Home Blog Page 13721

Tiga Pelaku Bom KBRI Ditangkap

PARIS- Tiga pelaku pengeboman Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris, diringkus kepolisian Prancis. Namun belum diketahui seperti apa proses penangkapan ketiga pelaku peledakan bom tersebut.

“Ketiga tersangka pengeboman di depan kantor KBRI itu tengah menjalani pemeriksaan oleh satuan anti-terorisme dari Brigade Kriminal Paris,” demikian dilaporkan radio Prancis Europe 1 seperti dikutip Punch Kamis, (22/3).

Sementara menurut Badan Intelijen Negara (BIN), pelaku pengeboman di KBRI Paris tersebut merupakan teroris. “Itu teroris di Perancis sana,” ujar Kepala BIN Letjen TNI Marciano Norman di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, kemarin.

Saat ini, lanjut Marciano, pihak intelijen dan Kepolisian Prancis sedang mengembangkan kasus peledakan tersebut. “Sehingga kita harapkan ke depan, kita bisa mendapatkan informasi yang lebih rinci,” tuturnya.

Saat ini, kantor KBRI mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian Perancis. “Aparat kepolisian di Perancis memberikan pengamanan,” katanya. Marciano berharap untuk peledakan kali ini pelaku bisa ditangkap. Pasalnya waktu pengeboman di tahun 2004 pelaku tidak terungkap.
“2004 kan juga terjadi ledakan di dekat KBRI dan itu sampai sekarang tidak terungkap siapa pelakunya,” katanya.

Marciano juga mengungkapkan kronologis meledaknya bom di KBRI Paris tersebut. “Pertama, bom itu diletakkan di tempat sampah di KBRI. Sepuluh menit kemudian, ada orang yang datang dan mengambil bom itu dan dipindahkan ke seberang KBRI. Baru, sesaat kemudian terjadi ledakan,” ujar Marciano.(c10/ttg/jpnn)

Kejagung Geledah Kantor Dispenda Batubara

Terkait Kasus Raibnya Uang Kas Senilai Rp80 Miliar

LIMAPULUH- Tim penyidik Kejaksaan Agung melakukan penggeledahan di kantor Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (Dispenda) Batubara, Kamis (22/3). Pantauan Metro Asahan (grup Sumut Pos), Kantor Dispenda yang terletak di Desa Pematang Panjang, Kecamatan Air Putih, Batubara, didatangi tujuh penyidik Kejagung dipimpin Alex Rahman dan didampingi Kasi Intel Kejari Kisaran Rudi Parhusip SH. Penyidik Kejagung menyita sejumlah berkas terkait aliran dana Rp80 miliar.

Kepada wartawan, Alex Rahman mengatakan, kedatangan mereka untuk mengambil dokumen aliran dana Rp80 miliar seperti yang dibeberkan Abdul Rahman saat pemeriksaan di Kejagung.

Menurut Alex, setelah melakukan penggeledahan dan pemeriksaan terhadap berkas yang sudah disita, administrasi keuangan di Dispenda sangat buruk. Di mana, banyak dokumen yang diminta penyidik tidak dapat diperlihatkan. Bahkan, dia menduga ada oknum tertentu telah menghilangkan beberapa dokumen sehingga penyidik tidak mendapatkannya.

Alex mengungkapkan, pihaknya sudah memeroleh keterangan dari Abdul Rahman dan Ibrahim yang ditangkap beberapa waktu lalu. Dari keduanya, sudah diketahui ke  mana saja aliran dana Rp80 miliar bahkan sudah mengarah kepada oknum-oknum yang terlibat. “Dalam waktu dekat akan ada pengembangan, dan dimungkinkan akan ditetapkan tersaka baru,” tegas Alex.

Diungkapkan Alex, penyitaan berkas dari Dispenda saat ini adalah berkas-berkas terkait rekening penampung aliran dana yakni CV Jumbo. Di mana diketahui di rekening CV Jumbo didapati uang Rp5,6 miliar.

Dijelaskan Alex, selama ini orang yang menyuruh Abdul Rahman dan Ibrahim melarikan diri adalah Yos Rauke dan
Fadil Kurniawan. Dalam pelariannya, Abdul Rahman dan Ibrahim mendapat pasokan dana dari Yos Rauke dan Fadil. “Meskipun Yos Rake dan Fadil dipenjara, ada kaki tanggannya yang terus mengirim dana kepada Abdul Rahman dan Ibrahim,” katanya.

Disebutkan Alex, kronologis dan konstruksi kasus raibnya  Rp80 miliar sudah jelas kesalahannya bukan berada pada Bank Mega melainkan kesalahan, karena Pejabat Batubara telah divonis bersalah atas kasus korupsi dan pencucian uang itu. Sebab, penempatan uang yang dilakukan para pelaku sudah salah karena tidak menempatkan uang pemerintah di bank negara.

Ditambahkan Alex, pihaknya juga sudah melakukan pemanggilan terhadap anggota DPRD Batubara Buyung untuk dimintai keterangan terkait kasus itu, namun untuk Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain masih menunggu hasil pengembangan.

Rudi Parhusip ketika ditanyai terkait kasus itu mengatakan, dirinya hanya mendampingi tim penyidik yang datang menyita beberapa dokumen dari Dispenda Batubara.

Agus Ba’aka anggota tim penyidik yang ikut menggeledah kantor Dispenda menegaskan, pihaknya memiliki komitmen mengungkap kasus raibnya kas Batubara itu.(ck-1/smg)

Rossa Bersyukur Album Bundling Laris

Belakangan banyak penyanyi dan musisi papan atas tanah air yang memercayakan penjualan CD album mereka ke KFC. Dua pihak itu melakukan bundling dengan menjual CD bersama dengan paket makanan yang mereka tawarkan.

Rupanya, cara seperti itu diminati di tengah menurunnya penjualan fisik album. Dengan bundling, terjadi lagi penjualan album fisik yang mencapai jutaan kopi dalam hitungan bulan.

Para musisi dan penyanyi pun melihat itu sebagai sebuah harapan. Pada  (21/3) di KFC Kemang, Jakarta Selatan, beberapa wakil hits maker dan petinggi label musik datang dan duduk semeja untuk mendiskusikan fenomena tersebut. Ada Rossa, Ahmad Dhani, Melly Goeslaw, dan Anto Hoed yang merupakan wakil artis. Dhani dan Rossa sendiri sudah lebih dulu melakukan bundling dengan restoran fast food itu. Kemudian, Melly dalam proses bergabung.

Album The Best of Rossa sudah terjual satu juta keping dalam kurun waktu 3,5 bulan. Melihat fakta itu, ibu satu anak tersebut merasa bersyukur. “Saya bersyukur sekali ya. Awalnya, memang banyak yang meragukan. Tapi, setelah ngobrol dengan manajemen, saya bilang, pokoknya saya mau album saya dijual bundling. Sebab, saya tahu restoran ini menjangkau semua lapisan masyarakat. Outlet-nya juga banyak di seluruh Indonesia,” katanya.
Rossa kini masuk dalam program Million Club yang dibuat KFC. Itu semacam program yang dibuat untuk menggairahkan industri musik. Artis-artis yang tergabung dalam komunitas tersebut adalah artis hasil seleksi ketat dengan parameter tertentu. Di antaranya, top rating di program TV dan radio. Dhani sebagai artis sekaligus produser melihat ini sebagai sebuah lapangan baru di industri musik.

“Lapangan baru itu, kalau misalnya main bola, kan masih asyik, ya. masih hijau. Meski tempatnya terbatas, ini merupakan langkah bagus. Apa yang dilakukan sudah bisa menyelamatkan industri CD di Indonesia. Saya bilang industri CD ya, bukan musik. Sebab, kalau musik kan, nggak cuma jualan CD. Jadi, mulai sekarang, stop menjelek-jelekkan jual CD lewat restoran yang jual ayam,” terang dia.

Melly Goeslaw yang juga akan merilis albumnya di jalur yang sama bisa disebut sebagai musisi yang pernah mengalami kejayaan penjualan kaset dan CD saat penjualan secara konvensional masih berjalan lancar.

“Di era 90-an, saya pernah punya album yang satu hari habis terjual 20 ribu kopi. Sampai-sampai, kalau datang ke toko kaset dan CD, mereka memasang tulisan, CD Melly habis. Tapi, sekarang udah berbeda banget kondisinya. Mungkin, udah ada beberapa orang yang di PHK gara-gara ini. Karena penjualan CD menurun drastis, tenaga kerja yang biasanya melipat cover CD udah nggak dipakai lagi,” curhatnya.

Lebih dari itu, lanjut Melly, yang sangat merugi adalah komposer. Sebab, mereka tidak punya lahan lagi untuk bekerja. “Komposer itu dapat uangnya dari membuat lagu. Kalau penyanyi sih, masih bisa dapat penghasilan dari manggung. Komposer kan nggak ada manggung. Nah, kalau jualan album aja susah, kan jadi pikir-pikir kalau mau buat lagu,” urainya. (jan/c14/ayi/jpnn)

April, Tunjangan Profesi Guru Cair

JAKARTA- Para guru penerima tunjangan profesi pendidik (TPP) tidak perlu lama-lama menunggu rapelan pencairan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta TPP dicairkan tepat waktu. Yaitu dirapel tiga bulan sekali. Untuk tahap pertama, dijadwalkan cair bulan depan.
Mendikbud Mohammad Nuh menjelaskan, tahun ini tidak perlu lagi ada kasus keterlambatan pencairan TPP. Selain itu, dia berharap skenario pencairan TPP yang dirapel tiga bulan sekali tidak kacau seperti tahun lalu. Dia menjelaskan, tahun ini diharapkan seluruh guru penerima TPP tidak lama-lama menunggu pencairan rapelan.

Dia menjelaskan, pada tahap pertama TPP diterima April depan. TPP yang dikucurkan bulan depan itu merupakan rapelan sejak Januari, Februari dan Maret. Sedangkan untuk tahap kedua nanati, TPP dijadwalkan cair pada Juli. Lalu untuk tahap ketiga TPP cair pada Oktober. Kemudian gelombang terakhir pencairan TPP peride 2012 dijadwalkan Desember. “Harus dipaskakan untuk bisa dicairkan sesuai aturan. Yaitu dirapel tiga bulan sekali,” tegas mantan Rektor ITS itu.

Dia mengatakan, tahun lalu masih ada keluhan jika TPP dicairkan setahun sekali. Sekitar penghujung Ramadhan menjelang Idul Fitri. Muncul dugaan, uang yang sejatinya sudah disetor oleh pemerintah pusat ini ditimbun dulu oleh pemerintah kabupaten atau kota untuk dikeruk bunga simpanannya.
Nuh mengatakan, mulai tahun ini pihaknya akan memantau lebih dalam terkait pencairan TPP ini. Dia sudah berkoordinasi dengan Inspektorat Jendral (Itjen) Kemendikbud untuk menelusuri jika ada pencairan TPP yang nyangkut. Kerja dari Itjen Kemendikbud ini akan melihat perkembangan pada April nanti. Jika ternyata sudah tersalurkan ke guru, maka proses pencairan TPP sudah berjalan baik. Sebaliknya, jika masih ada guru yang belum menerima TPP berarti ada persoalan di daerah.

Sementara terkait persoalan klasik yaitu jumlah nominal TPP tidak sama dengan gaji pokok Nuh mengatakan terkendalam persoalan pendataan. Dia mengatakan, TPP untuk pencairan 2012 ini sudah disusun pada atau direncanakan pada 2011 lalu.

Sehingga, data yang digunakan adalah gaji guru PNS pada 2011. Tapi, pada kenyataannya selama 2012 telah terjadi kenaikan pangkat pada sejumlah PNS. Nah, di sinilah letak persoalan ini. Dia masih terus berkoordinasi mencai formulasi untuk mengantisipasi ketidak cocokan antara nominal TPP dengan gaji pokok PNS.(wan/jpnn)

Naik, Harga 170 Jenis Obat Generik

JAKARTA- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah mengevaluasi harga obat generik akibat kenaikan harga BBM. Dari evaluasi itu, sebanyak 34 persen dari 498 obat generik yang mengalami kenaikan harga. Data dari Kemenkes menyebutkan, sebanyak 170 jenis obat generik mengalami kenaikan harga.

Meski kenaikan hanya sebatas itu, Kemenkes menemukan banyak juga obat-obatan generik yang justru dijual di bawah rata-rata harga Harga Eceran Tertinggi (HET). Namun, tidak semua pihak setuju dengan kenaikan harga obat tersebut. Salah satunya, anggota Komisi IX, Chusnunia, menyatakan kenaikan harga obat berkisar 6 persen-9 persen, semakin memberatkan warga miskin.

“Kenaikan upah minimum sangat tidak seimbang dengan kenaikan harga barang-barang, sudah harga BBM akan naik, obat generik malah naik duluan, semakin memberatkan mereka. Diibaratkan sudah jatuh tertimpa tangga” ungkapnya di Jakarta, kemarin (22/3).

Politikus PKB tersebut menuturkan, harga kenaikan BBM yang turut menjadi pertimbangan, seharusnya masuk dalam antisipasi perencanaan keuangan pemerintah. “Kalau ada kebijakan efisiensi 10 persen, seharusnya juga dialokasikan untuk obat generik, agar tak menjadi alasan kenaikan harga” ujar Chusnunia.

Seperti diketahui, Kemenkeu menerbitkan surat tentang kebijakan efisiensi 10 persen dari APBN 2012. Karena itu, lanjut dia, pengalihan subsidi BBM harus tepat sasaran dan bidang kesehatan harus jadi prioritas.

Menurut dia, persebaran distribusi obat belum merata secara maksimal. “Kemenkes juga harus memberikan imbauan masif kepada apotek-apotek yang tidak mengutamakan memberikan obat generik, jika bisa dilakukan tindakan tegas. Harga obat bermerek juga tidak boleh luput dari pengawasan Kemenkes. Harga eceran tertinggi harus betul-betul dijalankan, bukan sekedar aturan di atas kertas” imbuh dia.

Seperti diketahui, pada 23 Februari lalu Kemenkes mengeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) No 092 / 2012. Dalam Kepmenkes tersebut diatur kenaikan harga obat generik yang dikaitkan dengan pembatasan BBM bersubsidi, kenaikan bahan baku obat, dan kenaikan upah minimal regional. Namun, kenaikan harga tersebut hanya diterapkan pada 170 obat. Sementara harga pada 327 jenis obat malah turun. Hanya 34% dari seluruh jenis obat yang akan mengalami kenaikan harga.

Dari 170 jenis obat yang HET nya naik, 28 item adalah sediaan injeksi dengan rata-rata kenaikan harga per item sebesar Rp 343; sebanyak 123 jenis tablet dan kapsul naik rata-rata Rp 31; sebanyak 8 item sirup rata-rata naik sebesar Rp 30, dan 3 macam salep dengan rata-rata kenaikan Rp 221. Dengan demikian kenaikan harga obat tersebut berkisar 6 persen hingga 9 persen. (ken/jpnn)

Dahlan Iskan, Hati dan Tubuh Semakin Menyatu

Kabar gembira berhembus dari Tiongkok. Hasil check up Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan di Tianjin, Tiongkok, menunjukkan kondisi kesehatannya sangat prima.

Dahlan mengatakan, hasil check up di Rumah Sakit Transplant Center di Tianjin, sudah keluar pada Rabu (21/3) malam dan dinyatakan sangat-sangat baik. Tekanan darah 90/120, kolesterol 4,6 (normal 2,4-5,7), SGOT 21, SGPTt 17 (tidak boleh melebihi 42), dan gula darah 4,5 (normal 3,9-6,1). “Alhamdulillah, semua menunjukkan standar kesehatan prima,” ujarnya melalui email, Kamis (22/3).

Selain itu, lanjut Dahlan, indikator lainnya seperti jantung, prostat, dan ginjal, semuanya normal. Dan yang paling penting, tingkat Tacrolimus sebesar 4. Itu menandakan sama sekali tidak terjadi penolakan tubuhnya atas kehadiran hati barunya. “Hati baru yang kini berumur 25 tahun itu sudah semakin menyatu dengan tubuh saya dan hati tersebut berfungsi dengan sangat baik,” katanya. Sebagaimana diketahui, lima tahun lalu, Dahlan menerima transplantasi hati dari seorang anak muda berumur 20 tahun.

Menurut Dahlan, selama hampir lima tahun terakhir, setiap kali check up, indicator kesehatannya hampir sama di sekitar angka itu. Karena itulah, Dahlan berani menunda-nunda check up sampai 8 bulan.

Dahlan menceritakan, Prof Shen Zhong pendiri, dirut, dan scientist tranplantasi liver di rumah sakit Di Yi Zhongxin Yiyuan Tianjin yang dulu memimpin operasi ganti hati Dahlan, sampai geleng-geleng kepala melihat hasil check-up tersebut. “Dia mengatakan, ini lebih sehat dari saya sendiri,” ucapnya.(owi/jpnn)

Tujuh Anggota KPU Terpilih

JAKARTA- Komisi II DPR telah merampungkan pemilihan calon anggota KPU untuk periode 2012-2017. Dalam pemilihan yang dipimpin langsung Ketua Komisi II Agun Gunandjar ini, setiap anggota komisi berhak untuk memilih tujuh kandidat yang ada.

Sigit Pamungkas dan Ida Budiati mendapatkan perolehan suara terbanyak dengan sama-sama mengoleksi 45 suara. Berikut tujuh komisioner KPU hasil voting yang dihadiri oleh 53 anggota Komisi II pada Kamis (22/3) malam.

Sigit Pamungkas mendapatkan 45 suara, diikuti Ida Budiati yang juga memperoleh 45 suara, kemudian Arif Budiman dengan 43 suara, Husni K Manik 39 suara, Ferry Kurnia Rizkiyansyah 35 suara, Hadar Nafis Gumay 35 suara, dan Juri Ardiantoro 34 suara.

Sementara ketujuh calon anggota KPU yang kalah dalam perolehan suara adalah Hasyim Asy’ari dengan 32 suara, Ari Darmastuti 31 suara, dan Enny Nurbaningsih 23 suara, Mohammad Najib 3 suara, Zainal Abidin 1 suara Mohammad Adhy Syahputra Aman 1 suara dan Evie Ariadne Shinta Dewi yang tak mendapat suara sama sekali.

Setelah penghitungan suara pemilihan anggota KPU, Komisi II melanjutkan penghitungan suara untuk memilih 5 dari 10 calon anggota Badan Pengawas Pemilu. (net)

Orang Batak di Mentawai Luar Biasa

Bupati Mentawai Yudas Sabaglet

JAKARTA- Dari total sekitar 80.000 jiwa penduduk di Kabupaten Kepulauan Mentawai, ternyata hampir 20 persennya merupakan orang batak. Dan luarbiasanya sebagaimana dikemukakan Bupati Mentawai, Yudas Sabaglet kepada koran ini beberapa waktu lalu, mayoritas dari orang batak tersebut, berperan cukup luarbiasa bagi kemajuan Mentawai.

Apalagi ternyata menurut Yudas, sejak awal masuknya orang batak ke Mentawai sekitar tahun 1960-an lalu, mereka berperan sebagai penginjil. Dan ditengah peran tersebut, uniknya selalu dipadukan dengan mengembangkan pola pikir masyarakat, yaitu dengan memberi pengajaran-pengajaran ilmu pengetahuan. Baik terkait masalah pertanian, kesehatan dan banyak hal-hal lainnya. Makanya tidak heran jika kemudian, banyak orang batak di Mentawai saat ini menurut Yudas, yang berprofesi sebagai guru.

Selain tentunya banyak juga yang berprofesi  sebagai pedagang maupun pegawai negeri sipil lainnya. Dan hasilnya, berkat peran nyata orang batak, banyak SDM asli Mentawai yang telah berhasil mengantongi ijazah setingkat sarjana, S2 maupun hingga S3. “Jadi sangat luarbiasa perannnya. Karena tidak hanya secara rohani semata, tapi juga mengajarkan ilmu pengetahuan seperti terkait pelatihan pertanian, kepemimpinan dan lain sebagainya.”

Karenanya, mengingat hal ini, tidak heran jika kemudian bupati yang resmi dilantik pada Desember 2011 lalu ini, mengakui, keberadaan orang Batak di Kepulauan Mentawai sudah begitu menyatu dengan masyarakat setempat. Bahkan sampai-sampai beberapa waktu lalu, ada orang batak yang terpanggil maju mencalonkan diri sebagai calon wakil bupati pada pemilihan kepala daerah.

Yudas justru melihat hal ini sangat  lumrah. Dan dengan berbesar hati di kepemimpinannya, ia memastikan akan merangkul orang Batak untuk bersama-sama membangun Mentawai. “Karena menurut saya kita sekarang ini sama-sama masyarakat Mentawai. Dan agar Mentawai dapat maju, tidak mungkin selalu mengharapkan bantuan dari luar. Jadi harus kita semua yang membangunnya. Kalau bukan kita siapa lagi,”ungkapnya.
Yudas mengungkapkan hal ini, karena diketahui sebelumnya, bencana tsunami cukup memporak-porandakan kepulauan terluar wilayah Indonesia ini. “Saya sangat berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu Mentawai pascatsunami. Karena tanpa bantuan dari semua pihak, mungkin kita akan sangat sulit untuk bangkit kembali.”(gir)

Budayakan Saling Menasihati

Oleh:
Ahmad Ilyas SAg

“Demi masa, sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh yang saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran.” (QS. Al-’Asr :1-3)

Selain tugas mulia dan suci ini, para nabi banyak disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai pemberi nasihat. Hal ini disebabkan karena manusia tidak cukup hanya menerima risalah dakwah Islam. Akan tetapi juga membutuhkan pemberi nasihat dan peringatan dalam hidupnya, karena manusia adalah mahluk pelupa dan pelalai, bahkan makhluk yang banyak berbuat kesalahan.

Semangat surat Al-Asr ini menjelaskan keharusan setiap orang untuk beriman dan beramal saleh, jika ingin selamat baik di dunia maupun di akhirat. Bahkan iman dan amal saleh saja ternyata masih merugi, sebelum menyempurnakannya dengan semangat saling memberi nasihat dan bersabar dalam mempertahankan iman, meningkatkan amal saleh, menegakkan kebenaran dalam menjalankan kehidupan ini.
Sedemikian pentingnya prinsip “saling memberi nasihat” dalam ajaran Islam, maka setiap manusia pasti membutuhkannya, siapapun, kapanpun, dan di manapun dia hidup. Layaklah kalau dikatakan bahwa “saling memberi menasihat “ adalah sebagai sebuah keniscayaan yang harus ada pada setiap Muslim.

Namun sangatlah disayangkan jika ada di antara kita yang menganggap sepele soal nasihat ini. Atau merasa dirinya sudah cukup, sudah pintar, sudah berpengalaman sehingga tidak lagi butuh yang namanya nasihat dari orang lain. Padahal dengan menerima nasehat dari orang lain pertanda adanya kejujuran, kerendahan hati, keterbukaan dan menunjukkan kelebihan pada orang tersebut.

Kalimat “nasaha” yang artinya nasihat, makna dasarnya adalah menjahit atau menambal dari pakaian yang sobek atau berlubang. Maka orang yang menerima nasihat artinya orang tersebut siap untuk ditutupi kekurangan, kesalahan, dan aib yang ada pada dirinya. Sedangkan orang yang tidak mau menerima nasehat menunjukkan adanya sifat kesombongan, keangkuhan, dan ketertutupan pada orang tersebut. Nabi Saw bersabda:

Dari Abi Amer atau Abi Amrah Abdullah, ia berkata, Nabi saw. bersabda, “Agama itu adalah nasihat.” Kami bertanya, “Untuk siapa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Untuk Allah, untuk Kitab-Nya, untuk Rasul-Nya, untuk para pemimpin umat Islam dan orang-orang biasa.” (HR. Muslim)

Dari hadist di atas dapat kita pahami bahwa memberi dan menerima nasihat adalah berlaku untuk manusia, siapapun dia, apapun kedudukan dan jabatannya, tanpa kecuali. Hadist ini juga menjelaskan kepada kita bahwa agama akan tegak manakala tegak pula sendi-sendinya. Sendi-sendi itu adalah saling menasehati dan saling mengingatkan antara sesama Muslim dalam keimanan kepada Allah, keimanan kepada Rasul, dan keimanan kepada Kitab-Nya. Artinya, agar kita selalu berpegang teguh pada nilai-nilai kebenaran dari Allah dan Kitab-Nya dan mentauladani sunah-sunah Rasul-Nya.
Agama adalah nasihat bagi Allah Swt, artinya; Sendi agama adalah beriman kepada-Nya, tunduk dan berserah diri kepada-Nya lahir dan batin, mencintai-Nya dengan beramal shalih dan mentaati-Nya, menjauhi semua larangan-Nya serta berusaha untuk mengembalikan orang-orang yang durhaka agar bertaubat dan kembali kepada-Nya.

Sedangkan agama nasihat bagi Rasulullah Saw maksudnya adalah; sendi tegaknya agama adalah dengan meyakini kebenaran risalahnya, mengimani semua ajarannya, mengagungkannya, mendukung agamanya menghidupkan sunnah-sunnahnya dengan mempelajarinya dan mengajarkannya, berakhlaq dengan akhlaqnya, mencintai keluarganya, sahabatnya dan para pengikutnya. Agama adalah nasihat bagi para pemimpin umat Islam, maksudnya adalah bahwa tegaknya agama dengan mendukung dan mentaati mereka dalam kebenaran, mengingatkan mereka dengan kelembutan bila lalai atau lengah, meluruskan mereka bila salah.

Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT mengisahkan tentang bagainama Nabi Musa as, seorang nabi dan rasul yang ternyata dapat menerima nasehat dari salah seorang kaumnya.

“Dan datanglah seorang laki-laki dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata: Hai Musa, sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu, sebab itu keluarlah (dari kota ini), sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasehat kepadamu. Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut, menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa: Ya Tuhanku selamatkanlah aku dari orang-orang yang dzalim itu.” (QS. Al-Qashash: 20-21)

Para salafus shalih telah memberikan contoh luar biasa kepada kita dalam hal saling menasihati. Sebagai contoh adalah apa yang pernah dilakukan Umar bin Al Khatab ra, pada suatu kesempatan ketika banyak pembesar sahabat yang mengelilinginya tiba-tiba salah seorang sahabat berkata: “Ittaqillaha ya Umar.” (Bertaqwalah kepada Allah wahai Umar!) Para sahabat yang mengetahui kedudukan keislaman Umar marah kepadanya, namun Umar ra mencegah kemarahan sahabat-sahabatnya seraya berkata: Biarkanlah dia berkata demikian, sesungguhnya tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak mau mengatakannya, dan tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak mau mendengarnya.”

Itulah Umar yang termasuk dalam golongan sepuluh orang yang mendapat kabar gembira dijamin masuk surga, beliau sangat perhatian terhadap setiap nasihat yang benar yang ditujukan kepadanya. Lalu bagaimana dengan kita yang orang biasa yang bukan Nabi dan Rasul? Sudah barang tentu sangatlah membutuhkan nasehat. Kita senantiasa membutuhkan nasehat dari orang lain. Demikian juga harus bersedia memberi nasihat kepada orang lain yang memohon nasehat kepada kita.

“Hak seorang muslim pada muslim lainnya ada enam: jika berjumpa hendaklah memberi salam; jika mengundang dalam sebuah acara, maka datangilah undangannya; bila dimintai nasihat, maka nasehatilah ia; jika memuji Allah dalam bersin, maka doakanlah; jika sakit, jenguklah ia; dan jika meninggal dunia, maka iringilah ke kuburnya.” (HR. Muslim)

Dengan saling menasehati antara kita, maka akan banyak kita peroleh hikmah dan manfaat dalam kehidupan kita. Akan banyak kita temukan solusi dari berbagai persoalan, baik dalam skala pribadi, keluarga, masyarakat bangsa bahkan Negara. Karenanya nasehat itu sangatlah diperlukan untuk menutupi kekurangan dan aib yang ada di antara kita. Karena nasehat itu dapat memberi keuntungan dan keselamatan bagi yang ikhlas menerima dan menjalankannya.

Karena saling menasehati itu dapat melunakkan hati dan mendekatkan hubungan antara kita.

Saling menasehati antara sesama muslim terasa semakin kita perlukan, terutama ketika tersebar upaya menfitnah adu domba antara sesama muslim yang datang dari orang-orang kafir, munafik, dan orang-orang fasik yang ingin melemahkan umat Islam sebagai penduduk terbesar negeri ini. Mereka tidak senang terhadap kesatuan dan persatuan umat Islam.

Demikian pula ketika mendekati hari-hari menjelang pesta demokasi seperti pilkada, pilgub, pemilihan umum, dan sebagainya. Terkadang panasnya suhu politik menyulut sikap orang in-rasional (tidak rasional) dan emosi di tengah masa, bahkan dapat mengarah ke sikap anarkhis dan merusak. Dalam situasi seperti itu, kita sering lupa akan makna ukhuwah Islam.

Lupa tugas amar ma’ruf nahi mungkar dan lupa tugas dan kewajiban untuk saling menasehati dengan cara saling kasih sayang antara kita.
Semoga Allah swt. senantiasa memberikan pemahaman kepada kita akan arti pentingnya saling memberi nasehat antara kita. Semoga kita mampu memberi nasehat dan senang menerima nasehat dari siapapun, selama tidak bertentangan dengan nilai kebenaran dan kabaikan, sehingga kita dapat terhindarkan dari bahaya adu domba dan fitnah yang dapat memecah belah umat Islam, masyarakat, bangsa, dan Negara. Wallahu a’lam bish-showwab. (*)

Ketua PERSIS (Persatuan Islam)
Kecamatan Medan Johor, Staf
pengajar di SD Islam An-Nizam
Medan dan Pemerhati Pemuda dan Remaja Kota Medan.

Umat Islam Jangan Buta Teknologi

Seiring perkembangan zaman, kemajuan teknologi pun semakin canggih. Karenanya, umat Islam harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dan informasi di era globalisasi sekarang ini. Apalagi, ajaran Islam bersifat universal dan selalu dibutuhkan dalam perkembangan zaman.

Demikian dikatakan H Fadly Nurzal SAg pada acara pengajian akbar di Masjid Nurul Huda, Desa Tambirejo Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, belum lama ini.

Fadly Nurzal yang juga Ketua DPW PPP Sumatera Utara mengatakan, perkembangan informasi dan tekhnologi tidak boleh dihindari, tapi harus dihadapi. Tidak bisa ditolak, tapi harus disimak. Mengikuti perkembangan tekhnologi secara keliru, bisa berdampak celaka, namun memanfaatkan teknologi untuk kepentingan umat Islam bahkan dakwah, akan membawa manfaat besar.

“Untuk itu, umat Islam harus mempersiapkan diri menghadapi perkembangan tekhnologi dan informasi tersebut,” kata Fadly.

Lebih lanjut, Fadly mengungkapkan, saat ini segmentasi generasi muda merupakan kelompok yang paling rentan dalam kemajuan tekhnologi dan informasi. Kendatipun, generasi mudalah yang paling diharapkan memanfaatkan teknologi untuk kepentingan dan kemaslahatan.
“Karena itu, masa depan anak-anak kita, masa depan generasi Islam tergantung sejauh mana orangtua mampu memberikan pemahanan dan wawasan sekaligus menjadi sahabat buat anak-anaknya, dalam menghadapi perkembangan zaman yang begitu cepat dan pemanfaatan teknologi untuk kebaikan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Desa Tambirejo Timur Joko Susilo mengimbau seluruh orangtua agar lebih peduli terhadap lingkungan dan perkembangan generasi muda. Hal itu penting, mengingat generasi muda saat ini sudah banyak dipengaruhi berbagai budaya serta perilaku yang tanpa saring.
Dibagian lain, Ketua PAC PPP Kecamatan Percut Sei Tuan Ustadz Misnan Al Jawi SH MA yang bertindak sebagai pemberi tausiyah mengatakan, hanya islamlah agama yang mengatur seluruh sendi kehidupan manusia. Karena itu, berbanggalah kita sebagai umat Islam.

Misnan juga menyebutkan, untuk menyelamatkan generasi muda ke depan kita membutuhkan pemimpin yang memahami kondisi riil dan kebutuhan generasi muda Islam. Untuk, umat Islam harus bersatu membentuk kekuatan besar untuk mewujudkan pemimpin  yang kita harapkan.(ade)