25 C
Medan
Wednesday, February 4, 2026
Home Blog Page 13821

Inkyun Absen Lagi

MEDAN-Kembali menelan kekalahan pada laga lanjutan kompetisi ISL, pelatih PSMS Suharto AD menyesalkan hal tersebut. Di Stadion Kuta Asan kandang PSAP Sigli, Sabtu (11/2) sore lalu, tim berjuluk Ayam Kinantan harus mengakui keunggulan tim tuan rumah dengan skor akhir 1-2.

Dari hasil ini kembali skuad PSMS harus defisit satu gol. Mencetak 12 gol dan harus mengoleksi 13 kebobolan. Menurut pelatih berkepala plontos ini, skuadnya minimal harus bisa mencetak satu gol saat menjamu Persiram Raja Ampat pada 16 Februari mendatang.

“Targetnya meraih poin penuh. Tapi kita harus bisa menghasilkan satu gol minimal, agar tak defisit gol lagi. Namun, harapannya tentu bisa mencetak lebih dari satu gol,” ungkapnya, Senin (13/1).

Membahas laga berikutnya melawan Persiram, Suharto mengungkapkan bahwa laga tersebut minus pemain gelandang asal Korea Inkyun Oh. “Ia terkena akumulasi kartu kuning, pada pertandingan menjamu Persegres Gresik dan saat bertandang ke PSAP,” tuturnya.

Namun, akumulasi ini tak begitu mempengaruhi skuad. “Banyak pemain potensial yang bisa melapis posisi Inkyun. Walau tak sekelas dengannya, tapi kita berharap ada pemain yang bisa bermain lebih baik darinya (Inkyun, Red) saat bertanding nanti,” ujar Suharto.

Mengomentari kekalahan pertandingan sebelumnya lawan PSAP, Suharto hanya mengaku PSMS saat itu kurang beruntung. “Banyak peluang yang tak mampu dimanfaatkan secara maksimal. Finishing touch dan pertahanan lini belakang kita juga masih perlu banyak pembenahan,” katanya.

Namun, Suharto mengaku, penguasaan bola yang dilakukan anak asuhannya sudah lebih baik. “Kalau penguasaan bola kita yang pegang, kita lebih unggul. Tapi, ya seperti yang saya katakan tadi, penyelesaian akhirnya kurang bagus dan pertahanan kita juga masih rapuh,” tuturnya.

Menurutnya, tak ada tekanan dalam pertandingan kali ini. “Penonton tak melakukan intimidasi begitu pula manajemen. Wasit juga bagus,” ujar Suharto.
Mengenai isu adanya pengaturan skor, Suharto tetap tak bergeming. “Skuad sudah menunjukkan yang terbaik. Hanya kurang beruntung dan anak-anak memang kehilangan konsentrasi tengah babak kedua. Inilah sepak bola. Dan ini akan menjadi evaluasi kita ke depannya. Jadi, masalah pengaturan skor itu sama sekali tak benar” pungkasnya. (saz)

ASSBI Sumut Siapkan Beragam Kegiatan

MEDAN- Koordinator Daerah Asosiasi Sekolah Sepakbola Indonesia (Komda ASSBI) Sumut akan menggelar kursus wasit kategori remaja (C-3) dan kursus pelatih lisensi D yang dikhususkan bagi anggota ASSBI Sumut di Asrama Haji Medan, 19-25 Maret mendatang.

“Kegiatan ini merupakan program sekaligus bentuk kepedulian ASSBI Sumut dalam meningkatkan kualitas wasit dan pelatih SSB di Sumut. Hal itu agar ke depan pembinaan SSB bisa lebih baik lagi,” ujar Ketua Umum Komda ASSBI Sumut, Sumantraji, di Sekretariat ASSBI Sumut, Jl SM Raja Km 6,5 Medan, Senin (13/2).

Selain itu, lanjutnya, ASSBI Sumut juga akan menggelar festival sepakbola U-16 bagi SSB yang telah terdaftar sebagai anggota ASSBI Sumut. Kompetisi itu akan digelar di Stadion Teladan Medan,  4-8 April mendatang.

“Saat ini sudah ada 80 SSB terdaftar sebagai anggota Komda ASBBI Sumut. Diharapkan yang lain segera menyusul agar dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang kita gelar. Sedangkan kepengurusan Koordinator Cabang (Komcab) ASSBI, saat ini sudah terbentuk di 10 kabupaten/kota dan segera menyusul daerah lainnya,” demikian Sumantraji.

Wakil Ketua Umum ASSBI Sumut, Hery Riyanto, menjelaskan pendaftaran peserta kursus wasit dan pelatih dapat dilakukan mulai 15 Februari hingga 15 Maret mendatang di Sekretariat ASSBI Sumut atau menghubungi (061) 7864177.

“Persyaratan umum peserta di antaranya berusia 20-40 tahun dan khusus untuk wasit maksimal harus berusia 21 tahun. Jumlah peserta kursus terbatas hanya untuk maksimal 40 orang ,” ucap Hery. (jun)

Suryo Kembali Masuk Pelatnas

JAKARTA – Nama besar dan prestasi sprinter Suryo Agung Wibowo masih dipertimbangkan. Setelah sebelumnya sempat terpental dari pelatnas persiapan Olimpiade London 2012, kini nama pemegang rekor manusia tercepat di Asia Tenggara dengan catatan waktu 10,17 detik itu kembali masuk pelatnas.
Itu setelah Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) memanggil sprinter berusia 29 tahun tersebut untuk bergabung dengan enam sprinter lainnya, untuk mempersiapkan diri berebut tiket ke London. Pemanggilan Suryo tertuang dalam SK Prima Nomor 8 Tahun 2012.

“Kami usulkan kepada Dewan Pelaksana Prima untuk kembali memanggil Suryo. Bagaimanapun, dia masih sebagai pemegang rekor pelari tercepat di Asia Tenggara,” kata Hadi Wihardja, Koordinator Cabang Olahraga Terukur Prima.

Sebelumnya, Prima telah memanggil enam sprinter muda. Dua di antaranya adalah Sapwaturrahman dan Iswandi. Keempat lainnya adalah kuartet  peraih medali emas di nomor 4×100 meter putra di SEA Games 2011, yakni Franklin Burumi, M. Fadlin, Fernando Lumain, serta Farrel Octaviandi.
Dengan pemanggilan ini, Prima berharap Suryo bisa mempertajam catatan waktunya saat turun di ajang Jatim Terbuka yang akan dihelat di Surabaya pada 14-17 Maret mendatang. Jatim Terbuka merupakan salah satu turnamen kualifikasi menuju Olimpiade London.

Suryo memecahkan rekor sebagai manusia tercepat Asia Tenggara dengan catatan waktu 10,17 detik pada di SEA Games 2009, Laos. Pelari asal Solo ini adalah salah satu wakil Indonesia yang tampil di Olimpiade Beijing 2008, setelah lolos kualifikasi limit B, yang dia raih saat tampil di SEA Games 2007 di Thailand dengan rekor 10,25 detik.

Dengan catatan waktu itu, Suryo tidak hanya merebut tiket ke Beijing, tapi juga memecahkan rekor SEA Games dan mempersembahkan medali emas. (ali/diq/jpnn)

Dispora Medan Segera Ferivikasi Klub Olahraga

MEDAN-Tolak ukur sukses tidaknya sistem pembinaan pada sebuah cabang olah raga adalah raihan medali pada sebuah even. Nah, agar harapan meraih prestasi maksimal dapat terpenuhi, tak ayal dibutuhkan keterlibatan para pakar yang benar-benar mengerti tentang asupan gizi maupun fisik sang atlet.
“Tanpa pakar yang benar ahli di dunia olhraga. Atlet pasti takkan tahu kendala yang dihadapi,” bilang Drs Hanas Hasibuan MAP, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Medan pada rapat persiapan menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah Sumatera Utara (Popdasu) bersama pelatih dan pembina klub-klub olahraga sekolah yang ada di Kota Medan, di ruang rapat Dispora Medan Jalan Ibus Raya Medan, Senin (13/2).

Lebih lanjut  Hanas mengatakan dunia olahraga adalah dunia kita, untuk itu marilah bersama-sama membangun olahraga di daerah yang kita cintai ini sehingga mampu menorehkan prestasi yang membanggakan.

“Kepada atlet pelajar berprestasi akan diberi beasiswa, sehingga beasiswa yang diberikan tersebut dapat meningkatkan semangat dan motivasi para atlet untuk lebih giat berlatih,” Ungkap Hanas

Selanjutnya Hanas menambahkan agar klub-klub binaan Dispora Medan dapat mempersiapkan atletnya dalam menyongsong Popdasu X yang akan digelar di Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada bulan Juni 2012.

Untuk mendapatkan hasil maksimal pada Popdasu nanti, Dispora Medan akan melakukan verifikasi terhadap klub-klub olahraga yang ada di Medan. “Dari hasil verifikasi itu nantinya akan diketahui apakah klub itu aktif membina atletnya atau tidak,” kata Hanas. (omi)

Dipukul, Disetrum dan Disekap dalam Mobil

Pengendara Sepeda Motor Dirampok

MEDAN-Robby M Sihotang (25), warga Asrama RSU Rusdi Jalan H Adam Malik Medan menjalani perawatan intensif di Ruang Dahlia 15, Lantai I, RSU dr Pirngadi Medan, setelah dipukuli, disetrum dan disekap orang tak dikenal (OTK) di dalam mobil, saat melintas di Jalan Tuasan.

Paman Robby, Bastian Sembiring (48) mengungkapkan, kejadiannya berlangsung Minggu (12/2) dini hari. Saat itu Robby melintas mengendarai sepeda motor di Jalan Tuasan bersama rekannya Sumarihon Silalahi, usai dari rumah temannya. Tanpa sengaja, Robby  dengan temannya menyerempet mobil Kijang Innova warna silver.

Tak berapa lama kemudian, mobil yang ditumpangi enam pria itu langsung memepet kendaraan mereka dan langsung memberhentikan keduanya.
“Mereka langsung memasukkan keponakan saya ke dalam mobil. Dua dari enam pria itu turun dan membawa kendaraan keponakan saya sementara keponakan saya di dalam mobil bersama dengan temannya. Didalam mobil ada empat pemuda dan tiga di antara dari empat pemuda memukuli, menyekap dan menyetrum keponakan saya bersama dengan temannya,” jelasnya.

Setelah itu pria itu meninggalkan keduanya di perlintasan rel kereta api di sekitar Jalan Bilal Medan. Tak hanya itu, keenam pemuda itu membawa lari sepeda motor milik Robby M Sihotang Suzuki Satria FU 150 bernomor plat polisi BB 5285 MM berwarna merah. “Semua dibawa para pelaku termasuk barang-barang milik keponakan saya seperti uang, dompet, STNK dan handphone,” jelasnya.

Saat keduanya sadar, tambah Bastian, keponakannya bersama dengan temannya pun langsung mendatangi Mapolsekta Medan Timur. Oleh polisi keduanya pun diarahkan ke Mapolsekta Percut Seituan karena lokasi kejadiannya di wilayah Polsekta Percut Seituan. “Keponakan saya bersama dengan temannya sudah melapor ke Mapolsekta Percut Seituan dengan bukti Surat Tanda Laporan Nomor: STPL/400/II/2012 Percut tertanggal Minggu (12/3) dini hari 04.30 WIB,” katanya.

Bastian menegaskan, polisi harus menangkap pelaku. “Kalau pun keponakan saya bersalah, kan bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Bukan begini caranya. Saya meminta kepolisian khususnya Polsekta Percut Seituan menangkap pelakunya,” bebernya.
Robby saat terbangun dari tidurnya mengaku, mereka malam itu dimasukkan ke dalam mobil dan di dalam mobil diperlakukan tak wajar.
“Yang saya ingat mereka berbadan tegap, menggunakan jaket dan mereka menyiksa kami. Habis itu mereka menurunkan kami di rel kereta api. Saya minta pelakunya segera ditangkap,” ucapnya. (jon)

Makannya Kuat tapi Bobot tak Bertambah

Nur Azizah, Bayi Penderita Gizi Buruk

Malang nian nasib Nur Azizah. Bayi berusia 8 bulan itu hanya memiliki berat 2.5 kg.

Jhonson P Siahaan,  Medan

Putri pasangan Dedi Ariyanto (29) dan istrinya, Dahlia (33), warga Jalan Pelita IV, Gang Sederhana kemarin ditemui Sumut Pos di Ruang Bayi Lantai III RSU dr Pirngadi Medan.

Dahlia, ibu Nur mengaku sangat sedih melihat putri keduanya. Diterangkan Dahlia, dia tak mempunyai firasat buruk sebelum kelahiran putrinya itu.
“Saya sama sekali tak ada firasat buruk. Sama halnya dengan kelahiran putri pertama saya,” ucap ibu beranak dua itu.

Menurutnya, putri keduanya itu lahir normal tanpa ada operasi di klinik. Dahlia mengaku, dirinya hanya sekali memeriksakan kehamilannya selama mengandung dan itupun diperiksanya di klinik dekat rumahnya.

Dahlia menambahkan, dirinya bingung kenapa bisa terjadi terhadap Nur Azizah. Dahlia menuturkan, dia saat ini sangat membutuhkan bantuan orang yang mau membantunya untuk pengobatan anaknya.

“Kalaupun dibantu saya dan suami saya sangat berterima kasih. Jujur saja, dalam memenuhi kebutuhan hidup dirinya meminjam uang dari orangtua, saudara dan tetangganya karena suaminya tak mempunyai pekerjaan tetap,” bebernya.

Dahlia mengaku, untuk biaya perobatan Nur Azizah saja dia menggunakan Jamkesmas dan Medan Sehat karena tak mempunyai biaya.
“Penghasilan suami saya Rp20.000 dan itu pun harus dipotong Rp5.000 untuk sewa becak. Suami saya itu bawa becak tapi itu becak orang dan suami saya menyewanya,” ujarnya.

Sebelum dibawa ke RSU Pirngadi Medan, Nur Azizah sudah dibawa berobat ke pengobatan alternatif, namun hasilnya tak ada perubahan.
Dahlia menambahkan, anaknya ini diberi susu, makanan bayi dan makanan bayi kemasan.

“Kalau makannya saat ini kuat tapi anak saya setiap harinya asal buang air besar selalu mencret (diare). Sudah diberi obat oleh rumah sakit,” jelasnya.
Dahlia menuturkan, dikeluarga mereka tak ada mengalami hal seperti ini.

“Nur Azizah dirawat di RSU Pirngadi Medan ini sudah 21 hari. Saya berharap anak saya cepat sembuh dan ada orang yang mau membantu kesembuhan anak saya ini. Oleh dokter anak saya dibilang menderita gizi buruk dan infeksi paru-paru,” harapnya. (*)

Sektor Perkebunan Masih Menjanjikan

Salah satu gerbang investor adalah Provinsi Sumatera Utara. Kenapa? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Juli Ramadhani Rambe dengan Pengamat Ekonomi dari Unimed, M Ishak.

Sektor apa yang paling menjanjikan bagi investor di Sumut?
Tetap seperti tahun yang lalu, sektor perkebunan tetap paling menarik untukn
dikembangkan di Sumut. Apalagi program MP3EI yang di Sei Mangke. Ini membutuhkan banyak dana, karena pembangunannya merupakan prospek yang sangat besar dan tentu saja banyak yang harus diperhatikan. Prospek yang dapat dilirik oleh investor kesiapan Sei Mangke, infrastruktur dalam Sei Mangke, infrastruktur penunjang, dan tentu saja perhatian pemerintah dalam memberikan kemudahan bagi investor misalnya, pengurusan izin dan lainnya.

Apa yang harus diperhatikan oleh pemerintah?
Paling penting adalah infrastruktur, sedangkan peraturan lainnya dapat berjalan seiring pembangunan MP3EI. Infrastruktur sangat penting, karena kendala kita dari tahun ke tahun juga tetap di infrastruktur ini. Nah, kalau tidak bisa dengan biaya sendiri, kita bisa kok minjam dana asing, karena saya yakin MP3EI itu sangat potensial, dan hasilnya juga untuk kemakmuran bangsa terutama negara.

Apa lagi yang menarik dari Sumut bagi investor?
Khusus untuk Kota Medan, yang paling menarik adalah jasa keuangan. Medan nantinya menjadi pusat perdagangan, kenapa? Berkembangnya MP3EI, menjadikan Medan pusat untuk transaksinya. Nah, pembangunan yang saat ini sedang terjadi di Medan juga memberikan bukti betapa perlunya jasa keuangan untuk kota Medan. Kalau Pemko Medan tetap pada komitmennya menjadi Medan sebagai kota metropolitan, dipastikan jasa keuangan memiliki potensi yang sangat menjanjikan.

Apakah perbankan juga akan meningkat di Medan?
Tidak harus perbankan, tetapi jasa keuangan kecil juga sangat penting. Kalau sektor besar sudah bergerak, secara tidak langsung sektor besar juga demikian. Nah, saat globalisasi mendatang perputaran uang atau keluar masuk dari dalam dan luar negeri juga akan sangat cepat. Untuk itu dibutuhkan jasa untuk menemp[atkan uangnya.

Apa lagi sektor lainnya?
Jangan lupakan pariwisata yang sangat menjanjikan. Selain danau toba, daya jual di Sumut yang lain adalah etnisnya. Bayangkan ada 8 etnis yang hidup di medan, dan semuanya memiliki akar budaya yang sangat kental. Nah, bagaiman kalau kita kembangkan. Misalnya dalam perayaan besar mereka, jadikan ini sebuah undangan bagi investor. Seperti Amerika, mereka membangun gedung kesenian, dimana semua etnis dapat berpartisipasi. (*)

Belum Ada Pembaharuan Data Peserta Jamkesmas

MEDAN-Dinas Kesehatan Kota Medan sampai saat ini belum melakukan pembaharuan terhadap data warga  yang mendapatkan Jamkesmas, yang ditetapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Medan.

“Dinkes Medan tetap mengupayakan agar masyarakat miskin dapat terbantu untuk mendapatkan kartu Jamkesmas. Namun, sampai saat ini belum ada pembaharuan peserta dari BPS,” kata Kepala Dinas Kesehatan Medan, dr Edwin, Senin (13/2).
Dijelaskannya, untuk memperoleh kartu Jamkesmas pihak kecamatan berperan aktif untuk melakukan pendataan terhadap masyarakatnya yang berhak medapatkan.

“Seharusnya mempertanyakannya ke kantor camat karena kecamatan berperan aktif. Jadi, untuk yang berhak mendapatkan kartu Jamkesmas adalah orang miskin dan masyarakat yang tidak mampu yang menjadi peserta ditetapkan camat,” jelasnya.
Dikatakannya, untuk ketentuan masyarakat yang berhak memperoleh sesuai dengan ketentuan dari penyelesian dari tingkat kepala lingkungan sampai lurah untuk mendata.

“Kalau untuk yang berhak akan dilakukan penyeleksian dari kepling, karena dia lebih tahu warganya. Jadi dinkes hanya memberikan pelayanan kesehatan,” bebernya.

Seperti diberitakan, sejumlah warga Medan mengeluhkan sulitnya mendapatkan kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) ketika menerima kunjungan kerja atau reses anggota DPRD Sumut Brilian Moktar, di Kecamatan Medan Barat, tepatnya di Kelurahan Karang Berombak, Rabu (8/2) dan Medan Timur, tepatnya di Kelurahan  Brayan Bengkel, Sabtu (11/2).

Musfiyani, warga Kelurahan Karang Berombak mengeluhkan, sulitnya mendapatkan Jamkesmas dan layanan kesehatan lainnya seperti seperti Kartu Medan Sehat.

Menurut Musfiyani, kesulitan mendapatkan Kartu Medan Sehat itu menyebabkan dia tidak dapat mengobati penyakit anaknya mengalami pembengkakan rusuk.

“Bantulah kami Pak. Bagaimana lagi saya bisa mengobati rusuk anak saya yang mengalami pembengkakan,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, yakni Halimatussakdiah Harahap, yang sangat mengharapkan Kartu Medan Sehat. Sebagai warga yang kurang mampu, Halimatusakdiyah Harahap merasa, sangat memerlukan Kartu Medan Sehat agar bisa mendapatkan perawatan kesehatan jika mengalami penyakit.
(adl)

Jambret untuk Biaya Pacaran

MEDAN-Bayu Pratama (15), warga Jalan Setia Luhur dan Irwansyah (17), warga Jalan Bakti Luhur harus mendekam di sel tahanan Mapolsekta Medan Helvetia.

Pasalnya, keduanya ditangkap warga saat menjambret warga di Jalan Danau Singkarak.

Kedua remaja itu menjamret tas milik seorang wanita yang sedang menumpang becak bermotor. Naas saat hendak kabur kedua remaja  terjebak macet dan berhasil tertangkap warga.

Oleh warga keduanya diserahkan ke Mapolsekta Helvetia berikut sepeda motor Yamaha Mio BK 2439 ABC.

Kedua remaja itu mengaku nekat menjambret karena butuh uang untuk jalan jalan bersama pacarnya ke Berastagi.
“Kami jambret biar ada duit jalan-jalan bang sama cewek ke Berastagi. Uda sering kami beraksi kemarin ketangkap karena macet,” kata Irwansyah, tersangka yang membawa sepeda motor saat melakukan aksi.

Sementara Bayu Pratama mengaku jika dirinya diajak oleh Irwansyah. Dia bertugas melihat korban dan sebagai eksekutor jika sudah ada.
“Aku diajak Bang, tugasku menjambret Bang, si Irwan yang bawa sepeda motor. Nyesal kali aku Bang, minta maaf aku buat orang yang sudah ku jamret,” terang siswa SMA itu.

Kapolsekta Helvetia, Kompol Sutrisno Hady SIk membenarkan penahanan kedua remaja tersebut. (cr-1/smg)

Tim Labfor Sisir Lokasi Kebakaran

MEDAN-Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Medan bersama Polsekta Medan Kota masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), di lokasi kebakaran di Jalan Brigjen Katamso, Lingkungan VI, Kelurahan Sukaraja, Senin (13/2).

“Kedatangan Tim Labfor dan penyidik untuk mencari asal api dan penyebabnya, apakah ada unsur kelalaian atau tidak dalam peristiwa yang menyebabkan lima orang mengalami luka bakar tersebut,” kata Kapolsekta Medan Kota, Kompol Sandy Sinurat, SiK saat ditemui di lokasi.
Selain itu, lanjut Sandy, pihaknya juga menginstruksikan agar isi mobil box yaitu tinner segera dikeluarkan sebab berbahaya dan dapat memicu kebakaran baru.

“TKP juga telah diamankan dan kepada kepala lingkungan (kepling) setempat diminta turut menjaga serta diimbau jangan membuang puntung rokok demi menjaga hal tak diinginkan,” bebernya. Dikatakannya, pihaknya telah meminta keterangan tiga saksi di antaranya Kepling VI, Mukhlis dan ke depan bakal diminta penjelasan beberapa orang lagi.

Ditambahkannya, berdasarkan kejadian awal diketahui tiga korban luka bakar yaitu Linghua alias Ahwa (46), mengalami luka bakar hingga tidak sadarkan diri, Ahui (58), menderita luka bakar di kedua kaki dan tangan dan paha kanan patah dan Syafrizal (30) luka bakar di wajah, kedua tangan dan kaki masih menjalani perawatan medis.

“Ternyata supir dan kernet mobil box, Rahmat Kurnia Nasution (30) dan M Rafi’i (35) keduanya warga Jalan Kolonel Yos Sudarso, Lingkungn VI, Tanjung Mulia, Medan Deli, juga mengalami hal yang sama,” katanya.

Jika sebelumnya tiga korban dirawat di RS Permata Bunda, tapi Ahwa kini dibawa ke luar negeri. Sedangkan Ahui di bawa ke RS Methodist. Sementara Rahmat Kurnia dan Rafi’i di RS Deli. (adl)