30 C
Medan
Wednesday, February 4, 2026
Home Blog Page 13809

Diwarnai Aksi Protes

PSDS vs PSSA

LUBUKPAKAM- Pelatih kiper tim PSSA Asahan Hardianto mengkritik kinerja wasit pengawas M Amin yang dinilai kurang profesional saat  laga PSDS dengan PSSA Asahan.

Dalam pertandingan lanjutan kompetisi PSSI Divisi  Satu Grup II Liga Indonesia 2011-2012  di  Stadion Baharoeddin Siregar, Rabu (15/2) itu PSDS bermain imbang  atas PSSA dengan skor  0-0.

Saat pertandingan Hardianto sempat mendatangi M Amin. Namun, aksi itu langsung dihentikan anggota Panpel Dodo dengan cara menahan tubuh Hardianto sehingga niat Hardianto  terhalang. Tapi belakangan aksi itu mulai reda seiring pendekatan yang dilakukan Ketua Panitia Pelaksana  Judiman.
Aksi protes yang dilakukan Hardianto menyusul tidak sesuainya wasit menentukan batas waktu pertandingan. Padahal, selayaknya injuri time diberikan 4 menit, bukan satu menit. Soalnya dalam pertandingan banyak berhenti karena pemain cedera.

“Saya mendekatinya, agar wasit itu tahu kerjanya. Bukan sesuka hatinya,” ucapnya dengan tegas.

Di sela-sela perseteruan, Pelatih PSSA Asahan Rudi Sa’ari menyatakan tindakan rekannya itu untuk memberikan pelajaran  kepada korps baju hitam agar profesional dalam memimpin pertadingan.

Ketika ditanya apakah PSSA Asahan akan melayangkan surat protes kepada komisi pertadingan atau kepada PSSI pusat? Rudi menjawab tidak  akan melayangkan surat protes.

“Nggak usah buat protes. Cukup ini saja akan memberikan pelajaran bagi semua pihak,” katanya. (btr)

Kompetisi AMPI Cup I 2012 Digelar

MEDAN- Kompetisi AMPI Cup I 2012 U-15 dan U-12  akan digelar 27 Februari 2012 mendatang di Lapangan Martubung Medan Labuhan.
Kompetisi ini memperebutkan piala Ketua AMPI Labuhan Subandi dengan total hadiah Rp15 juta.

Ketua AMPI Labuhan Subandi mengatakan kompetisi ini bertujuan untuk memilih pemain-pemain muda berbakat khususnya di tingkat SSB.
“Tingginya animo pemain usia dini di pentas olahraga sepakbola membuat saya berpikir menyelenggarakan ajang kompetisi ini. Selain itu, demi mempererat rasa silaturahmi antar pengurus dan pemain,” katanya.

Lanjut Subandi dalam kompetisi ini dia akan mempertandingkan dua tingkat kelompok umur yaitu tahun kelahiran 2000 dan 1997.
Peserta juga akan dibatasi dan hanya merekrut 24 tim di kelahiran 1997 (U-15). “Kita telah targetkan 24 tim saja yang akan berlaga di tingkat U-15. Tapi untuk U-12 peserta pendafataran tidak kita batasi hingga waktu yang ditentukan yaitu sebelum perhelatan ini digelar,” sambungnya. Biaya pendaftaran  kelahiran 2000 Rp200 ribu dan kelahiran 1997 hanya Rp300 ribu.(mag-10)

Medan Labuhan Juara Turnamen Futsal PFC

MEDAN- PSMS Medan Fans Club (PFC) menggelar turnamen futsal antar korwil di KIM Futsal Centre Mabar, Minggu (13/2) lalu. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mempererat persaudaraan sesama anggota.

“Ini demi soliditas anggota. Kalau mereka akrab di sini, tentu saat memberikan dukungan kepada PSMS di Stadion Teladan juga akan semakin solid,” ungkap Ketua Umum PFC Rahmad Nur Lubis.

Dengan demikian, lanjutnya, para anggota PFC dapat terarahkan pada kegiatan-kegiatan yang positif. “Harus diakui, anggota kita sebagian besar remaja. Jadi dengan menggalakkan futsal di kalangan mereka, setidaknya bisa membuat mereka melakukan kegiatan yang positif,” katanya lagi.
Sementara, Ketua Panitia Muammar Reza menuturkan, turnamen Futsal PFC ini diikuti oleh 10 korwil dengan sistem grup. Korwil Medan Labuhan menjadi juara turnamen usai mengandaskan Medan Deli di final dengan skor 4-1.

Sebelumnya, di babak semifinal Medan Labuhan menekuk Medan Perjuangan dengan skor 7-6 lewat adu penalti. Sementara Medan Deli di babak semifinal mengalahkan Medan Timur degan skor 4-2. “Tim juara mendapatkan hadiah uang pembinaan dan piala. Turnamen ini khusus untuk anggota yang mempunyai kartu anggota PFC,” pungkasnya.(saz)

NPC Sumut Target 22 Emas

MEDAN- Cabang olahraga atletik binaan National Paralimpic Commite (NPC) Sumut memasang target 22 medali emas untuk PON Riau mendatang.
“Pengurus mengharapkan penambahan medali emas dari Porcanas Kalimantan Timur 2008,” tutur Yoseph Lumi, Kepala Pelatih Atletik kepada wartawan usai memimpin latihan di Stadion Unimed Medan, Rabu (15/2).

Untuk keseluruhan atlet atletik Sumut yang lolos Pra-Porcanas itu ada 20 orang, antara lain nomor lempar cakram, lempar lembing dan tolak peluru.
Sementara nomor  lari dan lompat jarak jauh  ada Harjono Tarihoran, Super Benektus, Abdul Halim, Indra, Aspen, Suriani, Melly, Lidya, Septi Sumarni. Semua atlet berasal dari daerah Medan, Samosir, Deliserdang, Binjai, Pematangsiantar, Nias, dan Serdangbedagai.
“Untuk peningkatan prestasi tidak sepenuhnya kita menekan atlet melainkan sistem kepengurusan juga masih perlu pembenahan,” katanya. (mag-10)

Anes Siregar Siap Tampil di PON

MEDAN- Atlet renang asal Tirta Prima Anes Siregar akan diturunkan dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau, 9 September  mendatang.
Rencananya dia akan turun di nomor lomba 100 meter gaya punggung dan 200 meter gaya punggung.

“Sampai saat ini saya terus menjalani program latihan di Kolam Renang Selayang Medan Jalan Dr Mansyur,” bilang Anes saat ditemui wartawan koran ini, Selasa (14/2).

Dijelaskannya materi latihan yang diajarkan pelatih Igor meliputi latihan daya tahan tubuh dan pengaturan pernapasan dalam air. “Namun yang terpenting dalam teknik renang ini adalah bisa mengatur pernafasan. Lalu dapat menggerakan organ tubuh dengan cepat,”ungkapnya. Sebelumnya Anes juga pernah meraih medali emas saat Pelatda. Nah, saat PON nanti Anes bertekad meraih emas.

Sementara itu Rudi Rinaldi, Penasihat Klub Tirta Prima mengaku bangga atas prestasi yang diraih atletnya.
“Mudah-mudahan raihan medali emas dapat memotivasi atlet untuk bisa meraih prestasi lagi saat di PON nanti,” bilang Rudi.(omi)

Jelang PON Riau Pertina Sumut Target Tiga Medali

MEDAN- Persatuan Tinju Nasional (Pertina) Sumut memasang target tiga emas pasca Pra PON di Padang dan Mataram, Desember tahun lalu.
“Target kami tiga medali emas di PON Riau September mendatang,” tutur Irianto Bakti, Pelatih Pertina Sumut kepada wartawan di sekretariat Pertina Sumut Jalan Tuamang Medan, Selasa (14/2).

Hasil itu ditargetkan setelah tim petinju Sumut mendapat dua medali emas dan lima perunggu, pada PON musim lalu yang diadakan di Kalimantan Timur.
“Tapi hasil itu tidak bisa kita buat sebagai acuan, namun  hanya untuk modal motivasi kepada anak-anak,” tambahnya. Atlet yang bakal dikirim ke PON itu adalah Niko Purba peraih medali perak  turun di  kelas  81 kg, Sripdayati peraih medali perunggu turun di kelas 54 kg, Esmiliana Simangunsong meraih medali perak turun di kelas 57 kg, Abdullah Siregar meraih  medali perunggu turun di kelas 57 kg.
Keempatnya berasal dari Samosir, Pematangsiantar, Labuhanbatu dan Padangsidempuan.

Sedangkan atlet dari Medan kelompok putri adalah Sadarmawati Simbolon kelas 49 kg meraih medali perunggu, Nurmala Deli kelas 51 kg meraih medali emas, dan Maduma Simbolon kelas 64 kg mendapat medali emas dan Siti Aisyah kelas 60 kg lolos dengan dari pelatnas Sea Games.
Untuk putra di tempati Daniel Pasaribu kelas 69 kg meraih medali perunggu, Benget Simorangkir kelas 75 kg meraih medali emas.
Untuk menambah jam terbang, atlet tinju Pertina Sumut akan mengikuti beberapa kejuaraan tinju, seperti kejuaraan Sarung Tinju Emas Maret dan Piala Wali Kota Pematangsiantar April mendatang.

“Rencananya Juli mendatang atlet tinju Sumut akan menjalani Training Camp (TC) di Pangkalan Mashur Asrana Haji Medan,” tambah Irianto. (mag-10)

60 Persen Hutan Mangrove Indonesia Rusak Parah

Melihat Penanaman Mangrove di Paluh Kurau, Belawan

Dari 3,6 juta hektar lahan mangrove yang ada di Indonesia, 60 persen di antaranya telah mengalami kerusakan yang cukup parah. Kerusakan tersebut disebabkan berubahnya fungsi menjadi tambak, pembangunan infrasturktur dan pembabatan massal.

Untuk mengembalikan kondisi hutan mangrove seperti sedia kala, Kementerian Kehutanan sudah menganggarkan dana melalui APBN untuk merehabilitasi hutan mangrove yang sudah rusak di seluruh Indonesia.

“Kita sudah anggarkan dana di APBN untuk rehabilitasi kawasan hutan mangrove yang rusak ini,” kata Dirjen Badan Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan Hary Santoso, pada launching Penanaman Mangrove Bersama Masyarakat Paluh Kurau, Belawan, yang diselenggarakan Yayasan Gajah Sumatera (Yagasu) Rabu (15/2).

Selain itu, Kementerian Kehutanan juga tetap butuh dukungan dari masyarakat maupun pihak kabupaten/kota yang memiliki hutan mangrove. “Jika hanya menganggarkan dana APBN untuk merehabilitasi hutan mangrove yang rusak di seluruh Indonesia tentu saja tidak cukup. Karena itu, kita imbau pihak kabupaten/kota turut menganggarkan dana rehabilitasi mangrove melalui APBD,” jelasnya.

Tidak dipungkiri, lanjut Hari mangrove memiliki potensi besar terhadap lingkungan maupun untuk kehidupan ekonomi masyarakat sekitarnya. “Ketebalan mangrove jika sampai 200 meter dapat mencegah bencana tsunami. Selain itu, mangrove juga bisa 10 kali lipat meminimalisir efek gas rumah kaca serta bisa menahan erupsi laut dan sebagai tempat pemijahan ikan. Jika mangrovenya rusak, maka rusaklah ekosistem pemijahan ikan tersebut,” jelasnya sembari menambahkan hutan mangrove juga berfungsi sebagai tempat transit burung-burung dari Australia.

Sementara, Kadis Kehutanan Sumut JB Siringo-ringo mengutarakan hutan mangrove di Sumatera Utara sudah 75 persen rusak parah. Dari jumlah tersebut, kawasan yang paling parah berada di Langkat, Deli Serdang. “Oleh karena itu, kegiatan yang digelar oleh Yagasu ini sangat positip dan kita dukung sepenuhnya,” tegas JB Siringo-ringo.

Direktur Yayasan Gajah Sumatera Bambang Suprayogi mengungkapkan, kehadiran Dirjen untuk menanam mangrove secara simbolis merupakan kehormatan bagi Yagasu dan masyarakat Paluh Kurau.

Dan sampai saat ini, Yagasu bekerjasama dengan masyarakat sedang mengembangkan hutan mangrove di delapan wilayah Aceh dan Sumut, untuk Aceh dilaksanakan di Biruen, Aceh Besar, Pidie dan Banda Aceh, sementara di Sumut meliputi Langkat, Deli Serdang, Batubara hingga Asahan.
“Program ini merupakan program ketiga di dunia,” cetus Bambang sembari menambahkan sejak 2005 setelah dikembangkan oleh Deliserdang,  sedikitnya sudah 2 ribu hektar terealisir di Sumut dan Aceh, 75 persen sudah berusia 7 tahun.

Kegiatan ini bekerjasama dengan masyarakat dan sudah 42 desa berkomitmen menanam dalam jangka waktu 10 tahun, ditarget 60 desa ikut serta menanam mangrove.

Menanggapi hal tersebut Hary sangat mengapresiasi Yagasu. Apa yang dilakukan tersebut merupakan wujud kepedulian selaku mitra pemerintah.
“Beberapa investor dari danone, livelihoods yang menginvestasikan dananya untuk menanam mangrove di kawasan pesisir timur dengan luas 5000 hektar selama 20 tahun dengan menanam 6,4 juta pohon harus diapresiasi dan didukung,” tegasnya.

Karena, banyak keuntungan yang dapat diambil dari hutan mangrove, salah satunya memanfaatkan carbon trading sebagai komoditi yang laku dijual. (ila)

Satu KL1K Sejuta Pesan

XL Luncurkan Kartu Perdana KL1K Secara Nasional

KL1K sebagai salah satu besutan XL siap memperkenalkan inovasi terbaru dari kartu perdana dengan beragam aplikasi. Dengan sekali KL1K, pelanggan bisa menyampaikan sejuta pesandengan mengakses semua sosial media atau satu kali download untuk 6 aplikasi secara gratis.

Promo ini diluncurkan secara serentak di seluruh Indonesia oleh operator XL, bertepatan dengan hari Valentine, 14 Febuari 2012. Untuk Kota Medan sendiri, peluncuran dilaksanakan di Restoran Bhineka Jalan Babura Lama Medan. Peluncuran ini berlansung meriah dengan dihadiri para komunitas XL, seperti komuniats Jilbab Moderen, komunitas DJ di Medan, dan para Blogger.

Juga hadir Manager Promo West Wuli Marwanto, Regional Sales Operation Manager Medan Dody Hadiana, Manager XL Center West Nadra Dwiyana. Tak lupa juga menghadirkan Duta Putri Sumut, Tata.

Swandi Tjia, GM Sales Operation Nothern West XL mengatakan, banyak pilihan untuk pe-langgan saat berselancar mengggunakan aplikasi tersebut mulai dari Facebook, Twitter, Blast Mesenger, Mig33 MiniBlog, Monster Fight, dan Yahoo Mesenger. “Banyak pilih-an yang akan digunakan pe-langgan dan keuntungan yang dida-pat jika menggunakan SP Klik ini. Tetapi khusus untuk Yahoo Mesenger baru bisa digunakan mulai 28 Februari 2012. Salah satu keuntungannya, Kartu Perdana Klik ini da-pat mendownload gratis semua aplikasi yang ada di Klik dan Gratis pemakaiannya selama 14 hari, setelah akses pertama kali dilakukan,”  kata Swandi Tjia.

Swandi menambahkan, harga kartu perdana ini hanya Rp 2.000  dengan sekali  KL1K bisa otomatis update status ke Yahoo Messenger, Facebook, Twitter, mig33. Konsumsi data yang le-bih hemat untuk akses aplikasi jejaring sosial sampai de-ngan 80 persen dibandingkan konsumsi  data melalui aplikasi mobile biasa.   Menurutnya, selain download gratis, pelanggan juga akan mendapatkan akses gratis (max 2.5MB/hari) ke akun sosial media melalui aplikasi XL KL1K selama 14 hari sejak terhubung pertama kali ke salah satu aplikasi.

“Setelah 14 hari, pelanggan yang menggunakan aplikasi XL KL1K akan dikenakan tarif default plan data (Rp1/KB sampai Rp 5rb lalu Rp 0,5/KB sampai Rp5rb lalu GRATIS internetan 35MB, skema tarif berulang hingga 10 cycle ),” paparnya.

Dikatakannya, cara menggunakan Klik sangat mudah, khusus pelanggan baru dan menggunakan kartu perdana KL1K, bisa mendownload aplikasinya melalui http://xlkl1k.com atau http://xlklik.com, atau xlklik.com, atau xlkl1k.com. “Langkah selanjutnya dapat dilihat di dalam apli-kasi. Untuk jenis HP yang bisa mendownload aplikasi Kl1k ini hanya yang memiliki aplikasi Java MIDP (minimum J2ME)  dan Screen size minimum 176×22,” pungkasnya. Selamat mencoba. (*)

 

Piaggio Vespa Terjual 100 Unit per Bulan

MEDAN- Sejak tahun 1960an, kendaraan roda dua ini sudah menyita perhatian masyarakat. Bentuknya yang elegan, menjadikannya kendaraan yang paling dicari masyarakat. Setelah sempat hilang selama beberapa tahun, kendaraan roda dua ini kembali menarik perhatian masyarakat. Bahkan komunitas vespa merupakan yang terbesar kedua di dunia.

Membaca besarnya minat masyarakat akan vespa, Piaggio mengeluarkan seri vespa, yang menjadi suatu ikon fashion klasik Italia.
“Daya tarik vespa masih menjual, karena itu, kita berani menjual piaggio vespa, walau mahal, tapi kita jamin kualitasnya,” ujar Presiden Direktur PT Skuterindo Mandiri Lestari Regional Sumatera, Aditya Syahrizal Effendi.

Piaggio Vespa mulai dipasrkan di Medan sejak November 2011, bahkan saat ini, penjualannya mencapai 100 unit setiap bulan dengan harga Rp29 jutaan (Piaggio Vespa 150).

Untuk ukuran kendaraan bermotor termasuk mahal, tetapi sesuai standar Eropa yang lebih menjual kenyamanan dan keamanan. Salah satu kelebihannya terletak pada rangka bodi yang terbuat dari baja, seperti Vespa asli. Sedangkan sistem operasionalnya menggunakan injeksi. “Dengan rangka dari baja, keamanan dalam mengendarai lebih terjamin. Dengan injeksi, pemakaian bahan bakar minyak akan lebih hemat,” tambah Aditya.

Kerinduan masyarakat, menjadikan PT Skuterindo Mandiri Lestari optimis dengan Piaggio Vespa. Selain itu, harga mahal menurut Adit juga sesuai dengan fasilitas yang disediakan untuk masyarakat. “Jangan takut dengan sparepart dan service, karena sudah tersedia disemua cabang di Medan dan Sumut, seperti di Jalan Adam Malik dan Juanda Medan,” ungkap Aditya.

Keamanan lain yang disediakan Piaggio Vespa, dengan menggunakan sistem keamanan canggih, Immobilizer Key, yaitu tekhnologi kunci anti maling, sistem pengunci elektronik mesin yang diaktifkan secera otomatis ketika kunci dicabut.

Dengan ban tubeless, sehingga lebih mudah dalam perawatannya, bahkan tekhnologi yang digunakan pada roda vespa berasal dari tekhnologi roda pesawat terbang. Dengan lampu Halogen, berkendara lebih nyaman saat malam hari. Dan sistem exhaust Euro 3, pemakaian Piaggio Vespa lebih ramah terhadap lingkungan.

Untuk saat ini, ada 2 varian yang disediakan , Piaggio Vespa 125 non injeksi dan sistem bangga.(ram)
, dengan tawaran harga Rp26 jutaan dan tidak injeksi. Dan Piaggio Vespa 150 dengan harga Rp29 jutaan dengan sistem bangga. Kedua varian ini terbuat dari baja, dan tersedia dalam 8 varian warna.

Pemda Perlu Miliki Saham Inalum

Ketua Forum Bona Pasogit Ir SM Tampubolon

JAKARTA- Pemerintah Daerah (Pemda) yang berada di sekitar pesisir Danau Toba, harus segera memikirkan dana untuk dapat ikut memiliki saham dalam pengelolaan PT Indonesia Asahan Aluminium 2013 mendatang. Sebab, Pemda memiliki peranan yang cukup kuat.
Demikian diungkapkan Ketua Forum Peduli Bona Pasogit Ir SM Tampubolon kepada koran ini, di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Saya kira masukan dari Pemda-Pemda di sekitar Danau Toba harus dipertimbangkan pemerintah pusat. Jadi tahap pertama, ada satu kesungguhan dari daerah tersebut. Tahap berikutnya, segera memikirkan dana untuk itu. Kalau bersungguh-sungguh, misalkan Pemkab Tobasa, sudah harus mulai bisa menyisihkan dari APBD-nya untuk berinvestasi,” ungkap mantan anggota DPR periode 2004-2009 ini.

Langkah pemberian saham bagi Pemda-Pemda ini menurut Tampubolon cukup penting. Hal ini tidak lain demi meningkatkan sumber pendapatan asli daerah dalam jangka panjang.

“Jadi perlu memiliki saham dan tidak hanya sekedar menerima fee dari perusahaan industri yang sudah ada,” sebutnya.

Hanya saja, lanjutnya, memang terkait besaran sahamnya perlu memperhatikan segi kewajaran dan kemampuan. Untuk itu selain menyisihkan anggaran dari APBD, Pemda menurut sarjana perikanan angkatan pertama di Indonesia ini, dapat juga melakukan pinjaman agar dapat memiliki saham.
“Mungkin dalam hal ini diperlukan Peraturan Daerah (Perda) yang tidak bertentangan dengan perundangan. Jadi mungkin perlu dipikirkan terobosan perundangan, dimana kabupaten boleh meminjam uang untuk investasi bagi suatu bisnis tertentu. Ini perlu dipelajari,” ungkapnya.

Namun meski demikian, berbicara pengelolaan Inalum setelah kontrak Jepang berakhir, menurut pria yang banyak membangun usaha di bidang perikanan ini, ada tiga hal yang perlu diperhatikan. Diantaranya, terkait kemampuan teknologi, kemampuan modal maupun pasar. “Kalau pasar ada dan faktor lainnya mendukung, saya kira tidak ada masalah. Demikian juga dari segi teknologi, kalau memang kita sudah mampu kenapa tidak. Tapi bicara modal, ini kan investasi yang sangat besar. Jangan kita ini nafsu besar tenaga kurang. Ingin menguasai seluruhnya, tapi tidak memiliki tenaga,” sebutnya.
Karena apapun niat baik dari menguasai sepenuhnya Inalum ke depan, ujar Tampubolon kemudian, yang penting adanya output yang signifikan. Artinya, memiliki dampak bagi peningkatan PAD. “Katakan kalau sekarang alokasi dana untuk satu daerah mencapai Rp5 miliar. Maka setelah kita miliki harus bisa ditingkatkan menjadi Rp20 miliar, atau lebih,” tegasnya.(San)