Home Blog Page 13732

Pemuda Pancasila Karo Dituntut Kreatif

KARO-Kader Pemuda pancasila, yang merupakan bagian dari masyarakat luas, dituntut  kreatif sehingga dapat   memberikan contoh, masukan, gagasan, ide dan pemikiran yang brilian. “Sekaranglah saatnya pemuda, khususnya Pemuda Pancasila, menunjukan jati diri dengan kreatifitasnya,” ujar Ketua MPC Pemuda Pancasila Kab Karo, Drs Joy Harlim Sinuhaji kepada wartawan, usai pelantikan Pimpinan Ranting Pemuda Pancasila Gundaling I Berastagi, Sabtu (17/3) malam.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Nonink ini mengatakan, jika Kader Pemuda Pancasila Kabupaten Karo, mampu menunjukan jati diri dengan kreatifitasnya, maka selain turut mengisi pembangunan, secara tidak langsung juga akan membawa hasil yang positif bagi banyak pihak.

Pengurus yang dilantik Ketua Sutrisno K, Sekretaris Robby Fernando Ketaren, Bendahara Naksa Irsan Ginting dan 45 pengurus lainnya  serta 23 orang anggota. Dalam kata sambutannya, Pimpinan Ranting Pemuda Pancasila Gundaling I, Sutrisno K mengatakan, siap membesarkan organisasi dan akan merebut hati masyarakat. (*/wan)

FORKI Sumut Terus Genjot Atletnya

MEDAN- Setelah sukses menjalani Pra PON pada Bulan Desember lalu di Batam, kini para karate Sumut terus melakukan persiapan guna mengikuti berbagai even tingat nasional, salah satunya even yang digagas  Mahesa Paskah Sulawesi Utara awal Mei mendatang.

“Kita akan terus meningkatkan intensitas serta kualitas berlatih para karateka hingga saat pertandingan nanti,” bilang Delpinus Rumahorbo, pelatih yang juga Kabindbi FORKI Sumut kepada Sumut Pos di GOR PPLP, Jalan Pembangunan Sekolah Medan Sunggal, Selasa (20/3).

Terkait target yang akan dicapai pada even itu nantinya, Delphinus mengatakan bahwa pihaknya tak ingin memasang target yang muluk-muluk.

“Even ini sebagai ajang evaluasai bagi seluruh karateka yang akan diterjunkan pada PON XVIII mendatang. Karenanya, gelar juara umum bukan hal yang utama untuk dicapai. Target kita adalah meningkatkan kemampuan atlet pada PON mendatang,” bilang Delphinus.

Adapaun karateka Sumut yang sudah memastikan lolos mengikuti PPON XVIII mendatang adalah Dodi Munthe, Doni Darmawan Dedi Irwansyah Siregar, M Helza Akbar serta Charles Napitulu.

Sementara di kelompok Putri adalah Nova Sinaga, Tantri Widia, Indah Mogia Sari serta Halimah Nasution.
Di tempat yang sama, manajer timnas karate Indonesia Zulkarnaen Purba mengatakan bahwa saat ini empat karateka Sumut terpilih mengikuti Pelatnas. Keempat karateka itu adalah Suru Nita Sari, Indah Mogia Angkat, Jintar Simanjuntak serta Maruli Butar-Butar.

“Kita berharap ke depan semakin banyak karateka asal Sumut yang bsia memperkuat timnas di even internasional,” harap Zulkarnaen. (mag-10)

PKS Lounching Service Gratis 500 Betor

Jelang Pelaksanaan Mukernas PKS di Sumut

MEDAN-Menyambut pelaksanaan Musyawarah Kerja Nasional Partai Keadilan Sejahtera (Mukernas PKS) di Medan pada 26 hingga 30 Maret 2012,  sebanyak 500 becak bermotor (Betor) di Medan, mendapat servis gratis.
Proses servis gratis tersebut secara resmi dibuka Ketua Panitia Mukernas PKS 2012, H M Hafez Lc MA, Selasa (20/3) di Imam Service, Jalan Bromo Medan.

“Kegiatan ini diharapkan dapat membantu para pengemudi Betor yang dalam kesehariannya mencari nafkah tidak terlepas dari Bahan Bakar Minyak (BBM),” kata Hafez yang juga Ketua Umum DPW PKS Sumut, di hadapan puluhan Abang becak yang menghadiri proses lounching servis gratis tersebut.

Kegiatan tersebut menurut Hafez, diharapkan dapat menjadi pemicu bagi partai politik (Parpol) lain, organisasi kemasyarakatan dan pihak-pihak lainnya.

Sebab, saat ini pelayanan secara gratis yang tentunya sangat dibutuhkan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat yang sudah mulai dilupakan sebagian pihak. Padahal, pelayanan seperti ini sangat efektif untuk memberikan motivasi bagi masyarakat untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.

“PKS sendiri, dalam rangkaian Muksernas 2012 akan melaksanakan pelayanan-pelayanan gratis kepada masyarakat. Selain servis gratis untuk Betor, juga akan ada pengobatan gratis dan pelayanan publik secara gratis lainnya,” lanjut Hafez.

Turut hadir dalam acara tersebut Kabid Kaderisasi PKS Sumut Mahmud Soleh Spdi MA, Ketua DPD PKS Kota Medan Azhar Arifin Lc, Sekretaris DPD PKS Medan Abdul Rahim Siregar ST dan Ketua DPAC PKS Medan Area Lukman Hakim. Selain service gratis, pengemudi Betor juga diberikan oli gratis dan pemasangan tenda betor.

Dalam kesempatan tersebut Hafez mengungkapkan, dengan ditunjukknya Sumut sebagai tuan rumah pelaksanaan Mukernas PKS 2012, maka menjadi kebanggan tersendiri bagi masyarakat Sumut dengan kepercayaan tersebut. Karena itu, katanya, dia berharap seluruh kepanitiaan dan masyarakat menyukseskan seluruh kegiatan yang memberi manfaat positif bagi masyarakat dan pembangunan Sumut ke depan.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Kota Medan Azhar Arifin, dalam sambutannya mengajak seluruh pihak, khususnya para pengemudi Betor untuk memanfaatkan pelayanan servis gratis tersebut. Sehingga, Betor yang dikemudikan untuk mencari nafkah tersebut berada dalam keadaan sehat dan dapat meraih rezeki yang lebih banyak. “Suatu kehormatan dengan diadakannya servis gratis yang akan mencakup 21 kecamatan di Kota Medan ini,” katanya.

Di Kota Medan, selain minibus angkutan kota (Angkot), Betor merupakan sarana yang paling jamak digunakan masyarakat sebagai sarana angkutan untuk di dalam maupun pinggiran kota. Tergolong lebih praktis, karena rute yang dilewati tergantung pada permintaan penumpang. Berbeda dengan Angkot yang telah memiliki rute/trayek tetap.(*/ari)

Sutomo 1 tantang Methodist 2

MEDAN-Lions Club menggelar turnamen basket antar SMP sejak Senin (19/3) lalu di GOR Angsapura Medan. Turnamen yang diikuti enam sekolah itu mulai memasuki fase semi final yang akan digelar Kamis (22/3) ini.

Empat tim yang memastikan tiket semi final antara lain Sutomo 1 sebagai juara grup A dan Wiyata Dharma sebagai runner up. Sementara dari grup B melaju Wahidin sebagai juara grup B disusul Methodist 2 sebaga runner up.

Laga penyisihan terakhir Rabu (21/3) kemarin sebenarnya sudah tidak menentukan lagi mengingat keempat tim yang berlaga sudah memastikan semi final karena telah mengantongi satu kemenangan. Namun perebutan posisi juara grup tak mengurangi gereget laga.

Seperti laga Sutomo 1 kontra Wiyata Dharma yang berlangsung ketat sejak awal. Tampil dengan starter, Kevin, Anthony, Edrick, Stanley dan Kevin Chiuman, Sutomo 1 mendapat perlawanan ketat dari Wiyata. Kuarter awal Sutomo 1 hanya unggul setengah  bola.

Di kuarter ketiga, Wiyata mulai keteteran.  Sementara Kevin dkk semakin tak terbendung dengan permainan cepat dan akurasi tembakan yang mumpuni. Sutomo 1 meninggalkan Wiyata 53-41 di kuarter ketiga sebelum akhirnya menutup laga 72-46 untuk kemenangan Sutomo 1.

Pelatih Sutomo 1, Heru Minardi mengatakan laga kontra Methodist 2 di semifinal timnya akan mengeluarkan performa maksimal “Kita mewaspadai serangan cepat mereka,” katanya.

Sementara Pelatih Wiyata, Hendri mengakui para pemainnya keletihan karena menjalani laga ketat selama tiga hari.
Laga Methodist 2 kontra Wahidin juga tak kalah seru. Wahidin yang tampil dengan Agrezy, Agreza, Kennedy, Rendy dan Johnson memperlihatkan dominasinya sejak awal. Tim besutan Okim itu unggul 15-10 di kuarter awal.

ahidin semakin tak terbendung dengan tambahan 22 angka di kuarter kedua. Berbanding terbalik dengan menurunnya performa Eric, Stephanus, Jordan, Selvian dan Kevin yang hanya mampu menceploskan empat angka. Sempat bangkit di kuarter ketiga tim besutan Jenny itu tak kuasa mengejar perolehan angka dan hingga kuarter terakhir tertinggal 50-68. (mag-18)

Karang Gading Cup Ke-III Masuk 16 Besar

LANGKAT- Open Tournamen Karang Gading Cup ke-III tahun 2012, telah memasuki babak 16 besar. Setelah sebelumnya tournamen ini dibuka oleh anggota DPRD Kabupaten Langkat M Syahrul, Minggu (4/3) lalu.
Pertandingan yang berakhir 4 April ini, diikuti 26 kesebelasan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Langkat dan lima kesebelasan dari Kabupaten Deliserdang.

Babak 16 besar ini, dilangsungkan di Lapangan Bola Kaki Kacangan, Desa Karang Gading, Kecamatan Secanggang, Langkat.
“Kita sudah memasuki babak 16 besar. Hari ini (kemarin, Red) bertanding kesebelasan tuan rumah Poskar A Desa Karang Gading melawan Portis Desa Tanjung Ibus Kecamatan Secanggang yang dimenangkan Portis dalam adu penalti 3-4,” kata Ketua Panitia Pelaksana Open Tournament Karang Gading Cup ke- III, Bahrul, Rabu (21/3) disela-sela pertandingan.

Sementara itu, Kepala Desa Karang Gading, Kusdiantoro, mengungkapkan, Open Tournamen ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan para pemuda pecinta bola di Desa Karang Gading, dan tidak terlepas dari bantuan pemerintah, sehingga event terbesar di Kecamatan Secanggang ini dapat terlaksana setiap tahunnya. (ndi)

Coca-Cola Salurkan Minat Pesepak Bola Muda

MEDAN- , 11 tahun, selalu bermimpi untuk menjadi bagian dari tim sepak bola nasional Indonesia. Duduk di bangku kelas 6 SD di kota Medan, Fahriza mengaku suka dengan sepak bola sejak kelas 3. “Saya ingin menjadi seperti Messi,” ujarnya.

Begitu juga dengan Ricky Arvidiansyah (foto), siswa kelas 1 SMA Sinar Husni. Penggemar berat pemain PSMS Medan Louis Pena ini juga mengaku mengenal sepak bola sejak kelas 6 SD. “Sepak bola tak cuma hobi. Apalagi saya sering ikut turnamen,” tuturnya.

Fahriza dan Ricky adalah dua pemain terbaik yang terpilih dari 240 anak yang mengambil bagian dari Coke Kicks †Grass Root Soccer Development Program yang diadakan oleh Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) pada tanggal 17-18 Maret lalu di lapangan sepak bola Kota Bangun, Medan Deli.

Sebagai perusahaan minuman yang mendukung gaya hidup aktif dan sehat di kalangan anak muda, Coke Kicks adalah komitmen CCAI untuk tunas muda bangsa yang ingin mengasah talentanya dalam sepak bola.

“Melalui Coke Kicks, kami berharap anak-anak dari komunitas lokal di sekitar pabrik kami seperti Fahriza dan Ricky ini bisa merasakan bagaimana rasanya dilatih oleh pelatih sepak bola yang profesional dan berpengalaman. Karena anak-anak ini tidak bisa ke Jakarta, maka kami berinisiatif untuk membawa pelatihnya ke sini,” tutur Ahmad Nasoha, Corporate Affairs Manager Northern Sumatera. “.”

Di kota Medan, CCAI mengundang anak-anak dari desa di sekitar Medan sebanyak 240 anak, beserta sekitar 16 pelatihnya. CCAI menggandeng para pelatih dari Asian Soccer Association (ASA) Foundation, yang telah berpengalaman lebih dari delapan tahun untuk memberikan pelatihan kepada anak-anak dan pelatihnya tentang kualitas yang dibutuhkan oleh seorang pesepak bola profesional.

Lee Hawkins, ASA Director, mengungkapkan, “Kami tak hanya mengajarkan sepak bola secara teknis, tapi juga life skill yang dibutuhkan untuk menjadi pemain sepak bola yang sesungguhnya.” Dan bekerjasama dengan Kelma, setiap peserta Coke Kicks mendapatkan lima pake Kelme.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini juga mengadakan sesi “Train the Trainer”, di mana tak hanya anak-anak yang mendapat pelatihan menjadi sepak bola profesional, tapi juga para pelatih mereka yang dibekali dengan ilmu untuk memberikan pelatihan yang lebih matang.

Coke Kicks dilaksanakan secara nasional mulai dari bulan Februari hingga Juni 2012 di lebih dari 20 provinsi di Indonesia. Setelah Medan, Coke Kicks akan berlanjut ke Aceh, Riau, Lampung, Balikpapan, Padang, Palembang, Bali, Lombok, Makassar, Ternate, Ambon, dan Papua. (zan)

Bhakti Sosial dan Tanam Pohon

Ibu Bhayangkari Polres Tebingtinggi 

TEBING TINGGI- Ibu-ibu Bhayangkari Yayasan Kumala Bhayangkari Polres Tebingtinggi, selalu aktif menggelar berbagai kegiatan, baik yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat maupun yang sifatnya untuk mempererat silaturahmi sesama anggota.

Ketua Yayasan Kumala Bhayangkari Polres Tebingtinggi Nyonya Dewi Andi Rian mengatakan, Bhayangkari Polres Tebingtinggi mengutamakan kegiatan yang mendorong keterampilan para anggota agar lebih bisa meningkatkan taraf kehidupannya.

Disebutkannya, banyak program yang telah dilaksanakan Bhayangkari Polres Tebingtinggi. Seperti pemberian bantuan kepada anak panti asuhan, kegiatan gotong royong hingga penanaman seribu pohon.
‘’Di bidang ekonomi  kita juga menerapkan kepada anggota Bhayangkari untuk bisa menampilkan ide kreatif yang bisa menambah income keluarga,’’ sambung Andi Rian.
Kegiatan mempererat silaturahmi kepada sesama anggota juga terus dilakukan. Seperti yang digelar pada (19/3) hingga (21/3).

Ibu-ibu Bhayangkari Polres Tebingtinggi, dipimpin Ketuanya Nyonya Dewi Andi Rian Djajadi didampingi Nyonya Niken I Made Ary Pradana bersama rombongan melakukan kunjungan kerja sekaligus bertatap muka langsung dengan pengurus Ranting Bhayangkari yang ada di Polsek-Polsek jajaran hukum Polres Tebingtinggi.

Kunjungan kerja dilakukan di tujuh Polsek yang di wilayah hukum jajaran Polres Tebingtinggi yaitu Polsek Dolok Merawan, Polsek Padang Hulu, Polsek Padang Hilir, Polsek Rambutan, Polsek Tebing Tinggi, Polsek Sipis-pis dan Polsek Bandar. ‘’Bhayangkari harus mendukung kerja suami sebagai pengayom masyarakat karena semakin hari tugas kepolisian semakin meningkat,’’ ujar Dewi Andi.

Dewi Andi mengatakan, saat ini Bhayangkari juga dituntut untuk bisa membangun citra Polri di tengah-tengah masyarakat. ‘’Istri jangan terlalu banyak menuntut kepada suami yang bisa berakibat  pada pelanggaran ketertiban dinas. Jaga tutur kata dan tingkah laku serta hidup berpola sedeharna,” ungkapnya. (mag-3)

Terlibat Penculikan, Ketua OKP Ditangkap

LANGKAT- Diduga terlibat melakukan sejumlah tindakan kriminal, Pius Sembiring alias Pius (30) ketua salah satu organisasi kepemudaan (OKP) dikawasan Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Rabu (21/3) ditangkap Tim khusus (Timsus) Polres Langkat.

Tim yang dipimpin Kapolres Langkat AKBP   Eric L Bhismo beserta Wakapolres Langkat, Kompol Syafwan Khayat, Kabag Ops Kompol Suyadi, Kanit Propam, Iptu Syamsir Koto, Kanit Jahtanras Iptu Togarma Siahaan, meringkus tersangka dari kediamannya di Dusun Kampung Tenggah, Desa Kuala Musam, Kecamatan Batang Serangan. Selain mengamankan Pius, Timsus juga menangkap Beres Sitepu (36). Untuk proses lebih lanjut, kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan di ruang Jahtanras Polres Langkat.

Keterangan yang dikumpulkan POSMETRO MEDAN (grup Sumut Pos)di Polres melalui Waka Polres Langkat Kompol Syafwan Khayat menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan oknum ketua ini adalah penculikan sekaligus penganiayaan terhadap Priatno alias Tino alias Lilik (40) mandor Afdeling III, Kebun Batang Serangan. Akibat peristiwa tersebut, hingga kini korban masih menjalani perawatan di RSU Bangkatan-Binjai.

Peristiwa penganiayaan dan penculikan yang dialami korban berawal dari melintasnya dia di depan RSU PTPN-II Tanjung Selamat. Korban yang saat itu mengendarai sepeda motor dengan rekannya Winda (35) dihadang oleh Beben (35) (masih DPO-red) dan Beres Sitepu.

Tanpa banyak tanya lagi, kedua pelaku langsung menghadiahi korban (Lilik-red) dengan pukulan. Puas memukuli Lilik, salah seorang pelaku menghubungi rekannya yang lain. Dalam hitungan menit, muncul Aswin PA (34) mengendarai mobil Avanza. Selanjutnya korban dinaikkan ke dalam mobil bersama temanya Winda.

Oleh para pelaku, korban lalu dibawa kekawasan Simpang Pante Rambutan.  Di dalam mobil korban terus dipukuli oleh ketiganya. Selain dihajar habis-habisan, telingga korban juga disulut api rokok oleh pelaku. Tak berselang lama, tibalah korban dan pelaku di Pante Rambutan. Di tempat ini, rupanya telah menunggu Pius Sembiring. Korban yang babak belur lalu diturunkan dari dalam mobil. “Kau yang selalu mengacaukan kerjaan kami ya, mau bikin kantor pun kami dikebun mu tak bisa,” hardik Pius sambil melayangkan pukulan kewajah korban.

Setelah dianiaya beberapa jam oleh kawanan ini, korban akhirnya dilepas. Keesokan harinya atau tepatnya tanggal 18 Maret 2012 korban mendatangi Polres Langkat untuk membuat laporan.
“Kejadiannya tanggal 17 Maret dikawasan RS Perkebunan PTPN-II Tanjung Selamat,” ujar Kapolres. (wis/smg)

Jupe Pasrah Dijodohkan dengan Ustad

Artis Julia Perez saat ini tengah mengalami kegalauan. Pelantun ‘Belah Duren’ itu harus memilih sang ibunda atau sang kekasih Gaston Castano. Untuk membahagiakan ibunya, Jupe harus rela dijodohkan dengan seorang ustad. Tapi di satu sisi, ia juga berat meninggalkan Gaston yang sudah menjadi kekasihnya selama empat tahun.

“Empat tahun itu nggak mudah, nggak mungkin semudah itu,” ujarnya saat ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (19/3)
Sayangnya, Jupe enggan mengungkap identitas sang ustad. Ia hanya berharap rencana sang ibunda menjadi yang terbaik untuknya. “Kita akan ketemuan, kita lihat, mudah-mudahan ini yang terbaik. Ini ngikutin mama saya saja,” tandasnya.

Perbedaan keyakinan menjadi alasan Sri Wulansih tak memberi restu bagi Jupe. Kendati ayah Jupe sempat memberi restu, namun kini dia mendukung Sri Wulansih. Kisah kelam pernikahan Jupe dengan Damian Perez dijadikan dasar berpijak ayah Jupe.

“Kalau masalah itu (agama) saya rasa bukan itu sebetulnya, mungkin ibunya jangan sampai ‘kecemplung’ di tempat yang sama, kegagalan. Karena suaminya yang dulu kan tidak punya pegangan hidup. Mungkin ibunya tidak mau seperti itu,” jelasnya.
Penembang Jupe Paling Suka itupun mengaku pasrah dengan perjodohan tersebut.

“Saya pasrah dijodohkan sama mama, saya ikhlas. Mudah-mudahan yang terbaik, saya mau membahagiakan mama saja,” tandasnya. (bbs/net)

Olla Ramlan Tunda Umroh Bareng Aufar

Presenter cantik Olla Ramlan mengaku sangat hati-hati menjalani kasih dengan Muhammad Aufar.  Ia tidak ingin hubungan asmaranya dengan pengusaha kuliner itu diterpa berita tak sedap. Karena itu, ia terpaksa menunda keinginannya pergi umrah bersama Aufar.

“Kemarin pengennya sih bisa berangkat umroh bareng, tapi ditunda dulu. Kalau sudah resmi jadi suami istri baru berangkat haji. Nanti digosipin macem-macem lagi,” kata Olla saat ditemui di Kebon Jeruk, Jakarta, kemarin.

Namun, kini artis asal Banjarmasin ini tak lagi kesepian karena sang kekasih sudah kembali dari Tanah Suci.  Dengan berbinar-binar Olla menceritakan, selama di Tanah Suci, Aufar selalu mendoakannya.

“Mendoakan saya dan anak saya, supaya kami jodoh dan serius ke pernikahan. Kalau saya sih titip doa buat anak,” ujar Olla.
Aufar juga tak lupa memanjatkan doa agar mereka berjodoh hingga ke pernikahan. “Dia berdoa juga supaya kami jodoh dan serius ke pernikahan. Saya nggak mau takabur, jalanin saja,” harap janda Alex Tian itu.

Untuk bisa naik pelaminan, Olla pun sudah membuktikan kesungguhannya. Salah satunya dengan menghapus tato dari tubuhnya sesuai permintaan Aufar.

“Sudah tiga tato yang dihilangkan. Pakai laser nggak langsung hilang tatonya, tapi menunggu sampai lima minggu. Kalau nggak hilang setelah lima minggu, ya dilaser lagi. Ada yang tiga kali laser langsung hilang,” ujar pemilik 14 rajah ini.
Saat ditanya berapa biaya yang dikeluarkan untuk sekali menghilangkan tato, Olla enggan menyebutkan nilainya. Tapi yang pasti biayanya tidak murah.
“Ya, minta diskon lah, malah sampai memohon pada dokter supaya diberi diskon,” kelakar Olla.

Apakah menyesal pernah ditato?  Bintang film Suami-Suami Takut Istri The Movie itu menjawab tidak. “Semuanya proses hidup. Jatuhnya dan segala hal kejelekan kita itu bagian hidup kita. Saya terima konsekuensi untuk dihilangkan, karena saya pernah menatonya,” pungkas ibu dari Sean Michael Alexander ini. (rm/jpnn)