Home Blog Page 13772

Pemkab Batubara Gelar Rapat Tertutup

Dua Tersangka Pencucian Uang Resmi Ditahan

JAKARTA-Usai ditangkap, dua tersangka skandal pencucian uang Rp80 miliar milik Pemerintah Kabupaten Batubara, resmi ditahan. Keduanya langsung dijebloskan di Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejagung setelah diperikasa lebih kurang tujuh jam.

Dua tersangka yang merupakan mantan Direktur CV Jumbo tersebut yaitu Abdurahman dan M Ibrahim. Perusahaan kedua tersangka diduga menampung dana pencucian uang milik Pemkab Batubara.

“Kedua tersangka langsung ditahan untuk dua puluh hari pertama,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, M Adi Toegarisman melalui pesan singkat, di Jakarta, Selasa malam (13/3).

Di Batubara, kabar ditangkap dan ditahanya dua tersangka itu menjadi perbincangan yang hangat. Bahkan, dikabarkan Bupati OK Arya langsung pergi ke Jakarta untuk melakukan lobi-lobi.

Pantauan Metro Asahan (grup Sumut Pos) di beberapa perkantoran SKPD sejumlah kadis tidak terlihat masuk kantor dan diinformasikan sedang melakukan rapat-rapat tertutup membahas tertangkapnya Abdurahman dan M Ibrahim.

Menyikapi itu, AS Nainggolan dan BS  Siagian tokoh masyarakat Batubara menuturkan, kasak-kusuknya para pejabat dan PNS di lingkungan pemkab merupakan hal yang wajar. “Karena kedua buronan yang ditangkap merupakan saksi kunci raibnya kas daerah yang nantinya akan berujung pada penangkapan OK Arya,” ucap mereka.

Menurut keduanya, rapat-rapat tertutup yang dilakukan para pejabat itu diduga membahas dan menyusun siasat untuk mengantisipasi apabila kasus hukum membidik OK Arya.

Abdurahman dan Ibrahim ditangkap Senin (12/3) malam, sekitar pukul 20.42 WIB, di tempat penjualan oleh-oleh Bakpia Patok 25 di Bandara Jaya Jalan Laksda Adisucipto Km 9 Jogjakarta. Keduanya ditangkap tim jaksa gabungan pidana khusus dan intelejen ketika berada di atas mobil Travel Nyaman hendak menuju Kediri, Desa Tulung Rejo Pare.

Pagi kemarin sekitar pukul 08.00 WIB kedua tersangka diterbangkan menuju Jakarta untuk menjalani pemeriksaan. Keduanya sampai di Gedung Bundar, Kejagung dengan tangan terborgol sekitar pukul 10.45 WIB. Pemeriksaan berakhir sekitar pukul 18.20 WIB. Masih mengenakan kaos masing-masing berwarna hijau dan kuning, serta celana pendek, keduanya langsung masuk mobil Satuan Khusus Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan RI tanpa berkomentar kepada wartawan.

Menurut Adi, saat berstatus sebagai saksi, keduanya tidak pernah memenuhi panggilan penyidik. “Dengan perkembangan fakta hasil penyidikan, didapat cukup bukti untuk menyatakan yang bersangkutan sebagai tersangka. Ketika ditetapkan sebagai tersangka, dia juga tidak pernah hadir kemudian kami buru dan berhasil kami tangkap,” kata Adi.

Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan sembilan tersangka yang sedang diproses hukum. Sembilan tersangka yaitu Kepala Pengelola Keuangan Daerah Pemkab Batubara Yos Rauke, yang dituntut 13 tahun penjara dan diputus hakim 5 tahun penjara. Bendahara Umum Pemkab Batubara Fadil Kurniawan yang dituntut 14 tahun dan dihukum 8 tahun penjara. Pemilik PT Pacific Fortune Management (PT PFM) Rahman Hakim dituntut 17 tahun penjara dan masih proses persidangan. Direktur Utama PT PFM, Ilham Martua Harahap masih dalam proses pemeriksaan ahli di persidangan. Daud Aswan Nasution sudah diputus dua tahun dan telah berkekuatan hukum tetap. David Purba, dalam proses pembacaan dakwaan dan mantan Kepala Cabang Bank Mega Jababeka Bekasi Itman Hari Basuki yang saat ini masuk pemberkasan untuk persiapan penuntutan.

Kasus ini bermula saat Yos Rauke dan Fadil Kurniawan menyetor dana kas Pemkab Batubara senilai Rp80 miliar ke Bank Sumut lalu ke Bank Mega Cabang Jababeka Bekasi. Hal ini dilakukan setelah diiming-imingi bunga deposito tinggi keduanya oleh tersangka Kepala Cabang Bank Mega Jababeka Bekasi, Itman Hari Basuki. Kedua pejabat lantas mencairkan deposito Rp80 miliar ke dua perusahaan sekuritas PT Pacific Fortune Management dan Nobel Mandiri Investment. (ck-1/smg/int)

Magic Johnson Buat Film Tentang Dirinya

20 Tahun Hidup Sebagai Penderita AIDS, Sempat Dianggap Sebagai Mayat Hidup

LOS ANGELES— Legenda NBA, Earvin “Magic” Johnson, menandai keberhasilannya melampaui 20 tahun hidup bersama HIV/AIDS dengan membuat sebuah film dokumenter tentang kehidupannya hidup dengan sindroma itu.

Magic Johsnon, pilar utama klub NBA Los Angeles Lakers pada 1980-an, membuat pengumuman mengejutkan pada 7 November 1991.  Saat itu ia mengaku dirinya mengidap virus HIV yang menyebabkan penyakit AIDS.

Pengumuman  Johnson tersebut langsung menghentikan kariernya di NBA. Johnson masih tampil membela AS bersama “Dream Team” di Olimpiade Barcelona 1992, tetapi lebih sebagai penghormatan terhadap eksistensi dirinya serta pemian tua lainnya, Larry Bird.

Sekarang, 20 tahun setelah pengumumannya yang mengejutkan, Johsnon masih survive. Ia bahkan menjadi narator dalam sebuah film dokumenter tentang kasus HIV/AIDS bersama para pemain besar NBA mulai dari Larry Bird,  James Worthy, hingga Karl Malone dan Jerry West.  Dokumenter sebanyak 12 seri ini akan disiarkan di ESPN sebanyak 12 episode hingga 14 April.

Pengumuman Johnson pada lebih daeri 20 tahun lalu tersebut dianggap fenomenal karena ia menjadi selebriti kulit hitam pertama yang mengakui secara tegas masalah yang dihadapinya.

Sebuah hasil penelitian yang diumumkan pada awal Maret lalu menunjukkan tingkat terjangkitnya HIV AIDS pada kaum wanita kulit hitam yang tinggal di perkotaan lima kali kebih besar dari perkiraan. Dalam penelitian yang mengambil tempat di Baltimore, Atlanta, Washington, New York, Raleigh-Durham, adan Newark didapat hasil wanita kulit hitam memiliki risiko terkena HIV AIDS 15 kali lebih besar dari wanita kulit putih.

Karena itulah, film dokumenter bertajuk “The Announcement” ini menjadi sangat penting.  Film dokumenter ini diharap membantah stigma-stigma yang selama ini berjangkit pada penderita HIV AIDS dan menyulitkan pemulihan para penederitanya.

Dalam film ini direkam komentar orang-orang yang dekat dengan Johnson, termasuk Pelatih Lakers Pat Riley dan mantan bintang NBA, Karl Malone.
Sementara Malone mengatakan semua orang selalu mengaitkan sindroma HIV/AIDS ini dengan kematian atau seorang yang sekarat. “Meski (Johnson) berjalan, berdiri, dan mengumumkan hal tersebut dalam konferensi pers, mereka tetap berpikir melihat sedang melihat sebuah mayat hidup,” kata Malone.

Nyatanya, dengan perawatan medis yang intensif dan gaya hidup yang sehat, Magic Johnson tetap bertahan hingga saat ini. Ia tetap aktif sebagai seorang pengusaha dan komentator televisi. Dalam situasi ketika HIV/AIDS sudah merebak di seluruh lapisan masyarakat dan dunia, dengan stigma yang tak berubah, kehadiran Magic mungkin dapat mengubahnya. (net/jpnn)

Dukung Timnas dengan Topless

BERUNTUNG rasanya bagi Tim Rugby Wales mempunyai pendukung seperti Imogen Thomas. Model bertubuh aduhai ini memberikan dukungan kepada timnas negaranya yang sedang bertanding melawan Italia dengan cara yang unik.

Melalui akun Twitter miliknya, Imogen memberikan dukungan dengan memposting “Cmon boys!! #cymruamyth” disertai link menuju foto seksi dirinya. Mantan Miss Wales yang pernah ketahuan berselingkuh dengan Ryan Giggs ini memposting foto dirinya dengan tulisan “Cmon Wales” di dada mulusnya tanpa mengenakan atasan apapun.

Dan karuan saja foto topless Imogen sungguh menginspirasi Timnas Rugby Wales yang pada kesempatan itu berhasil menggasak Italia dengan skor telak 24-3 di Millenium Stadium. Imogen yang senang melihat tim kesayangannya berhasil meraih kemenangan lantas kembali berkicau pada akun Twitternya: “Well done boys! Grandslam here we come!” (net/jpnn)

Bertahan meski Ada Pertumpahan Darah

Perubuhan Warung di Sisingamangaraja Buah Konflik UISU Pimpinan Sariani dan Helmi (3/Habis)

Konflik UISU pimpinan Sariani dan Helmi terus membuka luka. Pemuda setempat yang diberi kepercayaan oleh Kubu Helmi kini merasa terkhianati. Ujung-ujungnya, Rusdi sang penyewa lahan menjadi korban.

Zulkifli-Adlansyah, Medan

”Kami tetap akan mempertahankan lahan yang sudah kami sewa dari pihak yayasan UISU, walau harus ada pertumpahan darah. Jangan mentang-mentang ada investor yang melirik lahannya, kami yang sudah membayar sewa tidak diperhatikan,” kata Rusdi saat disambangi Sumut Pos belum lama ini.

Kekecawaan lelaki berusia 38 tahun ini memang sudah sampai diujung. Bagaimana tidak, Rusdi telah menyewa lahan tersebut secara legal. Dia menyewa melalui penyewa pertama bernama Bu Haji yang diwakilkan oleh anaknya Muhfti SE sebesar Rp16 juta di atas kwitansi yang ditandatangani. Kemudian, Rusdi juga membayar uang sewa kepada pengelola lahan yang merupakan pemuda setempat (PS) bernama Edy sebesar Rp10 juta di atas kwitansi dengan materai.

“Dalam perjanjiannya, Bu Haji yang diwakilkan anaknya si Muhfti menjamin kalau tak ada sengketa di lahan ini dengan pihak lain. Sedangkan PS yang ditunjuk pihak yayasan sebagai koordinator yayasan UISU akan terus memperjuangkan uang sewa kami yang sudah diterimanya untuk dikembalikan,” ujarnya yang ditemani istrinya, Elvita Agustina dengan sedih.

Naas, setelah sebulan, pihak Kecamatan Medan Kota dan Kelurahan Teladan Barat yang dituding sebagai aksi pesanan dari pihak yayasan UISU membongkar paksa warung dengan mencari-cari kesalahan. “Memang janjinya lahan ini tidak boleh diberikan lagi kepada orang lain. Tetapi, alasan pembongkaran yang dilakukan hanya mencari kesalahan para pemilik warung lainnya yang diduga menyediakan arena judi, lokasi maksiat dan travel. Itu sudah tidak masuk akal, kalau memang kami menyediakan itu, pasti masyarakat sekitar sudah protes,” jelasnya lagi dengan kesal.

Tak pelak hal ini sangat merugikan Rusdi. Apalagi, dia telah merehab warung yang disewanya itu dan menghabiskan dana Rp40 juta. “Sebelum pembongkaran, saya ada dipanggil oleh Camat Medan Kota, Parlindungan ke kantornya. Dia menyarankan akan mengganti rugi seluruh bangunan yang sudah dibangun sebelum dibongkarnya dengan membayar Rp20 juta. Kalau hanya segitu, tidak sesuai dengan modal yang sudah saya keluarkan,” terang Rusdi.

Dalam pertemuan itu, Rusdi mengatakan akan hengkang jika ganti ruginya pas. “Saya kembali menyarankan untuk ditambah menjadi Rp40 juta walau itupun sudah rugi sedikit, kami bukan mau bertahan atau menguasai tanah ini. Kami hanya meminta keadilan saja karena kami sudah dirugikan,” tegasnya.

Rusdi tambah kecewa karena pihak kecamatan dan kelurahan terkesan tidak membela warga, tapi malah berpihak ke yayasan. “Penjelasan kami tidak diterimanya dan menyarankan kami keluar dari ruangannya kalau tidak mau menerima uang ganti rugi sebesar Rp20 juta yang diberikannya,” jelas Rusdi.

Sedangkan untuk pemilik warung lainnya, tambahnya, sudah menerima uang yang diberikan oleh camat sebesar Rp20 juta. “Kalau pedagang lainnya, sudah tidak mempertahankan lahan yang sudah disewanya. Karena mereka sudah menerima uang yang diberikan Camat. Kalau menurut saya pedagang lainnya tidak rugi karena mereka sudah lama berjaualan di sini dan sewanya pun sudah hampir habis. Sementara saya, baru memulai sewa dan belum ada menuai hasil sudah ditindas,” jelasnya.

Pengakuan Rusdi, dia telah bertemu dengan pihak yayasan UISU yang diwakili sang ketua Helmi Nasution dan Iwan Bahrum Jamil. Dalam pertemuan itu, Rusdi disalahkan karena menyewa lahan dengan orang yang tak tepat. “PS sudah tidak ditunjuk lagi sebagai kordinator yayasan,” ungkap mengulangi kalimat Helmi dan Iwan.

Pernyataan ini tak pelak membuat PS berang. Mereka merasa dikhianati. Bagaimana tidak, PS-lah yang membantu Helmi cs merebut UISU dari kubu Sariani beberapa tahun silam. “Mereka lupa, mereka telah memandatkan kepada kami untuk mengelolah tanah itu. Jika tak percaya tanyakan saja Bang Iwan (Iwan Bahrum Jamil, Red),” jelas Edy, sang koordinator pengelolah lahan yang berada di samping Fakultas Pertanian UISU itu.

Edy makin geram karena pihak yayasan yang dipimpin Helmi seakan buang badan. Padahal, pihak yayasan seperti Iwan Bahrum Jamil dan Haris Bahrum Jamil menikmati uang sewa tersebut. Sebagai pengelola pun, menurut Edy, PS tidak bisa sesuka hati. “Tapi, kami ada kesepakatan dengan dengan Bang Iwan (Iwan Bahrum Jamil, Red) dan uangnya juga sebagian kami serahkan ke dia. Jadi kami tidak menyewakan tanah sesuka kami,” ujar Edy.

Dengan dasar percaya dengan yang dikatakan pihak yayasan itulah mereka (PS) berani menyewakan lahan tersebut. “Itu dia, bayangkan saja hal itu. Rusdi menyewa pada kami (pemuda setempat, Red) yang diketahuinya sebagai pengelolah lahan itu karena telah ditunjuk pihak yayasan. Nah, setelah jalan, eh malah yayasan yang menggusur secara sepihak tanpa melibatkan kami,” geram Edy.

Karena itu, pemuda setempat terus memperjuangkan apa yang diusahakan Rusdi. Ini semata demi rasa kemanusiaan yang mereka miliki. “Bang Rusdi harus mendapat ganti rugi jika memang harus hengkang dari tanah itu!” tegas Edy. (*)

SSB Sinar Baru Terbentuk

HAMPARAN PERMATA- SSB Sinar Baru yang bermarkas di Dusun XVIII Harjosari Pasar III Kecamatan Hamparan Permata akan mendaftarkan diri ke Pengcab PSSI-Sumut.

“Setelah susunan kepengurusan rampung, kami akan mengajukan pembentukan SSB Sinar Baru ini ke Pengcab PSSI-Sumut,” tutur Riswanto salah satu pendiri SSB Sinar Baru kepada wartawan di sela-sela latihan.

Dia menambahkan, SSB Sinar Baru sudah melakukan proses latihan rutin tiga kali dalam seminggu sejak Januari lalu.
SSB Sinar Baru bertujuan untuk menjauhkan anak-anak dari perilaku menyimpang. “Saya dan orangtua yang lain melihat kebanyakan anak-anak tidak mempunyai kegiatan setelah pulang sekolah, dan menghabiskan waktunya untuk bermain-main,” katanya.

Selain Riswanto, SSB Sinar Baru juga dibentuk bersama orangtua siswa yang lain, diantaranya Karim dan Suryono. Untuk urusan pelatih, sementara SSB ini masih dilatih Misrin yang diperbantukan dari SSB lain.

Seperti SSB pada umumnya, SSB Sinar Baru mendidik siswa dari kelahiran 1997 hingga 2000. Kemudian siswa yang mendaftar sejauh ini sebanyak 35 orang.
“Kami juga akan memberikan tembusan ke pemerintah setempat tentang pembenttukan SSB Sinar Baru ini,” katanya mengakhiri. (mag-10)

Pembalap Yamaha Makin Pede

MEDAN-Boleh jadi Apmansyah Tanjung selaku manajer tim Yamaha Yamalube Alfa Scorpii NHK 3Di Yonkjaya TDR AHRS Medan tersenyum bangga, ketika melihat hasil akhir Kejurda Yamaha Corsa RPM G Speed Promo Road Race 2012 Seri III yang berlangsung, di Sirkuit Buatan seputaran Lapangan Merdeka Binjai, Minggu (11/3) lalu.

Bagaimana tidak, dari 6 kelas kejurda yang dilombakan berhasil memenangi tiga kelas bergengsi yakni MP1 (bebek 4 tak tune up 125 cc Terbuka) dan MP2 (bebek 4 tak tune up 110 cc terbuka) melalui Agung Febri Ramadhani, serta MP4 (bebek 4 tak tune up 110 cc pemula) lewat M Irvansyah Lubis. Bukan itu saja, rider binaan PT Alfa Scorpii ini juga mendominasi lima besar kelas lainnya.

“Hasil kejurda kali ini cukup memuaskan, dengan tiga podium tertinggi di enam kelas. Hasil ini sekaligus menambah kepercayaan diri para pembalap sebelum terjun mengikuti seri II region I kejurnas Motoprix yang akan dilangsungkan di Aceh Utara, Minggu depan,” kata Apmansyah Tanjung di Medan, Senin (12/3) .

Apa yang diraih pembalap Agung Febri sudah bisa diprediksikan dari sebelum race day. Pasalnya dari mulai sesi latihan bebas sampai babak penyisihan, Agung Febri penuh percaya diri menjadi yang terbaik. “Seri ini dapat setingan mesin yang pas, makanya tenaga motor bisa maksimal,” kata pembalap yang menggeber Jupiter Z ini. Agung Febri Ramadhan yang turun di kelas seeded (para juara) memang tampil memukau. (jun)

Ayam Kinantan Jangan Kalah

MEDAN- Banyak rekor yang dihasilkan anak-anak PSMS setelah ditangani pelatih sementara Suharto AD. Dengan sisa dua pertandingan jelang paruh musim, PSMS kini bertengger di posisi 12 klasemen sementara ISL, dengan raihan 17 poin.

Yang paling diharapkan dari Suharto saat ini adalah anak-anak PSMS bisa menyelesaikan dengan baik paruh musim dengan mengoleksi poin penuh di dua laga sisa. Meladeni PSPS Pekanbaru (26/3) dan Persija Jakarta (30/3) di Stadion Teladan, sebaiknya Suharto jangan tergelincir. Pengalaman sebelumnya saat di tangani Raja Isa, membuat pelatih asal Malaysia itu didepak.

“Kita akan berusaha semaksimal mungkin. Dengan dukungan penuh dari masyarakat Medan, akan memberikan kekuatan dan semangat tersendiri. Dan satu prinsip yang terus saya pegang, yakni tim sekuat apa pun pasti ada kelemahannya. Dan di Stadion Teladan tak ada yang tak bisa kita kalahkan,” tegasnya, Selasa (13/3).

Mengilas balik, usai dipecundangi Persegres Gresik 0-1 di Stadion Teladan 2 Februari lalu, pelatih kepala PSMS terdahulu Raja Isa langsung diputuskan manajemen untuk didepak. Maklum, di tangan Raja Isa, PSMS terus berkutat di papan bawah klasemen. Ditambah kekalahan dengan Persegres, membuat masyarakat Medan murka.

Dari delapan pertandingan di bawah asuhannya, PSMS hanya bisa menghasilkan tujuh poin dari sekali menang dan draw empat kali. Sisanya PSMS harus menderita kekalahan. Tentu yang paling tak bisa diterima pendukung PSMS dan masyarakat Medan adalah kekalahan di Stadion Teladan. Hal itu menjadi kesalahan fatal baginya sebagai arsitek tim berjuluk Ayam Kinantan itu.

Karir Raja Isa di PSMS dipastikan hanya sampai pertandingan kedelapan itu. Sisanya ditangani Suharto yang notabene sebelumnya adalah asisten pelatih. Memang tak dinyana, dengan tangan dingin Suharto kini PSMS sudah menjadi momok bagi tim lawan, baik di kandang maupun pada laga tandang.
Dengan racikan 4-4-2, Suharto seolah membangkitkan PSMS dari keterpurukan. Pertandingan perdana di tangannya, menjadi kemenangan terbesar pertama bagi PSMS. Anak-anak asuhannya berhasil membantai Persiba Balikpapan di Stadion Teladan dengan skor 4-1 pada 6 Februari lalu.

Hasil tersebut menjadi awal anak-anak PSMS meraih kemenangan demi kemenangan. Puncaknya, PSMS bisa mempecundangi Deltras FC Sidoarjo di Stadion Gelora Delta 3 Maret lalu dengan skor tipis 0-1. Atas kemenangan ini, untuk pertama kalinya pula PSMS bertengger di jajaran tim 10 besar terbaik ISL.

Namun, bermain total membuat banyak pemain inti dibekap cedera dan akumulasi kartu kuning. Alhasil, pada pertandingan berikutnya melawat ke Stadion Barnabas Youwe kandang Persidafon FC Dafonsoro, 7 Maret lalu, membuat PSMS bermain pincang. PSMS membukukan rekor kekalahan terbesar pertamanya yakni 4-1.

Namun, jika direkap, prestasi Suharto masih jauh lebih baik dari Raja Isa. Dari tujuh pertandingan yang dikawalnya, PSMS bisa meraih tiga kemenangan, sekali seri dan kalah tiga kali.

“Hasil yang kita capai saat ini tak terlepas dari dukungan masyarakat Medan. Itu selalu jadi semangat awal sebelum anak-anak turun dan tampil baik di lapangan,” tandas Suharto.(saz)

Bebas Galau 30 Jam

Bonus Layanan Data dari Kartu As

MEDAN- Kartu As kini menghadirkan promo terbaru “Bebas Galau 30 Jam”, promo khusus yang diperuntukkan bagi pengguna Kartu As untuk mendapatkan gratis nelpon 300 menit yang berlaku hingga 30 jam dan bonus ribuan SMS dan gratis data hingga 3Mb.

Promo ini berlaku mulai 1 Maret 2012 dan dapat diperoleh cukup dengan mengakses menu *100# dan pilih “GRATIS Nelpon 30 Jam”, atau langsung mengakses menu *100*30#.

Promo ini dapat dinikmati setelah pelanggan Kartu As melakukan panggilan ke sesama pelanggan TELKOMSEL mulai pukul 00.00 WIB hingga pukul 23.59 WIB dengan akumulasi pemakaian pulsa antara Rp500 hingga Rp2.000 diwilayah Sumatera atau sesuai zona lokasi pelanggan.

Setelah melewati batas pemakaian pulsa, pelanggan akan mendapatkan total gratis 300 menit nelpon yang berlaku selama 30 jam, dengan pembagian 200 menit untuk pukul 00.00 WIb hingga 23.59 WIB dan 100 menit untuk pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB di keesokan harinya.

Selain gratis nelpon, pelanggan juga dapat menikmati gratis SMS ke semua operator dengan mengirimkan 1 hingga 10 SMS sesuai zona lokasi pelanggan.
Setelah melewati batas pengiriman SMS, pelanggan akan mendapatkan gratis ribuan SMS untuk pukul 00.00 WIB hingga 16.59 WIB dan gratis ratusan SMS mulai pukul 17.00 WIB hingga 23.59 WIB.

Pelanggan juga dapat menikmati gratis 100kb tiap hari, dan akan mendapatkan  bonus data (sosial networking) sebesar 3Mb setelah menggunakan akses data sebesar Rp2.000 atau 400 kB dengan tarif Rp5/kB hingga pukul 17.00 WIB.

Head of Telkomsel Area Sumatera, Gilang Prasetya, mengatakan, kartu As selalu memberikan solusi komunikasi murah bagi pengguna seluler, sebagai bentuk apresiasi bagi pelanggan kartu As dan diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi pelanggan dalam berkomunikasi dan berinteraksi menggunakan layanan data.

Paket kartu As terbaru ini, kata Gilang, dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan sebagai pengguna kartu As agar dapat menikmati berbagai pilihan paket murah untuk komunikasi sehari-hari. Paket  ini juga semakin melengkapi berbagai paket yang kini sudah ada dan tetap dapat dinikmati oleh pelanggan kartu As sesuai dengan kebutuhannya.

Selain gratis nelpon 30 jam, gratis ribuan SMS dan gratis data, pelanggan kartu As juga tetap bisa menikmati promo paket murah kartu As lainnya melalui akses *100#. Ragam bonus terus diberikan kartu As kepada pelanggan setianya, tidak sebatas pada layanan tapi juga apresiasi lainnya. (sih)

Mendagri Datang, Dana Pemilu Aceh Dikeluhkan

BANDA ACEH- Pemilukada serentak di 17 kabupaten/kota di Aceh akan digelar 9 April mendatang. Secara umum, persiapan sudah cukup matang. Hanya saja, untuk Pemilukada di Kabupaten Aceh Besar, masih ada keluhan soal dana.

Asisten I Pemkab Aceh Besar Abubakar HS, di hadapan Mendagri Gamawan Fauzi yang mengunjungi Pos Pemilukada Damai Aceh Besar, Selasa (13/3), menyebutkan, dari Rp34 miliar dana yang dibutuhkan, baru bisa cair Rp26 miliar dari APBD. “Kekurangannya belum tertampung,” ujar Abubakar HS.
Menanggapi hal itu, Kapuspen Kemendagri Reydonnyzar Moenek kepada wartawan menjelaskan, sebenarnya sudah ada Permendagri Nomor 57 Tahun 2010 yang bisa menjadi landasan hukum bagi pengeluaran dana daerah untuk Pemilukada. “Tidak ada alasan bagi pemda untuk tidak menganggarkan dana Pemilukada. Pengeluaran untuk Pemilukada boleh dilakukan sebelum pengesahan Perda APBD. Yang penting nanti dimunculkan di Perubahan APBD,” ujar Reydonnyzar Moenek .

Gamawan datang ke Pos Pemilukada Damai Aceh Besar, disambut antusias warga. Bahkan, sejumlah aktivis mahasiswa menyerahkan kaos bertuliskan “Pemilukada Damai”, kepada Gamawan. “Saya merasa bahagia. Harapan saya, pemilukada berlangsung damai, jujur, dan adil,” ujarnya.
Usai di Aceh Besar, Gamawan ke Pos Pemilukada Damai Kota Banda Aceh. Di sana Gamawan ikut membutuhkan tanda tangan di spanduk untuk komitmen pemilukada damai. Rencananya, Rabu (14/3), deklarasi pemilukada damai digelar di Masjid Baiturrahman, Banda Aceh.

Kapolda Aceh Irjen Pol Iskandar Hasan menyebutkan, untuk pengamanan akan didatangkan 750 personil Brimob dari Kelapa Dua.(sam)

Abraham Dianggap Arogan

Belasan Penyidik Protes Ketua KPK

JAKARTA- Internal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergolak. Sekitar 15 penyidik berlatar perwira menengah kepolisian memprotes kepemimpinan Ketua KPK Abraham Samad yang dianggap arogan dalam penanganan kasus korupsi.

Hal tersebut terungkap saat belasan penyidik mendatangi ruang pimpinan KPK di lantai III gedung KPK, Senin (12/3). Mereka mempertanyakan alasan pimpinan KPK mengembalikan secara mendadak dua rekannya sesama penyidik ke Mabes Polri. “Para penyidik itu memang sudah lama tidak cocok dengan ketua (KPK),” kata seorang sumber di KPK kepada Jawa Pos kemarin (13/2).

Sumber yang mewanti-wanti namanya tidak dikorankan itu, kegelisahan para penyidik terhadap Abraham sudah terjadi sejak sekitar sebulan lalu.
Dia lantas menceritakan awal dari perseteruan antara penyidik dengan orang nomor satu di KPK itu berawal dari keputusan Abraham yang mengumumkan status Angelina Sondakh sebagai tersangka kasus suap wisma atlet SEA Games, awal Februari 2012. “Dia (Abraham) menetapkan itu (Angie sebagai tersangka) tanpa melalui proses ekspos penetapan tersangka terlebih dulu,” katanya.

Nah, saat Abraham mengumumkan Angie tersangka itulah beberapa penyidik yang menangani kasus wisma atlet pun dibikin geger.
Mereka lantas ramai-ramai mendatangi Abraham dan meminta penjelasannya. Terjadilah diskusi sengit antara penyidik dengan Abraham. Ternyata bos komisi antikorupsi itu tersinggung dan marah besar dengan tingkah laku anak buahnya yang dianggap membangkang.

Diam-diam Abraham tercium melakukan upaya untuk mengembalikan beberapa penyidik yang dianggap membangkang itu ke instansi asalnya. Mabes Polri. Bahkan yang menjadi incaran Abraham, bukan hanya penyidik kasus wisma atlet, tapi penyidik yang menangani kasus suap cek perjalanan untuk pemenangan Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI).

Saat mengumumkan Miranda tersangka, Abraham memang tanpa didampingi pimpinan KPK yang lain. Abraham juga disebut-sebut pihak yang paling ngotot menetapkan Miranda sebagai tersangka.

Sementara itu, sumber lain di KPK juga menerangkan, Bambang dan Busyro sebenarnya juga merasa tersinggung penetapan Angie sebagai tersangka yang dianggap dilakukan Abraham secara sepihak. “Waktu penetapan (tersangka), Pak Bambang ada di Rusia. Padahal, sebelum berangkat ke Rusia, tidak ada keputusan antara untuk menetapkan tersangka baru,” kata sumber itu.

Sedangkan Busyro yang saat itu berada di Jakarta dengan tegas mengatakan dirinya tidak setuju dengan penetapan Angie sebagai tersangka. Hal itu karena perkara tersebut butuh gelar perkara lanjutan. Karenanya, Busyro tidak ikut bersama Abraham dalam konferensi pers mengumumkan Angie sebagai tersangka.

Juru bicara KPK Johan Budi membantah adanya perselisihan yang sengit antara penyidik dengan Ketua KPK. Namun, kata dia, kunjungan penyidik ke ruang pimpinan KPK merupakan hal yang lumrah. “Tapi, kalau keperluannya untuk protes saya tidak tahu,” kata dia.
Meski begitu, Johan mengakui, ada dua penyidik yang ditarik dari KPK ke institusi awal. Lebih lanjut dia menerangkan, ada beberapa hal yang mengapa seorang penyidik harus kembali ke Mabes Polri.

Pertama, karena kontrak selama empat tahun antara penyidik dengan KPK sudah habis dan tidak diperpanjang lagi. Selanjutnya, KPK sengaja mengembalikan penyidik ke Mabes Polri dengan beberapa alasan. Dan yang terakhir, Mabes Polri sebagai institusi awal menarik personilnya yang bertugas di KPK.(kuh/agm/jpnn)