Home Blog Page 13754

Timbun Ribuan Liter Solar, Dua Oknum AL Ditangkap

MEDAN-Jelang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) cukup banyak kejadian yang memprihatinkan. Di Belawan, sopir mobil tangki Pertamina dipukuli karena tak mau menurunkan muatannya. Sementara di Tanjungbalai, ada 2 oknum Angkatan Laut yang kedapatan menimbun 2.000 liter solar.

Naiknya BBM bulan mendatang, membuat dua petugas dari angkatan laut (AL) ini mengambil kesempatan. Keduanya, kedapatan petugas Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Poldasu menimbun bbm sebanyak 2000 liter dan 5 drum di lokasi berbeda, Kamis (15/3) sekitar pukul 01.30 WIB.
Kedua tersangka yakni Praka S dan Praka H. Keduanya merupakan anggota Angkatan Laut Tanjungbalai yang ditangkap di dua lokasi berbeda yakni Jalan Seinangka Asahan dan di Teluknibung Tanjungbalai dengan barang bukti 2000 liter dan 5 drum solar.

Penangkapan ini berawal berkat adanya informasi dari masyarakat. Reserse Kriminal Khusus yang menerima laporan itu langsung menuju lokasi yang dimakdud. Ternyata benar, Praka H dengan menggunakan mobil pick up BK 8695 CC yang sudah dimodifikasi tangkinya sedang membawa mobil tersebut berikut 3 buah jeriken.

Saat dilakukan penggeladahan, pria berusia 30 tahun tak dapat menunjukkan surat-suratnya. Mendapat barang bukti tersebut, Praka H bersama barang bukti selanjutnya diboyong ke Polres Asahan guna proses lebih lanjut. Namun karena tersangka merupakan anggota Angkatan Laut (AL) Tanjungbalai, Praka H lalu diserahkan ke Polres Pomal AL. Rencananya solar tersebut rencananya akan dibawa ke gudang milik Akiet yang berada di kawasan Sungai Kepayang, Asahan.

Terpisah,  Praka S juga berhasil ditangkap unit Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut karena membawa 15 drum bahan bakar minyak (bbm) bersubsidi di Teluknibung, Tanjungbalai. Dia ditangkap saat mengambil BBM tersebut dari SPBU Tanjungbalai dengan menggunakan jeriken.Data yang dihimpun Posmetro Medan (grup Sumut Pos), rencananya sebanyak 15 drum solar itu akan diserahkan ke gudang PT Timur Jaya (eks gudang arang) di kawasan Teluknibung. Tersangka Praka S yang juga merupakan anggota AL Tanjungbalai ini diserahkan ke Pomal AL guna proses lebih lanjut. “Keduanya kita serahkan kesatuan masing-masing dan barang bukti diamankan di Polres setempat,” jelas Kasubdit PID Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, kemarin.

Terpisah, Danyon Marinir Belawan Mayor (Mar) Agung Setiawan mengatakan belum ada menerima laporan terkait penangkapan dua oknum TNI-AL itu. “Tapi akan saya cek dulu nanti ya,” ujar Mayor Agung Setiawan.

Di hari yang sama, Poldasu ternyata menyita 2.000 liter solar lain di Simalungun. Informasi yang didapat menyebutkan, penyitaan tersebut dilakukan pada Kamis (15/3) lalu, sekira pukul 04.30 WIB, di SPBU No. 14.211.212 yang diketahui milik Andrian Hartanto alias Apeng di Jalan Merdeka, Serbelawan, Kabupaten Simalungun. Saat penyitaan, operator SPBU bernama Warsito (34), tengah mengisi solar ke drum yang ada di dalam truk Colt Diesel BK 8688 TV. Truk itu dikemudikan Novri (27), sedangkan keneknya Pairin (49).

Dalam kasus ini, polisi juga menahan dua orang tersangka. Para tersangka dan barang bukti kini berada di Mapoldasu. Hingga Jumat (16/3) polisi masih mendalami keterangan kedua tersangka dan juga meminta keterangan dua saksi. “BBM yang ada dalam drum itu sekitar 2.000 liter,” ujar AKBP Mashudi, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Sumut kepada wartawan.

Di Belawan, Sopir Mobil Tangki Pertamina Dipukuli

Di Belawan, tindakan spekulan (penimbun) BBM bersubsidi tak resmi di utara Kota Medan kian brutal. Untuk mendapatkan pasokan BBM, para ‘mafia’ ini tak hanya memperoleh dari SPBU, namun mereka juga memaksa para para sopir truk tangki pertamina untuk berhenti dan menurunkan muatannya. Seperti yang dialami, Suriadi (36) sopir truk tangki BK 9881 CL yang baru sehari menggantikan rekannya ini dipukuli oknum tertentu di Jalan KL Yos Sudarso Km 16 Medan Labuhan karena tak bersedia menurunkan muatan BBM yang dibawanya.

Informasi dihimpun Sumut Pos, Jumat (16/3) siang, di Medan Labuhan menyebutkan, tindakan brutal pria suruhan spekulan BBM illegal tersebut terjadi sekira pukul 12.30 WIB. Ketika itu, Suriadi yang baru saja keluar dari areal depot pengisian dan pendistribusian BBM Pertamina Medan Group di Km 20 Medan Labuhan, bermaksud akan mendistribusikan 32 ton BBM jenis bensin ke sebuah SPBU di kawasan Jalan Ring Road, Medan.

Baru sekitar 4 kilometer meninggalkan lokasi, truk tangki yang dikemudikan korban tiba-tiba dipaksa berhenti di lokasi penampungan dan penimbunan BBM tak resmi oleh beberapa oknum pria tak dikenal. Merasa takut berurusan dengan hukum, korban pun tak menggubris permintaan tersebut. Tak ayal lagi, Suriadi yang berhasil diburu para pelaku langsung dipaksa turun. Tak sampai di situ, warga Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan inipun menjadi sasaran pemukulan, hingga mengakibatkan bagian bibirnya terluka dan berdarah.

Kepala Officer PT Elnusa Petrofin Medan, H Joni ketika dikonfirmasi melalui Humas dan Pengawasan Hendrik membenarkan adanya seorang sopir tangki yang tercatat sebagai karyawannya mengalami tindak kekerasan. “Rencananya kejadian penganiayaan ini akan kita laporkan dulu ke pertamina, untuk kemudian diteruskan ke aparat berwajib,” kata, Hendrik.

Untuk diketahui, PT Elnusa Petrofin Medan merupakan anak perusahaan PT (Persero) Pertamina yang dipercayakan sebagai perusahaan transportasi untuk menangani pendistribusian BBM bersubsidi dari depot pengisian hingga ke SPBU yang terdapat di Sumatera Utara dan Naggroe Aceh Darussalam (NAD).

Sementara di Deliserdang, nelayan tradisional di Kecamatan Pantailabu mulai mengeluh karena kesulitan membeli solar dengan menggunakan jeriken. Akibatnya ratusan perahu nelayan tertambat di sekitar tempat pelelangan ikan (TPI), Jumat (16/3), Banyak nelayan mengisi waktunya hanya melakukan aktivitas membersihkan perahu, dan jaring. “Sekali melaut membutuhkan sekitar 40 liter solar. Tetapi pengelola SPBU melarang pembelian solar menggunakan jeriken,” jelas Midi (45) nelayan di sana.

Kejadian serupa juga terjadi di Karo. Kelangkaan bukan pada solar, tapi pada premium. Kemarin, sejumlah konsumen yang ditemui Sumut Pos mengaku, pihak SPBU  tidak lagi dapat melayani kebutuhan mulai pukul 10.00 WIB karena habis stok.(eza/ril/smg/mag-17/btr/ari/ram/mag-5)

Air Mati Siang dan Malam

085261686xxx

Mana janjinya perbaikan jaringan air dan optimalisasi jaringan untuk tekanan air di wilayah Medan Perjuangan? Ternyata PAM di da-erah kami Jalan Gurilla Gang Mestika Kelurahan Sidorame Timur makin parah. Airnya siang malam mati. Tolong Pak realisasikan janjinya, karena janji itu adalah hutang.

Segera Diperiksa

Terima kasih atas informasinya. Kami akan segera memeriksa apa penyebabnya dan mengupayakan perbaikannya.

Zaman Karya Mendrofa
Humas PDAM Tirtanadi

Tangkap Pencuri Besi di Medan Labuhan

085313393xxx

Kepada Yth Bapak Kapolda Sumut tolong tangkap para pencuri/penjarah besi digudang PT WRP Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan karena sangat merusak mental anak sekolah. Mereka beraksi layaknya koboi, Polsek setempat terkesan membiarkan penjarahan itu terjadi.

Menjadi Tugas Kepolisian Ciptakan Rasa Aman

Sudah menjadi tugas kepolisian untuk menciptakan suasana nyaman bagi warga. Untuk itu, laporan ini akan kami teruskan ke Kapolresta dan Kapolsek terkait untuk ditindak lanjuti. Terima kasih.

Kombes Pol Raden Heru Prakoso
Kabid Humas Polda Sumut

Pelebaran Jalan Desa Buntu Bedimbar kok Belum Selesai?

085360197xxx

Selamat pagi Sumut Pos, saya mau ta-nya kenapa pelebaran jalan di Desa Buntu Bedimbar sampai sekarang belum siap? Padahal dari 2005 sudah ganti rugi. Sebentar lagi bandara sudah mau selesai.

Pembangunannya Serentak

Jalan itu termasuk akses menuju bandara yang sedang dibangun. Maka pelebaran dan pembangunannya serentak dengan infrastruktur jalan lainnya menuju bandara. Terima kasih

Drs Umar Sitorus
Kabid Humas Dinas Infokom
Deliserdang

Polisi Lepas Bendahara Gaji

LANGKAT- Polres Langkat terus menyelidiki kasus dugaan pemerasaan terhadap dr Mardiana Agustina Br Tarigan (35), disebut melibatkan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Pura, dr S. Bahkan, pemeriksaan terhadap direktur segera dilakukan.

“Rencananya, direktur rumah sakit akan kita periksa minggu depan,” kata Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Aldi Subartono, Jumat (16/3).
Menurut Aldi, kasus yang menyeret nama Direktur RSUD Tanjung Pura tersebut, butuh pemeriksaan lebih mendalam. Karena itu, untuk mengembangkan kasus akan memanggil sejumlah saksi lainnya terkait kasus dimaksud. Siapa saja saksi tersebut, tidak dijabarkan.

Mengenai Nina Amelia (26) juru bayar bendahara RSUD yang tertangkap tangan menerima upeti dari dr Mardiana Agustina, statusnya masih sebatas saksi, belum ditetapkan menjadi tersangka. Apalagi, dr Mardiana Agustina sebagai korban hanya melaporkan dr S terkait kasus tersebut.
“Kan yang dilaporkan Mardiana hanya Pak Sadikun saja, bendahara tersebut tidak. Karena itu, Nina Amelia tidak kita tahan dan statusnya masih sebagai saksi,” sebut Aldi.(mag-4)

Demokrat Ancam Polisikan Tuani

JAKARTA- Konflik internal di tubuh Partai Demokrat Tapanuli Tengah (Tapteng) bakal berbuntut panjang. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat sudah mencermati kisruh tersebut dan segera mengambil langkah tegas.

Selain mengancam akan memberikan sanksi yang berlaku di internal partai, DPP Partai Demokrat juga mengancam akan melaporkan pihak-pihak yang memicu konflik.

“Kita akan segera selesaikan masalah itu. Selain sanksi internal, kalau masih juga goyang-goyang terus, itu berarti sudah mencemarkan nama baik partai. Kita akan laporkan ke kepolisian,” ujar Ketua DPP Partai Demokrat, Sutan Bathoegana, kepada koran ini di Jakarta, kemarin (16/3).

Pernyataan Sutan menanggapi langkah mosi tidak percaya yang dilakukan 23 anggota DPRD Tapanuli Tengah terhadap Ketua DPRD Tapteng, Sintong Gultom. Sintong merupakan Ketua DPC Demokrat Tapteng, hasil Muscab Demokrat, Februari lalu.

Atas mosi tidak percaya tersebut, Ketua DPC Partai Demokrat Tapteng, Tuani Lumban Tobing, justru mengeluarkan Surat Keputusan (SK) penggantian Ketua Fraksi Demokrat tersebut. Sutan menduga, Tuani lah yang menjadi pemicu konflik. “Tuani sudah tidak boleh lagi mengeluarkan keputusan,” tegasnya. (sam)

Dikenali dari Sandal, Jam Tangan, Gelang dan Pakaian

Korban Perkosaan dan Pembunuhan di Perkebunan Sawit Teridentifikasi

Korban pemerkosaan dan pembunuhan yang ditemukan di perkebunan sawit di Dusun III Afdeling I, Desa Paya Pinang, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai, Rabu (14/3) lalu, akhirnya diketahui bernama Sri Julianti (18) warga Desa Penggalian, Kecamatan Tebing Syahbandar, Sergai.

Ibu korban, Wagini (45) janda beranak lima, ketika ditemui Sumut Pos, Jumat (16/3) mengatakan, Sri Julianti adalah anak kedua dari lima bersaudara.
Diceritakan Wagini, begitu dirinya mendengar berita kematian seorang gadis, dia langsung mendatangi Polsek Tebingtinggi dengan membawa foto anaknya dan melihat langsung kondisi korban. Berdasarkan pakaian dan barang-barang yang diamankan polisi dari tubuh korban,  Wagini meyakini, kalau cewek yang sudah mulai membusuk itu, putrinya Sri Julianti.

“Memang aku yakin setelah melihat gelang, sendal dan jam tangan serta pakaian yang dikenakan korban, itu milik anak ku, Sri Julianti,” jelas Wagini, saat menunggu kedatangan jenazah korban dari Rumah Sakit Bhayangkara Medan di rumah duka.

Merasa itu anaknya, dia bersama kepala desa kemudian mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara Medan, untuk melihat langsung jasad korban. Ternyata, setelah dilihat memang benar, namun kondisi wajah korban sudah tidak bisa lagi dikenali karena mengalami luka lebam bekas pukulan. “Betul, itu Sri Julianti anak ku,” isak Wagini.

Pacar korban Supandi (23) warga Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebingtinggi, saat ditemui Sumut Pos di rumah duka, membantah dirinya terlibat dalam pembunuhan pacarnya itu.

Dikisahkan Supandi, terakhir kali dia bersama pacarnya Sri Julianti, Minggu (11/3) lalu. Mereka berdua jalan-jalan di Kota Tebingtinggi karena usai gajian. Supandi sempat membelikan jam tangan baru dan sendal baru untuk korban serta mentraktirnya makan.

“Itulah kami terakhir jumpa, kami berpacaran baru tiga bulan. Kenangan terakhir saya bisa memberinya sendal baru dan jam tangan, selanjutnya saya tidak bisa lagi berkomunikasi dengan dia (korban) karena telepon seluleranya mati,” kata Supandi yang bekerja sebagai penjaga gudang di Pabrik Roti Ketawa di Kampung Tempel Kota Tebingtinggi, tempat Sri Julianti bekerja.

Sebelum mengetahui pacarnya tewas terbunuh, Supandi sempat didatangi anggota kepolisian untuk dimintai keteranga tentang keberadaan pacarnya itu, tetapi karena Supandi tidak mengetahui keberadaan korban, dia tetap mengetahui keberadaan pacarnya.

Diakui Supandi, sebelum mereka berpacaran, Sri sempat mempunyai pacar, tetapi mereka sudah putus. “Aku nggak tahu soal pembunuhan itu. Aku juga sempat diperiksa petugas, tetapi ini perbuatan orang lain. Pelaku sudah membunuh pacar ku, saya  minta polisi menangkap pelakunya,” ujar Supandi.
Kakek korban, Giran (78) mengatakan, Sri Julianti selama ini tinggal dirumahnya. Sejak Selasa (12/3) malam, dia tidak pulang ke rumah dan keluarga kehilangan kontak dengan korban. Memang handphonnya aktif, tapi tidak diangkat. “Pacarnya Andi, sempat datang malam itu dan bertanya apakah Sri Julianti sudah pulang ke rumah?” ungkap Giran.

Memang diakui Giran, malam itu Sri Julianti sempat menelpon seseorang dan kedengarannya terjadi perkelahian melalui telepon seluler. Saat hendak pergi kerja, Senin (12/3), Sri dijemput RD, warga Desa Bahtonang, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Sergai. “Sri berangkat kerja menumpang dengan RD menggunakan sepeda motor. ketika hendak pergi bersama RD, dia berpamitankepada saya. Itulah terakhir kali saya bertemu Sri. Tak terpikir kalau Sri tewas dibunuh orang,” kata Giran dengan mata berkaca-kaca.

Meski sudah dicari ke berbagai tempat, namun Sri tak juga diketahui keberadaannya. Hingga akhirnya, terdengar kabar ditemukan jenazah seorang gadis ditemukan di perkebunan kelapa sawit. “Ternyata itu cucu kami, Sri Julianti,” kenang Giran.

Kapolres melalui Kapolsek Tebingtinggi, AKP HE Harahap di rumah duka menegaskan, pihaknya bersama Polres Tebingtinggi telah membentuk tim Khusus untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan. “Pria yang menjemput korban, RD kini dalam pengejaran petugas,” kata HE Harahap.(mag-3)

Jenson Button Tercepat

MELBOURNE-Grand Prix Formula 1 musim 2012 dimulai. Jenson Button dan McLaren mengawali sesi latihan pertama di seri pertama di Melbourne, Australia , dengan baik. Pada free practice pembuka di Sirkuit Albert Park, Jumat (16/3) pagi WIB, Button mencatat waktu tercepat dengan satu menit 27,560 detik. Ia lebih cepat 0,245 detik dari rekan setimnya, Lewis Hamilton. Michael Schumacher dengan mobil Mercedes-nya menempati posisi ketiga, diikuti Fernando Alonso (Ferrari), dan pebalap harapan tuan rumah, Mark Webber (Red Bull).

Sang juara Sebastian Vettel hanya berada di tempat ke-11. Kimi Raikkonen meresmikan comeback-nya dengan turun ke lintasan dan menjadi pebalap tercepat nomor sembilan di sesi pertama ini.

Rookie dari tim Toro Rosso, Jean-Eric Vergne mendapat kehormatan dengan menjadi driver pertama yang masuk ke trek Albert Park di seri pertama ini. Partnernya, Daniel Ricciardo, memakai helm bertuliskan “There is blood in the water”. Sepertinya itu merujuk pada sebuah lagu band metal asal Australia bernama Parkway Drive.

Sesi ini berlangsung dalam cuaca mendung, sempat turun gerimis di tengah sesi tapi tidak membuat trek terlalu licin. Pebalap HRT, Pedro de la Rosa, tidak turun ke lintasan karena mobilnya belum siap, sedangkan Narain
Karthikeyan tak maksimal karena suhu mobilnya naik setelah 32 menit. (net/jpnn)

Ronaldinho Mengaku Masih Jomblo

Ronaldinho bukan hanya terkenal lewat aksinya di dalam lapangan. Saat berada di luar lapangan pun, Ronaldinho tak luput dari perhatian.
Ternyata hal itu berdampak pada kehidupan pribadi mantan pemain terbaik dunia itu. Ronaldinho mengaku belum mempunyai seorang kekasih karena terus-menerus mendapat perhatian publik. “Sulit untuk memiliki kekasih karena segala gerak-gerikku merupakan berita. Aku tidak akan berhenti menjalani kehidupan ini hanya karena orang-orang membicarakanku,” ujar Ronaldinho.

“Orang ingin menjalani kehidupan normal. Aku juga ingin mencoba hal itu, namun tidak bisa. Itu karena saat ini ada kamera di setiap telepon  selular,” lanjutnya.

“Aku merasa cukup gila untuk menikah. Aku tidak ingin menikah tanpa siap menjalani kehidupan setelahnya. Pertama, aku ingin terlebih dahulu pensiun. Selanjutnya aku ingin menikah,” papar Ronaldinho.

“Hidup sendiri pun kadang menyenangkan. Tidak membuat susah orang lain,” pungkasnya. (net/jpnn)

Dirk Nowitzki Menangkan Dallas

DALLAS-Dirk Nowitzki tampil cemerlang untuk memimpin sang juara bertahan Dallas Mavericks kembali memetik kemenangan. Menjamu Charlotte Bobcats dalam laga berakhir Jumat (16/3) siang WIB, Mavs menang 101-96.

Nowitzki mencatatkan 27 poin, enam rebound dan lima assist untuk menjadi penampil terbaik Mavs. Dua pemain cadangan Mavs tampil prima dengan Jason Terry menyumbang 18 poin dan Rodrique Beaubois menambahkan 14 poin.

Laga seimbang terjadi di 12 menit pertama dengan kedua tim berbagi angka 23-23. Dengan raihan 31 poin Bobcats di akhir kuarter kedua membungkam American Airlines Center untuk berbalik unggul 54-48.

Pasca jeda Mavs kembali membuat pendukungnya bersorak. Sebanyak 26 poin angka berhasil direbut dan hanya kemasukan 14 saja untuk mengambil alih kendali permainan di kuarter ketiga dengan skor 74-68.

Di kuarter pamungkas, Mavericks mampu mengambil kesempatan untuk semakin menjauhkan diri dari kejaran tim tamu.
Saat laga tinggal tersisa kurang dari empat menit, Mavs sudah memimpin 17 angka dalam kedudukan 94-77.

Namun Bobcats justru tampil lebih bersemangat dengan mampu memangkas jaraknya menjadi 96-99 ketika pertandingan tersisa kurang dari 20 detik.
Pelanggaran Corey Maggette terhadap Nowitzki berakibat fatal. Mavs mendapat dua tembakan penalti yang dieksekusi sempurna oleh si pemain sendiri dan menambah angka timnya menjadi 101.

Di waktu 19 detik, kans Bobcats menambah angka gagal setelah tembakan tiga angka Gerald Henderson mampu diblok Terry.
Bola masih dikuasi Bobcats tapi passing buruk Maggette memungkinkan Brandan Wright mencuri bola dan dikuasai Mavs yang menahan bola hingga buzzer tanda akhir pertandingan berbunyi. (net/jpnn)