manusia. Saya telah mencari sebuah harapan yang lebih baik – yaitu harapan tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus,” ungkap Smith kepada delapan ribu hadirin pada konferensi gerejanya.

Pendeta California ini menyimpulkan pesannya dengan mengatakan, “Masa depan untuk dunia sangat suram, namun untuk gereja itu menarik. Dalam dunia yang makin bergejolak, kita teap berdiri tegak dan kuat karena iman kita terhadap pengharapan dari Allah,” ungkap Smith.

Salah seorang bapak gereja, Agustinus pernah berkata, “Kalaupun besok Tuhan datang, hari ini saya akan tetap menanam padi.” Hal ini mengingatkan kita bahwa dalam menantikan kedatangan Tuhan, kita harus tetap produktif, baik dalam pelayanan maupun profesi kita. (cp/jc)

Potensi Sekolah Curangi Nilai Rapor Masih Ada

JAKARTA – Jajaran panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur undangan mulai pasang telinga dan mata. Dalam fase verifikasi nilai rapor saat ini, mereka terus memantau potensi pelanggaran atau manipulasi data rapor. Sanksi tegas siap diberikan kepada sekolah yang nakal.

Dihubungi kemarin (24/3), Ketua Panitia Pusat SNMPTN 2012 Akhmaloka menuturkan, saat ini sampai pertengahan April nanti merupakan masa verifikasi data calon mahasiswa pelamar jalur undangan. Rektor ITB itu mengatakan, verifikasi kali ini merupakan tahap pertama dan dilakukan oleh PTN yang menjadi pilihan pertama para pendaftar.

Selanjutnya, dokumen atau data mahasiswa yang dinyatakan tidak diterima pada PTN pilihan pertama, akan dilimpahkan ke PTN pilihan kedua. “Waktu verifikasi dua tahap ini sama. Masing-masing tiga bulanan,” ujar pria kelahiran Cirebon, 1 Februari 1961 itu. Jika masih ada kuota di PTN pilihan kedua, pelamar yang tidak diterima di PTN pilihan pertama tadi masih berpeluang diterima dalam SNMPTN jalur undangan.

Akhmaloka menjelaskan, potensi kecurangan dalam pengisian rapor siswa oleh pihak sekolah tetap ada tahun ini. Seperti diketahui, syarat utama dalam jalur undangan adalah melayangkan salinan nilai rapor semester III, IV, dan V.

Berdasarkan tahun lalu, pelanggaran berupa mengatrol nilai rapor ini baru ditemukan saat pengumuman penerimaan SNMPTN jalur undangan. Meskipun begitu, dia menginstruksikan seluruh tim yang bertugas memverifikasi data pelamar di masing-masing PTN untuk tetap teliti. “Tetap pasang mata untuk melihat ada kejanggalan nilai rapor,” katanya.

Dia lantas menuturkan, pengalaman tahun lalu kasus mengatrol nilai rapor ketahuan beberapa saat setelah kelulusan jalur undangan diumumkan. Saat itu, ada protes dari pelamar yang dinyatakan tidak lulus. Menurut Akhmaloka, kala itu siswa yang tidak lulus tadi protes karena selama ini nilai rapornya bagus-bagus terus. “Sedangkan ada temannya yang nilainya rendah, malah lulus,” ujar Akhmaloka.

Dari protes ini, terang Akhmaloka, tim pantia SNMPTN langsung terjung ke lapangan untuk klarifikasi dan investigasi. Dan akhirnya, sekolah tempat anak tadi menuntut ilmu ditetapkan curang karena mengakali nilai siswanya. Hukumannya, sekolah tadi di-blacklist tidak boleh ikut SNMPTN jalur undangan selama satu tahun. Menurut beberapa keterangan, sekolah yang di-blacklist ada di Medan dan Bali.

Untuk tahun ini, Akhmaloka menuturkan tetap akan menerima komplain atau protes dari para pelamar jalur undangan. “Kalau masih tahap verifikasi, belum ada yang protes. Ditunggu saja nanti saat pengumuman,” katanya. Pengumuman jalur undangan dijadwalkan pada 28 Mei nanti.
Akhmaloka menuturkan, ada banyak saluran yang bisa digunakan para pelamar untuk menyampaikan protes terhadap penilaian jalur undangan. Diantaranya, bisa dialamatkan langsung ke panitian SNMPTN. Selain itu, bisa dilayangkan melalui PTN yang menjadi pilihan pertama.(wan/jpnn)
atau kedua. “Dan juga bisa menyampaikan protes kepada media,” cetus Akhmaloka. Intinya, seluruh protes akan ditindalanjuti secepatnya.

Rano Karno Buat Album untuk Refreshing

DI tengah masalah yang dialami anaknya, Raka Widyarma, Wakil Gubernur Banten, Rano Karno menyempatkan diri untuk membuat video klip untuk singlenya yang berjudul Putri Sang Fajar.

“Memang hari ini saya membuat video klip untuk lagu Putri Sang Fajar, saya buat lagu ini terinspirasi dari buku yang saya baca,” terang Rano saat ditemui wartawan di kantornya Karnos Film, Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (24/3).

Rencananya, bukan hanya single yang akan diluncurkan aktor kawakan itu, melainkan dalam bentuk album. Rencananya pada bulan Ramadan nanti album tersebut sudah dirilis.

“Bukan hanya single ini, Insya Allah Ramadan saya akan keluarkan album, yah belajar lagi jadi penyanyi setelah lama saya tinggalkan,” jelasnya.

Rano sendiri tidak menargetkan album atau single-nya harus laku keras. Bagi pemeran Si Doel itu menyanyi merupakan hobi sekaligus bagian dari refreshing dari padatnya aktivitas sebagai wakil gubernur. “Mau laku apa enggak terserah, ini hobi saja. Refreshing saya, saya ngajar, kalau nyanyi itu bagian refreshing saya,” katanya.(net/jpnn)

Tak Tertarik Nonton Lady Gaga

Astrid Tiar

Geliat antusiasme kedatangan penyanyi sekaliber Lady Gaga rupanya ditanggapi dingin presenter Astrid Tiar. Meski menyabet presenter musik, Astrid tak tertarik menyaksikan konser penyanyi negeri asal Paman Sam itu.

“Saya cuek saja tuh. Aku nggak begitu antusias dan aku memang tidak suka Lady Gaga,” katanya singkat di Jakarta, Selasa (20/3).
Presenter Inbox ini mengaku tak tertarik dengan penyanyi yang terlalu eksentrik itu. Apalagi menurutnya, banyak hal aneh dari penampilan Lady Gaga yang tak sesuai karakteristiknya.

“Aku sebutin ya, dalam penampilannya, mulai baju, gaya panggungnya hingga riasan wajahnya, pokoknya hampir semuanya nggak cocok sama aku. Jadi bukan aku banget. Aliran musiknya itu kan universal. Aku nggak suka musiknya, wajar kan. Jadi aku biasa aja,” paparnya.  Selain itu, kedatangan Gaga juga sama dengan musisi dunia lainnya. Makanya pesinetron Atas nama Cinta ini meminta masyarakat Indonesia jangan terlalu mengagungkan musikalitas Lady Gaga

“Dia (Gaga) sama kok kayak penyanyi dunia lain yang gelar tur di Indonesia. Antusias boleh, jangan terlalu heboh. Mungkin pamornya lagi di atas sekarang, jadi pada berlebihan menanggapi kedatangannya,” ujarnya.

Selain itu, pemeran FTV Cewek Penakluk ini menilai komentar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kholil Ridwan yang mengharamkan konser Lady Rocker tersebut sebagai sesuatu yang wajar.

“Ya sah-sah aja ada himbauan kayak begitu. Mereka (MUI) itu kan lembaga agama. Pasti ada maksud keluarin komentar itu. Mungkin selama ini, ada aksi panggungnya yang nggak sesuai hukum, adat budaya dan nilai agama kita. Fatwa mereka itu, kan biar ngontrol mental kita biar nggak terlalu nyentrik, kayak dia (Gaga),” terangnya. (ins/jpnn)

Awas, Tomcat Bisa Serang Sumut

JAKARTA-  Serangan sejenis serangga bernama Tomcat sudah mulai menjalar ke sejumlah daerah. Pertama kali kasusnya ditemukan di 13 kecamatan di Surabaya, kemarin diberitakan sudah merambah Tuban dan Yogyakarta. Bisa jadi, diam-diam saat ini sudah menyerang warga yang ada di Sumut. Hanya barangkali belum terdeteksi.

Kemungkinan bisa menjalar ke Sumut, berdasar keterangan Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, Apt, Kepala Pusat Studi Obat Bahan Alami, Departermen Farmasi Fakultas MIPA Universitas Indonesia (UI), kepada koran ini, kemarin (21/3). Menurutnya, pola penyebaran Tomcat ini mirip-mirip dengan serangan ulat bulu yang sempat heboh beberapa waktu lalu.

Menurut Sumali, pola penyebaran bukan berantai berdasarkan kedekatan dengan Surabaya. Melainkan, bisa terjadi di mana pun yang terdapat tanaman yang menjadi makanan idola serangga Tomcat itu. “Seperti serangan ulat bulu dulu itu, di daerah mana pun, jenis tanaman yang dihinggapi sama,” ujar Sumali.

Karena sudah sulit menemukan makanan di habitatnya, Tomcat hijrah ke pemukiman-pemukiman penduduk, mulai dari desa dekat kawasan pertanian, hingga masuk ke kawasan perkotaan. Sebenarnya, kata Sumali, Tomcat bukan menyerang manusia. “Hanya karena jumlahnya banyak, ada yang hinggap di tubuh manusia,” ujarnya.

Bagaimana cara mengatasi jika ada Tomcat hinggap di tubuh manusia? “Jangan dipukul. Tapi cukup diusir dengan cara halus sehingga dia tidak merasa terganggu. Kalau merasa terganggu dia mengeluarkan semacam enzim yang bisa menyebabkan kerusakan kulit, panas dan melepuh,” sarannya. Sedang kalau dipukul, otomatis tubuhnya pecah dan enzimnya menempel di kulit.

Saat ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mencegah kemungkinan mewabahnya serangan tomcat. Melalui jajaran di daerah, mereka berupaya mengepung persebaran kumbang dengan nama ilmiah Paederus littoralis itu.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes Tjandra Yoga Aditama mengatakan, skenario membendung laju serangan tomcat sejauh ini berjalan sesuai dengan rencana.

Di Surabaya, Jatim, misalnya, dinkes setempat sudah menyiagakan pusat kesehatan masyarakat (PKM) selama 24 jam. PKM terdapat di puskesmas hingga rumah sakit milik pemerintah. “Pengobatan di PKM gratis,” ujar Tjandra.

Tjandra mengatakan, petugas dari dinas pertanian boleh menyemprot tomcat, tetapi dengan pestisida nabati. Sasaran yang boleh disemprot, antara lain, rumah-rumah yang sudah dijamah tomcat.

Kondisi penderita pada umumnya menunjukkan iritasi kulit di seputar titik yang terkena racun atau toksin tomcat. “Kami terus mengingatkan, iritasi itu sebenarnya bisa sembuh sendiri sekitar enam hari kemudian,” ujar dia.

Tjandra menambahkan, di Yogyakarta populasi tomcat meningkat ketika rata-rata umur padi yang ditanam petani sekitar 1,5 bulan. Perkembangan tomcat itu terus stabil hingga musim panen. Tomcat punya kebiasaan mengitari lampu rumah warga saat malam. “Warga mengantisipasi dengan memasang lampu perangkap,” papar dia. Dengan lampu perangkap itu, tomcat tidak sampai masuk ke rumah dan menyerang penghuninya.
Dengan upaya jajaran petugas kesehatan mulai pusat hingga daerah itu, Tjandra mengharapkan masyarakat tidak resah gara-gara ancaman serangan tomcat. Serangga tersebut adalah hewan yang sudah cukup lama menghuni persawahan Indonesia. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak cemas secara berlebihan. (sam/jpnn)

Pria Taiwan Dilarang Nikahi Wanita Asing

TAIPE- Anggota Parlemen Taiwan Chang Show-Foong mengeluarkan kritikan mengejutkan. Dia melarang para pria Taiwan menikahi gadis dari luar negeri. Alasannya, wanita Taiwan jadi tidak laku. Sontak, larangan ini dikecam.

Diberitakan AFP, Sabtu (23/3), Chang mengatakan hal tersebut dalam sidang parlemen pada hari Kamis. Menurut dia, pria Taiwan mengimpor wanita asing karena lebih mudah untuk mengontrolnya.

“Itulah mengapa kita memiliki begitu banyak wanita sisa di Taiwan,” tambahnya.

Pernyataan ini tentu saja dikecam, terutama para istri asing yang menikah dengan pria Taiwan dan perempuan lokal. Mereka menilai, Chang telah menyebarkan kebencian, diskriminasi terhadap pasangan asing dan menuntut permintaan maaf atas kejadian tersebut.

Chiu Ya-ching, salah seorang pemrotes, mengaku marah setelah mendengar komentar Chang. Menurutnya, jika Chang mengatakan hal tersebut, berarti dia tidak menghormati wanita, khususnya bagi imigran baru.

Menurut data pemerintah, pada akhir 2011, 427.000 pria Taiwan menikah dengan perempuan asing, terutama dari China dan Asia Tenggara, terhitung sekitar delapan persen dari semua pria menikah dengan orang asing. (net/jpnn)

Hanya Tersisa Lansia, Toko Terdekat Sejauh 145 Kilometer

Fenomena Kota Hantu; Ditinggalkan Warga karena Berbagai Faktor

Penduduk dunia menembus tujuh miliar sejak tahun lalu. Tetapi, tidak seluruh permukaan bumi sesak dan dipadati manusia. Banyak pula wilayah yang nyaris tak berpenghuni sama sekali. Fenomena ’’kota hantu’’ atau kota mati (ghost town) itu tidak hanya dijumpai di dunia ketiga (negara-negara berkembang), tetapi bisa pula ditemukan di negara-negara maju. Termasuk, negara-negara Barat.

Dalam wikipedia, istilah ’’kota hantu’’ digunakan untuk menyebut desa atau kota yang telah ditinggalkan sebagian atau seluruh penduduknya. Itu bisa terjadi karena tidak ada aktivitas ekonomi yang mendukung keberadaannya. Bisa juga karena wilayah itu tersapu bencana, baik alam atau bencana yang disebabkan manusia.

Dua di antara kota hantu itu adalah Darwin yang terletak di Inyo County, Negara Bagian California, Amerika Serikat (AS), dan Kota Pripyat yang berada di Provinsi Kiev (Kiev Oblast), Ukraina. Dua kota di belahan dunia yang berbeda itu menjadi kota mati karena dua alasan berbeda. Darwin yang dulu dikenal sebagai kota tambang akhirnya berubah menjadi kota mati seiring dengan menipisnya timbunan bijih timah dan perak di wilayah tersebut. Sedangkan Kota Pripyat tidak berpenghuni lagi pasca-ledakan reaktor nuklir Chernobyl pada 26 April 1986 yang memicu bencana di negeri pecahan Uni Soviet itu.
Kini, Kota Darwin yang terletak dekat Taman Nasional Lembah Mati (Death Valley National Park) tersebut hanya dihuni sekitar 43 orang. Hal itu bertolak belakang dengan kondisinya di masa lampau.

Pada 1877 atau 135 tahun lalu, tambang timah dan perak di wilayah tersebut begitu menjanjikan. Alhasil, kota yang terletak pada ketinggian 1.460 meter dari permukaan laut itu pun dihuni ribuan orang. Dalam perkembangannya, deretan pertokoan memadati jalanan di pusat kota. Bar dan rumah bordil juga mudah ditemukan di berbagai sudut kota.

Kejayaan Darwin berakhir pada awal 1900-an seiring dengan tutupnya pertambangan perak dan timah di sana. Jangankan bar, toko pun tak terlihat lagi di kota tersebut. Untuk membeli aneka barang kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa menempuh perjalanan jauh. Sebab, toko kelontong yang terdekat pun terletak di lokasi yang jaraknya sekitar 145 kilometer dari Darwin.

’’Saya sadar bahwa selalu ada yang harus dikorbankan untuk dapat bertahan hidup di kota yang cantik dan alami seperti ini,’’ ujar John Rothgeb, salah seorang warga yang kini usianya sudah menginjak 67 tahun, dalam wawancara dengan Los Angeles Times. Karena itu, dia rela berkendara jauh hanya untuk membeli barang-barang kebutuhan hidup.

Sayang, kaum muda di Darwin tak sependapat dengan sikap Rothgeb. Meski mengaku tak ada yang mengalahkan keindahan alam kota kelahiran mereka, anak-anak muda di sana memilih untuk menjalani kehidupan yang jauh lebih mudah di luar kota. Karena itu, tak ada seorang pun warga berusia di bawah 24 tahun di kota tersebut. Mereka yang memilih bertahan di sana hanyalah pasangan lanjut usia (lansia).

Meski alamnya memesona, kota yang dibangun Darwin French pada 1874 itu tidak pernah dikunjungi wisatawan. Maklum, tak ada sentuhan modernitas di Darwin. Kota mati itu belum tersentuh internet. Sinyal telepon di wilayah pegunungan tersebut juga lemah. Jangan harap menemukan panduan wisata soal Darwin di internet. Atau, menemukan lokasi kota mati itu dengan bantuan satelit.

Satu-satunya alat komunikasi yang menghubungkan 43 penduduk Darwin dengan dunia luar hanyalah kantor pos. Karena itulah, kantor pos menjadi satu-satunya lokasi yang paling hidup di kota tersebut. ’’Biasanya, warga berkumpul di kantor pos pada siang hari,’’ kata Rothgeb sebagaimana dikutip Daily Mail awal pekan lalu. Sayangnya, pemerintah setempat berencana menutup kantor pos itu tahun depan. (dailymail/hep/dwi)

Pembalap Tim Yamaha Raih IMI Award

MEDAN-Pembalap asal Medan M Irvansyah Putra Lubis dan Agung Febri akan mendapat pengharaan IMI Award yang akan dilangsungkan di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (27/3) mendatang.

Kedua pembalap yang membela tim Yamaha Yamalube Alfa Scorpii NHK 3DI Yonkjaya TDR AHRS Medan mendapat penghargaan dari IMI Pusat karena prestasi membanggakan selama musim balapan tahun 2011.

Manajer tim Yamaha Yamalube Alfa Scorpii NHK 3DI Yonkjaya TDR AHRS Medan, Apmansyah Tanjung kepada wartawan di Medan, Sabtu (24/3) mengatakan, penampilan yang konsisten pada sepanjang seri balapan Kejuaraan Nasional Motoprix Indonesia Region I 2011 membawa M Irvansyah Putra Lubis merebut mahkota juara Region I Su­matera, sehingga ia akan mendapat penghargaan IMI Award.

“M Irvansyah patut bangga karena bersama Yamaha Vega ZR dan New Jupiter Z yang ditungganginya di kelas MP5 dan MP6, mampu mendominasi balapan di sepanjang seri tahun 2011 ini. Tak satu seri pun dilalui tanpa naik podium. Ini menjadi hasil yang membanggakan bagi dunia olahraga otomotif di Medan maupun Sumatera Utara,” kata Apmansyah Tanjung.

Dominasi M Irvansyah dikukuhkan setelah di seri terakhir Kejurnas Motoprix 2011 yang berlangsung di Sirkuit NP STQ Bengkulu, akhir Oktober tahunh lalu, menjadi yang tercepat. Yamaha Vega ZR tunggangannya tak terlawan saat bertarung sengit para racer tuan rumah di kelas MP5. Begitu juga dengan ketangguhan Yamaha New Jupiter Z nya, yang sama sekali tak tersaingi di kelas MP6.

“Settingan motornya memang mendukung, dan saya hampir tidak mengalami masalah di sepanjang seri. Dan penghargaan dari IMI Pusat nanti kami persembahkan kepada masyarakat otomotif Sumut,” ujar M Irvansyah di Medan.

Selain M Irvansyah, tim Yamaha Yamalube Alfa Scorpii NHK 3DI Yonkjaya TDR AHRS Medan juga menempatkan satu rider lainnya untuk meraih penghargaan IMI Award. Ia adalah Agung Febri, yang selama balapan tahun 2011 turun menggeber Yamaha New Jupiter Z di kelas MP3. Agung Febri yang mendapat persaingan sengit di sepanjang seri regional, mampu mempertahankan eksistensinya di jajaran papan atas klasemen.
Racer bernomor 2 ini di sepanjang seri regional harus ber­saing ketat dengan racer-racer asal Lampung maupun Sumsel. Bahkan Agung juga mendapat perlawanan ketat dari para kompetitor Yamaha. Namun berkat ketangguhan motor dan kemampuannya di atas lintasan, Agung pun tampil sebagai juara seri balapan Kejuaraan Nasional Motoprix Indonesia Region I 2011.

Apmansyah Tanjung, mengaku puas dengan hasil yang diraih di sepanjang seri Kejurnas Motoprix 2011, dan mengucapkan banyak terimakasih kepada Irvansyah dan Agung Febri yang telah membawa nama harum Sumatera Utara. “Kami sangat puas dengan hasil balapan tahun 2011, apalagi sampai mendapat penghargaan dari IMI Pusat,” katanya. Tanjung berharap para pembalap muda ini terus berprestasi ke depannya baik tingkat regional maupun nasional. “Even berskala nasional maupun PON XVIII sudah menunggu. Jadi kami harap mereka terus giat berlatih, mengasah kemamapuannya agar prestasinya meningkat,” ujar Tanjung. (jun)

Methodist-II Bungkam Wiyata Darma

MEDAN- Tim futsal SMP Methodish-II memuluskan langkahnya untuk melaju ke babak semifinal setelah berhasil memenangkan pertandingan kedua pada babap penyisihan Turnamen Futsal SMP Wiyata Darma, setelah keamrin (24/3) mengalahkan tim Wiyata Darma A dengan skor 8-0.
Kesembilan gol milik SMP Methodist-II itu tercipta oleh Winson dengan emapat gol. Sementara Michael,Jonathan, Pesta serta Andre masing-masing mengoleksi satu gol.

“Saya senang bisa memenangkan partandingan ini. Namun kami belum puas, karena masih banyak pertandingan lainnya yang harus dimenangkan,” tutur Karolus Damanik, pelatih SMP Methodist-II kepada wartawan usai pertandingan.

Karolus juga menambahkan, selain melaksanakan latihan rutin, selama ini timnya juga sering mengikuti pertandingan sehingga membuat mental pemainnya benar-benar teruji.

Sebelumnya Prime One School menang 2-0 atas tim SMP Wiyata Dharma B. Sedangkan SMP Chandra Kusuma kontra Cinta Budaya berakhir dengan skor imbang 3-3, serta Brigjend Katamso melawan Kalam Kudus dengan skor 8-0. (mag-10)

Juru Cerita Pernikahan

Cerpen: Dadang Ari Murtono

Di kampung lain ada pengajian, atau wayang kulit, atau orkes musik dangdut untuk merayakan pernikahan. Namun di kampung saya, yang selalu dan wajib ada adalah seorang juru cerita yang bercerita semalam suntuk perihal pernikahan-pernikahan yang bahagia. Bercerita kepada sepasang pengantin yang sebentar lagi akan sekelamin, yang selama cerita itu dikisahkan, tidak boleh beranjak dari kursi pelaminan.

Mesti mendengarkan dengan seksama. Dengan  tidak sedikit pun mengantuk. Dan bila sedetik saja sepasang pengantin itu melanggar pantangan itu, maka, orang-orang percaya, pernikahan itu tidak akan bahagia. Tidak akan awet hingga kakek nenek. Akan bubar  di tengah jalan.

engingat perannya yang sangat penting tersebut, banyak orang yang berebutan untuk bisa menjadi juru cerita pernikahan. Mereka mendapat bayaran yang lumayan banyak. Mereka akan dipandang sebagai orang yang istimewa, orang yang mesti dihormati. Dan siapa-siapa yang berpapasan jalan, mesti menyapa lebih dulu. Persis seperti orang-orang memperlakukan penghulu. Atau lurah. Atau imam masjid.

Semua orang memang bisa bercerita. Bukankah manusia itu adalah makhluk pencerita? Tapi tidak semua orang bisa menuturkan cerita dengan gaya yang  menarik dan tidak membosankan. Tidak semua orang bisa terus memikat pendengar dan menjaga agar para pendengar itu tidak meninggalkan arena penceritaan sebelum cerita itu berakhir. Dan ia, perempuan dengan rambut panjang sepunggung itu adalah pencerita pernikahan terbaik yang ada di kampung saya. Sedemikian baik dan berbakat perempuan itu hingga orang-orang di kampung-kampung yang berada di sekitaran kampung saya juga selalu mengundangnya bila mempunyai hajat pernikahan.

Pada bulan-bulan Besar dan Bakdo Mulud, hampir dapat dipastikan ia tidak berada di rumah ketika malam. Pada bulan-bulan yang dianggap orang-orang baik untuk menyelenggarakan pernikahan itu, ia benar-benar sibuk. Untuk mendapatkan jasanya bercerita, seorang penanggap mesti menghubunginya dua bulan sebelum hari pernikahan. Orang-orang juga bersedia membayar lebih mahal pada bulan-bulan tersebut.

Perempuan itu seakan memiliki ilmu gaib yang membuat orang-orang begitu terpesona. Begitu larut mendengar ceritanya. Dan tak merasa capek. Atau mengantuk. Atau berkeinginan meninggalkan gelanggang cerita.

Cerita seperti apakah yang dituturkannya hingga orang-orang begitu menyukainya dan menjadikannya rebutan siapa-siapa yang berhajat? Ah, sesungguhnya, cerita yang dituturkannya biasa-biasa saja. Tak ada perbedaan dengan cerita-cerita yang dituturkan pencerita-pencerita lain.
Cerita itu selalu berkisar perihal pernikahan yang ideal. Bercerita tentang seorang lelaki dan perempuan yang rukun. Yang tidak pernah bertengkar separah apa pun permasalahan yang mereka hadapi. Yang tak sekali pun ada piring melayang-layang di dalam rumah. Tak ada kasur dan bantal yang acak-acakan sebab dilempar-lempar. Tak ada teriakan marah. Tak ada makian. Dan pada ujung cerita, selalu ia katakan: mereka hidup bahagia selama-lamanya.

Dia juga sering menyisipkan sedikit gurauan dalam ceritanya. Gurauan yang tidak jauh dari perkara pernikahan. Dan gurauan apalagi yang lebih tepat dituturkan bila bukan gurauan tentang malam pertama. “Wah, saya harap si pengantin pria ini tidak lupa mengasah kerisnya sebelum berangkat tadi,” guraunya. Dan orang-orang tertawa. Sedang si pengantin pria hanya senyum-senyum malu.

Ia juga menyisipkan pesan-pesan pada pengantin perempuan. Pesan agar para perempuan itu bisa menyenang-nyenangkan si lelaki. Bisa mengerti makanan favorit si lelaki. Bisa mengatur uang belanja dengan baik. Bisa berdandan dengan baik untuk suaminya. “Lelaki itu gampang-gampang sulit,” katanya. “Mereka suka bila kita terlihat cantik, tapi sangat pelit memberi uang untuk membeli bedak. Mereka menuntut kita untuk selalu wangi sedang mereka sendiri malas mandi. Mereka selalu ingin kita puaskan di tempat tidur, tapi tak sekali pun memikirkan apakah kita puas atau tidak. Mereka sering memberi sedikit uang belanja sambil mengeluh tak lagi memiliki uang tapi mereka dengan santainya pergi ke warung, membual-bual sambil membakar rokok yang harga satu paknya sama dengan uang belanja yang diberikannya. Tapi seorang perempuan mesti sabar. Sebab begitulah kata pepatah: perempuan itu, surga nunut neraka katut (surga ikut neraka turut) pada lelaki,” lanjutnya.

“Tapi percayalah, seorang lelaki tidak akan macam-macam bila di rumah dia bisa merasa nyaman, merasa senang. Bukankah cikal perselingkuhan itu adalah perasaan tidak nyaman di rumah?” katanya.

Dengarlah. Alangkah sederhana cerita itu bukan? Apa yang menarik dari cerita semacam itu? Tapi tetap saja tak ada yang beranjak dari duduknya bila si perempuan sudah mulai bercerita.

Para lelaki selalu berpikir alangkah bahagia lelaki yang menikahi perempuan itu. Alangkah tentram rumah tangga mereka. Dan para perempuan menjadikannya panutan dalam menjaga cinta, menjaga lelakinya agar tidak macam-macam. Dan sepasang pengantin yang mendengar, seakan telah mendapat gambaran yang tepat tentang masa depan pernikahan mereka nantinya.
“Seperti tokoh dalam ceritanya, kita akan hidup bahagia selama-lamanya,” kata si pengantin pria. Dan si perempuan tersipu malu.
“Berjanjilah kau tak akan terperangkap perempuan lain. Seperti tokoh laki-laki dalam cerita itu,” kata si pengantin perempuan.
“Dan kau berjanjilah untuk terus menjaga cinta dan pernikahan kita. Seperti tokoh perempuan dalam cerita itu,” jawab si lelaki.
***
Begitulah selama bertahun-tahun. Perempuan juru cerita pernikahan itu terus bercerita. Dan orang-orang mengira bahwa tokoh laki-laki dan perempuan dalam cerita yang selalu ia tuturkan adalah dirinya sendiri dengan suaminya. Sungguh, orang-orang tidak pernah melihat pasangan itu bertengkar. Orang-orang tak pernah mendengar ada teriakan dari rumahnya. Tidak ada suara gemerincing beling piring dan gelas yang membentur lantai.
“Mereka memang benar-benar pasangan yang bahagia. Pasangan terbaik. Kepada merekah lah semestinya kita belajar menjaga rumah tangga,” kata orang-orang di warung kopi.

Dan seseorang menyaut, “barangkali hal itulah rahasia kenapa cerita yang ia tuturkan menjadi begitu menarik. Jauh lebih menarik dari semua pencerita pernikahan yang pernah ada. Dia begitu mendalami cerita itu sebab itu adalah cerita rumah tangganya. Ada emosi yang bisa kita rasakan dalam caranya bertutur. Ya, itulah barangkali yang membuatnya berbeda dengan pencerita-pencerita yang lain.”
***
Pagi itu, seisi kampung gempar. Seorang lelaki yang baru pulang dari kota untuk menjual panenan kubis bersumpah melihat suami perempuan pencerita pernikahan itu keluar dari sebuah hotel melati sambil menggandeng seorang perempuan. Perempuan yang bukan perempuan juru cerita pernikahan!
Adakah yang percaya pada ucapan si lelaki yang baru pulang dari menjual kubis di kota? Tentu saja tidak. Bagaimana mungkin suami perempuan juru cerita yang rumah tangganya begitu harmonis dan bahagia bisa melakukan hal semacam itu? Tidak mungkin. Tidak mungkin.
“Jangan menyebar fitnah!” senggrang seseorang.

“Atau mungkin kau salah lihat,” saut seorang yang lain dengan nada yang lebih lunak.

Tapi lelaki penjual kubis itu telah bersumpah. “Terserah kalian kalau tidak percaya. Tapi memang begitulah kenyataannya. Sungguh, aku tidak menyebar fitnah. Aku tidak salah lihat. Aku bisa melihatnya dengan begitu jelas,” sungut si lelaki penjual kubis.

Cerita itu sudah hampir surut ketika di pagi yang lain, seorang perempuan yang baru saja membeli kalung emas di kota bercerita melihat lelaki suami perempuan juru cerita berboncengan sepeda motor dengan perempuan yang bukan si juru cerita. Dari cara si perempuan melingkarkan tangannya di pinggang si lelaki, terlihat jelas bahwa mereka adalah sepasang kekasih.
Tapi sekali lagi, adakah yang percaya cerita semacam itu?

Namun, ketika untuk ketiga kalinya seseorang mengatakan melihat lelaki suami perempuan juru cerita bergandengan tangan begitu mesra dengan perempuan lain yang bukan si juru cerita, orang-orang mulai percaya. Dan mulai meragukan keyakinan bahwa rumah tangga perempuan juru cerita adalah pernikahan ideal yang mesti ditiru oleh pasangan-pasangan yang baru menikah.
Cerita-cerita itu mulai menurunkan reputasi si perempuan juru cerita. Orang-orang yang berhajat berpikir ulang untuk mengundangnya bercerita dalam pesta pernikahan yang akan mereka gelar.

Tapi kejutan masih belum selesai. Malam itu, orang-orang mendengar teriakan yang begitu pilu, teriakan yang terdengar begitu sakit dari rumah si perempuan juru cerita. Dan pagi harinya, mereka terkaget-kaget mendapati si perempuan juru cerita terkapar di ruang tamu dengan luka menganga di lehernya. Sementara suami si perempuan tak ada di rumah. Ponselnya tak bisa dihubungi. Entah kenapa.
Beberapa hari kemudian, polisi menetapkan si suami perempuan juru cerita sebagai tersangka pembunuhan dan berstatus buronan atas tuduhan kekerasan dalam rumah tangga dan pembunuhan berencana. “Cinta segitiga,” kata mereka.