30 C
Medan
Wednesday, February 4, 2026
Home Blog Page 13812

Syahrini, Kekasih Jauh di Seberang Lautan

Syahrini akhirnya buka suara mengenai hubungan asmaranya. Penyanyi sensasional itu mengaku saat ini sudah punya pacar. Dia tinggal jauh di seberang lautan. Wah, siapa?

Pelantun ‘Kau yang Memilih Aku’ itu masih malu-malu membeberkan identitas sang kekasih. Ia hanya membenarkan bahwa dirinya kini sudah punya kekasih.

“Yang pasti jauh di seberang lautan,” ujarnya penuh teka-teki saat ditemui di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (14/2).
“Dia wiraswasta, yang jelas lebih dari apa yang saya inginkan,” tambahnya tanpa memperjelas teka-teki sebelumnya.
Wanita asal Sukabumi itu menegaskan, hubungannya dengan sang kekasih berjalan serius. Ketika ditanya kapan akan menikah, Syahrini menjawab dengan diplomatis.

“Doakan saja semoga dilancarkan, amin. Semoga jodohnya memang tahun ini,” doanya. (fk/mmu/dtc)

Digigit Anjing Kakek

Rian Marbun (12), warga Jalan Gurila Medan harus menjalani perawatan intensif di instalasi gawat darurat (IGD) RSU dr Pirngadi Medan, Selasa (14/2) sore 17.00n WIB. Pasalnya, Rian digigit anjing milik kakeknya.

Pengakuan orangtua Rian, Tumbur Marbun, orangtuanya baru saja membeli anjing dari daerah Tembung. Ayahnya lupa mengikatnya. Rian yang sedang melintas dari depan rumah kakeknya tiba-tiba saja menerkam Rian dan menggigitnya.

Spontan saja Rian berteriak. Untung dia berhasil mengusir anjing milik ayahnya itu. Selanjutnya Rian pun dibawa ke RSU dr Pirngadi Medan.
“Padahal sudah kami suruh supaya diikat. Jika sudah begini mau dibilang apa lagi,” kata Tumbur.

Tumbur mengaku tak tahu apakah anjing yang baru dibeli bapaknya itu sudah disuntik rabies atau belum.
Rian mengalami luka robek di pipi sebelah kiri dan terpaksa dijahit. (jon)

Kami tak Tahan Kutipan Naik 100 Persen

Puluhan Pedagang Helvetia Mengamuk

MEDAN-Puluhan pedagang Pasar Helvetia yang berjualan berada di Jalan Dahlia Raya, Medan Helvetia mengamuk di pasar tradisional tersebut, Rabu (15/2). Mereka menolak kenaikan kutipan uang jaga malam yang dinaikkan oleh pihak pengelola keamanan.

Pedagang sempat adu mulut  dengan petugas pengutipan retribusi jaga malam.  Seorang pedagang Riris br Simanjuntak kepada Sumut Pos mengatakan mereka tidak terima dengan kenaikan retribusi jaga malam dari Rp1.000 per malam menjadi Rp4.000 per malam. Apalagi kenaikan itu terkesan tiba-tiba dan tanpa adanya pemberitahuan yang jelas. Ririsw mengaku hal itu memberatkan pedagang mengingat situasi pasar sepi. “Kami pedagang tidak dikasih tahu, tiba-tiba naik saja uang jaga malam, seharusnya dimusyawarahkan dulu,” kata Riris.

Pengakuan Riris pengutipan retribusi yang dilakukan oleh petugas kerap dibarengi ancaman,  “Orang itu mengutip sambil ngancam, katanya kalo nggak dibayar kami disuruh pindah atau barang tidak aman,” terang pedagang pakaian itu.

Sementara perwakilan pedagang Pasar Helvetia Medan juga mengadukan nasibnya ke anggota DPRD Medan, Rabu (15/2) siang.
Direktur Perusahaan Daerah Medan, Benny Sihotang mengatakan kalau kenaikan kutipan retribusi itu memang benar. “ Benar itu, seperti diketahui tarif pembayaran ke PLN sudah naik. Sudah berapa lama naik tapi belum dinaikkan retribusi ke pedagang, kenaikan retribusi itu sesuai dengan  tarif PLN,” kata Benny.(adl/gus)

Dewi Persik Dituntut 6 Bulan Penjara

Sidang kasus cakar-cakaran Dewi Persik dan Julia Perez kembali digelar dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dewi Persik pun dijatuhi tuntutan 6 bulan penjara.

Dengan muka tertegun Dewi menerima apa yang dibacakan oleh JPU. “Ya kalau memang sudah dituntut mau bagaimana,” ujarnya pasrah saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (15/2).

Selain pasrah, Dewi juga tampak lega. Maklum, kasusnya dengan Julia Perez itu memang sudah bergulir di pengadilan cukup lama. Lebih dari setahun harus dilewati sebelum akhirnya sampai pada tuntutan hari ini.

Dewi Persik dan Julia Perez berseteru sebagai buntut dari adegan film yang mereka bintangi ‘Arwah Goyang Karawang’ yang sekarang kemudian berganti menjadi ‘Arwah Goyang Jupe-Depe’. (wes/mmu/dtc)

Kasek SDN060942 Titipapan Membantah Coreng Nama Sekolah

MEDAN LABUHAN-Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri  No 060942 Titi Papan Drs Sudarno MS MM membantah tudingan yang mengatakan dirinya telah mencoreng dunia pendidikan, karena menyelewengkan dana BOS dari tahun 2007 sampai 2011, korupsi dan pungli terhadap orangtua murid.
“Semua berita itu tidak benar dan bohong,” katanya.

Drs Sudarno MS MM sudah membuat laporan dan pertanggungjawaban dana BOS setiap tri wulan, tiap semester atau tiap tahun dan telah dilaporkan ke dinas pendidikan dan telah diperiksa oleh tim monitoring dan juga diberi pengarahan oleh tim inspektorat atau BPK.
Sudarno juga membantah melakukan pungli terhadap orangtua murid, karena sebelumnya telah diambil kebijakan melalui rapat dengan orangtua murid dan komite sekolah.

“Untuk memajukan sekolah kita perlu membeli sarana dan prasarana yang belum terpenuhi oleh dana BOS, seperti tenis meja, lapangan voli dan lapangan basket dan juga untuk tambahan gaji guru honor. Dengan keputusan yang kami edarkan setiap murid dikenakan dana komite Rp5.000 per bulan bagi yang mampu. Bagi yang tidak mampu atau miskin gratis,” katanya.

Keputusan ini, sambungnya, sudah berjalan 3 bulan dan uang yang sudah terkumpul oleh bendahara komite berjumlah Rp3. 776.000. Dana tersebut disarankan oleh Sudarno melalui masukan dan saran dari KUPT Medan Deli Bapak Drs Imran Safei MPd, untuk dikembalikan dan sudah dikembalikan oleh bendahara komite melalui wali kelas masing-masing, melalui proses sejak tanggal 4 Februari 2012.(rel)

Lakalantas, 2 Tewas 3 Kritis

MEDAN-Dua kecelakaan lalulintas terjadi di Jalan Lima Tahunan, Desa Bagan Percut dan Jalan Cemara, Medan Tembung, Selasa (14/2) sekira pukul 21.00 WIB. Akibatnya, dua tewas dan tiga orang kritis. Kedua korban tewas masing-masing Andrian Syahputra (17), warga Dusun XVII, Desa Bagan Percut, dan Mahdian Pohan (45), warga Jalan Cemara Medan Tembung.

Sedangkan tiga korban kritis masing-masing Misdianto (32), Irwansyah (23), warga Desa Bagan Percut dan Ricky (24), warga Jalan Metal Medan Deli.
Aiptu Supriyanto, petugas Pos Lantas Polsek Percut Seituan menyebutkan, jenazah kedua korban sudah diambil oleh pihak keluarganya sedangkan tiga lagi masih dirawat di rumah sakit dan belum bisa dimintai keterangan.(gus)

Preman Pakai Narkoba di Kafe

081269666xxx

Yth Pak Kapolsek Percut dan Polresta Medan, kami warga yang berada di daerah Laut Dendang Simpang Beo merasa resah atas sifat-sifat preman yang suka cari gara-gara, bahkan sering makai narkoba di daerah kafe-kafe. Mohon Pak Kapolresta dan Kapolsek Percut untuk bertindak, trima kasih.

Turunkan Petugas ke Lapangan

Terima kasih atas informasinya. Kami akan turunkan petugas untuk mencek langsung ke lapangan. Bila terbukti sebagaimana dalam pesan singkat ini, akan segera ditindak. Warga yang merasa terganggu silahkan membuat laporan ke Polsek terdekat.

AKP Faidir Chaniago
Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan

Willy Dozan Kembali Berlaga

Willy Dozan kembali berlaga. Ikut bermain dalam film RUMAH HANTU PASAR MALAM, Willy pun menghadiri premier film tersebut di Planet Hollywood XXI, Jakarta Selatan, pada hari Selasa (14/2) kemarin. aktor laga ini tampak hadir bersama sang istri, Arumi.

“Ini bertolak belakang ama gue. Aku antagonis. Tapi enjoy aja. Seniman kan apapun harus bisa memerankan. Gak ada masalah. Cuman pindah karakter aja. Ada dikit (peran laga),” ungkap Willy saat disinggung soal perannya dalam film tersebut.

Selain bermain dalam film RUMAH HANTU PASAR MALAM, Willy kini juga tengah mempersiapkan dua judul film layar lebar sekaligus. tak hanya itu saja, dia juga tengah disibukkan persiapan syuting serial JANJI SANG PEMBERANI, yang merupakan serial laga.

“Ini baru start lagi (laga), tapi temanya remaja. The Promise of Fearless, JANJI SANG PEMBERANI kalo bahasa Indonesia-nya. Ini film para martial art yang main. Baik silat, kempo, wushu. Mereka semua berprestasi. Ini gak ada peran pengganti, ini kesulitannya. Kita bikin gebrakan. Film kan selalu berevolusi. Ini kita nyatakan real, bener-bener martial art,” papar Willy.

Willy memang dikenal sebagai aktor laga Indonesia. Setelah sempat beberapa waktu namanya tenggelam, kini dia kembali lagi, tetap dengan mengusung tema laga. “Dari dulu saya sudah menyenangi dunia ini. Habitat saya di sini. Kalau kuliner itu bukan jiwa kita, tapi lumayan buat tambah dapur ngebul,” pungkasnya. (kpl)

Santai Valentine Tanpa Pacar

Lala Karmela

Artis dan penyanyi pop ini tak bisa sayang-sayangan di hari Valentine. Padahal hati kecilnya ingin diperlakukan istimewa. Sayang, sang pacar sedang banyak kesibukan.

“Valentine buat aku suatu yang spesial, tapi nggak harus (dirayakan) dengan pacar,” elaknya.
Coba membesarkan hati, pesinetron Senandung Masa Puber itu gembira karena tetap mendapat kado. Tidak hanya dari pacar, tapi juga dari keluarga dan fans.

“Sampai tahun kemarin, alhamdulillah masih dapat hadiah Valentine. Aku dapat cokelat, bunga sama lagu. Nggak hanya dari pacar, tapi juga teman, keluarga dan penggemar,” bebernya.

Tahun ini Valentine dirasanya tetap spesial. Terlebih sang kakak tepat berulang tahun, kemarin. Alhasil, pemilik nama lengkap Karmela Mudayatri Herradura Kartodirdjo bisa merayakan hari cinta kasih bersama keluarga.

“Pasti adalah unsur Valentine-nya, tapi digabungin sama waktu ultah ya jadi bisa rayakan bareng-bareng,” paparnya.

Tanpa pacar, bintang film Seleb Kota Jogja  ini mengisi Valentine dengan sharing, membagi inspirasi dan cerita kepada sesama agar mencintai musik dan berani meraih mimpi. “Aku ingin Valentine’s Day  menambah kecintaan terhadap musik dan berani meraih mimpi,” tuturnya.
Saat sebagian orang menganggap sinis Valentine’s Day, Lala justru sebaliknya. Dia tak mau pusing dengan pro kontra.

“Valentine emang jatuh tanggal 14 Februari dan dirayakan seluruh umat manusia sebagai hari kasih sayang. Jadi wajar saja kalau ada yang merayakan. Tapi kalau yang nggak, itu kan juga hak setiap orang. Jadi bagiku masih jadi suatu hal yang wajar,” tuturnya.
Ditanya siapa pacarnya sekarang, pelantun tembang Satu Jam Saja itu enggan menjawab.

“Ada deh. Yang jelas dia itu cowok yang bisa buatku nyaman. Dia juga mendukung penuh karier aku di dunia musik. Aku ingin pasangan yang bisa support dan ngerti musik. Kalau kriteria fisik nggak ada, karena kalau memberi suatu tipe akhirnya dateng nggak sesuai sama yang diinginkan,” pungkasnya. (rm/jpnn)

Setahun; Janji Realisasi SEZ di Batam, Bintan, dan Karimun

Indonesia dan Singapura memasuki babak baru kerja sama pengembangan kawasan strategis. Kerja sama itu telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) pembentukan zona ekonomi khusus (special economic zone/SEZ) Batam, Bintan, dan Karimun.

Wajah Menteri Koordinator Perekonomian Boediono begitu cerah. Di sebelahnya berdiri Lim Hng Kiang, menteri perdagangan dan perindustrian Singapura.

Siang itu, Minggu (25/6) pukul 13.00 WIB, sejarah pun terukir di Ruang Sapurba Lantai II Hotel Nongsa Point Marina, Pulau Batam.

Di belakang keduanya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loongmenyaksikan momen bersejarah itu.

Sebuah komitmen pengembangan ekonomi di Batam, Bintan, dan Karimun tuntas direalisasikan. Batam dan sekitarnya memang pantas menjadi magnet kerja sama kawasan, terutama dengan Singapura.

Pembentukan SEZ semacam itu tidak hanya berpotensi memacu perkembangan ekonomi Batam, Bintan, Karimun dan sekitarnya, tetapi juga akan menjadi daya tarik bagi aliran investasi langsung dalam jumlah yang signifikan.

Pemerintah memang berkali-kali menegaskan pengembangan SEZ yang dimulai dari Batam itu merupakan langkah awal bagi pengembangan kawasan khusus lain di sejumlah wilayah strategis di Indonesia.

Upaya tersebut dilakukan dalam rangka menarik investasi sekaligus memperbaiki iklim penanaman modal di Indonesia. Bukan rahasia lagi, iklim investasi di Indonesia sampai saat ini masih mendapat rapor merah, sehingga pemodal asing enggan menanamkan uangnya untuk membangun pabrik baru, atau ekspansi bisnis riil di Indonesia.Kondisi ini dibenarkan Gubernur Ismeth Abdullah, Selasa (26/6), sehari selepas pendatanganan MoU.

”Kerangka kerja sama pengembangan SEZ yang diteken oleh Pemerintah Indonesia dan Singapura tetap membutuhkan payung hukum. Di luar masih diperlukannya penyederhanaan birokrasi perizinan, maka contoh atas tidak adanya payung hukum itu dapat dilihat dari stagnasi Pulau Batam selama kurun 35 tahun sejak dikembangkan sebagai daerah pengembangan industri,” kata Ismeth.

Mantan Ketua Badan Otorita Batam itu pun berani pasang target.  ”Kami jamin ada penambahan investasi 15 miliar dolar AS dalam lima tahun,” tegasnya.

Jelas ini tak main-main. Nilai itu serupa dua kali lipat total investasi yang tertanam di Kepri hingga semester pertama 2006.

Syaratnya? ”SEZ ada payung khusus. Itu disamping penyederhanaan birokrasi. Kita harus sadari bersama apa kegagalan pengembangan Batam selama ini,” katanya mengingatkan.

Memperbaiki iklim investasi memang bukan tantangan mudah.Telah banyak tim dibentuk untuk mencari terobosan baru dalam perbaikan iklim investasi, tetapi sejatinya persoalan yang ada tetaplah persoalan klasik seperti masalah kepabeanan, perpajakan, perburuhan, sumber daya manusia, penegakan hukum, dan berbagai persoalan yang terkait dengan birokrasi perizinan di meja-meja pejabat pemerintah.

Dengan kata lain, ada upaya mengingatkan pemerintah bahwa pembentukan SEZ tidak memiliki manfaat sepanjang berbagai masalah klasik yang menghambat masuknya investor asing tetap tak tersentuh.

”Pembangunan SEZ itu dilandaskan kepada pedoman dasar untuk pengembangan kerangka institusional yang efektif, kejelasan dan konsistensi kerangka kebijakan, penyederhanaan prosedur investasi, pengembangan infrastruktur yang efisien, dan pengelolaan administratif kawasan yang efektif,” kata Menko Perekonomian Boediono menjawab wartawan selepas jumpa pers Presiden SBY dan PM Singapura Lee Hsien Loong di Ruang Sapurba Lantai II Hotel Nongsa Point Marina, Minggu (25/6).

Boediono mengatakan lingkup kerja sama di antara Indonesia-Singapura akan menjamin keberhasilan pengembangan SEZ yang mencakup penanaman modal, tenaga kerja, dan pengembangan kapasitas. Belajar dari pengalaman negara lain seperti Tiongkok, yang perekonomiannya banyak ditopang oleh pengembangan zona ekonomi khusus, birokrasi di kawasan ekonomi semacam itu sangat fokus kepada pelayanan investor dan mengurangi meja layanan.

Upaya itu ditempuh demi memberikan kepastian berusaha, khususnya dalam proses perizinan, kecuali fasilitas lainnya, misalnya, dalam bentuk keringanan pajak.

SEZ, FTZ atau BZP

Lantas apa perbedaan mendasar SEZ, FTZ ataupun BZP yang kini sedang berlaku di Batam dan Bintan?

Dalam beberapa literatur, kata special dalam special economic zone memiliki arti kekhususan dalam sistem ekonomi dan politik.

Mengacu pada kebijakan pemerintah Tiongkok dalam pengembangan SEZ, memberikan kebijakan khusus SEZ ini beserta aturan yang fleksibel, serta mengizinkan SEZ untuk menggunakan sistem manajemen ekonomi yang khusus pula. Di antaranya special tax incentives bagi investasi asing dalam SEZ, kebebasan dalam aktivitas perdagangan internasional.

Makalah Mendag Marie E. Pangestu pada seminar SEZ- Antara Harapan dan Penerapan di Hotel Vista, Sabtu (17/6), menjelaskan, SEZ dalam karakteristik ekonominya tercermin dalam empat prinsip.

Pertama, menciptakan daya tarik bagi penanaman modal asing. Kedua, bentuk usaha harus merupakan foreign joint ventures dan kemitraan seperti foreign-own enterprises. Ketiga, produk yang dihasilkan harus berorientasi ekspor, dan keempat, aktivitas ekonomi harus dikendalikan oleh pasar.

Menguatkan kembali pernyataan Presiden mengenai kewenangan yang diberikan lebih meluas kepada daerah, Boediono menguatkan peran tim nasional Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia (KEKI) yang serius menagih komitmen daerah untuk menyederhanakan segala bentuk perizinan investasi.

”Tim ini selanjutnya akan merumuskan kerangka kebijakan yang mencakup penetapan keriteria pokok pemilihan suatu lokasi yang memenuhi persyaratan pembangunan KEKI, menyetujui kebijakan yang diperlukan oleh kawasan-kawasan itu, dan yang paling penting, menyediakan pelayanan investasi dan kelembagaan yang memiliki standar internasional,” paparnya.  Mampukah Kita Mencontoh Tiongkok?

Kini jawaban itu ada pada adanya saling ketergantungan antara Indonesia dan Singapura.

Memburuknya hubungan Singapura-Tiongkok dan Singapura-Malaysia tentulah daya dorong tersendiri atas kemajuan investasi yang akan dicapai Indonesia.

Total nilai investasi asing di Pulau Batam dan Bintan per semester 2006 mencapai sekitar 8 miliar dolar AS.

Sekitar 40 persen tertanam di perusahaan-perusahaan milik Singapura yang berada di kawasan-kawasan industri paling besar di Pulau Batam dan Bintan seperti Kawasan Industri Batamindo yang bernaung di bawah Sembawang Group dan kawasan Industri Lobam di Bintan.

Belum lagi investasi yang ditanamkan di resort-resort di Lagoi. SEZ tentu berperan besar melindungi kepentingan investasi Singapura di Indonesia.

Ini kian diperkuat jika mengingat masa-masa sulit yang sedang dialaminya dalam hubungan bilateral dengan Tiongkok dan negara terdekatnya, Malaysia.

”Berbagai prakondisi SEZ dipaparkan berulangkali. Paling penting adalah pembebasan PPN dan PPnBM bagi produk yang diekspor kembali dengan prosedur yang sederhana, kemudian pemberian fasilitas visa dan izin kerja tenaga asing yang sederhana, dan proses pelayanan satu atap.

Hal terakhir ini yang paling penting,” kata Menko Boediono. Ditargetkan pada Oktober atau November tahun ini kerangka kerja sama ekonomi yang digaungkan sejak awal tahun itu bisa berjalan sempurna di seluruh lini pemerintahan.

Gubernur Kepri Ismeth Abdullah bahkan berani pasang target: pertumbuhan investasi 15 miliar Dollar AS dalam lima tahun ke depan.Syaratnya? ”Ada pembenahan birokrasi, dan utamanya ada UU yang memayunginya,” kata Ismeth. Presiden SBY tampak menangkap kegelisahan atas kegagalan OB melanjutkan pengembangan Batam ke arah sempurna.Karena itu dalam SEZ kelak ada Komite Pengarah Bersama (steering joint comittee) yang diketuai bersama oleh Menko Boediono dan Menteri Lim Hng Kiang.

Tiga bulan ke depan telah dirancang sebuah pertemuan untuk menyepakati rencana aksi kerja sama tersebut.

Bagi Indonesia, penekenan MoU ini ibarat berkah berkelimpahan. Terutama Pulau Batam yang terseok akibat mulai tidak diminati para investor.

SEZ ternyata menerbitkan kembali setumpuk harapan.

Bukan cuma itu, Bintan dan Karimun juga bakal diciptakan menjadi kawasan investasi paling baru di Provinsi Kepri.  (**N)