Home Blog Page 13713

Tuan Rumah Wahidin Buka Peluang

Libala SMA Zona Medan 2012

MEDAN-Tuan rumah Wahidin membuka peluang melaju dari grup B dengan membungkam SMA Santo Thomas 1, 71-10 pada laga perdananya di Liga Basket Pelajar (Libala) tingkat SMA putra zona Medan 2012 di GOR Pradipa Medan, Sabtu (24/3) kemarin. Langkah itu diikuti Sutomo 2 yang menang dramatis atas SMA Bodhicitta 48-30.

Dari grup C, SMA Husni Thamrin dan SMA Sultan Iskandar Muda mencatat awal yang baik. SMA Husni Thamrin menundukkan SMAN 4 Medan 33-24. Sementara SMA Sultan Iskandar Muda menekuk SMA WR Supratman 52-43.

Duel Wahidin dan Santo Thomas 1 berlangsung timpang. Sejak awal tim besutan Hidayat Natasasmita ini langsung tancap gas. Torehan 22 angka membuat Humbed dkk meninggalkan Santo Thomas 1 yang hanya mampu mengoleksi 2 angka. Produktivitas Santo Thomas 1 tak juga membaik di kuarter berikutnya. Hanya menambah dua angka, sementara Wahidin semakin jauh memimpin 37-4.

Dua kuarter tersisa, Wahidin tak mengendurkan agresifitasnya dengan terus menambah perolehan angka hingga akhirnya mengakhiri laga dengan 71-10.
Gelaran Libala zona Medan 2012 ini merupakan zona ketiga setelah sebelumnya digelar di Pematang Siantar dan Tanjung Balai. 14 tim putra akan bertarung memperebutkan predikat terbaik hingga 2 April mendatang.

Menurut Kabid Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Perbasi Sumut, Herijanto, gelaran di Medan kali ini akan digelar di dua tempat. Grup  A yang dihuni empat tim digelar di Lapangan basket Sutomo 1 sementara Gruop B dan C digelar di GOR Pradipa Perguruan Dr.Wahidin.
“Kita gelar di dua tempat. Mengingat pesertanya cukup banyak 14 tim putra. Nantinya juara di Medan akan diadu dengan juara-juara dari daerah lain. Pembukaan di GOR Pradipa besok (hari ini-red),” ujarnya.

Mengisi Grup A, SMA Wiyata Dharma, Harapan Mandiri, SMAN 2 Medan, dan tuan rumah Sutomo 1. Sementara Grup B dihuni tuan rumah Wahidin, Santo Thomas 1, Bodhi Cita, Sutomo 2, dan Methodist 2. Grup C akan bertarung Husni Thamrin, SMAN 4 Medan, Sultan Iskandar Muda, WR Supratman, dan Hang Kesturi. Laga penyisihan.antinya dua tim teratas di grup akan maju ke babak penyisihan berikutnya dengan sistem grup.
Sebelumnya di zona Pematang Siantar dijuarai SMA Sultan Agung Siantar. Sementara di Tanjung Balai sebagai kampiun SMA Sisingamangaraja Tanjung balai. Untuk dua zona berikutnya Lubuk Pakam akan digelar 2-4 April mendatang. Sementara zona Binjai dan Langkat digelar pada 6-8 April mendatang.
“Babak grandfinal menunggu juara seluruh zona. Kemungkinan sehabis Ujian Nasional,” kata pria yang akrab disapa Tekpeng ini. (mag-18)

SMK Mulia dan SMP Budi Agung Kampiun

Futsal Piala Wali Kota Medan

MEDAN- SMK Mulia dan SMP Budi Agung menjuarai Medan Futsal Competition 2012 memperebutkan piala Wali Kota Medan setelah tampil perkasa di final, Sabtu (24/3) kemarin di Cemara Sport Centre. SMK Mulia berpesta gol ke gawang SMAN 13 B dengan skor telak 9-3 sementara SMP Budi Agung memupus harapan SMP Muhammadiyah 6 Belawan dengan skor tipis 5-4.

Manajer tim, Drs H AE Siregar menyambut suka cita kemenangan timnya. “Ini berkat kerja keras anak-anak dan berkat persiapan kita yang matang. Kita bangga bisa menjadi juara di turnamen yang diikuti seratusan peserta ini,” ujarnya.

Sebelum menggelar semifinal dan final sekaligus, Medan Futsal Competition 2012 sempat libur sepekan. Rehat sepekan dimanfaatkan untuk memulihkan stamina pemain. Tak terkecuali SMK Mulia yang tampil sangat prima pada duel kontra SMAN 13 Medan B.

Duel berlangsung timpang. Zulfikar cs dengan mudahnya menerobos pertahanan lawan. Benar saja, lima gol diceploskan hingga jeda. Sementara SMAN 13 Medan B hanya mampu menceploskan satu gol.

Di babak kedua, tim besutan Syahrial Onces itu semakin tak terbendung. Empat gol tambahan diceploskan dan mengakhiri asa SMAN 13 Medan B yang hanya mampu menambah dua gol. Gol-gol kemenangan SMK Mulia lahir lewat Zulfikar, Peri Ardiansyah, Yogi Pratama dan Ridwan dengan masing-masing koleksi dua gol. Dilengkapi satu gol dari Basrial.Sukses itu semakin lengkap dengan gelar best player tingkat SMA yang menjadi milik Zulfikar Lubis.

Sebelumnya tempat ketiga dihuni oleh SMK Multi Karya yang menundukkan SMA N 13 A dengan skor 2-1.

Di kategori Pelajar SMP, SMP Budi Agung berhasil menjadi juara pertama setelah menekuk SMP Muhammadiyah 6 Belawan dengan skor 5-4. Juara ketiga diperoleh SMP N 2 Medan yang menaklukkan SMP N 1 Medan dengan skor 3-1. Pemain SMP Budi Agung, Edo Nugroho tampil sebagai pemain terbaik.
Turnamen ditutup Kepala Dinas Pendidikan kota Medan, DR. Rajab Lubis sekaligus penyerahan piala bergilir Wali Kota Medan. Selanjutnya ia berpesan agar-agar even-even futsal untuk pelajar digalakkan karena bernilai positif. “Ini hal positif yang harus tetap dilakukan, kedepannya Medan menjadi pusat pengembangan futsal di Indonesia,” ujarnya.

Sementara Ketua Panitia pelaksana Medan futsal competetion 2012, Auliandri mengatakan adanya turnamen futsal ini dapat memotivasi para pelajar untuk berkembang, khususnya dalam bidang olahraga. Dia juga mengatakan turnament ini merupakan pembinaan pemain usia dini. “Turnament ini adalah pembinaan pemain usia dini,itu sebabnya kita cuima mengikut sertakan pemain kelas 1 dan 2 dari SMP dan SMA. Kedepannya kita akan terus lakukan pembinaan pemain futsal asal Sumut agar dapat berprestasi ditingkat Nasional,” pungkasnya. (mag-18)

Antisipasi Demo, Laga PSMS Ditunda

MEDAN- Demonstrasi menentang kenaikan BBM per 1 April mendatang yang terjadi hampir di semua kota besar di Indonesia, mempengaruhi jadwal pertandingan PSMS versus PSPS.

Usai melakukan rapat alot bersama jajaran pihak keamanan Polda Sumut, CEO PSMS Idris menuturkan, dengan berat hati manajemen harus menunda pertandingan tersebut. “Kita sudah bicarakan. Hasilnya, pertandingan harus ditunda. Dan direncanakan kembali digelar Selasa (27/3),” ungkapnya, Sabtu (24/3).

“Namun, pada Selasa (27/3) itu, kita tak tau apa masih bisa ditayangkan secara live apa tidak. Karena ANTV kan sudah merencanakan hal itu jauh-jauh hari. Jadi kalau ditunda, dan jika ditayangkan live, tentu akan bentrok ke acara hari berikutnya,” tambah Idris.
Tapi menurut Idris, masih belum ditutup kemungkinan pertandingan tersebut kembali digelar secara live.

“Kita masih menunggu keputusan dari mereka (ANTV). Kalau memang acara pada hari Selasa (27/3) itu bisa digeser, maka pertandingan ini mudah-mudahan akan bisa ditayangkan lagi,” katanya.

Adapun pertimbangan kenapa pertandingan ini harus ditunda, karena pihak Polda Sumut merasa lebih utama mempersiapkan tenaga keamanan untuk aksi demonstrasi tersebut.

“Mereka (Polda Sumut) tentu lebih memprioritaskan untuk fokus menangani masalah yang lebih besar. Dan kita bisa memaklumi. Kita juga tak mau pertandingan yang kita gelar tanpa dikawal pihak keamanan. Jadi, kita harus rela menunda pertandingan ini,” jelas Idris.
Selain itu, menurut Idris, PSMS memiliki jumlah penonton yang cukup membludak.

“Kita juga tak mau penonton kita menambah kekisruhan yang terjadi. Bisa saja, penonton akan semakin memperkeruh suasana dengan membuat macet di berbagai titik jalan kota,” ujarnya.

Sementara, pelatih sementara PSMS Suharto AD mengaku dengan ditundanya pertandingan tersebut sedikit banyak akan mempengaruhi mental pemain.
“Namun, karena hanya ditunda sehari, tentu tak akan begitu memperngaruhi. Tinggal kita mensiasatinya agar pemain bisa lebih tenang,” pungkasnya.
Poldasu dalam laporannya menegaskan bakal meninjau soal pertandingan itu.

“Kita lihat dulu situasi hari senin mendatang, kalau memungkinkan akan tetap berlangsung pertandingannya,” ungkap Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Sumut, Irjen.Pol Wisjnu Amat Sastro, Sabtu (24/3).

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota Medan, Syaiful Bahri mengatakan pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan pihak penyelenggara dan pihak Panitia dari ISL.

”Kita coba berkordinasi lah dulu dengan pihak penyelenggara dan pihak Panitia.” katanya.(saz/gus)

Decky tak Tergantikan

RENCANA PSMS IPL merombak skuad di putaran kedua kemungkinan tak hanya menyentuh pemain, tapi juga posisi penjaga gawang. Namun, Pelatih PSMS Fabio Lopez memastikan, posisi kiper PSMS belum tergantikan alias aman.

Skuad Ayam Kinantan saat ini memiliki tiga penjaga gawang, yakni Decky Ardian Cahyadi, Irwin Ramadhana dan Ary Manurung.
Dari 11 pertandingan yang digelar di putaran pertama, Decky kerap menjadi pilihan PSMS sebagai starter dan bermain sepanjang babak atau lebih dari 990 menit.

Decky yang dinilai performanya meningkat dari hari ke hari, tetap dipastikan sebagai starter. Fabio Lopez mengatakan, pihaknya tidak akan mengganti posisi Decky dengan kiper baru mana pun.

“Kita tak ada bermaksud mengganti Decky, dia tetap bersama PSMS. Kita tak ada niat mengganti kiper,” ungkapnya, Sabtu (24/3).
Komentar tersebut sekaligus menampik spekulasi, bakal ada kiper rekrutan baru bagi PSMS di putaran kedua.

“Decky boleh diganti, kalau Buffon (kiper Juventus) yang datang menggantikannya,” ujar pelatih asal Italia itu setengah bercanda.
Bersama PSMS, Decky memang cukup sering melakukan penyelamatan gemilang. 20 gol telah bersarang ke gawangnya, namun, Fabio meyakini, di putaran kedua, performa PSMS yang semakin membaik akan seiring dengan kemampuan kiper kelahiran Malang 29 tahun yang lalu itu.

Sementara pelatih kiper PSMS Syahril Nasution menyatakan, terus berupaya memperbaiki performa ketiga kiper yang dilatihnya.
“Kiper yang bagus adalah yang paling sedikit melakukan kesalahan sendiri saat mengamankan gawangnya. Dan itulah yang saya terus benahi pada ketiga kiper, sekaligus memperbaiki teknik, apa yang harus dilakukan, dan tidak untuk dilakukan,” tuturnya.

Menurutnya, tiga kiper PSMS saat ini memiliki kemampuan yang baik. Sementara mentalitas bertanding menurutnya bisa diperbaiki.
Sementara, di sisi lain, Fabio berharap, pemain-pemain baru yang datang ke PSMS merupakan pemain yang berperangai baik seperti skuadnya yang ada sekarang.
“Saya tidak akan mentolerir pemain yang datang berpotensi merusak suasana kondusif di PSMS,” tandasnya. (saz)

DPD PKS Kota Medan Gelar Mudzakarah Du’at

MEDAN- Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kota Medan menggelar Mudzakarah Du’at. Pelaksanaan itu bertujuan untuk menyatukan persepsi para da’i di Kota Medan dalam menyebarkan kedamaian dan ketentraman.

Dalam kegiatan itu, ada sekitar 50 da’i di Kota Medan. Pelaksanaan itu dibungkus dalam tema: “Dengan Dakwah yang Sejuk dan Proaktif untuk Menyebarkan Damai Berkah bagi Masyarakat Kota Medan yang Madani dan Religius.”

Pelaksanaan itu digelar DPD PKS Kota Medan, Sabtu (24/3) di Hijir Ismail, Asrama Haji Medan. Pelaksanaan digelar bertujuan untuk memberikan pembelajaran dan mengembangkan pendidikan serta penambahan wawasan kepada da’i.

Ketua DPD PKS Kota Medan, H Azhar Arifin Lc mengatakan, puluhan da’i ini dikumpulkan dan diberikan pendidikan sebagai wujud menambah wawasan, kemudian menyamakan persepsi setiap umat dalam menghadapi kebijakan seorang pemimpin bangsa.

Dia berpendapat, puluhan da’i ini dikumpulkan karena para da’i inilah yang selalu berinteraksi langsung dengan masyarakat, sehingga bisa dibayangkan setiap harinya para da’i memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui berbagai mimbar.

“Jadi kami bertugas membantu pemerintah dalam hal membentuk persepsi postif terhadap penyelenggaraan negara,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Ketua Panitia yang juga Koordinator Bidang Pembangunan Umat DPD PKS, Hanafi mengatakan, pertemuan para dai ini bersikap diskusi dalam membahas beberapa tema penting yakni, Tsaqofah da’iyah (pemahaman wawasan), Syumuliatul Islam (universalitas agama Islam), problematika umat, Ghoznul Fikri (perang pemikiran) dan urgensi pendidikan. “Tujuan besarnya tetap pendidikan, sekaligus memperkuat silaturahim diantara para dai,” sebutnya. (ril)

April, ISL U-21 Diputar

Klub Dibagi Lima Grup

JAKARTA – Kompetisi sepak bola usia muda di tanah air bakal semakin bergairah. Itu seiring diputarnya kembali kompetisi Indonesia Super League (ISL) U-21 mulai 1 April mendatang di lima kota berbeda.

Pada tahun ini, peserta kompetisi junior ini bertambah setelah beberap tim seperti Gresik United (GU), Persita Tangerang, dan PSAP Sigli memastikan diri turut serta. Alhasil, total klub yang akan mengikuti kompetisi ISL U-21 berjumlah 19 klub dan terbagi di lima grup berbeda.

“Kami memang memberikan porsi untuk klub yang main di Divisi Utama. Itu bagus karena mereka sudah mengembangkan jenjang pembinaan sebagai salah satu instrumen syarat klub profesional,” kata CEO PT Liga Indonesia (PT LI) Joko Driyono, kemarin (24/3).

Nah, lima stadion yang akan menjadi lokasi pertandingan adalah Stadion Krakatau Steel, Cilegon (kandang Persita), Kanjuruhan (Arema), Aji Imbut (Mitra Kutai Kartranegara), Teladan (PSMS Medan), Mandala (Persipura Jayapura).

Pembagian grup menjadi lima ini  berbeda dengan penyelenggaraan pada 2011 yang digelar di tiga wilayah. Pemekaran ini menurut Joko sengaja dilakukan sebagai imbas dari kondisi persepak bolaan nasional sekaligus untuk melakukan efisiensi.

Meski sistem pertandingan digelar ala home tournament, PT LI ternyata menerapkan kompetisi penuh. Di mana, setiap tim akan melakoni laga layaknya home and away, sehingga masing-masing tim di setiap grup akan saling bertemu dua kali.

“Semangatnya tetap untuk bisa menggelar laga home and away. Tapi, karena beberapa pertimbangan, system pertandingannya demikian,” terang alumnus ITS, Surabaya tersebut.

Nantinya, dari lima grup yang ada, akan dipilih masing-masing juara grup dan tiga runner up terbaik untuk lolos ke babak delapn besar. Rencananya, dalam babak delapan besar grup akan dibagi kembali dalam dua grup berbeda. Untuk hadiah, tak ada perubahan dari penyelenggaraan tahun lalu. Juara berhak atas hadiah sebesar Rp 100 juta, runner up Rp 75 juta, dan peringkat ketiga Rp 50 Juta. (aam/jpnn)

Empat Gol Safee Kandaskan Persegres

PERSEGRES – Striker asal Malaysia Safee Sali tampil ciamik ketika Pelita Jaya Karawang dijamu Persegres Per segres. Penyerang asal Malaysia itu membukukan empat gol dan membantu timnya menang telak 6-1.

Dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) di Stadion Tri Dharma, Persegres, Pelita membuka skor pada menit ke-12. Tembakan keras Greg Nwokolo dari luar kotak penalti merobek gawang Persegres yang dikawal oleh Hery Prasetya.

Berselang tiga menit, tim tamu mencetak gol kedua. Safee yang lolos dari jebakan offside dengan dingin memperdaya Hery lewat sontekannya.
Persegres mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-42 setelah Vic tor Igbonefo melanggar Gaston Castano di area terlarang. Gaston maju sebagai algojo dan tak kesulitan menaklukkan kiper Sahar Ginanjar. Kedudukan 2-1 untuk Pelita bertahan hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, tim tamu makin mengganas. Mereka memperbesar keunggulan menjadi 3-1 pada menit ke-56 lewat gol kedua Greg. Usai menerima umpan Joko Sasongko, Greg mengecoh Muhammad Kusen dan melepaskan tendangan mematikan.

Lima menit kemudian, gawang Persegres kembali bergetar. Kali ini, sepakan kaki kiri Safee ke arah tiang dekat memaksa Hery memungut bola dari gawangnya lagi.

Safee melengkapi hat-trick-nya pada menit ke-75. Dalam posisi tidak terkawal, dia melepaskan tembakan melengkung sedikit di luar kotak penalti. Meski Hery mencoba terbang menghalau bola, gawangnya tetap jebol.

Pesta gol tim tamu akhirnya ditutup oleh Safee pada masa injury time. Diawali pergerakan Greg di sisi kiri, bola kemudian diumpankan ke mulut gawang. Safee yang tak terkawal tanpa kesulitan mengirim bola ke dalam gawang.
Kemenangan ini mengangkat posisi Pelita ke urutan kedelapan klasemen sementara dengan 24 poin dari 17 laga. Perse gres di posisi ke-13 de ngan 20 poin. (net)

Gus Irawan, Antara Golkar dan Demokrat

JAKARTA-Politik itu penuh dengan isyarat. Kehadiran Ketua Tim Pengawas Partai Demokrat, TB Silalahi di acara pemberian bulang-bulang pada Dirut Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu dari Pomparan Guru Tatea Bulan Boru, Bere/Ibebere Kabupaten Toba Samosir, beberapa hari lalu punya makna politik, yang berkaitan dengan pemilihan gubernur (pilgub) Sumut 2013.

Pengamat politik lokal Ray Rangkuti menilai, kehadiran TB Silalahi yang juga merupakan Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat, bisa dimaknai bahwa Partai Demokrat sedang mengincar Gus Irawan untuk diusung sebagai bakal calon (balon) gubernur Sumut. Dengan prinsip siapa cepat maka dia dapat, Demokrat tak mau keduluan Golkar untuk menggaet Gus Irawan.

“Saya melihat ada dua target Demokrat sekaligus, yakni merebut Gus Irawan dari Golkar untuk dijadikan cagub. Atau minimal, kalau Gus Irawan tak mau lepas dari Golkar, Demokrat akan berkoalisi dengan Golkar,” ujar Ray Rangkuti kepada Sumut Pos di Jakarta, Jumat (23/3).

Seperti diberitakan, di acara adat itu, TB Silalahi sempat mengeluarkan guyonan politik. “Saya bilang Gubernur Bank Sumut ya. Kalau kemudian nanti kata bank nya hilang, itu kita tidak tahu,” katanya sambil bercanda, saat itu.

Tapi, mungkinkah Golkar mau diajak koalisi dengan Demokrat bersama-sama mengusung Gus Irawan? Ray mengatakan, semua tergantung proses nego, tergantung bagaimana ‘pembagiannya’. Ini menyangkut siapa yang akan mendampingi Gus Irawan menjadi cawagubnya.

Menurutnya, Golkar juga punya bargaining dalam penjajakan koalisi dengan Demokrat. Yakni, saat ini Golkar sedang melambung, sedang Demokrat tren dukungan publik terus menurun. “Termasuk PKS juga turun. Golkar malah naik. Demokrat akan diuntungkan jika berkoalisi dengan Golkar,” imbuh mantan pimpinan KIPP (Komite Independen Pemantau Pemilihan) itu.

Hingga saat ini, baik Golkar maupun Demokrat, sama-sama masih belum menetapkan siapa calon yang akan diusung. Ketua DPP Partai Demokrat, Sutan Bathoegana, beberapa hari lalu menyebutkan, partainya tidak akan tergesa-gesa menetapkan calon. Namun, dia sudah mengajukan satu lagi kriteria nama yang akan diusung. “Dia harus figur yang BBM. Apa itu? Bersih, Berani, Merakyat. Mudah-mudahan muncul barang itu,” kata Sutan kala itu, sembari tertawa.

Golkar secara resmi juga belum pernah menyebut nama yang akan diincar. “Saat ini kita sedang survei,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Leo Nababan, pekan lalu.

Informasi teranyar yang didapat Sumut Pos di Jakarta, Partai Demokrat juga punya peluang besar untuk memberikan tiket kepada mantan Pangkostrad Letjen TNI AY Nasution. Ini lantaran jenderal kelahiran Medan ini punya kedekatan dengan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, yang merupakan adik Ani Yudhoyono.

Namun, banyak kandidat yang saat ini gencar mendekati sejumlah partai. Artinya, seorang kandidat tidak hanya mendekati satu partai saja. Dan satu partai bisa didekati banyak kandidat. “Itu biasa. Ini masih tahap saling endus,” ujar Ray Rangkuti, pria asal Mandailing Natal (Madina), yang terus mengikuti dinamika politik lokal jelang pilgub 2013.

Seperti PDIP, yang sudah ‘dimasuki’ sejumlah nama, seperti Chairuman Harahap, RE Nainggolan, dan AY Nasution sebagaimana disampaikan politisi PDIP, Yasonna H Laoly. Politisi gaek PDIP, Sabam Sirait, beberapa waktu lalu cerita, di suatu acara, duduk berdampingan dengan AY Nasution. “Oh, Pangkostrad. Katanya mau maju,” ujar Sabam Sirait.

AY Nasution tidak membantah cerita Sabam. Saat berjumpa Sumut Pos kemarin di Jakarta, AY Nasution tersenyum saat dimintai konfirmasi hal itu. Begitu pun, saat ditanya mengenai kabar bahwa dia bakal diusung Partai Demokrat, dia pun tersenyum. Jenderal yang punya kepribadian rendah hati itu banyak cerita, namun off the record, minta tidak diberitakan dulu.

Masih Tunggu Persetujuan Syamsul Arifin

Kabar menarik malah muncul dari DPD Golkar Sumut. Soal siapa yang akan diusung oleh partai ini untuk pilgubsu mendatang ternyata masih menunggu restu Gubernur nonaktif yang juga Ketua DPD Partai Golkar Sumut nonaktif Syamsul Arifin.

“Gus Irawan memang sudah terlihat merapat ke Golkar. Tapi Golkar belum ada sampai ke sosok-sosok itu. Nanti akan ada survey dari DPP. Kalau sudah ada nama pastinya, nanti calon itu sowan ke Datok (Syamsul Arifin, Red). Kalau Datok sudah setuju, Ical (Abu Rizal Bakrie, Red) pasti setuju. Datok masih sama, masih tetap kuat di Sumut,” ungkap fungsionaris Partai Golkar Sumut yang enggan disebutkan namanya ini, kemarin.

Bagaimana dengan kekuatan Akbar Tanjung di Sumut? Apakah akan berperan besar dalam penentuan calon yang akan diusung?
Terkait hal itu, sumber tersebut mengakui, Akbar Tanjung juga sosok yang memiliki kekuatan di Sumut. Tapi, dalam konteks kepartaian tetap saja keputusan nantinya ada di pimpinan partai yang telah dikomunikasikan dengan penasihat partai.

“Akbar Tanjung memang kuat di Sumut. Tapi tidak ada perbedaan-perbedaan siapa yang paling kuat, antara Akbar Tanjung ataupun Ketua DPP Abu Rizal Bakrie. Semuanya juga berdasarkan komunikasi yang terjalin, baik oleh pimpinan maupun oleh penasihat,” terangnya lagi.

Wakil Ketua DPRD Sumut dari Fraksi Golkar Chaidir Ritonga mengakui Akbar Tanjung secara psikologi memiliki kekuatan di Sumut. Namun, tetap saja sebagai pengambil kebijakan adalah Abu Rizal Bakri. Begitu halnya dengan Syamsul Arifin. “Antara Bang Akbar dan Datok (Syamul Arifin, Red), memiliki kedekatan psikologis di Sumut. Namun, tetap saja keputusan atau kebijakan tetap oleh ketua umum DPP, nantinya pada pengusungan calon setelah dilakukan survey oleh tim yang turun dari DPP,” urainya.

Terkait sosok yang diusung oleh Partai Golkar, Chaidir Ritonga juga menyatakan, belum ada kepastian siapa nama calon yang akan dimajukan pada Pilgubsu 2013 mendatang.

Semuanya, sambungnya, masih akan melalui tahapan-tahapan seperti survey dan sebagainya. “Belum ada, dan nantinya akan dilakukan survey oleh tim dari DPP. Jadi sejauh ini perkembangannya masih cair. Kecuali mungkin PKS yang sudah mulai ada titik terangnya, dan mengambil momen saat ini,” ungkapnya.

Ketika disinggung mengenai Gatot Pujo Nugroho yang sempat dibahas oleh Partai Golkar Sumut secara internal, serta beberapa nama lain yang mungkin mencuat untuk maju seperti, Ketua DPW PPP Sumut, Fadly Nurzal, Chaidir menyatakan perbincangan atau pembahasan itu adalah secara pribadi-pribadi.
“Ya, itu kan pendapat pribadi. Artinya, sah-sah saja siapa pun orangnya yang menyatakan, ini layak atau tidak layak. Namun, nantinya akan ada hasil survey yang dilakukan,” ungkapnya.(sam/ari)

Atasi Pendemo Kapoldasu Janji tak Pakai Peluru Tajam

Rencana aksi besar-besaran pada Senin (26/3) mendatang juga mendapat perhatian khusus Kapoldasu Irjen Pol H Wisjnu Amat Sastro. Bahkan, dia langsung mengumpulkan Rektor Universitas se-Kota Medan Jumat (23/3) malam di Hotel Hermes, Jalan Pemuda, Medan.

Pertemuan ini sebagai bentuk langkah menjaga situasi Kamtibmas yang kondufis di Sumatera Utara. “Mari duduk bersama, kita bahas bersama-sama. Buat di atas kertas dan ditandatangani. Serahkan ke Wakil Rakyat (DPR) biar mereka yang menyampaikan aspirasi rakyat Sumatera Utara, “ kata Wisjnu.
“Saya berharap semua elemen masyarakat membantu untuk menciptakan suasana kondusif,” tambah Wisjnu.

Menurut Wisjnu, Senin 26 Maret yang tinggal beberapa hari lagi harus disikapi dengan benar. Dikabarkan akan ada 63 elemen mahasiswa, buruh, LSM dan Organda melakukan aksi unjuk rasa turun ke jalan. Dalam mengatasi ini, Wisjnu mengaku dalam mengamankan aksi, personel polisi tidak akan menggunakan peluru tajam. “Kita hanya gunakan water canon dan tameng,” kata Wisjnu.

Sedangkan Pangdam I BB, Mayjen Lodewijk Freidrich Paulus yang juga hadir mengatakan, TNI akan turut membantu pihak kepolisian. “Kita akan mengerahkan anggota 10 batalion untuk membantu polisi,” kata Lodewijk.

Sementara itu, Rektor IAIN Prof Dr Nur Ahmad Fadil Lubis mengapresiasi pertemuan diusung Direktorat Binmas Polda Sumut dan Direktorat Intelkam Polda Sumut. Dikatakannya sebaiknya mahasiwa diberikan kegiatan positif agar tidak terkonsentrasi pada unjuk rasa 26 Maret nanti.

Ahmad mengatakan, ia sudah menugaskan  PR III  hadir di kampus untuk menindaklanjuti ke fakultas, dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Sementara, Rektor Unimed Prof  Dr Ibnu Hajar mengaku sudah mensosialisasikan hal tersebut jauh-jauh sebelumnya. “Kita membantu  dengan  imbau mahasiswa agar tidak keluar untuk melakukan  aksi ke jalan. Selain itu  Kampus juga dijaga, tidak boleh orang luar masuk, karena bahaya pihak ketiga ini sangat mempengaruh,” ujarnya.

“Jika mahasiswa melakukan kesalahan, maka aturan akan ditegakkan, ditegur, skor dan di DO,” tambahnya. (mag-5)

BBM Diangkut Malam Hari

Hindari Macet & Pembajakan dari Pengunjuk Rasa

BELAWAN-Aksi unjuk rasa mahasiswa dan masyarakat umum menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat Pertamina berpikir keras. Pasalnya, demonstrasi membuat distribusi BBM menjadi kacau. Tidak hanya karena lalu lintas jadi macet, beberapa truk pengangkut BBM pun sering dibajak pendemo.

Itulah sebab PT (Persero) Pertamina UPMS I Medan mulai kemarin, Jumat (23/3)  melakukan pendistribusian BBM bersubsidi ke SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) pada malam hari. “Berdasarkan perintah dari Pertamina, pendistribusian BBM ke SPBU dilakukan malam hari dari pukul 19.00 hingga 06.00 WIB. Ini dilakukan untuk menghindari kemacetan dan pembajakan truk tangki yang dilakukan pendemo di Medan,” kata Hendrik, Humas dan Pengawas PT Elnusa Petrofin Medan.

Diakuinya, aksi demontrasi penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi oleh pemerintah pusat belakangan ini sangat mengganggu aktivitas pendistribusian BBM ke SPBU di Medan dan luar kota Medan. “Belakangan ini tak jarang sopir truk tangki yang akan memasok BBM ke SPBU terjebak kemacetan dan dibajak para pendemo,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah perubahan jadwal pendistribusian BBM bersubsidi nantinya tidak akan menimbulkan kelangkaan bahan bakar di setiap SPBU? Hendrik mengatakan hal tersebut tidak akan berpengaruh. “Inikan sudah dikoordinasikan oleh pertamina ke SPBU, jadi stok BBM di SPBU masih aman dan kemungkinan besar tidak akan terjadi kelangkaan,” terangnya.

Sayang, kondisi di lapangan berkata lain. Terlihat, di sebagian SPBU yang ada di luar Medan sudah mulai memasang ‘Premium Habis’. Seperti yang terlihat di daerah Mandailing Natal. “Penyaluran BBM sudah sesuai dengan kuota. Jadi, tidak ada cerita bila SPBU kekurangan atau kehabisan premium. Nah, kalau seandainya hal tersebut terjadi, silahkan terjadi laporkan pada kita,” elak Asisten Customer Relations Fuel Retail Marketing PT Pertamina Region I Sumbagut, Sonny Mirath.

Sonny juga menegaskan, bila terjadi penyelewengan yang dilakukan oleh pengusaha SPBU, maka akan ditindak langsung. “Kalau ketahuan ada SPBU yang bermain, maka akan kita tindak, dengan memberikan sangsi berupa penghentian penyaluran BBM sementara waktu,” tambah Sonny.

Dirinya menegaskan, bila saatnya ini Pertamina telah bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengontrol SPBU, sehingga dapat mencegah terjadinya penimbunan BBM. Sonny juga menjelaskan di Kabupaten Madina saat ini sedang terjadi antrean panjang dalam pembelian BBM, hal ini dikarenakan jembatan penghubung antara Sumut dan Sumbar yang terletak di Desa Gunung Tua Lumban Pasar, Panyabungan putus. Sehingga terjadi pengalihan terminal BBM, yang juga menambah waktu untuk pengisian. “Karena jembatan putus, stasiun pengisian kita ubah, dari awalnya di Sibolga, berubah di Teluk Kabung di Padang. Nah ini memakan waktu, dari Sibolga 6 jam, tetapi sekarang menjadi 14 jam,” tambah Sonny.

Sementara itu, Tim Khusus dari Polda Sumut, Kombes Suhardono Budi Nugroho menyatakan bahwa Medan merupakan daerah yang aman dalam penimbunan BBM. Sedangkan daerah yang paling berpotensi dalam melakukan penimbunan sekitar 7 daerah di Sumut. “Pangkalansusu, Binjai, Kisaran, Belawan, Simalungun, dan Sibolga yang merupakan kebutuhan BBM nya sangat tinggi, ini yang akan berpotensi untuk penimbunan,” tambah Suhardono.

Lima Jalan Protokol Ditutup Saat Aksi

Seperti diberitakan, ada kabar soal demonstrasi besar-besaran yang akan digelar pada Senin (26/3) mendatang. Terkait itu, selain telah menyiapakan langkah antisipasi berupa penambahan personel, Polresta Medan juga akan menutup lima jalan protokol.

“Ya, ada sejumlah ruas jalan di Kota Medan ditutup dan dialihkan ke ruas jalan yang lainnya. Ruas jalan yang kita tutup adalah lokasi yang digunakan pengunjuk rasa untuk berorasi,” ungkap Kepala Satuan (Kasat) Lantas Polresta Medan Kompol M Risya Mustario kepada Sumut Pos, kemarin sekitar Pukul 15.00 WIB.

Jalan yang dimaksud pihak Polresta Medan adalah Jalan Zainul Arifin, Jalan Gatot Suboroto, Jalan Imam Bonjol, Jalan Raden Saleh, dan Jalan Dipenogoro. “Kita akan mengerahkan seluruh personel dan dibantu Dirlantas Polda Sumut untuk mengatur lalu lintas yang macet dan jalan yang dijadikan lokasi aksi,” tambah Risya.

Dia sudah menginstruksi seluruh anggotanya di Satlantas Polresta Medan untuk langsung menutup jalan dan mengalihkan kenderaan kalau melihat massa aksi. Karena itu, Risya mengimbau kepada warga Kota Medan untuk mengindari jalan yang diduga akan dipakai para pengunjuk rasa. “Ya masyarakat saya imbau untuk memilih ruas jalan yang tidak macet dan tidak dilintasi massa,” ungkapnya.

Soal demo pada Senin mendatang kembali ditegaskan oleh Kongres Rakyat Sumatera Utara (KRSU), Senin (26/3). “Sekarang ini jumlah riil yang sudah pasti akan ikut aksi ini berjumlah 15.874 orang. Dari konsolidasi kita, jumlahnya nanti diperkirakan sampai 50 ribu orang, bahkan bisa lebih karena kita terus konsolidasi,” kata Ahmadsyah, pimpinan aksi Kongres Rakyat Sumatera Utara, dalam konferensi pers di Medan, Jumat (23/3) siang.
Sedikitnya 51 elemen terdiri dari berbagai elemen masyarakat seperti buruh, tani, nelayan, supir, abang becak, dan mahasiswa akan bergabung dalam aksi Kongres Rakyat Sumatera Utara. “Demo yang kemarin-kemarin itu kan masih pemanasan. Nanti Senin semua bergabung. Jika pemerintah tidak juga membatalkan rencananya, demo bisa berlangsung berhari-hari,” papar Ahmadsyah.

Titik kumpul unjuk rasa besar-besaran ini adalah Lapangan Merdeka, Medan. Panitia aksi belum memastikan sasaran dan metode demonstrasi. Alasannya, hal itu masih dibahas. Namun, mereka menyatakan tidak ada skenario aksi anarkistis dalam aksi nanti.

Panitia aksi juga meminta maaf kepada kepada masyarakat, terutama sopir dan tukang becak, yang terganggu dengan adanya aksi unjuk rasa nanti. “Ini adalah konsekuensi dari sebuah aksi. Kami mohon maaf dan kami berharap masyarakat memahami,” ujar Ahmadsyah.

Panitia mengaku tidak punya target lain di luar memaksa pemerintah untuk membatalkan rencana menaikkan harga BBM pada 1 April mendatang. Mereka juga tidak ingin kegiatan ekonomi di Medan lumpuh saat unjuk rasa berlangsung. “Kami tidak provokatif dan tidak akan anarkis. Tapi kita tidak tahu jika kawan-kawan sopir yang tergabung dalam Kesper memilih mogok seperti pada 1998 lalu,” ujar Pahala Napitupulu, salah seorang panitia aksi Kongres Rakyat Sumatera Utara.

Mereka juga meminta aparat kepolisian maupun TNI yang dilibatkan dalam pengamanan aksi untuk tidak bertindak represif. “Selama ini kami melihat aparat keamanan takut dan hati-hati sekali dalam setiap aksi. Sebenarnya ketakutan itu tidak perlu. Jika takut, pemerintah cukup membatalkan rencananya menaikkan harga BBM,” imbuh Pahala.

Kembali Pahala Napitulu ketua dari Serikat pekerja seluruh Indonesia (SPSI) 1992 kepada Sumut Pos mengatakan dirinya akan juga membawa massa dari buruh dan warga Sari Rejo Medan Polonia untuk bergabung dalam aksi ini, massanya akan berorasi di depan Bandara Polonia Medan.”Kita akan berorasi di depan Polonia, selain itu massa akan mendatangi Kantor DPRD Sumut dan Kantor Gebernur,” sebutnya.

Saat disinggung apakah massa, ada berniat untuk melumpuhkan aktivitas Bandara Polonia, dirinya mengatakan tidak. Mereka hanya hendak mendatangi Danlanud, pasalnya kantor Danlanud dekat bandara Polonia Medan. Selain aksi menolak kenaikan BBM, dirinya akan menanyakan persoalan tanah di Sarirejo kepada Danlanud.(mag-17/ram/gus)